This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Jumat, 12 Agustus 2022

Kenaikan harga menurut pandangan dalam Islam

Kenaikan harga menurut pandangan dalam Islam

Perekonomian adalah salah satu penopang dalam kehidupan Negara. Perekonomian Negara yang kokoh akan mampu menjamin kesejahteraan dan kemampuan rakyat. Salah satu penunjang perekonomian Negara adalah kesehatan pasar. Kesehatan pasar, sangat tergantung pada mekanisme pasar yang mampu menciptakan harga yang seimbang yaitu tingkat harga yang dihasilkan oleh interaksi antara kekuatan permintaan dan penawaran yang sehat.

Ekonomi Islam memandang bahwa pasar, negara, dan individu berada dalam keseimbangan, tidak boleh ada kesenjangan, sehingga salah satunya menjadi dominan dari yang lain.  Pasar dijamin kebebasannya dalam Islam. Pasar bebas menentukan cara-cara produksi dan harga, tidak boleh ada gangguan yang mengakibatkan rusaknya keseimbangan pasar. Namun dalam kenyataannya sulit ditemukan pasar yang berjalan sendiri secara adil. Distorasi pasar tetap sering terjadi.

Kasus yang sedang terjadi saat ini adalah, kenaikan harga daging sapi sudah tidak wajar. Sudah hampir sepekan harga daging sapi melonjak tajam mencapai 110.000 / per kg, yang diikuti dengan aksi mogok para pedagang untuk berjualan. Di susul lagi saat ini harga cabai sudah mencapai 70 ribu rupiah per kilonya.

Bagaimana islam menyikapi kenaikan harga ekonomi seperti saat ini?

Konsep makanisme pasar dalam Islam dapat dirujuk dari hadits Rasulullah Saw, sebagaimana disampaikan oleh Sayyidina Anas Bin Malik RA, sehubungan dengan adanya kenaikan harga-harga barang di kota Madinah. Dalam hadits ini terlihat dengan jelas bahwa Islam jauh lebih dahulu, kurang lebih 1160 tahun telah mengajarkan konsep mekanisme pasar.

Dalam hadits tersebut diriwayatkan sebagai berikut :

“Harga melambung pada zaman Rasulullah SAW. Orang-orang ketika itu mengajukan saran kepada Rasulullah dengan berkata: “Ya Rasulullah hendaklah engkau menetukan harga”. Rasulullah SAW. berkata: ”Sesungguhnya Allah-lah yang menetukan harga, yang menahan dan melapangkan dan memberi rezeki. Sangat aku harapkan bahwa kelak aku menemui Allah dalam keadaan tidak seorang pun dari kamu menuntutku tentang kezaliman dalam darah maupun harta.

Inilah teori ekonomi Islam mengenai harga. Rasulullah SAW dalam hadits tersebut tidak menentukan harga. Ini menunjukkan bahwa ketentuan harga itu diserahkan kepada mekanisme pasar yang alamiah impersonal. Rasulullah menolak tawaran itu dan mengatakan bahwa harga di pasar tidak boleh ditetapkan, karena Allah-lah yang menentukannya.

Sungguh menakjubkan, teori Rasulullah tentang harga dan pasar. Kekaguman ini dikarenakan, ucapan Nabi Saw itu mengandung pengertian bahwa harga pasar itu sesuai dengan kehendak Allah yang sunnatullah.

Beliau sebagai seorang pemimpin sangat mengetahui betul bahwa harga pasar tidak boleh ditentukan oleh kebijakan seorang pemimpin, tetapi Pasar bebas menentukan cara-cara produksi dan harga, tidak boleh ada gangguan yang mengakibatkan rusaknya keseimbangan pasar karena adanya tangan-tangan yang mempunyai kepentingan bagi individunya atau kelompoknya.

Di samping itu para pebisnis muda muslim jangan terlalu khawatir dengan kondisi kenaikan harga-harga yang tidak lazim ini, insyaAllah kita akan di mudahkan dalam berbagai urusan bisnis selama istiqomah dalam menjalankan bisnisnya secara islami.

Referensi : Kenaikan harga menurut pandangan dalam Islam













Susah Menghadapi Kesulitan dan Ujian Dunia? (Ustadz Adi Hidayat Sebut Kunci Jawabannya)

Susah Menghadapi Kesulitan dan Ujian Dunia? (Ustadz Adi Hidayat Sebut Kunci Jawabannya)

Pada dasarnya, ketika menjalani kehidupan di bumi, manusia senantiasa akan menghadapi beberapa kesulitan. Dalam Islam, ketika dihadapi suatu ujian atau kesulitan dalam hidup, bersabar dan beribadah kepada Allah menjadi jawabannya.  Ustadz Adi Hidayat mengatakan dalam tausiahnya bahwa orang yang senantiasa menjalankan perintah Allah, senantiasa akan selalu dilindungi oleh-Nya dari kesulitan.   
"Allah bersabda "Saya pastikan dalam keadaan nyamanmu seperti dulu ataupun kau bimbang seperti sekarang Tuhanmu tidak akan pernah meninggalkanmu atau menuduhmu gila." Orang-orang yang dekat dengan Allah SWT maka Allah akan menjaganya baik dalam keadaan tenang dan nyaman ataupun dalam kesulitan yang luar biasa," kata Ustadz Adi Hidayat. 
"Lalu Allah berkata "Nanti saya akan tunjukan kepadamu jika kamu telah tabah dan sabar menerima cacian mereka, menerima tuduhan mereka," Gapapa inikan muqoddimah masa kamu masih panjang, perjalanan kamu masih panjang dalam berdakwah, kehidupan kamu masih panjang membawa tugas dan misi," ujarnya.

