This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Jumat, 12 Agustus 2022

Tips Mengatasi Kerusakan Moral Khususnya Para Remaja Islam

Tips Mengatasi Kerusakan Moral Khususnya Para Remaja Islam.

Tips Mengatasi Kerusakan Moral Khususnya Para Remaja Islam. Dahulu bangsa Indonesia dikenal karena moral rakyatnya yang berbudi pekerti luhur, santun dan beragama. Sayang citra baik ini tidak di jaga. Perlu diingat modal kemajuan suatu bangsa sangat didukung generasi yang cerdas, bijak dan bermoral. Namun akhir-akhir ini, gejala kemerosotan moral benar-benar mengkhawatirkan. Masalah ini bukan hanya menimpa kalangan orang dewasa dalam berbagai jabatan dan profesinya, melainkan juga telah menimpa kalangan pelajar yang diharapkan dapat melanjutkan perjuangan bangsa.

Masalah-masalah moral pun telah menjadi persoalan yang banyak menyita perhatian dari banyak kalangan, terutama dari pendidik, alim ulama, tokoh masyarakat, dan orang tua. Meskipun telah banyak usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah moral, namun hasilnya masih belum menggembirakan. Kita patut prihatin atas kondisi moralitas bangsa ini. Betapa tidak, moralitas, sebagai hasil dari pendidikan, ternyata tidak bisa disebut membanggakan. Moralitas yang ada justru sangat jauh dari nilai-nilai normatif yang selama ini dijunjung tinggi. Semua itu sungguh sangat disayangkan dan telah mencoreng kredibilitas dunia pendidikan. Para pelajar yang seharusnya menunjukkan akhlak yang baik, justru malah menunjukkan tingkah laku yang buruk. Untuk mengatasi berbagai kerusakan moral yang terjadi di masyarakat maka solusi yang untuk menanggapi masalah tersebut adalah sebagai berikut:
  • Untuk menghindari salah pergaulan, kita harus pandai memilah dan memilih teman dekat. Karena pergaulan akan sangat berpengaruh terhadap etika, moral, dan akhlak. Karena kepribadian manusia akan terpengaruhi dari pergaulan itu sendiri. Apabila seseorang bergaul di lingkungan yang baik,maka ia akan timbul kepribadian yang baik juga. Dan apabila seseorang bergaul pada kondisi lingkungan yang kurang baik,maka akan timbul kepribadian yang kurang baik juga.
  • Peran orang tua sangat penting dalam pembentukan karakter seseorang, terutama dalam mengenalkan pendidikan agama sejak dini. Perhatian dari orang tua juga sangat penting. Karena pada banyak kasus, kurangnya perhatian orang tua dapat menyebabkan dampak buruk pada sikap anak. Seperti halnya karena kurangnya perhatian orang tua,seseorang akan cenderung melampiaskan amarahnya pada orang lain dengan tindakan yang tidak wajar dilakukan oleh kaum muda.
  • Memperluas wawasan dan pengetahuan akan sangat berguna untuk menyaring pengaruh buruk dari lingkungan, misalnya kebiasaan merokok. Orang-orang menganggap bahwa merokok meningkatkan kepercayaan diri dalam pergaulan. Padahal jika dilihat dari sisi kesehatan, merokok dapat menyebabkan banyak penyakit, baik pada perokok aktif maupun pasif. Sehingga kebiasaan ini tidak hanya akan mempengaruhi dirinya sendiri, melainkan juga orang-orang di sekelilingnya.
  • Meningkatkan iman dan takwa dengan cara bersyukur, bersabar, dan beramal shaleh. Dengan kita mendektkan diri kepada Allah,rajin beribadah,beramal shaleh,tentu akan membuat kita terhindarkan dari perbuatan yang tidak sesuai di jalan Allah. Seperti halnya dalam surat Al-Qalam ayat 4 “ Sesungguhnya engkau ( Muhammad ) berada pada landasan akhlak yang agung.” Sebaiknya,kita sebagai manusia yang telah diberi akal dan fikiran oleh sang maha kuasa harus dimanfaatkan secara optimal. Kita harus berfikir cerdas tentang bagaimana cara mengaplikasikan sesuatu hal agar dapat menimbulkan efek yang baik bagi kita. Terutama dalam memilih hal yang kita sukai seperti halnya trend masa kini,idola,dan lain sebagainya.

Mampu memanfaatkan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebaik-baiknya.

Prinsip-prinsip yang harus dikembangkan dalam  pergaulan remaja adalah
  1. Mampu mengontrol dan membawa diri dalam semua situasi
  2. Mencari kawan yang baik dan dapat memotivasi untuk mengembangkan potensi diri.
  3. Mengembangkan sikap tanggung jawab terhadap semua tugas yang diemban sehingga dapat mempersiapkan masa depan yang gemilang.
  4. Mengembangkan kemampuan diri untuk mencapai prestasi ataupun kematangan diri sehingga memiliki kemampuan dan modal yang cukup untuk menyongsong masa depan.
  5. Tidak mudah larut dalam kesenangan dan pergaulan yang bebas karena kebiasaan ini akan menguras segala kemampuan dan dapat menghancurkan masa depan.    
Agar remaja tidak terjebak ke dalam pergaulan bebas yang tidak sesuai dengan akhlak Islami, remaja perlu mengetahui hal-hal berikut :
  1. Hendaklah tidak memakai busana yang mendorong hasrat seksual.
  2. Hendaklah menghindari berpacaran yang tidak Islami.
  3. Jangan mencoba-coba untuk menonton video porno melalui media apapun, baik internet, VCD/DVD maupun media handphone
  4. Katakan “tidak” untuk minuman beralkohol dan narkoba, apapun bentuknya.
  5. Jangan terbawa arus kebudayaan barat yang cenderung pada sikap hedonisme dan  
  6. materialisme.
  7. Selalu mengindahkan pesan-pesan kebenaran dan kebaikan dari orang tua, guru dan  orang saleh
  8. Melakukan kegiatan-kegiatan yang positif bagi masa depan remaja yang berkaitan   
  9. dengan peningkatan ilmu pengetahuan dan keterampilan, serta perkembangan  kepribadian yang positif bagi remaja (Syafrial).
Referensi : Tips Mengatasi Kerusakan Moral Khususnya Para Remaja Islam



Doa Bebas dari Masa Sulit Dikutip dari Ayat Quran

Doa Bebas dari Masa Sulit Dikutip dari Ayat Quran

Doa Bebas dari Masa Sulit Dikutip dari Ayat Quran. Masa sulit membuat hidup terasa tertekan. Menghadapi masa penuh kesulitan tentu membuat batin tak nyaman. Hidup juga terasa penuh tekanan. Masa sulit menjadi pemicu gejolak emosi. Namun demikian, seseorang tetap diharuskan menahan diri dengan bersabar dan tabah. Seseorang bisa kehilangan harta benda yang sudah lama didapatnya. Jika tidak bersabar, kondisi ini bisa memicu ketegangan batin maupun fisik. Lepas dari masa-masa sulit menjadi kebahagiaan tersendiri. Perasaan lega muncul seiring hadirnya kemudahan usai kesulitan. Ketika lepas dari masa-masa sulit, dianjurkan membaca doa ini. Doa tersebut merupakan Surat Al Mukminun ayat 28-29.

Alhamdulillahil ladzi najjana minal qaumidz dzalimin. Rabbi anzilni munzalan mubarakan wa anta khairul munzilin.

Artinya, " Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim, Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat.

