This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Jumat, 12 Agustus 2022

Berpikir Positif Adalah Cara Terbaik

Berpikir Positif Adalah Cara Terbaik

Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, selain memulai dengan pemikiran positif .Berpikir positif akan melahirkan kebiasaan-kebiasaan lebih semangat untuk menjalani hidup. Karena jiwa yangpositif thinking akan mendapatkan hasil yang baik, sebaliknya berpikir negatif akan menebarkan suasa negatif pula.  Jadi, apakahPositif thinkingitu? Bagaimana cara agar kita menjalani hidup dengan pikiran positif? Apa manfaatnya ? Sebelum berlanjut, upayakan hati dan pikiran kita saat ini, berpikir positif dalam hal apapun. 

berpikir positif adalah kemampuan berpikir seseorang untuk memusatkan perhatian pada sisi positif dari keadaan diri, orang lain, dan situasi yang dihadapi. Berpikir positif tidak akan datang dengan sendirinya melainkan sebuah keterampilan yang harus dipelajari. Sebenarnya masih banyak definisi dari positif thinking, karena apapun yang kita lakukan didunia ini semua harus dihadapi dengan berpikir positif.  Kerangka berpikir positif meningkatkan motivasi untuk sukses dan mendapatkan apa yang Anda inginkan. Itu akan membuat kamu percaya bahwa yakin apa yang akan kamu inginkan. Ini pun akan memotivasi kamu untuk mencapai lebih dari yang kamu harapkan.

Dengan memiliki pikiran yang positif, kehidupan kamu juga akan menjadi lebih baik serta bahagia. Seperti halnya yang dibahas dalam buku The Magic Of Positive Thinking: Sebuah Seni Menjadi Pribadi Sukses dan Bahagia.

Karena, berpikir positif akan membuat kita jauh lebih tenang, lebih terbuka dan terkadang ide baik pun akan bermunculan saat kita berpikir positif, masih ada yang lain diantaranya:

Bahagia

Sebenarnya bahagia itu nyata datang dari diri kita sendiri, dan masalah sikap. Sering kali kebahagiaan tidak bergantung dari sekeliling kita melainkan bahagia itu datang dari sendiri.

Contohnya saat kita mencoba untuk memberitahu seseorang bahwa resleting tas belakang ia terbuka dan memberi tahu untuk berhati-hati coba untuk cek terlebih dahulu tasnya.  Pastinya ia akan bereaksi mengucapkan “Terima kasih, dengan sopan penuh ketulusan dan senyum yang ikhlas” kepada kita.

Bukankah cukup rasa bahagia untuk melihat senyum seseorang yang tulus meskipun tanpa pamrih?. Ya sudah jelas, ini semua bagaimana kita menyikapinya.

Motivasi

Motivasi adalah sifat yang sangat luar biasa yang dimiliki seseorang, karena akan mendorong lebih maju dan rasa semangat lebih  membara. Motivasi pun akan mempengaruhi tingkah laku & melakukan kegiatan ketika kita mengharapkan suatu pencapaian yang lebih baik.

Harga diri

Sikap dan cara berpikir kamu akan berkaitan dengan perasaan dirimu sendiri. Jika kamu selalu membangkitkan sikap dan berpikir positif maka kamu memiliki rasa harga diri yang sangat berarti.

Jangan khawatir dengan apa yang dipikirkan orang lain asalkan kamu membuktikan sikap positif terhadap diri sendiri dan orang-orang sekitar, maka kamu akan diperlakukan dengan lebih hormat.

Kesehatan Yang Baik

Pikiran akan mempengaruhi metabolisme tubuh, maka dari itu kamu akan merasa lebih sehat ketika berpikir positif juga lebih bahagia. Karena pemikir positif akan menjalani gaya hidup sehat, sehingga tidak rentan terserang penyakit.

Hubungan Yang Lebih Baik

Salah satu saat kita berpikir positif, cenderung kita memilih / tertarik dengan orang yang berperilaku positif pula. Karena memang benar kenyataannya orang yang positif membawa kesan kegembiraan, semangat yang menular, mereka seperti cahaya dan memberi energi di lingkungan mereka dan membuat hubungan lebih terasa saat bersama, karena ucapan dan pikiran yang positif tersebut.

Dengan memiliki pemikiran yang positif, hal tersebut akan membawa kita pada tindakan yang benar serta terhindar dari berbagai perangkap hal negatif. Seperti salah satu kepercayaan, bahwa setiap tndakan yang kita lakukan, maka kita akan menuai reaksi serta hasilnya yang dibahas dalam buku The Miracle Of Positive Thinking.

“Semakin kamu memberi makanan pada pikiranmu dengan pikiran-pikiran positif, semakin kamu mendapatkan hal-hal menarik kedalam hidupmu;” – Roy T Bennett. Hidup terasa lebih ringan jika kita selalu positif thinking. Berikut adalah beberapa manfaat positif thinking, antara lain :

Manfaat Berpikir Positif Dalam Keluarga

Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat seperti ayah, ibu, adik dan kakak. Awal lingkupan yang pertama dan sering bertemu dengan keluarga dan lebih dipercaya dari orang lain, dan apapun permasalahan keluarga akan menjadikan hal yang paling utama untuk memberi dan menerima solusi pemikiran kita.

Salah satu berpikir positif di lingkungan keluarga adalah saling berdiskusi tentang hal apapun baik suka / tidak suka, dan menjadi permasalahan itu diarahkan dengan cara berpikir positif untuk mendapatkan jalan keluar yang lebih baik.

Saat berpikir positif di lingkup terkecil (keluarga), kita akan mengalir rasa kehangatan, kekompakan, dan motivasi menjadi keluarga yang sejahtera dan harmonis. Apalagi kita akan menerapkannya di luar lingkup yang lebih luas, yang akan semakin harga diri kita lebih bernilai.

Manfaat Berpikir Positif Dalam Karir

Siapa yang tidak ingin mendapatkan karir yang cemerlang? Bukankah semua orang sebenarnya ingin sekali mendapatkan karir cemerlang? Betul sekali. Hanya saja bagaimana sikap kita untuk menjembatani karir tersebut dengan cara yang memang tidaklah mudah.

Diperlukan pengetahuan, pengalaman, bekerja keras dan kerja cerdas, mengembangkan kreativitas / imajinasi menjadi prestasi, menjaga tingkah laku sesama rekan kerja, dan semua itu jika kamu sadar terdapat dari dalam sikap positif kita yang harus selalu diasah (dilatih).

Cukup lihat sisi positif apa yang ia punya. Cobalah untuk ikhlas, motivasi diri & berpikir positif dan berusaha lebih sungguh-sungguh, karenausaha tidak akan pernah mengkhianati keberhasilan. Ketika sudah berhasil, rasakanlah manfaat dengan sebaik mungkin.

Manfaat Berpikir Positif Dalam Rumah Tangga

Saat berumah tangga bukanlah pencapaian tetapi keputusan. Saat mengambil keputusan pun harus dengan cara yang matang. Karena pasang surut perjalanan selalu hadir membawa cerita suka maupun duka.

Ketika ingin menjadikan keluarga yang harmonis dalam berumah tangga, langkah awal  dasar yang dimulai adalah cara berpikir positif kedepan dengan penuh niat yang baik.

Jika memang ada permasalahan yang membuat hati tak tenang, cobalah untuk berdiskusi dengan pasangan dan mencari jalan keluar, dan selalu jaga komunikasi yang positif. Jadikanlah pikiran positif menjadi rasa akan saling percaya dan memahami.

Manfaat Berpikir Positif Dalam Finansial

Dan satu lagi, maksud berpikir positif dalam finansial adalah agar kita lebih berhemat mengeluarkan finansial sesuai kebutuhan, juga melatih diri untuk tertib dan teratur karena bukan hanya kebutuhan pokok saja tapi gunakan finansial mu dengan me-refresh diri dan pikiranmu agar mengurangi stress. Dan tak lupa sebagian finansial kita gunakan untuk sedekah, karena bersedekah tidak akan membuatmu jatuh miskin .

Menekankan hal-hal positif akan menciptakan pikiran yang baik dan berkembangnya imajinasi. Faktanya, manfaat terbesar yang diberikan oleh pikiran positif adalah peningkatan kemampuan untuk membangun keterampilan dan mengembangkan sumber daya untuk digunakan di kemudian hari.

Kuatkan keyakinan yang kamu miliki untuk berpikiran positif dalam bentuk tindakan sehari-harinya melalui buku The Power Of Positive Thinking karya Norman Vincent Peale yang telah membantu jutaan orang di dunia untuk meraih kehidupan yang utuh.

Kalian pasti tau hal apa yang membuat dirimu senang? Seperti mendengarkan music, berkumpul dengan teman, pergi mencari kesegaran alam, ke pantai untuk menikmati keindahan pantai atau mungkin menghabiskan waktu dengan orang terdekat yang membuatmu merasa bahagia yang membangun rasa positif pada diri sendiri.

