This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Senin, 15 Agustus 2022

55 Kata-Kata Penyesalan Dosa yang Bijak, Motivasi untuk Segera Bertaubat

Ilustrasi : 55 Kata-Kata Penyesalan Dosa yang Bijak, Motivasi untuk Segera Bertaubat

Kata-Kata Penyesalan Dosa yang Bijak, Motivasi untuk Segera Bertaubat. 
Setiap manusia tentunya tidak lepas dari kesalahan dan perbuatan dosa. Pada beberapa kondisi, perbuatan dosa seringkali menimbulkan penyesalan yang mendalam. Alhasil meratapi segala dosa di masa lalu hanya bisa dilakukan usia kesalahan tersebut terjadi. Namun, melalui sejumlah kata-kata penyesalan dosa yang bijak, bisa dijadikan inspirasi buat kalian untuk segera bertaubat.

Penyesalan dan dosa menjadi dua hal yang datang beriringan. Di mana penyesalan biasanya terjadi karena kesalahan atau dosa di masa lalu. Selain itu, menyesal biasanya menimbulkan rasa marah, sedih, kecewa, susah yang membuat diri sendiri merasa terus bersalah akibat perbuatan di masa lalu.

meratapi terus menerus penyesalan, bukan menjadi solusi terbaik buat kalian. Sebab itulah perlunya introspeksi diri atas kesalahan yang memicu perbuatan dosa agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.
Introspeksi diri membantu kalian menjadi pribadi yang lebih baik dan bijak dalam melangkah dan bertindak. Dalam hal ini kalian bisa mendapatkan motivasi dan inspirasi melalui kata-kata penyesalan dosa agar membantu niat hati untuk segera bertaubat.

Kata-kata penyesalan dosa di bawah ini mengandung makna mendalam yang bisa menginspirasi kalian agar lebih bijak dalam berbuat dan bertindak. Adapun kata-kata penyesalan dosa yang bijak sebagai berikut bisa dijadikan inspirasi terbaik buat kalian.

1. "Mengalah untuk kebaikan dan menghindari pertengkaran akan jauh lebih baik dari pada saling mengolok dan ngotot untuk ingin menang sendiri."
2. "Siapa yang bermain-main dengan umurnya maka dia akan menyia-nyiakan hari-hari yang seharusnya digunakan untuk menanam sebuah kebaikan."
3. "Apabila sebuah penyesalan merupakan sebuah pengalaman, maka hikmah adalah sebuah hal besar yang terkandung di dalamnya."
4. "Setiap rangkaian cerita itu pasti ada penyesalan, di situlah kita bisa ambil maknanya arti sebuah kehidupan."
5. "Kelalaian hanya akan menyebabkan sebuah penyesalan di hari esok karena waktu yang telah berlalu tidak akan kembali lagi."
6. "Jangan sesali apa pun yang terjadi, semuanya pasti ada alasan, jangan kamu biarkan hidup ini penuh dengan penyesalan."
7. "Ikhlaskan semua yang telah pergi dari hidupmu karena suatu penyesalan tidak dapat untuk membawanya lagi kepadamu."
8. "Ada rasa menyesal boleh saja, tapi semua itu tidak boleh menghambat lajumu untuk masa depan. Jadikan rasa sesal tersebut sebagai rambu-rambu kehidupan."
9. "Penyesalan itu datangnya selalu di akhir agar kita memiliki waktu yang lebih untuk belajar."
10. "Setan tidak menang ketika kamu berbuat dosa, tapi setan meraih kemenangan ketika kamu berpikir bahwa Allah tidak akan mengampunimu."
11. "Kebajikan adalah akhlak yang baik, sedangkan dosa adalah apa saja yang membuat jiwamu ragu dan kamu tidak suka memperlihatkannya pada orang lain."
12. "Satu di antara dosa terburuk adalah seseorang yang menganggap remeh dosanya."
13. "Suatu hari, mungkin, kamu akan melihat sendiri bahwa penyesalan sama sekali tidak ada apa-apanya. Nilainya terletak pada bagaimana mereka dijawab."
14. "Nanti kamu akan sangat merindukan sesuatu hal yang kamu rasakan saat ini, ketika kamu kehilangan momen tersebut."
15. "Menuruti emosi dan hawa nafsu hanya akan merugikan, dan penyesalan adalah hadiah yang pasti akan diterima."
16. "Seandainya aku terlahir kembali, akan kuperbaiki kesalahan dan penyesalanku di masa-masa itu."
17. "Penyesalanku adalah menyia-nyiakan perasaanmu yang begitu tulus untukku."
18. "Menangisi penyesalanku, aku tahu ini mungkin karma, ya aku terima karma ini, kenyataan jika waktu nggak akan bisa kembali lagi."
19. "Perbuatan dosa yang membuatmu sedih dan menyesal lebih disukai oleh Allah daripada amalan baik yang membuatmu menyombongkan diri."
20. "Dosa itu menghancurkan hati, sebagaimana racun menghancurkan tubuh."
21. "Malulah ketika kamu berbuat dosa di depan umum. Tapi, jangan malu untuk menunjukkan keimananmu."
22. "Dosa-dosamu sendiri seharusnya sudah cukup untuk mengalihkan perhatianmu dari menilai kesalahan orang lain."
23. "Kebanyakan dosa yang kalian lakukan itu disebabkan karena lidah."
24.. "Dosa secara perlahan-lahan mencekik hati dan meninggalkan dosa akan membawa kehidupan ke dalam hati."
25. "Lebih baik melihat ke depan dan mempersiapkan diri daripada melihat ke belakang dan menyesal."
26. "Kita semua pasti menderita satu di antara dari dua hal: rasa sakit karena disiplin atau rasa sakit karena penyesalan atau kekecewaan."
27. "Manusia diberikan kemampuan untuk memilih, tentukan pilihan dengan hati dan logika, kemudian jalani tanpa ada rasa penyesalan."
28. "Ketika kamu menaruh harapanmu kepada Allah, kamu tak akan pernah dikecewakan. Yakin dan percayalah pada-Nya."
29. "Akan menjadi penyesalanku sepanjang hidup, jika senyum bahagia ibu tidak terwujud."
30. "Hargai waktumu dan jangan pernah menyepelekan setiap ada kesempatan karena penyesalan akan datang belakangan."
31. "Menjauhi dosa itu lebih ringan daripada menahan sakitnya rasa penyesalan."
32. "Dosa itu perlu dibakar, entah itu dengan sakitnya rasa penyesalan di dunia ini ataukah dengan api neraka di akhirat kelak. "
33. "Jangan memandang kecilnya sebuah dosa, tapi lihatlah keagungan yang kamu durhakai."
34. "Jauhilah perbuatan dosa karena itu menghancurkan hati. Lakukanlah perbuatan baik karena itu mengundang ketenangan."
35. "Ketika setan gagal menggodamu untuk berbuat dosa, dia akan membuatmu membuang-buang waktumu. Waktu adalah aset paling berharga yang kamu miliki, tapi waktu juga yang paling mudah disia-siakan."
36. "Dosa-dosamu boleh jadi sebesar kapal, tapi jangan pernah lupa bahwa rahmat Allah lebih besar daripada lautan."
37. "Ketika kamu berbuat berdosa, itu adalah pertanda kelemahan. Tapi, ketika kamu mendorong orang lain untuk berbuat dosa, berarti telah terjadi banyak kerusakan, terutama pada spiritualitasmu."
38. "Jangan izinkan penyesalan masa lalu Anda melemahkan kehidupan Anda hari ini."
39. "Jangan terlalu senang mempermainkan hati yang benar-benar jatuh cinta kepadamu karena suatu saat nanti setelah ia memutuskan untuk pergi, kamu akan menyesalkan hal itu."
40. "Penyesalan tanpa adanya tindakan hanya akan membuatmu lebih bertambah menyesal."
41. "Terlalu menyesali hanya akan membuat kita lupa untuk bersiap memperbaiki."
42. "Penyesalanku adalah pernah hadir ke dalam kehidupanmu dan menghancurkan kesempurnaanmu."
43. "Kulihat dosa-dosaku seakan begitu besar. Tapi, saat kusandingkan dengan ampunan-Mu, ternyata ampunan-Mu jauh lebih besar."
44. "Dosa-dosa kecil akan memakan iman kita seperti semut memakan kue. Kamu tidak akan menyadari dampaknya untuk jangka waktu yang lama, pada saat kamu mulai menyadarinya, ternyata semuanya sudah terlambat."
45. "Sangat normal jika kita penuh dosa dan penuh dengan kekurangan. Yang menjadi masalah adalah saat kita berhenti menyesali dosa-dosa yang kita lakukan dan tidak bertobat kepada Allah."
46. "Untuk bisa mendapatkan bunga paling indah, kamu harus berhati-hati menghindari duri. Begitu juga untuk sampai ke surga, kamu juga harus berhati-hati menghindari dosa."
47. "Dosa yang telah menjadi kebiasaan harus sangat ditakuti karena dosa yang dilakukan terus-menerus tanpa tobat akan menjadi sifat seseorang."
48. "Sangat ditekankan untuk senantiasa mengingat Allah karena pada umumnya dosa itu dilakukan saat Allah dilupakan. "
49. "Di antara mimpi-mimpi esok dan penyesalan tentang hari-hari kematian ada kesempatan di hari ini."
50. "Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik mereka yang berbuat kesalahan adalah yang mau bertobat." - HR Ahmad
51. "Kebanyakan jeritan dari para penghuni neraka itu adalah penyesalan karena menunda tobat mereka." - HR Muslim
52, "Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung." - Q.S An-Nur: 31
53. "Tobat sejati bukan hanya berhenti dari berbuat maksiat, tetapi juga berbalik menuju kebaikan dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk tetap berada di jalan kebaikan itu."
54. "Jadikan tobat bukan hanya untuk dosa-dosa yang telah kamu lakukan, tapi juga untuk kewajiban yang belum kamu tunaikan." - Ibnu Taymiyyah
55. "Jika ingin kedamaian hati, taatlah kepada Allah, taruh keningmu di atas tanah, bicaralah kepada-Nya, dan curahkan semua isi hatimu. Renungkan hidupmu, sesali kesalahanmu, dan bertobatlah."