Takwa adalah perkara hati dan jiwa seseorang. Tidak ada yang bisa menilainya selain Allah SWT.Sementara takwa bisa terpengaruh oleh bersih dan sucinya jiwa. Akan sulit untuk bertakwa jika jiwa kita terkena sedikit saja penyakit.

Takwa dan kesucian jiwa merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Karena kunci kuatnya ketakwaan terletak pada kebersihan jiwa.
Memang, kita mungkin sulit menghindari penyakit hati. Meski begitu, bukan berarti kita boleh larut dalam keburukan.

Perlu kiranya kita memohon dikuatkan ketakwaan dan diberikan kesucian jiwa kepada Allah SWT. Salah satunya dengan membaca doa ini.
Allahumma ati nafsi taqwaha anta waliyyuha wa mawlaha wa khairu man zakkaha.
Artinya, 

" Ya Allah, berilah ketakwaan kepada jiwaku, sucikanlah jiwaku, Engkaulah yang menguasai dan yang menjaganya dan sebaik-baik Dzat yang menyucikannya."

Referensi : Doa Bebas dari Masa Sulit Dikutip dari Ayat Quran



Empat Cara Islam Untuk Mengatasi Kesulitan Hidup

Empat Cara Islam Untuk Mengatasi Kesulitan Hidup

Setiap orang pasti pernah mengalami kesulitan hidup. Dalam kehidupan, selalu ada kesulitan dan kemudahan. Jika kita mampu melewati kemudahan hidup dengan baik, mengapa kita tak bisa melewati kesulitan hidup dengan baik pula?

Islam mengajarkan jalan keluar bagi kesulitan hidup yang dialami manusia, terutama umat Islam. Dalam setiap kesulitan, pasti ada jalan keluarnya. Berikut adalah beberapa cara untuk menghadapi kesulitan sesuai dengan anjuran dalam ajaran agama Islam:

Pertama, shalat lima waktu.

Shalat lima waktu adalah cara terbaik untuk terhubung dengan Allah Swt. Sebab selain melaksanakan shalat, kita juga memanjatkan doa lima kali setiap hari. Sembari berdoa, kita bisa berbagi semua masalah kepada Allah Swt.

Apabila kita pernah merasakan kesal dan khawatir yang berlebihan, maka kita tinggal menghentikan apa pun yang dilakukan. Tinggalkan apa yang dilakukan untuk sejenak beribadah dan berdoa agar mendapatkan ketenangan dari semua masalah yang sedang dihadapi.

Kedua, membaca Al-Qur’an dengan terjemahan.

Memanjakan diri dengan membaca Al-Quran dengan terjemahan akan memberikan pengetahuan dan panduan untuk masalah-masalah yang sedang dihadapi. Jangan lupa untuk tetap membaca tafsir dari para ulama agar pemahaman kita tidak menyimpang dan asal-asalan.

Membaca Al-Quran juga bisa membuat hati menjadi lebih tenang. Kini, membaca Al-Qur’an bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Al-Qur’an digital sudah tersedia di gadget dan murrotal Al-Qur’an bisa kita dengar kapan pun dan di mana pun dengan menggunakan earphone.

Ketiga, berbagi masalah melalui doa.

Jika kita tidak memiliki siapa pun untuk berbagi masalah atau merasa tidak nyaman untuk berbagi masalah dengan orang, cobalah untuk bercerita kepada Allah Swt. Dialah yang Maha Pemurah. Saat berdoa, bebaskan saja semua perasaan dan ketegangan hidup kepada-Nya.

Keempat, bersedekah.

Beramal dalam bentuk apa pun harus menjadi kebiasaan. Baik itu uang tunai, pakaian atau kebutuhan pokok dan lain sebagainya. Memberikan bantuan untuk orang-orang yang membutuhkan adalah hal baik yang harus terus dipelihara. Insya Allah, Allah Swt. akan menghitung setiap tindakan bantuan yang dilakukan.

Ingat, kesulitan hidup adalah ujian dari Allah Swt. yang tidak bisa dicegah. Sebagai umat Islam, kita diharuskan untuk melewati kesulitan hidup dengan tetap beribadah kepada Allah Swt. Jangan kehilangan harapan di masa sulit. Semuanya akan berlalu dan hari yang lebih baik akan segera datang.

Referensi : Empat Cara Islam Untuk Mengatasi Kesulitan Hidup


Hal yang Harus Dilakukan dalam Masa-masa Sulit

Hal yang Harus Dilakukan dalam Masa-masa Sulit

Hal yang Harus Dilakukan dalam Masa-masa Sulit. Setiap kali seseorang menghadapi kesulitan, akan mudah baginya untuk seketika menyerah dan lari dari masalah atau mengeluh dan menyalahkan orang lain.  Mereka terpuruk dalam depresi, merasa sedih tentang situasi yang mereka alami dan merasa tidak berdaya.  Mereka bertanya-tanya "mengapa hal ini harus terjadi pada saya" atau "dosa apa yang telah saya lakukan hingga pantas untuk mendapatkan musibah ini".

Tetapi bagi seorang muslim yang produktif, cara berpikirnya akan berbeda.  Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com  Kapanpun seorang muslim yang produktif menghadapi kesulitan, dia akan mundur dulu selangkah dari situasi sulit itu dan mengamatinya dari sudut pandang yang berbeda.

Mereka mundur dari kehidupan yang penuh dengan kekhawatiran, kecemasan, masalah dan mulai memikirkannya dari perspektif akhirat, kemudian mereka akan bertanya kepada diri sendiri: Apa arti SEMUA ini jika dibandingkan dengan akhirat? Apa arti SEMUA ini jika dibandingkan dengan keabadian di Surga Allah?  Salah satu pemahaman yang salah yang banyak dari kita pegang dalam kehidupan ini adalah bahwa jika kita berbuat baik maka senantiasa kehidupan dunia dan akhirat kita juga akan menjadi baik.

Itu benar, tapi tidak sepenuhnya benar.

Kehidupan yang kita jalani sekarang ini bukanlah kehidupan dimana kita akan mendapatkan segala sesuatu yang adil.

Kalau logikanya seperti itu, maka hari kiamat ataupun akhirat tidak dibutuhkan.

Kehidupan di dunia ini adalah kehidupan dualitas; ada baik dan buruk, keadilan dan ketidakadilan, kasih sayang dan penindasan, cinta dan benci, kebenaran dan kepalsuan, dan lain-lain.

Peran kita dalam kehidupan ini hanya untuk menjalaninya sebagaimana Allah SWT meminta kita menjalaninya, melakukan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Dan banyak di berbagai surat di dalam Al-Qur'an, Allah SWT telah menjanjikan kepada kita bahwa jika kita melakukan perintah-Nya maka Allah akan memberikan kita kehidupan yang 'baik'.

Allah berfirman:

Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (Al-Nahl, Ayat 97)

Mereka berkata, "Apakah engkau benar-benar Yusuf?" Dia (Yusuf) menjawab, "Aku Yusuf dan ini saudaraku. Sungguh, Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami. Sesungguhnya barangsiapa bertakwa dan bersabar, maka Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik." (Yusuf, Ayat 90)

Selama kita menghadapi masa-masa sulit, penting untuk diingat bahwa ada beberapa cara efektif untuk mengatasi berbagai macam kesulitan.

Sholat. Pastikan kita selalu sholat tepat waktu 5 kali sehari. Jangan pernah sekalipun meninggalkan sholat dan selalu berdoa dengan penuh ketulusan seolah-olah itu merupakan sholat terakhir kita di dunia ini.

Membaca Al-Qur'an. Al-Qur'an itu begitu indah, tak peduli kesulitan apapun yang kita hadapi kita akan senantiasa menemukan penghibur hati di dalamnya.