Selain itu, adapun cara meningkatkan cara berpikir positif dengan sederhana dan tidak mahal, seperti:

Meditasi – Penelitian terbaru oleh Fredrickson Barbara telah mengungkapkan bahwa orang yang bermeditasi setiap hari menunjukkan emosi yang lebih positif daripada mereka yang tidak. Orang yang bermeditasi dapat membangun keterampilan jangka panjang yang berharga. Misalnya, saat penelitian selama tiga bulan orang yang meditasi, untuk mendapatkan dampak yang dirasa ketika meditasi ialah orang tersebut bermeditasi setiap hari menunjukkan meningkatnya rasa perhatian, tujuan hidup, dukungan sosial, dan penurunan gejala penyakit.

yang diterbitkan dalam Journal of Research in Personality , meneliti sekelompok 90 mahasiswa sarjana yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok A mencatat pengalaman yang sangat positif setiap hari selama tiga hari berturut-turut. Kelompok B menulis tentang topik sehari-hari. Lalu tiga bulan kemudian, siswa yang menulis tentang pengalaman positif memiliki tingkat suasana hati yang lebih baik, lebih sedikit kunjungan ke puskesmas, dan lebih sedikit mengalami penyakit. (Ini mengejutkan, kesehatan yang lebih baik terasa hanya kepada mahasiswa yang menulis selama tiga hari tentang hal-hal positif!)

Bermain – Jadwalkan waktu luang untuk bermain. Izinkan dirimu saat ini untuk tersenyum dan menikmati manfaat dari emosi positif. Jadwalkan waktu untuk bermain dan berpetualang sehingga kamu merasakan kepuasan dan kegembiraan, serta menjelajahi dan membangun keterampilan baru. Tidak usah keluar rumah untuk bermain ke tempat  yang mahal,cukup jadikan tempat disekitarmu menjadi tempat yang kamu sukai, atau misalnya dengan cara bermain gitar, mendengarkan setiap petikannya. Dan coba asah permainanmu lebih mendalam lagi.

Olah raga – Olah raga rutin selama 30 menit memberikan efek positif dan badan merasa lebih kuat dan ringan. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa wanita yang berolahraga selama 30 menit memiliki peningkatan yang signifikan terhadap sudut pandang para wanita pada pencitraan tubuh dibandingkan dengan mereka yang tak berolahraga.

Buatlah pola hidupmu menjadi produktif, bahagia, dan menyehatkan dengan cara:

  1. Makan – makananan sehat seperti sayuran & buah-buahan,
  2. Olahraga (tidak apa sebentar 5-10 menit, yang terpenting rutin menjalankannya),
  3. Istirahat yang cukup (6-8 jam),
  4. Selalu melakukan afirmasi positif,
  5. Perbaiki hubungan dengan teman dan
  6. Bergaul dengan orang dan lingkungan yang membawa pengaruh positif
  7. Membuat Daftar Tugas

Buat daftar tugas untuk mengatur kegiatan keseharianmu dengan lebih baik. Mulailah dengan menempatkan semua tugas yang menurutmu sulit di bagian atas dan akhiri daftar Anda dengan tugas yang lebih mudah dan kamu sukai.

Usahakan mengerjakan tugas yang menurutmu mudah terlebih dahulu, fokus dan selesaikan. Jangan lakukan pekerjaan dalam satu waktu, karena akan lebih banyak menghadapidistraksi  (pengalihan) biasanya disitulah pikiran negatif bermunculan (memainkan perannya). Cukup fokus dan selesaikan.

Lawan Rasa Takut

Terkadang hal yang paling ditakutkan adalah satu hal yang perlu kamu lakukan untuk mendorong hidupmu maju selangkah demi selangkah. Atasi rasa takut dengan mengubah pola pikir dan afirmasi diri sendiri untuk yakin akan bisa melewati rasa takut yang sedang dihadapi. Jangan menghindar tetapi hadapilah!

Beri Waktu Sendiri Untuk Hilangkan Pikiran negatif dalam diri

Sempatkan waktu 10 menit untuk melampiaskan rasa kesal terhadap diri sendiri atau coba kamu tuliskan kekhawatiranmu di selembar kertas, cukup terima dan akui keberadaanya, lalu remas kertas tersebut dan buang. Sesungguhnya, kekhawatiran diri berlebihan tentang hal yang diluar pikiran / kendali hanya akan menimbulkan masalah, yang sebenarnya tidak ada disana.

Belajar Menghadapi Tantangan

Coba ingat kembali,  pelajaran apa yang dapat kamu petik dari perjuangan yang kamu lakukan? Apa yang kamu dapati baik dan buruknya? ini menjadikan pembelajaran agar membuatmu lebih siap menghadapi apa yang mungkin terjadi di masa depan. Dalam segala hal, jangan lupa untuk bersyukur dan yakinlah.

Fokus pada hal positif.  

Belajar merefleksikan diri dengan hal yang positif.  Coba untuk memulai membuat jurnal rasa syukur. Dan maafkan orang lain, yang seringkali membuatmu kesal juga merendahkan dirimu.

Kamu akan tumbuh dengan baik jika memperhatikan hal-hal baik di sekitarmu, meskipun hal baik yang kecil janganlah disepelekan. Hal-hal yang tampaknya kecil itu seperti cinta, kebijaksanaan, dan gairah akan mempercepat kamu menuju kehidupan yang lebih baik.

Belajarlah bagaimana hidup dengan pikiran yang positif melalui bantuan Gill Hasson yang merupakan penulis buku Mindfulness dan Emotional Intelligence dalam bukunya berjudul Positive Thinking: Menemukan Kebahagiaan & Meraih Impian.

“Ketika Anda bangun setiap hari, Anda memiliki dua pilihan. Anda bisa menjadi positif atau negatif; seorang yang optimis atau pesimis. Saya memilih untuk menjadi seorang yang optimis. Ini semua masalah perspektif. ” –Harvey Mackay

“Orang positif mampu mempertahankan perspektif yang lebih luas dan melihat gambaran besar yang membantu mereka mengidentifikasi solusi sedangkan orang negatif mempertahankan perspektif yang lebih sempit dan cenderung fokus pada masalah.”- Barbara Fredrickson.

“Pertarungan hidup tidak selalu mengarah pada orang yang lebih kuat atau lebih cepat. Tapi cepat atau lambat, orang yang menang adalah orang yang mengira dia bisa. “– Vince Lombardi

“Jika Anda memasukkan pikiran negatif ke dalam pikiran Anda, Anda akan mendapatkan hasil negatif. Sama seperti jika Anda menaruh pikiran positif di benak Anda, Anda akan menjadi penerima hasil yang positif. “– Lou Holtz

“Sikap adalah pilihan. Kebahagiaan adalah pilihan. Optimisme adalah sebuah pilihan. Kebaikan adalah pilihan. Memberi adalah pilihan. Rasa hormat adalah pilihan. Pilihan apa pun yang Anda buat membuat Anda. Pilihlah dengan bijak.”– Roy T. Bennett

“Kegagalan sangat penting. Kami berbicara tentang kesuksesan setiap saat. Kemampuan untuk menolak kegagalan atau menggunakan kegagalanlah yang sering kali mengarah pada kesuksesan yang lebih besar. Saya telah bertemu orang-orang yang tidak ingin mencoba karena takut gagal. ” –J.K Rowling.

Saat kamu menyadari adanya pikiran negatif, cobalah hentikan pikiran itu dan alihkan fokus ke pikiran positif. Pikiran negatif mungkin tidak akan hilang dalam semalam, namun dengan latihan, kamu bisa melatih diri untuk memiliki pandangan yang lebih positif.

Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa berpikir positif adalah seseorang dengan menggunakan akal budinya yang mampu membangkitkan semangat untuk perubahan menuju taraf hidup yang lebih baik ,serta menilai pengalaman-pengalaman dalam hidupnya sebagai pengalaman berharga untuk pengalaman berikutnya dan semua itu sebagai proses hidup yang harus diterima.

Berpikir positif bukan hanya perasaan nyaman. Ya, memang baik untuk sekedar “bahagia”, tetapi momen kebahagiaan itu juga penting agar membuka pikiran kamu untuk mengeksplorasi dan membangun keterampilan  diri yang sangat berharga di bidang lain dalam hidupmu.

Berpikir Positif Adalah Cara Terbaik. Berbagai kejadian dan peristiwa yang dialami dalam keseharian merupakan konsekuensi logis daripada kehidupan yang harus dihadapi. Dengan semakin kompleksnya kehidupan yang terus berubah dari waktu ke waktu, maka seseorang harus siap menghadapi dan menyikapi kejadian dan kenyataan hidup yang terjadi. 

Kejadian dan peristiwa hidup yang dihadapi bukan serta merta muncul begitu saja, tetapi  karena adanya hukum universal yang bekerja, salah satunya hukum kamma. Kejadian dan peristiwa ini adalah akibat dari hasil perbuatan yang telah dilakukan sebelumnya. Berbagai kejadian dan peristiwa yang dihadapi ini sebenarnya bersifat netral. Kebahagiaan dan penderitaan timbul sebagai akibat dari pikiran seseorang dalam menyikapi kejadian dan peristiwa tersebut. Orang yang dapat berpikir positif akan tetap merasa bahagia seberat apapun kenyataan yang dihadapi, sebaliknya orang yang berpikir negatif akan tetap merasa hidupnya menderita walau semudah apapun kenyataan yang ada. 

Hidup yang tidak kekal ini membuat kondisi yang menyenangkan dan kondisi yang tidak menyenangkan datang silih berganti. Ajaran Sang Buddha adalah ajaran yang senantiasa menekankan seseorang untuk selalu berpikir positif dalam berbagai kondisi yang dihadapinya. Termasuk dalam kondisi yang tidak menyenangkan sekalipun, seseorang tetap diajarkan untuk dapat berpikir positif serta melihat kondisi tersebut dari sisi positifnya.