Mengapa Penyesalan Selalu Datang Terlambat?

Gambar Ilustrasi : Mengapa Penyesalan Selalu Datang Terlambat

Hiduplah tanpa penyesalan. Itulah kalimat yang sering terdengar saat kita akan mengambil sebuah keputusan. Di satu sisi kita tidak ingin melepas kesempatan yang hadir di kehidupan saat itu. Tapi di sisi lainnya kita tidak berani untuk mengambil risiko. Di antara kedua pilihan tersebut pasti kita memilih yang terbaik berdasarkan kondisi.

Namun setelah berjalannya waktu, mulai muncul perasaan menyesal. Ya kita mulai membayangkan, apa jadinya kehidupan kita jika memilih pilihan lainnya? Apa yang akan terjadi jika saya menambah waktu untuk menentukan pilihan? dan berbagai pertanyaan-pertanyaan yang akan terus berkecamuk di benak kita.

Jadi mengapa sih kita bisa memiliki penyesalan di saat kita sudah memilih yang terbaik? Hal ini terjadi karena adanya kekhawatiran di mana kita merasa harus memilih pilihan lainnya. Yang menjadi masalah adalah kita tidak bisa mengubah pilihan sehingga kita terus menerus membandingkan keputusan nyata kita dengan keputusan khayalan kita.

Saat menyesali pilihan kita maka langsung muncul anggapan bahwa pilihan itu adalah pilihan buruk. Sehingga bertentangan dengan anggapan diri sendiri bahwa kita orang yang baik. Jika mengalami hal ini tidak ada salahnya untuk mulai menanamkan ‘lepaskan pikiran ideal dan merangkul realitas saat ini’. Berikut cara kita memahami dan melepaskan penyesalan:

  1. Pilihan yang telah kita lakukan berada di masa lalu dan tidak bisa kita ubah. Ingatlah membuat keputusan sendiri merupakan hal yang luar biasa. Melalui pengambilan keputusan kita berani untuk menjemput pengalaman-pengalaman baru. Beberapa pilihan memang pilihan terbaik tapi ada juga yang tidak sempurna, maka kita harus bisa merangkul keseluruhan pilihan kita.
  2. Saat kita menganggap diri kita tidak baik karena membuat pilihan yang salah, maka harus diingat kita manusia terkadang baik, terkadang tidak, dan terkadang berada di antara keduanya. Kita berbuat salah, kita melakukan hal yang benar, kita peduli, kita egois, kita jujur, dan kita berbohong. Kita adalah keseluruhan dari hal tersebut, maka saat membuat keputusan yang dianggap buruk itu merupakan bagian dari perjalanan kehidupan kita.

30 Kata-kata Bijak tentang Penyesalan (Jadi Pelajaran Hidup)

30 Kata-kata Bijak tentang Penyesalan (Jadi Pelajaran Hidup)

Penyesalan dapat kamu jadikan sebagai luapan emosi dan isi hati ketika di dalam hidup mengalami suatu penyesalan karena kejadian di masa lalu. Kata-kata tersebut juga dapat kamu jadikan pengingat bahwa penyesalan bukan akhir dari segalanya dan hal tersebut dapat dijadikan pelajaran agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. 

