This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Senin, 15 Agustus 2022

14 Cara Mengatasi Rasa Putus Asa dan Depresi

14 Cara Mengatasi Rasa Putus Asa dan Depresi

14 Cara Mengatasi Rasa Putus Asa dan Depresi. Emosi yang paling menantang yang dirasakan oleh setiap orang berbeda – beda. Pada beberapa orang tertentu, keputus asaan adalah emosi yang paling menyulitkan. Perasaan bahwa diri sedang mengalami suatu hambatan, terantuk dan tidak mengalami perubahan dari hari ke hari hingga merasa esok hari tidak akan menjadi lebih baik seringkali dialami oleh orang yang sedang depresi. Perasaan demikian membuat seseorang harus bergulat hanya untuk menjalani hidupnya sehari – hari dan merasa tidak ada jalan lain lagi untuk hidupnya.

Keputus asaan dapat menghabiskan seluruh waktu dan energi Anda untuk hidup, sehingga tidak lagi mempunyai gairah dan semangat untuk melanjutkan. Rasa putus asa berbeda dengan kemarahan, yang dapat memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu. Putus asa akan cenderung membuat orang menyerah terhadap kehidupannya sendiri, merasa kekurangan energi dan merasa tidak berguna. Untuk itu, orang yang sedang putus asa biasanya juga akan kekurangan kemampuan mengekspresikan diri, dan tanpa itu emosi yang dirasakan akan berlangsung lebih lama.

Mengatasi Keputusasaan yang Berbahaya

Rasa putus asa merupakan bagian dari depresi yang dialami oleh seseorang. Salah satu cara dalam menangani depresi adalah dengan membaginya menjadi bagian – bagian yang berbeda. Untuk kebanyakan orang, lapisan teratas dari depresi tersebut adalah rasa putus asa. Cara mengatasi rasa putus asa yang dapat dilakukan sebagai bagian dari pengobatan untuk masalah depresi yaitu:

1. Mengambil napas

Ketika perasaan sedang mencapai dasarnya, Anda perlu mengambil kesempatan untuk menarik napas. Diam sejenak dan mengambil napas akan berguna untuk menenangkan diri dan memfokuskan pikiran. Walaupun tampaknya terlihat mustahil, akan ada hari – hari yang lebih baik di masa depan. Namun untuk dapat mencapainya Anda perlu ingat untuk tetap mengambil kesempatan menenangkan diri, agar dapat menjauhkan diri dari ciri – ciri orang ingin melakukan bunuh diri.

2. Pecahkan polanya

Hal pertama yang harus dilakukan pada pola negatif apapun adalah untuk menghentikan yang sedang Anda lakukan. Untuk mengubahnya, Anda harus mendobrak pola yang terbentuk. Ini berarti memisahkan diri secara emosional dari situasi yang dialami untuk cara menguatkan mental diri sendiri. Mengambil waktu sejenak akan berguna. Jika tidak memungkinkan, temukan tempat tenang dimana Anda dapat berpikir sendirian diantara waktu luang.  Katakan kepada diri sendiri bahwa Anda akan meninggalkan semua kekhawatiran dan akan Anda temui nanti ketika diinginkan.

3. Bebaskan pikiran

Selama waktu luang Anda, jangan berpikir mengenai cara pemecahan masalah apapun. Fokus kepada istirahat, penyembuhan, dan menganugerahi diri Anda dengan pikiran yang positif, sehat dan berbagai pengalaman baru. Ubah aktivitas harian dari segala macam pengalihan dan gangguan kepada minat yang menenangkan. Jernihkan pikiran dengan kesunyian yang akan melakukan keajaiban kepada pikiran – pikiran Anda dan membantu untuk lebih terpusat pada saat yang baik.

4. Tentukan poin – poin pikiran Anda

Ketika pola sudah pecah, tentukan masalah inti yang membuat Anda susah dan temukan sumber berkualitas untuk memulai mengumpulkan ide atau buah pikiran Anda. Apakah hubungan yang dijalani membuat Anda putus asa? Membutuhkan pemulihan spiritual? Apakah masalah Anda adalah depresi, dan memerlukan waktu untuk menumbuhkan pikiran positif, manajemen stress atau manajemen waktu? Banyak sumber yang bisa Anda cari seperti internet, buku, grup meeting dan lain sebagainya.

5. Jangan mengabaikannya

Kalau Anda menganggap bahwa waktu dapat menghilangkan masalah Anda, dan rasa putus asa tersebut akan hilang seiring waktu maka sebaiknya pikirkan lagi. Perasaan Anda tidak akan hilang sepenuhnya, dan sesekali pasti masih akan dirasakan pada suatu waktu di masa depan. Apabila Anda tidak melakukan sesuatu untuk mengatasinya sedini mungkin, misalnya melakukan cara mengatasi rasa putus asa sejak awal maka bisa jadi perasaan itu akan terpendam dan menjadi bom waktu yang siap meledak. Anda bisa jadi tidak dapat melanjutkan hidup dan selalu terkenang akan masa lalu. Maka jangan mengabaikan rasa sakit apapun yang Anda rasakan, namun cobalah untuk mencari cara agar Anda dapat mengatasinya sebab mengatasi tidak sama dengan mengabaikan.

6. Kuatkan diri Anda

Cara mengatasi rasa putus asa dapat dilakukan jika Anda dapat menguatkan diri sesuai kondisi yang terjadi. Apabila Anda mengalami cobaan dalam hidup, bersedih atau berduka adalah respons yang normal. Anda dapat merasakan penderitaan tersebut seperlunya, kemudian berusaha untuk bangkit kembali karena cepat atau lambat Anda akan harus berhenti meratapi apa yang sudah hilang. Terlalu lama berduka akan menghasilkan perasaan mengasihani diri sendiri yang akan berujung kepada keputusasaan. Ketika saatnya tiba, melangkahlah maju dan jangan terus berkubang dalam masa lalu dan lakukan cara mendewasakan diri dalam menghadapi masalah .

7. Hindari membuat keputusan besar

Putus asa dapat menimbulkan salah satu gejala sakit jiwa ringan yang bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih parah. Terkadang Anda mungkin akan sangat tergoda untuk langsung membuat keputusan ketika melihat jalan keluar untuk menyelamatkan diri dari masalah yang sedang dialami. Keinginan untuk segera mengakhiri semua kesusahan dapat membutakan akal sehat dalam membuat keputusan. Namun ingatlah, waktu untuk mengambil keputusan yang terbaik adalah ketika Anda sedang tidak merasa terluka dan dapat berpikir jernih.