Berdoa. Khususnya membaca doa-doa untuk menghilangkan kecemasan.

Bersedekah. Bersedekahlah sebanyak yang kita bisa, karena bersedekah bisa menghilangkan kesusahan yang sedang kita hadapi. Dan jika kita tidak bisa bersedekah dengan uang atau harta kita, kita bisa bersedekah dengan amalan lain seperti menghibur orang yang juga sedang dalam kesusahan atau dengan bantuan tenaga (membantu orang lain secara fisik atau emosional).

Tetapkan Tujuan dan Miliki Visi Kedepan. Jangan biarkan setan terus bermain dengan kita dan terus memutar ulang bayangan tentang masa-masa sulit di dalam pikiran kita lagi dan lagi, segeralah move on! Tetapkan tujuan baru, proyek baru, dan selalu ingat kalau kita bersama Allah maka tidak akan ada yang bisa menghentikan kita!

Selalu Bangun Pagi. Bangunlah sebelum matahari terbit dan langsung lakukan ide dan proyek yang ada di kepala kita, atau membaca Al-Qur'an. Berkegiatan sedari pagi hingga sebelum malam hari adalah cara yang tepat untuk melupakan masa-masa sulit dan mengatasi segala tantangan. Kalau bisa sedapat mungkin kita memulai segala ide dan kegiatan kita di jam-jam awal hari, itu adalah waktu-waktu yang diberkahi.  Kesulitan Bukanlah Kerugian. Allah tidak akan pernah melupakan ketidakadilan/kesusahan yang pernah kita alami, jadi kita tidak perlu repot-repot berpikir untuk balas dendam ataupun mencoba mencari keadilan (ikhlas, biarkan Allah yang membalasnya).

Pada akhirnya mari kita semua berdoa agar Allah SWT mengangkat segala cobaan dan kesulitan kita, memberkati kita semua dengan kehidupan yang baik dan membantu kita untuk senantiasa mengingat-Nya siang dan malam. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. (Ar-Ra'd, Ayat 28).

Referensi : Hal yang Harus Dilakukan dalam Masa-masa Sulit












Pada Masa-Masa Sulit, Biarlah hanya Allah Swt yang Menguatkan

Pada Masa-Masa Sulit, Biarlah hanya Allah Swt yang Menguatkan

Pada Masa-Masa Sulit, Biarlah hanya Allah Swt yang Menguatkan. Pada Masa-Masa Sulit, Biarlah hanya Allah Swt yang Menguatkan. Di awal-awal kesulitan, kadang belum datang pertolongan atau jalan keluar. Namun ketika kesulitan semakin memuncak, semakin di ujung tanduk, maka setelah itu datanglah kemudahan. Mengapa demikian? Karena di puncak kesulitan, hati sudah begitu pasrah. 

Hati pun menyerahkan seluruhnya pada Allah, Rabb tempat bergantung segala urusan Itulah hakekat tawakkal. Tawakkal dengan bersandarnya hati pada Allah-lah, itulah sebab semakin mudahnya mendapatkan jalan keluar dari kesulitan yang ada. Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, “Jika kesempitan itu semakin terasa sulit dan semakin berat, maka seorang hamba jadi putus asa. Demikianlah keadaan hamba ketika tidak bisa keluar dari kesulitan. Ketika itu, ia pun menggantungkan hatinya pada Allah semata. Akhirnya, ia pun bertawakkal pada-Nya. 

Tawakkal inilah yang menjadi sebab keluar dari kesempitan yang ada. Karena Allah sendiri telah berjanji akan mencukupi orang yang bertawakkal pada-Nya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Tholaq: 3)” (Jaami’ul wal Hikam, 238). 

Maka sikap yang wajib dimiliki ketika itu adalah bersabar dan terus bersabar. Artinya, ketika sulit, hati dan lisan tidak berkeluh kesah, begitu pula anggota badan menahan diri dari perilaku emosional sebagai tanda tidak ridho dengan ketentuan Allah. Sabar menanti adanya kelapangan adalah solusi paling ampuh dalam menghadapi masalah, bukan dengan mengeluh dan berkeluh kesah. 

Semoga Allah senantiasa memudahkan kita meraih kelapangan dari kesempitan yang ada. Haruslah kita yakin badai pasti berlalu: “After a storm comes a calm”. Hanya Allah yang memberi taufik. Jadi untuk masa-masa sulit, biarlah Allah yang akan menguatkan. Tugas manusia hanya memastikan, kalau jarakmu dengan Allah tidak pernah jauh.

Referensi : Pada Masa-Masa Sulit, Biarlah hanya Allah Swt yang Menguatkan













Kata-Kata Inspirasi Islami Menghadapi Masa Sulit, Agar Termotivasi

Inspirasi Islami Menghadapi Masa Sulit

Lantaran tak akan bisa mengelak dari pencobaan dan masa sulit dalam hidup, yang terpenting adalah selalu bijaksana dalam menghadapinya.  Apa pun cobaan yang kamu terima, selalu kembalilah kepada Allah SWT karena kamu harus meyakini bahwa hanya Dia yang dapat membantumu di saat susah. Selalu mengucap istigfar dan hamdalah, serta bersikap sabar dan tenang dapat membantumu kuat dan bertahan dari cobaan yang sedang kamu hadapi hingga berlalu dari kehidupanmu.

