This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Jumat, 12 Agustus 2022

Sikap Optimis dalam Pandangan Islam

Sikap Optimis dalam Pandangan Islam

Dalam ajaran agama Islam, untuk menjalani kehidupan, manusia harus memiliki pribadi yang kuat, pantang menyerah, dan penuh rasa optimis. Sikap semacam ini akan menjadikan manusia mampu melewati dan menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. Bukan malah menjadi pribadi yang lemah, pesimis, dan gampang menyerah padahal belum mencoba untuk berusaha.

Pentingnya Optimis dalam Hidup Dalam Kamus Besar Bahas Indonesia (KBBI) optimis diartikan paham atau keyakinan atas segala sesuatu dari segi yang baik dan menyenangkan, sikap selalu mempunyai harapan baik atas segala hal. Secara sederhana optimis ini wujud dari keyakinan positif bahwa segala persoalan kehidupan yang dihadapi manusia pasti akan menemukan keberhasilan atau kesuksesan.

Pengertian lain tentang optimis dikemukakan oleh Lopez dan Snyder, pendapat mereka, optimis adalah suatu rangkaian harapan yang ada pada individu bahwa segala sesuatu akan berjalan menuju ke arah kebaikan. Perasaan optimis dalam diri kita akan membawa kita pada tujuan yang diharapkan, yakni percaya pada kemampuan yang dimiliki pada diri kita. Sikap optimis akan memberikan peluang besar seseorang keluar dari permasalahan yang dihadapi karena adanya pemikiran dan perasaan memiliki kemampuan, apalagi hal ini juga didukung dengan anggapan yang menyakini bahwa setiap manusia mesti mempunyai keberuntungannya masing-masing.

Optimis menjadikan kita pribadi yang selalu percaya diri pada kemampuan kita mesti mungkin memiliki keterbatasan dalam mengambil keputusan jika berhadapan dengan masalah, optimis akan memberikan kita energi yang akan mendukung kita mudah bangkit kembali dan memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan. Sikap optimis juga akan memberikan kita fokus pada pencapaian diri di masa sekarang dan masa yang akan datang, tidak membuat kita berlarut larut terjebak kesalahan masa lalu yang pernah dilakukan.

Memiliki sikap optimis atau optimisme tidaklah muncul dengan mudah dan instan, perlu adanya pembiasaan dalam diri kita untuk mampu mengendalikan pikiran, tindakan, maupun karakter kita. Memiliki sikap optimis juga bukan hal yang sulit dilakukan, asalkan kita mau belajar dan melatih diri kita dari berbagai hal yang kita rasakan di kehidupan ini. Beberapa hal yang bisa mulai kita terapkan agar kita memiliki optimisme atau menumbuhkan sikap optimis dalam diri kita antar lain misalnya ; percaya diri, mengambil hal positif dari berbagai hal, berhenti menyalahkan diri, fokus atas apa yang kita kerjakan, serta bergaul dengan orang-orang yang berpikiran positif.

Optimisme dalam Islam

Dalam terminologi Arab, sifat optimis sering disamakan dengan kata "At-Tafaul" yang bermakna pengharapan nasib baik. Sifat optimis merupakan salah satu dari ciri-ciri dari seorang mukmin yang beriman dan taat kepada ajaran agama Islam. Sifat ini lebih lanjut akan membawa keyakinan bahwa Allah SWT akan memudahkan segala urusan hambanya yang taqwa di dunia maupun di akhirat. Dengan demikian, seorang mukmin yang menemui kesulitan atau kegagalan dalam menjalani kehidupan akan senantiasa berpikir positif, karena ia yakin bahwa semua itu terjadi karena Allah memberikan segala sesuatu yang terbaik bagi hamba-hambanya.

Dalam Al Qur'an, surat Al-Imran ayat 132, Allah menyerukan "Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman". Dalam ayat ini dalam dilihat betapa pentingnya memiliki sifat optimis dalam pribadi mukmin yang beriman, sifat optimis ini yang membawa kita semakin yakin bahwa Allah akan senantiasa bersama hambanya yang beriman.

Sifat optimis yang dimiliki orang mukmin akan menyebabkan makin bertumbuhnya keimanan kita terhadap Allah SWT, sifat optimis ini selalu memunculkan prasangka baik kita terhadap apa yang Allah berikan dalam kita menjalani kehidupan. Sebaliknya, bersifat pesimis akan mengarahkan kita pada rasa mudah menyerah yang akan menyebabkan kemunduran pada diri kita, pesimis juga memicu dampak prasangka buruk yang bisa menggoyahkan keimanan seorang muslim terhadap Allah SWT. Pemikiran yang cenderung sukar menyelesaikan masalah kehidupan, menipisnya keyakinan bahwa apa yang Allah takdirkan pada kita berupa kesulitan dan cobaan adalah yang terbaik yang harus kita alami akan mudah muncul jika kita memiliki sifat yang pesimistis.

Di antara lafaz Al Qur'an, optimisme juga terepresentatif pada kata shabara (sabar) atau kemampuan mengontrol hawa nafsu (QS. Al Baqarah, ayat 155). Bahwa bersabar artinya tidak pasif menerima begitu saja setiap kesusahan, melainkan terus mencari solusi agar terlepas dari kesusahan tersebut. Sebagai sikap optimis, sabar berarti memiliki keteguhan hati serta tidak asal betindak tanpa pertimbangan terlebih dahulu agar dalam menyelesaikan masalah justru tidak menimbulkan masalah baru. Dalam lafaz lain dalam surat Yusuf Allah SWT berfirman "tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum kafir", dalam ayat ini rasa optimis atas apa yang Allah berikan dalam kehidupan adalah hal yang wajib dimiliki umat Islam, tidaklah umat Islam yang beriman itu menjadi putus asa (pesimis) dalam menjalani kehidupan.

Optimis itu kemampuan untuk percaya bahwa hidup memang tidak selalu mudah, tetapi dengan upaya dan kerja keras hidup akan menjadi lebih baik. Optimis akhirnya menjadikan diri kita mampu melihat titik terang kehidupan dan memelihara sikap positif yang realistis meski dalam kondisi paling sulit sekalipun. Sebagai seorang muslim tentu bersikap optimis itu satu jalan yang harus kita lalui untuk menggapai ridho dan berkah illahi. Semoga kebaikan dan kekuatan menyertai kita semua.

