This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Rabu, 10 Agustus 2022

Beban Hidup Terasa Berat, Lantunkan Doa Ini

Ilustrasi : Beban Hidup Terasa Berat, Lantunkan Doa Ini

Beban Hidup Terasa Berat, Lantunkan Doa Ini. Umat Islam dianjurkan untuk selalu bersabar dan tawakkal menghadapi segala cobaan hidup.  Alur kehidupan selalu berubah. Ada kalanya terasa ringan, namun tidak jarang terasa berat. Dalam satu waktu, ada saatnya manusia mendapat masalah yang bertubi-tubi. Berusaha menyelesaikan, justru datang masalah lain yang semakin memberatkan.

Dalam kondisi seperti itu, seorang muslim dituntut untuk memohon keringanan kepada Allah SWT. Saat menghadapi beratnya beban hidup, dianjurkan untuk bersabar dan memanjatkan doa ini, yang terkandung dalam Surat Al Baqarah ayat 286.

" Rabbanaa laa tu’aakhidznaa in nasiinaa au akhtha’naa. Rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alaa alladziina min qablina. Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaa qatalanaa bihi. Wa’fu’annaa, waghfirlanaa, warhamnaa, anta maulaanaa fanshurnaa ‘alaa al-qaumi al-kaafiriin."

Artinya:

" Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat, sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."

Referensi : Beban Hidup Terasa Berat, Lantunkan Doa Ini




Doa Mohon Ampunan Atas Dosa Besar

Ilustrasi : Doa Mohon Ampunan Atas Dosa Besar

Dosa besar menjadi penghalang dari indahnya surga.  Manusia memang tidak bisa lepas dari salah dan dosa. Dosa bahkan bisa setiap hari dilakukan.  Dari sekian banyak, dosa besar haruslah diperhatikan. Karena dosa ini bisa menjadi penghalang kita dari indahnya surga.  Dosa-dosa besar bisa tercipta lewat segala perbuatan maksiat. Dosa macam ini bisa sulit terhapus, apalagi jika pelakunya justru memilih terus melakukannya.

Namun demikian, Allah Maha Pengasih. Dia membuka pintu maaf bagi mereka yang mau bertobat. Jika merasa melakukan dosa besar, segeralah bertobat. Jalankan semua ibadah dan kebaikan, sembari mengucap doa berikut yang terdapat dalam hadis riwayat Al Hakim dari Jabir bin Abdullah.

Doa Mohon Ampunan dari Dosa Besar

Doa Tobat

Allahumma maghfiratuka awsa'u min zunubi wa rahmatuka arja 'indi min 'amali.

Artinya,

"Ya Allah, ampunan-Mu lebih luas daripada dosa-dosaku, rahmat-Mu lebih bisa diharapkan untukku daripada amalku."

Doa Terbebas dari Segala Macam Kesulitan Hidup

Hidup tidak selalu berjalan nyaman. Ada saat-saat di mana hidup terasa begitu berat. Rezeki terasa sulit diraih, beban pun menjadi semakin berat. 

Apalagi di era serba canggih seperti sekarang. Di zaman teknologi media sosial memegang peranan penting, orang menjadi begitu mudah mencerca saudaranya.

Cercaan demi cercaan menjadikan kehidupan semakin berat. Tidak sedikit orang yang menyerah menghadapinya.

Namun bagi seorang Muslim, menyerah pada kesulitan hidup tidaklah dianjurkan. Karena masih ada Allah, tempat memohon segala sesuatu.

Agar terlepas dari segala beban hidup, memperbanyak doa sembari terus berikhtiar adalah jalan yang harus ditempuh orang beriman. Dianjurkan membaca doa ini, yang merupakan ayat 26 dan 27 Surat Ali Imron.

Doa Lepas dari Kesulitan Hidup

doa lepas dari kesulitan hidup

Allahumma malikal mulki tu'til mulka man tasya' wa tanzi'ul mulka mimman tasya' wa tu'izzu man tasya' wa tudzillu man tasya'. Biyadikal khoir inna ala kulli syaiin qadir. Tulijul laila fin nahari wa tulijun nahara fil lail, wa tukhrijul hayya minal mayyiti wa tukhrijul mayyita minal hayy, wa tarzuqu man tasya'u bi ghairi hisab.

Artinya,

"Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab."

Doa Saat Jiwa Mengalami Depresi

Setiap orang tentu memiliki beban hidup masing-masing. Hal itu menuntut kemampuan seseorang dalam menghadapinya.

Beban hidup sejatinya bukan untuk dihilangkan namun ditangani dengan cara tepat. Karena pada dasarnya beban dalam kehidupan justru semakin bertambah seiring meningkatnya kemampuan seseorang menghadapinya.

Namun demikian, patut kita sadari kemampuan manusia ada batasnya. Bisa jadi, lantaran tidak kuat menghadapi beban, seseorang menjadi depresi. Jiwanya mengalami guncangan hebat akibat tekanan yang diterimanya setiap hari. Tidak sedikit kasus bunuh diri terjadi akibat depresi.

Ketika jiwa terguncang ataupun depresi, segera baca doa ini. Doa yang terdapat dalam Surat Ar Rad ayat 28 ini bisa jadi jalan untuk meredam depresi.

Doa Redam Depresi

Alladzina amanu watathmainnu qulubuhum bi dzikrillahi ala bi dzikrillahi tathmainnul qulubu.

Artinya:

" (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram."

Referensi : Doa Mohon Ampunan Atas Dosa Besar









Beban Hidup Terasa Berat, Lantunkan Doa Ini untuk Meringankannya

Ilustrasi : Beban Hidup Terasa Berat, Lantunkan Doa Ini untuk Meringankannya

Beban Hidup Terasa Berat, Lantunkan Do'a Ini untuk Meringankannya. Setiap manusia pasti memiliki masalahnya masing-masing. Ada yang masalahnya dirasa sangat berat, namun ada masalah yang dianggap tak seberapa. Mengenai masalah dalam hidup yang tak jarang menjadi beban hidup, sebenarnya ini adalah cara Tuhan untuk membuatmu lebih kuat dan sabar.

Tuhan tak akan pernah memberikan cobaan atau ujian di luar batas kemampuan hamba-Nya. Tuhan juga tak memberikan cobaan atau ujian jika cobaan serta ujian tersebut tak ada penyelesaiannya. Seperti halnya roda yang berputar, jalan hidup manusia juga akan berubah-ubah. Ada kalanya di atas dan menuai kesuksesan, ada kalanya di bawah dan terasa sangat memberatkan.

Melansir dari laman Liputan6.com, ketika hidup dalam sebuah masalah yang terasa berat dan nyaris membuat putus asa, lantunkan doa kepada Allah SWT untuk meringankan beban hidup tersebut. Doa tersebut terkandung dalam Surat Al Baqarah ayat 286.

Referensi : Beban Hidup Terasa Berat, Lantunkan Doa Ini untuk Meringankannya





Menjadi Bebas dari Beban yang Berat

Ilustrasi : Menjadi Bebas dari Beban yang Berat

Menjadi Bebas dari Beban yang Berat. Menjalani kehidupan memang tak selalu mulus dan sesuai harapan. Ada kalanya seseorang akan berada di puncak dengan kesuksesan dan harta melimpah, atau malah sebaliknya dengan merasakan penderitaan yang hebat dan tak terduga. Tentu saja masa-masa hidup bahagia atau pahit pernah dirasakan setiap orang. Ketika seseorang tengah merasa jatuh di saat tak terduga, dan berusaha menyelesaikannya. Nah, pada saat bersamaan malah datang masalah lain yang makin memberatkan.

Dalam kondisi seperti itu, seorang muslim dituntut untuk memohon keringanan kepada Allah SWT. Saat menghadapi beratnya beban hidup, dianjurkan untuk bersabar dan memanjatkan doa ini, yang terkandung dalam Surat Al Baqarah ayat 286.

" Rabbanaa laa tu’aakhidznaa in nasiinaa au akhtha’naa. Rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alaa alladziina min qablina. Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaa qatalanaa bihi. Wa’fu’annaa, waghfirlanaa, warhamnaa, anta maulaanaa fanshurnaa ‘alaa al-qaumi al-kaafiriin."

Artinya:

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat, sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."