8. Memiliki harapan yang realistis

Waktu tidak dapat diputar ulang kembali dan begitu pula dengan kesalahan atau peristiwa yang telah kita alami. Terimalah bahwa apa yang telah dilalui merupakan kejadian yang mengubah kehidupan Anda sehingga kehidupan Anda sekarang mungkin akan sangat berbeda dengan yang dulu. Lanjutkan hidup dan melangkah kedepan adalah cara yang paling bijak untuk kembali menorehkan sejarah kehidupan Anda seterusnya, dan menghindari ciri – ciri depresi ringan. Berusaha mempertahankan harapan yang realistis mengenai kehidupan bisa menjadi cara mengatasi frustrasi dalam psikologi.

9. Mengingat perjuangan Anda

Mengingat seperti apa perjuangan dan pergelutan yang dilakukan ketika mengalami saat – saat terendah dalam hidup bukan berarti Anda tidak melanjutkan hidup. Melupakan tidak sama dengan mengambil pelajaran dari kesulitan Anda. Mungkin apa yang terjadi dulu sama sekali bukan hal yang baik, namun Anda telah berhasil melaluinya dan selamat untuk melanjutkan hidup. Peristiwa yang telah terjadi turut membuat Anda menjadi seseorang seperti saat ini, dan jangan pernah melupakan hal tersebut ketika sedang merasa putus asa.

10. Melakukan pemusatan pikiran

Ide – ide baru dan segar akan didapat dari pemusatan pikiran yang Anda lakukan. Cobalah untuk berpikir dalam otak Anda lebih dulu mengenai kemungkinan yang ada dalam pemecahan masalah yang sedang dialami. Usahakan agar proses berpikir Anda dapat berjalan lancar dan tanpa gangguan, karena itu carilah tempat dimana Anda bisa berpikir dengan tenang dan memikirkan ide – ide untuk cara mengatasi rasa putus asa dengan tepat. Ketahui apa saja gejala awal orang depresi dan gejala depresi terselubung.

11. Mengubah cara pandang

Ketahuilah bahwa sebenarnya tidak ada hal yang terlalu berarti kecuali Anda yang memberikan makna terhadap hal tersebut. Anda tidak akan merasa terlalu menderita apabila tidak terlalu memberikan banyak perhatian kepada masalah yang sedang dialami, atau menganggapnya sebagai suatu halangan yang teramat berat. Bagaimana kita menghadapi suatu masalah akan tergantung kepada sudut pandang yang kita berikan kepada masalah tersebut, dan akan menentukan apakah kita sanggup mengatasinya atau justru berkubang dalam keputus asaan karena merasa tidak dapat melaluinya. Usahakan untuk melihat berbagai masalah dengan proporsional dan objektif agar Anda tidak tersesat dalam kesalahan persepsi dan salah melakukan cara mengatasi rasa putus asa dalam diri.

12. Mengevaluasi situasi

Mengubah aspek lain dalam kehidupan Anda seringkali menjadi cara paling baik untuk mengatasi keputus asaan. Namun untuk membuat perubahan tersebut menjadi permanen, sangat penting untuk memilih dan mempertimbangkan dengan hati – hati aspek dalam diri anda. Kenali pikiran atau tindakan yang menghasilkan permulaan situasi Anda saat ini. Carilah sumber yang menyebabkan Anda merasa terpojok dan tidak dapat berbuat apa – apa lalu pikirkan apa solusi yang paling tepat.

13. Berpikir realistis

Sekali pikiran Anda sudah jernih, menyerap masukan – masukan dari sumber terpercaya, dan mulai terbiasa dengan pikiran tersebut maka Anda dapat memulai beberapa perubahan dalam hidup Anda. Ketika telah terlihat situasi yang menjanjikan, mendapatkan jawaban maka mulailah memikirkan detilnya. Mungkin Anda akan menemukan bahwa saran yang ditemukan terasa kurang bermanfaat namun untuk merubah hidup Anda dengan sukses maka ide-ide baru tersebut perlu dipraktekkan. Pikirkan langkah apa yang bisa dilakukan untuk mengikuti saran – saran tersebut.

14. Meyakini prosesnya

Tidak ada tombol otomatis untuk cara mengatasi rasa putus asa. Alam bawah sadar Anda yang berisi pikiran kreatif dan cara memecahkan masalah akan membutuhkan waktu untuk berproses secara layak. Sabarlah karena Anda tidak memerlukan jawaban  yang instan melainkan solusi yang akan memecahkan masalah Anda secara keseluruhan dan memperbaiki situasi Anda. Anda hanya membutuhkan percikan ide untuk membuat otak bekerja dan mencari ide-ide lainnya. Mengetahui jawaban yang benar akan membutuhkan waktu karena proses berpikir yang harus mengabaikan semua tekanan.

Ingatlah bahwa selalu ada harapan dan tidak peduli bagaimana buruknya hidup Anda kelihatannya, cara mengatasi rasa putus asa selalu mungkin untuk dilakukan. Kita semua perlu memulihkan diri, jadi cobalah untuk mendobrak pola Anda. Ambil waktu untuk merenung pada apa yang benar-benar Anda inginkan dalam hidup dan apa yang harus dilakukan untuk kembali pada jalur kehidupan yang benar. 

Jawabannya kerap kali sederhana dan tertutup oleh perasaan putus asa yang Anda rasakan sendiri dan kehilangan fokus pada apa yang paling penting. Tetaplah bersama keluarga dan teman-teman untuk menghilangkan perasaan kesepian yang berujung pada keinginan menyakiti diri sendiri dan cari pertolongan ahli jika kondisi Anda sudah tidak tertahankan.