Referensi : Sikap Optimis dalam Pandangan Islam











Saat Di Masa Masa Sulit

Saat Di Masa Masa Sulit

Bagi setiap orang, dalam perjalanan hidupnya, biasanya pernah terjadi masa-masa sulit. Di antara mereka ada yang tegar menghadapi masa-masa sulit tersebut akhirnya berhasil dalam perjuangannya, meraih yang dicita-citakan. Tetapi ada juga yang tidak mampu menghadapi masa-masa sulit tersebut. Mungkin karena patah semangat, akhirnya dia gagal meraih cita-cita yang didambakannya, dia terlupa kepada pepatah Melayu yang mengatakan “Sekali layar terkembang pantang surut ke belakang”.

Demikian juga Rasulullah mengalami masa-masa sulit dalam perjalanan hidup kerasulannya, walaupun sebenarnya Allah tidak pernah meninggalkan beliau dalam kesendirian. Ternyata kesulitan demi kesulitan silih berganti di dalam kehidupan Rasulullah dalam perjuangan hidupnya. Puncak dari masa-masa sulit yang dialami Rasulullah adalah ketika pamannya Abu Thalib meninggal dunia pada tahun ke-10 kenabian yang selama ini membela Rasulullah melalui pengaruh dan ketokohannya, kini telah tiada.

Kesulitan lain, wafatnya isteri tercinta Khadijah ra yang selama ini juga selalu mendukung dan menanamkan ketenangan kepada Rasulullah, berselang tiga hari dari wafatnya sang paman, kini isterinyapun telah tiada. Kepergian kedua tokoh tersebut sangat terasa berbekas rasa kesedihan dalam hati Nabi sehingga tahun kematian mereka disebut “Tahun Dukacita” dalam sejarah Islam.

Betapa tidak, dalam perlawanan gencar yang dilakukan kaum Quraisy terhadap Rasulullah, maka pamannya, Abu Thalib tampil memberikan dukungan. “Lanjutkan terus perjuanganmu wahai anak kemenakanku, paman ada di belakangmu”. Dalam sejarah, selagi pamamnya hidup, tidak ada satupun di antara pemuka-pemuka orang Quraisy yang bagak-bagak itu yang berani menyentuh Rasulullah. Maka Rasulullah terlindung di bawah pengaruh dan ketokohan pamannya Abu Thalib tersebut.

Sementara di saat Rasulullah memerlukan dana besar bagi membiayai dakwahnya membebaskan para budak yang tertindas, maka isterinya tampil memberikan hartanya dalam jumlah besar. “Kuserahkan hartaku ini kepadamu ya Rasulullah segala-galanya dan semua-muanya”. Maka dakwah Nabi sangat terbantu lewat harta yang diberikan isterinya.

Kini keduanya telah tiada, maka yang terjadi sepeninggal, Abu Thalib dan Khadijah adalah perlakuan orang Quraisy terhadap Rasulullah semakin brutal dan menjadi-jadi. Mereka sudah berani mencekik Rasulullah, melemparinya dengan kotoran unta tidak ketinggalan menghina dan mereka menyatakan tidak akan menerima dakwah Rasulullah, suatu hal yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Hal itu terjadi karena yang mereka segani sudah tiada.

Dalam kondisi seperti itu Rasulullah berharap penduduk Thaib dapat menerima dakwahnya sehingga beliau menuju Thaib. Tetapi penduduk Thaib pun menolak dakwahnya dan malahan melempari Rasulullah dengan batu sehingga pelipisnya terluka. Saat itu Rasulullah berdoa, artinya. “Ya Allah tunjukilah kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak tahu dakwah yang kubawa”. Di sinilah terjadi puncak masa-masa sulit yang dialami Rasulullah, hatinya benar-benar berdukacita sehingga disebut Tahun Dukacita.

Disebut sangat berduka, karena selain kedua pendukung utamanya wafat dalam waktu yang hampir bersamaan, perjalanan dakwahnya pun seakan mengalami jalan buntu. Ke mana lagi mau dihadapkan, orang Makkah tidak, orang Thaib juga tidak. Padahal dakwah ini mesti disampaikan. Ketiga hal itulah yang membuat hati Rasulullah sungguh sangat berdukacita tetapi tetap ada harapan ada jalan keluar dari kesulitannya. Dalam kondisi berdukacita seperti itu, Allah swt memberikan jalan keluar bagi Rasulullah dengan cara meng-isra mikraj-kan beliau dalam rangka, antara lain, untuk menghibur hati Nabi yang sedang bersedih itu.

Dari fakta sejarah di atas dapat diambil pelajaran bahwa kalau kita sedang berada dalam masa-masa sulit dari kehidupan ini perlu kiranya menghibur diri supaya semangat hidup muncul kembali untuk meniti kehidupan berikutnya sehingga dapat mengatasi masa-masa sulit yang sedang dihadapi.

Sewaktu bertemu dengan Allah swt dalam Isra Mikraj, hati Nabi sungguh sangat bahagia. Bersukacita dan terhibur, sampai-sampai beliau tidak ingin lagi pulang ke dunia, kalau tidak karena mengingat tugasnya menyampaikan dakwah. Padahal sebelum Isra Mikraj hati Rasulullah sangat bersedih dan berdukacita. Dalam pertemuannya dengan Allah beliau memohon agar dibantu menghadapi orang-orang kafir itu. “Ya Allah tolonglah kami dalam menghadapi orang-orang kafir itu”. (QS al-Baqarah; 2: 286)

Masa-masa sulit mulai surut karena permohonan Rasulullah sewaktu Isra Mikraj telah dikabulkan Allah swt. Maka setelah Isra Mikraj Nabi berhasil mengatasi masa-masa sulitnya dengan munculnya perkembangan besar bagi dakwah Islam, bukan dari orang Makkah dan penduduk Thaib, tetapi dari sejumlah penduduk Yatsrib yang terdiri dari Suku Aus dan Khazraj yang datang berhaji ke Makkah menemui Nabi dan menyatakan diri masuk Islam.