Referensi : Menjadi Bebas dari Beban yang Berat





Kiat Menolong Diri Sendiri Saat Beban Hidup Begitu Penuh Duri

Ilustrasi : Kiat Menolong Diri Sendiri Saat Beban Hidup Begitu Penuh Duri

Kiat Menolong Diri Sendiri Saat Beban Hidup Begitu Penuh Duri. Beban hidup merupakan hal yang tak bisa dihindari selama kita masih bernapas di muka bumi. Kita perlu menerima kesedihan yang dirasakan sembari merencanakan hal-hal yang bisa dikendalikan selanjutnya. Jika perlu, menemui ahli kejiwaan tentu dapat membantu. Hidup merupakan perjuangan dengan banyak onak dan duri. Terkadang, beban hidup begitu menghimpit yang membuat kita tertatih-tatih dalam melangkah di linimasa kehidupan. Perlu diingat bahwa mustahil rasanya seseorang memiliki hidup yang datar tanpa hambatan. Untuk itu, ada beberapa kiat untuk meminimalkan luka akibat beban hidup yang menghimpit.Kiat menolong diri menghadapi beban hidup yang terus menghimpit

Berikut ini beberapa tips dan kiat dalam menghadapi beban hidup yang bisa dicoba:

1. Terima kesedihan yang dirasakan

Beban hidup merupakan hal yang niscaya dihadapi setiap manusia. Untuk itu, saat Anda merasa sangat bersedih dan berduka dengan beban tersebut, terimalah perasaan yang menghampiri. Penerimaan ini menjadi kunci yang perlu diterapkan untuk membantu Anda menyiasati rencana berikutnya.

Ingatlah bahwa perasaan yang Anda alami merupakan hal yang valid. Tak perlu merasa bersalah dengan duka yang menyerang akibat beban hidup. Rasakan dan resapi kesedihan di relung hati Anda.

2. Bicarakan kesedihan dengan orang lain

Setelah mulai bisa meresapi kesedihan akibat beban yang begitu berat, cobalah bicarakan kesulitan Anda dengan orang yang bisa dipercaya. Kesedihan yang disimpan sendiri berisiko menjelma menjadi kecemasan – yang kemudian bisa berdampak buruk.

Bagikan  masalah Anda dengan teman yang bisa dipercaya

Membicarakan kesulitan dan kesedihan membantu kita memahami rasa takut yang tersimpan, serta memberikan perspektif baru yang dapat bermanfaat.

3. Ingat, ada hal yang memang di luar kontrol Anda

Sembari memulihkan diri karena beban hidup, kita bisa mulai belajar merelakan hal-hal yang memang tidak bisa dikontrol. Buatlah daftar hal-hal yang tidak bisa Anda kendalikan, dan daftar ini merupakan hal yang mulai bisa Anda buang jauh-jauh dari pikiran.

Misalnya, perusahaan yang bangkrut membuat Anda diberhentikan. Hal ini tentunya berada di luar kendali kita sebagai karyawan.

Kemudian, buat daftar hal-hal yang bisa Anda kendalikan dari permasalahan yang dihadapi. Hal-hal tersebut dapat berupa kegiatan self-care untuk pulihkan diri, afirmasi positif yang Anda sampaikan pada diri sendiri, serta aksi selanjutnya untuk memperbaiki keadaan. Aksi tersebut termasuk meminta bantuan teman, mencari pekerjaan baru, hingga menyiapkan resume.

4. Mencoba melihat hal dengan perspektif berbeda

Sudah mulai menerima kesedihan yang dirasakan dan membicarakannya dengan orang terdekat? Great! Sekarang, Anda bisa mulai belajar melihat masalah dan beban hidup dengan perspektif berbeda. Karena hidup memang penuh misteri, apa yang terjadi saat ini mungkin saja mengarahkan kita pada pintu kebahagiaan yang baru.

5. Terapkan self-care

Menerapkan aktivitas self-care menjadi krusial agar kita bisa bertahan saat beban hidup begitu menekan diri. Self-care sendiri merujuk pada kegiatan yang apabila Anda lakukan, Anda akan merasa lebih baik di hari berikutnya – jadi bukan kegiatan yang seperti menyenangkan namun ternyata tidak bisa memulihkan kesedihan Anda.

Ada banyak tips self-care yang bisa dicoba, misalnya:

Memberikan tubuh nutrisi yang vital dan esensial, yaitu dari makanan sehat

Memberikan tubuh istirahat yang cukup, yakni 7-9 jam setiap harinya

Menggerakan badan, seperti sesederhana berjalan kaki selama 15 menit

Menghabiskan waktu dengan orang-orang yang dikasihi

Melakukan meditasi, sesederhana dengan mengunduh aplikasi meditasi

Melakukan satu hal yang menyenangkan tiap harinya namun positif, seperti menonton film, membaca buku, dan memasak resep baru

Berikan tubuh istirahat yang cukup untuk bantu redakan stres

6. Jauhkan diri dari orang-orang toxic

Terkadang, saat kita curhat dengan orang lain terkait masalah dan beban hidup tertentu, mereka mengkritik dan menghakimi kesedihan yang kita rasakan. Orang-orang ini tergolong toxic yang sejatinya tidak bisa suportif dengan kebahagiaan kita. Apabila Anda merasa lebih tidak berharga setelah berbicara dengan orang tertentu, maka Anda sangat disarankan untuk menjauhi mereka.

Sekali lagi ingat, kesedihan yang Anda rasakan valid dari lubuk terdalam hati Anda.

7. Lakukan hal yang bisa dilakukan

Apabila Anda bingung dengan hal yang harus dilakukan, buatlah daftar kegiatan potensial yang barangkali bisa membantu menyelesaikan masalah. Misalnya, setelah melewati fase berduka karena kehilangan pekerjaan, Anda bisa mulai memodifikasi resume untuk mencari pekerjaan baru.

Ingatlah, melakukan hal kecil berpotensi untuk membangkitkan semangat Anda.

Cari bantuan profesional

Beberapa orang mungkin bisa mengatasi kesulitan dalam hidupnya tanpa bantuan orang lain dan pihak profesional. Namun, ingat bahwa setiap individu memiliki cara pemulihan psikologis yang berbeda-beda. Apabila Anda merasa membutuhkan bantuan dari ahli jiwa, maka Anda disarankan untuk membuat janji temu.

Sampaikan pada konselor mengenai perasaan yang menghimpit bahu Anda. Anda juga bisa menyampaikan hal-hal yang dibutuhkan dan hal-hal yang mungkin tidak perlu dibantu oleh pihak profesional.

 Referensi : Kiat Menolong Diri Sendiri Saat Beban Hidup Begitu Penuh Duri







Cara Kuatkan Diri saat Beban Hidup Makin Berat

Ilustrasi : Cara Kuatkan Diri saat Beban Hidup Makin Berat

Sebuah kutipan menarik yang suatu hari muncul di linimasa media sosial. Isinya, "You feel heavy because you are carrying the weight of the earth inside you instead of simply being part of it." Kadang kita merasa berat menjalani hidup karena kita seakan memikul seisi dunia di pundak kita, bukannya menjalani hidup kita apa adanya sebagai bagian dari dunia.

Makin dewasa, beban hidup kita bisa makin bertambah. Tanggung jawab makin banyak. Berbagai urusan dan prioritas hidup menyita banyak waktu kita. Beban hidup yang makin berat pun kadang membuat kita merasa kehilangan semangat dan harapan untuk hidup. Bila hal ini terjadi, maka kita perlu kembali menguatkan diri lagi.

1. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Lakukan sesuatu untuk diri sendiri. Senangkan diri sendiri dengan melakukan sesuatu. Mengutip buku How to Love, sindrom anak baik membuat kita hanya memikirkan kewajiban dan menekan keinginan kita sendiri. Jika sindrom ini terus berlanjut, kita jadi sulit bahagia karena selalu merasa punya kewajiban untuk memenuhi keinginan orang lain meski harus menahan kepahitan sendiri. Maka dari itu, kita perlu waktu untuk menyendiri atau menikmati kesendirian agar kita bisa makin mengenal diri kita sendiri.

2. Berhenti Menuntut Segalanya Serba Sempurna

Kadang kita merasa mudah capek karena selalu memaksakan diri untuk selalu sempurna dan benar dalam setiap hal. Sesekali kita perlu menerima dengan lapang dada kesalahan dan kekurangan yang kita punya. Agar dengan begitu, kita bisa lebih mudah merelakan hal-hal yang tak bisa kita kendalikan lagi. Sehingga beban hidup pun tak terasa lebih berat dari yang semestinya.