Penyesalan bisa dialami siapa saja dan hal wajar terjadi dalam kehidupan seseorang. Tetap semangat dalam menjalani hidup dan yang perlu diingat adalah menjadikan penyesalan sebagai pengalaman berharga untuk menjadikanmu pribadi yang lebih baik.

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan rasa menyesal, beberapa di antaranya seperti tentang percintaan, hubungan pertemanan, dan pekerjaan.

Rasa menyesal biasanya muncul karena pilihan yang kita ambil tidak pas, atau berupa tindakan yang kamu ambil sebelumnya menghasilkan suatu hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Kamu dapat mengungkapkan rasa menyesalmu dengan kata-kata bijak penyesalan dan menunjukan kepada semua orang bahwa kamu telah mengambil pelajaran dari itu.

1. "Kadang Tuhan memberi kita penyesalan saat kita meninggalkan yang baik untuk yang terbaik."

2. "Penyesalan tanpa adanya tindakan, hanya akan membuatmu akan lebih bertambah menyesal."

3. "Mengenalmu tak pernah membuatku menyesal. Hanya saja penyesalanku ada ketika terlalu memberikan kepercayaan yang besar dan akhirnya di sia-siakan."

4. "Hari ini aku belajar dan bekerja untuk menjadi orang hebat, dan bukan kembali ke masa lalu dalam penyesalan."

5. "Dulu memang aku yang menyesal, tapi semoga kini kamu tak merasakan sesalku dulu karena itu menyakitkan."

6. "Menuruti emosi dan hawa nafsu hanya akan merugikan dan penyesalan adalah hadiah yang pasti akan diterima."

7. "Hargai apa yang kamu miliki saat ini. Ingat, kebahagian tak akan pernah datang kepada mereka yang tidak menghargai apa yang telah dimiliki."

8. "Aku mencoba ikhlas sari suatu kehilangan dan tersenyum dari suatu kesakitan."

9. "Satu hal yang aku lupakan ketika aku belajar untuk mencintai seseorang adalah, aku tak pernah belajar."

10. "Saat semuanya seakan berhenti bahkan berakhir, berpikirlah sejenak, mungkin Tuhan mengharuskan kita untuk menyesal."

11. "Setiap penyesalan adalah pengalaman dan pengalaman akan membawa kita pada kebijaksanaan."

12. "Penyesalan itu datangnya selalu diakhir biar kita memiliki waktu yang lebih untuk belajar."

13. "Setiap rangkaian cerita itu pasti ada penyesalan, di situlah kita bisa ambil maknanya arti sebuah kehidupan."

14. "Salah satu cara Tuhan yang membuat Anda menjadi hebat adalah dengan meletakkan penyesalan di posisi paling belakang."

15. "Tuhan menciptakan penyesalan biar kita tahu bahwa tidak semua hal bisa diulang kembali."

16. "Andai aku gagal, aku takkan menyesal. Sebab yang aku sesalkan adalah kenapa aku tidak mencoba."

17. "Tiada kesuksesan yang diawali dari penyesalan karena penyesalan adalah tiang untuk kita lebih bijak memilih suatu keputusan."

18. "Kapan kita menyesal? Ketika mengabaikan kesempatan yang datangnya hanya sekali."

19. "Ada saatnya kita sama-sama menyesal. Telah menyia-nyiakan orang yang tulus adalah sesalmu. Telah melakukan hal yang bodoh untukmu adalah sesalku."

20. "Penyesalan tidak dapat mengubah masa lalu, begitu pula kekhawatiran tidak dapat mengubah masa depan."

21. "Terlalu menyesali hanya akan membuat kita lupa untuk bersiap memperbaiki."

22. "Tak apa jika kau tak bisa membalas semua kebaikan yang pernah aku berikan, tapi jangan membalasnya dengan memberiku penderitaan."

23. "Tersenyum merupakan cara yang paling sederhana untuk menghiasi luka sekaligus menutupinya."

24. "Jika aku tahu akhirnya akan seperti ini, maka kesalahan di masa lalu tidak akan aku ulangi."

25. "Aku bisa bersembunyi dari kesalahanku, tapi tidak dari penyesalanku. Dan mungkin aku dapat bermain dengan dramaku, tetapi tidak dengan karmaku."

26. "Hilang sudah harapanku pada dirimu untuk selalu menyayangimu."

27. "Penyesalanku adalah pernah hadir ke dalam kehidupanmu dan menghancurkan kesempurnaanmu."

28. "Harusnya Tuhan ciptakan waktu berjalan dua arah supaya aku bisa kembali ke masa lalu untuk menghapus semua penyesalan dan kesalahanku."

29. "Pada akhirnya kita benar-benar terasing, kamu pergi dengan kekesalanmu, aku berbalik dengan segala penyesalanku."

30. "Sebesar apa pun penyesalanku, masa lalu tetap tak bisa diubah. Akan tetapi, lebih baik kalau aku tidak mengingatnya."

Kata Mutiara tentang Penyesalan (Sarat Nasihat dan Jadi Pelajaran Hidup)

Ilustrasi : 29. "Tidak ada orang yang memberikan yang terbaik dari darinya menyesali itu."  30. "Suatu hari, mungkin, kamu akan melihat sendiri bahwa penyesalan sama sekali tidak ada apa-apanya. Nilainya terletak pada bagaimana mereka dijawab."  31. "Penyesalanku adalah menyia-nyiakan perasaanmu yang begitu tulus untukku."  32. "Karena penyesalanku bukan yang terakhir, semua membisu dengan akhir yang berbeda."  33. "Di antara mimpi-mimpi esok dan penyesalan tentang hari-hari kematian ada kesempatan di hari ini."  34. "Jangan izinkan penyesalan masa lalu Anda melemahkan kehidupan Anda hari ini."  35. "Penyesalan hari ini mungkin akan sedikit mengurangi masalah ke depan, namun akan lebih banyak membuat masalah untuk hari ini."

Kata Mutiara tentang Penyesalan (Sarat Nasihat dan Jadi Pelajaran Hidup). Setiap orang pernah melakukan kesalahan dalam kehidupannya yang berbuntut pada penyesalan. Penyesalan memang selalu datang di akhir. Menyesal boleh boleh saja selama hal itu tidak sampai larut dan merugikanmu. Tidak ada guna menyesali apa yang sudah terjadi dan larut dengan meratapi penyesalan tidak akan menjadikannya lebih baik. 

Alangkah baiknya kamu intropeksi terhadap kesalahan yang diperbuat di masa lalu agar kamu menjadi lebih baik lagi di masa depan.  Sesal adalah perasaan tidak senang (susah, kecewa, dan sebagainya) karena telah berbuat kurang baik (dosa, kesalahan, dan sebagainya). Hakikat penyesalan adalah kesadaran atas kesalahan yang pernah diperbuat. Di balik itu semua, penyesalan menjadi satu di antara kunci dari kehidupan seseorang yang bisa membuat kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Kamu dapat mengungkapkan rasa menyesalmu dengan kata-kata mutiara tentang penyesalan. Simak Berikut ini :

1. "Mengalah untuk kebaikan dan menghindari pertengkaran akan jauh lebih baik dari pada saling mengolok dan ngotot untuk ingin menang sendiri."

