This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Rabu, 10 Agustus 2022

10 Tips Sederhana Agar Anda Rajin Shalat 5 Waktu

Ilustrasi : 10 Tips Sederhana Agar Anda Rajin Shalat 5 Waktu

Shalat 5 waktu merupakan salah satu kewajiban umat Islam. Sebagai seorang umat Islam, Anda tentu sudah tahu hal tersebut.  Sayangnya, banyak sekali godaan dan halangan sehingga Anda malas menunaikan shalat 5 waktu. Dampaknya, Anda suka meninggalkan shalat lima waktu.

Anda tentu ingin keluar dari masalah tersebut. Anda ingin rajin melaksanakan shalat lima waktu. Selain itu, Anda juga ingin shalat 5 waktu merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari Anda.

Berita buruknya, keinginan tersebut sekadar keinginan belaka. Anda masih saja meninggalkan shalat 5 waktu. Menjengkelkan, bukan?

Mohon jangan menyerah. Anda bisa rajin melaksanakan shalat 5 waktu. Guna membantu Anda mewujudkannya, berikut 10 tips sederhana yang layak Anda coba.

1. Ketahui mengapa Anda wajib melaksanakan shalat 5 waktu

Yang pertama adalah ketahuilah mengapa Anda wajib melaksanakan shalat 5 waktu. Jika Anda lupa, menurut sejumlah referensi yang saya baca, shalat 5 waktu wajib dilaksanakan.

Alasannya antara lain karena sahalat 5 waktu merupakan ibadah yang pertama kali dihisab pada Yaumul Hisab (Hari Perhitungan), tiang agama Islam, kunci surga, menghapus dosa, dan dosa besar jika ditinggalkan.

2. Pahami manfaat shalat

Pahami juga manfaat yang akan Anda dapatkan dengan menjalankan shalat lima waktu. Manfaat ini bisa ditinjau dari sisi psikologis dan sisi kesehatan.

Dari sisi psikologis, orang yang rajin shalat 5 waktu antara lain memiliki hati yang tenteram, selalu ingat kepada Allah SWT, terhindar dari pikiran keji dan munkar, sabar, dan bersyukur.

Dari sisi kesehatan, orang yang rajin shalat lima waktu antara lain mempunyai wajah yang bercahaya, bersemangat, dan tubuh yang sehat.

Sebaliknya, orang yang tidak mengerjakan shalat lima waktu akan memiliki pikiran yang runyam, stres, dengki terhadap sesama, cemas, emosional, dan sejenisnya. Kondisi psikologis seperti itu bisa merusak daya tahan tubuhnya.

3. Ingatlah bahwa dunia itu sementara

Anda mungkin malas shalat 5 waktu karena sibuk mengejar duniawi untuk biaya hidup sehari-hari. Meskipun demikian, ingatlah bahwa dunia itu sementara.

Semua yang ada di dunia akan mati. Kita akan kembali ke kampung asal kita, yaitu akhirat. Yang akan kita bawa adalah amalan selama kita masih hidup, bukan materi dunia seperti mobil, rumah, dan perhiasan.

Dengan mengingat bahwa dunia itu sementara, Anda akan menyadari bahwa Anda harus mempersiapkan diri untuk kehidupan yang langgeng. Dengan demikian, Anda akan tergerak untuk menunaikan shalat 5 waktu dan shalat-shalat lainnya yang pengerjaannya tidak selama urusan dunia.

Sebagai contoh, Anda hanya butuh waktu sekitar 5 menit untuk menunaikan shalat Dzuhur. Bandingkan dengan menulis artikel atau memasarkan produk yang lamanya bisa berjam-jam.

4. Lakukan secara bertahap agar menjadi kebiasaan

Tips pertama sampai ketiga mestinya bisa membuat Anda rajin melaksanakan shalat lima waktu. Namun, bila ketiga tips tersebut belum berdampak, tidak masalah. Rajin tidaknya seseorang melakukan shalat dipengaruhi keimanan dan kebiasaan.

Terkait kebiasaan, Anda bisa melakukan shalat 5 waktu secara bertahap. Sebagai contoh, hari ini Anda melaksanakan shalat Maghrib dan Isya.

Hari berikutnya, Anda melaksanakan shalat Maghrib, Isya, dan Dzuhur. Hari-hari berikutnya tambah lagi jumlah shalat yang dilakukan sehingga Anda bisa melakukan shalat lima waktu setiap hari.

Mengapa dilakukan secara bertahap? Karena itu lebih baik daripada Anda tidak menunaikan shalat 5 waktu sama sekali dalam seharinya. Selain itu, pembentukan kebiasaan butuh waktu yang lamanya bergantung pada invidu masing-masing.

5. Lacak shalat yang Anda lakukan

Lacak shalat lima waktu yang Anda lakukan. Anda bisa menggunakan MS Excell atau perangkat lain. Jika Anda menggunakan MS Excell, Anda tinggal membuat tabel yang berisi kolom shalat lima waktu dan kolom keterangan.

Di kolom keterangan, isi dengan penyebab Anda tidak melaksanakan suatu shalat. Sebagai contoh, jika Anda tidak melaksanakan shalat Subuh, penyebabnya Anda bangun siang. Setelah tahu penyebabnya, identifikasi langkah untuk memperbaikinya.

Dalam contoh tidak melaksanakan shalat Subuh, langkah yang mungkin Anda lakukan adalah tidur lebih cepat atau memasang alarm pukul 04:30. Apa pun langkahnya, buatlah sesederhana dan semenarik mungkin sehingga Anda mampu menghilangkan penyebab tidak melaksanakan suatu shalat 5 waktu.

Terlepas dari itu, pelacakan shalat 5 waktu merupakan cara lama yang mungkin pernah Anda lakukan ketika Anda masih di sekolah dasar. Namun, dari pengalaman saya, cara ini sangat baik terutama di awal-awal membangun kebiasaan shalat 5 waktu.

6. Jangan menunda shalat

Upayakan Anda jangan menunda-nunda shalat. Saat mendengar suara Adzan, berhentilah melakukan sesuatu dan bersiaplah untuk melaksanakan shalat.

Jika ditunda-tunda, Anda mungkin lupa karena kesibukan yang tidak ada habisnya. Selain itu, tidak ada jaminan Anda masih hidup saat menunda-nunda shalat tersebut.

Akan lebih baik kalau Anda memiliki upaya mengantisipasi penundaan shalat. Sebagai contoh, Anda akan bepergian ke luar rumah. Jika sebentar lagi waktu shalat, tunda kepergian Anda. Shalatlah terlebih dahulu, setelah itu baru bepergian.

Contoh lain, jika Anda memiliki pertemuan dengan teman atau rekan bisnis, aturlah pertemuan tersebut sehingga tidak bertabrakan dengan waktu shalat.

Utarakan alasan pengaturan pertemuan tersebut kepada teman dan rekan bisnis Anda. Saya optimistis mereka akan memahami alasan Anda.

7. Berniat dengan tulus

Saat akan melaksanakan shalat 5 waktu, berniatlah dengan tulus karena Allah SWT. Jangan berniat karena ingin mendapatkan perhatian lawan jenis, ingin disayang mertua, ingin disayang atasan, ingin terlihat sebagai orang yang takwa, dan sebagainya.

8. Lakukan shalat berjamaah

Tips lain adalah melakukan shalat 5 waktu secara berjamaah. Mengapa harus berjamaah? Seperti dikatakan Rasulullah SAW, shalat berjamaah lebih unggul dua puluh tujuh derajat dibandingkan dengan shalat sendirian.

Jika rumah Anda berada di dekat mesjid, pergilah ke mesjid untuk menunaikan shalat lima waktu secara berjamaah. Jika tidak memungkinkan ke mesjid, ajaklah anak, isteri, suami, atau saudara Anda untuk shalat lima waktu berjamaah di rumah Anda.

9. Bertemanlah dengan orang-orang yang rajin shalat

Keberadaan teman bisa juga membantu Anda untuk rajin shalat. Oleh karena itu, bertemanlah dengan mereka yang rajin shalat 5 waktu. Dengan teman-teman seperti itu, Anda akan diingatkan dan diajak untuk melaksanakan shalat lima waktu jika waktunya telah tiba.

10. Baca buku-buku tentang Islam

Tips terakhir adalah membaca buku-buku tentang Islam di waktu senggang Anda. Sebagai contoh, Anda melakukannya saat hendak tidur malam. Hal ini lebih baik daripada Anda melihat status teman Anda di media sosial atau menghayal.

Selain itu, dengan membaca buku-buku tentang Islam, pemahaman dan wawasan Anda tentang akhirat akan bertambah sehingga Anda lebih mencintai Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW.

Shalat 5 waktu tidak mudah dikerjakan karena setan selalu menghalangi umat Islam untuk melaksanakan shalat tersebut. Cobalah sepuluh tips sederhana di atas untuk mengatasi halangan tersebut. Insya Allah Anda rajin shalat 5 waktu. Jika memungkinkan, bergurulah pada ulama atau ustadz di lingkungan rumah Anda agar Anda menjadi lebih rajin lagi.

