This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Rabu, 10 Agustus 2022

Agama & Manusia

Agama & Manusia. Agama adalah sebagai bentuk keyakinan manusia terhadap sesuatu yang maha kuasa menyertai seluruh ruang lingkup kehidupan manusia, baik kehidupan manusia individu maupun kehidupan masyarakat, baik kehidupan materil maupun kehidupan spiritual, baik kehidupan duniawi maupun kehidupan ukhrawi.

Sedangkan Manusia adalah makhluk terpercaya dan manusia adalah makhluk yang paling pandai. Sedangkan para ahli filsafat memahami manusia dengan sebutan animal rasional (binatang yang berpikir), animal educandum dan animal educable, (makhluk yang harus di didik dan dapat di didik), animal symbolicum, (makhluk yang bersimbol), homo laguen (makhluk yang pandai menciptakan Bahasa), homo sapiens (makhluk yang mempunyai budi), homo faber (makhluk yang pandai membuat alat-alat) homo ekonomicus (makhluk yang tunduk pada prinsi-prinsip ekonomi), homo relegius (makhluk yang beragama) dan makhluk yang pandai bersiasat.

Ilustrasi : Agama & Manusia

Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia merupakan ciptaan Tuhan yang ada di muka bumi dan merupakan satu-satunya makhluk yang memiliki kemampuan berpikir dan merefleksikan segala sesutau yang ada, termasuk merefleksikan diri serta keberadaanya di dunia. Inilah yang menentukan dan sebagai tanda dari hakikat sebagai manusia, di mana makhluk lain seperti binatang tidak memilikinya. Maka sangat layak jika dikatakan bahwa hakikat manusia adalah makhluk yang berpikir.

Agama merupakan suatu hal yang harus di ketahui makna yang terkandung di dalamnya, dan agama tersebut berpijak kepada suatu kodrat kejiwaan yang berupa keyakinan, sehingga dengan demikian, kuat atau rapuhnya agama bergantung kepada sejauhmana keyakinan itu ketentraman dalam jiwa.

Unsur utama dalam beragama adalah Iman atau percaya kepada keberadaan Allah dengan sifat-sifat, antara lain: Maha Pemurah, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pengampun, Maha Pemberi, Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Kuasa, Maha Besar, Maha Suci serta nilainilai lebih/Maha yang lainnya. Oleh karena itu, orang yang merasa dirinya dekat dengan Allah, diharapkan akan timbul rasa tenang dan aman yang merupakan salah satu ciri sehat mental.

Setiap orang hendaknya menjalankan perintah agama dengan penuh tanggung jawab dan meninggalkan larangan. Dengan melaksanakan kehidupan beragama dan menjalankan ibadah, seseorang yang memiliki kesadaran agama secara matang  dan melaksanakan ibadahnya dengan penuh konsisten, stabil, mantap, dan penuh tanggung jawab dan dilandasi wawasan agama yang luas.

Satu  kenyataan yang tampak jelas yang telah modern telah maju atau yang sedang berkembang ini, ialah adanya kontradiksi-kontradiksi yang mengganggu kebahagian orang dalam hidup. Kesulitan-kesulitan dan bahaya–bahaya alamiyah yang dahulu yang menyulitkan dan menghambat perhubungan.sekarang tidak menjadi sosial lagi. Kemajuan industri telah dapat menghasilkan alat-alat yang memudahkan hidup, memberikan kesenangan dalam hidup, sehingga kebutuhan-kebutuhan jasmani tidak sukar lagi untuk memenuhinya.

Seharusnya kondisi dan hasil kemajuan untuk membawa kebahagian yang lebih banyak terhadap Manusia dalam hidup. Tetapi suatu kenyataan yang menyedihkan ialah bahwa kebahagian itu ternyata semakin jauh, hidup semakin sukar dan kesukaran-kesukaran material berganti dengan kesukaran mental (psychis) atau beban jiwa semakin berat, kegelisahan dan ketenangan serta tekanan perasaan lebih sering terasa dan lebih menekan sehingga mengurangi kebahagian.

Kebutuhan-kebutuhan primer menjadi skunder tetapi kebutuhan skunder itulah yang menguasainya. Akibat meningkatnya kebutuhan kebutuhan pada masyarakat moderen itu maka dalam kehidupannya selalu mengejar waktu, mengejar benda, mengejar prestise. Semuanya ini akan membawa hidup seperti mesin, tidak mengenl istirahat dan ketentraman, hidupnya di penuhi oleh ketegangan perasaan (tension), karena keinginananya untuk menghidari perasaan tertekan, jika tidak tercapai semua  yang tampaknya menggembirakan. Akibat lebih lanjut ialah timbulnya kegelisahan-gelisah (anxiety) itu akan menghilangkan kemampuan untuk merasa bahagia didalam hidup.

Dari sinilah orang semakin merasa semakin jauh dari kegembiraan dan kebahagian, karena ketegangan dan kegelisahan batin yang selalu menghinggapinya dalam kehidupannya sehari-sehari. Oleh karna itu akan timbullah pula perubahan dalam cara-cara pergaulan hidupnya selama ini.

Hubungan Agama dan Manusia

Betapa besarnya pengaruh agama dalam kehidupan Manusia, baik bagi diri sendiri maupun dalam lingkungan keluarga, ataupun di kalangan masyarakat umum. Karena itu dapat pula dikatakan bahwa agama itu mempunyai fungsi yang amat penting dalam kehidupan manusia, tanpa agama manusia tidak mungkin merasakan kebahagian dan ketenangan hidup. Tanpa agama, mustahil dapat dibina suasana aman dan tentram.

Keagamaan adalah perasaan berkaitan dengan Tuhan Yang Maha Kuasa, antara lain takjub, kagum, percaya yakin keimanan, tawakal pasrah diri, rendah hati ketergantungan pada Ilahi, merasa sangat kecil kesadaran akan dosa dan lain-lain.

Agama sebagai bentuk keyakinan Manusia terhadap sesuatu yang Maha Kuasa (Adi Kodrati) menyertai seluruh ruang lingkup kehidupan Manusia baik kehidupan Manusia individu maupun kehidupan masyarakat, baik kehidupan materil maupun kehidupan spiritual, baik kehidupan duniawi maupun ukhrawi ,Agama (Islam) merupakan a total way of life. Tidak ada satu ruangan pun dalam kehidupan Manusia yang tidak di jamah oleh ajaran agama (Islam). Menurut Elizabeth K. Nottingham meskipun  perhatian manusia tertuju kepada adanya suatu dunia yang tak dapat dilihat (akhirat) namun agama juga melibatkan dirinya dalam masalah-masalah kehidupan sehari-hari.

Dalam pandangan positivism atau materialism, jika sains dan teknologi sudah maju, masyarakat tidak membutuhkan agama lagi sebab semua kebutuhan dan keinginan mereka sudah terpenuhi oleh sains dan teknologi. Sepintas pernyataan tersebut ada benarnya, tetapi ketika direnungkan lebih dalam timbul persoalan. Apakah keinginan manusia betul-betul mampu dipenuhi oleh sains dan teknologi? Bagaimana ia mampu memenuhi keinginan yang tidak terbatas, seperti dia tidak ingin mati. Apakah teknologi yang sangat canggih itu mampu mengatasi persoalan tersebut? Kalau memang ada teknologi yang mampu mengatasi persoalan tersebut akan dipastikan semua orang akan menganut faham ini. Ternyata pandangan materialism tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan karena alur pikirannya tidak logis.

Kebanyakan ahli studi keagamaan sepakat bahwa agama sebagai sumber nilai, sumber etika, dan pandangan hidup yang dapat diperankan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi perlunya manusia terhadap agama. Alasan-alasan tersebut secara singkat dapat dikemukakan sebagai berikut:

Agama adalah Sumber ketenangan Jiwa

Agama adalah kebutuhan jiwa (psikis) manusia, yang akan mengatur dan mengendalikan sikap, kelakuan dan cara menghadapi tiap-tiap masalah. Dengan demikian, di dalam agama ada larangan yang harus dijauhi, karena di dalam nya terdapat dampak negatif dari kehidupan manusia. Dan juga ada perintah yang harus ditaati karena di dalamnya ada kebaikan bagi orang yang melakukan. Orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT secara benar, di dalam hatinya tidak akan diliputi rasa takut dan gelisah. Ia merasa yakin bahwa keimanan dan ketaqwaannya itu akan membawa kelegaan dan ketenangan batinnya.