3. Terima Kenyataan Hidup yang Terus Berputar bagai Roda

Saat merasa beban hidup makin berat, kita seakan menggelinding makin jauh ke bawah. Terima kenyataan bahwa hidup ini memang seperti roda. Jika saat ini kita merasa terpuruk, pahami bahwa fase ini hanya sementara. Yakini akan ada saatnya kita bisa kembali bangkit dan naik lagi.

4. Bahagiakan Diri dengan Cara Sederhana

Ada istilah menarik yang menggambarkan rahasia hidup bahagia orang Amerika, yaitu homeyness. Mengutip buku The Atlas of Happiness, homeyness yang didefinisikan sebagai perasaan seperti di rumah digunakan untuk menggambarkan sifat yang nyaman dan hangat. Istilah ini mengacu pada bagaimana sebuah kebahagiaan bisa didapatkan dan ditemukan pada hal-hal yang lebih sederhana. Kamu bisa kembali menemukan kebahagiaanmu melalui cara sederhana. Tak harus melakukan hal hebat atau besar untuk bisa kembali tersenyum. Sesederhana bisa menikmati makanan kesukaan setelah mengalami hari yang buruk pun sudah bisa membuatmu kembali bahagia.

5. Terima Segalanya sebagai Bagian dari Proses Bertumbuh

Untuk bisa kembali kuat, kita perlu menghadapi rasa takut dalam diri dan meningkatkan keberanian untuk menyelesaikan persoalan secara bergantian. Beban hidup yang makin berat dan persoalan hidup yang terus bertambah bisa diselesaikan satu per satu. Untuk semua bagian yang tak menyenangkan dan pengalaman pahit, ambil hikmah dan pelajarannya sebagai bagian dari proses untuk bertumbuh jadi pribadi yang lebih bijak dan dewasa lagi. Semoga kamu bisa senantiasa kuat dan bisa tetap berjalan ke depan, ya. Tak apa rehat dan beristirahat ketika lelah, tetapi setelah itu kembali melangkah ke depan lagi.

Referensi : Cara Kuatkan Diri saat Beban Hidup Makin Berat










4 Cara Menghadapi Masalah Hidup yang Semakin Berat Setiap Harinya

Ilustrasi : 4 Cara Menghadapi Masalah Hidup yang Semakin Berat Setiap Harinya

4 Cara Menghadapi Masalah Hidup yang Semakin Berat Setiap Harinya. Di dalam kehidupan tidak selamanya mengalami kebahagiaan dan keseimbangan. Terkadang, kamu akan dihadapkan dengan beban hidup yang semakin lama semakin berat. Apalagi ketika kamu mulai memasuki usia dewasa, dimana di usia dewasa kamu harus bisa berlatih secara mandiri di bidang apapun.

Oleh karena itu, kamu harus selalu bersiap menghadapi masalah dan beban yang akan kamu hadapi di kemudian hari. Karena jika kamu tidak memiliki kesiapan untuk menghadapi itu semua, maka hati dan pikiran kamu akan mengalami depresi. Maka dari itu, kamu harus tahu beberapa cara untuk menerima beban hidup yang semakin berat.

1. Selalu bersyukur masih diberikan kesehatan dan umur panjang

Sudah selayaknya setiap hari kamu harus terus mensyukuri bahwa kamu masih diberikan kehidupan di dunia ini. Karena nikmat sehat dan umur panjang tidak semua orang bisa merasakannya.

Maka dari itu, pagi hari saat kamu bangun tidur, hal pertama yang harus kamu syukuri adalah kamu masih bisa bernafas dan dalam keadaan sehat saat terbangun dari tidur.

2. Senantiasa menyadari bahwa hidup di dunia ini tidak ada yang seimbang dan penuh dengan cobaan

Selama jiwa dan raga kamu masih menapaki bumi ini, maka kamu harus selalu bersiap dengan segala ujian yang sudah Tuhan berikan untukmu. Karena itu sebagai bentuk atau cara Tuhan mengenali seberapa taat kamu kepada Tuhanmu saat kamu sedang diuji oleh-Nya.

Maka berpikirlah, bahwa hidup di dunia ini tidak akan pernah seimbang dan pasti akan selalu ada cobaannya.

3. Melihat ke beberapa orang yang diuji lebih berat daripada kamu

Kamu harus selalu melihat ke bawah, ke orang-orang yang ujiannya lebih berat dibandingkan dirimu, namun mereka tetap bisa tersenyum dan ikhlas menerima semuanya.

Hal itu nantinya akan menjadikan kamu merasa lebih beruntung dengan ujian yang masih terbilang kecil dibandingkan orang-orang yang dibawah kamu.

4. Jadikan beban dan masalah hidup sebagai proses mendewasakan diri

Dewasa tidak ditentukan oleh usia seseorang, tetapi dari cara dia menghadapi sebuah masakan dan beban hidup. Jika kamu lolos atau ikhlas menerima beban hidup yang semakin berat itu, maka tingkat kedewasaanmu juga akan semakin bertambah.

Referensi : 4 Cara Menghadapi Masalah Hidup yang Semakin Berat Setiap Harinya






Obat untuk Beban Hidupmu yang Terasa Semakin Berat

Ilustrasi : Obat untuk Beban Hidupmu yang Terasa Semakin Berat

Obat untuk Beban Hidupmu yang Terasa Semakin Berat. Kita semua tahu bahwa setiap orang memiliki masalah hidup masing-masing, yang terlihat bahagia pun sangat mungkin menyimpan duka. Life is never flat, bahkan sangat mustahil jika seseorang tidak memiliki masalah hidup sama sekali. Meskipun terkadang, pengalaman pahit bisa menyebabkan seseorang mengalami trauma psikis dalam jangka panjang. Masalah hidup memang bisa memunculkan pikiran-pikiran negatif yang menyebabkan seseorang menjadi lebih mudah cemas, stress hingga depresi. Agar hal tersebut tidak terjadi, ketika kamu memiliki beban yang terasa berat, cobalah menolong diri sendiri dengan mengurangi luka melalui cara-cara berikut!

Tenangkan Diri dan Terima Keadaan

etika kamu memiliki masalah besar, jangan pernah memutuskan apapun saat kondisimu tidak stabil. Ketika marah atau panik, kamu tidak akan bisa berpikir dengan tenang sehingga salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah menenangkan diri.

Cobalah menerima keadaan, jangan menyesali yang telah berlalu. Kamu perlu ingat bahwa dunia selalu berputar, mungkin saat ini kamu sedang terpuruk namun suatu saat akan ada kebahagiaan yang menantimu.

Tanamkan Pikiran Positif

Terkadang ketika kamu memiliki beban atau masalah yang sangat besar, ada rasa takut dan kecewa. Terkadang kamu ingin marah dengan keadaan, namun apakah hal tersebut bisa menjadi solusi?

Kamu perlu menyemangati diri dengan pikiran-pikiran positif agar masalah yang kamu alami terasa sedikit lebih ringan dari yang kamu bayangkan. Sehingga nantinya kamu bisa berpikir lebih jernih dan mencari solusi terbaik.

Meminta Pendapat Orang Lain

Terkadang untuk menyelesaikan sebuah masalah, kamu juga membutuhkan pendapat orang lain. Kamu bisa membicarakan kesulitanmu dengan orang yang bisa dipercaya. Kalaupun tidak menemukan solusi, menceritakan kesedihanmu pada orang lain bisa mengurangi sedikit beban.

Ingat, Ada Hal-hal yang Memang Diluar Kendalimu

Sembari memulihkan diri, kamu perlu belajar merelakan hal-hal yang memang tidak bisa dikendalikan. Karena terkadang kamu sudah berjuang penuh, namun ada saja kendala atau hambatan-hambatan dalam hidup. Kamu hanya perlu menjadikannya pelajaran dan melatih diri agar lebih kuat ke depannya.

Tulis Ketakutanmu Pada Selembar Kertas

Coba tulis dan urutkan apa saja ketakutanmu pada selembar kertas mulai dari poin 1 dan seterusnya. Terkadang apa yang kamu takutkan belum tentu benar-benar terjadi bahkan ketika kamu menuliskannya, ketakutan-ketakutan itu tidak memenuhi selembar kertas pun atau hanya beberapa poin saja.