 Referensi : 10 Tips Sederhana Agar Anda Rajin Shalat 5 Waktu








Ancaman Bagi Orang Yang Meninggalkan atau Menyepelekan Sholat

Ilustrasi : Ancaman Bagi Orang Yang Meninggalkan atau Menyepelekan Sholat

Ancaman Bagi Orang Yang Meninggalkan atau Menyepelekan Sholat. Berdasarkan hadis kudsi sebagai berikut

وَمَنْ تَهَاوَنَ بِاالصَّلَاةِ عَاقَبَهُ اللَّهُ بِخَمْسِ عَشَرَةَ عُقُوْبَةً سِتٍّ فِى الدُّنْيَاوَثَلَاثٍ عِنْدَالْمَوْتِ وَثَلَاثٍ عِنْدَدُخُوْلِهِ فِى الْقَبْرِوثَلَاَثٍ عِنْدَلِقَاءِرَبِّهِ (اَىْ مَوْقِفِ الْقِيَامَةِ) فَاَمَّااللَّوَاتِى فِى الدُّنْيَافَالْاُوْلَى تُنْزَعُ الْبَرَكَةُ مِنْ عُمْرِهِ , وَالثَّانِيَةُ تُمْحَى سِيَّمَا الصَّالِحِيْنَ مِنْ وَجْهِهِ وَالثَّالِثَةُ كُلُّ عَمَلٍ يَعْمَلُهُ لَا يُؤَاجِرُهُ اللَّهُ عَلَيْهَ وَالرَّابِعَةُ لَا يُرْفَعُ لَهُ دُعَاءٌ إِلَى السَّمَاءِوَالْخَامِسَةُ لَيْسَ لَهُ حَظٌّ فِى دُعَاءِ الصَّالِحِيْنَ وَالسَّادِسَةُ تَخْرُجُ رُوْحُهُ بِغَيْرِاِيْمَانٍ وَأَمَّاالَّتِى تُصِيْبُهُ عِنْدَ الْمَوْتِ فَالْاُوْلَى أَنْ يَمُوْتَ ذَلِيْلًا وَالثَّانِيَةُ أَنْ يَمُوْتَ جَائِعًاوَالثَّالِثَةُ أَنْ يَمُوْتَ عَطْشَانَ وَلَوْسُقِىَ بِحَارِ الدُّنْيَامَارَوِىَ وَأَمَّاالَّتِى تُصِيْبُهُ فِى الْقَبْرِ فَالْاُوْلَى يُضَيِّقُ اللَّهُ عَلَيْهِ الْقَبْرَ حَتَّى تَخْتَلِفَ أَضْلَا عُهُ وَالثَّانِيَةُ يُوْقَدُ عَلَيْهِ فِى قَبْرِهِ يَتَقَلَّبُ عَلَى الْجَمْرِ لَيْلًا وَنَهَارًا. وَالثَّالِثَةُ يُسَلَّطُ عَلَيْهِ فِى قَبْرِهِ ثُعْبَانٌ اسْمُهُ الشُّجَاعُ الْاَقْرَعُ يَضْرِبُهُ عَلَى تَضْيِيْعِ الصَّلَوَاتِ وَيَسْتَغْرِقُ تَعْذِيْبُهُ بِمِقْدَارِأَوْقَاتِ الصَّلَوَاتِ وَاَمَّاالَّتِى تُصِيْبُهُ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ اِذَاانْشَقَّتِ السَّمَاءُيَأْتِيْهِ مَلَكٌ وَبِيَدِهِ سِلْسِلَةٌ ذَرْعُهَاسَبْعُوْنَ ذِرَاعًافَيُعَلِّقُهَافِى عُنُقِهِ ثُمَّ يُدْخِلُهَا فِى فِيْهِ وَيُخْرِجُهَامِنْ دُبُرِهِ وَهُوَيُنَادِىْ هَذَاجَزَاءُمَنْ يُضَيِّعُ فَرَائِضَ اللَّهِ . قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمَا : لَوْأَنَّ حَلَقَةً مِنَ السِّلْسِلَةِ وَقَعَتْ عَلَى الْاَرْضِ لَاَ حْرَقَتْهَا. اَلثَّانِيَةُ لَايَنْظُرُاللَّهُ اِلَيْهِ وَالثَّالِثَةُ لَا يُزَكِّيْهِ وَلَهُ عَذَابٌ اَلِيْمٌ . وَيُرْوَى أَنَّ أَوَّلَ مَايَسْوَدُّيَوْمَ الْقِيَامَةِ وُجُوْهُ تَارِكِى الصَّلَاةِ وَأَنَّ فِى جَهَنّمَ وَادِيًايُقَالُ لَهُ لَمْلَمُ فِيْهِ حَيَّاتٌ كُلُّ حَيَّةٍ بِثِخَنِ رَقَبَةِ الْبَعِيْرِ طُوْ لُهَامَسِيْرَةُ شَهْرٍ تَلْسَعُ تَارِكَ الصَّلَاةِ فَيَغْلِى سُمُّهَافِى جَسَدِهِ سَبْعِيْنَ سَنَةً يَتَحَرَّى لَحْمُهُ

Sabda Nabi SAW: “Barang siapa yang menyepelekan sholat (menggampangkan sholat), maka Allah akan menyiksanya dengan lima belas macam siksaan; enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika menjelang mati, tiga siksaan dialam kubur dan tiga siksaan ketika keluar dari alam kubur“. (Qurtubi(Qurratul ‘uyun: hlm.2)).

6 Macam Siksaan Ketika Di Dunia

1). Allah akan menghilangkan keberkahan dari umurnya;

2). Tanda kesholehannya akan dihapus oleh Allah dari keningnya;

3). Semua amalnya tidak akan diberi pahala oleh Allah SWT;

4). Allah SWT tidak akan mengangakat doanya ke langit;

5). Semua makhluk di dunia akan menyepelekannya;

6). Dia tidak akan mendapatkan bagian doanya orang-orang sholeh.

3 Macam siksaan Ketika Sakarotul maut yaitu:

1). Bahwasanya orang yang meninggalkan sholat dia akan mati dalam keadaan hina;

2). Bahwasanya orang yang meninggalkan sholat dia akan mati dalam keadaan lapar;

3). Bahwasanya orang yang meninggalkan sholat dia akan mati dalam keadaan haus, walau air lautan di dunia diminumkan kepadanya, maka tetap tidak akan pernah menghilangkan rasa haus dahaganya.

3 Macam Siksaan Ketika Berada Di Alam Kubur yaitu “

1). Kuburnya akan disempitkan oleh Allah dan dihimpitnya sampai tulang rusuknya hancur berantakan;

2). Didalam kuburnya akan dinyalakan api neraka, kemudian orang yang meninggalkan sholat siang malam, ia akan dipanggang dan dibolak-balikan diatas bara api tersebut;

3). Ular yang bernama Syuja’al-Aqro’ akan datang pada orang-orang yang meninggalkan sholat. Ular syuja’al aqro’ itu tercipta dari api neraka, kukunya terbuat dari besi, dan setiap kuku panjangnya seperti ukuran perjalanan satu hari

Ular itu akan berkata kepadanya : “Aku ini Syuja’al-Aqro’, suaranya bagaikan petir yang menyambar, dan ular itu berkata: “Tuhanku menyuruhku agar memukulmu karena telah menyia-nyiakan sholat shubuh dari shubuh sampai dzuhur, dan agar memukulmu karena telah menyia-nyiakan sholat dzuhur dari dzuhur sampai asar, dan agar memukulmu karena menyia-nyiakan sholat asar dari asar sampai magrib, dan agar memukulmu karena menyia-nyiakan sholat magrib dari magrib sampai isya, dan agar memukulmu karena menyia-nyiakan sholat isya dari isya sampai shubuh. Ketika ular itu memukulnya satu kali pukulan, maka yang dipukulnya masuk kedalam tanah sedalam ukuran 70 hasta, lalu ular Syuja’al-Aqro’ memasukkan kuku-kukunya kebawah tanah dan kemudian mengeluarkannya kembali, dan siksaan itu tiada henti-hentinya sampai hari kiamat, maka kita mohon perlindungan kepada Allah dari siksa kubur.” (Qurtubi (Qurratul ‘uyun; hlm.4)).

3 Macam Siksaan Pada Hari Kiamat bagi orang yang meninggalkan sholat yaitu:

1. Allah akan menggabungkan bersama orang-orang yang diseret mukanya ke neraka Jahannam;

2. Allah akan melihatnya dengan pandangan yang benci atau murka pada waktu dihisab, sehingga daging mukanya meleleh berjatuhan;

3. Allah akan menghisabnya dengan hisaban yang sangat berat dan tiada guna atasnya dari kelebihan apapun untuk selama-lamanya, dan Allah memerintahkannya ke neraka sejelek-jelek tempat menetap

bahaya bagi orang yang meninggalkan sholat lima waktu yakni:

Jika meninggalkan sholat:

1). Shubuh : Maka Allah akan menenggelamkannya kedalam Neraka Jahannam selama 60 tahun. Jadi kurang lebih 60.000 tahun jika mengikuti hitungan di dunia. Karena 1000 tahun di dunia sama seperti 1 hari di akhirat.

2). Dzuhur : Yang meninggalkan sholat dzuhur sama seperti dosanya orang yang membunuh 1000 muslim.

3). Ashar : Seperti dosanya orang yang menghancurkan ka’bah.

4). Magrib : Sama seperti dosanya orang yang berzina dengan orangtuanya sendiri

5). Isya : Sesungguhnya Allah ta’ala berseru: “Hai orang yang meninggalkan sholat isya, bahwa Aku tidak ridho jika kamu tinggal dibumiKu dan menggunakan segala nikmat-nikmatKu, segala yang dikerjakan dan digunakan ialah berdosa kepada Allah SWT“.

Dalam surat al hijr ayat 42-43 Allah ta’ala berfirman :

وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِكُلِّ بَابٍ مِنْهُمْ جُزْءٌ مَقْسُومٌ

“Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.

Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka. “

Tingkat neraka ke-1. Merupakan pintu neraka yang paling atas (pertama). Di dalamnya berisi umatmu (Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang melakukan dosa-dosa besar dan tidak tobat sampai mereka meninggal dunia.

Tahukah kamu bahwa neraka jahanamKu itu: mempunyai 7 tingkat.

Setiap tingkat mempunyai 70.000 daerah. Setiap daerah mempunyai 70.000 kampung. Setiap kampung mempunyai 70.000 rumah. Setiap rumah mempunyai 70.000 bilik. Setiap bilik mempunyai 70.000 kotak. Setiap kotak mempunyai 70.000 batang pokok zaqqum.

Di bawah setiap pokok zaqqum mempunyai 70.000 ekor ular. Di dalam mulut setiap ular yang panjangnya 70 hasta mengandung lautan racun yang hitam pekat. Dan di bawah setiap pokok zaqqum terdapat 70.000 rantai. Setiap rantai diseret oleh 70.000 malaikat”.

“Api yang ada sekarang ini, yang digunakan bani Adam untuk membakar hanyalah 1/70 dari api neraka jahannam” (HR. Bukhari-Muslim). “Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka akan mendengar kegeraman dan suara nyalanya”. (QS. Al-Furqan: 11).

“Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah lantaran marah”. (QS. Al-Mulk: 7).

Air di jahannam adalah hamim (air panas yang menggelegak), anginnya adalah samum (angin yang amat panas), sedang naungannya adalah yahmum (naungan berupa potongan-potongan asap hitam yang sangat panas) (QS. Al-Waqi’ah: 41-44).

Referensi : Ancaman Bagi Orang Yang Meninggalkan atau Menyepelekan Sholat










Solusi Menghilangkan Rasa Malas Beribadah Terutama Sholat

Ilustrasi : Solusi Menghilangkan Rasa Malas Beribadah Terutama Sholat

Solusi Menghilangkan Rasa Malas Beribadah Terutama Sholat. Tujuan diciptakan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala, dan itu tertulis jelas di dalam Alquran. Namun praktiknya, kita akan kesulitan untuk beribadah, terutama dikarenakan rasa malas.

Rasa malas juga bisa membuat kita memiliki salah satu sifat munafik, seperti seringnya meninggalkan sholat Shubuh dan Isya.

Sholat shubuh dan isya adalah di antara ibadah yang paling banyak ditinggalkan oleh umat Islam, dan ini adalah sifat orang munafik. Hal ini dikuatkan dalam sebuah hadits yang berbunyi sebagai berikut:

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Tidak ada sholat yang lebih berat bagi orang-orang munafik daripada sholat Shubuh dan sholat Isya’. Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang pada kedua sholat tersebut, maka pasti akan berusaha mendatanginya meskipun harus merangkak. [HR. Al-Bukhâri, 1/160]

Namun ada solusi untuk mengatasinya, Ustaz Hanan Attaki dalam akun resmi Youtube-nya mengatakan, jika solusinya sangat mudah. Kita harus berteman dengan ahli ibadah.

"Seseorang itu dipengaruhi oleh siapa yang jadi temennya," ucap ustaz Hanan mengutip sebuah hadits Nabi.

Maka sangat penting bagi kita memiliki teman yang rajin beribadah, meskipun tidak mungkin memiliki semua sifat Rasulullah. Ada orang yang memang rajin sholat Dhuha, atau Tahajud saja. Ada orang yang mungkin senang bersedakah saja, dan lain sebagainya.

Maka semakin banyak teman yang memiliki sifat rajin beribadah, maka akan mudah bagi kita untuk mengikuti kebiasaannya. Jangan berharap memiliki teman sempurna, yang mampu melaksanakan semua ibadah.

"Jangan mencari orang yang sholeh dalam segala hal, karena itu susah. Dia hafiz, dia ulama, dia mujahid, dia orang yang dermawan, dia apa, dia apa... Susah nyari yang kaya gitu. Karena yang kaya gitu itu hanya terkumpul dalam sosok Rasulullah, sisanya di-split, di-share ke banyak orang," tambahnya.

Sementara dikutip Sahijab dari Islami.co, ada 4 solusi untuk menghilangkan rasa malas beribadah. Jangankan ibadaah sunnah, ibadah wajib terutama sholat pun akan terasa berat.

Imam Abdullah Al-Haddad pernah ditanya: Apa obat bagi orang yang terasa berat melaksanakan amal kebaikan, dan lebih senang mengikuti hawa nafsunya, padahal dia suka beramal baik dan membenci perbuatan buruk?

Pertanyaan ini dituliskan dalam kitab beliau Al-Nafais Al-Alawiyyah. Ini jawaban Imam Abdullah Al-Haddad:

Ketahuilah bahwa hal itu disebabkan 4 hal.

Cara menguatkannya adalah dengan melihat kekuasaan Allah di langit dan bumi serta membiasakan melakukan amal saleh.

Ketiga disebabkan harapan dan keinginan yang berlebih

Cara mengobatinya adalah dengan mengingat mati dan menyadari bahwa ajal bisa datang sewaktu-waktu.

Keempat disebabkan memakan makanan syubhat

Cara menyelamatkan diri dari itu adalah dengan menjaga diri dari hal-hal syubhat, dan tidak berlebihan mengkonsumsi barang halal.

Siapa pun yang berhasil menghilangkan 4 hal tersebut dari dirinya maka dia tidak akan bosan melakukan ibadah. Dan takkan merasa bosan melakukan amal-amal baik di setiap waktu. Juga tidak akan tergoda dan senang pada syahwat dan kesenangan yang fana.

Untuk memulainya, kita bisa mulia memiliki teman yang memiliki sifat senang beribadah. Semakin banyak teman yang mengajak kepada kebaikan, maka diri kita akan semakin mudah untuk melaksanakan ibadah.

Referensi : Solusi Menghilangkan Rasa Malas Beribadah Terutama Sholat









Pernah Alami Ini Saat Sholat, Artinya Ada Setan Mengganggu di Dekatmu

Pernah Alami Ini Saat Sholat, Artinya Ada Setan Mengganggu di Dekatmu. Ibadah sholat adalah salah satu kewajiban umat Islam yang tak boleh ditinggalkan.  Perintah sholat terdapat dalam berbagai Al Quran dan hadits, sholat juga merupakan bagian dari salah satu rukun Islam yang wajib kita penuhi setelah syahadat. Ibadah salat menunjukkan bahwa kita taat kepada Allah SWT.  Di dalam salat itu ada zikir serta doa yang dipanjatkan ketika menghadap Allah SWT.

Di momen sujud itulah, kita bisa berkata dan berkomunikasi kepada Allah SWT. Dalam doa itulah, kita bisa mengungkapkan keinginan dan permohonan kita, sekaligus mengucapkan syukur kepada Allah atas segala nikmat dari-Nya. Mengingat pentingnya ibadah sholat ini, maka kita sebagai umat Islam tidak seharusnya melaksanakan ibadah sholat dengan asal-asalan. Kita harus mengerjakan ibadah sholat ini dengan ikhlas dan khusyu menghadap Allah SWT.

Namun, tak sedikit dari kita sulit mencapai kekhusyukan dalam salat karena berbagai faktor, salah satunya gangguan setan. Setan akan selalu menggoda dan menyesatkan manusia sampai hari kiamat, sekalipun saat umat muslim menunaikan salat. Apabila kalian pernah mengalami hal-hal berikut ini saat sedang sholat, ini pertanda ada setan mengganggu di dekatmu.

Susah fokus saat sholat

Tidak fokus saat melaksanakan salat menjadi salah satu pertanda bahwa setan sedang bersamanya.  Tidak fokus saat salat terjadi ketika ada hal-hal yang mencuri perhatian kita saat sholat. Misalnya handphone berdering, memikirkan kendaraan yang sedang diparkir karena takut hilang dan banyak lain sebagainya. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, ia berkata "Saya bertanya kepada Rasulullah tentang hukum menengok ketika sholat. Rasulullah SAW menjawab itu adalah curian setan atas salah seorang hamba" (HR. Bukhari). 

Orang yang sholatnya tergesa-gesa.  Karena ingin mengerjakan hal lain tak jarang seseorang salat dengan tergesa-gesa.  Sebaiknya kebiasaan ini dihindari karena ini juga pertanda bahwa Anda sedang bersama setan. Rasulullah SAW melarang umatnya melakukan hal itu.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda;  "Sejahat-jahat pencuri adalah yang mencuri dari shalatnya. Para sahabat bertanya, wahai Rasulullah bagaimana mencuri dari salat? Rasulullah berkata Dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya" (HR. Ahmad).

Orang yang merasa ragu buang angin

Hal ini sering dialami oleh banyak orang saat selesai wudhu atau tengah sholat tiba-tiba terasa seperti buang angin. Tapi ternyata perasaan ragu buang angin atau tidak merupakan sebuah gangguan yang setan hembuskan untuk melakukan salat seseorang. Rasulullah SAW bersabda; "Jika salah seorang diantara kalian merasakan hal itu maka janganlah membatalkan salatnya hingga dia mendengar suaranya atau mencium baunya tanpa ragu" (HR. Ahmad).

Wanita yang sholat ke Masjid pakai wangi-wangian.  Wanita yang ke masjid dengan menggunakan wewangian juga didekati oleh setan.  Dengan aroma-aroma tersebut setan justru lebih mudah untuk membuat sholat orang yang ada di sekitar wanita yang memakai wewangian agar tidak khusyuk.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya; "Jika salah satu dari kalian (para wanita) hendak ke masjid maka janganlah sekali-kali menyentuh wewangian" (HR. Muslim).

