This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Rabu, 10 Agustus 2022

Pernah Alami Ini Saat Sholat, Artinya Ada Setan Mengganggu di Dekatmu

Pernah Alami Ini Saat Sholat, Artinya Ada Setan Mengganggu di Dekatmu. Ibadah sholat adalah salah satu kewajiban umat Islam yang tak boleh ditinggalkan.  Perintah sholat terdapat dalam berbagai Al Quran dan hadits, sholat juga merupakan bagian dari salah satu rukun Islam yang wajib kita penuhi setelah syahadat. Ibadah salat menunjukkan bahwa kita taat kepada Allah SWT.  Di dalam salat itu ada zikir serta doa yang dipanjatkan ketika menghadap Allah SWT.

Di momen sujud itulah, kita bisa berkata dan berkomunikasi kepada Allah SWT. Dalam doa itulah, kita bisa mengungkapkan keinginan dan permohonan kita, sekaligus mengucapkan syukur kepada Allah atas segala nikmat dari-Nya. Mengingat pentingnya ibadah sholat ini, maka kita sebagai umat Islam tidak seharusnya melaksanakan ibadah sholat dengan asal-asalan. Kita harus mengerjakan ibadah sholat ini dengan ikhlas dan khusyu menghadap Allah SWT.

Namun, tak sedikit dari kita sulit mencapai kekhusyukan dalam salat karena berbagai faktor, salah satunya gangguan setan. Setan akan selalu menggoda dan menyesatkan manusia sampai hari kiamat, sekalipun saat umat muslim menunaikan salat. Apabila kalian pernah mengalami hal-hal berikut ini saat sedang sholat, ini pertanda ada setan mengganggu di dekatmu.

Susah fokus saat sholat

Tidak fokus saat melaksanakan salat menjadi salah satu pertanda bahwa setan sedang bersamanya.  Tidak fokus saat salat terjadi ketika ada hal-hal yang mencuri perhatian kita saat sholat. Misalnya handphone berdering, memikirkan kendaraan yang sedang diparkir karena takut hilang dan banyak lain sebagainya. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, ia berkata "Saya bertanya kepada Rasulullah tentang hukum menengok ketika sholat. Rasulullah SAW menjawab itu adalah curian setan atas salah seorang hamba" (HR. Bukhari). 

Orang yang sholatnya tergesa-gesa.  Karena ingin mengerjakan hal lain tak jarang seseorang salat dengan tergesa-gesa.  Sebaiknya kebiasaan ini dihindari karena ini juga pertanda bahwa Anda sedang bersama setan. Rasulullah SAW melarang umatnya melakukan hal itu.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda;  "Sejahat-jahat pencuri adalah yang mencuri dari shalatnya. Para sahabat bertanya, wahai Rasulullah bagaimana mencuri dari salat? Rasulullah berkata Dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya" (HR. Ahmad).

Orang yang merasa ragu buang angin

Hal ini sering dialami oleh banyak orang saat selesai wudhu atau tengah sholat tiba-tiba terasa seperti buang angin. Tapi ternyata perasaan ragu buang angin atau tidak merupakan sebuah gangguan yang setan hembuskan untuk melakukan salat seseorang. Rasulullah SAW bersabda; "Jika salah seorang diantara kalian merasakan hal itu maka janganlah membatalkan salatnya hingga dia mendengar suaranya atau mencium baunya tanpa ragu" (HR. Ahmad).

Wanita yang sholat ke Masjid pakai wangi-wangian.  Wanita yang ke masjid dengan menggunakan wewangian juga didekati oleh setan.  Dengan aroma-aroma tersebut setan justru lebih mudah untuk membuat sholat orang yang ada di sekitar wanita yang memakai wewangian agar tidak khusyuk.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya; "Jika salah satu dari kalian (para wanita) hendak ke masjid maka janganlah sekali-kali menyentuh wewangian" (HR. Muslim).

Orang yang was-was dalam niat 

Orang pertama yang bersama setan saat sholat adalah mereka yang merasa was-was dalam niat. Biasanya perasaan waswas ini akan berlangsung hingga saat salat. Hal itu membuat orang ragu terkait rukun sholat yang seharusnya dijalankannya misalnya lupa jumlah rakaat dan lupa bacaan. Ini terjadi bisa karena setan yang menggoda dengan menghembuskan waswas dan subhat dalam diri manusia 

Sama halnya ketika setan menggoda Nabi Adam dan Siti Hawa untuk memakan buah khuldi. Allah SWT berfirman dalam QS. Thaha ayat 120. "Kemudian setan membisikkan pikiran jahat (waswas) kepadanya dengan berkata 'wahai Adam maukah Saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi (kekekalan) di jalan dan kerajaan yang tidak binasa". Orang yang memikirkan banyak hal

Seringkali ketika sholat, sebagian dari kita mungkin teringat sesuatu hal.  Setan tidak akan membiarkan manusia sholat dengan khusyuk. Mereka dengan menghadirkan banyak pikiran di kepala manusia. Imam Hanafi semasa hidup didatangi seseorang yang lupa meletakkan sesuatu barang. Imam Hanafi kemudian menyuruhnya untuk sholat dengan khusyuk sepanjang malam dan berdoa kepada Allah agar barang yang hilang dapat ditemukan.

Saat menjalankan perintah tersebut ternyata baru setengah malam saja orang yang kehilangan barang tadi bisa mengingat dimana ia meletakkan barangnya. Keesokan harinya, seseorang itu bertanya kepada Imam Hanafi mengapa demikian. Imam kemudian menjawab bahwa setan tidak akan senang apabila seorang hamba khusyuk dalam shalatnya sehingga setan akan membuatnya mengingat apa yang ia lupakan.