Menurut Ustadz Adi Hidayat, prinsip kehidupan yang perlu dijalani oleh manusia yakni beribadah secara ikhlas dan tulus karena Allah swt dan menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah. Maka balasannya Allah akan selalu berada disisi hambanya tersebut dan tidak akan meninggalkannya dengan kesulitan yang membebaninya.

"Jadi pinsip dalam kehidupan kita jika anda menggantungkan hidup kepada Allah SWT, Anda bersandar dengan baik kapada Allah. Maka ayat-ayat ini akan mengatakan kepada teman-teman sekalian Allah tidak akan pernah meninggalkan Anda alam setiap kehidupan Anda," ujar Ustadz Adi Hidayat.

Tak hanya itu Allah SWT juga akan memberikan kenikmatan dikahirat untuk hambanya yang senantiasa bersabar dalam menghadapi kehidupan. Mereka akan menikmati kehidupan yang damai jauh dari caci maki dan segala kesulitan yang dialami di bumi.

"Kata Allah "Nanti saat kamu tiba di akhirat saya akan tunjukan kepadamu ada yang lebih hebat yang tidak pernah engkau rasakan sebelumnya saat dibumi." Tidak akan ada lagi kesulitan yang kamu hadapi, tidak akan ada lagi cacian yang kemudain kamu hadapi, tidak ada lagi kemudian tuduhan yang kemudian kamu rasakan. Aku akan berikan apapun sampai kamu puas," ujarnya.
Referensi : Susah Menghadapi Kesulitan dan Ujian Dunia? (Ustadz Adi Hidayat Sebut Kunci Jawabannya)









Tips Menghadapi Kesulitan dalam Islam untuk Kehidupan

Tips Menghadapi Kesulitan dalam Islam untuk Kehidupan.

Tips Menghadapi Kesulitan dalam Islam untuk Kehidupan. Tips Menghadapi Kesulitan dalam Islam untuk Kehidupan, Semua orang pastinya ingin menjalani hidup dengan tenang dan bahagia, namun sayangnya kehidupan tidak selalu hidup sesuai dengan apa yang kita harapkan. Ada masanya dimana ujian dan kesulitan dalam hidup akan datang.

Kesulitan adalah bagian dari kehidupan setiap orang, karena di seluruh dunia banyak umat menghadapi kesulitan yang berbeda. Islam memiliki cara tersendiri untuk dilakukan oleh umat muslim dalam menghadapi kesulitan dalam hidup.

Menghadapi Kesulitan dalam Islam
Untuk menghadapi ujian dalam hidup, islam memiliki beberapa cara yang dianjurkan untuk dilakukan oleh setiap umat muslim. Apa saja caranya? Berikut beberapa cara seorang muslim menghadapi kesulitan dalam hidup.

Shalat Lima Waktu
Shalat lima waktu sudah menjadi kewajiban yang harus dipenuhi oleh seorang muslim yang taat agama. Selain sebagai kewajiban, salat lima waktu juga merupakan salah satu cara terbaik untuk menghadapi kesulitan dalam hidup. 

Ketika menghadapi masalah dalam hidup, kita dianjurkan untuk shalat lima waktu dan setiap selesai menunaikan shalat kita dianjurkan untuk berdoa. Karena jika dirimu pernah merasa kesal atau khawatir, hentikan apa pun yang dirimu lakukan dan lakukan ibadah dan berdoa untuk mendapatkan ketenangan dari semua masalah yang sedang dihadapi.

Baca Al-Quran Beserta Artinya
Membaca kitab Al Quran Juga bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk menghadapi masalah yang terjadi dalam kehidupan. Membaca surat atau ayat yang terdapat dalam Al Quran dapat membuat hati menjadi lebih tenang. Hati yang tenang akan lebih mudah menyelesaikan dan menghadapi setiap masalah yang ada.

Berbagi Masalah Melalui Doa
Berdoa adalah salah stau cara terbaik untuk dapat berkomunikasi dengan Allah SWT. Meskipun berdoa tidak akan memberikan memberikan apa yang kita ingikan secara istan, namun Allah SWT pasti mendengar setiap doa yang kita panjatkan, sehigga cepat atau lambat kita aka mendapatkan solusi terbaik untuk keluar dari masalah yang tengah kita hadapai.

Sedekah
Sedekah merupakan salah stau hal yang perlu kita lakukan semasa hidup di dunia. Banyak keutamaan yang akan kita dapatkan melalui sedekah, salah satunya adalah dikabulkan permintaan, sehingga apa yang telah anda pajatkan dalam doa yang disertai dengan sedekah akan dikabulkan oleh Allah SWT. Selain dari itu, sedekah juga merupakan salah satu kunci untuk mengalirkan rezeki asalkan sedekah yang dilakukan bernar benar ikhlas dan semata karea Allah SWT, bukan karena ingin mendapatkan sebuah pujian.