Orang yang was-was dalam niat 

Orang pertama yang bersama setan saat sholat adalah mereka yang merasa was-was dalam niat. Biasanya perasaan waswas ini akan berlangsung hingga saat salat. Hal itu membuat orang ragu terkait rukun sholat yang seharusnya dijalankannya misalnya lupa jumlah rakaat dan lupa bacaan. Ini terjadi bisa karena setan yang menggoda dengan menghembuskan waswas dan subhat dalam diri manusia 

Sama halnya ketika setan menggoda Nabi Adam dan Siti Hawa untuk memakan buah khuldi. Allah SWT berfirman dalam QS. Thaha ayat 120. "Kemudian setan membisikkan pikiran jahat (waswas) kepadanya dengan berkata 'wahai Adam maukah Saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi (kekekalan) di jalan dan kerajaan yang tidak binasa". Orang yang memikirkan banyak hal

Seringkali ketika sholat, sebagian dari kita mungkin teringat sesuatu hal.  Setan tidak akan membiarkan manusia sholat dengan khusyuk. Mereka dengan menghadirkan banyak pikiran di kepala manusia. Imam Hanafi semasa hidup didatangi seseorang yang lupa meletakkan sesuatu barang. Imam Hanafi kemudian menyuruhnya untuk sholat dengan khusyuk sepanjang malam dan berdoa kepada Allah agar barang yang hilang dapat ditemukan.

Saat menjalankan perintah tersebut ternyata baru setengah malam saja orang yang kehilangan barang tadi bisa mengingat dimana ia meletakkan barangnya. Keesokan harinya, seseorang itu bertanya kepada Imam Hanafi mengapa demikian. Imam kemudian menjawab bahwa setan tidak akan senang apabila seorang hamba khusyuk dalam shalatnya sehingga setan akan membuatnya mengingat apa yang ia lupakan.

Referensi : Pernah Alami Ini Saat Sholat, Artinya Ada Setan Mengganggu di Dekatmu










10 Cara Agar Tidak Malas Sholat, Perlu Dicoba untuk Mengusir Kemalasan dalam Ibadah

Ilustrasi : 10 Cara Agar Tidak Malas Sholat, Perlu Dicoba untuk Mengusir Kemalasan dalam Ibadah

10 Cara Agar Tidak Malas Sholat, Perlu Dicoba untuk Mengusir Kemalasan dalam Ibadah. Lakukan cara-cara berikut untuk mengatasi rasa malas untuk sholat. Sholat termasuk bentuk komunikasi seorang hamba dengan Allah SWT. Setiap hari umat Muslim diwajibkan menjalankan ibadah sholat fardhu sebanyak lima kali yaitu sholat Shubuh, Dhuhur, Ashar, Magrhrib, dan Isya. Selain sholat fardhu, ada pula sholat sunnah yang juga dianjurkan untuk dilaksanakan, seperti sholat tahajud, sholat dhuha dan sholat witir.

Ibadah tersebut tentu saja bernilai pahala dan memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam. Meskipun demikian, ada kalanya rasa umat Islam dilanda rasa malas. Sekedar meluangkan waktu 5 sampai 10 menit untuk sholat pun terasa sangat sulit.

cara agar tidak malas sholat. Sebab kita semua pasti pernah mengalami momen-momen malas untuk mengerjakan sholat.

Untuk mengatasinya, kamu bisa menerapkan beberapa cara agar tidak malas menjalankan sholat berikut ini. Artikel ini telah Dream rangkum dari berbagai sumber, dan tidak ada salahnya kamu mencobanya untuk menghilangkan rasa malas saat hendak sholat.

1. Memahami Manfaat Sholat

Sebenarnya sholat tidak hanya berfungsi sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di samping itu, sholat memiliki manfaat yang luar biasa, baik dari segi kesehatan fisik maupun kesehatan mental seseorang.

Sementara di antara kita mungkin masih banyak yang belum memahami manfaat sholat yang luar biasa tersebut. Sehingga bermalas-malasan untuk mengerjakan sholat. Bahkan tidak sedikit yang menganggap bahwa sholat hanya membuang waktu saja.

Memahami manfaat sholat menjadi satu cara agar tidak malas sholat. Sebab dari sisi kesehatan, setiap gerakan dalam sholat bisa membuat tubuh lebih sehat. Selain itu, dari sisi psikologis, sholat bermanfaat membuat hati lebih tentram dan terhindari dari pemikiran negatif serta kotor.

2. Sholat Tepat Waktu

Salah satu cara agar tidak malas sholat adalah dengan mengerjakan sholat tepat pada waktunya. Biasanya menunda-nunda sholat hanya akan menyebabkan kemalasan yang berkepanjangan.

Sebab menunda sholat hanya akan membuat kita semakin lupa dan lama kelamaan menjadi malas untuk sholat. Hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan sholat tepat waktu. Ketika hendak berpergian kemudian terdengar kumandang adzan, sebaiknya kerjakan sholat terlebih dahulu baru kemudian melanjutkan aktivitas. Selain itu aturlah jadwal pertemuan atau pekerjaan agar tidak berbenturan denganw aktu sholat.

3. Menganggap Sholat Sebagai Aktivitas Penting

Cara agar tidak malas sholat selanjutnya adalah dengan menganggap sebagai prioritas dalam hidup. Dengan begitu tidak ada alasan bagi kita untuk mengabaikannya, karena sudah menyatu dalam kegiatan sehari-hari kita.

Sementara di luar sana banyak orang menjadikan sholat sebagai hal yang sepele. Maka tak heran mereka juga malas mengerjakan sholat.

Padahal sholat adalah ibadah yang sangat penting bagi umat Islam. Maka dari itu, mulai sekarang mari kita menganggap sholat sebagai kebutuhan dan aktivitas yang sangat penting. Dengan begitu kita akan sadar bahwa sholat tidak layak untuk ditinggalkan.

4. Lakukan Secara Bertahap Namun Pasti

Cara agar tidak malas sholat tentu susah dilakukan oleh orang-orang yang sudah malas menjalankan sholat sejak awal. Kelompok demikian itu tidak bisa langsung dipaksa untuk rutin menjalankan sholat.

Perlu proses untuk membangun kembali semangat untuk mengerjakan sholat di dalam hatinya. Proses ini dilakukan secara bertahap namun pasti.

Dengan menanamkan keimanan dan kebiasaan sholat tepat waktu, akan membuat seseorang lebih semangat mengerjakan sholat. Pelan tapi pasti, lambat laun akan rutin melakukan sholat fardhu setiap hari sebanyak lima kali.

5. Niat dengan Tulus

Cara agar tidak malas sholat yang selanjutnya adalah harus dengan niat yang tulus dan ikhlas. Kebanyakan orang yang malas mengerjakan sholat adalah orang yang tidak tulus dengan niatnya. Ada orang mengerjakan sholat karena niatnya bukan untuk Allah, melainkan agar bisa disayang mertua, disayang atasan, atau agar ingin kelihatan taat.

Padahal niat-niat yang seperti itu justru merusak hakikat sholat itu sendiri. Niat yang salah akan membuat orang menjadi sombong dan riya' dalam ibadahnya.

Maka dari itu, biasakan diri untuk berniat sholat dengan tulus dan ikhlas tanpa ingin dipuji atau niat lainnya. Niatkan sholatmu hanya untuk Allah SWT.

6. Berkawan dengan Orang Saleh dan Rajin Sholat

Sadar atau tidak, lingkungan pertemanan sangat mempengaruhi kepribadian dan kebiasaan ibadah kita. Seperti kata pepatah, kebiasaan buruk itu lebih mudah menular. Maka dari itu, sebaiknya kita memilih lingkungan pertemanan yang sehat dan rajin ibadah dengan tulus.

Hal ini sebagai salah satu cara agar kita tidak malas mengerjakan sholat. Jika berteman dengan orang saleh dan rajin sholat, setidaknya ada orang-orang yang mengingatkan kita untuk mengerjakan sholat. Syukur-syukur ada orang yang mengajak sholat berjamaah.

Nah, tunggu apa lagi, carilah lingkungan pertemanan yang memerhatikan ibadah sholat, maka dengan sendirinya kamu akan mengikuti kebiasaan tersebut.

7. Memasang Pengingat Waktu Sholat

Meski sudah menjadi kewajiban umat Islam, tak jarang di antara kita lupa waktu sholat. Penyebabnya bisa karena kesibukan atau bahkan ketiduran. Seiring perkembangan teknologi yang semakin maju, lupa waktu sholat sudah bukan alasan lagi. Sebab ada fitur alarm pada ponsel pintarmu yang akan selalu mengingatkanmu untuk sholat ketika sudah masuk waktunya.

Maka dari itu, pasanglah alarm pada gadgetmu agar secara otomatis akan mengingatkanmu untuk menjalankan ibadah. Karena jadwal sholat di setiap daerah berbeda-beda, maka agar lebih mudahnya kamu bisa mengatur lokasi daerah kamu berada. Maka dengan otomatis aplikasi tersebut akan menampilkan jadwal sholat di daerah tersebut dan menyalakan pengingat shalat ketika waktunya sudah tiba.

8. Anggaplah Dunia Hanya Sementara

Cara agar tidak malas sholat yang selanjutnya adalah dengan menanamkan pemahaman ke alam bawah sadar bahwa dunia ini hanya sementara, sedangkan akhirat kekal adanya.

Sebab banyak orang yang meninggalkan sholat hanya untuk mengejar urusan duniawi. Padahal, urusan dunia hanya sementara sedangkan urusan akhirat adalah abadi.