Berpikir positif adalah sikap mental dari dalam diri sendiri seseorang untuk menghadapi kondisi yang dialami sebagai akibat logis dari perbuatannya sendiri. Ketika kamma buruk sedang berbuah, hendaknya ia tidak hanya menerima secara pasrah akibat kamma buruk itu; tetapi hendaknya melakukan kebajikan dalam hidupnya dengan penuh kesadaran dan kesungguhan.

Berpikir positif adalah melihat segala sesuatu sebagaimana adanya. Berpikir positif  merupakan proses pikiran yang dapat melihat segala sesuatu apa adanya, yaitu : timbul, bertahan dan tenggelam.   

Jika kita dapat melihat segala sesuatu sebagai suatu proses, maka itu adalah proses yang sangat wajar dari segala sesuatu. Jika kita dapat melihat dan memahami segala sesuatu sebagai sesuatu yang wajar mengalami perubahan, maka kita akan melihat kesunyataan. 

Seseorang yang memiliki pola pikir bahwa perubahan adalah proses yang wajar dan alami dari segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, maka tidak akan timbul kekecewaan dalam dirinya terhadap kondisi apapun yang dihadapi.

Pikiran positif yang dilandasi dengan pengertian kebenaran universal yang akan membentengi diri kita dari berbagai hal yang dapat membuat pikiran kita tidak dapat melihat segala sesuatu sebagaimana apa adanya. 

Jika pikiran kita dapat melihat segala sesuatu sebagaimana adanya sebagai suatu proses maka pikiran kita akan dapat menanggapi berbagai kejadian dan peristiwa dengan cara yang lebih bijaksana. 

Orang yang berpikir negatif akan membuat dirinya menjadi negatif, sebaliknya dengan berpikir positif ia akan menjadi seperti apa yang dipikirkannya. Untuk itu seseorang yang memiliki cara berpikir negatif hendaknya dapat mengubah cara berpikirnya. Karena dengan dapat berpikir positif dalam menghadapi segala sesuatu, ia akan selalu berbahagia pada kondisi apapun yang dialami.  Berusahalah untuk selalu berpikir positif karena berpikir positif adalah cara terbaik yang dapat mengatasi berbagai macam kondisi yang hadir dalam kehidupan kita.

Referensi : Berpikir Positif Adalah Cara Terbaik

















SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP MUSIBAH YANG MENIMPA

SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP MUSIBAH YANG MENIMPA

Sebagai seorang muslim yang beriman, kita meyakini akan konsep takdir yang termasuk dalam Rukun Iman yang 6. Dimana maksud dari beriman kepada takdir adalah mengimani bahwa segala yang kita alami merupakan bagian dari takdir yang sudah Allah SWT. Tentukan kepada hambanya, baik itu berupa nikmat ataupun musibah yang diterima. Takdir tersebut disebut sebagai Qada’ dan Qadar. Qada’ adalah takdir yang masih bisa kita rubah berdasarkan apa yang kita pilih dalam kehidupan kita, apakah kata hidup dengan berbuat baik, ataukah kita hidup dengan berbuat buruk. Segala Qada’ yang kita dapat merupakan hasil dari apa yang talah kita lakukan. Adapun Qadar adalah takdir yang sudah Allah tentukan kepada kita dan tidak bis akita rubah. Seperti halnya kita yang dilahirkan sebagai laki-laki ataupun perempuan, atau kita terlahir dari keluarga yang kaya atau miskin.

Lalu bagaimanakah sikap kita sebagai seorang muslim dalam menghadapi musibah yang kita dapat dalam kehidupan kita sehari-hari? Terkhusus apabila musibah tersebut berupa bencana alam yang sekarang sedang banyak terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Sebagai bentuk keimanan dan juga ketakwaan kita sebagai seorang muslim, terkhusus dalam meyakini konsep tentukan dan tetapkan kepada setiap hambanya. Maka hendaknya kita :

  1. Meyakini bahwa setiap musibah yang kita terima adalah bentuk penghapusan dari dosa-dosa yang telah kita kerjakan di masa lalu.
  2. Meyakini bahwa musibah yang kita alami sekarang suatu saat akan Allah balas dengan kenikmatan yang berlipat ganda.
  3. Menyakini bahwa tujuan Allah memberikan musibah kepada hambaNya adalah karena Allah tahu bahwa hambanya tersebut pasti mampu melewati cobaan tersebut.
  4. Meyakini bahwa musibah yang Allah berikan adalah sebuah ujian yang akan membuat kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.
  5. Meyakini bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti terdapat hikmah di dalamnya.

Dari sikap sikap yang sudah disebutkan tadi, dapat kita simpulkan bahwa semua yang Allah berikan kepada hambanya semata-mata bertujuan bahwa Allah ingin hamba-Nya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Maka hendaknya kita menyikapi berbagai cobaan yang kita dapat dengan sikap berlapang dada dan niatan baru untuk menyambut hari esok dengan kualitas keimanan dana ketaqwaan yang lebih baik lagi. Sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam kitab suci-Nya :

وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengeluarkan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (Q.S. At-Thalaq : 2-3).

Referensi : SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP MUSIBAH YANG MENIMPA










Semua Takdir itu Baik

Semua Takdir itu Baik

Semua Takdir itu Baik. Semua takdir itu baik. Ada hikmah di balik itu. Yang merasakan jelek adalah kita. Allah itu sama sekali tidak berbuat jelek. Takdir Allah tidaklah kejam.  Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَجِبْتُ لِلْمُؤْمِنِ، إِنَّ اللهَ لاَ يَقْضِي لِلْمُؤْمِنِ قَضَاءً إِلَّا كَانَ خَيْرًا لَهُ

“Aku begitu takjub pada seorang mukmin. Sesungguhnya Allah tidaklah menakdirkan sesuatu untuk seorang mukmin melainkan pasti itulah yang terbaik untuknya.” (HR. Ahmad, 3:117. Syaikh Syuaib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini sahih).

Takdir Baik dan Takdir Buruk

Hadits Jibril yang membicarakan tentang rukun iman menyebutkan,

وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

“Dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim, no. 8)

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Takdir itu tidak ada yang buruk. Yang buruk hanya pada yang ditakdirkan (al–maqdur, artinya manusia atau makhluk yang merasakan jelek). Takdir jika dilihat dari perbuatan Allah, semua takdir itu baik. Sebagaimana disebutkan dalam hadits, ‘Kejelekan tidak disandarkan kepada-Mu.’ Jadi, takdir Allah itu selamanya tidak ada yang jelek. Karena ketetapan takdir itu ada karena rahmat dan hikmah. Kejelekan murni itu hanya muncul dari pelaku kejelekan. Sedangkan Allah itu hanya berbuat baik saja selama-lamanya.” (Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah, hlm. 88)

Dalam salah satu doa iftitah yang terdapat dalam hadits ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu disebutkan,

وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِى يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ

“Kebaikan itu seluruhnya pada kedua tangan-Mu dan kejelekan tidak disandarkan kepada-Mu.” (HR. Muslim, no. 771)

Mengapa Allah menakdirkan kejelekan?

Karena ada hikmah di balik itu seperti:

  1. agar kebaikan dapat dikenal;
  2. supaya manusia menyandarkan diri kepada Allah;
  3. supaya manusia bertaubat kepada-Nya setelah ia berbuat dosa;
  4. banyak meminta perlindungan kepada Allah dari keburukan dengan berdzikir dan berdoa;
  5. ada maslahat besar di balik kesulitan atau musibah yang menimpa.
  6. Bisa Jadi yang Jelek itu Baik untuk Kita

Allah Ta’ala berfirman,

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Allah yang lebih mengetahui akibat terbaik setiap perkara. Allah yang Mahatahu yang paling maslahat untuk urusan dunia dan akhirat kita. Sedangkan kita sendiri tidak mengetahui yang terbaik dan yang jelek untuk kita. (Tafsir Az-Zahrawain, hlm. 348-349)

Doa Agar Semua Takdir Kita Baik

Dari Ummul Mukmini ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan doa berikut ini,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الجَنَّةَ وَمَا قرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَولٍ أَوْ عَمَلٍ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مَنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا

ALLOHUMMA INNI AS-ALUKA MINAL KHOIRI KULLIHI ‘AAJILIH WA AAJILIH, MAA ‘ALIMTU MINHU WA MAA LAM A’LAM. WA A’UDZU BIKA MINASY SYARRI KULLIHI ‘AAJILIH WA AAJILIH MAA ‘ALIMTU MINHU WA MAA LAM A’LAM. ALLOHUMMA INNI AS-ALUKA MIN KHOIRI MAA SA-ALAKA ‘ABDUKA WA NABIYYUK MUHAMMADUN SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM. WA A’UDZU BIKA MIN SYARRI MAA ‘AADZA BIHI ‘ABDUKA WA NABIYYUK. ALLOHUMMA INNI AS-ALUKAL JANNAH WA MAA QORROBA ILAIHAA MIN QOULIN AW ‘AMAL. WA ‘AUDZU BIKA MINAN NAARI WA MAA QORROBA ILAIHAA MIN QOULIN AW ‘AMAL. WA AS-ALUKA AN TAJ’ALA KULLA QODHOO-IN QODHOITAHU LII KHOIROO.

Artinya:

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu semua kebaikan yang disegerakan maupun yang ditunda, apa yang aku ketahui maupun tidak aku ketahui. Aku berlindung kepada-Mu dari semua keburukan, baik yang disegerakan maupun yang ditunda, yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu dari kebaikan apa yang diminta oleh hamba dan Nabi-Mu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari apa yang diminta perlindungan oleh hamba dan nabi-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga dan apa yang mendekatkan kepadanya baik berupa ucapan maupun perbuatan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan apa yang mendekatkan kepadanya baik berupa ucapan atau perbuatan. Dan aku memohon kepada-Mu semua takdir yang Engkau tentukan baik untukku. (HR. Ibnu Majah, no. 3846 dan Ahmad, 6:133. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih).