Sehingga pada tahun ke-13 kenabian  sebanyak 73 orang penduduk Yatsrib meminta Nabi agar berkenan pindah ke Yatsrib. Abbas paman Nabi, (yang saat itu belum masuk Islam) meminta jaminan dari orang-orang Yatsrib tersebut tentang keselamatan Rasulullah kalau  pindah ke Yastrib. Mereka berikrar memberikan jaminan. “Biar harta dan jiwa kami habis dan hancur akan kami pertaruhkan bagi keselamatan Muhammad,” ujar Abbas. Abbas mengizinkan kemenakannya itu berhijrah ke Yatsrib setelah mendapat jaminan dari penduduk Yatsrib.

Masa-masa sulit berakhir. Nabi berhasil mengatasinya tetapi muncul kesulitan lain, yaitu orang-orang Quraisy bertekad hendak memerangi Nabi dan kaum muslimin yang melindunginya dengan jumlah seribu pasukan pada tahun ke-2 hijrah. Izin perang sudah dikeluarkan Allah tetapi Rasulullah tidak terbiasa berperang, lagi pula jumlah pasukan umat Islam yang dapat terkumpul hanya tiga ratus orang melawan seribu orang. Kekhawatiran Nabi muncul karena jika jumlah pasukan yang kecil ini kalah dalam perang tersebut siapa lagi yang akan menyembah Allah di muka bumi ini?

Kembali Nabi memohon pertolongan Allah swt, maka tiga bulan menjelang perang Badr, Nabi selalu berdoa agar umat Islam mendapat pertolongan Allah swt. Kali ini pertolongan Allah swt datang melalui malaikat yang berbaris-baris. Permohonan Rasulullah SAW tersebut diabadikan Allah swt dalam Alquran, artinya, “Ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, dengan mendatangkan bantuan seribu malaikat yang datang berbaris-baris”  (QS al-Anfal: 9-12), sehingga hati Nabi tenang dan umat Islam menang dalam perang tersebut.

Tantangan perang dari kaum Quraisy terus berlanjut, dari Perang Badr, Uhud, Ahzab sampai Perjanjian Hudaibiyah semuanya berhasil diatasi Rasulullah. Terakhir, Penaklukan Kota Makkah pada tahun ke-8 Hijrah. Rasulullah mempersiapkan sepuluh ribu pasukan berangkat menuju Makkah,  menjelang Makkah pasukannya diberhentikan. Rasulullah mengutus sahabat mengajak Abu Sofyan dan anaknya Muawiyah serta pamannya Abbas masuk Islam, merekapun bersedia memeluk Islam. Dengan demikian penaklukan Kota Makkah berhasil sukses.

Rasulullah telah berhasil mengatasi masa-masa sulit, dengan penaklukan Kota Makkah orang  berduyun-duyun masuk Islam, masa-masa sulit telah berlalu. Mari kita contoh. Ya Allah berikanlah kepada kami banyak tantangan, tetapi berikan juga kepada kami ketabahan hati untuk mengatasinya, agar kami sukses menjadi bagian dari manusia terbaik! Wa Allahu a’lam bi ash-Shawab.

Referensi : Saat Di Masa Masa Sulit 







Doa Menghadapi Ujian Hidup, Ketahui Manfaat Keutamaannya

Doa Menghadapi Ujian Hidup, Ketahui Manfaat Keutamaannya

Doa Menghadapi Ujian Hidup, Ketahui Manfaat Keutamaannya. Pepatah yang mengatakan bahwa hidup tidak mudah, sepertinya memang benar adanya. Di mana berbagai masalah hidup selalu datang dan menjadi ujian bagi setiap orang. Tidak jarang, masalah-masalah yang dihadapi dalam hidup terasa berat dan sulit dilalui. Ini sering kali menjadi sumber stres yang bisa mengganggu kesehatan fisik dan mental bagi seseorang.

Meskipun itu, jika masalah dihadapi dengan penuh semangat tentu akan lebih mudah dilalui. Bukan hanya itu, kesabaran juga menjadi hal penting yang perlu ditanamkan dalam hati selama menghadapi cobaan hidup. Dengan hati yang sabar, Anda dapat menguatkan diri sendiri untuk terus berusaha dan melakukan hal yang terbaik untuk melewati segala bentuk ujian. 

Terdapat beberapa doa menghadapi ujian yang bisa Anda praktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Anda bisa membaca doa ini setelah selesai shalat atau juga bisa dibaca kapan pun saat waktu senggang.

Doa menghadapi ujian yang pertama yaitu doa agar diselamatkan dari bencana. Doa ini dapat dibaca untuk memohon keselamatan dari ujian dunia serta siksa api neraka di akhirat. Anda bisa membaca doa ini setiap selesai salat lima waktu. Berikut adalah doa agar diberikan keselamatan dari bencana dan ujian yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari :

Allāhummaftah lanā abwābal khair, wa abwābal barakah, wa abwāban ni‘mah, wa abwābar rizqi, wa abwābal quwwah, wa abwābas shihhah, wa abwābas salāmah, wa wa abwābal ‘āfiyah, wa abwābal jannah. Allāhumma ‘āfinā min kulli balā’id duniyā wa ‘adzābil ākhirah, washrif ‘annā bi haqqil Qur’ānil ‘azhīm wa nabiiyikal karīm syarrad duniyā wa ‘adzābal ākhirah. Ghafarallāhu lanā wa lahum bi rahmatika yā arhamar rāhimīn. Subhāna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mā yashifūn, wa salāmun ‘alal mursalīn, walhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn.

Artinya: Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah, dan pintu surga. Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hak al-Qur’an yang agung dan derajat nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai, Dzat Yang Maha Pengasih. Maha Suci Tuhanmu, Tuhan keagungan, dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.

Doa Saat Tertimpa Musibah

Doa menghadapi ujian berikutnya yaitu doa yang dibaca saat tertimpa musibah. Seperti diketahui, setiap orang tentu menemui berbagai permasalahan atau musibah yang datang dalam hidup. Meskipun termasuk kondisi yang tidak dapat dihindari, namun umat muslim dapat memohon pertolongan dan perlindungan pada Allah dari musibah atau cobaan yang sedang dialami. Berikut adalah doa saat tertimpa musibah yang bisa Anda baca dalam kehidupan sehari-hari :

Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘un. Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ.