Ketika di akhirat nanti, semua umat manusia akan dimintai pertanggungjawaban amalnya di dunia. Dan amal yang akan dihisap pertama kali adalah sholat. Dengan begitu, segera dan perbanyaklah sholat untuk menambah amalanmu di akhirat. Jangan lupa menyempurnakannya dengan selalu berbuat kebajikan kepada sesama makhluk.

Cara Agar Tidak Malas Sholat Lainnya

9. Percaya Adanya Hari Pembalasan

Kisah tentang siksa neraka bukan sekedar dongeng sebelum tidur. Siksa neraka adalah kabar dari Allah SWT kepada umat manusia untuk memerhatikan setiap amal perbuatannya.

Jika melakukan perbuatan buruk, maka akan diganjar di hari pembalasan nanti dengan siksa yang amat pedih. Melanggar ketentuan Allah dan tidak melaksanakan kewajiban, termasuk meninggalkan sholat fardhu, diancam akan menerima siksa di hari pembalasan. Na'udzubillah min dzalik.

Jika kamu disibukkan dengan dunia, maka ingatlah kembali bahwa dunia hanya tipuan belaka. Jangan sampai kita terperdaya olehnya dan menyesali setelah kita tidak ada di dunia. Sebagai umat Muslim, memercayai siksa neraka sebagai upaya agar kita berpikir ulang untuk meninggalkan sholat.

10. Membaca Buku Keislaman

Cara agar tidak malas sholat yang terakhir adalah memperdalam pemahaman kita tentang agama Islam. Pemahaman yang baik akan melahirkan kebiasaan yang baik dalam hal ibadah.

Membaca buku-buku keislamann akan membuat kita semakin cinta dengan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW ini. Pemahaman dan wawasan tentang akhirat akan bertambah sehingga kita akan semakin rajin untuk melakukan sholat tepat pada waktunya, lebih baik lagi jika berjamaah.

Referensi : 10 Cara Agar Tidak Malas Sholat, Perlu Dicoba untuk Mengusir Kemalasan dalam Ibadah










7 Cara Menghilangkan Rasa Malas yang Mudah Anda Lakukan

Ilustrasi : 7 Cara Menghilangkan Rasa Malas yang Mudah Anda Lakukan

7 Cara Menghilangkan Rasa Malas yang Mudah Anda Lakukan. Rasa malas bisa menghambat aktivitas yang Anda lakukan. Kondisi ini juga bisa memicu kebiasaan malas gerak alias mager yang berujung pada berbagai masalah kesehatan. Lantas, bagaimana cara untuk menghilangkan rasa malas ini?  Mengapa rasa malas bisa muncul?  Pada umumnya, orang malas bisa diartikan dengan sengaja tidak melakukan kegiatan yang sebenarnya bisa dia lakukan.

Rasa malas bisa terjadi akibat sejumlah alasan, seperti target yang tidak realistis, menginginkan hasil sempurna (perfeksionis), atau tidak menyusun rencana.

Beberapa peneliti dari University of Oxford, seperti dikutip dari Live Science,juga mengatakan bahwa rasa malas ternyata lebih banyak dipengaruhi oleh faktor biologis, bukan terkait psikologis saja.

Untuk mengetahui hal ini, peneliti melakukan pemindaian magnetic resonance imaging (MRI) untuk meneliti aktivitas otak yang memengaruhi motivasi dan rasa malas.

Saat seseorang memutuskan untuk melakukan sesuatu, bagian korteks pra-motortik otak cenderung menyala tepat sebelum titik lain pada otak yang mengendalikan gerakan menjadi aktif.

Sebaliknya, pada orang malas, korteks pra-motorik ini tidak menyala akibat koneksinya terputus.

Para peneliti menduga bahwa koneksi otak yang menghubungkan “keputusan untuk melakukan sesuatu” menjadi tindakan nyata ternyata kurang efektif pada orang malas.

Otak pada orang malas harus bekerja lebih keras untuk mengubah keputusan yang diambil menjadi tindakan nyata. Ini jelas membutuhkan lebih banyak energi.

Tim peneliti neurologi Masud Husain dari University of Oxford

Sebuah studi terpisah dalam jurnal Cerebral Cortex (2015) juga menemukan bahwa kadar dopamin pada otak berdampak pada motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu.

Pekerja keras biasanya memiliki tingkat dopamin yang tinggi. Sementara itu, tingkat hormon yang rendah berkaitan dengan penurunan motivasi atau rasa malas.

Berbagai cara menghilangkan rasa malas

Rasa malas akan membuat produktivitas menurun. Oleh karena itu, berikut ini beberapa cara menghilangkan rasa malas yang bisa Anda lakukan.

1. Tetapkan target yang bisa dicapai

menulis bahagia

Rasa malas biasanya disebabkan oleh kurangnya motivasi untuk melakukan sesuatu. Ini bisa Anda atasi dengan menetapkan target atau tujuan.

Meski begitu, target yang tidak realistis malah membuat Anda kewalahan. Akibatnya, ini akan memadamkan semangat dan keinginan untuk menyelesaikan aktivitas tersebut.

Selalu usahakan untuk menetapkan target yang lebih kecil dan bisa dicapai sesuai kemampuan Anda. Hal ini dipercaya bisa menjadi salah satu cara melawan rasa malas.

2. Jangan terlalu perfeksionis

Sebuah analisis dalam Psychological Bulletin (2017) mengungkapkan bahwa mahasiswa kian mengalami peningkatan perfeksionisme selama bertahun-tahun.

Lingkungan kerja yang menuntut kesempurnaan ini menjadikan anak muda lebih kompetitif. Ini sebabnya mereka menjadi lebih kritis terhadap diri sendiri.

Bahkan, tidak jarang perfeksionisme menyebabkan depresi dan rasa malas dalam tingkat tinggi.

Maka dari itu, Anda sebaiknya tidak melulu berekspektasi terlalu tinggi selama menjalani aktivitas. Mengincar kesempurnaan malah bisa memadamkan semangat Anda saat menemui masalah yang tak kunjung usai.

3. Susun rencana kegiatan

Salah satu cara untuk menghilangkah rasa malas ialah dengan menyusun rencana. Dalam mencapai target, rencana tidak kalah penting dari niat dan semangat.

Bersikap realistis dengan melihat kemampuan dan waktu yang Anda miliki sangat penting untuk memenuhi target.

Menyusun rencana akan memberikan Anda arahan dan meningkatkan kepercayaan diri, terutama saat menghadapi rintangan sepanjang prosesnya.

4. Hargai setiap prosesnya

Jika Anda berhasil mencapai target-target kecil dalam rencana Anda, hargailah usaha ini dengan merayakannya.

Cara ini dapat membantu meningkatkan motivasi dan melawan rasa malas sehingga Anda bisa mendapatkan kesuksesan dalam jangka panjang.

Ambil contoh, ketika Anda mencapai nilai ujian yang memuaskan, bahagiakan diri sendiri dengan hal-hal positif, seperti makan makanan yang enak.

Hal ini akan terus membuat Anda bersemangat untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

5. Minta bantuan orang lain

Cara lainnya untuk menghilangkan rasa malas yakni dengan meminta bantuan orang lain. Hal ini tentu akan sangat Anda butuhkan saat menemui hambatan.

Meminta bantuan bukan tanda bahwa diri Anda lemah, melainkan sebagai sebuah upaya untuk mencapai keberhasilan dengan menerima masukan dari orang lain.

Sebagai contoh, meminta bantuan rekan kerja bisa jadi sebenarnya penting dalam membangun hubungan dan meningkatkan motivasi Anda.

Selain itu, melihat hasil dari sudut pandang orang lain dapat membuat kinerja jadi lebih bagus.

6. Penuhi asupan makanan sumber energi

Selain metode di atas, perbaikan gaya hidup juga bisa membantu melawan rasa malas. Anda bisa memulainya dengan memilih asupan makanan bergizi dan kaya energi.

Konsumsi makanan tinggi protein dapat meningkatkan energi dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Ini sekaligua membuat Anda semangat beraktivitas setiap hari.

Beberapa asupan makanan tersebut, antara lain telur, dada ayam, daging sapi, susu, keju, yoghurt, pisang, tahu, dan tempe.

Di samping itu, hindari pula asupan makanan tinggi gula dan lemak. Jenis makanan ini cenderung lambat dicerna dan memicu lonjakan gula darah.

7. Berolahraga rutin

Tanpa Anda sadari, olahraga rutin dapat menjadi cara yang efektif untuk menghilangkan rasa malas.

Hal ini bermanfaat dalam meningkatkan energi, memperbaiki suasana hati, serta mengurangi stres, kecemasan, dan depresi.

Cobalah menyempatkan beberapa menit dalam sehari untuk berolahraga, seperti dengan berjalan kaki atau bersepeda untuk melawan kemalasan tersebut.

Kunci utama dari cara menghilangkan rasa ini malas berasal dari diri sendiri. Jika Anda kekurangan motivasi dan tidak berusaha, tentu pekerjaan tak akan selesai.

Oleh sebab itu, upayakan untuk tetap menjaga semangat supaya tidak turun dan tetap fokus dalam menjalani prosesnya.

Referensi : 7 Cara Menghilangkan Rasa Malas yang Mudah Anda Lakukan






Keutamaan Melaksanakan Sholat Tepat Waktu bagi Umat Muslim

Ilustrasi : Keutamaan Melaksanakan Sholat Tepat Waktu bagi Umat Muslim

Keutamaan Melaksanakan Sholat Tepat Waktu bagi Umat Muslim. Melaksanakan sholat tepat waktu memiliki banyak keutamaan bagi umat muslim. Apa sajakah itu?  Surah Adz Dzariyat ayat 56:

(وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُون)

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”.