Karena sesuatu yang menakutkan ketika dibayangkan terasa mencekam dan membuatmu semakin depresi. Jadi cobalah mengutarakannya ke secarik kertas, nantinya kamu akan merasa lebih lega.

Tetap Jalani Hidup dengan Baik

Meskipun kamu sedang memiliki masalah, tetap jalani hidupmu dengan baik. Hindari mengurung diri di suatu tempat karena akan membuatmu semakin stres. Tetap melakukan kegiatan-kegiatan yang biasa kamu lakukan, tetap bertemu sahabat, melakukan hobi dan lain-lain.

Bahkan kamu juga perlu melakukan hal-hal baru, seperti mencoba belajar meditasi agar tubuh semakin rileks dan mengurangi stres, mengubah gaya rambut, melakukan spa di salon, menonton film favorit atau kegiatan-kegiatan lain yang memberikan energi positif dan mengubah suasana hati kamu menjadi lebih baik. Tips-tips di atas adalah pertolongan pertama untuk dirimu ketika memiliki beban yang sangat berat. Tetap semangat dan jadikan bebanmu sebagai pelajaran berharga,


Lakukan 5 Hal Ini Ketika Kamu Merasa Beban Hidup Terlalu Berat

Ilustrasi : Lakukan 5 Hal Ini Ketika Kamu Merasa Beban Hidup Terlalu Berat

Lakukan 5 Hal Ini Ketika Kamu Merasa Beban Hidup Terlalu Berat. Hidup dipenuhi oleh banyak beban rasanya memang begitu berat. Kamu harus menghadapi masalah demi masalah dalam hidupmu yang tidak pernah selesai. Setiap hari beban yang ada pun semakin besar dan kamu merasa tidak mampu lagi menghadapinya. Pikiranmu juga terasa buntu saat mencari solusi dari setiap masalah. 

Beban hidup yang berat akan membuatmu semakin lemah, tetapi tetaplah percaya pada dirimu sendiri. Setiap kekurangan pasti ada kelebihannya. Begitu juga setiap masalah akan ada solusinya. Yakinkan dirimu untuk kuat dan lakukan 5 hal ini saat merasa beban hidup semakin berat!

1. Step by step, selesaikan masalahmu mulai dari yang paling mudah

Langkah pertama, catat semua masalah yang ada kemudian urutkan dari yang paling mudah. Mungkin terasa janggal ketika kamu mulai menulis setiap masalah yang kau hadapi. Namun ini dapat memberimu kekuatan untuk mencari solusi dari tiap-tiap beban yang ada. Ketika selesai satu masalah, kamu akan semakin antusias dan semangat menghadapi masalah yang lain. 

2. Terapkan ilmu sedekah, apa yang kamu berikan akan kembali padamu

Lakukan 5 Hal Ini Ketika Kamu Merasa Beban Hidup Terlalu BeratPixabay.com/Pexels

Sedekah menjadi salah satu cara untuk meringankan beban dalam hidupmu. Jangan pernah takut untuk berbagi kepada orang lain yang membutuhkan. Karena semakin banyak yang kau berikan, maka semakin banyak pula kebaikan yang akan kau dapatkan. Bisa jadi sedekah membuka jalan keluar dari masalah yang kau hadapi. 

Sedekah menjadi salah satu cara untuk meringankan beban dalam hidupmu. Jangan pernah takut untuk berbagi kepada orang lain yang membutuhkan. Karena semakin banyak yang kau berikan, maka semakin banyak pula kebaikan yang akan kau dapatkan. Bisa jadi sedekah membuka jalan keluar dari masalah yang kau hadapi. 

3. Buatlah keputusan dari pilihan yang tidak pernah kau bayangkan selama ini

Mungkin dari terbatasnya pilihan yang tersedia, ada satu pilihan yang begitu kau takutkan. Bahkan tidak pernah kau bayangkan selama ini. Di sinilah kamu harus keluar dari zona aman atas masalah yang sedang terjadi. Meskipun pilihan yang akan kau pilih membuat hidupmu kurang nyaman, tetapi bisa jadi sebuah jalan keluar dari beban hidup yang kau tanggung. Berani mengambil pilihan yang berbeda juga mengubahmu lebih baik lagi ke depan. 

4. Sederhanakan ekspektasi dalam hidupmu

Kamu bebas bermimpi dan bercita-cita setinggi mungkin. Namun dalam menghadapi kenyataan dalam hidup, turunkan ekspetasi tinggi yang selama ini mengekangmu. Bebanmu akan semakin berat ketika khayalanmu tentang keindahan hidup tak bisa kau dapatkan. Berpikirlah realistis, bahwa hidup juga butuh kekurangan untuk mengimbangi kelebihan yang kita miliki.

5. Bebanmu akan terasa ringan jika kamu bersabar

Ketika masalah yang ada semakin besar, maka tidak ada pilihan lain selain bersabar menghadapinya. Yakinlah bahwa dengan bersabar, semua beban akan terasa ringan. Meskipun tidak mudah, kamu harus belajar melatih kesabaran dalam dirimu. Akan ada waktu dimana masalah akan selesai dengan sendirinya, maka kesabaran begitu penting dalam masa penantian waktu yang indah tersebut.

Meski beban terasa semakin berat, tetaplah tenang dan mulailah melangkah mencari solusi atas setiap masalah. Usahamu untuk terbebas dari beban tersebut tidaklah sia-sia. Kamu akan mendapatkan kemudahan setelah banyaknya kesulitan yang kamu alami. 

Referensi : Lakukan 5 Hal Ini Ketika Kamu Merasa Beban Hidup Terlalu Berat














Hentikan Segera, 5 Sikap yang Akan Membuat Beban Hidup Semakin Berat

Ilustrasi : Hentikan Segera, 5 Sikap yang Akan Membuat Beban Hidup Semakin Berat

Hentikan Segera, 5 Sikap yang Akan Membuat Beban Hidup Semakin Berat. Beban hidup adalah hal yang ingin dihindari hampir semua orang, betul? Rata-rata, jika ditanya hampir tak ada orang yang ingin memiliki beban dalam hidupnya. Sebab, memiliki beban hidup berarti ada masalah yang harus ditanggung dan dihadapi. Lantas, apa sih penyebab beban hidup yang tak diinginkan ini sering menumpuk dan makin berat dari hari ke hari?

Salah satu penyebab utamanya adalah sikap kita terhadap beban hidup tersebut. Perlu disadari, sikap kita ternyata punya peran penting dalam menyelesaikan beban hidup yang ditanggung. Oleh karena itu, perlu diketahui bahwa 5 sikap berikut akan membuat beban hidup semakin berat. 

1. Sikap mengeluh tanpa henti, bahkan pada hal-hal sepele yang sebenarnya tak perlu dipersoalkan

Sikap mengeluh merupakan salah satu sikap yang sering membuat beban hidup terasa semakin berat berkali-kali lipat. Sikap mengeluh cenderung membuat kita melihat beban dan masalah yang kita alami dalam sudut pandang yang negatif dan berlebihan.

Hal-hal yang tidak perlu dijadikan beban pun akan menjadi beban dan masalah baru jika sikap mengeluh sudah terbiasa dilakukan. Sikap mengeluh juga akan memperbesar beban hidup dengan cara melebih-lebihkan persoalan yang sebenarnya sangat sepele dan mudah diatasi. Jadi, setelah mengetahui hal ini sebaiknya kurangi kebiasaan mengeluh yang mungkin sudah sering dilakukan.

2. Sikap pesimis yang sering tersamarkan menjadi sikap 'realistis'

Pada dasarnya, sikap pesimis yang sering dilakukan akan membuat kita menjadi semakin lemah, tak berdaya dan putus asa. Ya, sikap pesimis erat kaitannya dengan pikiran-pikiran negatif yang selalu muncul di benakmu. Nah, herannya lagi sikap pesimis ini sering tersamarkan menjadi sikap 'realistis' yang tentu saja memiliki makna yang berbeda.

Kalau sikap realistis membuat kita berpikir lebih logis dan objektif, sikap pesimis akan membuat kita selalu berpikir dari sudut pandang negatif tanpa ada dasar atau alasan yang kuat. Jadi, mulailah untuk mengurangi sikap pesimis dengan cara yang tepat agar sikap bijak dan optimis dalam dirimu bisa muncul dan berkembang dengan baik.