2. "Kita sering melihat sesuatu itu lebih berharga, saat kita mengetahui ia sudah hilang dan dimiliki oleh orang lain."

3. "Jangan terlalu senang mempermainkan hati yang benar-benar jatuh cinta kepadamu karena suatu saat nanti setelah ia memutuskan untuk pergi, kamu akan menyesalkan hal itu."

4. "Nanti kamu akan sangat merindukan sesuatu hal yang kamu rasakan saat ini, ketika kamu kehilangan momen tersebut."

5. "Siapa yang bermain-main dengan umurnya maka dia akan menyia-nyiakan hari-hari yang seharusnya digunakan untuk menanam sebuah kebaikan."

6. "Apabila sebuah penyesalah merupakan sebuah pengalaman, maka hikmah adalah sebuah hal besar yang terkandung di dalamnya."

7. "Menuruti emosi dan hawa nafsu hanya akan merugikan, dan penyesalan adalah hadiah yang pasti akan diterima."

8. "Manusia diberikan kemampuan untuk memilih, tentukan pilihan dengan hati dan logika, kemudian jalani tanpa ada rasa penyesalan."

9. "Ketika kamu menaruh harapanmu kepada Allah, kamu tak akan pernah dikecewakan. Yakin dan percayalah pada-Nya."

10. "Setiap rangkaian cerita itu pasti ada penyesalan, di situlah kita bisa ambil maknanya arti sebuah kehidupan."

11. "Penyesalah tanpa adanya tindakan hanya akan membuatmu lebih bertambah menyesal."

12. "Terlalu menyesali hanya akan membuat kita lupa untuk bersiap memperbaiki."

13. "Tak perduli seberapa besar penyesalanku, aku tak akan bisa mengembalikan waktu."

14. "Akan menjadi penyesalanku sepanjang hidup, jika senyum bahagia ibu tidak terwujud."

15. "Rindu ialah kamu, segala sesuatu yang tak akan pernah menjadi penyesalanku."

16. "Kelalaian hanya akan menyebabkan sebuah penyesalan di hari esok karena waktu yang telah berlalu tidak akan kembali lagi."

17. "Sejumlah dengan tetes air matamu, berkali-kali lipat penyesalanku."

18. "Seandainya aku terlahir kembali, akan kuperbaiki kesalahan dan penyesalanku di masa-masa itu."

19. "Penyesalanku adalah pernah hadir ke dalam kehidupanmu dan menghancurkan kesempurnaanmu."

20. "Ada kalanya luka yang kau sematkan membuat penyesalanku terselamatkan, pada barisan doa doaku, bahagia untukmu kusempatkan."

21. "Jangan sesali apa pun yang terjadi, semuanya pasti ada alasan, jangan kamu biarkan hidup ini penuh dengan penyesalan."

22. "Hargai waktumu dan jangan pernah menyepelekan setiap ada kesempatan karena penyesalan akan datang belakangan."

23. "Ikhlaskan semua yang telah pergi dari hidupmu karena suatu penyesalan tidak dapat untuk membawanya lagi kepadamu."

24. "Ada rasa menyesal boleh saja, tapi semua itu tidak boleh menghambat lajumu untuk masa depan. Jadikan rasa sesal tersebut sebagai rambu-rambu kehidupan."

25. "Bicaralah saat kamu marah dan kamu akan membuat pidato terbaik yang akan kamu sesali."

26. "Satu di antara penyesalan terbesar dalam hidup adalah menjadi apa yang orang lain inginkan, bukannya menjadi diri sendiri."

27. "Lebih baik melihat ke depan dan mempersiapkan diri daripada melihat ke belakang dan menyesal."

28. "Kita semua pasti menderita satu di antara dari dua hal: rasa sakit karena disiplin atau rasa sakit karena penyesalan atau kekecewaan."

29. "Tidak ada orang yang memberikan yang terbaik dari darinya menyesali itu."

30. "Suatu hari, mungkin, kamu akan melihat sendiri bahwa penyesalan sama sekali tidak ada apa-apanya. Nilainya terletak pada bagaimana mereka dijawab."

31. "Penyesalanku adalah menyia-nyiakan perasaanmu yang begitu tulus untukku."

32. "Karena penyesalanku bukan yang terakhir, semua membisu dengan akhir yang berbeda."

33. "Di antara mimpi-mimpi esok dan penyesalan tentang hari-hari kematian ada kesempatan di hari ini."

34. "Jangan izinkan penyesalan masa lalu Anda melemahkan kehidupan Anda hari ini."

35. "Penyesalan hari ini mungkin akan sedikit mengurangi masalah ke depan, namun akan lebih banyak membuat masalah untuk hari ini."


Penyesalan Selalu Datang Terlambat

Ilustrasi : Penyesalan Selalu Datang Terlambat

Penyesalan Selalu Datang Terlambat. Sesungguhnya hidup di dunia ini hanyalah sebentar saja. Hidup yang penuh dengan senda gurau dan permainan belaka. Bukan hidup yang sebenarnya.  

Hidup yang sebenarnya ternyata ada pada saat kita hidup yang kedua kali di alam akhirat nanti. Semua manusia yang berada di muka bumi ini akan merasakan mati sebanyak dua kali dan hidup  sebanyak dua kali juga. Informasi ini ada dalam kitab suci Al-Qur'an. QS. Ar-Rūm (30): 40"Allah yang menciptakan kamu (mati yang pertama), kemudian memberimu rezeki (hidup yang pertama), lalu mematikanmu (mati yang kedua), kemudian menghidupkanmu kembali (hidup yang kedua). 

Adakah di antara mereka yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu yang demikian itu? Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan." QS. Al-Ghafir (40): 11"Mereka menjawab, "Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?" Coba perhatikan kedua ayat tersebut di atas:

Pada surat Ar-Rūm ayat 40, hanya Allah Yang Maha Menciptakan yaitu dengan menghidupkan dan mematikan manusia masing-masing sebanyak dua kali dan menantang tuhan-tuhan selain Dia, apakah bisa melakukan penciptaan manusia dari tiada menjadi ada seperti Diri-Nya?, kemudian mematikannya dan kemudian menghidupkannya kembali? Tujuannya supaya kita sebagai makhluk yang kosong dan penuh keseimbangan ini dapat mengambil pelajarannya di dunia, sebelum kita mati yang kedua dan dihidupkan kembali di akhirat kelak, apakah akan beroleh surga akibat perbuatan baik ataukah neraka akibat perbuatan buruk.