Pelaksanaan agama (ibadah) dalam kehidupan sehari-hari dapat membentengi orang dari rasa gelisah dan takut. Diantara dari berbagai macam ibadah yang ada yaitu shalat secara psikologis semakin banyak shalat dan menggantungkan harapan kepada Allah SWT maka akan tenteramlah hati, karena dalam shalat itu sendiri mengandung psiko-religius (kekuatan rohaniah) yang dapat membangkitkan rasa percaya diri dan rasa optimisme sehingga memiliki semangat untuk masa depan. Daripada itu tujuan utama dari shalat adalah ingin beraudiensi, mendekatkan diri dengan Allah supaya terciptalah kebahagiaan dan ketenangan hidupnya.


Agama adalah sumber Kesehatan mental

Berbagai aliran dikalangan ahli ilmu jiwa mengatakan tentang pentingnya agama dalam kesehatan mental. Keimanan kepada Tuhan merupakan kekuatan luar biasa dalam membekali manusia yang religius. Dengan kekuatan rohaniah akan menopang seseorang dalam menanggung beratnya beban kehidupan, menghindarkannya dari keresahan yang menimpa banyak manusia yang hidup pada zaman modern ini yang didominasi oleh kehidupan materi.

William James, seorang ahli psikologi dari Amerika Serikat mengatakan bahwa tidak ragu lagi bahwa terapi yang terbaik bagi keresahan jiwa adalah keimanan kepada Tuhan. Keimanan kepada Tuhan adalah salah satu kekuatan yang tidak boleh tidak harus dipenuhi untuk membimbing seseorang dalam hidup ini. Selanjutnya dia berkata bahwa antara manusia dan Tuhan terdapat ikatan yang tidak terputus. Apabila manusia menundukkan diri di bawah pengarahan-Nya, cita-cita dan keinginan manusia akan tercapai.

Selanjutnya Usman Najati menulis, “Manusia yang benar-benar religius akan terlindung dari keresahan, selalu terjaga keseimbangannya dan selalu siap untuk menghadapi segala malapetaka yang terjadi”. Kemudian Najati mengutip pendapat Carl Gustav Jung yang mengatakan bahwa selama tiga puluh tahun yang lalu, pribadi-pribadi dari berbagai bangsa di dunia telah melakukan konseling dengannya dan diapun telah banyak menyembuhkan para penderita gangguan jiwa. Semua pasien yang pernah diobatinya yang usianya di atas tiga puluh lima tahun memiliki problem yang bersumberkan pada kebutuhan akan agama. Pasien tersebut telah kehilangan sesuatu yang diberikan oleh agama. Pasien tersebut baru sembuh setelah mereka kembali pada wawasan agama.

Zakiah Daradjat menulis, “Keimanan adalah suatu proses kejiwaan yang tercakup di dalamnya semua fungsi jiwa, perasaan dan pikiran sama-sama meyakininya. Apabila iman tidak sempurna, maka manfaatnya bagi kesehatan mentalnya kurang sempurna pula. Selanjutnya Zakiah Daradjat menambahkan bahwa fungsi agama adalah: (1) memberi bimbingan dalam hidup, (2) menolong dalam menghadapi kesukaran, dan (3) menentramkan batin.

Dengan demikian, agama benar-benar dapat membantu orang dalam mengendalikan dirinya dan membimbingnya dalam segala tindakan. Begitu pula kesehatan jiwa dapat dipulihkan dengan cepat apabila keyakinan kepada Allah SWT dan ajaran-Nya dilakukan.

Referensi : Agama & Manusia  












Sabar Dalam Menghadapi Kesulitan Hidup

Ilustrasi : Sabar Dalam Menghadapi Kesulitan Hidup

Sabar Dalam Menghadapi Kesulitan Hidup. Sifat orang Tiongkok yang selalu bekerja keras merupakan sifat yang telah diturunkan secara turun-temurun dari leluhur mereka. Dulu orang Tiongkok mencari penghidupan dari agrikultur atau pertanian, mereka harus bekerja keras bercocok tanam agar bisa makan. Sifat tersebut terus diturunkan hingga sekarang meski terjadi perubahan mata pencaharian utama, menjadi lebih kepada produksi dan industri.

Budaya ini juga terbentuk karena sejarah panjang bangsa Tiongkok yang mengalami masa-masa sulit, seperti peperangan dan kelaparan. Sejarah tersebut membuat mereka terbentuk menjadi pribadi-pribadi yang berjiwa kuat dan terus bekerja keras. Mereka pun menerapkan sifat tersebut ke anak cucu dengan mendidiknya sejak dini untuk menjadi orang yang memiliki mental pekerja keras.

Jika di Indonesia ada pepatah yang berbunyi “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”, orang Tiongkok memiliki prinsip yang disebut (néng chīkǔ). Prinsip itu memiliki arti kurang lebih “Dapat bertahan dalam kesulitan.” Karena itulah orang Tiongkok terbiasa untuk tidak terlena dalam kesenangan sesaat dan tetap bertahan meski mengalami hambatan dalam hidup.

Sebenarnya, siapapun tidak menginginkan terjadinya ujian dalam kehidupan kita, namun pada kenyataannya tidak ada yang bisa menghindarinya, sehingga sering membuat kita berburuk sangka kepada Allah SWT dan menganggap Allah SWT kejam. Padahal, ujian yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya sesuai dengan kesanggupan masing-masing, sebagaimana firman Allah SWT: “Allah tidak memberikan kesulitan kepada seseorang hamba melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. [Al-Baqarah/2: 286].

Suatu ujian dari Allah SWT, sesungguhnya bukan berarti bahwa Allah SWT bermaksud menganiaya hamba-Nya. Tetapi sebaliknya, ujian merupakan kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya karena dengan ujian tersebut ia akan dapat mengetahui manisnya iman, dzikir, dan taqarrub bilah. Di sini tergambarkan, bahwa ujian merupakan rahmat dari Allah SWT kepada hamba yang disayangi-Nya. Allah SWT berfirman:

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu benar-benar akan mendengar dari orang-orang yang diberi al-Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan (Âli ‘Imrân/3 : 186)

Cobaan adalah sarana menggapai pahala bagi orang yang sabar, apabila seorang hamba bersabar, maka Allah SWT akan memberikan kepadanya pahala atau dihapus-kan sebagian dari dosa dan diangkat derajatnya, hingga ujian itu menjadi satu nikmat baginya, sebagaimana hadist Rasullullah SAW. “Tidak ada seorang Muslim yang ditimpa gangguan semacam tusukan duri atau lebih berat daripadanya melainkan dengan ujian itu dihapuskan Allah SWT perbuatan buruknya serta digugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon kayu yang menggugurkan daun-daunnya”. (HR. Al-Bukhari). Sakit adalah pembersih dosa apabila kita bersabar. Semakin besar ujian seseorang maka semakin besar pula pahala yang diperolehnya manakala ia berhasil menyikapi ujian tersebut.

Referensi ; Sabar Dalam Menghadapi Kesulitan Hidup







Bunuh Diri Haram

Ilustrasi ceramah : Bunuh Diri Haram

Bunuh Diri Haram. Bagaimana Islam memandang perilaku bunuh diri? Sebenarnya kita semua sudah tahu bahwa bunuh itu perbuatan dilarang yang hanya dilakukan oleh para pengecut. Anugerah hidup di dunia terlalu besar jika diakhiri dengan membunuh diri sendiri. Betapa banyak orang yang ingin tetap hidup, bahkan ingin hidup selamanya. Makanya sangat naif jika ada orang yang bunuh diri karena tidak mampu menghadapi masalahnya.