3. Sikap temperamental yang membuat keadaan semakin kacau

Tanpa disadari, beban hidup yang tak terkendali sering mengubah sifat dan karakter seseorang menjadi lebih negatif dari sebelumnya. Salah satunya bisa terlihat dari kemunculan sikap temperamental yang selama ini mungkin tersembunyi. Penting dipahami kalau kemarahan yang meledak-ledak akan membuat keadaan semakin kacau dan tidak nyaman.

Efek negatif dari sikap temperamental tersebut adalah masalah yang ada menjadi tak kunjung selesai dan hubungan dengan orang-orang terdekat pun akan memburuk. Kalau sudah seperti itu, bukankah sangat jelas kalau sikap temperamental justru akan semakin memperberat beban hidup?

4. Sikap ceroboh dan terburu-buru akan membuat situasi semakin rumit dan tak terkendali

Ini juga sikap yang perlu diperhatikan sebelum menjadi tambah parah, yakni sikap ceroboh dan terburu-buru. Hadirnya berbagai persoalan dan beban hidup mungkin membuat kita menjadi sering tidak berpikir dengan jernih. Akibatnya, kita pun menjadi lebih ceroboh dalam bertindak dan sering membuat keputusan yang terburu-buru.

Kedua sikap ini akan membuat situasi semakin rumit dan tak terkendali, apalagi jika kita tak pernah menyiapkan rencana atau solusi alternatif jikalau keputusan dan tindakan yang kita lakukan ternyata tidak sesuai harapan. Jadi, sebaiknya lebih teliti dan berhati-hati ya!

5. Sikap berusaha menyenangkan semua orang akan berujung pada kesia-siaan yang melelahkan

Sikap terakhir ini sudah tentu akan membuat beban hidup terasa semakin berat. Sebab, sikap berusaha menyenangkan semua orang akan sering membuat diri ini merasa cemas terhadap penilaian dan ekspektasi orang lain yang bisa dibilang tak ada habisnya.

Akhirnya apa? Kemungkinan besar, sikap tersebut akan berujung pada kesia-siaan yang melelahkan dan menguras energi. Kita memang sudah seharusnya berusaha yang terbaik, namun bukan berarti harus selalu sempurna sesuai tuntutan dan keinginan orang lain, 'kan? Jadi, jangan pernah biarkan sikap ini membuatmu semakin menderita dan terbebani ya.

Nah, itulah kelima sikap yang akan membuat beban hidupmu semakin berat. Coba renungkan hal ini dengan baik, apakah selama ini kamu selalu memelihara sikap-sikap di atas sehingga beban hidupmu semakin berat? Kalau jawabannya adalah ya, maka segera ambil langkah tepat untuk mengatasi sikap-sikap tersebut

Referensi : Hentikan Segera, 5 Sikap yang Akan Membuat Beban Hidup Semakin Berat








Kata-kata Bijak Islami Tentang Cobaan Hidup, Bikin Hati Lapang dan Penuh Kedamaian

Ilustrasi : Kata-kata Bijak Islami Tentang Cobaan Hidup, Bikin Hati Lapang dan Penuh Kedamaian

Kata-kata Bijak Islami Tentang Cobaan Hidup, Bikin Hati Lapang dan Penuh Kedamaian. Kata-kata bijak islami tentang cobaan hidup terkadang dibutuhkan untuk memberikan perspektif baru dan menguatkan seseorang. Meski ujian hidup setiap orang berbeda-beda, namun tak ada salahnya berusaha menguatkannya dengan beberapa kata-kata islami yang dipilih hati-hati.

Cobaan hidup, baik fisik maupun non fisik, akan menimpa semua orang, baik berupa lapar, haus, sakit, rasa takut, kehilangan orang-orang yang dicintai, kerugian harta benda dan lain sebagainya.

Cobaan seperti itu bersifat alami, manusiawi, oleh sebab itu tidak ada seorang pun yang dapat menghindar. Yang diperlukan adalah menerimanya dengan penuh kesabaran, seraya memulangkan segala sesuatunya kepada Allah SWT.

Kata-kata Bijak Islami Tentang Cobaan Hidup yang Menguatkan

1. "Jangan menyerah! Allah sedang melatih kesabaranmu. Tetaplah bersyukur atas segala cobaan yang menimpamu. Jika kamu sedang diuji, itu berarti kamu sedang disempurnakan."

2. "Jangan biarkan cobaan yang menimpa menghancurkan hidupmu. Dengan sabar dan iman, kamu harus bisa melewatinya dan menjadi orang yang lebih baik." – Mufti Ismail Menk

3. "Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran. Dan sesudah kesulitan pasti akan ada kemudahan." - HR. Tirmidzi

4. "Ingatlah bahwa sebuah musibah yang membawamu semakin dekat kepada Allah itu lebih baik daripada nikmat yang membuatmu semakin menjauh dari Allah. " – Dr. Bilal Philips

5. "Sebuah masalah merupakan tamu yang tak diundang didalam kehidupan kita, dan kita harus perlakukan dia sebaik mungkin, maka kita juga akan diperlakukan dengan baik olehnya."

6. "Orang yang kuat bukan mereka yang selalu menang. Melainkan mereka yang tetap tegar saat terjatuh." - Abdullah Gymnastiar

7. "Kesabaran adalah ketika hati tidak merasa marah terhadap apa yang sudah ditakdirkan, dan mulut tidak mengeluh." - Ibnu Qayyim

8. "Ya Allah, jangan biarkan aku berpaling dari-Mu. Tak peduli seberapa banyak cobaan dan kesulitan yang Engkau berikan, biarkanlah kesulitan ini membuatku menjadi seorang muslim yang lebih kuat dan lebih ikhlas kepada-Mu.

9. "Hai anak Adam, jika kamu mampu bersabar dan ikhlas saat tertimpa masalah, maka Aku tidak akan meridai bagimu sebuah pahala kecuali surga." - HR. Ibnu Majah

10. "Cobalah pahami musibah sebagai teguran halus Allah kepada kita, agar kita jauh lebih dekat dan makin dekat lagi dengan Yang Maha Kuasa." – Uje

11. "Berdoalah, Allah mendengarmu. Bersabarlah, karena Allah akan menjawab doamu pada waktu yang tepat."

12. "Musibah bagaikan air keruh, semakin kau aduk semakin keruh. Maka bersabar dan tenanglah dalam menghadapi masalah, karena sebentar lagi dia kan jernih."

13. "Berusahalah dengan sebuah harapan yang kamu impikan, dan dampingilah usaha tersebut dengan kesabaran dan keikhlasan."

14. "Sabar terhadap orang lain adalah cinta, sabar terhadap diri sendiri adalah harapan, dan sabar terhadap Allah SWT adalah keyakinan."

15. "Petunjuk tidak bisa dicapai kecuali dengan pengetahuan, dan arah tujuan yang benar tidak bisa dituju kecuali dengan kesabaran." - Ibnu Taimiyah

16. "Sabar bukan berarti bersikap pasif dan menunggu datangnya sebuah keajaiban. Akan tetapi, sabar adalah melakukan segala kemungkinan untuk mengubah situasi yang sedang menimpamu. Kemudian, serahkan sisanya pada Allah SWT.

17. "Jangan pernah menjadikan sebuah masalah menjadi beban hidup, jadikanlah masalah tersebut sebagai acuan untuk kamu bisa maju."

18. "Kesabaran bukan berarti diam tak bergerak saat ditimpa musibah. Tapi sabar adalah aktif bergerak mencari kebaikan saat musibah datang."

19. "Tetaplah tersenyum ketika sedang sedih dan memaafkan ketika dikecewakan, karena Allah menyukai orang mampu bersabar ketika menghadapi cobaan.

20. "Di dalam hidup yang perlu kamu lakukan adalah berusaha dan berdoa kepada Tuhan, dan hasilnya tergantung dengan apa yang telah kamu lakukan."

21. "Dan sungguh Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui siapa orang-orang yang bersungguh-sungguh dan bersabar di antara kalian." – (Q.S Muhammad: 31)

22. "Mengeluh tidak akan pernah bisa memperbaiki keadaan, bersemangatlah dalam menjalani hidupmu dengan ikhlas dan kesabaran."

23. "Tidak semua musibah adalah azab. Beberapa di antaranya adalah karena rahmat Allah untuk membawa kita kembali kepada-Nya."