Semoga kita diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi semua ketetapan Allah. Semoga pandemi segera berakhir di seluruh muka bumi. 

Referensi : Semua Takdir itu Baik











Sikap Ketika Tertimpa Musibah

Sikap Ketika Tertimpa Musibah

Sikap Ketika Tertimpa Musibah. Setiap manusia pasti pernah mengalami masalah atau tertimpa musibah dalam hidupnya. Apapun musibahnya, mulai dari kehilangan seseorang yang kita cintai, kehilangan harta benda yang kita punya, musibah sakit, atau bahkan tertimpa musibah bencana alam yang melenyapkan hampir semua yang kita miliki.

Sebagai hamba Allah SWT, kita memang tak akan luput dari berbagai macam cobaan atau musibah, baik berupa kesusahan maupun kesenangan. Hal itu merupakan sunnatullah yang berlaku bagi setiap insan, yang beriman maupun kafir. Karena Allah SWT telah berfirman:

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan

(QS Al-Anbiyâ’:35)

Imam Ibnu Katsîr rahimahullâh berkata:

(Makna ayat ini) yaitu: Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang berputus asa.

Lalu bagaimana sikap kita sebagai seorang muslim dalam menghadapi masalah atau musibah? Untuk menjawab hal ini, kita kembali kepada salah satu firman Allah Swt yang berbunyi:

Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allâh; barang siapa yang beriman kepada Allâh, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allâh Maha Mengetahui segala sesuatu

(QS At-Taghâbun: 11)

Imam Ibnu Katsîr rahimahullâh berkata:

Maknanya: seseorang yang ditimpa musibah dan dia meyakini bahwa musibah tersebut merupakan ketentuan dan takdir Allâh Ta’ala, kemudian dia bersabar dan mengharapkan (balasan pahala dari Allâh Ta’ala), disertai (perasaan) tunduk berserah diri kepada ketentuan Allâh Ta’ala tersebut, maka Allâh Ta’ala akan memberikan petunjuk ke (dalam) hatinya dan menggantikan musibah dunia yang menimpanya dengan petunjuk dan keyakinan yang benar dalam hatinya, bahkan bisa jadi Allâh Ta’ala akan menggantikan apa yang hilang darinya dengan sesuatu yang lebih baik baginya.

Dari tafsiran di atas kita dapat menyimpulkan bahwasanya sikap kita ketika menghadapi musibah adalah Ridha. Karena bahwasanya setiap musibah yang datang adalah atas seizin Allah SWT, yang di mana pastinya selalu ada hikmah dibalik datangnya musibah.

Musibah memang datang dan menimpa baik kepada orang yang beriman maupun orang kafir. Akan tetapi orang yang beriman memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang kafir, yaitu ketabahan dan pengharapan pahala dari Allah SWT dalam menghadapi musibah tersebut. Dan tentu saja semua ini akan semakin meringankan beratnya musibah tersebut bagi seorang muslim.

Dalam menjelaskan hikmah yang agung ini, Ibnul Qayyim rahimahullâh mengatakan:

Sesungguhnya semua (musibah) yang menimpa orang-orang yang beriman dalam (menjalankan agama) Allâh Ta’ala senantiasa disertai dengan sikap ridha dan ihtisâb (mengharapkan pahala dari-Nya). Kalaupun sikap ridha tidak mereka miliki maka pegangan mereka adalah sikap sabar dan ihtisâb. Ini (semua) akan meringankan beratnya beban musibah tersebut. Karena, setiap kali mereka menyaksikan (mengingat) balasan (kebaikan) tersebut, akan terasa ringan bagi mereka menghadapi kesusahan dan musibah tersebut.

Adapun orang-orang kafir, mereka tidak memiliki sikap ridha dan tidak pula ihtisâb. Kalaupun mereka bersabar (menahan diri), maka (tidak lebih) seperti kesabaran hewan-hewan (ketika mengalami kesusahan).

Sungguh Allâh Ta’ala telah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya yang artinya:

Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allâh apa yang tidak mereka harapkan.

(QS An-Nisa: 104).

Jadi, orang-orang Mukmin maupun kafir sama-sama menderita kesakitan, akan tetapi orang-orang Mukmin teristimewakan dengan pengharapan pahala dan kedekatan dengan Allah Swt.

Referensi : Sikap Ketika Tertimpa Musibah











Cara Manjur untuk Menerima Takdir Allah Swt

Ketika takdir yang allah tentukan untuk kita tak sesuai dengan keinginan, memang butuh proses untuk bisa menerimanya. Biasanya saya melakukan beberapa hal ini supaya bisa lebih cepat berdamai dengan takdir:  1. Menyalurkan apa yang sedang dirasakan Supaya lebih mudah berdamai, kita harus mengakui apa yang sedang kita rasakan, baik itu sedih, khawatir, kecewa dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan untuk melepas beban perasaan yang kita alami. Kita bisa mencurahkannya dengan menulis di buku atau journaling. Selain itu bisa juga dengan bercerita kepada orang yang tepat. Orang yang bisa kita percaya dan dekat dengan kita, karena jika bercerita kepada orang yang salah, bukan solusi yang kita dapatkan namun perasaan kita bisa makin runyam.  Saya pernah bercerita kepada orang yang salah, bukannya lega yang saya dapatkan tapi justru kesedihan saya bertambah karena respon yang dia berikan. Oleh karena itu saya lebih suka mengekspresikan perasaan saya dengan menulis, journaling.  Dengan menulis saya bisa jujur mengeluarkan apa yang sedang saya rasakan, dan setelah itu rasanya hati lebih ringan, lebih tenang dan keresahan yang saya alami berkurang.  2. Afirmasi positif kepada diri sendiri Ketika kita sudah melepaskan perasaan kita, kita akan lebih mudah memberikan kata-kata penyemangat dan megambil hikmah dari apa yang terjadi.  Berikan afirmasi positif kepada diri kita, karena motivasi paling baik adalah yang datang dari diri sendiri.  Baca Juga  Prinsip Integralistik Manhaj Tarjih dalam Memandang Hadis Misoginis Ketika saya mengalami kejadian yang tidak mengenakan, saya akan mengucapkan beberapa kata-kata penyemangat untuk diri saya, misalnya “ingat, semua orang sudah punya takdirnya masing-masing”. “Ingat semua yang allah takdirkan untuk kita pasti yang terbaik, pasti paling pas” “Kenapa kamu tidak bisa menerima takdir ini? apa yang membuatmu berat menerimanya?” “Yakinlah, meskipun saat ini terasa berat, pasti akan indah nantinya, hanya saja saat ini kamu belum tahu hal indah apa yang menantimu”. “Seperti yang sebelumnya kamu alami, yang menurutmu buruk bisa memiliki akhir yang indah kan?” dan berbagai kalimat suportif lainnya.   Kata-kata itu juga saya ucapkan setiap kali perasaan galau, tidak menerima takdir datang menghampiri.   3. Tidak membandingkan takdir kita dengan orang lain Sebenarnya kita memiliki kesempatan untuk menerima takdir yang ada dengan ikhlas. Seringkali yang menjadi masalah adalah ketika kita membandingkan takdir kita dengan orang lain. Sehingga yang awalnya menerima, menjadi kecewa. Padahal kita tahu, setiap orang punya takdirnya sendiri-sendiri, punya milestone yang berbeda-beda.   Jika dirasa perlu, kita bisa menonaktifkan media sosial jika sedang dalam kondisi kalut, masih belajar ikhlas menerima takdir yang ada. Karena sering kali apa yang nampak di media sosial membuat kita iri dan membandingkan apa yang terjadi kepada kita.  4. Mencari ilmu tentang menjadi hamba yang bisa selalu ridho dengan ketetapanNya Ilmu adalah kunci dari sikap dan perilaku yang benar. Jika kita tidak tahu ilmunya atau bahkan mengetahui ilmu yang salah, maka respon kita pun juga akan salah. Ilmu tentang takdir allah akan memperkuat iman kita kepada qodho dan qodar, sehingga kita lebih ridho menerima apa yang terjadi.  Baca Juga  Ketika Takdir Terus Menguji 5.Berdo’a  Do’a adalah senjata bagi seorang muslim. Doa adalah yang menghubungkan kita dengan Sang Pencipta. Maka, jika ingin menjadi pribadi yang bisa selalu menerima takdirnya, sudah selayaknyalah kita meminta akan hal itu. Ada satu doa yang bertujuan supaya kita bisa menjadi hamba yang Ridho akan ketetapan-Nya. Doa ini disampaikan oleh salah satu habib dari tarim yang datang ke pesantren saua saat itu.  اَللَّهُمَّ اجْعَلْ نَفْسِيْ مُطْمَئِنَّةً تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ Allahummaj’al nafsi muthmainnatan tu’minu biliqo-ika wa taqna’u bi’atho-ika wa tardho biqodho-ika  “Ya Allah, jadikanlah jiwaku tenang, mengimani perjumpaan dengan-Mu, merasa cukup dengan pemberianMu, dan rida dengan ketentuanMu.”  Ya, kita meminta supaya selalu bisa menerima takdir-Nya, entah itu baik atau buruk. Jika baik tidak sombong. Jika buruk tetap bisa husnudzhon,  6.Sabar jalani prosesnya, semua butuh waktu Menerima takdir yang berat, tidak sesuai dengan yang diinginkan memang butuh waktu. Jadi terima saja apa yang kamu rasakan saat ini. Perlahan-lahan berusaha menerima, nanti lama kelamaan kita bisa menerima sepenuhnya.  Menerima takdir yang berat, tidak sesuai ekspektasi memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa. Jika kita mau perlahan-lahan membuka diri, maka insyAllah aka nada jalannya dan kita bisa menerima semua dengan lapang dada. Semoga enam cara tadi bisa membantu anda lebih mudah menerima takdir yang ada.