Penggalan ayat di atas menunjukkan jika manusia sesungguhnya diciptakan di dunia agar terus beribadah kepada Allah. Maka dari itu, sebaiknya kita sebagai umat manusia berlomba-lomba dalam beribadah dan berbuat amal baik bagi sesama makhluk ciptaan-Nya. Allah pun menjanjikan tempat yang terbaik di sisi-Nya saat hari akhir nanti bagi hamba-Nya yang senantiasa berbuat baik bagi sesama dan rajin beribadah setiap hari. Namun, dalam memenuhi kewajiban beribadah seperti sholat wajib sehari-hari haruslah dilakukan dengan ikhlas dan sesegera mungkin agar mendapatkan keutamaan. Melaksanakan sholat tepat waktu memiliki banyak keutamaan yang jarang diketahui oleh manusia. Padahal, keutamaan yang diberikan oleh Allah bagi hamba-Nya yang bersegera melaksanakan sholat saat adzan dikumandangkan bukanlah hal yang main-main. Berikut adalah keutamaan yang akan didapatkan bagi hamba-Nya yang segera melaksanakan sholat.

Keutamaan Menjalankan Sholat Tepat Waktu

Sebagai ibadah yang wajib dikerjakan lima waktu dalam sehari, sholat merupakan bukti keimanan dan ketaatan seorang Muslim dalam menjalankan perintah Allah SWT. Sholat dianggap tidak sah apabila dikerjakan di luar waktu yang ditetapkan. Berikut keutamaan menjalankan sholat tepat waktu:

1. Allah lebih mencintai perbuatan sholat tepat waktu melebihi berbakti pada orang tua dan pergi berjihad

Dalam Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa “Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah sholat pada waktunya, berbakti kepada orang tua dan jihad di jalan Allah.” Dari hadist tersebut kita dapat mengetahui bahwa, melakukan ibadah sholat tepat pada waktu disebutkan terlebih dahulu jika dibandingkan dengan melakukan bakti pada orang tua dan jihad di jalan Allah. Hal ini membuktikan, bahwasanya Allah memang mencintai perbuatan sholat tepat waktu sebagai wujud cinta dari hamba-Nya kepada Tuhan yang telah menciptakan mereka. Karena ketika manusia sangat mencintai Tuhan-Nya, mereka akan terus mengingat dan mengutamakan panggilan dari Allah untuk beribadah dan serta merta mengesampingkan urusan-urusan lain di dunia.

2. Mendapatkan tempat di surga

Kecintaan Allah pada hamba-Nya yang sering melakukan sholat tepat waktu juga terbukti dengan janjinya untuk membalas mendapatkan ganjaran berupa surga. Diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abu Qatadah bin Rib’iy mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Aku mewajibkan umatmu sholat lima waktu, dan Aku berjanji bahwa barangsiapa yang menjaga waktu-waktunya pasti Aku akan memasukkannya ke dalam surga, dan barangsiapa yang tidak menjaganya maka dia tidak mendapatkan apa yang aku janjikan”.

Kebahagian berupa keindahan surga yang abadi di akhirat nanti. Telah disiapkan oleh Allah bagi hamba-hamba-nya yang senantiasa mengingat Allah dengan menyegerakan sholat di awal waktu. Sekali lagi, Allah tidak akan pernah mengingkari janji kepada hamba-hamba-Nya. Maka dari itu, menyegerakan sholat pada awal waktu adalah salah satu cara bagi kita sebagai hamba-Nya untuk mendapatkan balasan berupa surga.

3. Diampuni dosa-dosanya seperti daun yang berguguran

“Sesungguhnya seorang hamba yang muslim, jika menunaikan sholat dengan ikhlas karena Allah, maka dosa-dosanya akan berguguran seperti gugurnya daun-daun ini dari pohonnya” (HR. Ahmad).

Hadits di atas merupakan suatu bukti bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya saat ikhlas melaksanakan sholat tepat waktu. Bagaimana Allah begitu mencintai orang yang mengesampingkan urusan-urusannya di dunia yang fana ini. Demi menghadap Tuhan-Nya di waktu yang terbaik yakni di awal waktu atau saat adzan pertama kali dikumandangkan.

4. Pahala kebaikan yang amat besar

Pada hadits lainnya juga disebutkan bahwa pahala melaksanakan sholat tepat waktu amatlah besar. Jika saja umat manusia mengetahui pahala yang diterima sangatlah besar. Niscaya mereka akan rela berlomba-lomba melaksanakannya sekalipun harus jalan merangkak dan diundi. Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “…Seandainya orang-orang mengetahui pahala adzan dan barisan sholat (shaf) pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan sholat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala sholat Isyak dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” (HR. Bukhari)

5. Mendapat sembilan macam kemuliaan

Selain itu, mengerjakan sholat lima waktu tepat pada waktunya juga akan mendapatkan 9 macam kemuliaan. Hal ini sesuai dengan hadist seperti berikut:

Utsman bin ‘Affan RA berkata: “Barang siapa selalu mengerjakan sholat lima waktu tepat pada waktu utamanya, maka Allah akan memuliakannya dengan sembilan macam kemuliaan, yaitu dicintai Allah, badannya selalu sehat, keberadaannya selalu dijaga malaikat, rumahnya diberkahi, wajahnya menampakkan jati diri orang shalih, hatinya dilunakkan oleh Allah, dipermudah saat akan menyeberang Shirath (jembatan di atas neraka) seperti kilat, dia akan diselamatkan Allah dari api neraka dan Allah Akan menempatkannya di surga kelak bertetangga dengan orang-orang yang tidak ada rasa takut bagi mereka dan tidak pula bersedih hati.

Itulah beberapa keutamaan yang bisa didapatkan saat melaksanakan sholat tepat waktu. Kini dengan Tokopedia Salam, kamu bisa mengetahui Jadwal Sholat harian di mana pun kamu berada menurut regional daerah masing-masing. Semua jadwal sholat dari seluruh daerah di Indonesia, mulai dari Jadwal Sholat Jakarta, Jadwal Sholat Bandung, Jadwal Sholat Surabaya Jadwal Sholat Malang bebas kamu akses hanya dengan membuka laman Tokopedia Salam di ponsel kesayangan.

Referensi : Keutamaan Melaksanakan Sholat Tepat Waktu bagi Umat Muslim












Hukum Puasa Tapi Tidak Sholat, Berikut Penjelasannya

Ilustrasi : Hukum Puasa Tapi Tidak Sholat, Berikut Penjelasannya

Hukum Puasa Tapi Tidak Sholat, Berikut Penjelasannya. Bulan Ramadan atau bulan puasa merupakan bulan yang sangat ditunggu-tunggu. Bulan puasa akan segera tiba, umat Muslim di seluruh dunia menyambutnya dengan penuh suka cita. Bulan puasa kerap diibaratkan sebagai tanah subur yang siap ditaburi benih-benih kebijakan menuai hasil sesuai dengan benih yang ditanamnya.

Maka benih yang harus ditabur adalah benih-benih yang mengantarkan kepada bersikap dan bersifat dengan sikap dan sifat Allah SWT, sehingga hal tersebut dapat menghiasi diri, mewarnai tingkah laku serta mempengaruhi cara berpikir seseorang.

Di tengah menjalani ibadah puasa, salah satu godaan yang paling banyak dihadapi adalah perasaan malas untuk sholat lima waktu. Tak hanya telat, masih banyak dari kita pun yang menyepelekannya bahkan meninggalkan ibadah wajib tersebut. Hadits Terkait Pentingnya Mengerjakan Sholat

Sholat merupakan ibadah pokok dalam Islam dan wajib dikerjakan bagi orang yang sudah memenuhi persyaratan. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa sholat ialah amalan pertama yang dilihat (hisab) Allah di hari akhirat kelak (HR Ibn Majah).

Bahkan dalam hadits lain dikatakan, “Antara hamba (mukmin) dan kafir ialah meninggalkan shalat,” (HR Ibnu Majah). Maksudnya meninggalkan shalat dapat menjadi perantara seorang untuk menjadi kafir.

Dua hadits yang dikutip di atas menunjukkan betapa pentingnya mengerjakan shalat. Terlebih lagi, terdapat kesepakatan ulama (ijma’) bahwa sholat termasuk kewajiban yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Siapapun yang sudah memenuhi persyaratan, mesti mengerjakannya dalam keadaan apapun dan sesulit apapun. Selain puasa, haji dan zakat.

Hukum Puasa Tapi Tidak Sholat

Setelah mengetahui terkait hadits penting soal mengerjakan sholat, bagaimana jika ada pertanyaan bagaimana hukum puasa tapi tidak sholat? mengingat keduanya merupakan ibadah wajib bagi umat Islam.

Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut hal pertama dan utama yang harus dilakukan adalah bertanya mengenai alasan seseorang meninggalkan sholat apakah karena mengingkari kewajibannya atau karena malas.

له حالتان: فتارة يتركها جحودا وتارة يتركها كسلا: إذا تركها جحودا، أي: معتقدا أنها غير واجبة هو كالمرتد........، إذا تركها كسلا: وذلك بأن أخرجها عن وقت الضرورة فهو مسلم

Artinya, “Ada dua kondisi orang yang meninggalkan shalat: meninggalkan shalat karena mengingkari kewajibannya dan meninggalkan shalat karena malas. Orang yang masuk dalam kategori pertama, maka ia dihukumi murtad. Sementara orang yang meninggalkannya karena malas, hingga waktunya habis, maka ia masih dikatakan muslim.”