Dalam Islam, bunuh diri, menurut ulama termasuk kategori dosa besar, sejajar dengan membunuh orang lain tanpa hak. Perbuatan ini menunjukkan sikap tidak sabar menghadapi ujian, putus asa, dan mendahului takdir Allah. Setiap orang yang lahir di dunia sudah memiliki takaran qadla dan takdirnya. Sungguh Allah sangat menyayangi para hamba-Nya, sehingga Dia melarang perbuatan bunuh diri.

Dalam QS: An-Nisa: 29 disebutkan dengan tegas larangan bunuh diri. "Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allâh adalah Maha Penyayang kepadamu."

Beberapa ulama tafsir seperti Ath-Thabari, Ibnu Katsir, Imam Al-Baghawi, secara umum menyimpulkan bahwa bunuh diri haram hukumnya dan statusnya sama dengan membunuh orang lain. Karena sesama muslim ibarat satu tubuh, yang saling menopang, dan tidak boleh saling menyakiti.

Dalam ayat yang lain juga disebutkan: "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan’ (QS: Al-Baqarah:195).

Demikian juga banyak sekali keterangan dari hadits Nabi yang menjelaskan bahaya bunuh diri dan ancaman bagi pelakunya. Diantaranya, ancaman tidak masuk surga. Jika dia kafir, maka tidak akan masuk surga selamanya. Namun jika dia Mukmin, maka dia tidak akan masuk surga dari awal, atau tidak masuk surga dengan derajat tertentu.

Rasulullah saw bersabda, “Dahulu ada seorang laki-laki sebelum kamu yang mengalami luka, lalu dia berkeluh kesah, kemudian dia mengambil pisau, lalu dia memotong tangannya. Kemudian darah tidak berhenti mengalir sampai dia mati. Allah berfirman, ‘Hamba-Ku mendahului-Ku terhadap dirinya, Aku haramkan surga baginya’. (HR: Al-Bukhari)

Dengan juga orang yang membunuh dirinya diancam akan disiksa dengan jenis perbuatannya ketika bunuh diri, sebagaimana hadits: 

Nabi bersabda: "Barang siapa bersumpah dengan agama selain Islam dalam keadaan dusta, maka dia sebagaimana yang dia katakan. Barangsiapa membunuh dirinya dengan sesuatu, dia akan disiksa dengan sesuatu itu dalam neraka Jahannam. Melaknat seorang Mukmin seperti membunuhnya. Dan barangsiapa menuduh seorang Mukmin dengan kekafiran, maka itu seperti membunuhnya”. (HR: Al-Bukhari). 

Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa orang yang bunuh diri itu masuk kategori:

  1. Pertama, golongan orang yang kufur nikmat. Anugerah berupa kehidupan adalah momentum terbaik untuk beramal shaleh. Dengan bunuh diri berarti menyia-nyiakan karunia terindah. Hanya karena dikuasai perasaan malu, terasing, tidak mampu, marah pada diri sendiri, dan lain-lain, lalu harus mengakhir hidup.
  2. Kedua, golongan orang yang putus asa. "Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah Swt. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". (QS. 12:87). Sebesar apapun beban berat hidup ini, sebesar apapun dosa yang kita lakukan, maka Allah lah sebagai tempat berharap. Jangan pernah berkata: Saya sudah tidak dapat bertahan lagi dan menanggung beban ini!

"Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Rabb yang memiliki ‘Arsy yang agung." (QS: 9: 129). 

Referensi : Bunuh Diri Haram








Beban Hidup Terasa Berat, Lantunkan Doa Ini

Ilustrasi : Beban Hidup Terasa Berat, Lantunkan Doa Ini

Beban Hidup Terasa Berat, Lantunkan Doa Ini. Umat Islam dianjurkan untuk selalu bersabar dan tawakkal menghadapi segala cobaan hidup.  Alur kehidupan selalu berubah. Ada kalanya terasa ringan, namun tidak jarang terasa berat. Dalam satu waktu, ada saatnya manusia mendapat masalah yang bertubi-tubi. Berusaha menyelesaikan, justru datang masalah lain yang semakin memberatkan.

Dalam kondisi seperti itu, seorang muslim dituntut untuk memohon keringanan kepada Allah SWT. Saat menghadapi beratnya beban hidup, dianjurkan untuk bersabar dan memanjatkan doa ini, yang terkandung dalam Surat Al Baqarah ayat 286.

" Rabbanaa laa tu’aakhidznaa in nasiinaa au akhtha’naa. Rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alaa alladziina min qablina. Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaa qatalanaa bihi. Wa’fu’annaa, waghfirlanaa, warhamnaa, anta maulaanaa fanshurnaa ‘alaa al-qaumi al-kaafiriin."

Artinya:

" Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat, sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."

Referensi : Beban Hidup Terasa Berat, Lantunkan Doa Ini




Doa Mohon Ampunan Atas Dosa Besar

Ilustrasi : Doa Mohon Ampunan Atas Dosa Besar

Dosa besar menjadi penghalang dari indahnya surga.  Manusia memang tidak bisa lepas dari salah dan dosa. Dosa bahkan bisa setiap hari dilakukan.  Dari sekian banyak, dosa besar haruslah diperhatikan. Karena dosa ini bisa menjadi penghalang kita dari indahnya surga.  Dosa-dosa besar bisa tercipta lewat segala perbuatan maksiat. Dosa macam ini bisa sulit terhapus, apalagi jika pelakunya justru memilih terus melakukannya.

Namun demikian, Allah Maha Pengasih. Dia membuka pintu maaf bagi mereka yang mau bertobat. Jika merasa melakukan dosa besar, segeralah bertobat. Jalankan semua ibadah dan kebaikan, sembari mengucap doa berikut yang terdapat dalam hadis riwayat Al Hakim dari Jabir bin Abdullah.

Doa Mohon Ampunan dari Dosa Besar

Doa Tobat

Allahumma maghfiratuka awsa'u min zunubi wa rahmatuka arja 'indi min 'amali.

Artinya,

"Ya Allah, ampunan-Mu lebih luas daripada dosa-dosaku, rahmat-Mu lebih bisa diharapkan untukku daripada amalku."

Doa Terbebas dari Segala Macam Kesulitan Hidup

Hidup tidak selalu berjalan nyaman. Ada saat-saat di mana hidup terasa begitu berat. Rezeki terasa sulit diraih, beban pun menjadi semakin berat. 

Apalagi di era serba canggih seperti sekarang. Di zaman teknologi media sosial memegang peranan penting, orang menjadi begitu mudah mencerca saudaranya.

Cercaan demi cercaan menjadikan kehidupan semakin berat. Tidak sedikit orang yang menyerah menghadapinya.

Namun bagi seorang Muslim, menyerah pada kesulitan hidup tidaklah dianjurkan. Karena masih ada Allah, tempat memohon segala sesuatu.

Agar terlepas dari segala beban hidup, memperbanyak doa sembari terus berikhtiar adalah jalan yang harus ditempuh orang beriman. Dianjurkan membaca doa ini, yang merupakan ayat 26 dan 27 Surat Ali Imron.

Doa Lepas dari Kesulitan Hidup

doa lepas dari kesulitan hidup

Allahumma malikal mulki tu'til mulka man tasya' wa tanzi'ul mulka mimman tasya' wa tu'izzu man tasya' wa tudzillu man tasya'. Biyadikal khoir inna ala kulli syaiin qadir. Tulijul laila fin nahari wa tulijun nahara fil lail, wa tukhrijul hayya minal mayyiti wa tukhrijul mayyita minal hayy, wa tarzuqu man tasya'u bi ghairi hisab.

Artinya,

"Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab."

Doa Saat Jiwa Mengalami Depresi

Setiap orang tentu memiliki beban hidup masing-masing. Hal itu menuntut kemampuan seseorang dalam menghadapinya.

Beban hidup sejatinya bukan untuk dihilangkan namun ditangani dengan cara tepat. Karena pada dasarnya beban dalam kehidupan justru semakin bertambah seiring meningkatnya kemampuan seseorang menghadapinya.