24. "Allah menguji setiap orang dengan ujian yang berbeda-beda, karena setiap orang memiliki tingkat kesabaran, toleransi, dan keimanan yang berbeda."

25. "Ujian atau cobaan akan membawamu semakin dekat kepada Allah atau justru menjauhkan kamu dari Allah, pilihan ada di tangan kamu. "– Boona Mohammed

26. "Cara untuk meringankan penderitaan ketika ditimpa kesusahan dan musibah. Sadari bahwa itu telah ditakdirkan, itu hanya sementara, bisa saja lebih buruk dari itu, agamamu masih selamat, serta sadari bahwa banyak pahala yang akan kamu raih dengan musibah tersebut." – Sheikh Ahmad Musa Jibril

27. "Dan sungguh akan Kami berikan ujian atau cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar." – (Q.S Al-Baqarah: 155)

28. "Sesungguhnya, sesudah kesulitan itu ada kemudahan." – (Q.S Al-Insyirah: 5)

29. "Jika Allah membawamu ke dalam suatu kondisi (cobaan), Dia juga akan memberimu jalan untuk melaluinya."

30. "Kebahagiaan dan kegembiraan membuatmu tetap manis. Ujian dan kesengsaraan membuatmu kuat. Kesedihan dan air mata membuatmu menjadi manusia. Kegagalan dan kekecewaan membuatmu rendah hati."

31. "Barangkali cobaan ini tidak akan berakhir sampai kita bisa mengambil pelajaran dari cobaan yang menimpa kita."

32. "Hanya Allah yang mampu mengubah kekacauan menjadi sebuah pesan, ujian menjadi kesaksian, cobaan menjadi kemenangan, dan korban menjadi juara."

33. "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." – (Q.S Al-Baqarah: 286)

34. "Dan kami jadikan sebagian kalian cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kalian bersabar?" – (Q.S Al-Furqan: 20)

35. "Jika kamu menghadapi begitu banyak kesulitan dalam hidup, yakinlah akan hal ini, 'Allah sedang melatihmu untuk kemenangan yang besar'."

36. "Dan ketahuilah, bahwa harta dan anak-anakmu hanyalah sebagai cobaan. Dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar." – (Q.S Al-Anfal: 28)

37. "Menghindari godaan untuk berbuat dosa dan bersabar menghadapainya, itu lebih berat daripada bersabar ketika menjalani cobaan dari Allah." – Ibnu Taimiyah

38. "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal itu amat buruk bagimu. Allah maha mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." – (Q.S Al-Baqarah: 216)

39. "Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan." – (Q.S Al-Anbiya: 35)

40."Jalan kebenaran selalu dimulai dengan cobaan dan kesengsaraan. Kemudian datanglah masa kesabaran dan tawakkal kepada Allah. Dan berakhir dengan pencerahan, bimbingan dan kemenangan." – Ibnu Qayyim

Referensi : Kata-kata Bijak Islami Tentang Cobaan Hidup, Bikin Hati Lapang dan Penuh Kedamaian






Kata-kata Sabar Hadapi Cobaan, Membuat Bikin Pikiran Jadi Tenang

Ilustrasi : Kata-kata Sabar Hadapi Cobaan, Membuat Bikin Pikiran Jadi Tenang

Kata-kata Sabar Hadapi Cobaan, Membuat Bikin Pikiran Jadi Tenang. Setiap orang pasti mengalami beragam permasalahan dalam kehidupan. Kata-kata sabar menghadapi cobaan bisa menjadi penenang saat masalah datang.  Kata sabar menjadi ungkapan yang sering terucap saat seseorang terkena cobaan hidup. Mudah memang mengatakan sabar saat mendapat masalah.

Namun, sabar bisa dikatakan susah untuk dipraktikkan. Apalagi buat orang-orang yang gampang atau mudah tersulut emosinya.  Ada ungkapan mengatakan jika sabar ada batasnya, namun ada pula yang mengatakan jika sabar tak ada batasnya. Hanya orang-orang berjiwa besar dan lapang yang mampu menerapkan sikap sabar dalam kehidupan sehari-hari.

Saat cobaan datang, sebisa mungkin menenangkan hati dan pikiran. Kamu juga bisa membaca kata-kata sabar agar tetap tanang saat ada cobaan. Dengan membaca kata-kata sabar, bisa memberikan energi positif dan mengembalikan mood untuk kembali menjalani aktivitas.

Kumpulan Kata-kata Sabar Menghadapi Cobaan

1. "Terkadang kita harus bersabar dan mengikhlaskan semua yang kita lakukan tidak sesuai dengan apa yang telah kita rencanakan."

2. "Kamu hanya bisa berdoa kepada Tuhan, semoga di balik semua kesusahan ada kebahagiaan."

3. "Sabar itu adalah merupakan sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan, tetapi sabar itu adalah sesuatu yang sangat luar biasa indahnya."

4. "Sebuah masalah merupakan tamu yang tak diundang didalam kehidupan kita, dan kita harus perlakukan dia sebaik mungkin, maka kita juga akan diperlakukan dengan baik olehnya."

4. "Bersabarlah dengan semua masalah yang kamu hadapi, karena semua masalah pasti ada jalan keluarnya."

5. "Apabila kita menginginkan sebuah kesuksesan dan kebahagiaan, maka kita harus mempunyai suatu kesabaran yang besar."

6. "Bagi orang yang selalu sabar dan ikhlas, mereka akan mendapatkan kebahagian yang lebih."

7. "Mengeluh tidak akan pernah bisa memperbaiki keadaan, bersemangatlah dalam menjalani hidupmu dengan ikhlas dan kesabaran."

8. "Orang yang kuat dan sabar adalah orang yang mampu menyembunyikan perasaan sedihnya kepada orang lain dan senantiasa mengukir senyuman dengan ikhlas."

9. "Setiap pekerjaan ada resikonya, setiap kesuksesan pun juga ada resikonya. sabar dan ikhlas dapat mengubah resiko jadi lebih indah."

10. "Yakin itu tidak berdiri sendiri, ia bergandengan dengan syukur, dengan sabar, dengan ikhlas, dengan ridho, dengan baik sangka, dan lainnya."

11. "Bahagia itu datang bersama sabar dan perginya bahagia bersama ikhlas."

12. "Jadikanlah dirimu sebagai pribadi yang teguh dan kuat, dan manfaatkan sebuah peluang yang kecil sebagai jalan untuk kamu menuju pintu kesuksesan."

13. "Jalan menuju kebahagian yang sempurna adalah dengan kesabaran dan keikhlasan."

14. "Berusahalah dengan sebuah harapan yang kamu impikan, dan dampingilah usaha tersebut dengan kesabaran dan keikhlasan."

15. "Bersabarlah ketika suatu hal yang sangat kamu sayangi hilang, dan percayalah Allah sedang menyiapkan sesuatu hal lebih indah dai sebelumnya."

16. "Kalau setiap cerita hidup kita selalu indah,hati tak pernah kenal dekat dengan sabar dan ikhlas."

17. "Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, apa yang kamu inginkan pasti bisa kamu dapatkan, asal sabar, usaha, dan ikhlas dalam doa."

18. "Orang yang kuat itu adalah orang yang sabar dan ikhlas ketika ditimpa musibah."

19. "Tidak ada kata-kata yang indah selain kata ikhlas dan sabar."

20. "Adakalanya sebuah keputusan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, tapi dari situ kita belajar untuk ikhlas dan sabar."

21. "Sejak kita menginginkan keindahan dan kebahagiaan hidup, jadikanlah sabar sebagai sahabat, dan ikhlas sebagai penguat langkah."

22. "Sebelum lahir kita sudah mengenal sabar dan ikhlas, ketika ibu melewati masa mengandung dan melahirkan, saat ayah berjuang penuhi kebutuhan."

23. "Menjadi sabar dan ikhlas memang tak mudah, tapi itu harus. Belajarlah untuk menerima arti kehilangan dan penantian."

24. "Tuhan bantu aku untuk selalu bersyukur atas semua keadaan, sabar menjalani masalah dan ikhlas akan semua takdirmu."

25. "Sabar dan ikhlas adalah kunci sukses menjalani segala cobaan yang tuhan beri, agar hati dan keyakinan kita tetap kuat bertahan."