Berdasarkan pendapat ini, orang yang tidak mengerjakan shalat karena mengingkari kewajibannya, puasanya batal secara otomatis. Sebab dia sudah dianggap murtad dan keluar dari Islam termasuk hal yang dapat membatalkan puasa.

Sementara puasa orang yang tidak mengerjakannya karena malas atau sibuk, statusnya masih muslim dan puasanya tidak batal secara esensial. Kendati puasanya tidak batal secara esensial atau secara hukum fikih tidak dianggap batal dan tidak wajib qadha, namun puasanya tidak bernilai apa-apa dan pahalanya berkurang.

Referensi : Hukum Puasa Tapi Tidak Sholat, Berikut Penjelasannya







Jangan anggap remesh rasa malas, Bisa jadi ada yang salah di tubuh kamu

Ilustrasi : Jangan anggap remesh rasa malas, Bisa jadi  ada yang salah di tubuh kamu

Jangan anggap remesh rasa malas, Bisa jadi  ada yang salah di tubuh kamu. Kita semua setuju bahwa untuk bisa sukses kejar mimpi, kita harus jauh-jauh dari rasa malas. Namun tidak bisa dipungkiri, rasa malas atau yang sering kita sebut dengan istilah mager sering kali kita alami dan sulit kita hindari. Faktor mood dan suasana sering kali menjadi alasan kita untuk memaklumi kemunculan rasa malas, dan akhirnya kita tidak mencoba melawan rasa malas tersebut.

Faktanya, peneliti mengatakan bahwa kurangnya motivasi akibat dari rasa malas ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor biologis, bukan sekadar sikap dan kebiasaan ataupun suasana hati dan lingkungan.

Kenapa rasa malas bisa muncul?  Menurut informasi yang didapat melalui Live Science, sejumlah peneliti dari Oxford University sudah melakukan penelitian dengan menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI), alat yang menunjukkan gambaran belahan otak manusia. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti motivasi dan rasa malas.

Hasil scan menunjukkan bahwa ketika orang memutuskan untuk melakukan sesuatu atau ingin berkegiatan, area premotor pada otak akan menyala dan titik lain di otak yang mengendalikan gerakan di tubuh akan menjadi aktif. Area premotor merupakan area otak yang penting, karena menuntun gerakan kita dan mengendalikan otot besar dan proksima dari tubuh.

Pada orang yang malas, area premotor pada otak tidak menyala sehingga tidak memunculkan sinyal ke otot besar dan proksima di tubuh. Koneksi otak yang menghubungkan “keputusan untuk melakukan sesuatu” menjadi sebuah tindakan menjadi tidak efektif pada orang yang malas, sehingga muncul rasa malas bergerak, lelas dan lemas karena otak harus melakukan upaya lebih keras untuk mengubah keputusan yang diambil menjadi tindakan untuk bergerak.

Tingkat dopamin akan memberikan dampak yang berbeda di berbagai area otak. Peneliti menemukan bahwa para pekerja keras memiliki dopamin paling banyak di dua area otak yang memainkan peran penting dalam penghargaan dan motivasi.

Malas adalah penyakit

Dr. Richard Weiler mengatakan bahwa kemalasan harus mulai dikategorikan sebagai penyakit. Malas berkepanjangan berdampak kepada penyakit berbahaya seperti obesitas, diabetes dan hipertensi, sehingga bisa disimpulkan bahwa malas adalah sumber penyakit. Oleh karena itu, harus segera diatasi dan dicari solusinya.

"Olahraga dan aktivitas tubuh adalah solusi untuk menghindari rasa malas, namun masyarakat zaman memiliki minim pengetahuan tentang nutrisi dan olahraga"

Spesialis Kedokteran Olahraga, Dr. Michael Triangto, SpKO, menyebutkan bahwa pola hidup sehat dengan melakukan gaya hidup aktif dan berolahraga adalah kunci dari penyakit kemalasan. Namun, banyak yang masih belum paham mengenai nutrisi dan kesadaran untuk rutin berolahraga.

Rasa malas bisa juga disebabkan karena masalah mal nutrisi. Menurut Dr. Michael Triangto, SpKO, mal nutrisi tidak hanya disebabkan oleh kekurangan gizi. “Ingat, mal nutrisi tidak hanya mengacu pada orang yang kekurangan gizi. Tetapi juga berbicara tentang komposisi asupan bahan-bahan nutrisi yang tidak tepat,” ujarnya. Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa rasa malas berawal dari kebiasaan hidup yang salah.

1. Melewatkan waktu sarapan

Misalnya kamu melewatkan waktu sarapan, sehingga serangan lapar muncul lebih besar ketika jam makan siang dan kamu terdorong untuk makan menu berkarbohidrat tinggi dalam porsi besar. Alhasil, kandungan gula dalam darah melonjak drastis yang berdampak kepada terhambatnya kerja neuron orexin dalam hipotalamus otak yang bertugas untuk menjaga kamu tetap terjaga dan fokus. Tidak heran, kalau setelah makan siang, kamu akan merasa mengantuk dan malas berkegiatan.

2. Makan sebelum tidur

Mengonsumsi makanan dan minuman manis atau berkarbohidrat tinggi sebelum tidur juga bisa berdampak buruk. Masuknya gula akan membuat tubuh memerintahkan otak untuk mengeluarkan hormon insulin. Oleh insulin, semua gula yang ada dalam darah dimasukkan ke sel otot, hati, dan ke dalam lemak. Alhasil, gula darah menjadi drop, sehingga otak memerintahkan tubuh memproduksi hormon yang bisa membuat tidur kamu tidak nyenyak dan bangun dalam kondisi tidak segar, pegal-pegal dan malas!

3. Pola diet yang salah

Tubuh tidak bersemangat juga bisa disebabkan oleh kesalahan pola diet seperti tidak mengonsumi karbohidrat sama sekali. Harapannya, dengan absennya karbohidrat, tubuh akan membakar lemak sebagai sumber energi. Padahal, tubuh lebih suka menguras persediaan glikogen (protein otot) daripada membakar lemak. Ditambah lagi, untuk setiap satu kilogram glikogen yang hilang terbakar, tubuh juga akan kehilangan 3 kilogram air yang diikat oleh glikogen. Tidak heran kalau para pelaku diet jenis ini selalu terlihat lemas dan tidak energik.

Jadi, jangan sepelekan rasa malas yang sering muncul ya, Dream Warriors. Pahami betul tubuh kamu, apa yang kamu konsumsi dan gaya hidup kamu. Terapkan gaya hidup sehat untuk terhindar dari rasa malas dan proses kejar mimpi kamu bisa lebih lancar.

Selain itu, untuk meningkatkan motivasi kamu, follow gerakan sosial Kejar Mimpi di media sosial untuk mendapatkan motivasi harian, tips dan trik untuk lebih produktif dan update tren lainnya, supaya kamu selalu semangat dan positif dalam mengejar mimpi :)

Referensi : Jangan anggap remesh rasa malas, Bisa jadi  ada yang salah di tubuh kamu





Sangatlah Merugi Mereka yang Meninggalkan Sholat

Ilustrasi : Sangatlah Merugi Mereka yang Meninggalkan Sholat

Sangatlah Merugi Mereka yang Meninggalkan Sholat. Bulan Ramadhan sungguh sangat berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Orang yang dulu malas ke masjid atau sering bolong mengerjakan shalat lima waktu, di bulan Ramadhan begitu terlihat bersemangat melaksanakan amalan shalat ini. Itulah di antara tanda dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka ketika itu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” (HR. Muslim no. 1079)

Namun, amalan shalat ini hendaklah tidak ditinggalkan begitu saja. Kalau memang di bulan Ramadhan, kita rutin menjaga shalat lima waktu maka hendaklah amalan tersebut tetap dijaga di luar Ramadhan, begitu pula dengan shalat jama’ah di masjid khusus untuk kaum pria.

Lihatlah salah satu keutamaan orang yang menjaga shalat lima waktu berikut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ افْتَرَضْتُ عَلَى أُمَّتِكَ خَمْسَ صَلَوَاتٍ وَعَهِدْتُ عِنْدِى عَهْدًا أَنَّهُ مَنْ حَافَظَ عَلَيْهِنَّ لِوَقْتِهِنَّ أَدْخَلْتُهُ الْجَنَّةَ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهِنَّ فَلاَ عَهْدَ لَهُ عِنْدِى

“Allah ‘azza wa jalla berfirman, ‘Aku wajibkan bagi umatmu shalat lima waktu. Aku berjanji pada diriku bahwa barangsiapa yang menjaganya pada waktunya, Aku akan memasukkannya ke dalam surga. Adapun orang yang tidak menjaganya, maka aku tidak memiliki janji padanya’.” (HR. Sunan Ibnu Majah no. 1403. Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Ibnu Majah mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Shalat jama’ah di masjid juga memiliki keutamaan yang sangat mulia dibanding shalat sendirian. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةُ الْجَمَاعَة أفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Shalat jama’ah lebih utama dari shalat sendirian sebanyak 27 derajat.” (HR. Bukhari no. 645 dan Muslim no. 650)