Artinya : “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.”

Doa menghadapi ujian berikutnya berupa doa untuk memohon kemudahan dalam menerima kenyataan. Saat tertimpa suatu musibah, tentu tidak mudah bagi setiap orang untuk menerima kenyataan yang ada. Seperti ketika ditinggalkan oleh orang terdekat, baik orang tua, anggota keluarga, sahabat, atau pasangan yang meninggal.

Meskipun begitu, dalam Islam diajarkan untuk tidak boleh larut dalam kesedihan terlalu lama. Sebab, setiap ujian yang diberikan oleh Allah merupakan suatu berkah yang dapat memberikan kebaikan. Berikut adalah doa agar mudah menerima kenyataan yang dapat dipraktikkan :

Hasbiyallāhu wa ni‘mal wakīl.

Doa Memohon Kebaikan Sepanjang Hari

Doa menghadapi ujian terakhir berupa doa yang dibaca untuk memohon kebaikan sepanjang hari. Doa ini dapat dibaca setiap selesai salat maupun dibaca kapan saja saat waktu senggang. Dengan membaca doa ini, Anda bisa memohon kepada Allah agar diberikan berkah kebaikan sepanjang hari. Doa ini mencakup permohonan pertolongan dan petunjuk dari Allah. Berikut adalah bacaan doa memohon kebaikan sepanjang hari yang bisa Anda praktikkan dalam keseharian :

Allâhumma innî as’aluka khaira hâdzal yaum, fathahu, wa nashrahu, wa nûrahu, wa barakatahu, wa hudâhu. Allâhumma innî as’aluka khaira hâdzal yaum wa khaira mâ fîhi wa khaira mâ qablah, wa khaira mâ ba’dah. Wa a‘ûdzubika min syarri hâdzal yaum, wa syarri mâ fîhi wa syarri mâ qablah, wa syarri mâ ba’dah.”

Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar memperoleh kebaikan, pembuka (rahmat), pertolongan, cahaya, berkah, dan petunjuk di hari ini. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan hari ini, kebaikan apa yang ada di dalamnya, kebaikan hari sebelumnya, dan kebaikan hari setelahnya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan hari ini, keburukan apa yang ada di dalamnya, keburukan hari sebelumnya, dan keburukan hari sesudahnya.”

Setelah mengetahui beberapa doa menghadapi ujian yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terakhir Anda perlu mengetahui beberapa jenis ujian Allah yang dapat meningkatkan takwa. Dengan mengetahui beberapa jenis ujian ini, Anda bisa memahami bahwa ujian yang diberikan Allah selalu memberikan suatu kebaikan bagi hambanya.

Dengan begitu, ujian yang dihadapi diharapkan dapat memberikan pelajaran yang berarti bagi siapa saja yang mengalaminya. Berikut beberapa jenis ujian Allah yang dapat meningkatkan takwa perlu diketahui :

  • Ujian rasa takut. Allah memberikan ujian dalam bentuk rasa takut agar hambanya bisa kembali dan terus mengingat Pencipta-Nya. Bahwa hanya Allah yang memiliki kekuatan dan hanya Allah yang dapat memberikan perlindungan serta pertolongan bagi hambanya.
  • Ujian kelaparan. Allah memberikan ujian berupa rasa lapar dan haus pada hambanya, agar setiap manusia selalu mengingat Allah dan memahami kebutuhan ruhiyahnya. Meskipun merupakan suatu ujian, namun terdapat kenikmatan yang dapat dirasakan secara bersamaan. Seperti ketika ibadah puasa di bulan Ramadan, memungkinkan setiap umat muslim untuk belajar menahan hawa nafsu dan melatih kesabaran untuk mendapatkan rahmat Allah Swt
  • Ujian kekurangan harta, nyawa, dan kenikmatan lainnya. Allah memberikan ujian berupa harta atau kenikmatan yang kurang untuk meminimalisir kesombongan bagi setiap hambanya. Hal ini juga mendorong setiap manusia untuk selalu mengingat Allah Swt, Dzat yang memiliki segala kekuatan dan hanya kepada Allah manusia mendapat rezeki dan berkah yang bermanfaat.
Referensi : Doa Menghadapi Ujian Hidup, Ketahui Manfaat Keutamaannya








Ceramah Motivasi di Masa Sulit, (KH Zainudin MZ: Surat Ar-Ra'd)

Ceramah Motivasi di Masa Sulit, (KH Zainudin MZ: Surat Ar-Ra'd)

KH Zainudin MZ dikenal dengan julukan seribu dai dan julukan istimewa lainnya berkat ilmu agama Islamnya yang sangat matang.  Cara ceramah dari KH Zainudin MZ berbeda dari dai yang lain di Indonesia, sangat tegas namun tidak menakutkan.  KH Zainudin MZ pernah menyampaikan ceramah yang penuh dengan motivasi untuk melewati masa sulit.

Menurut KH Zainudin MZ, kita harus membekali diri kita dengan keyakinan tinggi terhadap ALLAH SWT ketika menghadapi masa sulit. Tidak lupa kita harus berjuang, sesuai aturan dari Al-Qur'an, dan surah Ar Ra'd harus menjadi rule of thinking atau cara berpikit umat Islam.  Saya yakin tidak ada Tuhan selain Allah, saya tidak akan minta tolong kecuali hanya kepada Allah.

Saya tidak akan pernah takut kecuali hanya kepada Allah, saya tidak akan menggantungkan hidup kecuali hanya kepada Allah saya tidak akan minta Rizky kecuali hanya kepada Allah.  Saya tidak akan Melarikan persoalan kecuali hanya kepada Allah, kalau konsekuen dengan keyakinan ini Mbah Dukun Gak dapat tempat.  Lihatlah secara sederhana, saya sandaran di tiang tiangnya ambruk sayanya jatuh, saya sandaran di tembok temboknya runtuh, saya juga runtuh saya sandaran kepada orang kaya dia jatuh miskin saya bangkrut.

saya sandaran kepada Jenderal tiap pensiun saya selesai, tapi kalau saya sandaran hanya kepada Allah Allah tidak akan pernah miskin.  Allah tidak akan pernah lumpuh, Allah tidak akan pernah terpuruk dan Allah tidak akan pernah berkurang kekuasaannya, maka umat Islam sesulit apapun zaman yang kita hadapi Allah juga tempat kita bersandar.