Cara Manjur untuk Menerima Takdir Allah Swt. Ketika takdir yang allah tentukan untuk kita tak sesuai dengan keinginan, memang butuh proses untuk bisa menerimanya. Biasanya saya melakukan beberapa hal ini supaya bisa lebih cepat berdamai dengan takdir:

1. Menyalurkan apa yang sedang dirasakan

Supaya lebih mudah berdamai, kita harus mengakui apa yang sedang kita rasakan, baik itu sedih, khawatir, kecewa dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan untuk melepas beban perasaan yang kita alami. Kita bisa mencurahkannya dengan menulis di buku atau journaling. Selain itu bisa juga dengan bercerita kepada orang yang tepat. Orang yang bisa kita percaya dan dekat dengan kita, karena jika bercerita kepada orang yang salah, bukan solusi yang kita dapatkan namun perasaan kita bisa makin runyam.  Saya pernah bercerita kepada orang yang salah, bukannya lega yang saya dapatkan tapi justru kesedihan saya bertambah karena respon yang dia berikan. Oleh karena itu saya lebih suka mengekspresikan perasaan saya dengan menulis, journaling.

Dengan menulis saya bisa jujur mengeluarkan apa yang sedang saya rasakan, dan setelah itu rasanya hati lebih ringan, lebih tenang dan keresahan yang saya alami berkurang.

2. Afirmasi positif kepada diri sendiri

Ketika kita sudah melepaskan perasaan kita, kita akan lebih mudah memberikan kata-kata penyemangat dan megambil hikmah dari apa yang terjadi.  Berikan afirmasi positif kepada diri kita, karena motivasi paling baik adalah yang datang dari diri sendiri.

Ketika saya mengalami kejadian yang tidak mengenakan, saya akan mengucapkan beberapa kata-kata penyemangat untuk diri saya, misalnya “ingat, semua orang sudah punya takdirnya masing-masing”. “Ingat semua yang allah takdirkan untuk kita pasti yang terbaik, pasti paling pas” “Kenapa kamu tidak bisa menerima takdir ini? apa yang membuatmu berat menerimanya?” “Yakinlah, meskipun saat ini terasa berat, pasti akan indah nantinya, hanya saja saat ini kamu belum tahu hal indah apa yang menantimu”. “Seperti yang sebelumnya kamu alami, yang menurutmu buruk bisa memiliki akhir yang indah kan?” dan berbagai kalimat suportif lainnya. 

Kata-kata itu juga saya ucapkan setiap kali perasaan galau, tidak menerima takdir datang menghampiri.

3. Tidak membandingkan takdir kita dengan orang lain

Sebenarnya kita memiliki kesempatan untuk menerima takdir yang ada dengan ikhlas. Seringkali yang menjadi masalah adalah ketika kita membandingkan takdir kita dengan orang lain. Sehingga yang awalnya menerima, menjadi kecewa. Padahal kita tahu, setiap orang punya takdirnya sendiri-sendiri, punya milestone yang berbeda-beda. 

Jika dirasa perlu, kita bisa menonaktifkan media sosial jika sedang dalam kondisi kalut, masih belajar ikhlas menerima takdir yang ada. Karena sering kali apa yang nampak di media sosial membuat kita iri dan membandingkan apa yang terjadi kepada kita.

4. Mencari ilmu tentang menjadi hamba yang bisa selalu ridho dengan ketetapanNya

Ilmu adalah kunci dari sikap dan perilaku yang benar. Jika kita tidak tahu ilmunya atau bahkan mengetahui ilmu yang salah, maka respon kita pun juga akan salah. Ilmu tentang takdir allah akan memperkuat iman kita kepada qodho dan qodar, sehingga kita lebih ridho menerima apa yang terjadi.

5.Berdo’a 

Do’a adalah senjata bagi seorang muslim. Doa adalah yang menghubungkan kita dengan Sang Pencipta. Maka, jika ingin menjadi pribadi yang bisa selalu menerima takdirnya, sudah selayaknyalah kita meminta akan hal itu. Ada satu doa yang bertujuan supaya kita bisa menjadi hamba yang Ridho akan ketetapan-Nya. Doa ini disampaikan oleh salah satu habib dari tarim yang datang ke pesantren saua saat itu.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ نَفْسِيْ مُطْمَئِنَّةً تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ

Allahummaj’al nafsi muthmainnatan tu’minu biliqo-ika wa taqna’u bi’atho-ika wa tardho biqodho-ika

“Ya Allah, jadikanlah jiwaku tenang, mengimani perjumpaan dengan-Mu, merasa cukup dengan pemberianMu, dan rida dengan ketentuanMu.”

Ya, kita meminta supaya selalu bisa menerima takdir-Nya, entah itu baik atau buruk. Jika baik tidak sombong. Jika buruk tetap bisa husnudzhon,

6.Sabar jalani prosesnya, semua butuh waktu

Menerima takdir yang berat, tidak sesuai dengan yang diinginkan memang butuh waktu. Jadi terima saja apa yang kamu rasakan saat ini. Perlahan-lahan berusaha menerima, nanti lama kelamaan kita bisa menerima sepenuhnya.

Menerima takdir yang berat, tidak sesuai ekspektasi memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa. Jika kita mau perlahan-lahan membuka diri, maka insyAllah aka nada jalannya dan kita bisa menerima semua dengan lapang dada. Semoga enam cara tadi bisa membantu anda lebih mudah menerima takdir yang ada.

Referensi : Cara Manjur untuk Menerima Takdir Allah Swt











Mengambil Hikmah Kisah Urwah Bin Zubair Dalam Menghadapi Takdir Allah Swt

Mengambil Hikmah Kisah Urwah Bin Zubair Dalam Menghadapi Takdir Allah Swt. T

Mengambil Hikmah Kisah Urwah Bin Zubair Dalam Menghadapi Takdir Allah Swt. Telah hampir setahun terakhir kita akrab dengan istilah Corona Virus Disease. Sering kali kita bertanya, yang mungkin hanya bisa dijawab oleh rumput yang bergoyang seperti syair lagu Ebiet G Ade. Ya Allah, kapankah ujian ini berakhir? Kapan kita bisa berkumpul tanpa prasangka akan tertular atau menularkan virus? kapan aku boleh sekolah lagi? tanya seorang anak yang sudah mulai letih belajar di rumah.
Lantas benarkah pendapat bahwa Allahﷻ sedang marah kepada kita dengan mengirimkan bala tentaranya dalam bentuk virus yang datang secara tiba-tiba dan memporak porandakan semua rencana manusia, apakah benar karena kesombongan, keangkuhan, atau karena pengabaian kita terhadap ayat-ayat kauniyah, telah menyebabkan alam marah terhadap kita?

Belajar dari Kisah Ujian Kesabaran Urwah bin Zubair

Dalam menerima ujian, tentu kita tidak akan mampu sekuat dan sesabar kaum alim ulama yang menunjukkan ketaqwaaannya kepada Rabb-nya dengan cara yang luar biasa. Dikisahkan pula tentang kisah kesalehan Urwah Bin Zubair, ulama yang sangat alim. Beliau adalah salah satu dari Tujuh Fuqaha Madinah, yaitu sebutan untuk sekelompok ahli fiqih dari generasi tabi’in yang merupakan para tokoh utama ilmu fiqih di kota Madinah setelah wafatnya generasi sahabat yang hidup sezaman dengan Nabi Muhammad.

Ibnu Khillikan menyebut beliau sebagai orang yang alim, saleh sekaligus memberi contoh manusia yang sabar dan tabah dalam menghadapi takdir Allahﷻ. Dikisahkan saat hendak pergi menemui Walid bin Abdul Malik, beliau mendapati musibah pertama yang menimpanya, anak kesayangannya meninggal dunia karena terinjak binatang ternak dan  meninggal dunia seketika. Dalam keadaan demikian, beliau tetap melanjutkan perjalanannya dengan tetap memuji kebesaran Allahﷻ, tidak ada perasaan kecewa terhadap takdir yang Allah berikan tersebut. Beliau bahkan memuji dengan kata yang menyejukkan hati dengan tetap yakin bahwa jika Allah memberikan ujian, pasti memberikan maaf, demikian juga ketika Allah mengambil sesuatu darinya, pasti akan memberi pengganti yang lebih baik.