Referensi : 14 Cara Mengatasi Rasa Putus Asa dan Depresi

Cara Menghilangkan Rasa Putus Asa

Cara Menghilangkan Rasa Putus Asa 1. Terapkan Sugesti Positif Pernah menonton film India 3 Idiots? Jika ya, tentu Anda ingat tokoh utamanya selalu mengucapkan 'All is well .. all is well..' untuk menenangkan diri saat diterpa masalah. Harapannya tentu agar semuanya baik-baik saja. Saat diri tenang, biasanya Anda lebih bisa berpikir rasional dan bertindak seperti seharusnya. Masalah pun dapat diselesaikan dengan baik. Jika nyata masalah yang dialami begitu sulit, setidaknya Anda sudah mencoba untuk menyelesaikannya dan mampu berdamai dengan keadaan. 2. Berhenti Sejenak Cara menghilangkan rasa putus asa berikutnya adalah dengan berhenti sejenak. Tidak ada salahnya untuk Anda mengambil waktu rehat sejenak saat mental merasa kelelahan dan tidak lagi bisa produktif. Dengan mengambil waktu untuk refreshing, Anda bisa melepaskan beban dan memikirkan cara untuk bangkit dari rasa putus asa. 3. Mengatur Napas Saat Anda sedang merasa sangat penat, merasa putus asa, dan tidak tahu harus berbuat apa, tariklah napas panjang dan buang secara perlahan. Lakukan ini berulang sebanyak beberapa kali. Cara mengatasi putus asa ini bisa membantu Anda untuk lebih tenang. 4. Syukuri Apa yang Anda Miliki Dengan bersyukur, Anda akan merasa cukup dan rasa cemas hingga keputusasaan dapat dihindari. Oleh karena itu, biasakan untuk mensyukuri setiap hal kecil yang Anda miliki saat ini. 5. Kembangkan yang Anda Punya Setiap dari kita pasti memiliki kelebihan yang mungkin tidak dimiliki oleh orang lain. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui kelebihan yang Anda miliki dan kembangkanlah hal tersebut. Tingkatkan value diri Anda sehingga dapat menjadi lebih percaya diri dan bangkit dari rasa putus asa. 6. Berusaha Membantu Orang Lain Mungkin ketika Anda sedang putus asa, tidak terlintas dalam pikiran untuk membantu orang lain. Namun, dengan membantu orang lain dalam keterbatasan Anda, hal ini dapat membantu Anda bangkit dari keterpurukan dan rasa putus asa. 7. Hindari Berpikir Rumit dan Meramal Keadaan ketika seseorang berada dalam situasi yang buruk, dia cenderung menggeneralisasikan dan berpikir terlalu rumit. Sering kali mereka seakan bisa meramalkan suatu kondisi yang sebenarnya belum terjadi akibat proses berpikirnya tersebut. Misalnya, 'saya terperangkap di dalam situasi yang sangat buruk dan saya tak akan bisa keluar dari situasi ini' atau 'saya sudah melakukan dosa besar, dan ini menjadikan saya sebagai orang yang sangat hina'. Jika pola pikir Anda seperti itu, rasa putus asa akan makin dalam. Lebih buruknya lagi, keputusasaan tersebut akan berubah menjadi perasaan (diri Anda) tidak berharga. Cara menghilangkan rasa putus asa tersebut adalah dengan mencoba fokus pada penyelesaian masalah dan ikhlaskan apa pun hasilnya. 8. Bersikap Realistis Ketika Anda berekspektasi tinggi, siapkan juga diri untuk kondisi terburuk, termasuk tidak tercapainya harapan. Jika Anda sudah siap untuk kondisi terbaik, siapkan juga diri Anda untuk menghadapi kemungkinan terburuk. 9. Mengubah Cara Pandang Ketika Anda merasa putus asa, yakni saat sudah tidak ada lagi jalan keluar, coba ubah cara pandang Anda. Coba tempatkan diri Anda di posisi orang lain atau pandanglah suatu masalah dengan perspektif yang lebih luas. Melakukan hal ini biasanya dapat membantu Anda untuk menemukan jalan keluar dari suatu masalah yang Anda hadapi. 10. Jangan Lupa Bersyukur Bersyukur menjadi satu di antara cara berterima kasih dan menghargai yang paling esensial. Maka, apa pun kondisinya, tetaplah bersyukur dengan yang dimiliki. Anda pun terhindar dari keputusasaan yang bisa berujung pada depresi, rasa cemas, dan hal-hal buruk lainnya. Saat bersyukur, berarti Anda juga mencintai diri Anda sendiri. Tuntutan di luar batas, yang jika tidak terealisasi dapat berpotensi melahirkan keputusasaan, dapat dihindari. 11. Bicarakan Masalah dengan Orang Terdekat yang Bisa Dipercaya Berdiskusi dengan teman dekat saat Anda memiliki masalah tertentu, dapat meringankan gejala depresi, termasuk putus asa. Menumpahkan emosi yang dirasakan, meski kadang tidak memberikan solusi, dapat membuat Anda merasa tidak sendirian dalam menghadapi masalah. Mendengarkan saran dari orang lain juga bisa memberikan pandangan positif baru yang mungkin tak pernah Anda pikirkan sebelumnya. 12. Membaca Situasi Hal ini sangat penting untuk dilakukan. Ketika Anda merasa putus asa, coba lakukan kilas balik rangkaian kejadian yang Anda alami sebagai bahan untuk evaluasi. Cara ini dapat membantu Anda untuk melihat apa yang salah dan menjadi pembelajaran di masa depan. 13. Jangan Diabaikan Ketika Anda merasa sudah berusaha sekeras mungkin untuk bangkit, tetapi tetap sulit bangun dari keterpurukan, sangat penting untuk mengetahui batasan diri. Ceritalah kepada orang terdekat untuk mencari second opinion. Tidak ada salahnya untuk mencari orang yang ahli di bidang tersebut. 14. Jika Sudah Berat, Kunjungi Tenaga Ahli Jika cara di atas sudah dilakukan, tetapi tak juga menolong, pertimbangkan untuk bertemu ahli, seperti psikolog atau psikiater. Masalahnya, jika rasa putus asa yang dirasakan perlahan mengarah ke depresi, penanganannya mesti tepat sasaran. Tenaga profesional akan melihat gejala dan tingkat keparahan kondisi Anda. Dari situ akan dapat dicarikan penanganan yang paling tepat untuk kondisi Anda.

Cara Menghilangkan Rasa Putus Asa. Putus asa merupakan kondisi di mana mental jatuh dan pasrah akan kegagalan yang ada. Putus asa muncul karena rasa pesimisme yang menguat dan berakibat stres. Bahkan ada beberapa yang mengalami Depresi. Padahal, segala masalah pasti ada jalan keluar, meski harus melewati pergolakan batin yang luar biasa. Itulah mengapa, ketika persoalan maupun kegagalan tiba, Anda harus memiliki sandaran. Sandaran tersebut akan membuat mental tetap terjaga dan tak memunculkan rasa putus asa.

Namun, ketika rasa putus asa terlanjur muncul, ada beberapa cara menghilangkannya yang bisa Anda coba. Cara Menghilangkan Rasa Putus Asa

1. Terapkan Sugesti Positif

Pernah menonton film India 3 Idiots? Jika ya, tentu Anda ingat tokoh utamanya selalu mengucapkan 'All is well .. all is well..' untuk menenangkan diri saat diterpa masalah. Harapannya tentu agar semuanya baik-baik saja.

Saat diri tenang, biasanya Anda lebih bisa berpikir rasional dan bertindak seperti seharusnya. Masalah pun dapat diselesaikan dengan baik.

Jika nyata masalah yang dialami begitu sulit, setidaknya Anda sudah mencoba untuk menyelesaikannya dan mampu berdamai dengan keadaan.