Referensi : Pernah Alami Ini Saat Sholat, Artinya Ada Setan Mengganggu di Dekatmu










10 Cara Agar Tidak Malas Sholat, Perlu Dicoba untuk Mengusir Kemalasan dalam Ibadah

Ilustrasi : 10 Cara Agar Tidak Malas Sholat, Perlu Dicoba untuk Mengusir Kemalasan dalam Ibadah

10 Cara Agar Tidak Malas Sholat, Perlu Dicoba untuk Mengusir Kemalasan dalam Ibadah. Lakukan cara-cara berikut untuk mengatasi rasa malas untuk sholat. Sholat termasuk bentuk komunikasi seorang hamba dengan Allah SWT. Setiap hari umat Muslim diwajibkan menjalankan ibadah sholat fardhu sebanyak lima kali yaitu sholat Shubuh, Dhuhur, Ashar, Magrhrib, dan Isya. Selain sholat fardhu, ada pula sholat sunnah yang juga dianjurkan untuk dilaksanakan, seperti sholat tahajud, sholat dhuha dan sholat witir.

Ibadah tersebut tentu saja bernilai pahala dan memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam. Meskipun demikian, ada kalanya rasa umat Islam dilanda rasa malas. Sekedar meluangkan waktu 5 sampai 10 menit untuk sholat pun terasa sangat sulit.

cara agar tidak malas sholat. Sebab kita semua pasti pernah mengalami momen-momen malas untuk mengerjakan sholat.

Untuk mengatasinya, kamu bisa menerapkan beberapa cara agar tidak malas menjalankan sholat berikut ini. Artikel ini telah Dream rangkum dari berbagai sumber, dan tidak ada salahnya kamu mencobanya untuk menghilangkan rasa malas saat hendak sholat.

1. Memahami Manfaat Sholat

Sebenarnya sholat tidak hanya berfungsi sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di samping itu, sholat memiliki manfaat yang luar biasa, baik dari segi kesehatan fisik maupun kesehatan mental seseorang.

Sementara di antara kita mungkin masih banyak yang belum memahami manfaat sholat yang luar biasa tersebut. Sehingga bermalas-malasan untuk mengerjakan sholat. Bahkan tidak sedikit yang menganggap bahwa sholat hanya membuang waktu saja.

Memahami manfaat sholat menjadi satu cara agar tidak malas sholat. Sebab dari sisi kesehatan, setiap gerakan dalam sholat bisa membuat tubuh lebih sehat. Selain itu, dari sisi psikologis, sholat bermanfaat membuat hati lebih tentram dan terhindari dari pemikiran negatif serta kotor.

2. Sholat Tepat Waktu

Salah satu cara agar tidak malas sholat adalah dengan mengerjakan sholat tepat pada waktunya. Biasanya menunda-nunda sholat hanya akan menyebabkan kemalasan yang berkepanjangan.

Sebab menunda sholat hanya akan membuat kita semakin lupa dan lama kelamaan menjadi malas untuk sholat. Hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan sholat tepat waktu. Ketika hendak berpergian kemudian terdengar kumandang adzan, sebaiknya kerjakan sholat terlebih dahulu baru kemudian melanjutkan aktivitas. Selain itu aturlah jadwal pertemuan atau pekerjaan agar tidak berbenturan denganw aktu sholat.

3. Menganggap Sholat Sebagai Aktivitas Penting

Cara agar tidak malas sholat selanjutnya adalah dengan menganggap sebagai prioritas dalam hidup. Dengan begitu tidak ada alasan bagi kita untuk mengabaikannya, karena sudah menyatu dalam kegiatan sehari-hari kita.

Sementara di luar sana banyak orang menjadikan sholat sebagai hal yang sepele. Maka tak heran mereka juga malas mengerjakan sholat.

Padahal sholat adalah ibadah yang sangat penting bagi umat Islam. Maka dari itu, mulai sekarang mari kita menganggap sholat sebagai kebutuhan dan aktivitas yang sangat penting. Dengan begitu kita akan sadar bahwa sholat tidak layak untuk ditinggalkan.

4. Lakukan Secara Bertahap Namun Pasti

Cara agar tidak malas sholat tentu susah dilakukan oleh orang-orang yang sudah malas menjalankan sholat sejak awal. Kelompok demikian itu tidak bisa langsung dipaksa untuk rutin menjalankan sholat.

Perlu proses untuk membangun kembali semangat untuk mengerjakan sholat di dalam hatinya. Proses ini dilakukan secara bertahap namun pasti.

Dengan menanamkan keimanan dan kebiasaan sholat tepat waktu, akan membuat seseorang lebih semangat mengerjakan sholat. Pelan tapi pasti, lambat laun akan rutin melakukan sholat fardhu setiap hari sebanyak lima kali.

5. Niat dengan Tulus

Cara agar tidak malas sholat yang selanjutnya adalah harus dengan niat yang tulus dan ikhlas. Kebanyakan orang yang malas mengerjakan sholat adalah orang yang tidak tulus dengan niatnya. Ada orang mengerjakan sholat karena niatnya bukan untuk Allah, melainkan agar bisa disayang mertua, disayang atasan, atau agar ingin kelihatan taat.

Padahal niat-niat yang seperti itu justru merusak hakikat sholat itu sendiri. Niat yang salah akan membuat orang menjadi sombong dan riya' dalam ibadahnya.

Maka dari itu, biasakan diri untuk berniat sholat dengan tulus dan ikhlas tanpa ingin dipuji atau niat lainnya. Niatkan sholatmu hanya untuk Allah SWT.