Setelah kejadian tersebut, beliau mendapat ujian lagi. Kakinya tertimpa penyakit kudis yang sangat parah. Dokter-dokter pada waktu itu sudah angkat tangan karena penyakitnya sudah kronis, hingga kemudian diambillah keputusan untuk mengamputasi kaki Urwah Bin Zubair. Eksekusi dilakukan dengan mendatangkan para jagal. Saat itu belum ada ilmu anestesi seperti kemajuan dunia kedokteran saat ini, sehingga beliau disarankan untuk minum khamr (minuman keras) agar tidak merasa sakit saat diamputasi, beliau menjawab, “Aku tidak akan memanfaatkan sesuatu yang diharamkan oleh Allah hanya karena ingin sembuh.” Selain itu, beliau juga menolak untuk meminum obat tidur dan bersikeras untuk tegar menahan rasa sakitnya. Di sela-sela proses pemotongan kakinya tersebut, beliau tidak henti-hentinya mengucapkan kalimat tahlil dan takbir. Dalam cerita lain, dikisahkan tentang momen pemotongan itu dilakukan sewaktu Urwah sedang shalat sesuai dengan permintaannya. Setelah pemotongan kaki selesai dilakukan, beliau mengatakan:“Demi Allah selama 40 tahun saya belum pernah melangkahkan kaki ke tempat haram dan saya bersyukur bisa mengembalikan kakiku kepada Rabbku dalam keadaan suci.

Sikap Urwah ini menunjukkan betapa tingginya kesabaran beliau dalam menerima takdir Allahﷻ. Mendapat musibah bertubi-tubi, tidak membuatnya lantas mengeluh tetapi malah memuji kebesaran Tuhannya. Ia merasa bahwa ujian yang datang menimpanya, tidak sebanding dengan nikmat Allah yang begitu banyak. Orang yang menyatakan keimanannya kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, menyikapi sakit dengan hati yang tenang dan ikhlas, karena tahu inilah kesempatan Allah menguggurkan dosa-dosa dan kesalahannya. Mereka tahu inilah kesempatan untuk berdoa dan berdzikir serta berhusnudzon kepada Allahﷻ, karena semua atas izin-Nya dan semua akan kembali kepadaNya.

Harapan dan Optimisme di Tengah Permasalahan

Dengan mengambil I’tibar dari kisah Urwan bin Zubair ini, hendaknya kita menyikapi ujian pandemi COVID-19 ini dengan tidak berputus asa terhadap ujian yang diberikan Allahﷻ, karena sejatinya keputusasaan acapkali membuat manusia menjadi ragu-ragu dan membuat hidup kita seakan tanpa ruh, tanpa jiwa dan parahnya lagi, keputusasaan mampu menghilangkan semangat hidup untuk meraih keberkahan Allahﷻ. Perlu selalu kita tanamkan dalam jiwa kita bahwa hidup kita ini sangat bergantung pada Allahﷻ sang Maha Pencipta

“Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” (QS. Al-Fatihah [1]:5)

Namun memang tabiat manusia yang seringkali hanya berdoa di saat butuh dan akan melenggang dengan bangganya disaat hajatnya terpenuhi, tak pernah merasa mau bergantung sepenuhnya kepada Sang Khalik dan kerap hanya menumbuhkan kesombongan pada diri manusia.

“Dan apabila kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri…” (QS. Fushsilat [41]:51)

“Manusia itu tiada jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka, maka ia menjadi putus asa lagi putus harapan.” (QS. Fushsilat [41]:49)

Agama Islam adalah agama yang paling sempurna, Agama Islam sangat menganjurkan umatnya untuk melakukan hal-hal yang terpuji. Kita memiliki role model yang selalu dapat dijadikan teladan atau uswatun hasanah bagi seluruh umatnya. Salah satu akhlakul karimah yang diajarkan oleh nabi Muhammad SAW adalah sifat raja’ yang berarti harapan atau optimisme, yang dalam arti luas dapat diartikan bahwa Allah akan senantiasa memberikan harapan. Oleh karenanya, sebagai muslim yang taat pada Allah, kita seyogyanya tidak boleh merasa kehilangan harapan, baik itu harapan akan pengampunan dosa, harapan mendapatkan kualitashidup yang baik, harapan untuk keluar dari himpitan kesulitan hidup maupun harapan untuk mendapatkan jawaban dari setiap permasalahan.

Kita harus senantiasa menumbuhkan harapan dan optimisme dengan tidak berperasangka buruk kepada Allahﷻ, meyakinkan diri bahwa setiap ujian yang diberikan oleh Allah semata-mata untuk kebaikan kita, tanamkan pada hati kita, bahwa Allahﷻ selalu bersedia membantu kita menyelesaikan permasalahan kehidupan yang kita hadapi. Dengan menumbuhkan harapan ini, tidak ada istilah putus asa ketika menghadapi problematika kehidupan yang memang selalu mengintai kehidupan kita, bahkan problematika yang hadir karena multiplier effect yang ditimbulkan oleh virus corona sekalipun. Dengan meyakini Allahﷻ senantiasa hadir dan membantu kita, maka akan memunculkan ketenangan hati dan kedamaian pikiran. Terlebih jika kita menempatkan posisi Tuhan sebagai prioritas utama di hati kita dengan menyadari bahwa kuasanya tak terbatas dan cinta kasihnya kepada hambanya tiada bertepi, Ia selalu hadir memberikan jalan keluar disetiap kesulitan dan himpitan kehidupan bahkan kesulitan itu datang dari buah keburukan kita sekalipun.

Dengan melihat bahwa ada kebaikan disetiap kesulitan, kita akan selalu berbaik sangka kepada Allah. sebagaimana firman Allahﷻ dalam hadis qudsi, kasih sayang-Ku lebih luas dari murka-Ku, dan dalam hadis lain disebutkan, Allahﷻ berfirman, Aku tergantung prasangka hamba-ku kepada-Ku. Apabila ia berprasangka baik, maka baik akibatnya, namun apabila ia berprasangka buruk, keburukan akan menimpa dirinya.

Setiap kejadian betapapun pahitnya akan selalu menyisakan hikmah yang besar, hal ini yang selalu diajarkan oleh Allah melalui kalamnya Yang Mulia, dengan maksud supaya manusia tidak berputus asa dengan segala sesuatu yang hilang dan tidak berbangga diri ketika berpunya.

“Supaya kamu jangan berputus asa atas sesuatu yang hilang dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang telah diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Al Hadid:23)

Selain itu dalam firman Allahﷻ yang lain disebutkan bahwa, tidak ada satu musibah pun yang menimpa bumi dan manusia tanpa sepengetahuan Allahﷻ. Dan bagi-Nya hal tersebut sangat mudah terjadi

“Tiada musibah yang menimpa bumi dan tidak pula menimpa dirimu melainkan tertulis dalam kitab sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu di sisi Allah sangat mudah.” (Al Hadid:22)

Dengan selalu berbaik sangka pada Allahﷻ kita akan selalu meyakini bahwa di saat senang Allahﷻ selalu menyertai dan dikala himpitan kehidupan hadir manyapa, Allahﷻ pun tidak beranjak dari sisi kita. Kasih sayang-Nya selalu ada bersama hambanya yang beriman. Dengan keyakinan ini, kita akan selalu mampu bangkit dari keterpurukan dan tersenyum meski kabut duka menyelimuti, tetap tegar kala kepayahan dan kembali berdiri dan berjuang kala jatuh dan tersungkur. Dengan demikian apa lagi alasan kita untuk bersedih dengan hadirnya problematika kehidupan? Untuk apa menangisi dan meratapi kesulitan? Untuk apa berlama-lama berduka? Dan untuk apa kita berputus asa terhadap rahmatNya?.

Atasi kesulitan dengan keikhlasan dan kesabaran, serta senantiasa berharap hanya kepada Allahﷻ, Biizdnillahdengan keyakinan hati, semoga ujian pandemi ini akan segera berlalu dan kita bisa kembali bertemu untuk berjabat erat, menyatukan yang terceraiberai, dan menampilkan senyum terbaik dari wajah kita yang selama ini tertutup rapat dalam balutan masker yang terkadang menyesakkan. Segera bangkit dan bergegas memperbanyak amalan kebaikan sebelum diakhirkan dalam keadaan husnul khotimah.

Referensi : Mengambil Hikmah Kisah Urwah Bin Zubair Dalam Menghadapi Takdir Allah Swt. 








Meridhoi Takdir Untuk mencapai ridho Allah Swt

Meridhoi Takdir Untuk mencapai ridho Allah Swt

Meridhoi Takdir Untuk mencapai ridho Allah Swt. Seorang muslim wajib baginya mengimani perkara-perkara yang telah diberikan kepadanya berupa rukun iman. Seorang muslim yang baik bukan hanya mempercayai saja namun jug mengamalkan dari setiap bagian rukun iman yakni: Iman Kepada Allah, Iman Kepada Malaikat, Iman Kepada Kitab-kitab Allah, Iman Kepada Rasul, Iman Kepada Hari Akhir dan Iman Kepada Qodho dan Qodar. Sebagai penganut agama yang kaffah haruslah terpenuhi keseluruhan itu sesuai tuntunan dan arahan dari al-Qur’an dan Hadits.

Pada realitanya, sebagian manusia lupa dan lalai akan kewajibannya mempercayai hal yang sudah pasti tersebut. Manusia yang tersesat bisa saja melupakan Tuhannya dengan meniadakan Allah di setiap nafas hidupnya. Manusia bisa saja melupakan iman kepada malaikat dan hari akhir karena hati yang tersesat dengan tidak mempercayai suatu hal yang ghaib. Manusia bisa saja melupakan iman kepada kitab-kitab Allah, dan Rasul Allah. Namun manusia tidak bisa menghindari dari Qodho dan Qodar Allah. Oleh karena itu, seorang muslim akan dimintai pertanggungjawaban dari setiap perbuatan yang dikerjakannya.