26. "Tetaplah tersenyum ketika sedang sedih dan memaafkan ketika dikecewakan, karena Allah menyukai orang mampu bersabar ketika menghadapi cobaan."

27. "Sabar dan ikhlas memang tak mudah, tapi itu harus. Belajarlah untuk menerima arti kehilangan dan penantian."

28. "Harapan itu selalu ada jika kita mau berusaha, seberatnya kita berusaha kita harus mampu melaluinya dengan ikhlas dan sabar."

29. "Jangan pernah menjadikan sebuah masalah menjadi beban hidup, jadikanlah masalah tersebut sebagai acuan untuk kamu bisa maju."

30. "Sebuah tidak akan pernah menjadi sulit apabila kamu bisa melewatinya dengan kesabaran dan keikhlasan."

31. "Di dalam hidup yang perlu kamu lakukan adalah berusaha dan berdoa kepada tuhan, dan hasilnya tergantung dengan apa yang telah kamu lakukan."

32. "Mengeluh tidak akan memperbaiki keadaan. Semangat buat hari ini! Jalani dengan ikhlas dan penuh rasa sabar."

33. "Orang yang kuat bukan mereka yang sellau menang. Melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh." - Kahlil Gibran

34. "Jangan pernah menyerah dan berusaha lari, tapi hadapilah cobaan yang ada di depan kita dengan sabar".

35. "Terkadang kita diuji oleh Tuhan bagaimana kita mampu bersabar ketika diberikan suatu cobaan yang disebut ujian dari Tuhan."

36. "Dengan kesabaran kita memperoleh hasil lebih dari kekuatan kita."

37. "Kesabraan bukan berarti diam tak bergerak saat ditimpa musibah. Tapi sabar adalah aktif bergerak mencari kebaikan saat musibah datang."

38. "Sabarlah, tidak semua hal bisa kamu selesaikan sendiri. Untuk hal-hal di luar jangkauanmu, kamu harus belajar sabar dan merelakannya."

39. "Hidup ini bukan hanya mencari yang terbaik, namun lebih kepada menerima kenyataan."

40. "Bukan masalah apa yang kau lakukan tapi, kau harus bertanggung jawab apa yang kau ciptakan."

41. "Setiap musibah mengandung permata yang berharga, tapi hanya orang-orang bersabarlah yang berhak mendapatkannya."

42. "Hati yang terlukai hanya akan terobati, oleh ikhlas hati dan berserah pada ilahi."

43. "Kesabaran adalah cara terbaik untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik."

44. "Belajarlah tenang dan sabar. Jalan keluar sebuah masalah dan kemenagana selalu diraih oleh mereka yang tenang dan sabar."

45. "Bersabarlah tak peduli seberapa sulit dan gelap jalan yang akan Anda lalui."

Referensi : Kata-kata Sabar Hadapi Cobaan, Membuat Bikin Pikiran Jadi Tenang







Menghadirkan Rasa Syukur dalam Musibah

Ilustrasi : Menghadirkan Rasa Syukur dalam Musibah

Menghadirkan Rasa Syukur dalam Musibah. seorang nenek berusia sekitar 70 tahun mengalami patah tulang dan terpaksa menginap di rumah sakit. Ia ditemani seorang anaknya dan seorang cucu di ruang ber-setting VIP. Seorang dokter lalu menyapanya dan memberikan bimbingan sebagaimana mestinya hingga pada perkataan, “alhamdulillah ibu masih patah tulang.” Si nenek terkaget-kaget mendengar ucapan sang dokter, “kok alhamdulillah, sih?!” Katanya sembari menghadapkan wajahnya ke anak perempuannya yang hendak menyuapinya.

Sikap nenek tersebut menggugah nurani kita. Betapa banyak ujian mendera kita yang acapkali dianggap malapetaka terbesar. Nenek tadi mungkin lupa atau justru bisa jadi terfokus dengan penyakitnya saja, lantas ia mengesampingkan berbagai nikmat Tuhan yang telah mengalir selama hidupnya. Orang semacam ini adakalanya membutuhkan bantuan orang lain untuk disadarkan bahwa alhamdulillah ia masih memiliki anak yang setia menemani dan menyuapinya. Alhamdulillah hanya kaki kiri yang patah bukan kaki kanan apalagi kedua-duanya atau mungkin seluruh tubuhnya, dan alhamdulillah masih fisiknya yang sakit bukan hatinya.

Ucapan alhamdulillah rupanya dalam sangkaan si nenek, sang dokter mensyukuri penyakitnya. Begitulah, banyak di antara kita salah kaprah memaknai hakikat syukur. Rasa syukur terkadang menghilang di kala seseorang sedang dilanda cobaan atau ditimpa musibah. Padahal bersyukur di saat gundah gulana bisa mengurangi beratnya penderitaan. Akan tetapi, perasaan syukur hanya berlabuh di hati orang yang benar-benar membutuhkan rasa syukur atau menunggu ada sebuah teguran terlebih dahulu, barulah ia bersyukur.

Sekadar permisalan. Seseorang yang memiliki uang tiga juta lebih tiga ratus ribu rupiah, lalu karena suatu hal ia kehilangan tiga ratus ribu dan masih tersisa tiga juta. Perhatian orang yang bersyukur akan tertuju pada jumlah yang tersisa, sehingga ia akan bersyukur, “alhamdulillah, cuma tiga ratus ribu yang hilang, bukan yang tiga juta.” Hatinya terhibur, lisan pun mengujarkan syukur.

Sebaliknya orang yang kufur nikmat hanya terpaku pada uang tiga ratus ribu yang hilang, lalu melupakan tiga juta yang masih tersisa. Hatinya sangat menyesal, lisan pun mengumpat tidak karuan. Musibah terasa amat berat, sedikit pahala pun tidak didapat, bahkan hanya dosa yang tercatat. Karena itulah, ketika seseorang datang kepada tabi’in Yunus ibn ‘Ubaid rahimahullah mengeluhkan kondisinya yang banyak kebutuhan dan sulitnya mencari pendapatan. Seakan tidak ada yang dirasakan di dunia ini selain kesengsaraan.

Kepada orang tadi, Yunus mengatakan, “Bagaimana jika sebelah matamu saya ganti dengan seratus ribu dirham, relakah anda?”

Dia menjawab, “Tentu saja tidak.” Tanya Yunus, “Bagaimana dengan sebelah tanganmu?” Jawabnya: “Tidak Juga.” Yunus melanjutkan pertanyaannya, “Bagaimana dengan sebelah kakimu?” Dia menjawab: “Aku tidak mau.” Yunus lalu menanyakan satu persatu anggota badan orang itu dan dijawab dengan jawaban yang sama. Hingga Yunus berkata, “Saya lihat anda memiliki jutaan dirham, tetapi anda mengeluh dan merasa tidak mempunyai apa-apa.”

AL-KINDI dalam kitabnya Daf ‘Al-Ahzan (Menyingkirkan Kesedihan) mengatakan, “Orang yang bersedih hati karena kehilangan miliknya atau gagal memperoleh sesuatu yang dicarinya, lalu merenungkan kesedihannya secara filosofis, kemudian dia mengerti penyebab kesedihannya itu bukanlah keharusan, lalu dia saksikan banyak orang yang tidak memiliki harta tapi mereka tidak sedih, bahkan gembira dan bahagia. Dia tak pelak lagi akan tahu bahwa kesedihan bukanlah hal yang niscaya dan tidak alami dan bahwa orang yang bersedih hati serta menimpakan kejadian ini pada dirinya pasti dia akan gembira dan kembali pada kondisi alaminya.”

Kata Kindi lagi “... Jika kita bersedih hati di setiap kali kita kehilangan niscaya kita akan selamanya bersedih hati. Oleh karena itu, seseorang yang berakal hendaknya tidak memikirkan hal-hal yang mudharat dan memedihkan serta karena hilangnya harta menyebabkan kesedihan hati, maka dia hendaknya memilikinya sesedikit mungkin. Suatu ketika Socrates ditanya orang, apa yang menyebabkan selalu bersemangat dan jarang sedih. Socrates pun menjawab: “Karena saya tidak mencari hal-hal yang kalau hilang akan membuat saya sedih.” (Tahdzib Al-Akhlaq: Abu Ali Ahmad Ibn Miskawaih).