6. Berkawan dengan Orang Saleh dan Rajin Sholat

Sadar atau tidak, lingkungan pertemanan sangat mempengaruhi kepribadian dan kebiasaan ibadah kita. Seperti kata pepatah, kebiasaan buruk itu lebih mudah menular. Maka dari itu, sebaiknya kita memilih lingkungan pertemanan yang sehat dan rajin ibadah dengan tulus.

Hal ini sebagai salah satu cara agar kita tidak malas mengerjakan sholat. Jika berteman dengan orang saleh dan rajin sholat, setidaknya ada orang-orang yang mengingatkan kita untuk mengerjakan sholat. Syukur-syukur ada orang yang mengajak sholat berjamaah.

Nah, tunggu apa lagi, carilah lingkungan pertemanan yang memerhatikan ibadah sholat, maka dengan sendirinya kamu akan mengikuti kebiasaan tersebut.

7. Memasang Pengingat Waktu Sholat

Meski sudah menjadi kewajiban umat Islam, tak jarang di antara kita lupa waktu sholat. Penyebabnya bisa karena kesibukan atau bahkan ketiduran. Seiring perkembangan teknologi yang semakin maju, lupa waktu sholat sudah bukan alasan lagi. Sebab ada fitur alarm pada ponsel pintarmu yang akan selalu mengingatkanmu untuk sholat ketika sudah masuk waktunya.

Maka dari itu, pasanglah alarm pada gadgetmu agar secara otomatis akan mengingatkanmu untuk menjalankan ibadah. Karena jadwal sholat di setiap daerah berbeda-beda, maka agar lebih mudahnya kamu bisa mengatur lokasi daerah kamu berada. Maka dengan otomatis aplikasi tersebut akan menampilkan jadwal sholat di daerah tersebut dan menyalakan pengingat shalat ketika waktunya sudah tiba.

8. Anggaplah Dunia Hanya Sementara

Cara agar tidak malas sholat yang selanjutnya adalah dengan menanamkan pemahaman ke alam bawah sadar bahwa dunia ini hanya sementara, sedangkan akhirat kekal adanya.

Sebab banyak orang yang meninggalkan sholat hanya untuk mengejar urusan duniawi. Padahal, urusan dunia hanya sementara sedangkan urusan akhirat adalah abadi.

Ketika di akhirat nanti, semua umat manusia akan dimintai pertanggungjawaban amalnya di dunia. Dan amal yang akan dihisap pertama kali adalah sholat. Dengan begitu, segera dan perbanyaklah sholat untuk menambah amalanmu di akhirat. Jangan lupa menyempurnakannya dengan selalu berbuat kebajikan kepada sesama makhluk.

Cara Agar Tidak Malas Sholat Lainnya

9. Percaya Adanya Hari Pembalasan

Kisah tentang siksa neraka bukan sekedar dongeng sebelum tidur. Siksa neraka adalah kabar dari Allah SWT kepada umat manusia untuk memerhatikan setiap amal perbuatannya.

Jika melakukan perbuatan buruk, maka akan diganjar di hari pembalasan nanti dengan siksa yang amat pedih. Melanggar ketentuan Allah dan tidak melaksanakan kewajiban, termasuk meninggalkan sholat fardhu, diancam akan menerima siksa di hari pembalasan. Na'udzubillah min dzalik.

Jika kamu disibukkan dengan dunia, maka ingatlah kembali bahwa dunia hanya tipuan belaka. Jangan sampai kita terperdaya olehnya dan menyesali setelah kita tidak ada di dunia. Sebagai umat Muslim, memercayai siksa neraka sebagai upaya agar kita berpikir ulang untuk meninggalkan sholat.

10. Membaca Buku Keislaman

Cara agar tidak malas sholat yang terakhir adalah memperdalam pemahaman kita tentang agama Islam. Pemahaman yang baik akan melahirkan kebiasaan yang baik dalam hal ibadah.

Membaca buku-buku keislamann akan membuat kita semakin cinta dengan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW ini. Pemahaman dan wawasan tentang akhirat akan bertambah sehingga kita akan semakin rajin untuk melakukan sholat tepat pada waktunya, lebih baik lagi jika berjamaah.

Referensi : 10 Cara Agar Tidak Malas Sholat, Perlu Dicoba untuk Mengusir Kemalasan dalam Ibadah










7 Cara Menghilangkan Rasa Malas yang Mudah Anda Lakukan

Ilustrasi : 7 Cara Menghilangkan Rasa Malas yang Mudah Anda Lakukan

7 Cara Menghilangkan Rasa Malas yang Mudah Anda Lakukan. Rasa malas bisa menghambat aktivitas yang Anda lakukan. Kondisi ini juga bisa memicu kebiasaan malas gerak alias mager yang berujung pada berbagai masalah kesehatan. Lantas, bagaimana cara untuk menghilangkan rasa malas ini?  Mengapa rasa malas bisa muncul?  Pada umumnya, orang malas bisa diartikan dengan sengaja tidak melakukan kegiatan yang sebenarnya bisa dia lakukan.

Rasa malas bisa terjadi akibat sejumlah alasan, seperti target yang tidak realistis, menginginkan hasil sempurna (perfeksionis), atau tidak menyusun rencana.

Beberapa peneliti dari University of Oxford, seperti dikutip dari Live Science,juga mengatakan bahwa rasa malas ternyata lebih banyak dipengaruhi oleh faktor biologis, bukan terkait psikologis saja.

Untuk mengetahui hal ini, peneliti melakukan pemindaian magnetic resonance imaging (MRI) untuk meneliti aktivitas otak yang memengaruhi motivasi dan rasa malas.

Saat seseorang memutuskan untuk melakukan sesuatu, bagian korteks pra-motortik otak cenderung menyala tepat sebelum titik lain pada otak yang mengendalikan gerakan menjadi aktif.