Rasulullah bersabda tentang manfaat sedekah dalam Islam:

"Setiap awal pagi saat matahari terbit, Allah menurunkan dua malaikat ke bumi. Lalu salah satu berkata, 'Ya Allah, berilah karunia orang yang menginfakkan hartanya. Ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya karena Allah'. Malaikat yang satu berkata, 'Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil." (HR. Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah).

Kesulitan adalah ujian dari Allah yang tidak dapat dicegah. Jadi kita sebagai umat Islam diharuskan untuk melewati situasi seperti itu dengan tetap setia dengan kehendak Allah. Jangan kehilangan harapan di masa sulit, ini semua akan berlalu dan hari yang lebih baik akan segera datang. Sesungguhnya Allah telah mempersiapkan hikmah bagi umat muslim yang mampu megnghadapi setiap masalah dan ujian dengan sabar. 

Referensi : Tips Menghadapi Kesulitan dalam Islam untuk Kehidupan








6 Cara Menghadapi Kesulitan Hidup Paling Mudah

6 Cara Menghadapi Kesulitan Hidup Paling Mudah

6 Cara Menghadapi Kesulitan Hidup Paling Mudah. 6 Cara Menghadapi Kesulitan Hidup Paling Mudah. Semua manusia menginginkan kebahagiaan dan keceriaan dalam hidupnya. Namun, kebahagiaan yang dialami oleh setiap manusia pasti akan berganti menjadi situasi yang tidak diinginkan, yaitu masa-masa sulit. Karena kita hidup di dunia yang fana. Allah SWT menciptakan sesuatu itu berpasang-pasangan termasuk kebahagiaan juga, maka Allah juga menciptakan kesulitan yang biasanya membuat manusia merasa sedih ketika dalam kondisi kesulitan. Dan hampir setiap manusia tidak menginginkan kesulitan.

Namun kesulitan dapat membuat manusia lebih bisa menghargai orang lain, menghargai waktu, serta belajar untuk lebih baik lagi. Dalam firman-Nya Q.S. Al-Mulk ayat 2:

اۨلَّذِىۡ خَلَقَ الۡمَوۡتَ وَالۡحَيٰوةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ اَيُّكُمۡ اَحۡسَنُ عَمَلًا ؕ وَهُوَ الۡعَزِيۡزُ الۡغَفُوۡرُۙ‏

“Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.”
Ayat tersebut memberitahukan bahwa Allah SWT menciptakan hidup dan mati untuk menguji manusia mana manusia yang paling baik amalnya.

Maka dari itu, sudah sewajarnya jika kita akan menghadapi berbagai kesulitan karena hal itu merupakan ujian dari Allah SWT dan perlu diingat bahwa ujian tersebut bukan untuk membebani kita tetapi untuk mengangkat derajat kita di hadapan-Nya.

Pepatah mengatakan, “Mampu berbahagia di masa senang itu biasa, tapi mampu bahagia di masa yang sulit itu luar biasa.” Maka supaya kita bisa menyikapi kesulitan-kesulitan yang dialami, kita harus tahu bagaimana caranya menghadapi kesulitan-kesulitan dalam hidup. Diantaranya, ada 6 cara yang harus dilakukan, sebagai berikut:

1. Berpikir Positif
Peribahasa mengatakan, “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya” Arti dari peribahasa ini tidak hanya mengenai sifat seorang anak yang tidak jauh berbeda dengan orang tuanya.
Tetapi peribahasa ini juga bisa berarti, orang yang berpikiran positif maka dia akan melakukan hal-hal yang baik pula. Begitu pun sebaliknya, jika orang berpikiran negatif maka perbuatan yang dilakukannya juga cenderung buruk.
Senantiasa optimis juga perlu dilakukan. Pemikiran optimis akan melahirkan kegiatan yang optimis-produktif.

2. Berdamai dengan Nasib
Nasib dalam bahasa Arab sering dipahami sebagai takdir, baik itu takdir baik ataupun takdir buruk. Yang disebut nasib itu tidak hanya datang tanpa sebab, tetapi ada hubungan kausalitasnya. Dan sebagian dari nasib itu adalah akibat dari apa yang manusia lakukan.
Oleh sebab itu, jika mendapatkan nasib yang beruntung dan membahagiakan atau mendapatkan nasib yang buruk dan menyengsarakan, seyogyanya melakukan introspeksi diri.
Pada akhirnya, seseorang akan menerima nasib dari apa yang ditanamnya dan perjuangkan. Kebahagiaan akan didapatkan ketika melalui proses panjang untuk meraih kebahagiaan tersebut. Dan kesulitan akan didapat karena semua itu merupakan cermin diri yang telah dilakukan sebelumnya.

3. Selalu Menabur Kebaikan
Apabila di waktu sedang bahagia kita selalu membantu orang lain. Maka ketika dalam keadaan sulit akan ada orang-orang yang menolong kita. Sehingga, ketika dalam keadaan sulit kita tidak akan lama terjepit di masa yang sulit.

4. Jangan Mengeluh
Seberat apa pun masalah yang sedang dihadapi, jangan sampai menggerutu apalagi sampai putus asa. Selama kita yakin bahwa semua ini mampu untuk diatasi. Ingatlah bahwa mengeluh itu hanya akan merugikan diri sendiri.

5. Hilangkan Kata ‘Tapi’
Hidup tentunya ingin menjadi lebih baik lagi. Ketika seseorang selalu berkata ‘tapi’ ketika diberi nasihat atu apa pun. Maka itu hanya sibuk mencari-cari alasan sehingga hidup tidak menjadi lebih baik lagi.