Pengertian Qodho dan Qodar

Takdir atau lebih lengkapnya Qodho dan Qodar memiliki unsur ikatan kesinambungan.  Qodar berarti ketika Allah telah menetapkan sesuatu akan terjadi pada waktunya dan Qodho adalah tibanya masa ketika ketentuan yang telah ditetapkan terjadi. Oleh karenanya, Qodar yakni suatu ketetapan Allah berlaku terhadap segala sesuatu sejak zaman azali serta Qodho adalah pelaksanaan Qodar ketika terjadi.( Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd,2007)

Rasul SAW berkata:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir, dan kamu beriman kepada qadar yang baik maupun yang buruk. (HR. Muslim no. 8)

Semua yang terjadi di dunia ini sudah menjadi ketetapan dari Allah SWT seperti adanya pergantian siang dan malam, adanya alam yang indah, sebaliknya adanya hal-hal yang ditetapkan seperti bencana alam, musibah dan lain sebagainya. Begitu pula adanya perbedaan keadaan manusia, Allah menciptakan manusia dengan bermacam ragam, ada wujud yang sempurna atau kurang sempurna. Adapun Allah mengatur setiap kebutuhan manusia dan menempatkan kondisi manusia dalam berbagai macam hal yang berbeda. Karena yang sedemikian itu adalah sebuah ketentuan yang sudah pasti baik adanya dan seharusnya manusia juga mampu mengimani sampai sedalam itu.

Manusia dan Takdir

Hadits di atas menyebutkan takdir baik maupun buruk, oleh karena itu, manusia senantiasa mampu menyiapkan diri dan mental untuk menyambut bukan hanya suatu ketetapan yang diberikan kepada manusia dalam keadaan baik saja, namun juga manusia mampu mempersiapkan dalam keaadaan buruk juga. Manusia akan lebih mudah menerima jika dirinya diberi keadaan takdir yang baik seperti mendapatkan rezeki yang melimpah dan lain sebagainya. Namun, manusia akan susah menerima takdir baginya dalam keadaan buruk atau sebagai musibah dan cobaan. Karenanya sering kali manusia frustasi dan menempatkan prasangka buruk kepada takdir yang telah Allah berikan kepadanya.

Sejatinya manusia mampu membuat rencana yang hebat. Mampu merencanakan untuk mencapai kepentingan dan tujuannya dengan detail dan rinci. Akan tetapi, sebagus-bagusnya rencana manusia ketika Allah tidak meridhoi rencana itu terjadi manusia mampu berbuat apa. Mau tidak mau kita harus menerima apapun yang terjadi dalam hidup kita baik ataupun buruk. Sehingga kita seringkali tidak menerima keadaan dan seringkali menyalahkan takdir Allah yang salah terhadap dirinya. Manusia mulai merasa bahwa nikmat yang diberikan Allah adalah suatu ketidak adilan.

Musibah bisa saja menimpa kepada siapa saja terserah kehendak Allah. Misalnya, ketika seorang pedagang yang berjualan dari siang sampai malam, dirinya telah bekerja keras serta mempunyai perhitungan bahwa ketika hari itu akan sangat ramai, namun karena hujan lebat seharian alhasil pelanggan yang datang hanya sebanyak hitungan jari. Hal yang terjadi adalah pedagang tersebut tidak bisa menolak dari takdir yang demikian. Takdir yang demikian seringkali membuat kita jauh akan syukur kepada Allah.

Adapula perencanaan manusia yang telah merencanakan dan mempersiapkan tentang jodoh. Pada suatu hari, ada sepasang calon pengantin yang telah saling mengenal dengan cara ta’aruf sehingga mendapatkan keinginan yang sama yakni melangsungkan ke jenjang pernikahan. Keduanya telah merencanaka dengan matang apa saja yang diperlukan untuk melangsungkan pernikahannya. Undangan telah dicetak dan disebar luaskan, gedung pernikahan telah dipersiapkan, kedua belah pihak keluarga telah saling mempersiapkan kostum dan hari pelaksanaan dengan matang. Semua hal tersebut menurut renananya akan berjalan dengan sangat lancar dan baik, tidak akan ada suatu hal yang mampu menghentikan rencana mulia mereka. Akan tetapi pada hari berlangsungnya akad pernikahan, mempelai pria mengalami musibah kecelakaan dengan satu mobil rombongannya menuju lokasi pernikahan. Allah pun berkehendak lain, kecelakaan tersebut mengakibatkan meninggal dunia calon mempelai suaminya.

Hal-hal di atas seringkali membuat manusia akan merasa bahwa dunia tidak adil, takdir Allah tidak bagus dan merasa garis hidupnya tidak jelas. Namun akan tiba saatnya manusia akan menyadari apa yang telah direncanakan oleh Allah adalah suatu hal yang terbaik bagi hidupnya. Tidak sedikit juga di antara banyak manusia yang memiliki hati yang tangguh dengan mampu menerima dan selalu bersyukur dengan semua apa yang telah Allah tetapkan.

Rodhiatan Mardiyatan

Kebanyakan muslim ketika ditanyai apa yang mereka cari dalam hidup ini? Mereka selalu menjawab mencari ridho Allah, karena mereka ingin mendapat ridho dari Allah. Akan tetapi hal yang sebenarnya bahwa ridho Allah bukan untuk diminta dan dicari tetapi untuk mereka lakukan. Karena subjek utama ridho Allah adalah diri mereka sendiri yang harus ridho kepada Allah bahwa kemudian Allah ridho adalah hal yang otomatis. Karena tidak mungkin kalau mereka ridho dengan takdir Allah lalu Allah tidak meridhoi.

Rumus sederhana di puncak firman-firman Allah dengan siapa yang dipanggil Allah untuk memasuki hilir kemesraan cinta dengan Allah. Siapa yang kompatibel terhadap cinta Allah, karena unsur kompatibelnya adalah Rodhiatan Mardiyah. Hal ini sesuai dengan firman Allah:

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

Wahai jiwa yang tenang!

ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً

Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. (Q.S.al-Fajr [89]: 27-28)

Dari dalil di atas menyebutkan bahwa semua manusia di muka bumi ini bisa jadi Allah meridhoi dan menerima amalan kita bisa jadi tidak, kecuali beberapa orang yang dijamin masuk surga oleh Allah seperti Rasulullah. Selain itu, semua manusia di dunia ini kedudukannya sama di mata Allah. Oleh karena itu, kita tidak usah sibuk mencari ridho Allah, akan tetapi kitalah yang harus terus menerus ridho kepada Allah karena rumusnya adalah Rodhiatan Mardiyah bukan terbalik Mardiyatan Rodhiah. Jadi kitalah yang harus memastikan setiap saat ridho kepada apapun saja yang Allah tentukan untuk kita, jika kita ridho dan terus ridho efeknya pasti diridhoi oleh Allah.

Hal yang disebut kita ridho kepada Allah adalah ridho kepada setiap aplikasi Allah dalam hidup kita. Misalnya jantung kita berdetak menandakan bahwa Allah mempunyai urusan dengan jantung kita dan kita harus ridho dengan nikmat demikian. Sebagaimana pohon, binatang dan alam itu adalah 100% ekspresi dari ridho. Oleh karena itu, temukanlah ridho karena manusia adalah makhluk yang diberi akal untuk mengambil jalan dari kehidupan maka setiap hari manusia harus menemukan yang mana saja dari perilaku kita hari ini yang diridhoi Allah dan mana saja yang tidak dirihoi. Termasuk yang mana perilaku kita yang mencerminkan ridho kepada Allah dan mana yang tidak itulah ukuran hidup.

seharusnya kita ridho berlangsung di setiap saat dalam hidup kita. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak berdiri di fakta hidupnya, tidak berdiri di kenyataan hidupnya mereka berdiri di harapannya saja. Maka yang akan terjadi adalah akan selalu merasa kurang apa yang di dapat dari hidupnya. Namun jika kita ikhlas berpijak ditempat dan momentum yang Allah beri serta dengan meridhoi apa yang telah Allah karuniai kita sampai saat ini dengan posisi dan keadaan bagaimanapun. Maka ridho Allah akan menyertai keikhlasan kita untuk melangsungkan kehidupan kita.

Kesimpulan pada pembahasan Rodhiatan Mardiyatan adalah ketika umat muslim di dunia ini telah mengaplikasikan ridho untuk diridhoi, maka akan terciptanya hati yang senantiasa ikhlas kepada setiap ketentuan yang Alah berikan. Serta kita menjadi hamba Allah yang insyaAllah dimuliakan Allahkarena mendapatkan ridho Allah. Semoga kita semuanya menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur atas ni’mat Allah dengan segala takdir-Nya.

Referensi : Meridhoi Takdir Untuk mencapai ridho Allah Swt













17 Cara Menyikapi Takdir Allah Swt Beserta Dalilnya


17 Cara Menyikapi Takdir Allah Beserta Dalilnya. Takdir atau dalam bahasa arab yang dikenal dengan qodar adalah ketentuan suatu peristiwa yang terjadi karena pilihan makhluk itu sendiri yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah di hari akhir. Takdir ialah bentuk kuasa Allah yang wajib diterima dan diimani. Pandangan orang secara umum, takdir ialah segala sesuatu yang telah terjadi. Takdir dapat terjadi dalam bentuk apapun, baik itu dalam hal kehidupan sehari hari, kesehatan, takdir jodoh menurut islam, dan sebagainya.  Sering kita melihat seseorang yang sering bersedih karena tidak bisa menerima takdirnya dan menganggap hidupnya kurang beruntung daripada orang lain yang dipandangnya selalu bahagia. Bagaimana pandangan islam mengenai hal tersebut? Bagaimana pula cara agar kita senantiasa berada dalam petunjukNya dalam menghadapi takdir? Untuk lebih memahami mengenai takdir Allah, dalam kesempatan kali ini penulis akan membahasnya secara lengkap, yuk simal artikel berikut mengenai cara menyikapi takdir Allah.