2. Berhenti Sejenak

Cara menghilangkan rasa putus asa berikutnya adalah dengan berhenti sejenak. Tidak ada salahnya untuk Anda mengambil waktu rehat sejenak saat mental merasa kelelahan dan tidak lagi bisa produktif.

Dengan mengambil waktu untuk refreshing, Anda bisa melepaskan beban dan memikirkan cara untuk bangkit dari rasa putus asa.

3. Mengatur Napas

Saat Anda sedang merasa sangat penat, merasa putus asa, dan tidak tahu harus berbuat apa, tariklah napas panjang dan buang secara perlahan.

Lakukan ini berulang sebanyak beberapa kali. Cara mengatasi putus asa ini bisa membantu Anda untuk lebih tenang.

4. Syukuri Apa yang Anda Miliki

Dengan bersyukur, Anda akan merasa cukup dan rasa cemas hingga keputusasaan dapat dihindari. Oleh karena itu, biasakan untuk mensyukuri setiap hal kecil yang Anda miliki saat ini.

5. Kembangkan yang Anda Punya

Setiap dari kita pasti memiliki kelebihan yang mungkin tidak dimiliki oleh orang lain. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui kelebihan yang Anda miliki dan kembangkanlah hal tersebut.

Tingkatkan value diri Anda sehingga dapat menjadi lebih percaya diri dan bangkit dari rasa putus asa.

6. Berusaha Membantu Orang Lain

Mungkin ketika Anda sedang putus asa, tidak terlintas dalam pikiran untuk membantu orang lain. Namun, dengan membantu orang lain dalam keterbatasan Anda, hal ini dapat membantu Anda bangkit dari keterpurukan dan rasa putus asa.

7. Hindari Berpikir Rumit dan Meramal Keadaan

ketika seseorang berada dalam situasi yang buruk, dia cenderung menggeneralisasikan dan berpikir terlalu rumit.

Sering kali mereka seakan bisa meramalkan suatu kondisi yang sebenarnya belum terjadi akibat proses berpikirnya tersebut.

Misalnya, 'saya terperangkap di dalam situasi yang sangat buruk dan saya tak akan bisa keluar dari situasi ini' atau 'saya sudah melakukan dosa besar, dan ini menjadikan saya sebagai orang yang sangat hina'.

Jika pola pikir Anda seperti itu, rasa putus asa akan makin dalam. Lebih buruknya lagi, keputusasaan tersebut akan berubah menjadi perasaan (diri Anda) tidak berharga.

Cara menghilangkan rasa putus asa tersebut adalah dengan mencoba fokus pada penyelesaian masalah dan ikhlaskan apa pun hasilnya.

8. Bersikap Realistis

Ketika Anda berekspektasi tinggi, siapkan juga diri untuk kondisi terburuk, termasuk tidak tercapainya harapan. Jika Anda sudah siap untuk kondisi terbaik, siapkan juga diri Anda untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

9. Mengubah Cara Pandang

Ketika Anda merasa putus asa, yakni saat sudah tidak ada lagi jalan keluar, coba ubah cara pandang Anda. Coba tempatkan diri Anda di posisi orang lain atau pandanglah suatu masalah dengan perspektif yang lebih luas.

Melakukan hal ini biasanya dapat membantu Anda untuk menemukan jalan keluar dari suatu masalah yang Anda hadapi.

10. Jangan Lupa Bersyukur

Bersyukur menjadi satu di antara cara berterima kasih dan menghargai yang paling esensial. Maka, apa pun kondisinya, tetaplah bersyukur dengan yang dimiliki. Anda pun terhindar dari keputusasaan yang bisa berujung pada depresi, rasa cemas, dan hal-hal buruk lainnya.

Saat bersyukur, berarti Anda juga mencintai diri Anda sendiri. Tuntutan di luar batas, yang jika tidak terealisasi dapat berpotensi melahirkan keputusasaan, dapat dihindari.

11. Bicarakan Masalah dengan Orang Terdekat yang Bisa Dipercaya

Berdiskusi dengan teman dekat saat Anda memiliki masalah tertentu, dapat meringankan gejala depresi, termasuk putus asa.

Menumpahkan emosi yang dirasakan, meski kadang tidak memberikan solusi, dapat membuat Anda merasa tidak sendirian dalam menghadapi masalah.

Mendengarkan saran dari orang lain juga bisa memberikan pandangan positif baru yang mungkin tak pernah Anda pikirkan sebelumnya.

12. Membaca Situasi

Hal ini sangat penting untuk dilakukan. Ketika Anda merasa putus asa, coba lakukan kilas balik rangkaian kejadian yang Anda alami sebagai bahan untuk evaluasi. Cara ini dapat membantu Anda untuk melihat apa yang salah dan menjadi pembelajaran di masa depan.

13. Jangan Diabaikan

Ketika Anda merasa sudah berusaha sekeras mungkin untuk bangkit, tetapi tetap sulit bangun dari keterpurukan, sangat penting untuk mengetahui batasan diri.

Ceritalah kepada orang terdekat untuk mencari second opinion. Tidak ada salahnya untuk mencari orang yang ahli di bidang tersebut.

14. Jika Sudah Berat, Kunjungi Tenaga Ahli

Jika cara di atas sudah dilakukan, tetapi tak juga menolong, pertimbangkan untuk bertemu ahli, seperti psikolog atau psikiater. Masalahnya, jika rasa putus asa yang dirasakan perlahan mengarah ke depresi, penanganannya mesti tepat sasaran.

Tenaga profesional akan melihat gejala dan tingkat keparahan kondisi Anda. Dari situ akan dapat dicarikan penanganan yang paling tepat untuk kondisi Anda.



Putus Asa Jangan Berlarut-larut, Ini 8 Cara untuk Mengatasinya

Putus Asa Jangan Berlarut-larut, Ini 8 Cara untuk Mengatasinya

Putus Asa Jangan Berlarut-larut, Ini 8 Cara untuk Mengatasinya. Beberapa orang mengalami putus asa, hidupnya merasa kacau dan keadaan yang ia hadapi tidak dapat dikendalikan. Dalam kondisi ini, Anda mungkin sulit berpikir jenih, tidak tahu apa yang perlu dilakukan dan diliputi emosi. Namun putus asa merupakan salah satu gejala depresi. Jika tidak diatasi dengan baik, perasaan ini tidak hanya dapat mengganggu aktivitas, tapi juga dapat mengarah kepada tindakan yang membahayakan diri.