Namun yang sangat kami sayangkan, amalan shalat ini sering dilalaikan oleh sebagian kaum muslimin. Bahkan mulai pada hari raya ‘ied (1 Syawal) saja, sebagian orang sudah mulai meninggalkan shalat karena sibuk silaturahmi atau berekreasi. Begitu juga seringkali kita lihat sebagian saudara kita karena kebiasaan bangun kesiangan, dia meninggalkan shalat shubuh begitu saja. Padahal shalat shubuh inilah yang paling berat dikerjakan oleh orang munafik sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لَيْسَ صَلاَةٌ أَثْقَلَ عَلَى الْمُنَافِقِينَ مِنَ الْفَجْرِ وَالْعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Tidak ada shalat yang paling berat dilakukan oleh orang munafik kecuali shalat Shubuh dan shalat Isya’. Seandainya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun sambil merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)

Saudaraku, ingatlah ada ancaman keras dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi orang yang meninggalkan shalat. Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu -bekas budak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَيْنَ العَبْدِ وَبَيْنَ الكُفْرِ وَالإِيْمَانِ الصَّلَاةُ فَإِذَا تَرَكَهَا فَقَدْ أَشْرَكَ

“Pemisah antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat. Apabila dia meninggalkannya, maka dia telah melakukan kesyirikan.” (HR. Ath Thobariy dengan sanad shohih. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shohih. Lihat Shohih At Targib wa At Tarhib no. 566)

Buraidah bin Al Hushoib Al Aslamiy berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani. Lihat Misykatul Mashobih no. 574)

Begitu pula shalat jama’ah di masjid, seharusnya setiap muslim –khususnya kaum pria- menjaga amalan ini. Shalat jama’ah mungkin kelihatan ramai di bulan Ramadhan saja. Namun, ketika bulan Ramadhan berakhir, masjid sudah kelihatan sepi seperti sedia kala. Memang dalam masalah apakah shalat jama’ah itu wajib atau sunnah mu’akkad terjadi perselisihan di antara para ulama. Namun berdasarkan dalil yang kuat, shalat jama’ah hukumnya adalah wajib (fardhu ‘ain). Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits dari Abu Hurairah di mana beliau radhiyallahu ‘anhu berkata,

أَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِى قَائِدٌ يَقُودُنِى إِلَى الْمَسْجِدِ. فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّىَ فِى بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ « هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلاَةِ ». فَقَالَ نَعَمْ. قَالَ « فَأَجِبْ ».

“Seorang laki-laki buta mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak memiliki orang yang menuntunku ke masjid’. Kemudian pria ini meminta pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar diberi keringanan untuk shalat di rumah. Pada mulanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi dia keringanan. Namun, tatkala dia mau berpaling, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil pria tersebut dan berkata, ‘Apakah engkau mendengar adzan ketika shalat?’ Pria buta tersebut menjawab, ‘Iya.’ Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Penuhilah panggilan tersebut’.” (HR. Muslim no. 653)

Lihatlah pria buta ini memiliki udzur (alasan) untuk tidak jama’ah di masjid, namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberikannya keringanan, dia tetap diwajibkan untuk shalat jama’ah di masjid. Padahal dia adalah pria yang buta, tidak ada penuntun yang menemaninya, rumahnya juga jauh. Di Madinah juga banyak hewan buas dan banyak pepohonan yang menghalangi jalan menuju masjid. Namun, lihatlah walaupun dengan berbagai udzur ini karena pria buta ini mendengar adzan, dia tetap wajib jama’ah di masjid.

Bagaimanakah kondisi kita yang lebih sehat dan berkemampuan? Tentu lebih wajib lagi untuk berjama’ah di masjid. Itulah dalil kuat yang menunjukkan wajibnya shalat jama’ah di masjid. Jika seseorang meninggalkan shalat jama’ah dan shalat sendirian, dia berarti telah berdosa karena meninggalkan shalat jama’ah, namun shalat sendirian yang dia lakukan tetap sah. Sedangkan bagi wanita berdasarkan kesepakatan kaum muslimin tidak wajib bagi mereka jama’ah di masjid bahkan lebih utama bagi wanita untuk mengerjakan shalat lima waktu di rumahnya.

Memperbanyak Puasa Sunnah

Selain kita melakukan puasa wajib di bulan Ramadhan,  hendaklah kita menyempurnakannya pula dengan melakukan amalan puasa sunnah. Di antara keutamaannya adalah disebutkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut,

أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ الصَّوْمُ جُنَّةٌ

“Maukah kutunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan?; Puasa adalah perisai, …” (HR. Tirmidzi no. 2616. Syaikh Al Albani mengatakan dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abu Daud bahwa hadits ini shohih)

Puasa dalam hadits ini merupakan perisai bagi seorang muslim baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, puasa adalah perisai dari perbuatan-perbuatan maksiat, sedangkan di akhirat nanti adalah perisai dari api neraka. Keutaman lain dari puasa sunah terdapat dalam hadits Qudsi berikut.

وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ

“Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya.” (HR. Bukhari no. 2506)

Itulah di antara keutamaan seseorang melakukan amalan sunnah. Dia akan mendapatkan kecintaan Allah, lalu Allah akan memberi petunjuk pada pendengaran, penglihatan, tangan dan kakinya. Allah juga akan memberikan orang seperti ini keutamaan dengan mustajabnya do’a. (Faedah dari Fathul Qowil Matin, Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al Abad, www.islamspirit.com)

Banyak puasa sunnah yang dapat dilakukan oleh seorang muslim setelah Ramadhan. Di bulan Syawal, kita dapat menunaikan puasa enam hari Syawal. Juga setiap bulan Hijriyah kita dapat berpuasa tiga hari dan lebih utama jika dilakukan pada ayyamul bid yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15. Kita juga dapat melakukan puasa Senin-Kamis, puasa Arofah (pada tanggal 9 Dzulhijah), puasa Asyura (pada tanggal 10 Muharram), dan banyak berpuasa di bulan Sya’ban sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan jika ada yang punya kemampuan boleh juga melakukan puasa Daud yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak. Semoga Allah memudahkan kita melakukan amalan puasa sunnah ini.

Berpuasa Enam Hari di Bulan Syawal

Hendaklah di bulan Syawal ini, setiap muslim berusaha untuk menunaikan amalan yang satu ini yaitu berpuasa enam hari di bulan Syawal. Puasa ini mempunyai keutamaan yang sangat istimewa. Hal ini dapat dilihat dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Abu Ayyub Al Anshoriy, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164)

Pada hadits ini terdapat dalil tegas tentang dianjurkannya puasa enam hari di bulan Syawal dan pendapat inilah yang dipilih oleh madzhab Syafi’i, Ahmad dan Abu Daud serta yang sependapat dengan mereka. (Lihat Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/56)

Bagaimana cara melakukan puasa ini? An Nawawi dalam Syarh Muslim, 8/56 mengatakan, “Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa paling afdhol (utama) melakukan puasa syawal secara berturut-turut (sehari) setelah shalat ‘Idul Fithri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan.”

Apa faedah melakukan puasa enam hari di bulan Syawal?

Ibnu Rojab rahimahullah menyebutkan beberapa faedah di antaranya:

Berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan akan menyempurnakan ganjaran berpuasa setahun penuh.

Puasa Syawal dan puasa Sya’ban seperti halnya shalat rawatib qobliyah dan ba’diyah. Amalan sunnah seperti ini akan menyempurnakan kekurangan dan cacat yang ada dalam amalan wajib. Setiap orang pasti memiliki kekurangan dalam amalan wajib. Amalan sunnah inilah yang nanti akan menyempurnakannya.

Membiasakan berpuasa setelah puasa Ramadhan adalah tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Allah Ta’ala jika menerima amalan hamba, maka Dia akan memberi taufik pada amalan sholih selanjutnya. Sebagaimana sebagian salaf mengatakan, “Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan selanjutnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula orang yang melaksanakan kebaikan lalu dilanjutkan dengan melakukan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”

Karena Allah telah memberi taufik dan menolong kita untuk melaksanakan puasa Ramadhan serta berjanji mengampuni dosa kita yang telah lalu,  maka hendaklah kita mensyukuri hal ini dengan melaksanakan puasa setelah Ramadhan. Sebagaimana para salaf dahulu, setelah malam harinya melaksanakan shalat malam, di siang harinya mereka berpuasa sebagai rasa syukur pada Allah atas taufik yang diberikan. (Disarikan dari Latho’if Al Ma’arif, 244, Asy Syamilah)

Sungguh sangat beruntung sekali jika kita dapat melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal. Ini sungguh keutamaan yang luar biasa, saudaraku. Marilah kita melaksanakan puasa tersebut demi mengharapkan rahmat dan ampunan Allah.

Penjelasan penting yang harus diperhatikan: Lebih baik bagi seseorang yang masih memiliki qodho’ (tanggungan) puasa Ramadhan untuk menunaikannya daripada melakukan puasa Syawal. Karena tentu saja perkara yang wajib haruslah lebih diutamakan daripada perkara yang sunnah. Alasan lainnya adalah karena dalam hadits di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Barangsiapa berpuasa ramadhan”. Jadi apabila puasa ramadhannya belum sempurna karena masih ada tanggungan puasa, maka tanggungan tersebut harus ditunaikan terlebih dahulu agar mendapatkan pahala semisal puasa setahun penuh.

Apabila seseorang menunaikan puasa syawal terlebih dahulu dan masih ada tanggungan puasa, maka puasanya dianggap puasa sunnah muthlaq (puasa sunnah biasa) dan tidak mendapatkan ganjaran puasa syawal karena kita kembali ke perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tadi, “Barangsiapa berpuasa ramadhan.” (Lihat Syarhul Mumthi’, 3/89, 100).

Referensi : Sangatlah Merugi Mereka yang Meninggalkan Sholat