  1. "Dan sungguh akan Kami berikan ujian atau cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar." (Q.S Al-Baqarah: 155)
  2. "Kebahagiaan tidak akan pernah datang kepada mereka yang gagal untuk menghargai berkat yang telah mereka miliki. Ucapkan Alhamdulillah setiap saat dalam hidup. "
  3. "Tidak semua musibah adalah azab. Beberapa di antaranya adalah karena rahmat Allah untuk membawa kita kembali kepada-Nya."
  4. "Allah menguji setiap orang dengan ujian yang berbeda-beda karena setiap orang memiliki tingkat kesabaran, toleransi, dan keimanan yang berbeda."
  5. "Memiliki keyakinan yang kuat bahwa Allah SWT ada di sisi kita, itulah yang menjadikan kita seorang Muslim sejati. Kita harus belajar memiliki tawakul dalam hidup kita untuk mempermudah segala sesuatunya."
  6. "Jangan biarkan kesulitanmu menguasaimu, percayalah bahwa ini hanyalah malam yang gelap dan hari yang cerah akan datang."
  7. "Allah SWT hanya ingin meringankan beban umat manusia. Dia tahu semua yang terjadi di dunia ini dan segala sesuatu yang masuk ke dalam diri manusia."
  8. "Barangkali cobaan ini tidak akan berakhir sampai kita bisa mengambil pelajaran dari cobaan yang menimpa kita."
  9. "Kebahagiaan dan kegembiraan membuatmu tetap manis. Ujian dan kesengsaraan membuatmu kuat. Kesedihan dan air mata membuatmu menjadi manusia. Kegagalan dan kekecewaan membuatmu rendah hati."
  10. "Bersikaplah baik kepada semua orang karena kamu tidak akan pernah tahu betapa orang di sampingmu menderita dan menghadapi kesulitan."
  11. "Al-Qur'an mengajarkan kita bahwa setelah setiap kesulitan ada kemudahan, seperti setelah setiap malam yang gelap, ada pagi yang indah."
  12. "Jika kamu menghadapi begitu banyak kesulitan dalam hidup, yakinlah akan hal ini, 'Allah sedang melatihmu untuk kemenangan yang besar'."
  13. "Hanya Allah yang mampu mengubah kekacauan menjadi sebuah pesan, ujian menjadi kesaksian, cobaan menjadi kemenangan, dan korban menjadi juara."
  14. "Masa-masa sulit sering kali mengungkapkan warna asli orang yang kita percayai dengan sepenuh hati. Kita disakiti oleh orang yang kita cintai, tetapi kita tidak boleh membenci orang yang menyakiti kita. Sebaliknya kita harus berjanji pada diri sendiri bahwa kita tidak akan pernah menyakiti orang seperti ini selamanya."
  15. "Ketika kamu mengalami sesuatu yang sulit dan kamu mulai bertanya-tanya di mana Allah berada, ingatlah, Guru selalu diam selama ujian." - Nouman Ali Khan
  16. "Betapa pun gentingnya keadaan itu, kita harus selalu percaya kepada kekuatan Allah SWT bahwa Dia telah menulis yang terbaik untuk kita dan kapan yang terbaik untuk kita."
  17. "Dan ketahuilah, bahwa harta dan anak-anakmu hanyalah sebagai cobaan. Dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar." (Q.S Al-Anfal: 28)
  18. "Jalan kebenaran selalu dimulai dengan cobaan dan kesengsaraan. Kemudian datanglah masa kesabaran dan tawakal kepada Allah. Dan berakhir dengan pencerahan, bimbingan, dan kemenangan." - Ibnu Qayyim
  19. "Allah SWT ingin agar kita mensyukuri segala nikmat yang telah dianugerahkan kepada kita sebagai orang yang selalu bersyukur menerima pahala yang lebih banyak dari pada orang yang tidak bersyukur. Namun, jika seseorang terus-menerus mengeluh padahal memiliki segalanya, pasti Allah SWT akan menghukumnya."
  20. "Allah menjadikanmu Muslim karena dia ingin melihatmu di Jannah. Yang harus kamu lakukan adalah membuktikan bahwa kamu layak untuk itu."
  21. "Kita tidak boleh mengeluh atas tragedi yang terjadi di masa lalu karena kehidupan dunia ini hanya sementara."
  22. "Menghindari godaan untuk berbuat dosa dan bersabar menghadapainya, itu lebih berat daripada bersabar ketika menjalani cobaan dari Allah." - Ibnu Taimiyah
  23. "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal itu amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Q.S Al-Baqarah: 216)
  24. "Mempraktikkan Islam akan memperindah karakter. Jika itu membuatmu tidak dapat ditoleransi, tidak sabar, dan pemarah maka kamu salah melakukannya."
  25. "Kita harus selalu mencari cara yang ditetapkan oleh Al-Qur'an dan Sunnah untuk keluar dari situasi sulit dalam hidup. Istigfar dan kesabaran adalah dua elemen kunci untuk membantu kita keluar dari situasi berbahaya."
  26. 26. "Ujian atau cobaan akan membawamu makin dekat kepada Allah atau justru menjauhkan kamu dari Allah, pilihan ada di tanganmu." - Boona Mohammed
  27. "Jika kita adalah seorang mukmin sejati, masa-masa sulit hanya akan membawa kita lebih dekat kepada Allah SWT karena kita akan memercayai rencana-Nya untuk kita. Namun, jika kita tidak tenang dan mulai mengeluh tentang segala hal, hal itu mungkin menjauhkan kita dari Pencipta Agung kita."
  28. "Allah SWT memberikan pahala yang murah hati kepada mereka yang tetap sabar di saat-saat sulit. Oleh karena itu kita harus belajar untuk tidak panik agar dapat menerima pahala kita."
  29. "Waktu Allah sempurna dalam segala hal. Kita tidak selalu memahami kebijaksanaan di baliknya, tapi kita harus belajar memercayainya."
  30. "Allah memahami doa-doa kita bahkan ketika kita tidak dapat menemukan kata-kata untuk mengucapkannya."
  31. "Kita tidak boleh putus asa selama kita mendapat dukungan Allah SWT dan Dialah Yang Maha Esa yang dapat membuat apa pun terjadi."
  32. "Allah SWT mencintai ciptaan-Nya lebih dari yang dapat kita bayangkan. Oleh karena itu kita harus memiliki keyakinan penuh bahwa jika Dia tidak memberi kita apa yang kita inginkan, Dia akan memberi kita yang terbaik untuk kita."
  33. "Kesulitan adalah bagian dari hidup dan harus ditangani dengan kesabaran. Jika kita mendapatkan semua yang kita inginkan di dunia ini, maka Allah SWT tidak akan mengabulkan keinginan kita di akhirat."
  34. "Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memberinya cobaan."
  35. "Dan sungguh Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui siapa orang-orang yang bersungguh-sungguh dan bersabar di antara kalian." (Q.S Muhammad: 31).
Referensi : Kata-Kata Inspirasi Islami Menghadapi Masa Sulit, Agar Termotivasi









Kutipan Nasihat Islami Menghadapi Cobaan dan Masa Sulit

Ilustrasi Gambar : Kutipan Nasihat Islami Menghadapi Cobaan dan Masa Sulit

Kutipan Nasihat Islami Menghadapi Cobaan dan Masa Sulit. menghadapi cobaan dan masa sulit dapat menguatkanmu ketika kehidupan membawamu ke titik terendah dalam hidup.  Dalam menjalani kehidupan, kita akan menemui masa sulit dan menerima cobaan. Sebagai umat Islam, kita harus bertawakal untuk menghadapinya. Cobaan tidak akan pernah bisa kita hindari, karena masalah dan cobaan adalah bagian dari hidup yang harus kita terima adanya.

apa pun cobaan yang kamu terima, selalu kembalilah kepada Allah Swt. karena kamu harus meyakini bahwa hanya Dia yang dapat membantumu ketika susah. Selalu mengucap istigfar dan hamdalah, bersikap sabar dan tenang akan membantumu kuat dan bertahan dari cobaan yang sedang kamu hadapi hingga berlalu dari kehidupanmu. Kamu juga bisa lebih menghayati dan merenungkan kutipan nasihat Islami menghadapi cobaan dan masa sulit, yang mampu memberimu arahan. 