Seseorang yang mengalami putus asa, akan merasa kehilangan harapan, menderita, dan larut dalam kesedihan. Orang-orang yang mengalami masalah ini mungkin tetap dapat beraktivitas sebagaimana biasanya, namun mereka tidak merasakan adanya kebahagiaan dalam hidup. Agar kondisi ini tidak semakin larut, penting bagi Anda mengetahui berbagai cara yang bisa mengatasi masalah ini. 

Cara mengatasi putus asa

1. Menenangkan diri

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menenangkan diri Anda. Salah satunya dengan melatih pernapasan. Hirup udara melalui hidung sambil menutup mata dan tahan selama lima detik, lalu buang perlahan melalui mulut Anda.

2. Lakukan sesuatu untuk menjernihkan pikiran

Setelah pikiran Anda tenang, lakukanlah sesuatu untuk menjernihkan pikiran dan mengistirahatkan diri Anda sejenak. Contohnya keluar rumah, merenggangkan badan, memelihara binatang, atau kegiatan lainnya yang dapat membuat mood Anda sedikit lebih baik.

3. Jangan lari dari masalah

Cobalah untuk mengenali perasaan yang Anda rasakan dan beranikan diri untuk menghadapinya. Jangan lari dari masalah tersebut. Ingatlah bahwa masalah tidak akan berlalu jika Anda kabur begitu saja.

4. Bicarakan perasaan Anda dan ambil keputusan

Pada saat putus asa, Anda mungkin merasa tidak tahu harus berbuat apa. Meski begitu, cobalah untuk membicarakan hal ini kepada kerabat yang Anda percayai atau psikolog. Selain dapat membuat Anda merasa lebih lega, orang-orang tersebut mungkin dapat membantu Anda menemukan jalan keluar.

Buatlah keputusan untuk membuat perubahan sesuai dengan keluar tersebut dan lakukan perubahan tersebut secara konsisten. Pasalnya, membuat komitmen dan menjaganya dapat membantu mengikis rasa putus asa yang Anda alami.

5. Menerima kondisi yang tak bisa diubah

Ada beberapa kondisi yang mungkin bisa Anda ubah menjadi lebih baik, tapi ada pula yang tidak bisa ubah. Dengan menerima kenyataan bahwa Anda tidak dapat melakukan apa pun terhadap hal tersebut juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi rasa putus asa.

Tuliskan beberapa hal di atas untuk membantu Anda mengingatnya kembali. Anda juga dapat mengingatkan diri mengenai hal ini secara rutin untuk membuat Anda semakin sadar dan menerima kondisi saat ini. 

6. Mulailah berolahraga

Lakukan olahraga secara rutin. Pasalnya, olahraga dapat membantu Anda mengeluarkan hormon endorfin yang dapat membuat suasana hati Anda membaik. Selain itu, olahraga juga memberikan manfaat jangka panjang bagi penderita depresi, di mana olahraga secara teratur dapat mendorong otak untuk menjadi lebih positif. Jadi, cobalah untuk menjadikan olahraga sebagai salah satu kegiatan harian Anda.

Referensi : Putus Asa Jangan Berlarut-larut, Ini 8 Cara untuk Mengatasinya









Manusia Pasti Mati (Ustadz Abdul Somad: Penyesalan akan Datang)

Ilustrasi ceramah : Manusia Pasti Mati (Ustadz Abdul Somad: Penyesalan akan Datang)

Manusia Pasti Mati (Ustadz Abdul Somad: Penyesalan akan Datang). Kematian pasti menghampiri semua makhluk hidup. Akan tetapi, kedatangannya tidak diketahui kapan dan di mana.  Oleh sebab itu, sebelum tiba kematian, ada amalan-amalan yang wajib dilakukan agar memiliki bekal untuk menghadap Allah SWT. Ustadz Abdul Somad dalam tausiah Islam menjelaskan ada begitu banyak orang yang diambil nikmat sehatnya oleh Allah SWT. Mereka kemudian menyesal karena tidak bisa mengerjakan amal baik. Namun sebaliknya, apabila orang tersebut banyak mengerjakan amal saleh, maka penyesalan tidak terlalu banyak.

Ustadz Abdul Somad mengatakan teruslah banyak melakukan amal baik sebelum mati. "Dia hanya bisa menonton acara televisi live streaming salat Jumat, tapi dalam keadaan terbujur kaku, ruhnya masih ada dalam jasad. Dia hanya bisa meneteskan air mata," ucap Ustadz Abdul Somad. "Kalau dulu dia saat sehat sempat beribadah penyesalannya tidak terlalu banyak. Tapi jika keadaan sehat wal afiat tak sempat menempelkan kening di lantai, tak sempat melangkahkan kaki ke rumah Allah maka tidak dapat mengembalikan masa lalu," kata Ustadz Abdul Somad.

Menurut Ustadz Abdul Somad, penyesalan akan datang saat-saat perbuatan terakhir. Saat itu rasa penyesalan tak lagi bermakna apa-apa di mata Allah SWT."Penyesalan akan datang di akhir perbuatan. Belum pernah orang menyesal sebelum perbuatan berlalu," tuturnya. "Selalu penyesalan di akhir di saat itu penyesalan tak lagi bermakna karena dunia tak lagi utuh semula karena itu sudah menjadi takdir yang tidak dapat diubah," ujarnya.
Referensi : Manusia Pasti Mati (Ustadz Abdul Somad: Penyesalan akan Datang)










Cara mengatasi penyesalan

Cara mengatasi penyesalan

Berapa orang yang secara jujur bisa mengatakan bahwa mereka tak memiliki penyesalan? Pasti sangat sedikit sekali. Namun penyesalan tak harus selalu dilihat sebagai hal negatif. Faktanya, psikolog menyatakan bahwa penyesalan memiliki manfaat bagi kesehatan mental.
tulah beberapa cara untuk mengatasi rasa menyesal dalam diri Anda. Meski melakukan kesalahan, tak seharusnya Anda membiarkan penyesalan terus menghantui Anda. Ada waktunya untuk menutup lembar lama, belajar dari kesalahan, dan membangun masa depan baru yang lebih baik.
Referensi : Cara mengatasi penyesalan

1. Identifikasi
Rasa penyesalan seringkali berkepanjangan dan tanpa akhir jika dibiarkan mengambang dan tidak jelas. Lebih baik Anda mulai membuat daftar hal-hal yang membuat Anda menyesal. Dengan membuat daftar semacam itu, Anda akan berpikir kembali apakah Anda benar-benar menyesalinya.

2. Jangan menghakimi diri sendiri
Terima fakta bahwa semua orang melakukan kesalahan. Ketika menyadari kesalahan kita, seringkali orang menghakimi diri sendiri. Jangan lakukan hal itu. Alih-alih menghakimi dan membuat perasan memburuk, kenapa tidak mencoba memaafkan diri kita sendiri.