Sedangkan pada surat Al-Ghafir ayat 11 menceritakan tentang keadaan di neraka nanti bagi orang-orang yang melakukan perbuatan buruk dan dosa. Sewaktu di dunia dahulu ia selalu menyekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang lain dan berbuat dosa serta perbuatan buruk, dan akhirnya ia menyesali perbuatannya tersebut dan mengakui bahwa hanya Allah, Tuhan Yang Maha Menciptakan, termasuk menciptakan dirinya sendiri sebagai manusia yang kosong. 

 Maka dari itu, hidup di dunialah yang seharusnya kita sebagai makhluk yang kosong dan penuh keseimbangan ini banyak-banyak melakukan "tiga jalan yang lurus" yaitu selalu berkata 'kebenaran', selalu melakukan 'kebaikan' dan selalu menghasilkan 'kemanfaatan' dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja, serta dalam kondisi apapun tanpa memandang status, suku, agama, ras dan antar golongan yang kelak akan dibalas dengan surga yang penuh kenikmatan. 

Seringkali di dalam Al-Qur'an, Allah menjanjikan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan hidup kekal di dalamnya sebagai balasan bagi orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan diantaranya: QS. Al-Mā'idah (5): 119"Allah berfirman, "Inilah saat orang yang benar memperoleh manfaat dari kebenarannya. Mereka memperoleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. 

Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung." QS. Al-Ḥadid (57): 12"Pada hari engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka, (dikatakan kepada mereka), "Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Demikian itulah kemenangan yang agung."

 QS. An-Nisā (4): 57"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Di sana mereka mempunyai pasangan-pasangan yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman." Seperti apakah orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan yang Allah ceritakan dalam Al-Qur'an itu? Yaitu orang-orang yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat: QS. Al-Baqarah (2): 277"Sungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.

Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." QS. Al-Mā'idah (5): 55"Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, seraya tunduk (kepada Allah)." Ya, ternyata mengerjakan shalat saja tidaklah cukup dan harus diteruskan dengan menunaikan zakat serta akhirnya menjadi orang-orang yang tunduk berserah diri hanya kepada Allah.  

Jika kita memilih hidup yang sebaliknya yaitu berkata yang tidak benar dan melakukan kejahatan dengan merusak keseimbangan dan pertumpahan darah di bumi ini serta menghasilkan kemudharatan yang kelak akan dibalas dengan azab yang pedih yaitu berada di neraka yang penuh kesengsaraan dan kekal di dalamnya. QS. Yūnus (10): 27"Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan (akan mendapat) balasan kejahatan yang setimpal dan mereka diselubungi kehinaan. 

Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan wajah mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." Hidup adalah pilihan. Karena hanya manusia yang ditulari sifat ber kehendak oleh Allah Yang Maha Berkehendak. Pilihlah pilihan yang terbaik buat bekal hidup kita di akhirat nanti.  

Jangan sampai kita menyesal saat kita sudah berada di akhirat atas segala perbuatan buruk kita di dunia dahulu dan memohon-mohon kepada Allah agar bisa dikembalikan lagi ke dunia untuk banyak melakukan perbuatan baik.  

Percuma saja permohonan tersebut kita mohonkan kepada Allah, karena kita hidup di dunia hanya sekali dan dunia pun sudah berakhir, kita tinggal menunggu hisab-Nya, apakah mendapatkan reward berupa surga yang penuh kenikmatan ataukah berupa neraka yang penuh penyesalan. Jika akhirnya nerakalah tempat tinggal kita yang abadi, hanya ada penyesalan yang akan kita rasakan. Ya, penyesalan memang selalu datang terlambat, karena di akhirat nanti tinggal menyisakan "balasan" saja dengan azab yang pedih.  

Referensi : Ilustrasi : Penyesalan Selalu Datang Terlambat






Kalimat-kalimat Penyesalan di Hari Kiamat

Ilustrasi : Demikianlah kalimat-kalimat penyesalan di hari kiamat yang diabadikan di dalam Al-Qur'an. Sungguh merupakan sebuah penyesalan yang tidak berarti. Sebab sebesar apapun penyesalan yang diungkapkan, tentu tidak akan mampu merubah keadaan di hari kiamat kelak.  Oleh sebab itu, selagi kita masih memiliki kesempatan maka marilah memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Mari kita berlomba menabung amal kebaikan sebagai bekal di akhirat kelak sebelum datang hari penyesalan. Semoga bermanfaat.

Kalimat-kalimat Penyesalan di Hari Kiamat. Ada banyak kalimat-kalimat penyesalan yang diabadikan di dalam Al-Qur'an diantaranya. ari Penyesalan merupakan salah satu nama dari hari kiamat. Sebab pada saat itu semua kesempatan akan ditutup dan yang tersisa hanyalah pertanggungjawaban.

Pada hari tersebut semua orang akan menyesal. Para pelaku kebaikan akan menyesali, jika saja mereka lebih banyak melakukan kebaikan. Sementara bagi para pelaku keburukan, mereka akan menyesali dosa dan kesalahan yang telah diperbuatnya semasa hidup di dunia.

alam Al-Qur'an ada banyak kalimat-kalimat penyesalan yang diabadikan. Kalimat-kalimat ini diucapkan oleh golongan orang-orang yang celaka di hari kiamat. Meskipun mereka menyembunyikan penyesalannya saat menyaksikan azab di neraka. Namun Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersirat dalam hati hamba-Nya. Lantas, apa saja kalimat-kalimat penyesalan tersebut. Ada banyak kalimat-kalimat penyesalan yang diabadikan di dalam Al-Qur'an diantaranya adalah: 

Surah al-Furqan ayat 27

" Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, “ Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul.”

Kalimat penyesalan ini diucapkan oleh orang-orang zalim yang menyesali perbuatannya. Mereka menyesali karena semasa hidupnya ia tidak mengambil jalan bersama Rasul, tidak menuruti dan menjauhi ajaran Rasul. Sehingga pada hari kiamat mereka merasa sangat menyesal.

Surah al-Furqan ayat 28

" Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab (ku).”

Kalimat penyesalan ini diucapkan oleh orang-orang yang tidak menjadikan seseorang sebagai temannya. Orang tersebut adalah orang-orang yang shaleh dan suka melakukan kebaikan serta senantiasa menjauhi dirinya dari hal-hal yang dibenci Allah SWT.

Sehingga apabila mereka dahulu berteman dengan orang-orang seperti itu, tentunya mereka juga akan mengikuti perangai temannya itu yang selalu berbuat kebaikan. Namun nyatanya mereka justru menjauhi orang tersebut, sehingga akhirnya kini mereka menyesali perbuatannya tersebut.

Surah al-Haqqah ayat 25

" Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, “ Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku.”