Kita dalam hidup ini sering menerima dua hal, yaitu anugerah dan musibah. Biasanya kita akan sangat mengharapkan selalu mendapatkan anugerah, lalu dengan mudah kita mensyukuri atas anugerah itu. Kita merasakan hidup ini indah mempesona manakala kita menerima anugerah dan dengan sangat mudah pula kita akan mengucapkan “alhamdulillah” atas keindahan hidup tersebut.

Bagaimana tatkala kita menerima suatu musibah. Apakah kita masih bisa bersyukur? Adalah sesuatu yang berat bila kita bersyukur saat kita menerima musibah. Umumnya kita lebih banyak mengeluh dan merasa tidak siap atas datangnya musibah. Mungkin kita sempat berpikir Tuhan tidak adil ketika kita menerima musibah. Tak jarang pula kita menyalahkan hidup, menyalahkan Tuhan, dan seterusnya.

Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa tasyakur terdiri atas tiga komponen: ilmu, hal dan amal. Ilmu, menunjukkan kesadaran kita akan nikmat-nikmat Allah yang dianugerahkan kepada kita. Kita tahu bahwa rahman Allah jualah yang menyebabkan kita masih hidup sampai saat ini. Kita tahu bahwa rahim Allah jualah yang menyebabkan kita masih sanggup berpuasa, bertakbir dan menyampaikan syukur kita kepada-Nya.

Komponen tasyakur kedua adalah hal. Menggambarkan sikap kita akan nikmat Allah SWT. Kita bahagia karena diberi kesempatan menunaikan ibadah puasa. Kita senang karena Allah senantiasa menolong kita pada saat-saat yang diperlukan. Hati kita penuh dengan rasa terima kasih kepada-Nya, karena Dia telah membawa kita pada keadaan seperti sekarang ini.

Rasulullah SAW bersabda: “Hendaklah kamu (berbahagia) bila mempunyai hati yang bersyukur, lidah yang berzikir dan isteri (suami) mukminin (at) yang membantunya dalam urusan akhirat.” (HR Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah).  

Komponen tasyakur yang ketiga adalah amal. Amal diwujudkan dalam seluruh anggota badan kita. Bersyukur, kata Al-Ghazali, ialah “Menggunakan nikmat-nikmat Allah SWT untuk menaati-Nya serta menjaga agar tidak menggunakan nikmat-nikmat-Nya itu untuk maksiat kepada-Nya.” (Renungan-renungan Sufistik; Jalaluddin Rakhmat).

Walhasil, ungkapan syukur dari seorang hamba adalah sebuah tindakan pengagungan yang mencegah terjadinya sebutan, “mengingkari Dzat yang memberi kebaikan kepadanya.” Ungkapan syukur dapat dilakukan dengan menyebut-nyebut kebaikan yang memberi nikmat dan kebaikan prilaku orang yang bersyukur. Sekaligus menunjukkan buruknya orang yang melakukan pengingkaran terhadap nikmat.

Dengan demikian, hakikatnya kewajiban bersyukur yang sebenarnya bagi seorang hamba adalah melakukan pengagungan kepada Allah SWT, di mana pengagungan itu dapat menghalang-halangi antara dia dengan maksiat sesuai dengan ingatannya kepada nikmat-Nya itu.

Kemudian, kata Al-Ghazali dalam Minhajul Abidin, mengimbangi pengagungan itu dengan rajin, taat dan bersungguh-sungguh dalam berkhidmat kepada-Nya. Karena rajin, taat dan berkhidmat kepada Allah SWT termasuk di antara hak nikmat. Maka, menjaga diri dari kemaksiatan menjadi sebuah keharusan bagi setiap hamba-Nya.

Penderitaan dunia itu termasuk perkara yang wajib disyukuri oleh seorang hamba Allah SWT. Sebabnya, semuanya akan mendatangkan manfaat yang besar, pahala berlimpah dan akan memperoleh ganti yang lebih baik di kemudian hari sesuai firman-Nya: “.. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS 3:145).   

Kebaikan yang menyertainya kemudian, jika dibandingkan dengan penderitaan-penderitaan itu sangatlah tidak seimbang. Kenikmatan dan kebaikan terjadi pasca musibah jauh lebih besar daripada musibah itu sendiri.

Menurut para ahli hikmah, pada garis besarnya musibah manusia itu ada lima macam. Pertama, sakit di pengasingan, kedua, fakir di hari tua, ketiga, mati pada usia muda, keempat, mengalami kebutaan sesudah dapat melihat, dan kelima adalah melupakan Allah SWT setelah sebelumnya mendapat makrifat.

Tidakkah anda tahu bagaimana Nabi SAW juga memuji dan bersyukur kepada Allah SWT dalam menghadapi penderitaan, sebagaimana beliau memuji dan bersyukur ketika menerima nikmah Allah SWT. Dia pernah bersabda: “Segala puji bagi Allah, atas apa yang menyusahkan dan yang menyenangkan.”

Betapa banyak di antara kita yang sakitnya menjadi lebih parah, mengundang stres dan memancing kekecewaan mendalam gara-gara tidak bisa mensyukuri musibah yang ada. Padahal jika kita ikhlas menjalaninya dengan cara bersyukur, mungkin masalahnya akan terasa lebih mudah dan ringan. Namun jika kita tidak bersyukur saat menerima musibah, masalahnya mungkin akan terus membengkak dan membuat hidup kita semakin terpuruk.

Saatnya kita untuk melatih rasa bersyukur lebih banyak agar kita tidak menjadi orang-orang yang kufur akan nikmat yang begitu banyak kita terima. Barangkali kita baru merasa nikmatnya sesuatu tatkala kita kehilangannaya. Dengan kekuatan syukur, memiliki dan kehilangan bukanlah masalah yang besar.

Bersyukur bagi kita sangatlah penting karena beberapa alasan antara lain dengan bersyukur membuat hati dan pikiran kita terbuka menerima karunia dalam kehidupan, selalu mengingatkan semua karunia saat menerima anugerah, dan dengan bersyukur akan mampu menghadapi masalah secara proporsional. Sebabnya, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan di balik masalah terdapat hikmah yang tersembunyi.

Dengan bersyukur juga bisa menjadi alat kontrol diri kita agar tidak bersikap berlebihan saat menerima anugerah atau musibah. Rasa syukur merupakan kekuatan luar biasa yang bisa menghilangkan dan mengatasi masalah dalam setiap keadaan.

Tak heran jika Allah SWT menjadikan orang yang bersyukur sebagai manusia pilihan yang teristimewa. Hal ini bisa kita seksamai dari firman-Nya yang telah memuji Nabi Nuh Alaihissalam: “Sesungguhnya dia (Nuh) adalah hamba Allah yang banyak bersyukur.” (QS Al-Isra’ 3).   

Kehidupan kita akan bahagia atau menderita, itu tergantung pada cara pandang dan pikiran kita. Melalui cara bersyukur kita akan menemukan apa yang kita cari. Apabila pikiran kita selalu mencari apa yang indah dari setiap musibah lalu mensyukurinya maka keindahan yang akan kita dapati. Itu sebabnya, rasa syukur dibutuhkan untuk menerima dan memandang indah setiap peristiwa dalam perjalanan hidup kita. Syukur-syukur dengan bersyukur kita dapat mengubah musibah menjadi anugerah.

Memang tidak gampang menghadirkan rasa syukur saat mendapatkan musibah. Untuk itu, ada baiknya kita merenungi petuah Syuraih al-Qadhi. Kata beliau, bagi kita yang mendapatkan suatu musibah hendaknya membandingkan dengan musibah orang lain yang lebih berat. Juga membandingkan antara sedikitnya sesuatu yang hilang dari kita (seperti kesehatan, harta, jabatan, keturunan dan lain sebagainya) dengan banyaknya nikmat yang masih Allah SWT sisakan buat kita.

Ketika ditanya rahasia sikapnya yang selalu bersyukur meski tertimpa musibah, al-Qadhi berujar, “Saat musibah menimpaku, aku bersyukur kepada Allah empat kali: aku bersyukur karena musibah yang lebih besar tidak menimpaku, aku bersyukur karena Allah masih memberiku kesabaran menghadapinya, aku bersyukur karena Allah memberiku petunjuk untuk mengucapkan istirja’ (inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun), dengannya aku mengharapkan pahala, dan aku bersyukur karena musibah tidak menimpa agamaku.”

Referensi : Menghadirkan Rasa Syukur dalam Musibah