  1. "Jannah adalah tujuan akhir setiap Muslim dan mereka harus berusaha keras. Orang-orang yang menanggung kesulitan dan tawakal kepada Allah Swt., bersabarlah, Allah memberikan Jannah sebagai balasannya."
  2. "Kesulitan datang sebagai ujian dalam kehidupan seorang Muslim. Disyariatkan untuk memiliki kesabaran selama masa-masa sulit. Ada hadiah besar untuk kesabaran."
  3. "Disebutkan dalam Al-Qur'an, bahwa Allah memberi kesulitan dan menguji kita, tetapi tidak membebani kita lebih dari kemampuan kita atau lebih dari yang sebenarnya bisa kita tanggung."
  4. "Kesulitan dianggap sebagai ujian oleh Allah Swt. Dalam Qu'ran, Allah mengatakan dengan jelas bahwa Dia akan menguji kita dengan ketakutan atau kelaparan, atau kesulitan lainnya."
  5. "Allah telah menjanjikan kemudahan setelah setiap kesulitan."
  6. "Kita tidak boleh putus asa selama kita memiliki dukungan Allah Swt. dan Dia adalah satu-satunya yang dapat mewujudkan apa pun."
  7. "Allah Swt. mencintai ciptaan-Nya lebih dari yang dapat kita bayangkan. Oleh karena itu, kita harus memiliki keyakinan penuh bahwa jika Dia tidak memberikan apa yang kita inginkan, Dia akan memberikan yang terbaik untuk kita."
  8. "Kesulitan adalah bagian dari hidup dan harus dihadapi dengan kesabaran. Jika kita mendapatkan semua yang kita inginkan di dunia ini, mungkin Allah Swt. tidak akan mengabulkan keinginan kita di akhirat."
  9. "Allah Swt. memberikan imbalan yang murah hati kepada mereka yang tetap sabar di saat-saat sulit. Oleh karena itu, kita harus belajar untuk tidak panik untuk menerima pahala kita."
  10. "Tidak semua musibah adalah azab. Beberapa di antaranya adalah karena rahmat Allah untuk membawa kita kembali kepada-Nya."
  11. "Jika kita adalah seorang mukmin sejati, masa-masa sulit hanya akan membawa kita lebih dekat kepada Allah Swt. karena kita akan percaya pada rencana-Nya untuk kita. Namun, jika kita tidak tenang dan mulai mengeluh tentang segala hal, hal itu dapat menjauhkan kita dari Pencipta Tertinggi kita."
  12. "Allah menguji setiap orang dengan ujian yang berbeda-beda karena setiap orang memiliki tingkat kesabaran, toleransi, dan keimanan yang berbeda."
  13. "Memiliki keyakinan yang kuat bahwa Allah Swt. ada di sisi kita, itulah yang menjadikan kita seorang Muslim sejati. Kita harus belajar memiliki tawakul dalam hidup kita untuk mempermudah segala sesuatunya."
  14. "Jangan biarkan kesulitanmu menguasaimu, percayalah bahwa ini hanyalah malam yang gelap dan hari yang cerah akan datang."
  15. "Allah Swt. hanya ingin meringankan beban umat manusia. Dia tahu semua yang terjadi di dunia ini dan segala sesuatu yang masuk ke dalam diri manusia."
  16. "Barang kali cobaan ini tidak akan berakhir sampai kita bisa mengambil pelajaran dari cobaan yang menimpa kita."
  17. "Kebahagiaan dan kegembiraan membuatmu tetap manis. Ujian dan kesengsaraan membuatmu kuat. Kesedihan dan air mata membuatmu menjadi manusia. Kegagalan dan kekecewaan membuatmu rendah hati."
  18. "Al-Qur'an mengajarkan kita bahwa setelah setiap kesulitan ada kemudahan, seperti setelah setiap malam yang gelap, ada pagi yang indah."
  19. "Jika kamu menghadapi begitu banyak kesulitan dalam hidup, yakinlah akan hal ini, 'Allah sedang melatihmu untuk kemenangan yang besar'."
  20. "Hanya Allah yang mampu mengubah kekacauan menjadi sebuah pesan, ujian menjadi kesaksian, cobaan menjadi kemenangan, dan korban menjadi juara."
  21. "Kita harus selalu percaya kepada Allah Swt. dan rencana-Nya karena kadang-kadang kita mungkin berpikir bahwa segala sesuatunya sedang kacau sementara Allah Swt. sibuk mengaturnya di tempat yang tepat untuk kita."
  22. "Kita tidak boleh menyerah pada masa-masa sulit dan berpegang pada tali harapan yang diberikan oleh Allah Swt. bahwa ada kemudahan setelah setiap kesulitan."
  23. "Ketika seseorang terganggu dan frustrasi oleh kesulitan, dia harus mengingat kesulitan apa yang telah dialami nabi kita selama hidupnya."
  24. "Umat ​​Islam diuji oleh Allah Swt. dan berbahagialah orang-orang yang menanggungnya dengan kesabaran."
  25. "Ada doa kuat yang memberikan penghiburan besar bagi hati kita selama masa-masa sulit."
  26. "Ketika kamu mengalami sesuatu yang sulit dan kamu mulai bertanya-tanya di mana Allah berada, ingatlah, guru selalu diam selama ujian."
  27. "Kita tidak boleh mengeluh atas tragedi yang terjadi di masa lalu karena kehidupan dunia ini hanya sementara."
  28. "Apa pun situasinya, kita harus selalu percaya pada kekuasaan Allah Swt. bahwa Dia telah menulis apa yang terbaik untuk kita dan kapan itu yang terbaik untuk kita."
  29. "Seseorang seharusnya tidak mengeluh tentang kesulitannya kepada sesamanya. Ia harus selalu bersyukur."
  30. "Apa pun yang terjadi, hanya Allah yang mengetahui segalanya, setiap rasa sakit dan setiap bisikan sunyi yang dibuat oleh seorang mukmin."
  31. "Kesulitan dan masa sulit menceritakan seberapa kuat hubungan kita dengan Allah Swt."
  32. "Allah lebih dekat dengan kita daripada urat leher kita. Dia tidak pernah meninggalkan kita. Dia selalu bersama kita tidak peduli seberapa lelah dan tertekannya kita."

 Referensi : Kutipan Nasihat Islami Menghadapi Cobaan dan Masa Sulit











Belajar dari Rasulullah Muhammad SAW Cara Menghadapi Masa Sulit

Belajar dari Rasulullah Muhammad SAW Cara Menghadapi Masa Sulit

Manusia sering kali dihadapkan masa sulit di dalam hidupnya. Merekan hidup di antara harapan dan ketakutan.  Memang Kehidupan ini dipenuhi dengan masa sulit, seperti saat pandemi virus corona ini. Namun cara terbaik untuk mengatasi masa sulit bisa belajar dari cara Rasulullah SAW sebab beliau adalah Nabi Besar dan panutan kita.  Hari ini umat Islam di seluruh dunia mengalami wabah corona dan banyak orang menderita. Bahkan ada keluarga yang kehilangan anggotanya akibat virus corona.

Kisah Rasulullah

Lalu bagaimana kita sebagai umat manusia mengatasi semua masa sulit danmenyedihkan itu? Mari kita melihat penderitaan Nabi Muhammad SAW dan bagaimana cara beliau menanganinya.  Sebelum Nabi lahir kala itu masih di kandungan sang ibu, ayahnya telah wafat. Ketika Nabi Muhammad berusia 6 tahun, sang ibu tercinta menyusul sang ayah ke pelukkan Allah SAW. Lalu Nabi diasuh oleh sang kakek yang sangat menyayanginya.

Namun, sang kakek ketika Nabi Muhammad berusia 8 tahun juga meninggal. Sebelum meninggal sang kakek menyerahkan Nabi Muhammad kepada Abu Thalib selaku pamannya. Dari semua cobaan yang bisa dialami seorang anak, sang nabi telah mengalami semuanya.

Kesabaran dan Ketulusan Nabi

Ketika Nabi Muhammad (SAW) diberkati dengan menjadi utusan Allah, dia menghadapi banyak kesulitan. Pertama, ia tidak dianggap oleh umatnya. Orang-orang yang yang dulu memujinya sekarang malah menjauhinya.

Bayangkan betapa sulitnya diabaikan dan dikucilkan dari rakyatnya sendiri, seolah-olah dia tidak ada. Namun demikian, Nabi menunjukkan sikapnya kepada mereka dengan penuh kesabaran dan kebaikan. Kemudian ketika orang-orang mulai menerima pesannya, kaum Quraisy mulai menyiksa mereka.  Ketika Anda melihat orang yang dicintai diperlakukan dengan kasar, hati Anda akan terasa hancur. Nabi Muhammad melihat dengan matanya sendiri bagaimana orang-orang yang disayanginya dan teman-temannya disiksa secara brutal.

Alih-alih membalas dengan cara yang brutal, Nabi tetap teguh dalam kesabaran dan permohonan dengan perjuangannya. Nabi terus berdoa penuh kesabaran kepada Allah hingga Allah menerima permohonan Nabi dan membawa perubahan bagi orang-orang. Lalu Nabi diminta hijrah ke Abyssinia.