6. Sabar
Seperti dalam sebuah cerita, duka akan membawa cerita yang indah. Di sinilah kita  harus bersabar lagi saat kita mengira kesabaran sudah pada ujungnya.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al-Baqarah: 153).

Referensi : 6 Cara Menghadapi Kesulitan Hidup Paling Mudah










5 Cara Menghadapi Masalah di Tempat Kerja

5 Cara Menghadapi Masalah di Tempat Kerja

Masalah adalah hal yang tak bisa kita hindari. Masalah akan selalu kita temui, termasuk di tempat kerjamu nanti. Bila kamu mendapatkan masalah di tempat kerja nanti, jangan dibiarkan begitu saja. Apalagi, jika kamu lari dari masalah di tempat kerjamu nanti. Terima dan hadaplah masalah di tempat kerja yang ada di hadapanmu. 

1. Tetaplah positif

Saat masalah di tempat kerja melanda, maka cobalah untuk teta positif, baik pikiran maupun perbuatan. Menjaga positivisme dalam diri akan membuatmu lebih tenang dan tegar dalam menghadapi masalah di tempat kerja. Bahkan, bila masalah tersebut terjadi selama berminggu atau berbulan-bulan. Atau, jika masalahmu sampai melibatkan pihak ketiga sebagai penengah dan penyelesai masalah.

Cara ini bisa kamu terapkan di berbagai macam masalah di tempat kerja. Salah satunya saat kamu menerima keputusan dari atasan atau rekan yang menurutmu salah. Bila ini yang terjadi, sebaiknya kamu terima dengan legawa, dan tetap bersikap positif pada mereka.

Alih-alih mengeluh, kamu bisa coba mencari sejumlah data yang membuktikan kalau keputusan mereka salah. Bila sudah ditemukan, coba ajukan dan perlihatkan kepada mereka secara baik-baik. Siapa tahu, keputusan mereka yang salah itu bisa dikoreksi atau diperbaiki.

2. Cari jalan tengah

Cara ini dilakukan apabila kamu mengalami masalah dengan teman kerjamu. Tak jarang, kita pasti mengalami masalah dengan teman kerja, entah karena faktor personal atau profesional. Ini akan berdampak buruk jika dibiarkan saja.

Untuk mengimplementasikan cara ini, kamu bisa mengajak teman kerja yang berselisih/bermasalah denganmu. Lakukanlah hal tersebut saat hati dan kepalamu lebih dingin dan tenang. Ini dilakukan supaya kamu bisa berbincang dengannya secara jernih, tanpa ada amarah yang berlebih.

Diskusikan bersama dengan teman kerjamu itu soal akar permasalahan kalian. Carilah solusi atau jalan tengah atas permasalahan kalian. Hasil diskusi kalian mungkin tak akan  membuat kalian menjadi teman dekat yang se-iya sekata. Tapi, jangan khawatir, karena itu bukan tujuan utama dari diskusi yang kalian lakukan. 

3. Cari tahu inti dan penyebab dari masalah di tempat kerja yang kamu alami

Cara menghadapi masalah di tempat kerja ini berlaku untuk tiap masalah yang kamu hadapi. Entah itu masalah dengan pekerjaan, teman kerja, atau atasan, kamu sangat bisa menerapkan cara satu ini. Mencari inti permasalahan membuatmu paham seperti apa bentuk permasalahan yang kamu alami. Mencari penyebab dari masalah di tempat kerja akan membuatmu tahu bahwa masalahmu di tempat kerja tak hadir begitu saja. Melainkan, dari sejumlah penyebab.

Cara ini tak selalu membuatmu menemukan inti dan penyebab masalahmu secara singkat. Kadang butuh waktu lama agar kamu menemukan inti serta penyebab masalahmu di tempat kerja. Tapi itu tak mesti dipermasalahkan. Tetaplah sabar dan terus lakukan cara ini, hingga kamu tahu inti permasalahan serta penyebabnya.

Setelah mengetahui inti dan penyebab masalah, maka selesaikanlah segera permasalahanmu. Selesaikan hingga ke akarnya, agar masalah tersebut tak berulang lagi dan muncul di kemudian hari.

4. Sadarilah bahwa mungkin saja kamulah penyebab masalah di tempat kerjamu

Boleh jadi, penyebab dari masalah di tempat kerja saat ini adalah kamu sendiri. Mungkin kamu tak mau mengakuinya, tapi bisa saja realitas berkata begitu. Memiliki kesadaran bahwa kamu penyebab semua masalah di tempat kerja memang tak mudah. Perlu akal sehat yang tajam dan kerendahan hati yang mendalam, untuk memiliki kesadaran semacam ini.

Menyadari bahwa kamu adalah penyebab masalah di tempat kerja itu sendiri sangatlah baik. Kesadaran semacam ini bisa membuatmu mengevaluasi dan memperbaiki dirimu sendiri. Dengan begitu, ke depannya kamu bisa lebih hati-hati dan tidak menjadi biang masalah di tempat kerja.

Salah satu tanda bahwa kamu si biang masalah di tempat kerja adalah pernyatan negatif mereka tentangmu. Misalnya: “sejak ada si anu kerja di sini, perusahaan kita kok jadi lebih sering kena masalah ya?” Atau, “gara-gara si anu, perusahaan kita jadi rugi parah, nih.”