Selama ini kita iman dalam ucapan tapi sekuler dalam perbuatan, di mesjid ada Allah, di kantor Allah tidak ada maka korupsi merajalela.  Kita iman dalam ucapan tapi sekuler dalam perbuatanmu Oleh karena itu sesulit apapun zaman yang kita hadapi Iman jugalah pegangan kita Allah juga tempat kita bersandar.  boleh Saman berubah aqidah jangan sampai goyah karena iman kita hidup untuk iman kita berjuang dan dalam iman kita ingin kembali menghadap Allah

Intan paling mahal mutiara paling berharga tidak lain adalah nilai-nilai keimanan kalau itu sudah tergadai Apa lagi yang bisa kita banggakan dalam kehidupan ini.  tidak merasa harta kita berharga belum ada artinya ketimbang Iman,kedudukan kita punya nilai pun belum ada artinya ketimbang dengan nilai-nilai keimanan itu instan paling mahal itu mutiara paling berharga

harta baru ada manfaatnya kalau dilandasi dengan iman, jabatan dan kedudukan baru terasa gunanya kalau dilandasi dengan keimanan.  kalau jabatan lepas dari Imam yang akan lahir Firaun Firaun baru jelas kalau harta terlepas dari iman yang akan muncul adalah konglomerat Merak Qorun.  kalau ilmu pengetahuan terlepas dari nilai dasar keimanan maka yang akan muncul adalah ilmuwan-ilmuwan pelacur yang menyalahkan yang benar membenarkan yang salah untuk kepentingan pribadi

dan kondisi seperti itu tidak akan membuat kita makin sehat, menghadapi zaman susah tetap jaga aqidah.  tetap pelihara keyakinan, kesulitan bukan untuk ditakuti untuk diatasi, hidup adalah kerja keras bukan keajaiban.  perubahan tidak akan datang hanya dengan simsalabim abrakadabra perubahan tidak akan muncul hanya dengan berandai-andai. perubahan tidak akan turun dari langit seperti turunnya embon diwaktu malam perubahan adalah kerja keras sehingga al-qur'an membimbing kita 

Allah tidak akan mengubah keadaan suatu bangsa kalau mereka tidak mau mengubah apa yang ada didalam diri mereka yang ada di dalam diri itu rule of thinking atau state of mind.  cara kita berpikir cara kita memandang kehidupannya cara kita mengatasi persoalannya boleh zaman berubah aqidah jangan sampai goyah silakan masa berganti tapi keyakinan Jangan mati sekali Lailahaillallah sampai tetes darah paling penghabisan tetap. 

Referensi : Ceramah Motivasi di Masa Sulit, (KH Zainudin MZ: Surat Ar-Ra'd)

Rumus Menghadapi Masalah Dalam Pandangan Islam

Rumus Menghadapi Masalah Dalam Pandangan Islam

Rumus Menghadapi Masalah Dalam Pandangan Islam. Dalam kehidupan ini, tentunya banyak terjadi masalah dan ujian hidup. Terkadang, kita merasa hidup itu berat dan seolah tak pernah terlihat jalan keluar. Kita sudah lelah menemukan “apa-mengapa-bagaimana” semua ini bisa terjadi.  Kita mungkin akan selalu bertahan menjalaninya dengan perasaan yang pastinya berbeda-beda. Mungkin hanya bisa pasrah, dan mungkin dengan berharap, suatu saat akan ada jalan atau titik terang dari permasalahan yang sedang dihadapi. Jadi, apabila kita sudah mencapai titik di mana tidak bisa ditoleransi oleh akal kita, maka jangan pernah lupa bahwa sesungguhnya Allah SWT memang memberikan banyak “masalah” kepada kita. 

Tidak bisa dipungkiri bahwa pastinya setiap individu pernah melakukan atau mencari cara menghadapi masalah hidup yang sedang dialaminya. Karena sudah menjadi ketentuan atau takdir Allah SWT kepada hamba-Nya, bahwa tidak selamanya kita akan terus merasakan kebahagiaan.

Tidak sedikit, masalah yang dialami seseorang dalam kehidupannya akan membuat cemas, stres, bahkan jika tidak segera diatasi bisa memicu terjadinya gangguan serius, seperti depresi.

Mengutip dari pikiran-rakyat.com, untuk menghadapi berbagai masalah seberat apapun itu, Ustaz Adi Hidayat (UAH) memberikan 3 rumus.

Pertama, Ustaz Adi Hidayat mengatakan bahwa, setiap masalah yang diberikan Allah SWT adalah untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Kalau sudah paham dengan rumus pertama, Anda tidak akan pernah mengeluh, Insya Allah,” ujarnya, dilansir PORTAL JEMBER dari YouTube ceramah pendek yang diunggah 28 November 2017.

Rumus kedua, ingatlah bahwa ujian hanya diberikan kepada orang yang mampu menghadapinya. "Yang tidak sanggup tidak akan dititipkan (masalah),” tulisnya.

Kemudian yang ketiga ini adalah yang paling penting, yakni setiap ujian yang sulit akan selalu bersanding dengan solusi yang mudah.

“Ini rumusnya,” tegas Ustaz Adi Hidayat. Lebih lanjut, hal tersebut menurut UAH terdapat dalam Al-Qur'an surah Al-Insiroh "Alam nasroh laka sodrok."

Selain itu, Ustaz Adi Hidayat mengatakan bahwa sifat Allah SWT tidak pernah menginginkan yang sulit bagi hamba-Nya.

Hal tersebut tertera dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 185, berikut isinya.

“Allah menginginkan setiap hamba itu mudah dalam kehidupannya dan tidak berkehendak setiap hamba memiliki kesulitan hidup.”