Kemudian Nabi juga mendapatkan ujian besar lagi. Beliau harus kehilangan pamannya, Abu Thalib, dan istri tercintanya, Khadijah. Nabi sangat sedih dan menderita luar biasa kehilangan dua orang yang amat dicintainya dalam waktu berdekatan.

Abu Thalib yang adalah pemimpin Quraisy, adalah salah satu alasan mengapa Quraisy tidak bisa membahayakan Nabi Muhammad. Sementara Khadijah merupakan istri yang selalu menguatkan batin Nabi dan selalu mau membantu di segala hal. Dua pilar pendukungnya telah tiada. Betapa hancurnya hati Nabi saat itu. Namun beliau tetap tabah dan tawakal. Nabi Muhammad tak pernah putus asa dalam kesedihan yang luar biasa. Ia bersar lalu Allah memudahkahkan jalannya karena ketulusan dalam imannya.

Keputusan yang Mengubah Hidup

Ketika kehidupan Nabi dalam bahaya, dia harus berhijrah. Akhirnya beliau meninggalkan kota tercintanya Kota Suci Makkah. Kota tempat Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah. Meninggalkan Makkah memang tak mudah, tapi dilakukannya.

Referensi : Belajar dari Rasulullah Muhammad SAW Cara Menghadapi Masa Sulit











Keikhlasan Rasulullah menjalani berbagai kesulitan hidup patut dicontoh umatnya

Ilustrasi Ceramah : Keikhlasan Rasulullah menjalani berbagai kesulitan hidup patut dicontoh umatnya

Teladan Rasulullah di Berbagai Masa Sulit Kehidupan. Kekhawatiran akibat pandemi Covid-19 saat ini dialami hampir setiap orang di seluruh dunia. Sebagian merasa takut, sebagian lainnya percaya pada harapan. Namun, ada cara pasti untuk mengatasi stres dan rasa khawatir karenanya, yaitu dengan mengikuti anjuran Nabi Muhammad sebagai panutan umat Muslim.

Nabi Muhammad mulai mendapat cobaan ketika usianya masih kecil. Bahkan, sebelum Nabi dilahirkan, ayahnya meninggal. Ketika ia berusia enam tahun, ibunya juga meninggal.  Dia hanya memiliki kakeknya yang sangat sayang padanya. Namun sayang, kakeknya juga meninggal saat Nabi berusia delapan tahun.

Hingga setelahnya, sang paman Abu Thalib menjadi walinya. Dari semua kengerian yang dialami anak semuda itu, sang Nabi melaluinya dengan ikhlas.  Cobaan tersebut tak hanya dialaminya saat kecil, beranjak dewasa ia juga mendapatinya. Bahkan, ketika menjadi utusan Allah, ia mendapat banyak cobaan. Dari mulai buangan kaumnya, hingga dijauhi orang yang dulunya memuji dan mencintainya.

Seiring waktu, ketika ia mendapat kepercayaan umatnya, cobaan semakin menyebar. Kali ini, tak hanya padanya, melainkan juga pada umatnya. Meski demikian, Nabi menunjukkan sikap sabar dan kebaikan, walaupun siksaan secara brutal didapatinya dan kaumnya. Alih-alih membalas dengan cara yang sama yang dibenci, Nabi tetap teguh dalam kesabaran dan permohonan serta disertai perjuangan yang konsisten. Alhasil, Allah menerima permohonan Nabi dan membawa perubahan bagi umatnya. Salah satunya ketika mereka hijrah ke Abyssinia.

Hijrah yang dilakukan karena ancaman itu, merupakan pilihan sahabat ketika pertama kali meninggalkan Mekkah. Dalam keberangkatan itu, Nabi Muhammad juga menunjukkan ketulusannya dalam hijrah itu. Sebab, ia tidak pergi sampai semua orang aman dan sehat untuk melakukan perjalanan.  Hal serupa juga sebenarnya terjadi di masa kini ketika para pengungsi dan pencari bantuan di seluruh dunia sedang kesulitan. Namun sayang, sifat dari Nabi saat ini terhalang manusia itu sendiri.

Melanjutkan kisah Nabi, Allah memberi mukjizat pada Nabi Muhammad dengan berbagai berkah. Utamanya ketika mencapai Madinah, sang Rasul memiliki rumah, keluarga dan umat yang kuat.  Terlebih, ada kebebasan beragama di sana. Hal itu semakin membuat Nabi yang telah mengalami berbagai kesulitan, selalu bertahan dan bertawakal.

Tak hanya itu, sifat jujur dan sikap yang dapat dipercaya juga menjadi sifat yang ditanamkannya. Tujuannya, memperjuangkan hidup dan untuk menyenangkan Allah SWT. Dengan sikapnya tersebut, berbagai kesulitan dan solusi yang dilewatinya untuk menuntunnya dan umat Muslim pada rahmat Allah yang tak berujung.

Dari banyaknya cobaan Nabi Muhammad, sebenarnya ada banyak sifat yang bisa kita latih dan manfaatkan. Utamanya, dengan membiasakan diri mencontoh Nabi, setiap teladan di berbagai bidang kehidupan tak akan dilalui dengan pilihan salah. Terlebih, ketika berpegang pada apa yang disunahkan dan dilakukan olehnya.

Lebih jauh, selama masa sulit karena pandemi Covid-19 ini, sebaiknya kita bisa berikhtiar dan bersaksi. Atau, akan lebih baik jika membuat janji atau nazar kepada diri sendiri, bahwa kita akan mulai belajar lebih banyak tentang Nabi Muhammad.

Di akhir, dengan menanamkan keteguhan untuk selalu tulus, dalam situasi apa pun, sikap rasional dalam segala keputusan bisa diambil. Sebab, semua yang dilakukan dan dicontohkan oleh Nabi adalah dimulai dengan niat yang tulus.

Referensi : Keikhlasan Rasulullah menjalani berbagai kesulitan hidup patut dicontoh umatnya







Cara Menghadapi Kesulitan dalam Islam untuk Kehidupan Sehari-hari

Cara Menghadapi Kesulitan dalam Islam untuk Kehidupan Sehari-hari

Kesulitan adalah bagian dari kehidupan setiap orang, karena di seluruh dunia banyak umat menghadapi kesulitan yang berbeda. Namun Islam mengajarkan jalan keluar bagi semua umat tak terkecuali umat Muslim. Setiap kesulitan tentunya ada jalan keluar untuk melewatinya. Berikut ini ada beberapa cara untuk menghadapi kesulitan sesuai dengan anjuran dalam agama Islam

Shalat Lima Waktu

Cara terbaik untuk terhubung dengan Allah adalah shalat dan berdoa lima kali setiap hari. Sambil berdoa diri dapat berbagi semua masalahmu kepada Allah. Karena jika dirimu pernah merasa kesal atau khawatir, hentikan apa pun yang dirimu lakukan dan lakukan ibadah dan berdoa untuk mendapatkan ketenangan dari semua masalah yang sedang dihadapi.

Baca Al-Quran Beserta Artinya

Memanjakan diri dengan membaca Al-Quran beserta terjemahan akan memberikan pengetahuan dan panduan untuk masalah-masalah tersebut. Selain itu membaca Al-Quran dapat membuat hati kita menjadi lebih tenang, ini bisa kamu lakukan di mana saja dan kapan saja.

Jika kita tidak memiliki siapa pun untuk berbagi masalah atau dirimu tidak nyaman melakukannya, cobalah untuk cerita kepada Allah, karena Dialah yang Maha Pemurah. Bebaskan semua perasaan dan ketegangan dirimu kepada-Nya dengan bantuan doa, bagikan keinginanmu melalui doa.