Ini adalah kalimat penyesalan yang diucapkan oleh orang-orang yang menerima catatan amalnya di tangan kiri. Oleh karenanya mereka mengatakan bahwa lebih baik catatan tersebut tidak diberikan kepadanya. Sebab bila diberikan ditangan kiri, hal tersebut merupakan pertanda bahwa ia termasuk dalam golongan orang-orang celaka yang akan menerima azab dari Allah SWT.

Alangkah lebih baik apabila catatan tersebut tidak diberikan kepadanya, sehingga ia tidak akan mengetahui apakah ia termasuk dalam golongan orang yang beruntung atau orang yang celaka.

Surah an-Naba ayat 40

" Sesungguhnya Kami telah Memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, “ Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah.”

Kalimat ini diucapkan oleh orang-orang kafir saat Allah SWT memperlihatkan kepadanya apa yang telah diperbuat oleh tangannya. Sehingga ia merasa lebih baik bila dulu ia dijadikan tanah. Dengan demikian ia tidak akan mungkin melakukan hal-hal buruk seperti yang dilakukannya saat itu.

Surah al-Fajr ayat 24

" Dia berkata, “ Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.”

Kalimat ini diucapkan oleh orang-orang yang semasa hidupnya suka berbuat keburukan. Ia menghabiskan waktunya dengan melakukan hal yang sia-sia. Sehingga di akhirat saat diperlihatkan perbuatannya, ia merasa menyesal mengapa dahulu semasa hidup tidak mengerjakan kebaikan.

Surah al-An'am ayat 27

" Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, “ Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.”

Kalimat ini diucapkan oleh orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT. Meski sebenarnya ia mengetahui kebenarannya, namun mereka enggan untuk mengakuinya. Sehingga karenanya mereka pun menjadi orang-orang kafir, sebab telah meninggalkan ajaran Allah SWT.

Kelak di akhirat, orang-orang seperti merasa menyesal, jika saja dahulu mereka tidak mendustai ayat-ayat Allah SWT dan menjadi orang yang beriman, maka tentu saja mereka tidak akan dihadapkan ke neraka untuk mendapatkan balasan dari perbuatannya tersebut.

Surah al-Ahzab ayat 66

" Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, “ Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.”

Kalimat ini diucapkan oleh orang-orang yang semasa hidupnya melalaikan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. Meski sebenarnya mereka mengetahui, namun mereka enggan untuk mentaati perintah Allah SWT. Sehingga ketika Allah Ta'ala membolak-balikkan wajahnya di dalam neraka, mereka berkata jika sekiranya dahulu ia taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya maka tentu saja mereka tidak akan mendapatkan siksaan seperti itu.

Demikianlah kalimat-kalimat penyesalan di hari kiamat yang diabadikan di dalam Al-Qur'an. Sungguh merupakan sebuah penyesalan yang tidak berarti. Sebab sebesar apapun penyesalan yang diungkapkan, tentu tidak akan mampu merubah keadaan di hari kiamat kelak.

Oleh sebab itu, selagi kita masih memiliki kesempatan maka marilah memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Mari kita berlomba menabung amal kebaikan sebagai bekal di akhirat kelak sebelum datang hari penyesalan. Semoga bermanfaat.

Memaknai Hari Penyesalan Menurut Islam

Ilustrasi :  Memaknai Hari Penyesalan Menurut Islam

Memaknai Hari Penyesalan. Allah SWT berfirman, ''Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan tidak (pula) beriman.'' (QS Maryam [19]: 39). 

Ayat di atas sering mengingatkan kita agar selalu waspada dari sifat lalai. Sifat lalai akan berakibat pada kecerobohan serta hilangnya semangat dalam berkarya. Padahal tugas kita di dunia ini lebih banyak dibanding dengan waktu yang tersedia.

Jauh-jauh hari Rasulullah SAW telah mewanti-wanti umatnya agar selalu waspada terhadap setiap kesempatan yang selalu disia-siakan. Ibnu Abbas RA menceritakan Rasulullah SAW pernah bersabda, ''Dua kenikmatan yang banyak menipu manusia adalah nikmat sehat dan waktu senggang.'' (HR Bukhari dan Tirmidzi).

Orang yang tidak menyadari betapa berharganya waktu dan kesehatan, akan menggunakan waktu yang ada dengan amalan yang sia-sia. Sebaliknya apabila kita menggunakan dua kenikmatan tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat, maka kita telah menabung untuk jaminan masuk surga, karena Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan amalan kaum muslimin meskipun hanya sebesar zarrah.

Betapa ruginya orang yang meninggal dunia dalam keadaan lalai. Sebuah kelalaian yang akan membawa pada penyesalan yang sia-sia. Kesempatan untuk beramal shaleh tidak akan ada kecuali hanya di dunia. Sedangkan hari akhirat hanyalah konsekwensi dari kehidupan kita di dunia.

Karena itu, mumpung kita masih diberi kesempatan hidup juga kesehatan, alangkah baiknya apabila kita menggunakan waktu yang tersedia dengan melakukan amal shaleh untuk kita petik hasilnya di akhirat kelak. Jangankan para ahli neraka yang akan selalu menyesali perbuatannya, para ahli surga pun nanti akan menyesal karena tidak menanam amal shaleh yang lebih banyak lagi.

Semoga kita semua tidak termasuk orang-orang yang digambarkan dalam Alquran, ''Supaya jangan ada orang yang mengatakan, 'Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah)'.'' (QS Az Zumar [39]: 56). 

Referensi :  Memaknai Hari Penyesalan Menurut Islam










Penyesalan Manusia Setelah Mati di Alam Kubur

Ilustrasi ceramah : Penyesalan Manusia setelah Mati di Alam Kubur

Penyesalan Manusia setelah Mati di Alam Kubur. Penyesalan selalu datang terlambat. Demikian ucapan yang kerap terdengar di masyarakat. Begitu pun penyesalan manusia setelah mati di alam kubur.  Mereka meminta dispensasi kepada Tuhan berharap bisa kembali ke dunia untuk beriman dan menjalankan perintah-Nya serta beramal baik.  

Dibaca saat Tahiyat Akhir Setelah meninggal dunia, maka terputuslah semua amalan yang bisa dilakukan dunia, kecuali anak sholeh yang mendoakan orang tuanya, ilmu bermanfaat dan amal jariyah. Kehidupan yang diberikan Allah SWT kepada manusia selama masih berada di dunia ini ternyata merupakan anugerah terbesar yang jarang disyukuri. Karena itu, harus memanfaatkan selagi masih hidup dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya serta beramal baik sebagai bekal menuju keabadian agar tidak timbul penyesalan. 