Pernyataan-pernyataan di atas mungkin tak diucapkan langsung padamu. Namun, kalau ucapan-ucapan tersebut mulai terdengar dan amat banyak jumlahnya, maka saatnya untuk mulai sadar diri. Itu adalah tanda bahwa kamu adalah penyebab masalah di tempat kerja.

Bila sampai itu terjadi, segeralah minta maaf pada semua orang di kantormu. Dan, bergegas untuk memperbaiki diri dan membantu mengurangi masalah di tempat kerja yang tengah terjadi.

5. Tak ada salahnya meminta bantuan orang lain

Masalah tak selalu dapat diselesaikan sendiri. Apalagi, jika masalah tersebut adalah masalah di tempat kerja. Pada kondisi tertentu, kamu mesti meminta bantuan orang lain dalam mengatasi masalah di tempat kerjamu.

Misalnya: saat kamu berkonflik dengan teman kerja dan tak kunjung selesai, maka kamu bisa meminta bantuan pihak ketiga. Kamu bisa meminta bantuan teman kerja yang lain, kepala divisi, manajer, ataupun HR untuk menjadi pihak ketiga di antara masalah kalian.

Contoh lainnya: saat bosmu bermasalah, maka kamu bisa meminta bantuan lewat rekan-rekan kerjamu. Adapun rekan kerja yang bisa kamu mintai bantuannya antara lain: seniormu di tempat kerja, manajer, ataupun HR.

Bila masalah di tempat kerja sudah kamu atasi semaksimal mungkin bahkan lewat bantuan orang lain, maka kamu tak usah khawatir. Catat masalah di tempat kerja yang kamu hadapi itu, dan jadikanlah bahan pelajaran untukmu dan mungkin juga orang-orang di kantormu. Ini dilakukan agar ke depannya masalah di tempat kerja tersebut tak terulang lagi di kemudian hari. Atau, kalaupun terjadi lagi, kamu dan orang-orang di kantor akan jauh lebih siap untuk menghadapi masalah tersebut.

“Masalah adalah hal konstan yang terjadi dalam hidup kita,” ujar Mark Manson dalam ‘Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat’. Pernyataan Mark juga berlaku untuk masalah di tempat kerja. Masalah yang terjadi di kantor adalah suatu hal yang konstan. Dalam artian, akan terus terjadi di hidup kita dari waktu ke waktu.

Janganlah lantas ciut atau bahkan lari dari masalah di tempat kerjamu. Cobalah hadapi secara baik lewat sejumlah cara yang telah kami paparkan di atas. Semoga cara-cara yang kami paparkan bisa membantumu untuk bisa menyelasaikan permasalahan yang terjadi di tempat kerjamu. 

Referensi : 5 Cara Menghadapi Masalah di Tempat Kerja












Dianjurkan Berprilaku Sabar Saat Masa Sulit, Ini Hadistnya

Dianjurkan Berprilaku Sabar Saat Masa Sulit, Ini Hadistnya

Setiap orang memiliki masa-masa sulit, pada saat itu kita dianjurkan untuk sabar menerima cobaan tersebut.  Diketahui perilaku sabar merupakan perilaku terpuji yang mendatangkan kemuliaan di mata Allah SWT. Hal ini tertuang dalam hadist tentang sabar. Dalam hadistnya, orang yang disabar diminta untuk memohon pertolongan kepada Tuhan YME. Lalu apa saja hadist tentang sabar? Suara.com menemukan setidaknya ada 7 hadist tentang sabar yang perlu kalian ketahui. 

Bagi siapa pun yang memiliki sikap sabar dapat menghapus dosa, menenangkan hati, mendapatkan pahala hingga mendapatkan ganjaran surga. Dengan bersabar juga, kita akan dibukakan kemudahan dalam menyelesaikan berbagai masalah.  Jika kita tertimpa masalah dan musibah, alangkah baiknya kita memohon pertolongan kepada Allah SWT dan bersabar. Allah SWT senantiasa bersama hamba-Nya yang bersabar.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 153 yang berbunyi: "Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar". (QS. Al-Baqarah: 153).

Berikut Hadits Tentang Sabar

Ada pun sejumlah hadist Rasulullah SAW yang menganjurkan agar umatnya memiliki sikap sabar dalam mengatasi berbagai permasalahan dalam hidupnya.

1. Allah SWT akan memberikan ganjaran surga bagi hamba-Nya yang sabar

“Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‘Allah SWT berfirman: Tidak ada balasan yang sesuai di sisi-Ku bagi hamba-Ku yang beriman, jika aku mencabut nyawa orang yang dicintainya di dunia, kemudian ia rela dan bersabar kecuali surga.’” (HR. Bukhari)

2. Hadits sabar dalam sakit

“Dari Ummu Al-Ala’, dia berkata: Rasulullah SAW menjenguk-ku tatkala aku sedang sakit, lalu beliau berkata. ‘Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala’. Sesungguhnya sakitnya orang Muslim itu membuat Allah SWT menghilangkan kesalahan-kesalahan, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran emas dan perak”. (HR. Abu Daud)

3. Kesabaran merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT

"Rasulullah SAW: 'Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Musa AS: 'Hai Musa, barang siapa tidak ridho dengan takdir-Ku, tidak bersabar atas cobaan-Ku, tidak bersyukur atas nikmat-Ku, maka keluarlah dari antara bumi dan langit-Ku, dan carilah Tuhan selain-Ku.'"