Sedekah

Kembangkan kebiasaan untuk beramal dalam bentuk apa pun yang memungkinkan. Baik itu uang tunai, pakaian atau kebutuhan pokok lainnya. Berikan bantuanmu bagi orang-orang yang membutuhkan. Bantuan tidak hanya berupa uang, tetapi Allah akan menghitung setiap tindakan bantuan yang telah kamu berikan.

Kesulitan adalah ujian dari Allah yang tidak dapat dicegah. Jadi kita sebagai umat Islam diharuskan untuk melewati situasi seperti itu dengan tetap setia dengan kehendak Allah. Jangan kehilangan harapan di masa sulit, ini semua akan berlalu dan hari yang lebih baik akan segera datang.

Referensi : Cara Menghadapi Kesulitan dalam Islam untuk Kehidupan Sehari-hari






Doa Penting saat Anda Menghadapi Masa-masa Sulit dalam Hidup

Doa Penting saat Anda Menghadapi Masa-masa Sulit dalam Hidup

Doa Penting saat Anda Menghadapi Masa-masa Sulit dalam Hidup. Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidup, baik itu berurusan dengan masalah keluarga, teman satu tempat kerja, teman satu sekolah atau kuliah, dan lain sebagainya.

Masa-masa sulit kadang membuat sebagian orang memilih menyerah dan putus asa. Ia merasa bahwa Allah tidak akan mendatangkan rahmat dan kasih sayang kepada-Nya. Ia menganggap, masalah yang dihadapinya sangat besar dan enggan bisa diselesaikan.

Orang Islam adalah orang yang tidak boleh berputus asa dalam menghadapi suatu masalah. Jiwa dan raganya kuat dan sadar bahwa setiap manusia pasti punya masalah dan masa-masa sulit. Maka, muslim yang sejatinya pasti tidak pernah menyerah menghadapi berbagai terpaan hidup, seraya mengamalkan doa-doa terbaik kepada Allah.

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ ، أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي ، وَنُورَ صَدْرِي ، وَجِلَاءَ حُزْنِي ، وَذَهَابَ هَمِّي »

Allahumma inni 'abdika wabnu 'abdika wabnu ammatika, naa shiyatii biyadika, maadhin fii hukmuka 'adlun. Fii qadhaauka as aluka bikullismin huwa laka, sammaita bihi nafsika, aw 'allamtahu ahada min khalqika aw anzaltahuu fii kitaabika, aq istatsarta bihi fii 'ilmil ghoibi 'indaka, intaj'alal qur'aan rabiia qlabii, wanuuro shadrii, wajalaa'a khuznii wadzahaaba hammii.

Artinya: “Ya Allah, saya adalah hamba-Mu dan anak dari pasangan hamba-Mu. Diri saya dalam kuasa-Mu. Sejak dahulu hukum dan takdir-Mu berlaku bagi saya. Saya meminta kepada-Mu dengan setiap nama yang Engkau sebutkan sendiri untuk-Mu, atau nama yang Engkau ajarkan kepada salah satu makhluk-Mu, atau nama yang Engkau turunkan dalam kitab suci-Mu, atau nama yang Engkau pilih dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, untuk menjadikan Al Quran sebagai pelipur hati saya, penerang jiwa saya, penerang kesedihan saya, dan pelenyap keresahan saya”.

Doa Kepasrahan Pada Zat Maha Segalanya:

« لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ »

Laa ilaaha illaallahul 'adhimul haliimu, laa ilaaha illaallahu rabbul 'asryil 'adhiimi, laa ilaaha illaallahu rabbuus samawaati wa rabbul ardhi wa rabbul 'aarsyil 'adhiimi.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang maha agung dan sangat penyantun. “Tiada Tuhan selain Allah, Tuha yang memiliki ‘arsy yang besar. Tiada tuhan selain Allah, Tuhan yang menciptakan langit, bumi dan ‘arsy yang mulia”.

Doa Memohon Agar Allah selalu Menjaga Kita:

« اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو ، فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ »

Allahumma rahmataka arjuu fala takilnii ilaa nafsii tharfata 'aynin, ashlih lii sya'nii kullahu, laa ilaaha illaa anta.

Artinya: “Ya Allah, saya hanya mengharap rahmat-Mu, maka jangan Engkau lepas saya dalam sekejap pun. Perbaikilah segala tingkah laku saya, tiada Tuhan selain Engkau”.

Referensi : Doa Penting saat Anda Menghadapi Masa-masa Sulit dalam Hidup



Belajar Menghadapi Masa-masa Sulit Lewat Kisah dalam Al-Quran

Belajar Menghadapi Masa-masa Sulit Lewat Kisah dalam Al-Quran. Dalam masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, hingga saat ini depresi agaknya masih sulit untuk diterima sebagai sebuah penyakit yang dapat diobati. Mungkin karena masih dianggap tabu, atau terlalu abstrak, tidak seperti penyakit fisik yang dapat kita lihat keberadaannya.

Kita seringkali skeptis memandang depresi sebagai penyakit karena kurang iman, atau kurang mensyukuri hidup. Lantas apakah Islam juga memandangnya demikian? Mari kita belajar dari beberapa kisah dalam Al-Qur’an.

Pertama, kisah Nabi Ya’qub AS. Kita mungkin sudah tidak asing dengan kisah Nabi Ya’qub AS yang kehilangan penglihatannya karena kesedihan memikirkan anaknya Yusuf AS. Beliau tahu betul bahwa saudara-saudara Yusuf AS telah merampungkan skenario kemungkaran, membuang yusuf ke dalam sebuah sumur tua, dan mengatakan bahwa mereka khilaf telah meninggalkan Yusuf sampai akhirnya dimangsa serigala.

Meski demikian, Ya’qub AS tak punya pilihan kecuali melepas Yusuf pergi bersama saudaranya. Beliau paham janji Allah akan senantiasa bersama orang-orang yang sabar. Namun air matanya tidak dapat terbendung saat memikirkan bagaimana kiranya nasib anaknya Yusuf, yang bertahun-tahun tidak jua terdengar kabarnya. Kesedihan berkepanjangan membuat ia perlahan kehilangan penglihatannya.

Di sisi lain, Allah tengah membentuk Yusuf menjadi pribadi yang kuat. Diberi ujian bertubi-tubi. hingga kelak saat dewasa diamanahi sebagai Wazir (bendahara) di Mesir. Menyelamatkan warga dunia dari kelaparan akibat kekeringan panjang. Kisah tersebut tertuang secara detail dalam surah ke-12 dalam Al-Qur’an, yaitu surah Yusuf.

Kita juga pernah mendengar kisah Maryam yang dikaruniai anak, Nabi Isa AS. Dalam perjalanannya mengandung, dihujani dengan cacian bertubi-tubi dari orang-orang yang menggapnya telah melakukan kehinaan. Hingga diceritakan pada surah Maryam, ia akhirnya memutuskan untuk mengasingkan diri. Rasa sakit sewaktu melahirkan memaksanya bersandar pada sebuah pohon kurma. Hingga ia berfikir bahwa kematian mungkin akan lebih baik daripada menanggung semua beban itu.

Meski dalam kondisi yang sepayah itu, Allah SWT tak serta-merta menurunkan bagi Maryam bantuan dari langit. Allah SWT justru menyuruhnya berusaha. Berusaha menjatuhkan buah kurma dari pohonnya meski tengah kepayahan.

Konon pohon kurma dikenal sebagai sebuah pohon yang kokoh. Beberapa orang laki-laki saja akan kepayahan menggerakan batangnya, apalagi menjatuhkan buahnya.