“Jadi kalau Anda mengalami kesulitan tidak pernah tuntas, yang salah bukan Allah, yang salah Anda karena Anda tidak mau keluar dari kesulitan itu,” ungkapnya.

Kemungkinan lainnya adalah ketika diberi masalah tapi tidak mengambil cara jalan keluar yang diberikan Allah SWT. Di samping itu, UAH menyarankan ketika dalam masalah, tanamkan keyakinan dalam diri dengan kata-kata positif.

Melansir dari bengkaliskab.go.id, di dalam islam ada beberapa cara mengatasi masalah dalam hidup, di antaranya sebagai berikut:

1. Wudhu

Jiwa kita akan menjadi tenang jika membiasakan diri mengambil wudhu sebelum melakukan pekerjaan. Kerja yang susah akan menjadi senang dan mudah diselesaikan. Selama ini kita mengetahui bahwa berwudhu berfungsi untuk mensucikan diri dari najis dan hadas.

Namun tahukah Anda, berwudhu juga bisa jadi penawar racun hati. Di saat sedih dan gelisah, kita dianjurkan untuk berwudhu sehingga dosa-dosa akan luntur dan jiwa lebih tenang. Sebab Allah SWT menyukai orang-orang yang mensucikan diri (berwudhu), sebagaimana firman-Nya:

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).

2. Salat

Di dalam salat ada ketenangan jiwa dan ketentraman bagi pikiran, salat merupakan pintu dari pintu-pintu yang denganya bisa membantu untuk menghilangkan dan menutup penatnya dunia. Allah Ta’ala berfirman:

“Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu." (QS al-Baqarah: 45).

3. Membaca Al-Qur'an

Allah SWT berfirman yang artinya :

“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-A’raaf:204).

Membaca Al-Qur'an salah satunya dapat membuat diri kita tenang. Hal ini karena di dalam Al-Qur'an terdapat berbagai petunjuk yang jika dipahami akan benar-benar mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan sebagai bentuk petunjuk.

4. Doa

Rasulallah Shalallahu alaihi wasallam telah mengajarkan kepada kita (umatnya) tatkala turun sebuah musibah atau terkena sebuah masalah, untuk menghilangkan kesedihan dan kegelisahan yang ada, beliau mengucapkan: “Wahai Dzat yang Maha Hidup lagi berdiri sendiri, dengan kasih sayang-Mu saya memohon pertolonganMu."

Doa ini sangat bermanfaat untuk menghilangkan sebuah musibah baik sebelum turunnya bencana tersebut mau pun sesudah turunnya, hal itu sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis shahih dari Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam, beliau bersabda:

“Tidak ada yang mampu menolak takdir kecuali doa”. Shahihul jami’.

5. Tawakkal atau Berserah Diri Kepada Allah SWT

Allah SWT berfirman yang artinya:

“Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. ath-Thalaaq: 3).

Dalam ayat ini sebagai dalil yang kuat tentang keutamaan tawakkal, di mana tawakal merupakan sebab terbesar untuk memperoleh maslahat dan menolak mara bahaya. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatur segala urusan alam ini sesuai dengan yang Ia kehendaki, di tangan-Nya segela perkara dibolak-balikkan. Allah Ta’ala berfirman:

“Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada izin-Nya." (QS. Yunus: 3).

6. Sedekah

Dalam Al-Qur'an banyak ditemukan firman Allah yang memerintahkan kita untuk bersedekah dan membelajakan sebagian harta kita di jalan kebaikan. Namun, sayang kebanyakan kita tidak menghiraukan perintah tersebut. Kita khawatir kalau bersedekah akan mengurangi jumlah harta kita. Sifat kikir dan tamak mendorong kita untuk enggan membayar zakat, infak dan sedekah. Padahal, manfaat sedekah itu sebenarnya akan kembali kepada diri kita juga.

“Wahai orang-orang yang beriman! Sebarkanlah sebahagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kamu, sebelum tibanya hari (kiamat) yang tidak ada jual beli padanya dan tidak ada kawan (yang memberi manfaat), serta tidak ada pula pertolongan syafaat dan orang-orang kafir, mereka itulah orang-orang yang zalim. Tentang sedekah bisa menjadi jalan keluar bagi permasalahan tidak perlu meragukannya, karena kita hanya perlu mencoba untuk selalu sedekah dengan ikhlas.” (Q.S Al-Baqarah :254).

Referensi : Rumus Menghadapi Masalah Dalam Pandangan Islam













Hal yang Orang Lupakan Saat Ada di Masa-masa Sulit Dalam Kehidupan

Hal yang Orang Lupakan Saat Ada di Masa-masa Sulit Dalam Kehidupan

Hal yang Orang Lupakan Saat Ada di Masa-masa Sulit Dalam Kehidupan. Pasti kamu tidak asing mendengar pepatah "hidup itu ibarat roda yang berputar". Adakalanya berada di atas dalam artian hidupmu berjalan sangat baik sesuai dugaanmu dan adakalanya pula berada di bawah yang membuatmu merasakan pahitnya kehidupan. Ketika rasanya hidupmu sedang menurun yang membuatmu merasa sedih, jangan biarkan pikiranmu terpenuhi oleh pemikiran pesimis dan suram.

1. Semua hal buruk akan berakhir

Semuanya akan berakhir, entah itu hal baik atau buruk tidak akan bertahan selamanya. Ketika kamu berada pada situasi yang sulit, kamu mungkin berfikir seolah-olah situasi itu tidak akan pernah berakhir. Tetapi itu hanya persepsi subjektif yang membuat pikiranmu cenderung memperluas peristiwa negatif saat terjadi dan tampak kamu mengalami lebih banyak situasi sulit seolah-olah hal tersebut akan terus berjalan untuk waktu yang lama.

Namun demikian, bahkan situasi terburuk pun akan berakhir pada titik tertentu. Terkadang kamu perlu melakukan sesuatu untuk membuat situasi buruk berakhir dengan cepat. Di lain waktu, situasi buruk hanya akan layu dan mati dengan sendirinya, dan yang bisa kamu lakukan hanyalah memiliki kesabaran dan menunggu.