3. Pelajari kesalahan
Tak ada manfaatnya menyalahkan diri sendiri terus-menerus. Lebih baik belajar dari kesalahan yang sudah Anda lakukan. Terimalah bahwa Anda telah melakukan kesalahan, dan berniat untuk memperbaiki diri.

4. Hal yang di luar jangkauan
Tak ada gunanya menyesali hal yang berada di luar kontrol kita. Terima fakta bahwa Anda tidak memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu. Bahwa hal tersebut berada di luar jangkauan Anda. Ketahuilah bahwa Anda sudah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan Anda.

5. Semuanya sementara
Semua hal dalam kehidupan ini sementara. Baik kesalahan yang Anda lakukan, penyesalan, maupun hal-hal baik yang bisa Anda lakukan untuk memperbaikinya. Jangan membuang waktu untuk menyesal. Alih-alih, gunakan waktu yang sementara ini untuk melakukan hal yang lebih baik.

6. Berpikir ulang
Jika kesalahan Anda mengarah pada masa depan yang lebih baik, maka ini sebenarnya adalah berkah yang tersembunyi. Terima kesalahan Anda dengan penuh tanggung jawab dan bersikaplah terbuka pada kemungkinan yang baru. Hidup harus terus berlanjut.

Referensi : Cara mengatasi penyesalan









Lima Hadist Ingin Menggapai Kesuksesan di Dunia dan Akhirat

Lima Hadist Ingin Menggapai Kesuksesan di Dunia dan Akhirat

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam senantiasa memperdulikan mengenai nasib umatnya. Beliau selalu berharap kebaikan dan keberkahan diraih para pengikutnya. Tak hanya untuk kehidupan di akhirat kelak namun juga saat menjalani hidup di dunia.
Sebenarnya banyak wasiat yang diberikan Rasulullah kepada pengikutnya agar bisa hidup berbahagia di dunia dan akhirat. Namun tidak ada salahnya kita simak lima hadist ini sebagai pendorong menuju kesuksesan lahir bathin.

1. Kejarlah akhirat, maka dunia akan mengikuti
"Dari Anas bin Malik RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menjadikan akhirat tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya di dalam hatinya. Dia akan mengumpulkan segala urusannya yang tercerai berai, dan dunia datang padanya dalam keadaan hina. Dan barang siapa menjadikan dunia tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya. Dia akan mencerai-beraikan segala urusannya yang menyatu, dan tidak datang kepadanya dari dunia kecuali sekadar yang telah ditakdirkan baginya." (HR. Tirmidzi)

Indikator kesuksesan seringkali ditandai dengan keberlimpahan harta dan tingginya jabatan. Untuk mendapatkannya, banyak orang bahkan menempuhnya dengan cara yang haram.
Padahal menurut hadis di atas, jika kita meniatkan apa pun yang kita lakukan untuk akhirat, maka tidak perlu mengharapkan apa yang kita inginkan di dunia datang pada kita karena justru dunialah yang akan mendatangi kita.

2. Menjadi orang yang paling bermanfaat
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain." (HR. Ahmad, Thabrani, dan Daruqutni)
Kebahagiaan tak dapat dibeli dengan uang. Kebahagiaan akan datang dengan sendirinya ketika kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Mungkin inilah alasan mengapa manusia terbaik adalah yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain.

3. Tinggalkan keraguan, ikuti kata hatimu
"Tinggalkanlah sesuatu yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu." (HR. Tirmidzi dan Nasai)
Tidak hanya dalam hal ibadah, kita bahkan dianjurkan untuk meninggalkan sesuatu yang kita anggap ragu dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya ketika hendak mencari pekerjaan atau mendaftar ke universitas, maka harus sesuai dengan minat dan kemampuan yang kita miliki karena dengan hal itu kita akan menjalaninya sepenuh hati.
Maka dari itu, kita pun perlu melakukan istikharah agar Allah SWT menyingkirkan keraguan dan memantapkan hati kita ke tempat yang kita tuju.

4. Jangan sesali apa pun yang sudah terjadi
"Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan : 'Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.' Akan tetapi hendaklah kau katakan : 'Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah dia kehendaki pasti terjadi.' Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu setan." (HR Muslim).
Penyesalan selalu datang terlambat. Dalam hal ini, Islam sudah mengatur tentang bagaimana cara menyikapinya. Kita dilarang menyesali apa pun yang telah terjadi apalagi memikirkan kejadian di masa lalu dan berharap untuk mengulangnya kembali.
Oleh karena itu, tetap semangat dan selalu berpikiran positif! Percayalah, rencana Allah pasti lebih indah dari rencana kita.

5. Pada akhirnya, hasil akhir yang menentukan
"Sesungguhnya amal ibadah itu tergantung hasil akhirnya." (HR. Bukhari).
Seperti halnya amal ibadah di mana kita akan dinilai baik buruknya ketika mati. Dalam hidup, orang pada umumnya baru akan melihat kita ketika sudah sukses. Untuk itu, berusahalah dengan sungguh-sungguh karena usaha tak akan mengkhianati hasil.
Jika pada akhirnya kita menyerah, maka apa yang kita lakukan sebelumnya akan sia-sia, bukan.
Itulah beberapa hadist Nabi Muhammad SAW yang bisa menjadi pegangan kita untuk menjalani hidup. Kita bisa mempraktikkannya untuk menggapai kesuksesan di dunia dan akhirat.

Referensi : Lima Hadist Ingin Menggapai Kesuksesan di Dunia dan Akhirat





Penyesalan Seringnya Terlambat

Penyesalan Seringnya Terlambat

Biasanya penyesalan muncul dari orang-orang yang kurang mempunyai kesadaran dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya atau kurang ada perhatian dalam mempersiapkan bekal yang diperlukan dalam kehidupan hari esok; baik pada masa tua maupun masa kematian, maka muncullah penyesalan tetapi sayang sering terlambat.

Ketika Ramadan telah berlalu, berganti dengan Syawal, di dalamnya banyak umat Islam yang telah kembali ke fitrah karena telah berhasil berjuang mengendalikan hawa nafsu selama Ramadan, mereka termasuk orang beruntung. Tetapi masih ada di antara umat Islam yang masih lalai melaksanakan puasa, setelah muncul kesadaran atas kelalaian selama ini timbul penyesalan, syukur kalau masih ada umur lagi Ramadan tahun depan, kalau tidak penyesalannya telah terlambat.