Sebaliknya, pada orang malas, korteks pra-motorik ini tidak menyala akibat koneksinya terputus.

Para peneliti menduga bahwa koneksi otak yang menghubungkan “keputusan untuk melakukan sesuatu” menjadi tindakan nyata ternyata kurang efektif pada orang malas.

Otak pada orang malas harus bekerja lebih keras untuk mengubah keputusan yang diambil menjadi tindakan nyata. Ini jelas membutuhkan lebih banyak energi.

Tim peneliti neurologi Masud Husain dari University of Oxford

Sebuah studi terpisah dalam jurnal Cerebral Cortex (2015) juga menemukan bahwa kadar dopamin pada otak berdampak pada motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu.

Pekerja keras biasanya memiliki tingkat dopamin yang tinggi. Sementara itu, tingkat hormon yang rendah berkaitan dengan penurunan motivasi atau rasa malas.

Berbagai cara menghilangkan rasa malas

Rasa malas akan membuat produktivitas menurun. Oleh karena itu, berikut ini beberapa cara menghilangkan rasa malas yang bisa Anda lakukan.

1. Tetapkan target yang bisa dicapai

menulis bahagia

Rasa malas biasanya disebabkan oleh kurangnya motivasi untuk melakukan sesuatu. Ini bisa Anda atasi dengan menetapkan target atau tujuan.

Meski begitu, target yang tidak realistis malah membuat Anda kewalahan. Akibatnya, ini akan memadamkan semangat dan keinginan untuk menyelesaikan aktivitas tersebut.

Selalu usahakan untuk menetapkan target yang lebih kecil dan bisa dicapai sesuai kemampuan Anda. Hal ini dipercaya bisa menjadi salah satu cara melawan rasa malas.

2. Jangan terlalu perfeksionis

Sebuah analisis dalam Psychological Bulletin (2017) mengungkapkan bahwa mahasiswa kian mengalami peningkatan perfeksionisme selama bertahun-tahun.

Lingkungan kerja yang menuntut kesempurnaan ini menjadikan anak muda lebih kompetitif. Ini sebabnya mereka menjadi lebih kritis terhadap diri sendiri.

Bahkan, tidak jarang perfeksionisme menyebabkan depresi dan rasa malas dalam tingkat tinggi.

Maka dari itu, Anda sebaiknya tidak melulu berekspektasi terlalu tinggi selama menjalani aktivitas. Mengincar kesempurnaan malah bisa memadamkan semangat Anda saat menemui masalah yang tak kunjung usai.

3. Susun rencana kegiatan

Salah satu cara untuk menghilangkah rasa malas ialah dengan menyusun rencana. Dalam mencapai target, rencana tidak kalah penting dari niat dan semangat.

Bersikap realistis dengan melihat kemampuan dan waktu yang Anda miliki sangat penting untuk memenuhi target.

Menyusun rencana akan memberikan Anda arahan dan meningkatkan kepercayaan diri, terutama saat menghadapi rintangan sepanjang prosesnya.

4. Hargai setiap prosesnya

Jika Anda berhasil mencapai target-target kecil dalam rencana Anda, hargailah usaha ini dengan merayakannya.

Cara ini dapat membantu meningkatkan motivasi dan melawan rasa malas sehingga Anda bisa mendapatkan kesuksesan dalam jangka panjang.

Ambil contoh, ketika Anda mencapai nilai ujian yang memuaskan, bahagiakan diri sendiri dengan hal-hal positif, seperti makan makanan yang enak.

Hal ini akan terus membuat Anda bersemangat untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

5. Minta bantuan orang lain

Cara lainnya untuk menghilangkan rasa malas yakni dengan meminta bantuan orang lain. Hal ini tentu akan sangat Anda butuhkan saat menemui hambatan.

Meminta bantuan bukan tanda bahwa diri Anda lemah, melainkan sebagai sebuah upaya untuk mencapai keberhasilan dengan menerima masukan dari orang lain.

Sebagai contoh, meminta bantuan rekan kerja bisa jadi sebenarnya penting dalam membangun hubungan dan meningkatkan motivasi Anda.

Selain itu, melihat hasil dari sudut pandang orang lain dapat membuat kinerja jadi lebih bagus.

6. Penuhi asupan makanan sumber energi

Selain metode di atas, perbaikan gaya hidup juga bisa membantu melawan rasa malas. Anda bisa memulainya dengan memilih asupan makanan bergizi dan kaya energi.

Konsumsi makanan tinggi protein dapat meningkatkan energi dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Ini sekaligua membuat Anda semangat beraktivitas setiap hari.

Beberapa asupan makanan tersebut, antara lain telur, dada ayam, daging sapi, susu, keju, yoghurt, pisang, tahu, dan tempe.

Di samping itu, hindari pula asupan makanan tinggi gula dan lemak. Jenis makanan ini cenderung lambat dicerna dan memicu lonjakan gula darah.

7. Berolahraga rutin

Tanpa Anda sadari, olahraga rutin dapat menjadi cara yang efektif untuk menghilangkan rasa malas.

Hal ini bermanfaat dalam meningkatkan energi, memperbaiki suasana hati, serta mengurangi stres, kecemasan, dan depresi.

Cobalah menyempatkan beberapa menit dalam sehari untuk berolahraga, seperti dengan berjalan kaki atau bersepeda untuk melawan kemalasan tersebut.

Kunci utama dari cara menghilangkan rasa ini malas berasal dari diri sendiri. Jika Anda kekurangan motivasi dan tidak berusaha, tentu pekerjaan tak akan selesai.