2. Kamu telah mengatasi tantangan sebelumnya

Cara lain untuk mengatasi perasaan bahwa situasi buruk tidak akan pernah berakhir adalah dengan memikirkan situasi serupa yang pernah kamu alami di masa lalu dan kamu berhasil mengatasinya. Ketika kamu melakukan ini, itu berfungsi sebagai pengingat kemampuanmu untuk menangani tantangan dan meloloskannya. Pemikiran ini akan meningkatkan rasa percaya diri dan menghilangkan rasa tidak berdaya. Pergeseran sikap ini kemungkinan besar akan memotivasi kamu untuk bertindak dan membuat kamu berhasil mengatasi situasi buruk yang kamu alami.

3. Kamu adalah pribadi yang kuat

Ketika keadaan menjadi sulit, kadang kamu lupa untuk melihat kekuatanmu dan hanya menyadari kekurangan diri. Kamu melihat dirimu sebagai pecundang, tidak mampu mengatasi situasi sulit. Tetapi ini tidak pernah benar. Sama seperti orang lain di luar sana, kamu memiliki kombinasi kekuatan dan kelemahan.

Kuncinya adalah untuk mengingatkan diri bahwa kamu memiliki banyak kekuatan dengan cara mulai memikirkan beberapa hal kekuatan dirimu secara khusus dan melakukan pemeriksaan mental terhadap beberapa kekuatan dirimu. Dengan melakukan ini, persepsi negatif kamu tentang dirimu akan bergeser dan menjadi lebih seimbang.

4. Terjadi pada semua orang

Sering kali ketika menghadapi kesulitan, pemikiranmu akan menipu agar percaya bahwa ini hanya terjadi pada dirimu. Orang lain tidak melewati kesulitan yang kamu lalui. Sepertinya alam semesta berkomplot melawanmu dan ingin menyakiti dirimu.

dengan sedikit refleksi jernih, kamu akan segera menyadari bahwa ini tidak benar. Mungkin kamu hampir tidak menyadari masalah orang lain yang membuatnya tampak seperti mereka memilikinya jauh lebih baik daripada masalahmu. Ini sangat tidak mungkin. Jadi ingat, bahwa apa pun yang terjadi padamu dalam bentuk yang sama atau yang terkait, dapat terjadi pada hampir semua orang.

5. Masa sulit adalah pembelajaran pengalaman

Kebanyakan pembelajaran dalam hidup berasal dari trial and error. Ketika segala sesuatu tidak berjalan seperti yang kamu inginkan, hal terbaik yang dapat kamu lakukan adalah mencoba memahami mengapa hal ini terjadi dan belajar dari pengalaman. Dengan belajar dan menerapkan pembelajaran itu, pada akhirnya kamu akan membalikkan keadaan menjadi lebih baik.

6. Kamu Selalu Dapat Meminta Bantuan

Ketika menghadapi saat-saat sulit, ada baiknya untuk mengingat bahwa ada orang dalam hidupmu yang dapat kamu andalkan untuk meminta bantuan. Bahkan jika kamu bukan orang paling sosial di dunia dan kamu tidak memiliki banyak teman atau keluarga besar, masih ada orang dalam hidupmu yang dapat kamu andalkan.

Orang-orang ini membentuk sistem dukungan sosialmu. Sering kali, hanya memikirkan mereka dan menyadari bahwa mereka ada untukmu jika kamu membutuhkan mereka dapat memberimu banyak kenyamanan emosional dan itu memberimu lebih banyak keberanian untuk terdorong maju. Kamu bahkan mungkin tidak perlu meminta bantuan mereka. Hanya mengetahui itu tersedia akan memberanikanmu dan itu sudah cukup.

7. Ada banyak hal yang harus disyukuri

Beberapa hal mungkin tidak berjalan baik dalam hidupmu. Tetapi jika kamu memikirkannya, masih ada banyak hal yang berjalan baik dalam hidupmu dan masih banyak yang harus disyukuri. Mungkin hubungan percintaanmu sedang bermasalah, tetapi kamu memiliki karier yang hebat. Mungkin karirmu dalam masalah, tetapi kamu masih memiliki kesehatan dan keluarga. Dan ada begitu banyak hal kecil tetapi penting untuk disyukuri: berjalan-jalan di taman, secangkir kopi, matahari terbenam yang indah, dan percakapan santai.

Ketika melewati masa-masa sulit dalam hidup, pikirkan hal ini sejenak dan mulai perhatikan hal-hal yang harus disyukuri. Hal ini benar-benar akan mengubah perspektifmu. Kamu akan menyadari bahwa masa sulitmu tidak seburuk itu, dan kehidupanmu layak untuk diapresiasi.

Masa-masa sulitmu akan berakhir dimulai dengan langkah awal dirimu berada dalam pola pikir yang benar dan keadaan emosional yang tepat. Jadi, hal mana yang kamu lupakan saat dirimu berada pada masa-masa sulit? Sudah tahu 'kan hal apa yang harus kamu benahi.

Referensi : Hal yang Orang Lupakan Saat Ada di Masa-masa Sulit Dalam Kehidupan







Kenaikan harga menurut pandangan dalam Islam

Kenaikan harga menurut pandangan dalam Islam

Perekonomian adalah salah satu penopang dalam kehidupan Negara. Perekonomian Negara yang kokoh akan mampu menjamin kesejahteraan dan kemampuan rakyat. Salah satu penunjang perekonomian Negara adalah kesehatan pasar. Kesehatan pasar, sangat tergantung pada mekanisme pasar yang mampu menciptakan harga yang seimbang yaitu tingkat harga yang dihasilkan oleh interaksi antara kekuatan permintaan dan penawaran yang sehat.

Ekonomi Islam memandang bahwa pasar, negara, dan individu berada dalam keseimbangan, tidak boleh ada kesenjangan, sehingga salah satunya menjadi dominan dari yang lain.  Pasar dijamin kebebasannya dalam Islam. Pasar bebas menentukan cara-cara produksi dan harga, tidak boleh ada gangguan yang mengakibatkan rusaknya keseimbangan pasar. Namun dalam kenyataannya sulit ditemukan pasar yang berjalan sendiri secara adil. Distorasi pasar tetap sering terjadi.