Ketika suatu hari dua orang sahabat karib bertemu yang dulu mereka sama-sama nyantri di pondok pesantren, karena sudah lama berpisah mereka sibuk cerita ke sana ke mari bernostalgia di masa lampau, akhirnya muncul pembicaraan di bawah sadar, itulah dulu setelah tamat sekolah saya tidak kuliah, tetapi merantau, tidak tentu arah, sekarang tiada penghidupan yang memadai tidak pula pekerjaan yang menjanjikan. Sementara kamu sudah menjadi orang terkenal dan berguna. Saya menyesal dulu tidak kuliah, tapi semua sudah berlalu dan penyesalanku pun sudah terlambat dan tidak berguna lagi.

Ketika suatu saat seorang bapak yang merantau ke Pekanbaru tahun tujuh puluhan dengan penuh semangat bercerita tentang murahnya tanah di Pekanbaru, boleh dibilang tidak beli, modalnya cukup mengurus surat tanah, selesai dan saat itu saya tidak tertarik karena akan ke mana tanah bancah seperti itu, sementara ada kawan yang mau, sekarang dia telah menjadi tuan tanah, saya tetap miskin. Saya menyesal kenapa dulu tidak ikut mengambil tanah seperti kawan itu, tetapi apa boleh buat penyesalanku sudah terlambat, semuanya sudah berlalu.

Ketika dua orang dosen yang satu almamater bertemu kangen dan bercerita tentang  sulitnya pensyaratan naik pangkat, selain harus ada jurnal nasional, ada lagi jurnal terakreditasi, juga jurnal internasional bereputasi. Pening rasanya mengurus naik pangkat sekarang, kata kawan ini. Jawab kawannya, itu memang benar, tetapi saya bersyukur karena dulu rajin mengurus naik pangkat, sehingga setiap dua tahun saya naik pangkat, maka saya sudah duluan naik pangkat sebelum pensyaratan itu datang. Dijawab kawannya, itulah pak selama ini saya sibuk mencari perak, lupa memungut emas tidak cukup waktu mengurus pangkat sehingga sudah puluhan tahun saya tidak naik pangkat, saya menyesal tetapi sayang sudah terlambat.

Dari kisah-kisah yang disebutkan di atas dapat diketahui bahwa penyesalan manusia sering terlambat, disebabkan tidak adanya kesadaran untuk mempergunakan kesempatan sebaik mungkin, padahal kesempatan itu tidak terulang dan hanya sekali datang, mereka lalai dalam melaksanakan tugasnya dengan baik; sebagai pelajar, guru atau dosen, perantau maupun yang lainnya. 

Oleh sebab itu, muncullah penyesalan di dalam hati sanubari mereka sambil meratap dan merenung mereka berucap; mengapalah saya dahulu lalai dalam melaksanakan tugasku, sampai aku sengsara seperti sekarang, kalaulah tidak, tentulah saya akan berbahagia, tetapi sudahlah penyesalanku telah terlambat, ibarat nasi telah menjadi bubur.

Lebih daripada itu, ketika seseorang didatangi malaikat Izra’il yang akan mencabut nyawanya, saat itu muncul penyesalan karena belum mempersiapkan perbekalan menghadap Allah dan dia bermohon kepada Allah swt agar umurnya ditangguhkan; “Ya Tuhanku! Mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematianku) sampai waktu yang dekat yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk hamba yang saleh?”. Jelasnya aku menyesal sekarang Tuhan, tolonglah tangguhkan umurku agak sejenak biar aku dapat bersedekah agar aku termasuk di antara hamba-hambamu yang saleh. Jawab Allah, “Sekali-kali Allah tidak akan menangguhkan umur seseorang apabila sudah tiba waktu kematiannya”. Jelasnya Allah tidak menerima lagi penyesalan hamba yang terlambat.

Perjalanan dilanjutkan, ketika manusia menghadap Allah swt di akhirat, mereka datang sesuai dengan amal masing-masing, bagi mereka yang tidak melaksanakan tugas kehambaannya di dunia, diperlihatkan Allah swt kepada mereka nyala api neraka, mereka mengatakan; “Ya Allah, kami telah melihat api neraka itu dan mendengar suaru gemuruhnya, tolonglah kami dikembalikan ke dunia, sungguh kami telah yakin adanya hari pembalasan”.

Setelah melihat dahsyatnya api neraka dan mendengar suaranya, baru mereka kemudian yakin adanya hari pembalasan, di saat itu timbullah rasa penyesalan karena tidak ada persiapan bekal yang dibawa menghadap Allah swt, tetapi hal itu adalah  penyesalan yang sudah terlambat, tidak berguna lagi.

Selanjutnya, ketika dialog antara penduduk surga yang mendapat nikmat dan penduduk neraka yang mendapat siksa, dibukakan Allah maka salah satu dari penduduk neraka yang melihat isterinya ada di dalam surga memohon setetes air agar diberikan kepadanya, tetapi tidak dapat diberikan isterinya karena nikmat surga tidak boleh diberikan kepada penduduk neraka. Dengan penuh penyesalan suaminya mengatakan; “Ya lah adik; dahulu engkau rajin mengerjakan salat, puasa dan kewajiban-kewajibanmu lainnya, sementara aku sibuk main kartu di kedai sampai larut malam bahkan pulang subuh”, tidak perduli salat, puasa dan lain-lainnya, sekarang aku tersiksa dan menyesal tetapi semuanya telah terlambat.

Dari tiga kisah yang disebut terakhir, dapat diketahui bahwa penyesalanpun bisa muncul di saat orang akan meninggal dan dalam kehidupan akhirat, sekali lagi karena tidak sadar mempersiapkan bekal menghadap Allah swt. Maka penyesalan hampir mengenai semua lini kehidupan baik di dunia maupun di akhirat dan hal itu pasti sangat merugikan.

Maka agar tidak terjadi penyesalan sangat perlu ada kesadaran dalam melaksanakan tugas keduniaan dan kehambaan, karena dari kurang kesadaranlah yang menyebabkan terjadinya kelalaian, sementara kesadaran muncul kalau ada pencerahan. Maka kesadaran adalah sumber keberuntungan hidup. Kelalaian adalah sumber kehancuran hidup. Pepatah mengatakan; “sebesar kesadaranmu, sebesar itulah keberuntungan hidupmu, sebaliknya, sebesar kelalaianmu, sebesar itu pulalah kehancuran hidupmu”.

Pelajar yang sadar akan belajar dengan baik, guru/dosen yang sadar akan bertugas dengan baik, hamba Allah swt, yang sadar akan melaksanakan tugas-tugas kehambaan dengan baik, demikian seterusnya sehingga berkehidupan menjadi baik dan membahagiakan tanpa ada rasa penyesalan. Jika berbuat baik maka kebaikan itu untukmu juga, jika berbuat jahat maka kejahatan itu untukmu juga. Sadarlah dalam melaksanakan tugas kehidupan agar tidak terjadi penyesalan.