Namun demikian, patut kita sadari kemampuan manusia ada batasnya. Bisa jadi, lantaran tidak kuat menghadapi beban, seseorang menjadi depresi. Jiwanya mengalami guncangan hebat akibat tekanan yang diterimanya setiap hari. Tidak sedikit kasus bunuh diri terjadi akibat depresi.

Ketika jiwa terguncang ataupun depresi, segera baca doa ini. Doa yang terdapat dalam Surat Ar Rad ayat 28 ini bisa jadi jalan untuk meredam depresi.

Doa Redam Depresi

Alladzina amanu watathmainnu qulubuhum bi dzikrillahi ala bi dzikrillahi tathmainnul qulubu.

Artinya:

" (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram."

Referensi : Doa Mohon Ampunan Atas Dosa Besar









Beban Hidup Terasa Berat, Lantunkan Doa Ini untuk Meringankannya

Ilustrasi : Beban Hidup Terasa Berat, Lantunkan Doa Ini untuk Meringankannya

Beban Hidup Terasa Berat, Lantunkan Do'a Ini untuk Meringankannya. Setiap manusia pasti memiliki masalahnya masing-masing. Ada yang masalahnya dirasa sangat berat, namun ada masalah yang dianggap tak seberapa. Mengenai masalah dalam hidup yang tak jarang menjadi beban hidup, sebenarnya ini adalah cara Tuhan untuk membuatmu lebih kuat dan sabar.

Tuhan tak akan pernah memberikan cobaan atau ujian di luar batas kemampuan hamba-Nya. Tuhan juga tak memberikan cobaan atau ujian jika cobaan serta ujian tersebut tak ada penyelesaiannya. Seperti halnya roda yang berputar, jalan hidup manusia juga akan berubah-ubah. Ada kalanya di atas dan menuai kesuksesan, ada kalanya di bawah dan terasa sangat memberatkan.

Melansir dari laman Liputan6.com, ketika hidup dalam sebuah masalah yang terasa berat dan nyaris membuat putus asa, lantunkan doa kepada Allah SWT untuk meringankan beban hidup tersebut. Doa tersebut terkandung dalam Surat Al Baqarah ayat 286.

Referensi : Beban Hidup Terasa Berat, Lantunkan Doa Ini untuk Meringankannya





Menjadi Bebas dari Beban yang Berat

Ilustrasi : Menjadi Bebas dari Beban yang Berat

Menjadi Bebas dari Beban yang Berat. Menjalani kehidupan memang tak selalu mulus dan sesuai harapan. Ada kalanya seseorang akan berada di puncak dengan kesuksesan dan harta melimpah, atau malah sebaliknya dengan merasakan penderitaan yang hebat dan tak terduga. Tentu saja masa-masa hidup bahagia atau pahit pernah dirasakan setiap orang. Ketika seseorang tengah merasa jatuh di saat tak terduga, dan berusaha menyelesaikannya. Nah, pada saat bersamaan malah datang masalah lain yang makin memberatkan.

Dalam kondisi seperti itu, seorang muslim dituntut untuk memohon keringanan kepada Allah SWT. Saat menghadapi beratnya beban hidup, dianjurkan untuk bersabar dan memanjatkan doa ini, yang terkandung dalam Surat Al Baqarah ayat 286.

" Rabbanaa laa tu’aakhidznaa in nasiinaa au akhtha’naa. Rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alaa alladziina min qablina. Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaa qatalanaa bihi. Wa’fu’annaa, waghfirlanaa, warhamnaa, anta maulaanaa fanshurnaa ‘alaa al-qaumi al-kaafiriin."

Artinya:

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat, sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."

Referensi : Menjadi Bebas dari Beban yang Berat





Kiat Menolong Diri Sendiri Saat Beban Hidup Begitu Penuh Duri

Ilustrasi : Kiat Menolong Diri Sendiri Saat Beban Hidup Begitu Penuh Duri

Kiat Menolong Diri Sendiri Saat Beban Hidup Begitu Penuh Duri. Beban hidup merupakan hal yang tak bisa dihindari selama kita masih bernapas di muka bumi. Kita perlu menerima kesedihan yang dirasakan sembari merencanakan hal-hal yang bisa dikendalikan selanjutnya. Jika perlu, menemui ahli kejiwaan tentu dapat membantu. Hidup merupakan perjuangan dengan banyak onak dan duri. Terkadang, beban hidup begitu menghimpit yang membuat kita tertatih-tatih dalam melangkah di linimasa kehidupan. Perlu diingat bahwa mustahil rasanya seseorang memiliki hidup yang datar tanpa hambatan. Untuk itu, ada beberapa kiat untuk meminimalkan luka akibat beban hidup yang menghimpit.Kiat menolong diri menghadapi beban hidup yang terus menghimpit

Berikut ini beberapa tips dan kiat dalam menghadapi beban hidup yang bisa dicoba:

1. Terima kesedihan yang dirasakan

Beban hidup merupakan hal yang niscaya dihadapi setiap manusia. Untuk itu, saat Anda merasa sangat bersedih dan berduka dengan beban tersebut, terimalah perasaan yang menghampiri. Penerimaan ini menjadi kunci yang perlu diterapkan untuk membantu Anda menyiasati rencana berikutnya.

Ingatlah bahwa perasaan yang Anda alami merupakan hal yang valid. Tak perlu merasa bersalah dengan duka yang menyerang akibat beban hidup. Rasakan dan resapi kesedihan di relung hati Anda.

2. Bicarakan kesedihan dengan orang lain

Setelah mulai bisa meresapi kesedihan akibat beban yang begitu berat, cobalah bicarakan kesulitan Anda dengan orang yang bisa dipercaya. Kesedihan yang disimpan sendiri berisiko menjelma menjadi kecemasan – yang kemudian bisa berdampak buruk.

Bagikan  masalah Anda dengan teman yang bisa dipercaya

Membicarakan kesulitan dan kesedihan membantu kita memahami rasa takut yang tersimpan, serta memberikan perspektif baru yang dapat bermanfaat.

3. Ingat, ada hal yang memang di luar kontrol Anda

Sembari memulihkan diri karena beban hidup, kita bisa mulai belajar merelakan hal-hal yang memang tidak bisa dikontrol. Buatlah daftar hal-hal yang tidak bisa Anda kendalikan, dan daftar ini merupakan hal yang mulai bisa Anda buang jauh-jauh dari pikiran.

Misalnya, perusahaan yang bangkrut membuat Anda diberhentikan. Hal ini tentunya berada di luar kendali kita sebagai karyawan.

Kemudian, buat daftar hal-hal yang bisa Anda kendalikan dari permasalahan yang dihadapi. Hal-hal tersebut dapat berupa kegiatan self-care untuk pulihkan diri, afirmasi positif yang Anda sampaikan pada diri sendiri, serta aksi selanjutnya untuk memperbaiki keadaan. Aksi tersebut termasuk meminta bantuan teman, mencari pekerjaan baru, hingga menyiapkan resume.

4. Mencoba melihat hal dengan perspektif berbeda

Sudah mulai menerima kesedihan yang dirasakan dan membicarakannya dengan orang terdekat? Great! Sekarang, Anda bisa mulai belajar melihat masalah dan beban hidup dengan perspektif berbeda. Karena hidup memang penuh misteri, apa yang terjadi saat ini mungkin saja mengarahkan kita pada pintu kebahagiaan yang baru.

5. Terapkan self-care

Menerapkan aktivitas self-care menjadi krusial agar kita bisa bertahan saat beban hidup begitu menekan diri. Self-care sendiri merujuk pada kegiatan yang apabila Anda lakukan, Anda akan merasa lebih baik di hari berikutnya – jadi bukan kegiatan yang seperti menyenangkan namun ternyata tidak bisa memulihkan kesedihan Anda.