Kasus yang sedang terjadi saat ini adalah, kenaikan harga daging sapi sudah tidak wajar. Sudah hampir sepekan harga daging sapi melonjak tajam mencapai 110.000 / per kg, yang diikuti dengan aksi mogok para pedagang untuk berjualan. Di susul lagi saat ini harga cabai sudah mencapai 70 ribu rupiah per kilonya.

Bagaimana islam menyikapi kenaikan harga ekonomi seperti saat ini?

Konsep makanisme pasar dalam Islam dapat dirujuk dari hadits Rasulullah Saw, sebagaimana disampaikan oleh Sayyidina Anas Bin Malik RA, sehubungan dengan adanya kenaikan harga-harga barang di kota Madinah. Dalam hadits ini terlihat dengan jelas bahwa Islam jauh lebih dahulu, kurang lebih 1160 tahun telah mengajarkan konsep mekanisme pasar.

Dalam hadits tersebut diriwayatkan sebagai berikut :

“Harga melambung pada zaman Rasulullah SAW. Orang-orang ketika itu mengajukan saran kepada Rasulullah dengan berkata: “Ya Rasulullah hendaklah engkau menetukan harga”. Rasulullah SAW. berkata: ”Sesungguhnya Allah-lah yang menetukan harga, yang menahan dan melapangkan dan memberi rezeki. Sangat aku harapkan bahwa kelak aku menemui Allah dalam keadaan tidak seorang pun dari kamu menuntutku tentang kezaliman dalam darah maupun harta.

Inilah teori ekonomi Islam mengenai harga. Rasulullah SAW dalam hadits tersebut tidak menentukan harga. Ini menunjukkan bahwa ketentuan harga itu diserahkan kepada mekanisme pasar yang alamiah impersonal. Rasulullah menolak tawaran itu dan mengatakan bahwa harga di pasar tidak boleh ditetapkan, karena Allah-lah yang menentukannya.

Sungguh menakjubkan, teori Rasulullah tentang harga dan pasar. Kekaguman ini dikarenakan, ucapan Nabi Saw itu mengandung pengertian bahwa harga pasar itu sesuai dengan kehendak Allah yang sunnatullah.

Beliau sebagai seorang pemimpin sangat mengetahui betul bahwa harga pasar tidak boleh ditentukan oleh kebijakan seorang pemimpin, tetapi Pasar bebas menentukan cara-cara produksi dan harga, tidak boleh ada gangguan yang mengakibatkan rusaknya keseimbangan pasar karena adanya tangan-tangan yang mempunyai kepentingan bagi individunya atau kelompoknya.

Di samping itu para pebisnis muda muslim jangan terlalu khawatir dengan kondisi kenaikan harga-harga yang tidak lazim ini, insyaAllah kita akan di mudahkan dalam berbagai urusan bisnis selama istiqomah dalam menjalankan bisnisnya secara islami.

Referensi : Kenaikan harga menurut pandangan dalam Islam













Susah Menghadapi Kesulitan dan Ujian Dunia? (Ustadz Adi Hidayat Sebut Kunci Jawabannya)

Susah Menghadapi Kesulitan dan Ujian Dunia? (Ustadz Adi Hidayat Sebut Kunci Jawabannya)

Pada dasarnya, ketika menjalani kehidupan di bumi, manusia senantiasa akan menghadapi beberapa kesulitan. Dalam Islam, ketika dihadapi suatu ujian atau kesulitan dalam hidup, bersabar dan beribadah kepada Allah menjadi jawabannya.  Ustadz Adi Hidayat mengatakan dalam tausiahnya bahwa orang yang senantiasa menjalankan perintah Allah, senantiasa akan selalu dilindungi oleh-Nya dari kesulitan.   
"Allah bersabda "Saya pastikan dalam keadaan nyamanmu seperti dulu ataupun kau bimbang seperti sekarang Tuhanmu tidak akan pernah meninggalkanmu atau menuduhmu gila." Orang-orang yang dekat dengan Allah SWT maka Allah akan menjaganya baik dalam keadaan tenang dan nyaman ataupun dalam kesulitan yang luar biasa," kata Ustadz Adi Hidayat. 
"Lalu Allah berkata "Nanti saya akan tunjukan kepadamu jika kamu telah tabah dan sabar menerima cacian mereka, menerima tuduhan mereka," Gapapa inikan muqoddimah masa kamu masih panjang, perjalanan kamu masih panjang dalam berdakwah, kehidupan kamu masih panjang membawa tugas dan misi," ujarnya.

Menurut Ustadz Adi Hidayat, prinsip kehidupan yang perlu dijalani oleh manusia yakni beribadah secara ikhlas dan tulus karena Allah swt dan menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah. Maka balasannya Allah akan selalu berada disisi hambanya tersebut dan tidak akan meninggalkannya dengan kesulitan yang membebaninya.

"Jadi pinsip dalam kehidupan kita jika anda menggantungkan hidup kepada Allah SWT, Anda bersandar dengan baik kapada Allah. Maka ayat-ayat ini akan mengatakan kepada teman-teman sekalian Allah tidak akan pernah meninggalkan Anda alam setiap kehidupan Anda," ujar Ustadz Adi Hidayat.

Tak hanya itu Allah SWT juga akan memberikan kenikmatan dikahirat untuk hambanya yang senantiasa bersabar dalam menghadapi kehidupan. Mereka akan menikmati kehidupan yang damai jauh dari caci maki dan segala kesulitan yang dialami di bumi.

"Kata Allah "Nanti saat kamu tiba di akhirat saya akan tunjukan kepadamu ada yang lebih hebat yang tidak pernah engkau rasakan sebelumnya saat dibumi." Tidak akan ada lagi kesulitan yang kamu hadapi, tidak akan ada lagi cacian yang kemudain kamu hadapi, tidak ada lagi kemudian tuduhan yang kemudian kamu rasakan. Aku akan berikan apapun sampai kamu puas," ujarnya.
Referensi : Susah Menghadapi Kesulitan dan Ujian Dunia? (Ustadz Adi Hidayat Sebut Kunci Jawabannya)