Referensi : Penyesalan Seringnya Terlambat 

KEJADIAN AKHIR ZAMAN DI DALAM AL-QUR’AN

KEJADIAN AKHIR ZAMAN DI DALAM AL-QUR’AN

Kejadian kiamat atau akhir zaman memang menarik untuk dipelajari, karena ternyata banyak umat Islam yang hanya sering membaca Al-Qur’an saja, tetapi tidak membaca atau memahami artinya. Banyak kejadian di akhir zaman yang kita tidak ketahui. Terdapat tiga surat pertama pada Juz 30 di dalam Alquran yang membahas tentang kiamat atau akhir zaman, yaitu QS. An Naba’, QS. An Nazi’at, dan QS. At Takwir.

1. An Naba’

Di dalam QS. An Naba’, para ulama menafsirkan tentang apa yang dimaksud dengan an naba’ (berita besar). Dalam hal ini ada tiga pendapat, yaitu Alquran, kerasulan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan hari kebangkitan [1]. Dari ketiga pendapat tersebut, yang dimaksud an naba’ (berita besar) dalam ayat pertama QS. An Naba’ adalah hari kebangkitan dan inilah pendapat yang dipilih oleh Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari. Selain itu, dalam QS. An Naba’ juga dijelaskan bahwa Allah Ta’ala telah menunjukkan tentang berbagai bukti kekuasaan-Nya, seperti bumi, gunung, menciptakan makhluk berpasang-pasang, malam, siang, langit, matahari, hujan, dan tumbuhnya tanaman. Namun banyak manusia yang banyak melampaui batas dan tidak percaya dengan adanya hari pembalasan.

Dalam QS. An Naba’, Allah menggambarkan betapa dahsyatnya hari kiamat mulai dari ayat 17-20.

إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا (١٧) يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا (١٨) وَفُتِحَتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا (١٩) وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا (٢٠)

Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan (17), yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok (18), dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu (19), dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia. (20)

2. An Nazi’at

An Nazi’at secara umum memaparkan tentang peringatan terkait dengan huru hara yang terjadi pada hari kiamat [2]. Di ayat yang ke 6-7 Allah menjelaskan tentang kebangkitan manusia yang diawali dengan tiupan sangkakala oleh Malaikat Israfil .

يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ ﴿٦﴾ تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ (٧)

(Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncang alam (6), tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua (7).

Di ayat 8-9 Allah menggambarkan kondisi manusia yang sangat ketakutan pada hari tersebut.

قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ ﴿٨﴾ أَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ (٩)

Hati manusia pada waktu itu sangat takut (8),  Pandangannya tunduk (9).

Di dalam surat An Nazi’at dijelaskan pula bahwa orang kafir sudah diberi peringatan tentang akhir zaman dan mereka di akhirat sangat menyesal dengan kekafirannya, tidak percaya bahwa manusia setelah mati akan dibangkitkan dan akan diperhitungkan perbuatannya selama di dunia ini.

Allah Ta’ala dan Rasul-Nya telah memperingatkan kepada orang-orang kafir bahwa besok akan ada kiamat, di mana semua manusia akan dibangkitkan dan akan diperhitungkan amalnya. Dalam surat ini juga dijelaskan bahwa malaikat akan mencabut nyawa orang kafir dengan sangat keras, sedangkan malaikat akan mencabut nyawa orang beriman dengan sangat halus.

3. At Takwir

Allah Ta’ala berfirman dalam QS. At Takwir 1-14 yang artinya,

“Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan, dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak dipedulikan), dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, ‘dan apabila lautan dipanaskan, dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh), apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh, dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka, dan apabila langit dilenyapkan, dan apabila neraka Jahim dinyalakan, dan apabila surga didekatkan, maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.”

Di dalam QS. At Takwir dijelaskan bahwa nanti matahari akan digulung, bintang-bintang akan berjatuhan, terbayangkan bahwa besok di akhirat semua sumber cahaya dipadamkan. Sedangkan saat itu, sangat banyak manusia yang dikumpulkan dan tentunya sangat sulit untuk bergerak maupun berjalan. Ketika kita berjalan sendiri melewati jembatan yang sangat gelap dan jembatannya hampir tidak kelihatan. Apakah terbayang kita bisa melewati jembatan tersebut kalau tidak ada lampu atau senter dengan banyak risiko menyebabkan terjatuh.

Pembaca rahimakumullah, sebagai seorang beriman tentunya kita percaya bahwa Allah Ta’ala dan Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan kita arahan baik melalui Alquran dan Al Hadis. Ada kabar gembira bagi orang beriman ketika di akhirat kelak, kita akan diberikan cahaya yang berasal dari sholat subuh dan isya’ yang dilakukan secara tepat waktu dan berjamaah bagi laki-laki, sedangkan bagi perempuan dapat dilakukan dengan tepat waktu di rumah, sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat” (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi dan Ibnu majah)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, yang menggambarkan keadaan manusia pada saat melewati sirath:

“Yang pertama kali lewat di antara kalian bagaikan kilat”

Aku (Abu Hurairah) bertanya, “Demi bapak dan ibuku sebagai tebusannya, apa maksud “berjalan seperti kilat”? Beliau Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, “Tahukah kamu bagaimana kilat pergi dan datang dalam sekejap?”

Kemudian (ada yang) berjalan seperti angin, seperti burung, dan ada juga yang berlari, perjalanan mereka sesuai dengan amalan mereka. Sedangkan Nabi kalian ini (Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) berdiri menunggu di atas sirath seraya berdoa, ‘Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah…’

Sampai ada yang amalannya (karena sedikit) tak sangup (membawa si hamba tadi) sehingga ada orang yang tidak bisa lewat melainkan merayap.

Pada situasi yang sangat gelap saat itu, manusia diminta untuk segera melewati jembatan sirath. Jembatan yang sangat gelap di mana hanya orang yang beriman (rajin sholat subuh dan isya) saja yang mendapatkan cahaya, sehingga bisa melihat jembatan siroth lalu melewatinya.

Demikian yang dapat penulis sampaikan melalui tulisan ini. Semoga dengan bertambahnya wawasan ini akan menambah keimanan dan mengetahui betapa Allah Ta’ala sangat menyayangi hambanya yang beriman. Dan perbanyaklah berbuat kebaikan dan merutinkan sholawat untuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar kelak kita diberikan syafa’atnya. Aamiin.

Referensi : KEJADIAN AKHIR ZAMAN DI DALAM AL-QUR’AN