Ada banyak tips self-care yang bisa dicoba, misalnya:

Memberikan tubuh nutrisi yang vital dan esensial, yaitu dari makanan sehat

Memberikan tubuh istirahat yang cukup, yakni 7-9 jam setiap harinya

Menggerakan badan, seperti sesederhana berjalan kaki selama 15 menit

Menghabiskan waktu dengan orang-orang yang dikasihi

Melakukan meditasi, sesederhana dengan mengunduh aplikasi meditasi

Melakukan satu hal yang menyenangkan tiap harinya namun positif, seperti menonton film, membaca buku, dan memasak resep baru

Berikan tubuh istirahat yang cukup untuk bantu redakan stres

6. Jauhkan diri dari orang-orang toxic

Terkadang, saat kita curhat dengan orang lain terkait masalah dan beban hidup tertentu, mereka mengkritik dan menghakimi kesedihan yang kita rasakan. Orang-orang ini tergolong toxic yang sejatinya tidak bisa suportif dengan kebahagiaan kita. Apabila Anda merasa lebih tidak berharga setelah berbicara dengan orang tertentu, maka Anda sangat disarankan untuk menjauhi mereka.

Sekali lagi ingat, kesedihan yang Anda rasakan valid dari lubuk terdalam hati Anda.

7. Lakukan hal yang bisa dilakukan

Apabila Anda bingung dengan hal yang harus dilakukan, buatlah daftar kegiatan potensial yang barangkali bisa membantu menyelesaikan masalah. Misalnya, setelah melewati fase berduka karena kehilangan pekerjaan, Anda bisa mulai memodifikasi resume untuk mencari pekerjaan baru.

Ingatlah, melakukan hal kecil berpotensi untuk membangkitkan semangat Anda.

Cari bantuan profesional

Beberapa orang mungkin bisa mengatasi kesulitan dalam hidupnya tanpa bantuan orang lain dan pihak profesional. Namun, ingat bahwa setiap individu memiliki cara pemulihan psikologis yang berbeda-beda. Apabila Anda merasa membutuhkan bantuan dari ahli jiwa, maka Anda disarankan untuk membuat janji temu.

Sampaikan pada konselor mengenai perasaan yang menghimpit bahu Anda. Anda juga bisa menyampaikan hal-hal yang dibutuhkan dan hal-hal yang mungkin tidak perlu dibantu oleh pihak profesional.

 Referensi : Kiat Menolong Diri Sendiri Saat Beban Hidup Begitu Penuh Duri







Cara Kuatkan Diri saat Beban Hidup Makin Berat

Ilustrasi : Cara Kuatkan Diri saat Beban Hidup Makin Berat

Sebuah kutipan menarik yang suatu hari muncul di linimasa media sosial. Isinya, "You feel heavy because you are carrying the weight of the earth inside you instead of simply being part of it." Kadang kita merasa berat menjalani hidup karena kita seakan memikul seisi dunia di pundak kita, bukannya menjalani hidup kita apa adanya sebagai bagian dari dunia.

Makin dewasa, beban hidup kita bisa makin bertambah. Tanggung jawab makin banyak. Berbagai urusan dan prioritas hidup menyita banyak waktu kita. Beban hidup yang makin berat pun kadang membuat kita merasa kehilangan semangat dan harapan untuk hidup. Bila hal ini terjadi, maka kita perlu kembali menguatkan diri lagi.

1. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Lakukan sesuatu untuk diri sendiri. Senangkan diri sendiri dengan melakukan sesuatu. Mengutip buku How to Love, sindrom anak baik membuat kita hanya memikirkan kewajiban dan menekan keinginan kita sendiri. Jika sindrom ini terus berlanjut, kita jadi sulit bahagia karena selalu merasa punya kewajiban untuk memenuhi keinginan orang lain meski harus menahan kepahitan sendiri. Maka dari itu, kita perlu waktu untuk menyendiri atau menikmati kesendirian agar kita bisa makin mengenal diri kita sendiri.

2. Berhenti Menuntut Segalanya Serba Sempurna

Kadang kita merasa mudah capek karena selalu memaksakan diri untuk selalu sempurna dan benar dalam setiap hal. Sesekali kita perlu menerima dengan lapang dada kesalahan dan kekurangan yang kita punya. Agar dengan begitu, kita bisa lebih mudah merelakan hal-hal yang tak bisa kita kendalikan lagi. Sehingga beban hidup pun tak terasa lebih berat dari yang semestinya.

3. Terima Kenyataan Hidup yang Terus Berputar bagai Roda

Saat merasa beban hidup makin berat, kita seakan menggelinding makin jauh ke bawah. Terima kenyataan bahwa hidup ini memang seperti roda. Jika saat ini kita merasa terpuruk, pahami bahwa fase ini hanya sementara. Yakini akan ada saatnya kita bisa kembali bangkit dan naik lagi.

4. Bahagiakan Diri dengan Cara Sederhana

Ada istilah menarik yang menggambarkan rahasia hidup bahagia orang Amerika, yaitu homeyness. Mengutip buku The Atlas of Happiness, homeyness yang didefinisikan sebagai perasaan seperti di rumah digunakan untuk menggambarkan sifat yang nyaman dan hangat. Istilah ini mengacu pada bagaimana sebuah kebahagiaan bisa didapatkan dan ditemukan pada hal-hal yang lebih sederhana. Kamu bisa kembali menemukan kebahagiaanmu melalui cara sederhana. Tak harus melakukan hal hebat atau besar untuk bisa kembali tersenyum. Sesederhana bisa menikmati makanan kesukaan setelah mengalami hari yang buruk pun sudah bisa membuatmu kembali bahagia.

5. Terima Segalanya sebagai Bagian dari Proses Bertumbuh

Untuk bisa kembali kuat, kita perlu menghadapi rasa takut dalam diri dan meningkatkan keberanian untuk menyelesaikan persoalan secara bergantian. Beban hidup yang makin berat dan persoalan hidup yang terus bertambah bisa diselesaikan satu per satu. Untuk semua bagian yang tak menyenangkan dan pengalaman pahit, ambil hikmah dan pelajarannya sebagai bagian dari proses untuk bertumbuh jadi pribadi yang lebih bijak dan dewasa lagi. Semoga kamu bisa senantiasa kuat dan bisa tetap berjalan ke depan, ya. Tak apa rehat dan beristirahat ketika lelah, tetapi setelah itu kembali melangkah ke depan lagi.

Referensi : Cara Kuatkan Diri saat Beban Hidup Makin Berat










4 Cara Menghadapi Masalah Hidup yang Semakin Berat Setiap Harinya

Ilustrasi : 4 Cara Menghadapi Masalah Hidup yang Semakin Berat Setiap Harinya

4 Cara Menghadapi Masalah Hidup yang Semakin Berat Setiap Harinya. Di dalam kehidupan tidak selamanya mengalami kebahagiaan dan keseimbangan. Terkadang, kamu akan dihadapkan dengan beban hidup yang semakin lama semakin berat. Apalagi ketika kamu mulai memasuki usia dewasa, dimana di usia dewasa kamu harus bisa berlatih secara mandiri di bidang apapun.

Oleh karena itu, kamu harus selalu bersiap menghadapi masalah dan beban yang akan kamu hadapi di kemudian hari. Karena jika kamu tidak memiliki kesiapan untuk menghadapi itu semua, maka hati dan pikiran kamu akan mengalami depresi. Maka dari itu, kamu harus tahu beberapa cara untuk menerima beban hidup yang semakin berat.

1. Selalu bersyukur masih diberikan kesehatan dan umur panjang

Sudah selayaknya setiap hari kamu harus terus mensyukuri bahwa kamu masih diberikan kehidupan di dunia ini. Karena nikmat sehat dan umur panjang tidak semua orang bisa merasakannya.

Maka dari itu, pagi hari saat kamu bangun tidur, hal pertama yang harus kamu syukuri adalah kamu masih bisa bernafas dan dalam keadaan sehat saat terbangun dari tidur.

2. Senantiasa menyadari bahwa hidup di dunia ini tidak ada yang seimbang dan penuh dengan cobaan

Selama jiwa dan raga kamu masih menapaki bumi ini, maka kamu harus selalu bersiap dengan segala ujian yang sudah Tuhan berikan untukmu. Karena itu sebagai bentuk atau cara Tuhan mengenali seberapa taat kamu kepada Tuhanmu saat kamu sedang diuji oleh-Nya.