1. Percaya

Sebagai orang yang beriman, kita harus percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah memiliki rencana yang terperinci dan terbaik untuk semua hambaNya, termasuk manusia. manusia wajib percaya bahwa Allah tidak akan memberikan takdir baik itu takdir baik maupun buruk tanpa menyimpan hikmah di baliknya. Percaya adalah kunci utama dari ketenangan hati. Jika percaya akan rencana Allah yang terbaik maka tidak akan ada khawatir ataupun rasa sedih dalam cara menyikapi takdir Allah dan merupakan cara meningkatkan akhlak sebagai umat mukmin.

2. Mengimani

Keutamaan iman dalam islam diantaranya iman pada qodar (takdir) termasuk rukun iman tidak sah keiman seseorang jika tidak menerima takdir. “Tidaklah seorang hamba itu beriman kepada takdir yang baik dan buruk dari Allah, hingga ia mengetahui bahwa apa yang menimpanya bukan karena kesalahnnya dan kesalahannya itu tidaklah akan menimpanya”. (HR Tirmidzi).

3. Membenarkan

Manusia tidak boleh ragu akan takdir Allah, wajib untuk membenarkan bahwa Allah tidak pernah merencanakan sesuatu tanpa hikmah yang mulia dan tanpa rencana yang lebih indah ke depannya. Manusia harus membenarkan bahwa hidup selalu berputar, sikapi takdir Allah dengan cara membenarkannya baik itu takdir baik ataupun takdir buruk sebab hal demikian termasuk keutamaan berbaik sangka kepada Allah.

4. Tawakal

“Sekali kali tidak akan menimpa apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami, Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang orang yang beriman akan bertawakal”. (QS At Taubah : 51). Cara menyikapi takdir Allah adalah dengan bertawakal, yaitu dengan berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu harapan di waktu terbaik yang ditentukan olehNya. tawakal dalam islam akan senantiasa mendekatkan dan menjadi jalan ridho Allah.

Tawakal bukan hanya menyerah dan berdiam diri, tetapi wajib disertai dengan usaha yang sungguh sunguh untuk mengubah keadaan atau takdir yang dialaminya. Wajib selalu percaya bahwa Allah akan memberikan segalanya yang terbaik sesuai usaha yang dilakukan hamba Nya. Jika berusaha baik, maka akan menerima hasil yang baik, jika belum mendapatkan hasil yang diinginkan, tetap wajib terus berusaha dan berdoa.

5. Tidak Menyerah

Rasulullah selalu memerintahkan umatnya untuk berusaha semaksimal mungkin sesuai kemampuannya, cara menyikapi takdir Allah ialah dengan berusaha dan tidak boleh menyerah, putus asa adalah tanda bahwa orang tersebut tidak percaya pada kebesaran Allah.  “Bersemangatlah untuk memperoleh apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan sekali kali kamu merasa tidak berdaya”. (HR Abu Hurairah).

6. Jauhi Berandai andai

Takdir, apapun itu ialah yang terbaik, cara menyikapi takdir Allah tidak boleh diterima dengan penyesalan atau harapan untuk bisa mengubah takdir yang telah terjadi. Maksudnya ialah dengan berandai andai untuk dapat kembali ke masa lalu dan mengubah peristiwanya agar menerima hasil sesuai yang diinginkan, hal demikian tidak diperbolehkan dalam agama. “Janganlah engkau berkata seandainya aku berbuat begini tentu begini dan begitu tentu akan seperti ini dan seperti itu”. (HR Muslim).

7. Mohon Pertolongan Allah

Takdir ialah bagain dari kuasa Allah, untuk menghadapinya sebagai makhluk yang lemah wajib untuk memohon pertolongan Allah agar dapat menjalani dan mengambil keputusan sesuai petunjukNya. “Dan sekali kali tidaklah Rabb mu menganiaya hamba hamba Nya”. (QS Fushshilat : 46).

8. Instropeksi Diri

“Musibah yang menimpa kalian adalah hasil dari perbuatan tangan kalian sendiri”. (QS As Syuuraa : 30). Sebagai manusia tentu pernah berbuat kesalahan secara sadar, contohnya ialah sudah mengetahui tentang perbuatan yang termasuk dosa tetapi tetap melakukan perbuatan tersebut, akibatnya takdir Allah akan mengikuti sesuai perbuatan yang dilakukan.

9. Mohon Rahmat Allah

Cara menyikapi takdir ialah dengan memohon rahmat Allah agar mendapat hikmah yang  terbaik dan diberi takdir yang lebih baik pula ke depannya. Allah maha pemurah, setiap manusia yang memohon dengan kesungguhan pasti akan dikabulkan. “Dan rahmat ku meliputi segala sesuatu”. (QS Al A’raf : 156). Jelas dari firman tersebut bahwa Allah memberikan rahmat untuk hambaNya dalam setiap urusan.

10. Allah Tempat Kembali

“Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main main dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”. (QS Al Mu’minum : 115). Ingat bahwa Allah menciptakan manusia di dunia ini hanyalah sebagai ujian untuk bekal kehidupan di akherat, begitu pula dengan takdir, apapun yang dikehendaki Allah akan menjadi jalan untuk manusia sebagai jalannya untuk beribadah dan mendekat padaNya.

11. Ingat Kehidupan di Akherat

Bagaimana cara kita menyikapi takdir Allah, itulah yang akan menentukan kehidupan di akherat kelak,  jika selalu percaya dan berprasangka baik pada takdir yang Allah berikan, maka pada masa ke depannya orang tersebut akan mendapat petunjuk dan takdir yang lebih baik untuknya, baik takdir yang aan diterima di dunia maupun di akherat. “Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggung jawaban?”. (QS Al Qiyamah : 36).

12. Ujian dari Allah

Setiap umat mukmin tentu paham bahwa hidup di dunia adalah sementara, kehidupan di dunia hanya perhiasan dan ujian belaka, begitu pula takdir yang diberikan Allah, merupakan ujian untuk tingkat keimanan dan kesabarannya. Ketika menghadapi ujian berupa hal yang menyenangkan ataupun kurang menyenangkan tentunya tetap wajib diterima dengan sabar dan berusaha melakukan yang terbaik sesuai kemampuannya.

13. Mohon Perlindungan Allah

Cara menyikapi takdir Allah adalah dengan memohon perlindungan dariNya dari hal hal yang berbahaya atau hal yang tidak baik untuk kita menurutNya, mohon perlindungan dari godaan syetan dan hawa nafsu yang dapat melemahkan iman dan mengarahkan ke hal yang maksiat. sebagai makhluk Allah yang lemah, wajib selalu mohon perlindungan agar tidak memiliki hati yang mudah terombang ambing. “Tidak ada seorangpun di langit dan bumi kecuali akan datang kepada Tuhan yang maha pemurah selaku seorang hamba”. (QS Maryam : 93).

14. Mohon Keselamatan

Jangan lupa memohon keselamatan di setiap shalat sebagai wujud pasrah dan memohon perlindungan dari segala mara bahaya dari takdir yang telah terjadi tersebut. Hal tersebut telah dilakukan oleh orang orang sholeh terdahulu, ketika menerima suatu takdir baik ataupun buruk mereka akan memohon keselamatan dari segala sesuatu yang buruk. “Mereka mengucapkan kata kata yang mengandung keselamatan”. (QS Al Furqon : 63).

15. Berfikir Positif

Berfikir positif dapat menjadi cara menyikapi takdir Allah yang akan memberikan ketenangan pada hati orang yang melakukannya. Berfikir positif membuat hati menjadi lebih semangat dan lebih mampu mengambil keputusan yang tepat dalam setiap urusan yang dihadapi. Sedangkan Allah memberikan sesuatu sesuai prasangka hambaNya, jika berfikir positif pada Allah, maka Allah juga memberikan hal yang positif pula.

16. Ikhlas

Ikhlas adalah sikap menerima dan pasrah akan ketentuan Allah. Ikhlas dilakukan semata karena Allah, bukan karena urusan duniawi atau karena orang lain. ikhlas menjadi jalan untuk mendapat kebaikan dan ridho Allah. Ikhlas dalam menyikapi takdir Allah dilakukan dengan cara menyadari bahwa setiap takdir ialah hakNya sebagai pencipta. Dan setiap manusia wajib menerima dan menjalani takdir yang ditetapkanNya dengan ikhlas.

17. Mohon Ampunan Allah

Sebagaimana firman Allah, takdir yang terjadi atau yang menimpa manusia adalah sesuai perbuatan manusia itu sendiri. jika mendapatkan takdir yang baik, wajib bersyukur dan memperbaiki diri leb baik lagi. Begitu pula jika menerima takdir yang menurut kita kurang membahagiakan, mohon ampun pada Allah jika hal tersebut mungkin adalah kesalahan dari kita sendiri.

“Dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan kesalahan kalian”. (QS As Syuura : 30). Allah menyukai hambaNya yang senantisa memperbaiki diri dan memohon ampunan kepadaNya, ampunan Allah akan membawa manusia dalam urusan dunia dan akherat yang lebih berkah sehingga akan mendapat takdir dan jalan hidup yang terbaik pula.

Referensi : 17 Cara Menyikapi Takdir Allah Beserta Dalilnya