Oleh sebab itu, upayakan untuk tetap menjaga semangat supaya tidak turun dan tetap fokus dalam menjalani prosesnya.

Referensi : 7 Cara Menghilangkan Rasa Malas yang Mudah Anda Lakukan






Keutamaan Melaksanakan Sholat Tepat Waktu bagi Umat Muslim

Ilustrasi : Keutamaan Melaksanakan Sholat Tepat Waktu bagi Umat Muslim

Keutamaan Melaksanakan Sholat Tepat Waktu bagi Umat Muslim. Melaksanakan sholat tepat waktu memiliki banyak keutamaan bagi umat muslim. Apa sajakah itu?  Surah Adz Dzariyat ayat 56:

(وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُون)

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”.

Penggalan ayat di atas menunjukkan jika manusia sesungguhnya diciptakan di dunia agar terus beribadah kepada Allah. Maka dari itu, sebaiknya kita sebagai umat manusia berlomba-lomba dalam beribadah dan berbuat amal baik bagi sesama makhluk ciptaan-Nya. Allah pun menjanjikan tempat yang terbaik di sisi-Nya saat hari akhir nanti bagi hamba-Nya yang senantiasa berbuat baik bagi sesama dan rajin beribadah setiap hari. Namun, dalam memenuhi kewajiban beribadah seperti sholat wajib sehari-hari haruslah dilakukan dengan ikhlas dan sesegera mungkin agar mendapatkan keutamaan. Melaksanakan sholat tepat waktu memiliki banyak keutamaan yang jarang diketahui oleh manusia. Padahal, keutamaan yang diberikan oleh Allah bagi hamba-Nya yang bersegera melaksanakan sholat saat adzan dikumandangkan bukanlah hal yang main-main. Berikut adalah keutamaan yang akan didapatkan bagi hamba-Nya yang segera melaksanakan sholat.

Keutamaan Menjalankan Sholat Tepat Waktu

Sebagai ibadah yang wajib dikerjakan lima waktu dalam sehari, sholat merupakan bukti keimanan dan ketaatan seorang Muslim dalam menjalankan perintah Allah SWT. Sholat dianggap tidak sah apabila dikerjakan di luar waktu yang ditetapkan. Berikut keutamaan menjalankan sholat tepat waktu:

1. Allah lebih mencintai perbuatan sholat tepat waktu melebihi berbakti pada orang tua dan pergi berjihad

Dalam Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa “Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah sholat pada waktunya, berbakti kepada orang tua dan jihad di jalan Allah.” Dari hadist tersebut kita dapat mengetahui bahwa, melakukan ibadah sholat tepat pada waktu disebutkan terlebih dahulu jika dibandingkan dengan melakukan bakti pada orang tua dan jihad di jalan Allah. Hal ini membuktikan, bahwasanya Allah memang mencintai perbuatan sholat tepat waktu sebagai wujud cinta dari hamba-Nya kepada Tuhan yang telah menciptakan mereka. Karena ketika manusia sangat mencintai Tuhan-Nya, mereka akan terus mengingat dan mengutamakan panggilan dari Allah untuk beribadah dan serta merta mengesampingkan urusan-urusan lain di dunia.

2. Mendapatkan tempat di surga

Kecintaan Allah pada hamba-Nya yang sering melakukan sholat tepat waktu juga terbukti dengan janjinya untuk membalas mendapatkan ganjaran berupa surga. Diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abu Qatadah bin Rib’iy mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Aku mewajibkan umatmu sholat lima waktu, dan Aku berjanji bahwa barangsiapa yang menjaga waktu-waktunya pasti Aku akan memasukkannya ke dalam surga, dan barangsiapa yang tidak menjaganya maka dia tidak mendapatkan apa yang aku janjikan”.

Kebahagian berupa keindahan surga yang abadi di akhirat nanti. Telah disiapkan oleh Allah bagi hamba-hamba-nya yang senantiasa mengingat Allah dengan menyegerakan sholat di awal waktu. Sekali lagi, Allah tidak akan pernah mengingkari janji kepada hamba-hamba-Nya. Maka dari itu, menyegerakan sholat pada awal waktu adalah salah satu cara bagi kita sebagai hamba-Nya untuk mendapatkan balasan berupa surga.

3. Diampuni dosa-dosanya seperti daun yang berguguran

“Sesungguhnya seorang hamba yang muslim, jika menunaikan sholat dengan ikhlas karena Allah, maka dosa-dosanya akan berguguran seperti gugurnya daun-daun ini dari pohonnya” (HR. Ahmad).

Hadits di atas merupakan suatu bukti bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya saat ikhlas melaksanakan sholat tepat waktu. Bagaimana Allah begitu mencintai orang yang mengesampingkan urusan-urusannya di dunia yang fana ini. Demi menghadap Tuhan-Nya di waktu yang terbaik yakni di awal waktu atau saat adzan pertama kali dikumandangkan.

4. Pahala kebaikan yang amat besar

Pada hadits lainnya juga disebutkan bahwa pahala melaksanakan sholat tepat waktu amatlah besar. Jika saja umat manusia mengetahui pahala yang diterima sangatlah besar. Niscaya mereka akan rela berlomba-lomba melaksanakannya sekalipun harus jalan merangkak dan diundi. Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “…Seandainya orang-orang mengetahui pahala adzan dan barisan sholat (shaf) pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan sholat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala sholat Isyak dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” (HR. Bukhari)

5. Mendapat sembilan macam kemuliaan

Selain itu, mengerjakan sholat lima waktu tepat pada waktunya juga akan mendapatkan 9 macam kemuliaan. Hal ini sesuai dengan hadist seperti berikut:

Utsman bin ‘Affan RA berkata: “Barang siapa selalu mengerjakan sholat lima waktu tepat pada waktu utamanya, maka Allah akan memuliakannya dengan sembilan macam kemuliaan, yaitu dicintai Allah, badannya selalu sehat, keberadaannya selalu dijaga malaikat, rumahnya diberkahi, wajahnya menampakkan jati diri orang shalih, hatinya dilunakkan oleh Allah, dipermudah saat akan menyeberang Shirath (jembatan di atas neraka) seperti kilat, dia akan diselamatkan Allah dari api neraka dan Allah Akan menempatkannya di surga kelak bertetangga dengan orang-orang yang tidak ada rasa takut bagi mereka dan tidak pula bersedih hati.