Maka berpikirlah, bahwa hidup di dunia ini tidak akan pernah seimbang dan pasti akan selalu ada cobaannya.

3. Melihat ke beberapa orang yang diuji lebih berat daripada kamu

Kamu harus selalu melihat ke bawah, ke orang-orang yang ujiannya lebih berat dibandingkan dirimu, namun mereka tetap bisa tersenyum dan ikhlas menerima semuanya.

Hal itu nantinya akan menjadikan kamu merasa lebih beruntung dengan ujian yang masih terbilang kecil dibandingkan orang-orang yang dibawah kamu.

4. Jadikan beban dan masalah hidup sebagai proses mendewasakan diri

Dewasa tidak ditentukan oleh usia seseorang, tetapi dari cara dia menghadapi sebuah masakan dan beban hidup. Jika kamu lolos atau ikhlas menerima beban hidup yang semakin berat itu, maka tingkat kedewasaanmu juga akan semakin bertambah.

Referensi : 4 Cara Menghadapi Masalah Hidup yang Semakin Berat Setiap Harinya






Obat untuk Beban Hidupmu yang Terasa Semakin Berat

Ilustrasi : Obat untuk Beban Hidupmu yang Terasa Semakin Berat

Obat untuk Beban Hidupmu yang Terasa Semakin Berat. Kita semua tahu bahwa setiap orang memiliki masalah hidup masing-masing, yang terlihat bahagia pun sangat mungkin menyimpan duka. Life is never flat, bahkan sangat mustahil jika seseorang tidak memiliki masalah hidup sama sekali. Meskipun terkadang, pengalaman pahit bisa menyebabkan seseorang mengalami trauma psikis dalam jangka panjang. Masalah hidup memang bisa memunculkan pikiran-pikiran negatif yang menyebabkan seseorang menjadi lebih mudah cemas, stress hingga depresi. Agar hal tersebut tidak terjadi, ketika kamu memiliki beban yang terasa berat, cobalah menolong diri sendiri dengan mengurangi luka melalui cara-cara berikut!

Tenangkan Diri dan Terima Keadaan

etika kamu memiliki masalah besar, jangan pernah memutuskan apapun saat kondisimu tidak stabil. Ketika marah atau panik, kamu tidak akan bisa berpikir dengan tenang sehingga salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah menenangkan diri.

Cobalah menerima keadaan, jangan menyesali yang telah berlalu. Kamu perlu ingat bahwa dunia selalu berputar, mungkin saat ini kamu sedang terpuruk namun suatu saat akan ada kebahagiaan yang menantimu.

Tanamkan Pikiran Positif

Terkadang ketika kamu memiliki beban atau masalah yang sangat besar, ada rasa takut dan kecewa. Terkadang kamu ingin marah dengan keadaan, namun apakah hal tersebut bisa menjadi solusi?

Kamu perlu menyemangati diri dengan pikiran-pikiran positif agar masalah yang kamu alami terasa sedikit lebih ringan dari yang kamu bayangkan. Sehingga nantinya kamu bisa berpikir lebih jernih dan mencari solusi terbaik.

Meminta Pendapat Orang Lain

Terkadang untuk menyelesaikan sebuah masalah, kamu juga membutuhkan pendapat orang lain. Kamu bisa membicarakan kesulitanmu dengan orang yang bisa dipercaya. Kalaupun tidak menemukan solusi, menceritakan kesedihanmu pada orang lain bisa mengurangi sedikit beban.

Ingat, Ada Hal-hal yang Memang Diluar Kendalimu

Sembari memulihkan diri, kamu perlu belajar merelakan hal-hal yang memang tidak bisa dikendalikan. Karena terkadang kamu sudah berjuang penuh, namun ada saja kendala atau hambatan-hambatan dalam hidup. Kamu hanya perlu menjadikannya pelajaran dan melatih diri agar lebih kuat ke depannya.

Tulis Ketakutanmu Pada Selembar Kertas

Coba tulis dan urutkan apa saja ketakutanmu pada selembar kertas mulai dari poin 1 dan seterusnya. Terkadang apa yang kamu takutkan belum tentu benar-benar terjadi bahkan ketika kamu menuliskannya, ketakutan-ketakutan itu tidak memenuhi selembar kertas pun atau hanya beberapa poin saja.

Karena sesuatu yang menakutkan ketika dibayangkan terasa mencekam dan membuatmu semakin depresi. Jadi cobalah mengutarakannya ke secarik kertas, nantinya kamu akan merasa lebih lega.

Tetap Jalani Hidup dengan Baik

Meskipun kamu sedang memiliki masalah, tetap jalani hidupmu dengan baik. Hindari mengurung diri di suatu tempat karena akan membuatmu semakin stres. Tetap melakukan kegiatan-kegiatan yang biasa kamu lakukan, tetap bertemu sahabat, melakukan hobi dan lain-lain.

Bahkan kamu juga perlu melakukan hal-hal baru, seperti mencoba belajar meditasi agar tubuh semakin rileks dan mengurangi stres, mengubah gaya rambut, melakukan spa di salon, menonton film favorit atau kegiatan-kegiatan lain yang memberikan energi positif dan mengubah suasana hati kamu menjadi lebih baik. Tips-tips di atas adalah pertolongan pertama untuk dirimu ketika memiliki beban yang sangat berat. Tetap semangat dan jadikan bebanmu sebagai pelajaran berharga,


Lakukan 5 Hal Ini Ketika Kamu Merasa Beban Hidup Terlalu Berat

Ilustrasi : Lakukan 5 Hal Ini Ketika Kamu Merasa Beban Hidup Terlalu Berat

Lakukan 5 Hal Ini Ketika Kamu Merasa Beban Hidup Terlalu Berat. Hidup dipenuhi oleh banyak beban rasanya memang begitu berat. Kamu harus menghadapi masalah demi masalah dalam hidupmu yang tidak pernah selesai. Setiap hari beban yang ada pun semakin besar dan kamu merasa tidak mampu lagi menghadapinya. Pikiranmu juga terasa buntu saat mencari solusi dari setiap masalah. 

Beban hidup yang berat akan membuatmu semakin lemah, tetapi tetaplah percaya pada dirimu sendiri. Setiap kekurangan pasti ada kelebihannya. Begitu juga setiap masalah akan ada solusinya. Yakinkan dirimu untuk kuat dan lakukan 5 hal ini saat merasa beban hidup semakin berat!

1. Step by step, selesaikan masalahmu mulai dari yang paling mudah

Langkah pertama, catat semua masalah yang ada kemudian urutkan dari yang paling mudah. Mungkin terasa janggal ketika kamu mulai menulis setiap masalah yang kau hadapi. Namun ini dapat memberimu kekuatan untuk mencari solusi dari tiap-tiap beban yang ada. Ketika selesai satu masalah, kamu akan semakin antusias dan semangat menghadapi masalah yang lain. 

2. Terapkan ilmu sedekah, apa yang kamu berikan akan kembali padamu

Lakukan 5 Hal Ini Ketika Kamu Merasa Beban Hidup Terlalu BeratPixabay.com/Pexels

Sedekah menjadi salah satu cara untuk meringankan beban dalam hidupmu. Jangan pernah takut untuk berbagi kepada orang lain yang membutuhkan. Karena semakin banyak yang kau berikan, maka semakin banyak pula kebaikan yang akan kau dapatkan. Bisa jadi sedekah membuka jalan keluar dari masalah yang kau hadapi. 

Sedekah menjadi salah satu cara untuk meringankan beban dalam hidupmu. Jangan pernah takut untuk berbagi kepada orang lain yang membutuhkan. Karena semakin banyak yang kau berikan, maka semakin banyak pula kebaikan yang akan kau dapatkan. Bisa jadi sedekah membuka jalan keluar dari masalah yang kau hadapi. 