4. Hadits tentang sabar dapat menghapuskan dosa-dosa

“Ujian akan selalu bersama dengan orang beriman lelaki maupun perempuan, baik pada dalam diri, anak, dan hartanya, sampai dia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai satu dosa pun.” (HR.Tirmidzi)

5. Hadits tentang sabar mendapatkan Taufik

Rasulullah SAW bersabda: “Sabar itu ada empat: sabar dalam menjalankan fardhu, sabar dalam menghadapi musibah, sabar menghadapi gangguan manusia dan sabar dalam kefakiran. Sabar dalam menjalankan kewajiban adalah taufik, sabar dalam menghadapi musibah berpahala, sabar dalam menghadapi gangguan manusia adalah cinta dan sabar dalam kefakiran adalah ridlo Allah SWT.”

6. Hadits sabar dalam menghadapi cobaan

“Sesungguhnya besarnya pahala itu sesuai dengan besarnya ujian, dan bahwa Allah, apabila menyayangi atau mencintai suatu kaum, maka Allah akan mengujinya, dan bagi siapa saja ridha, maka baginya keridhaan dari Allah, dan barangsiapa yang membencinya, maka baginya kebenciaan dari Allah Swt.” (HR. Tirmidzi).

7. Allah SWT mencintai hamba-Nya yang memiliki kesabaran

"Rasulullah SAW bersabda: 'Jika Allah mencintai seorang hamba, maka dia akan mencobanya dengan cobaan yang tidak ada obatnya. Jika dia sabar, maka Allah memilihnya dan jika dia ridho, maka Allah menjadikannya pilihan.'"

Referensi : Dianjurkan Berprilaku Sabar Saat Masa Sulit, Ini Hadistnya









7 Ayat Ini Ungkap Alasan Mengapa Ada Kesulitan dalam Hidup

Mengapa Ada Kesulitan dalam Hidup

7 Ayat Ini Ungkap Alasan Mengapa Ada Kesulitan dalam Hidup. ALLAH SWT berfirman dalam QS Al Insyirah ayat 5-6:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.“ 

Jelas disebutkan bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Namun, kesulitan kadang terasa begitu sulit untuk.

Mengapa kesulitan harus dilalui terlebih dahulu? Mengapa kita harus melihat orang-orang di Suriah terbunuh dan terluka?

Mengapa Muslim menderita akibat Islamofobia yang merenggut hak atau semangat mereka untuk sedikitnya?

Sebagaimana dilansir dari About Islam, dengan membaca firman-firman Allah SWT dalam Alquran, seseorang dapat menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu dan memahami kebijaksanaan agung di balik situasi tersebut.

Berikut ini tujuh ayat Alquran yang menjelaskan tentang mengapa ada masa sulit dalam kehidupan:

QS Muhammad ayat 4

فَإِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَضَرْبَ الرِّقَابِ حَتَّىٰ إِذَا أَثْخَنْتُمُوهُمْ فَشُدُّوا الْوَثَاقَ فَإِمَّا مَنًّا بَعْدُ وَإِمَّا فِدَاءً حَتَّىٰ تَضَعَ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَا ۚ ذَٰلِكَ وَلَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَانْتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَ بَعْضَكُمْ بِبَعْضٍ ۗ وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَلَنْ يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ

“Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.”

Mungkin penjelasan pertama dan terpenting tentang mengapa orang-orang yang benar harus melalui masa-masa sulit dijelaskan oleh ayat yang fasih di atas. Allah menyatakan bahwa Dia dapat mengalahkan musuh-musuh-Nya tanpa bantuan orang-orang beriman. Dia, tentu, mampu melakukan apa saja.

Namun, sunnah (hukum) Allah adalah melakukan itu melalui kita sehingga kita akan diuji. Hidup ini tidak lain adalah ujian. (QS Al-Mulk: 2).

Bagian dari ujian ini adalah agar Allah menunjukkan siapa yang akan membela kebenaran dan mendukungnya. Jika bukan karena masa-masa sulit seperti ini, orang akan selalu mengklaim bahwa mereka berdiri pada kebenaran. Klaim ini harus diverifikasi dengan ujian dan kesengsaraan. (QS Al-`Ankabut: 2).

QS Al-Baqarah ayat 214

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”

Pernyataan dalam ayat tersebut dibuat sekelompok orang beriman dan utusan mereka ketika mereka tersentuh oleh kesulitan dan mereka terguncang di jalan menuju Allah. Allah berfirman kepada Rasul-Nya, kepada orang-orang beriman, dan kepada seluruh umat manusia bahwa jalan menuju Allah penuh dengan masa-masa sulit ini:

Ketika ayat tersebut menegaskan kembali bahwa menghadapi kesulitan yang tidak dapat dihindari, hal ini membawa perhatian pembaca pada tiga keyakinan penting yaitu kemenangan adalah milik Allah, sangat dekat, dan sebut Dia untuk mewujudkannya.

Kesulitan membantu menghubungkan orang-orang yang beriman kepada Allah secara komprehensif. Hati mereka akan melekat pada-Nya dan harapan mereka hanya akan ada di dalam Dia. Masa-masa sulit memelihara tauhid di hati orang-orang beriman dengan cara yang tidak mungkin dilakukan pada saat-saat mudah.