Itulah beberapa keutamaan yang bisa didapatkan saat melaksanakan sholat tepat waktu. Kini dengan Tokopedia Salam, kamu bisa mengetahui Jadwal Sholat harian di mana pun kamu berada menurut regional daerah masing-masing. Semua jadwal sholat dari seluruh daerah di Indonesia, mulai dari Jadwal Sholat Jakarta, Jadwal Sholat Bandung, Jadwal Sholat Surabaya Jadwal Sholat Malang bebas kamu akses hanya dengan membuka laman Tokopedia Salam di ponsel kesayangan.

Referensi : Keutamaan Melaksanakan Sholat Tepat Waktu bagi Umat Muslim












Hukum Puasa Tapi Tidak Sholat, Berikut Penjelasannya

Ilustrasi : Hukum Puasa Tapi Tidak Sholat, Berikut Penjelasannya

Hukum Puasa Tapi Tidak Sholat, Berikut Penjelasannya. Bulan Ramadan atau bulan puasa merupakan bulan yang sangat ditunggu-tunggu. Bulan puasa akan segera tiba, umat Muslim di seluruh dunia menyambutnya dengan penuh suka cita. Bulan puasa kerap diibaratkan sebagai tanah subur yang siap ditaburi benih-benih kebijakan menuai hasil sesuai dengan benih yang ditanamnya.

Maka benih yang harus ditabur adalah benih-benih yang mengantarkan kepada bersikap dan bersifat dengan sikap dan sifat Allah SWT, sehingga hal tersebut dapat menghiasi diri, mewarnai tingkah laku serta mempengaruhi cara berpikir seseorang.

Di tengah menjalani ibadah puasa, salah satu godaan yang paling banyak dihadapi adalah perasaan malas untuk sholat lima waktu. Tak hanya telat, masih banyak dari kita pun yang menyepelekannya bahkan meninggalkan ibadah wajib tersebut. Hadits Terkait Pentingnya Mengerjakan Sholat

Sholat merupakan ibadah pokok dalam Islam dan wajib dikerjakan bagi orang yang sudah memenuhi persyaratan. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa sholat ialah amalan pertama yang dilihat (hisab) Allah di hari akhirat kelak (HR Ibn Majah).

Bahkan dalam hadits lain dikatakan, “Antara hamba (mukmin) dan kafir ialah meninggalkan shalat,” (HR Ibnu Majah). Maksudnya meninggalkan shalat dapat menjadi perantara seorang untuk menjadi kafir.

Dua hadits yang dikutip di atas menunjukkan betapa pentingnya mengerjakan shalat. Terlebih lagi, terdapat kesepakatan ulama (ijma’) bahwa sholat termasuk kewajiban yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Siapapun yang sudah memenuhi persyaratan, mesti mengerjakannya dalam keadaan apapun dan sesulit apapun. Selain puasa, haji dan zakat.

Hukum Puasa Tapi Tidak Sholat

Setelah mengetahui terkait hadits penting soal mengerjakan sholat, bagaimana jika ada pertanyaan bagaimana hukum puasa tapi tidak sholat? mengingat keduanya merupakan ibadah wajib bagi umat Islam.

Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut hal pertama dan utama yang harus dilakukan adalah bertanya mengenai alasan seseorang meninggalkan sholat apakah karena mengingkari kewajibannya atau karena malas.

له حالتان: فتارة يتركها جحودا وتارة يتركها كسلا: إذا تركها جحودا، أي: معتقدا أنها غير واجبة هو كالمرتد........، إذا تركها كسلا: وذلك بأن أخرجها عن وقت الضرورة فهو مسلم

Artinya, “Ada dua kondisi orang yang meninggalkan shalat: meninggalkan shalat karena mengingkari kewajibannya dan meninggalkan shalat karena malas. Orang yang masuk dalam kategori pertama, maka ia dihukumi murtad. Sementara orang yang meninggalkannya karena malas, hingga waktunya habis, maka ia masih dikatakan muslim.”

Berdasarkan pendapat ini, orang yang tidak mengerjakan shalat karena mengingkari kewajibannya, puasanya batal secara otomatis. Sebab dia sudah dianggap murtad dan keluar dari Islam termasuk hal yang dapat membatalkan puasa.

Sementara puasa orang yang tidak mengerjakannya karena malas atau sibuk, statusnya masih muslim dan puasanya tidak batal secara esensial. Kendati puasanya tidak batal secara esensial atau secara hukum fikih tidak dianggap batal dan tidak wajib qadha, namun puasanya tidak bernilai apa-apa dan pahalanya berkurang.

Referensi : Hukum Puasa Tapi Tidak Sholat, Berikut Penjelasannya







Jangan anggap remesh rasa malas, Bisa jadi ada yang salah di tubuh kamu

Ilustrasi : Jangan anggap remesh rasa malas, Bisa jadi  ada yang salah di tubuh kamu

Jangan anggap remesh rasa malas, Bisa jadi  ada yang salah di tubuh kamu. Kita semua setuju bahwa untuk bisa sukses kejar mimpi, kita harus jauh-jauh dari rasa malas. Namun tidak bisa dipungkiri, rasa malas atau yang sering kita sebut dengan istilah mager sering kali kita alami dan sulit kita hindari. Faktor mood dan suasana sering kali menjadi alasan kita untuk memaklumi kemunculan rasa malas, dan akhirnya kita tidak mencoba melawan rasa malas tersebut.