3. Buatlah keputusan dari pilihan yang tidak pernah kau bayangkan selama ini

Mungkin dari terbatasnya pilihan yang tersedia, ada satu pilihan yang begitu kau takutkan. Bahkan tidak pernah kau bayangkan selama ini. Di sinilah kamu harus keluar dari zona aman atas masalah yang sedang terjadi. Meskipun pilihan yang akan kau pilih membuat hidupmu kurang nyaman, tetapi bisa jadi sebuah jalan keluar dari beban hidup yang kau tanggung. Berani mengambil pilihan yang berbeda juga mengubahmu lebih baik lagi ke depan. 

4. Sederhanakan ekspektasi dalam hidupmu

Kamu bebas bermimpi dan bercita-cita setinggi mungkin. Namun dalam menghadapi kenyataan dalam hidup, turunkan ekspetasi tinggi yang selama ini mengekangmu. Bebanmu akan semakin berat ketika khayalanmu tentang keindahan hidup tak bisa kau dapatkan. Berpikirlah realistis, bahwa hidup juga butuh kekurangan untuk mengimbangi kelebihan yang kita miliki.

5. Bebanmu akan terasa ringan jika kamu bersabar

Ketika masalah yang ada semakin besar, maka tidak ada pilihan lain selain bersabar menghadapinya. Yakinlah bahwa dengan bersabar, semua beban akan terasa ringan. Meskipun tidak mudah, kamu harus belajar melatih kesabaran dalam dirimu. Akan ada waktu dimana masalah akan selesai dengan sendirinya, maka kesabaran begitu penting dalam masa penantian waktu yang indah tersebut.

Meski beban terasa semakin berat, tetaplah tenang dan mulailah melangkah mencari solusi atas setiap masalah. Usahamu untuk terbebas dari beban tersebut tidaklah sia-sia. Kamu akan mendapatkan kemudahan setelah banyaknya kesulitan yang kamu alami. 

Referensi : Lakukan 5 Hal Ini Ketika Kamu Merasa Beban Hidup Terlalu Berat














Hentikan Segera, 5 Sikap yang Akan Membuat Beban Hidup Semakin Berat

Ilustrasi : Hentikan Segera, 5 Sikap yang Akan Membuat Beban Hidup Semakin Berat

Hentikan Segera, 5 Sikap yang Akan Membuat Beban Hidup Semakin Berat. Beban hidup adalah hal yang ingin dihindari hampir semua orang, betul? Rata-rata, jika ditanya hampir tak ada orang yang ingin memiliki beban dalam hidupnya. Sebab, memiliki beban hidup berarti ada masalah yang harus ditanggung dan dihadapi. Lantas, apa sih penyebab beban hidup yang tak diinginkan ini sering menumpuk dan makin berat dari hari ke hari?

Salah satu penyebab utamanya adalah sikap kita terhadap beban hidup tersebut. Perlu disadari, sikap kita ternyata punya peran penting dalam menyelesaikan beban hidup yang ditanggung. Oleh karena itu, perlu diketahui bahwa 5 sikap berikut akan membuat beban hidup semakin berat. 

1. Sikap mengeluh tanpa henti, bahkan pada hal-hal sepele yang sebenarnya tak perlu dipersoalkan

Sikap mengeluh merupakan salah satu sikap yang sering membuat beban hidup terasa semakin berat berkali-kali lipat. Sikap mengeluh cenderung membuat kita melihat beban dan masalah yang kita alami dalam sudut pandang yang negatif dan berlebihan.

Hal-hal yang tidak perlu dijadikan beban pun akan menjadi beban dan masalah baru jika sikap mengeluh sudah terbiasa dilakukan. Sikap mengeluh juga akan memperbesar beban hidup dengan cara melebih-lebihkan persoalan yang sebenarnya sangat sepele dan mudah diatasi. Jadi, setelah mengetahui hal ini sebaiknya kurangi kebiasaan mengeluh yang mungkin sudah sering dilakukan.

2. Sikap pesimis yang sering tersamarkan menjadi sikap 'realistis'

Pada dasarnya, sikap pesimis yang sering dilakukan akan membuat kita menjadi semakin lemah, tak berdaya dan putus asa. Ya, sikap pesimis erat kaitannya dengan pikiran-pikiran negatif yang selalu muncul di benakmu. Nah, herannya lagi sikap pesimis ini sering tersamarkan menjadi sikap 'realistis' yang tentu saja memiliki makna yang berbeda.

Kalau sikap realistis membuat kita berpikir lebih logis dan objektif, sikap pesimis akan membuat kita selalu berpikir dari sudut pandang negatif tanpa ada dasar atau alasan yang kuat. Jadi, mulailah untuk mengurangi sikap pesimis dengan cara yang tepat agar sikap bijak dan optimis dalam dirimu bisa muncul dan berkembang dengan baik.

3. Sikap temperamental yang membuat keadaan semakin kacau

Tanpa disadari, beban hidup yang tak terkendali sering mengubah sifat dan karakter seseorang menjadi lebih negatif dari sebelumnya. Salah satunya bisa terlihat dari kemunculan sikap temperamental yang selama ini mungkin tersembunyi. Penting dipahami kalau kemarahan yang meledak-ledak akan membuat keadaan semakin kacau dan tidak nyaman.

Efek negatif dari sikap temperamental tersebut adalah masalah yang ada menjadi tak kunjung selesai dan hubungan dengan orang-orang terdekat pun akan memburuk. Kalau sudah seperti itu, bukankah sangat jelas kalau sikap temperamental justru akan semakin memperberat beban hidup?

4. Sikap ceroboh dan terburu-buru akan membuat situasi semakin rumit dan tak terkendali

Ini juga sikap yang perlu diperhatikan sebelum menjadi tambah parah, yakni sikap ceroboh dan terburu-buru. Hadirnya berbagai persoalan dan beban hidup mungkin membuat kita menjadi sering tidak berpikir dengan jernih. Akibatnya, kita pun menjadi lebih ceroboh dalam bertindak dan sering membuat keputusan yang terburu-buru.

Kedua sikap ini akan membuat situasi semakin rumit dan tak terkendali, apalagi jika kita tak pernah menyiapkan rencana atau solusi alternatif jikalau keputusan dan tindakan yang kita lakukan ternyata tidak sesuai harapan. Jadi, sebaiknya lebih teliti dan berhati-hati ya!

5. Sikap berusaha menyenangkan semua orang akan berujung pada kesia-siaan yang melelahkan

Sikap terakhir ini sudah tentu akan membuat beban hidup terasa semakin berat. Sebab, sikap berusaha menyenangkan semua orang akan sering membuat diri ini merasa cemas terhadap penilaian dan ekspektasi orang lain yang bisa dibilang tak ada habisnya.

Akhirnya apa? Kemungkinan besar, sikap tersebut akan berujung pada kesia-siaan yang melelahkan dan menguras energi. Kita memang sudah seharusnya berusaha yang terbaik, namun bukan berarti harus selalu sempurna sesuai tuntutan dan keinginan orang lain, 'kan? Jadi, jangan pernah biarkan sikap ini membuatmu semakin menderita dan terbebani ya.

Nah, itulah kelima sikap yang akan membuat beban hidupmu semakin berat. Coba renungkan hal ini dengan baik, apakah selama ini kamu selalu memelihara sikap-sikap di atas sehingga beban hidupmu semakin berat? Kalau jawabannya adalah ya, maka segera ambil langkah tepat untuk mengatasi sikap-sikap tersebut

Referensi : Hentikan Segera, 5 Sikap yang Akan Membuat Beban Hidup Semakin Berat








Kata-kata Bijak Islami Tentang Cobaan Hidup, Bikin Hati Lapang dan Penuh Kedamaian

Ilustrasi : Kata-kata Bijak Islami Tentang Cobaan Hidup, Bikin Hati Lapang dan Penuh Kedamaian

Kata-kata Bijak Islami Tentang Cobaan Hidup, Bikin Hati Lapang dan Penuh Kedamaian. Kata-kata bijak islami tentang cobaan hidup terkadang dibutuhkan untuk memberikan perspektif baru dan menguatkan seseorang. Meski ujian hidup setiap orang berbeda-beda, namun tak ada salahnya berusaha menguatkannya dengan beberapa kata-kata islami yang dipilih hati-hati.