Ada lagi kisah Nabi Muhammad SAW, the most suffered man in this world, yang meskipun begitu kita tidak pernah mendengar beliau mengeluh. Pada masa itu, Nabi SAW telah lama tidak mendapat wahyu dari Allah SWT. Lantas orang-orang kafir mencelanya dengan mengatakan bahwa Tuhannya telah meninggalkannya dan tidak lagi menginginkannya sebagai nabi.

Surat Adh-Dhuha merupakan surat yang berisi dukungan kepada Rasulullah SAW. Surat ini turun dengan permulaan ayat yang berbunyi ‘waddhuhaa” yang artinya pada waktu pagi saat matahari tengah naik sepenggalan. Waktu dimana orang-orang tengah bersiap-siap bekerja.

Waktu ini merupakan masa orang yang sedang depresi, kesulitan untuk berpindah dari tidur dan memulai aktivitasnya. Di sisi lain, waktu dhuha merupakan waktu munculnya cahaya matahari terbaik, dengan kandungan vitamin D nya yang dikenal dapat membantu pemulihan depresi.

Ayat kedua “Dan demi malam apabila telah sunyi”. Malam merupakan waktu untuk beristirahat saat kita sudah kelelahan sepanjang hari. Sementara bagi orang yang tengah mengalami depresi, malam dapat menjadi waktu yang sangat panjang, dipenuhi perasaan bersalah, overthinking, dan tidak jarang kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidur sehingga menjadi tidak vit untuk kembali memulai hari esok.

Pada ayat selanjutnya, Allah memberi reassurance kepada Nabi SAW bahwa Allah tidak meninggalkannya dan tidak membencinya seperti yang dikatakan oleh orang kafir, bahwa akhirat lebih baik baginya daripada segala yang ada di dunia.

Ayat selanjutnya menegaskan kembali bahwa selama ini Allah memang tidak pernah meninggalkannya. Meski beliau terlahir yatim, Allah SWT yang menjamin pengasuhannya. Meski ia sendirian dan tidak tahu apa-apa, Allah yang menunjuki baginya jalan kebenaran. Meski ia dalam kondisi kekurangan, Allah SWT juga yang mencukupi segala kebutuhannya.

Obat dari fase terendah dalam kehidupan manusia adalah ketika kita dapat melihat orang-orang yang jauh lebih kesusahan daripada kita, yaitu anak yatim dan orang miskin. Serta tetap berusaha membantu mereka meski kita juga tengah kekurangan.

Pada akhir surat Ad-Dhuha, Allah SWT memerintahkan untuk tidak berlaku sewenang-wenang kepada anak yatim, tidak menghardik orang yang meminta-minta, serta senantiasa berusaha bersyukur – karena meski kita tengah berada dalam kepayahan, Allah masih memberikan nikmat yang tak terhitung jumlahnya, dan selalu ingat bahwa ada yang lebih kepayahan dari kita, sehingga kitapun harus selalu berusaha membantu mereka.

Dari ketiga kisah di atas, dapat kita ambil pelajaran bahwa, Allah memberikan kesulitan untuk menjadikan kita lebih kuat. Karna sejatinya hidup di dunia adalah pertarungan melawan diri sendiri, agar selalu mengusahakan menjadi hamba-Nya yang bertaqwa.

Meski kita tengah kepayahan, seperti berada dalam fese terendah dalam hidup kita, tidak semestinya kita berhenti dan menyesali diri, justru kita harus menjadi lebih kuat, lebih optimis, dan tidak berhenti berusaha membantu orang yang lebih kesusahan dari kita.

Kita harus percaya, Allah selalu ada dan mendengarkan doa-doa kita, tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Meskipun kita berbuat kesalahan, ingatlah wallahu yaghfiruzhzhunuuba jamii’a –  dan Allah SWT mengampuni semua dosa.

Ada masa dalam hidup kita semua masalah rasa menusuk dari segala arah. Rasanya ingin berkata cukup. Namun, selagi nafas masih bisa berhembus, merupakan kesempatan bagi kita untuk mengusahakan yang sebaik-baiknya. Jikalaupun tak bisa, mungkin masanya kita belajar bertahan dengan sebaik-baiknya pertahanan. Menyelesaikan semuanya meski jauh dari kata sempurna.

Tetaplah melangkah, meski perlahan, pada masanya kita akan sampai.

Semoga Allah SWT senantiasa menguatkan kita dalam setiap langkah kehidupan kita, membersamai kita dalam kesabaran, dan meneguhkan keimaanan dalam hati kita.

Referensi : Belajar Menghadapi Masa-masa Sulit Lewat Kisah dalam Al-Quran











Pengertian Takdir dalam Islam, Apakah Beda dengan Qada dan Qadar

Pengertian Takdir dalam Islam, Apakah Beda dengan Qada dan Qadar

Pengertian Takdir dalam Islam, Apakah Beda dengan Qada dan Qadar. Pengertian Takdir dalam Islam, Apakah Beda dengan Qada dan Qadar. Pembahasan dan pengertian takdir selalu menarik perhatian para muslim. Penjelasan tentang takdir sebetulnya telah diperoleh sejak seorang muslim duduk di bangku sekolah.

Namun penjelasan tentang takdir kadang bikin bingung, hingga sulit membedakan dengan qada dan qadar. Berikut penjelasan sekilas tentang takdir serta qada dan qadar dikutip dari Sumber Belajar Kemdikbud.

A. Apakah takdir beda dengan qada dan qadar?

Qadha adalah ketetapan Allah SWT sejak sebelum penciptaan alam semesta (zaman azali). Penetapan qadha sesuai kehendak Allah SWT, tentang berbagai hal yang berhubungan dengan makhlukNya.

Sedangkan qadar adalah perwujudan ketetapan Allah SWT (qadha) yang sering disebut takdir. Qadha adalah rencana dan qadar adalah perwujudan atau kenyataan, yang hubungan keduanya tak mungkin dipisahkan.

"Jadi apa arti iman kepada qada dan qadar? Artinya percaya sepenuh hati pada ketetapan Allah SWT, namun bukan berarti tidak berusaha (ikhtiar). Karena keberhasilan tidak akan tercapai tanpa usaha," tulis situs tersebut.

Adanya qada dan qadar dijelaskan dalam Al Quran surat Al Ahzab ayat 38

مَّا كَانَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ مِنْ حَرَجٍ فِيمَا فَرَضَ ٱللَّهُ لَهُۥ ۖ سُنَّةَ ٱللَّهِ فِى ٱلَّذِينَ خَلَوْا۟ مِن قَبْلُ ۚ وَكَانَ أَمْرُ ٱللَّهِ قَدَرًا مَّقْدُورًا

Arab latin: Mā kāna 'alan-nabiyyi min ḥarajin fīmā faraḍallāhu lah, sunnatallāhi fillażīna khalau ming qabl, wa kāna amrullāhi qadaram maqdụrā

Artinya: "Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku."

B. Macam dan pengertian takdir

1. Takdir mubram

Ketetapan ini adalah mutlak dari Allah SWT yang pasti berlaku. Manusia tidak diberi peran untuk mewujudkan takdir ini. Contoh takdir mubram adalah kematian, kelahiran, dan jenis kelamin.

2. Takdir mu'allaq

Ketentuan ini masih bisa diubah melalui usaha, kerja keras, dan doa. Misal belajar dan berusaha untuk memperbaiki prestasi sekolah, taat aturan tiap saat, dan menjalankan pola hidup sehat untuk mencegah sakit.

Referensi : Pengertian Takdir dalam Islam, Apakah Beda dengan Qada dan Qadar