Penyesalan manusia yang sudah mati di alam kubur salah satunya disebutkan dalam Al Quran, Surat Al Munafiqun ayat 10. Allah SWT berfirman:

 وَاَنۡفِقُوۡا مِنۡ مَّا رَزَقۡنٰكُمۡ مِّنۡ قَبۡلِ اَنۡ يَّاۡتِىَ اَحَدَكُمُ الۡمَوۡتُ فَيَقُوۡلَ رَبِّ لَوۡلَاۤ اَخَّرۡتَنِىۡۤ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيۡبٍۙ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنۡ مِّنَ الصّٰلِحِيۡ 

Wa anfiquu mimmaa razaqnaakum min qabli ayya tiya ahadakumul mawtu fa yaquula rabbi law laaa akhkhartaniii ilaaa ajalin qariibin fa assaddaqa wa akum minassaalihiin Artinya: "Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), "Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang shalih." Berikut 11 penyesalan manusia setelah mati di alam kubur: 

1. Penyesalan Orang Tidak Beriman 

Orang yang tidak beriman ketika diazab dalam neraka sebagaimana disebutkan dalam AL Quran Surat Fathir ayat 37, mereka meminta agar dikembalikan ke dunia untuk mengerjakan amal perbuatan yang berlainan dengan yang telah mereka kerjakan di masa lalu.  

Namun, Allah Swt telah mengetahui bahwa seandainya mereka di­kembalikan ke dunia lagi, pastilah mereka akan kembali mengerjakan apa yang dilarang bagi mereka melakukannya. Sesungguhnya mereka benar-benar dusta dalam pengakuannya itu. Karena itu, Allah Swt. tidak memperkenankan permintaan mereka,  

وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ

 Artinya: Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Rabb kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan." Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun. (QS. Fathir ayat 37) 

2. Tidak Mau Mendengar Kebaikan 

Penyesalan manusia yang sudah mati di alam kubur berikutnya tidak mau mendengar nasihat kebaikan. Dalam Surat Al-Mulk ayat 8-10, Allah berfirman:

 تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِۗ كُلَّمَآ اُلْقِيَ فِيْهَا فَوْجٌ سَاَلَهُمْ خَزَنَتُهَآ اَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيْرٌۙ - 

Artinya: Hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, “Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (di dunia)?” 

قَالُوْا بَلٰى قَدْ جَاۤءَنَا نَذِيْرٌ ەۙ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللّٰهُ مِنْ شَيْءٍۖ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ كَبِيْرٍ - ٩ 

Mereka menjawab, “Benar, sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan, “Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu sebenarnya di dalam kesesatan yang besar.”

 وَقَالُوْا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ اَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِيْٓ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِ - ١٠ 

Dan mereka berkata, “Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.” Pada ayat diatas dimaksudkan agar manusia lebih terbuka hatinya ketika ada seseorang yang menasehatinya dalam hal kebaikan. Terkadang sebagai manusia selalu menolak dalam hatinya ketika dinasehati seakan menganggap orang yang menasehati kita akan menjerumuskan ke dalam keburukan. 

3. Mengingkari Hari Kiamat 

Penyesalan manusia yang sudah mati di alam kubur selanjutnya yakni tidak memercayai Hari Kiamat atau hari kebangkitan. Allah SWT berfirman dalam Surat Yasin ayat 52:

 قَالُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا ۜهٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ 

Mereka berkata:"Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Rabb) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul(Nya). 

4.  Tidak Bersedekah 

Penyesalan manusia yang sudah mati di alam kubur yakni tidak sempat bersedekah. Karena hal yang terus mengalir hingga di alam kubur yaitu amal jariyah yang pernah dilakukan semasa hidup.  Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pun pernah bersabda tentang penyesalan bagi orang yang lalai bersedekah.

 َ حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى وَلَا تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ 

Telah menceritakan kepada kami Abu Hurairah radliallahu anhu berkata,: "Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahualaihiwasallam dan berkata,: "Wahai Rasulullah, shadaqah apakah yang paling besar pahalanya?". Beliau menjawab: "Kamu bershadaqah ketika kamu dalam keadaan sehat dan kikir, takut menjadi faqir dan berangan-angan jadi orang kaya. Maka janganlah kamu menunda-nundanya hingga tiba ketika nyawamu berada di tenggorakanmu. Lalu kamu berkata, si fulan begini (punya ini) dan si fulan begini. Padahal harta itu milik si fulan". (HR. Bukhari)

Dari  hadits di atas mengajarkan bahwa Muslim sudah semestinya selalu bersedekah sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya baik di kala lapang maupun sempit.  

5. Tidak Mengerjakan Sholat 

Ketika Sehat atau Sakit Penyesalan manusia setelah mati di alam kubur berikutnya tidak mengerjakan sholat yang telah diwajibkannya sebanyak lima waktu sehari.  Dalam Surat Al Baqarah ayat 43, Allah SWT berfirman: 

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرَّاكِعِيْنَ 

Artinya: Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ruku lah bersama orang-orang yang ruku. Bagi manusia yang menyia-nyiakan hidupnya apalagi masa mudanya maka pasti akan merasa merugi. 

6. Memutus Silaturahmi 

Hal yang akan disesali manusia ketika sudah meninggal itu ketika orang tersebut tidak sempat memaafkan dan memutus tali silaturahmi kepada teman atau saudaranya, hal tersebut akan merugikan manusia itu sendiri ketika sudah di alam kubur.  Rasulullah SAW bersabda:

 قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنَا عُيَيْنَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جَوْشَنٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي بَكَرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "مَا مِنْ ذَنْبٍ أَحْرَى أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ عُقُوبَتَهُ فِي الدُّنْيَا، مَعَ مَا يُدَّخَرُ لِصَاحِبِهِ فِي الْآخِرَةِ، مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ

".Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Aliyyah, telah menceritakan kepada kami Uyaynah ibnu Abdur Rahman ibnu Jusyan, dari ayahnya, dari Abu Bakrah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Tiada suatu perbuatan dosa pun yang lebih layak untuk disegerakan oleh Allah hukumannya di dunia selain dari azab yang disediakan untuk pelakunya kelak di akhirat selain dari zina dan memutuskan hubungan kekeluargaan. 

7. Penyesalan Orang Kafir

Minta Jadi Tanah Penyesalan manusia setelah mati di alam kubur yakni tidak beriman kepada Allah. Seandainya saja mereka tidak dijadikan wujud manusia dan berupa tanah tentu mereka berpikir tidak akan ditimpa azab pedih. Dalam Surat An Naba ayat 40, Allah SWT berfirman  

{وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا} 

Artinya: Dan orang kafir berkata, "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.” (An-Naba: 40)

Orang kafir di hari itu berkhayal seandainya dirinya sewaktu di dunia berupa tanah dan bukan makhluk serta tidak dikeluarkan ke alam wujud. Demikian itu terjadi ketika dia menyaksikan azab Allah terpampang di hadapannya dan ia melihat semua amal perbuatannya yang telah dicatat oleh para malaikat juru tulis amal perbuatan, yang semuanya mulia lagi bertakwa. Semua amal perbuatannya penuh dengan kerusakan dan dosa-dosa. 