QS Ali Imran ayat 141

وَلِيُمَحِّصَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَمْحَقَ الْكَافِرِينَ

“Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.” Setelah pertempuran Uhud ketika kekalahan parsial menimpa tentara Muslim, ayat-ayat turun pada orang-orang beriman untuk menghibur mereka, memperbaiki kesalahan mereka, menganalisis peristiwa tersebut, dan menjelaskan apa yang terjadi.

Sungguh masa yang sulit ketika Allah mendeskripsikannya dengan kata mosibah (malapetaka). Saat menjelaskan alasan Allah membiarkan bencana seperti itu terjadi pada Nabi tercinta dan para sahabatnya. Allah SWT berfirman, “Dan untuk membantu membersihkan orang-orang beriman…”

Orang-orang percaya membutuhkannya dan itu memang membersihkan mereka. Itu membersihkan setiap individu dari semua kotoran. Ini membersihkan mereka dari cinta dunia ini, yang alasan utama kekalahan mereka. Ini juga membersihkan mereka dari dosa-dosa yang mereka miliki sebelum kesulitan.

Ali Imran Ayat 167

وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ نَافَقُوا ۚ وَقِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا قَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوِ ادْفَعُوا ۖ قَالُوا لَوْ نَعْلَمُ قِتَالًا لَاتَّبَعْنَاكُمْ ۗ هُمْ لِلْكُفْرِ يَوْمَئِذٍ أَقْرَبُ مِنْهُمْ لِلْإِيمَانِ ۚ يَقُولُونَ بِأَفْوَاهِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ ۗ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يَكْتُمُونَ

“Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: “Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)”. Mereka berkata: “Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu”. Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.”

Selain di level individu, bentuk ujian lainnya ada di level kelompok. Orang munafik ada di hampir setiap masyarakat. Mereka mengaku berpihak pada kebenaran dan mereka bekerja sangat keras untuk menipu orang. Ketika pertempuran Badar terjadi dan Allah memberikan kemenangan besar kepada Rasul-Nya, sekelompok orang munafik muncul. Kehadiran kelompok semacam itu di masyarakat mana pun dapat merusaknya. Mereka mencari keuntungan duniawi dan tidak tertarik untuk mendukung kebenaran. Seringkali, mereka benar-benar berpihak pada kebenaran dan melawannya dari dalam.

Saat-saat setelah pertempuran Badar mengingatkan kita dengan saat-saat setelah revolusi Arab terjadi dan memperoleh sebagian keberhasilan. Semua orang berpihak pada revolusi termasuk mereka yang menentangnya secara agresif.

Namun, ketika revolusi mulai menghadapi kesulitan dan menjadi jelas bahwa tidak ada keuntungan duniawi yang akan dicapai, banyak orang kembali menentangnya. Kemunafikan tidak selalu dalam iman. Itu juga sifatnya. Masa-masa sulit mengungkap semua jenis orang munafik dan melindungi masyarakat dari bahaya mereka.

QS Adz-Dzariyat ayat 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

Itu adalah tujuan akhir untuk menyembah Allah. Namun ibadah dalam Islam bukan hanya seperangkat ritual yang dilakukan seseorang. Ibadah dalam Islam bersifat komprehensif yang mencakup semua jenis tindakan, baik emosional maupun fisik. Ada aspek-aspek yang sangat berharga dari ibadah ini yang nyaris tidak terlihat di luar masa-masa sulit.

Sabar, konsep yang sangat komprehensif yang mencakup kesabaran, ketekunan, dan ketabahan, sangat menunjukkan dirinya pada saat-saat sulit. Tawakal, ketergantungan sepenuhnya kepada Allah, paling banyak dilakukan pada saat-saat sulit. Kerendahan hati di hadapan Allah paling terlihat ketika kita dihadapkan pada kesengsaraan.

Pertobatan adalah salah satu upaya pertama selama masa-masa sulit. Ini dibutuhkan Nabi Yunus untuk lepas dari kegelapan perut ikan paus untuk berseru kepada Allah. (QS Al-Anbiya: 87)

QS Ali Imran ayat 140

نْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ ۚ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

“Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.”

Pengorbanan yang terjadi pada saat kesusahan berpihak pada kebenaran dan dukungannya sangat diapresiasi Allah SWT. Faktanya, Dia mengizinkan itu terjadi sehingga Dia meninggikan derajat orang-orang percaya itu dan menunjukkan seberapa besar mereka mendukung kebenaran.

Allah SWT memilih beberapa dari mereka dan memberikan mereka pengorbanan dengan hal yang paling berharga dalam hidup mereka, bahwa itulah hidup mereka. Dia kemudian memberi mereka gelar yang tinggi di surga dan memberi mereka apa yang tidak Dia berikan kepada orang lain.

QS Al-Inshirah ayat 5-6

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.“

Akhirnya, mereka yang gagal melihat hikmah di balik kesulitan juga akan gagal melihat kemudahan. Semoga Allah SWT menunjukkan kebenaran kepada kita dan membantu kita untuk mengikutinya. Semoga Dia memberi kita sabar ketika masa-masa sulit, dan memberi kita kemudahan dalam kehidupan ini dan di akhirat.