Faktanya, peneliti mengatakan bahwa kurangnya motivasi akibat dari rasa malas ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor biologis, bukan sekadar sikap dan kebiasaan ataupun suasana hati dan lingkungan.

Kenapa rasa malas bisa muncul?  Menurut informasi yang didapat melalui Live Science, sejumlah peneliti dari Oxford University sudah melakukan penelitian dengan menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI), alat yang menunjukkan gambaran belahan otak manusia. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti motivasi dan rasa malas.

Hasil scan menunjukkan bahwa ketika orang memutuskan untuk melakukan sesuatu atau ingin berkegiatan, area premotor pada otak akan menyala dan titik lain di otak yang mengendalikan gerakan di tubuh akan menjadi aktif. Area premotor merupakan area otak yang penting, karena menuntun gerakan kita dan mengendalikan otot besar dan proksima dari tubuh.

Pada orang yang malas, area premotor pada otak tidak menyala sehingga tidak memunculkan sinyal ke otot besar dan proksima di tubuh. Koneksi otak yang menghubungkan “keputusan untuk melakukan sesuatu” menjadi sebuah tindakan menjadi tidak efektif pada orang yang malas, sehingga muncul rasa malas bergerak, lelas dan lemas karena otak harus melakukan upaya lebih keras untuk mengubah keputusan yang diambil menjadi tindakan untuk bergerak.

Tingkat dopamin akan memberikan dampak yang berbeda di berbagai area otak. Peneliti menemukan bahwa para pekerja keras memiliki dopamin paling banyak di dua area otak yang memainkan peran penting dalam penghargaan dan motivasi.

Malas adalah penyakit

Dr. Richard Weiler mengatakan bahwa kemalasan harus mulai dikategorikan sebagai penyakit. Malas berkepanjangan berdampak kepada penyakit berbahaya seperti obesitas, diabetes dan hipertensi, sehingga bisa disimpulkan bahwa malas adalah sumber penyakit. Oleh karena itu, harus segera diatasi dan dicari solusinya.

"Olahraga dan aktivitas tubuh adalah solusi untuk menghindari rasa malas, namun masyarakat zaman memiliki minim pengetahuan tentang nutrisi dan olahraga"

Spesialis Kedokteran Olahraga, Dr. Michael Triangto, SpKO, menyebutkan bahwa pola hidup sehat dengan melakukan gaya hidup aktif dan berolahraga adalah kunci dari penyakit kemalasan. Namun, banyak yang masih belum paham mengenai nutrisi dan kesadaran untuk rutin berolahraga.

Rasa malas bisa juga disebabkan karena masalah mal nutrisi. Menurut Dr. Michael Triangto, SpKO, mal nutrisi tidak hanya disebabkan oleh kekurangan gizi. “Ingat, mal nutrisi tidak hanya mengacu pada orang yang kekurangan gizi. Tetapi juga berbicara tentang komposisi asupan bahan-bahan nutrisi yang tidak tepat,” ujarnya. Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa rasa malas berawal dari kebiasaan hidup yang salah.

1. Melewatkan waktu sarapan

Misalnya kamu melewatkan waktu sarapan, sehingga serangan lapar muncul lebih besar ketika jam makan siang dan kamu terdorong untuk makan menu berkarbohidrat tinggi dalam porsi besar. Alhasil, kandungan gula dalam darah melonjak drastis yang berdampak kepada terhambatnya kerja neuron orexin dalam hipotalamus otak yang bertugas untuk menjaga kamu tetap terjaga dan fokus. Tidak heran, kalau setelah makan siang, kamu akan merasa mengantuk dan malas berkegiatan.

2. Makan sebelum tidur

Mengonsumsi makanan dan minuman manis atau berkarbohidrat tinggi sebelum tidur juga bisa berdampak buruk. Masuknya gula akan membuat tubuh memerintahkan otak untuk mengeluarkan hormon insulin. Oleh insulin, semua gula yang ada dalam darah dimasukkan ke sel otot, hati, dan ke dalam lemak. Alhasil, gula darah menjadi drop, sehingga otak memerintahkan tubuh memproduksi hormon yang bisa membuat tidur kamu tidak nyenyak dan bangun dalam kondisi tidak segar, pegal-pegal dan malas!

3. Pola diet yang salah

Tubuh tidak bersemangat juga bisa disebabkan oleh kesalahan pola diet seperti tidak mengonsumi karbohidrat sama sekali. Harapannya, dengan absennya karbohidrat, tubuh akan membakar lemak sebagai sumber energi. Padahal, tubuh lebih suka menguras persediaan glikogen (protein otot) daripada membakar lemak. Ditambah lagi, untuk setiap satu kilogram glikogen yang hilang terbakar, tubuh juga akan kehilangan 3 kilogram air yang diikat oleh glikogen. Tidak heran kalau para pelaku diet jenis ini selalu terlihat lemas dan tidak energik.

Jadi, jangan sepelekan rasa malas yang sering muncul ya, Dream Warriors. Pahami betul tubuh kamu, apa yang kamu konsumsi dan gaya hidup kamu. Terapkan gaya hidup sehat untuk terhindar dari rasa malas dan proses kejar mimpi kamu bisa lebih lancar.