8. Tidak Pernah Mengajak Kebaikan 

Penyesalan manusia di alam kubur lainnya yakni tidak pernah mengajak kebaikan atau dakwah kepada manusia lain. Dakwah juga tidak selalu harus berdiri di depan podium, namun bisa dimulai dari lingkungan terdekat seperti keluarga dan seruan yang kita lakukan tidak melenceng dari aturan Allah SWT.  Dakwah juga bisa diartikan sama dengan menolong agama Allah SWT, maka barangsiapa yang tidak pernah melakukannya akan menyesal ketika sudah tidak ada di dunia.

9. Suka Mengadu Domba 

Penyesalan bagi manusia yang sudah mati di alam kubur yakni semasa hidupnya suka mengadu domba dengan menyebarkan kabar bohong atau hoaks hingga memicu pertengkaran antarsesama. Rasulullah SAW bersabda:

 عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ فَعَلْتَ هَذَا قَالَ لَعَلَّهُ يُخَفِّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا 

Dari Ibnu `Abbas berkata, "Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam lewat di dekat dua kuburan, lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya keduanya sedang disiksa, dan keduanya disiksa bukan karena dosa besar. Yang satu disiksa karena tidak bersuci setelah kencing, sementara yang satunya suka mengadu domba." Kemudian beliau mengambil sebatang dahan kurma yang masih basah, beliau lalu membelahnya menjadi dua bagian kemudian menancapkannya pada masing-masing kuburan tersebut. Para sahabat pun bertanya, "Wahai Rasulullah, kenapa engkau melakukan ini?" beliau menjawab: "Semoga siksa keduanya diringankan selama batang pohon ini basah." (HR. Bukhari) 

10. Penyesalan Orang Munafik 

Orang-orang munafik yang mengingkari Allah dan Rasul-Nya menjadi manusia yang menyesal ketika sudah mati di alam kubur nanti. Mereka awalnya beriman namun ingkar. Dalam Surat Ali Imran ayat 106, Allah SWT berfirman:

 يَّوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَّتَسْوَدُّ وُجُوْهٌۚ فَاَمَّا الَّذِيْنَ اسْوَدَّتْ وُجُوْهُهُمْۗ اَكَفَرْتُمْ بَعْدَ اِيْمَانِكُمْ فَذُوْقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ 

Artinya: Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan):"Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu". (Surat Ali Imran ayat 106). 

11. Kencing Sembarangan 

Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga kebersihan salah satunya etika dalam membuang air kecil atau kencing. Orang yang kencing sembarangan dan tidak bersuci setelah membuang hajatnya akan mendapat siksa di alam kubur. Rasulullah SAW bersabda:

 عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ فَعَلْتَ هَذَا قَالَ لَعَلَّهُ يُخَفِّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا 

Dari Ibnu `Abbas berkata, "Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam lewat di dekat dua kuburan, lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya keduanya sedang disiksa, dan keduanya disiksa bukan karena dosa besar. Yang satu disiksa karena tidak bersuci setelah kencing, sementara yang satunya suka mengadu domba." Kemudian beliau mengambil sebatang dahan kurma yang masih basah, beliau lalu membelahnya menjadi dua bagian kemudian menancapkannya pada masing-masing kuburan tersebut. Para sahabat pun bertanya, "Wahai Rasulullah, kenapa engkau melakukan ini?" beliau menjawab: "Semoga siksa keduanya diringankan selama batang pohon ini basah." (HR. Bukhari). Semoga bisa menjadi pengingat bagi yang masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri. 

Referensi : Penyesalan Manusia setelah Mati di Alam Kubur













Penyesalan Paling Menyakitkan Adalah Penyesalan di Hari Kiamat

Ilustrasi : Penyesalan Paling Menyakitkan Adalah Penyesalan di Hari Kiamat

Penyesalan selalu datang terlambat. Al-Qur'an dan Hadis telah mengingatkan manusia agar menyiapkan bekal akhirat sebelum datang hari penyesalan yang menyakitkan. Para ulama mengatakan bahwa surga itu dekat dengan hal-hal yang dibenci manusia dan neraka itu dekat dengan hal-hal yang disukai manusia. Maka barangsiapa yang dapat mengendalikan nafsunya, maka keselamatan akan menyelimutinya hingga hari Kiamat.

Pendakwah yang dijuluki "dai akhir zaman" Ustaz Zulkifli Muhammad Ali menyampaikan pesan tentang hari penyesalan. "Penyesalan memang menyakitkan. Ia juga menyesakkan. Tapi penyesalan di dunia belumlah seberapa sakitnya. Ia bias menjadi titik balik bagi seseorang untuk merubah hidupnya. Selama hayat masih di kandung badan, tak ada kata telat untuk berubah,"

Kata Ustaz Zulkifli, penyesalan yang paling menyakitkan ialah penyesalan di hari Kiamat nanti. Sebab disana tak ada lagi kesempatan kedua untuk berbenah. Semua sudah terlambat. Mereka adalah orang-orang yang semasa hidupnya diisi dengan nikmatnya kemaksiatan sesaat. Sayang seribu sayang, nikmat yang ia rasakan selama hidup di dunia dengan sekejap ia lupakan karena pedihnya adzab di neraka. Allah Ta'ala berfirman, 

"Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah." (QS. An Naba': 24-25) 

Berikut sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم: "Didatangkan penduduk neraka yang paling banyak nikmatnya di dunia pada hari Kiamat. Lalu ia dicelupkan ke neraka dengan sekali celupan. Kemudian dikatakan kepadanya, 'Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan kebaikan sedikit saja? Apakah engkau pernah merasakan kenikmatan sedikit saja?’ Ia mengatakan, "Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku." (HR Muslim No 2807).

Mudah-mudahan nasihat ini dapat memberi kita ibrah dan semangat untuk beramal saleh. Para ulama mengajarkan sebuah doa yang mahsyur agar kita terhindar dari maksiat. Berikut doanya:

أللهمَّ احْرمْنِي لَذَّةَ مَعْصِيَتِكَ، وَارْزُقْنِي لَذَّةَ طَاعَتِكَ 

Allahumma Ahrimni Ladzdzata Ma'shiyatika, Warzuqni Ladzdzata Thoo'atika. "Ya Allah, luputkan aku dari kelezatan maksiat kepada-Mu, dan berikanlah aku kelezatan untuk taat kepada-Mu."

Referensi : Penyesalan Paling Menyakitkan Adalah Penyesalan di Hari Kiamat