Referensi : 7 Ayat Ini Ungkap Alasan Mengapa Ada Kesulitan dalam Hidup




KEUTAMAAN BERSABAR DALAM MENGHADAPI UJIAN KEHIDUPAN MASA PANDEMI

KEUTAMAAN BERSABAR DALAM MENGHADAPI UJIAN KEHIDUPAN MASA PANDEMI

Secara etimologi, Shihab (2002) dalam Tafsir al-Misbah Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an memaparkan bahwa  sabar berasal dari Bahasa Arab, صبر – صيبر – صبرا yang berarti bersabar, tabah hati, berani (Yunus, 1973). Dalam bahasa Indonesia, sabar berarti: “tahan menghadapi cobaan, tabah, tenang, tidak tergesa-gesa, tidak terburu-buru nafsu.

Merujuk deskripsi etimologis, sikap sabar disifati dengan sifat tabah, berani terkait kerja hati dalam terjemahan kamus Arab- Indonesia (Yunus, 1973) dan sifat resilien, tenang, tidak tergesa-gesa , tidak terburu-buru nafsu dalam deskripsi Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka, 1990).  Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah mengemukakan, sabar adalah menahan jiwa untuk tidak berkeluh kesah, menahan lisan untuk tidak meratap dan menahan untuk tidak menampar pipi, merobek baju dan sebagainya. Shihab (2002) dalam Tafsir Al Misbah, mengelaborasi sikap sabar selaras dengan deskripsi yang dikemukakan Ibnu Al-Qayyim dalam kitab nya Uddatu Ash-Shabirin wa Dzakhiratu asy-Syakirin diterjemahkan oleh Halim (2006), yaitu berdasarkan bentuknya, sabar terbagi dua macam: kesabaran jasmani dan kesabaran rohani. Shihab (2002) menjelaskan sabar jasmani terkait dengan kesabaran dalam menerima dan melaksanakan perintah- perintah keagamaan yang melibatkan anggota tubuh, seperti sabar dalam melaksanakan ibadah haji yang melibatkan keletihan atau sabar dalam peperangan membela kebenaran. Termasuk pula dalam kategori ini, sabar dalam menerima cobaan-cobaan yang menimpa jasmani seperti penyakit, penganiayaan dan semacamnya. Sementara itu,  sabar rohani menyangkut kemampuan menahan kehendak nafsu yang dapat mengantar kepada kejelekan, seperti sabar menahan amarah, atau menahan nafsu lainnya.

Dalam konteks situasi dan kondisi pandemic COVID-19, sikap sabar jasmani dapat membuat kita tetap mempertahankan kemampuan kita untuk melakukan amalan baik yang terkait kapasitas kesehatan tubuh kita, misalnya : tetap melakukan ibadah wajib ketika diuji terkena penyakit, sedangkan sikap sabar rohani dapat membuat kita memperkuat kemampuan untuk mengelola hati sehingga dapat berdampak positif pada kesehatan mental kita.

Allah berfirman dalam Al-Quran mengenai keutamaan sikap sabar untuk memotivasi hamba-hambaNya mengamalkan sikap tersebut :

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

Artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S Al=Baqarah: 155).

Beberapa ayat-ayat Al-Quran yang dapat memotivasi kita untuk bersabar:

Allah memberi ganjaran terbaik bagi hamba-hambaNya yang sabar (QS. Az-Zumar :10) :
قُلْ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya:” Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Q.S Az-Zumar: 10).

Memperoleh ampunan dan pahala yang besar (Q.S Hud: 11)
إِلَّا ٱلَّذِينَ صَبَرُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

Artinya: “Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.” (Q.S Hud: 11).

Allah bersama orang-orang yang sabar (Q.S Al Baqarah: 153)
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Artinya:” Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S Al Baqarah: 153).

Orang sabar akan diberi balasan tempat tinggi dalam surga (Q.S Al-Furqan: 75).
أُو۟لَٰٓئِكَ يُجْزَوْنَ ٱلْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا۟ وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَٰمًا

Artinya:” Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,” (Q.S Al-Furqan: 75).

Selain itu pada masa sulit seperti ini, berbuat baik dan saling mengingatkan dalam kesabaran merupakan keutamaan. Dengan memperkuat kesabaran, semoga kita semua bisa melewati ujian pandemi ini dengan baik.

Referensi : KEUTAMAAN BERSABAR DALAM MENGHADAPI UJIAN KEHIDUPAN MASA PANDEMI

Kumpulan Doa Saat Menghadapi Kesulitan Menurut Alquran dan Hadist

Kumpulan Doa Saat Menghadapi Kesulitan Menurut Alquran dan Hadis

Kumpulan Doa Saat Menghadapi Kesulitan Menurut Alquran dan Hadist. Setiap orang pastinya pernah mengalami kesulitan dalam hidup. Tidak jarang, dalam kesulitan yang sedang dihadapi, kamu lupa akan keberadaan-Nya. Namun, yang perlu kamu ingat, Allah SWT tidak akan memberikan kesulitan melebihi kemampuan hambanya.

Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 286, yang artinya "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

Saat menghadapi kesulitan hendaklah kamu berdoa kepada Allah SWT dan meminta pertolongan dari-Nya. Karena sesungguhnya, sebaik-baiknya tempat meminta hanyalah kepada Allah SWT.

Referensi : Kumpulan Doa Saat Menghadapi Kesulitan Menurut Alquran dan Hadist