Cobaan hidup, baik fisik maupun non fisik, akan menimpa semua orang, baik berupa lapar, haus, sakit, rasa takut, kehilangan orang-orang yang dicintai, kerugian harta benda dan lain sebagainya.

Cobaan seperti itu bersifat alami, manusiawi, oleh sebab itu tidak ada seorang pun yang dapat menghindar. Yang diperlukan adalah menerimanya dengan penuh kesabaran, seraya memulangkan segala sesuatunya kepada Allah SWT.

Kata-kata Bijak Islami Tentang Cobaan Hidup yang Menguatkan

1. "Jangan menyerah! Allah sedang melatih kesabaranmu. Tetaplah bersyukur atas segala cobaan yang menimpamu. Jika kamu sedang diuji, itu berarti kamu sedang disempurnakan."

2. "Jangan biarkan cobaan yang menimpa menghancurkan hidupmu. Dengan sabar dan iman, kamu harus bisa melewatinya dan menjadi orang yang lebih baik." – Mufti Ismail Menk

3. "Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran. Dan sesudah kesulitan pasti akan ada kemudahan." - HR. Tirmidzi

4. "Ingatlah bahwa sebuah musibah yang membawamu semakin dekat kepada Allah itu lebih baik daripada nikmat yang membuatmu semakin menjauh dari Allah. " – Dr. Bilal Philips

5. "Sebuah masalah merupakan tamu yang tak diundang didalam kehidupan kita, dan kita harus perlakukan dia sebaik mungkin, maka kita juga akan diperlakukan dengan baik olehnya."

6. "Orang yang kuat bukan mereka yang selalu menang. Melainkan mereka yang tetap tegar saat terjatuh." - Abdullah Gymnastiar

7. "Kesabaran adalah ketika hati tidak merasa marah terhadap apa yang sudah ditakdirkan, dan mulut tidak mengeluh." - Ibnu Qayyim

8. "Ya Allah, jangan biarkan aku berpaling dari-Mu. Tak peduli seberapa banyak cobaan dan kesulitan yang Engkau berikan, biarkanlah kesulitan ini membuatku menjadi seorang muslim yang lebih kuat dan lebih ikhlas kepada-Mu.

9. "Hai anak Adam, jika kamu mampu bersabar dan ikhlas saat tertimpa masalah, maka Aku tidak akan meridai bagimu sebuah pahala kecuali surga." - HR. Ibnu Majah

10. "Cobalah pahami musibah sebagai teguran halus Allah kepada kita, agar kita jauh lebih dekat dan makin dekat lagi dengan Yang Maha Kuasa." – Uje

11. "Berdoalah, Allah mendengarmu. Bersabarlah, karena Allah akan menjawab doamu pada waktu yang tepat."

12. "Musibah bagaikan air keruh, semakin kau aduk semakin keruh. Maka bersabar dan tenanglah dalam menghadapi masalah, karena sebentar lagi dia kan jernih."

13. "Berusahalah dengan sebuah harapan yang kamu impikan, dan dampingilah usaha tersebut dengan kesabaran dan keikhlasan."

14. "Sabar terhadap orang lain adalah cinta, sabar terhadap diri sendiri adalah harapan, dan sabar terhadap Allah SWT adalah keyakinan."

15. "Petunjuk tidak bisa dicapai kecuali dengan pengetahuan, dan arah tujuan yang benar tidak bisa dituju kecuali dengan kesabaran." - Ibnu Taimiyah

16. "Sabar bukan berarti bersikap pasif dan menunggu datangnya sebuah keajaiban. Akan tetapi, sabar adalah melakukan segala kemungkinan untuk mengubah situasi yang sedang menimpamu. Kemudian, serahkan sisanya pada Allah SWT.

17. "Jangan pernah menjadikan sebuah masalah menjadi beban hidup, jadikanlah masalah tersebut sebagai acuan untuk kamu bisa maju."

18. "Kesabaran bukan berarti diam tak bergerak saat ditimpa musibah. Tapi sabar adalah aktif bergerak mencari kebaikan saat musibah datang."

19. "Tetaplah tersenyum ketika sedang sedih dan memaafkan ketika dikecewakan, karena Allah menyukai orang mampu bersabar ketika menghadapi cobaan.

20. "Di dalam hidup yang perlu kamu lakukan adalah berusaha dan berdoa kepada Tuhan, dan hasilnya tergantung dengan apa yang telah kamu lakukan."

21. "Dan sungguh Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui siapa orang-orang yang bersungguh-sungguh dan bersabar di antara kalian." – (Q.S Muhammad: 31)

22. "Mengeluh tidak akan pernah bisa memperbaiki keadaan, bersemangatlah dalam menjalani hidupmu dengan ikhlas dan kesabaran."

23. "Tidak semua musibah adalah azab. Beberapa di antaranya adalah karena rahmat Allah untuk membawa kita kembali kepada-Nya."

24. "Allah menguji setiap orang dengan ujian yang berbeda-beda, karena setiap orang memiliki tingkat kesabaran, toleransi, dan keimanan yang berbeda."

25. "Ujian atau cobaan akan membawamu semakin dekat kepada Allah atau justru menjauhkan kamu dari Allah, pilihan ada di tangan kamu. "– Boona Mohammed

26. "Cara untuk meringankan penderitaan ketika ditimpa kesusahan dan musibah. Sadari bahwa itu telah ditakdirkan, itu hanya sementara, bisa saja lebih buruk dari itu, agamamu masih selamat, serta sadari bahwa banyak pahala yang akan kamu raih dengan musibah tersebut." – Sheikh Ahmad Musa Jibril

27. "Dan sungguh akan Kami berikan ujian atau cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar." – (Q.S Al-Baqarah: 155)

28. "Sesungguhnya, sesudah kesulitan itu ada kemudahan." – (Q.S Al-Insyirah: 5)

29. "Jika Allah membawamu ke dalam suatu kondisi (cobaan), Dia juga akan memberimu jalan untuk melaluinya."

30. "Kebahagiaan dan kegembiraan membuatmu tetap manis. Ujian dan kesengsaraan membuatmu kuat. Kesedihan dan air mata membuatmu menjadi manusia. Kegagalan dan kekecewaan membuatmu rendah hati."

31. "Barangkali cobaan ini tidak akan berakhir sampai kita bisa mengambil pelajaran dari cobaan yang menimpa kita."

32. "Hanya Allah yang mampu mengubah kekacauan menjadi sebuah pesan, ujian menjadi kesaksian, cobaan menjadi kemenangan, dan korban menjadi juara."

33. "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." – (Q.S Al-Baqarah: 286)

34. "Dan kami jadikan sebagian kalian cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kalian bersabar?" – (Q.S Al-Furqan: 20)

35. "Jika kamu menghadapi begitu banyak kesulitan dalam hidup, yakinlah akan hal ini, 'Allah sedang melatihmu untuk kemenangan yang besar'."

36. "Dan ketahuilah, bahwa harta dan anak-anakmu hanyalah sebagai cobaan. Dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar." – (Q.S Al-Anfal: 28)

37. "Menghindari godaan untuk berbuat dosa dan bersabar menghadapainya, itu lebih berat daripada bersabar ketika menjalani cobaan dari Allah." – Ibnu Taimiyah

38. "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal itu amat buruk bagimu. Allah maha mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." – (Q.S Al-Baqarah: 216)

39. "Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan." – (Q.S Al-Anbiya: 35)

40."Jalan kebenaran selalu dimulai dengan cobaan dan kesengsaraan. Kemudian datanglah masa kesabaran dan tawakkal kepada Allah. Dan berakhir dengan pencerahan, bimbingan dan kemenangan." – Ibnu Qayyim

Referensi : Kata-kata Bijak Islami Tentang Cobaan Hidup, Bikin Hati Lapang dan Penuh Kedamaian