Selain itu, untuk meningkatkan motivasi kamu, follow gerakan sosial Kejar Mimpi di media sosial untuk mendapatkan motivasi harian, tips dan trik untuk lebih produktif dan update tren lainnya, supaya kamu selalu semangat dan positif dalam mengejar mimpi :)

Referensi : Jangan anggap remesh rasa malas, Bisa jadi  ada yang salah di tubuh kamu





Sangatlah Merugi Mereka yang Meninggalkan Sholat

Ilustrasi : Sangatlah Merugi Mereka yang Meninggalkan Sholat

Sangatlah Merugi Mereka yang Meninggalkan Sholat. Bulan Ramadhan sungguh sangat berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Orang yang dulu malas ke masjid atau sering bolong mengerjakan shalat lima waktu, di bulan Ramadhan begitu terlihat bersemangat melaksanakan amalan shalat ini. Itulah di antara tanda dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka ketika itu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” (HR. Muslim no. 1079)

Namun, amalan shalat ini hendaklah tidak ditinggalkan begitu saja. Kalau memang di bulan Ramadhan, kita rutin menjaga shalat lima waktu maka hendaklah amalan tersebut tetap dijaga di luar Ramadhan, begitu pula dengan shalat jama’ah di masjid khusus untuk kaum pria.

Lihatlah salah satu keutamaan orang yang menjaga shalat lima waktu berikut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ افْتَرَضْتُ عَلَى أُمَّتِكَ خَمْسَ صَلَوَاتٍ وَعَهِدْتُ عِنْدِى عَهْدًا أَنَّهُ مَنْ حَافَظَ عَلَيْهِنَّ لِوَقْتِهِنَّ أَدْخَلْتُهُ الْجَنَّةَ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهِنَّ فَلاَ عَهْدَ لَهُ عِنْدِى

“Allah ‘azza wa jalla berfirman, ‘Aku wajibkan bagi umatmu shalat lima waktu. Aku berjanji pada diriku bahwa barangsiapa yang menjaganya pada waktunya, Aku akan memasukkannya ke dalam surga. Adapun orang yang tidak menjaganya, maka aku tidak memiliki janji padanya’.” (HR. Sunan Ibnu Majah no. 1403. Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Ibnu Majah mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Shalat jama’ah di masjid juga memiliki keutamaan yang sangat mulia dibanding shalat sendirian. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةُ الْجَمَاعَة أفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Shalat jama’ah lebih utama dari shalat sendirian sebanyak 27 derajat.” (HR. Bukhari no. 645 dan Muslim no. 650)

Namun yang sangat kami sayangkan, amalan shalat ini sering dilalaikan oleh sebagian kaum muslimin. Bahkan mulai pada hari raya ‘ied (1 Syawal) saja, sebagian orang sudah mulai meninggalkan shalat karena sibuk silaturahmi atau berekreasi. Begitu juga seringkali kita lihat sebagian saudara kita karena kebiasaan bangun kesiangan, dia meninggalkan shalat shubuh begitu saja. Padahal shalat shubuh inilah yang paling berat dikerjakan oleh orang munafik sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لَيْسَ صَلاَةٌ أَثْقَلَ عَلَى الْمُنَافِقِينَ مِنَ الْفَجْرِ وَالْعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Tidak ada shalat yang paling berat dilakukan oleh orang munafik kecuali shalat Shubuh dan shalat Isya’. Seandainya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun sambil merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)

Saudaraku, ingatlah ada ancaman keras dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi orang yang meninggalkan shalat. Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu -bekas budak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَيْنَ العَبْدِ وَبَيْنَ الكُفْرِ وَالإِيْمَانِ الصَّلَاةُ فَإِذَا تَرَكَهَا فَقَدْ أَشْرَكَ

“Pemisah antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat. Apabila dia meninggalkannya, maka dia telah melakukan kesyirikan.” (HR. Ath Thobariy dengan sanad shohih. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shohih. Lihat Shohih At Targib wa At Tarhib no. 566)

Buraidah bin Al Hushoib Al Aslamiy berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani. Lihat Misykatul Mashobih no. 574)

Begitu pula shalat jama’ah di masjid, seharusnya setiap muslim –khususnya kaum pria- menjaga amalan ini. Shalat jama’ah mungkin kelihatan ramai di bulan Ramadhan saja. Namun, ketika bulan Ramadhan berakhir, masjid sudah kelihatan sepi seperti sedia kala. Memang dalam masalah apakah shalat jama’ah itu wajib atau sunnah mu’akkad terjadi perselisihan di antara para ulama. Namun berdasarkan dalil yang kuat, shalat jama’ah hukumnya adalah wajib (fardhu ‘ain). Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits dari Abu Hurairah di mana beliau radhiyallahu ‘anhu berkata,

أَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِى قَائِدٌ يَقُودُنِى إِلَى الْمَسْجِدِ. فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّىَ فِى بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ « هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلاَةِ ». فَقَالَ نَعَمْ. قَالَ « فَأَجِبْ ».

“Seorang laki-laki buta mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak memiliki orang yang menuntunku ke masjid’. Kemudian pria ini meminta pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar diberi keringanan untuk shalat di rumah. Pada mulanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi dia keringanan. Namun, tatkala dia mau berpaling, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil pria tersebut dan berkata, ‘Apakah engkau mendengar adzan ketika shalat?’ Pria buta tersebut menjawab, ‘Iya.’ Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Penuhilah panggilan tersebut’.” (HR. Muslim no. 653)

Lihatlah pria buta ini memiliki udzur (alasan) untuk tidak jama’ah di masjid, namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberikannya keringanan, dia tetap diwajibkan untuk shalat jama’ah di masjid. Padahal dia adalah pria yang buta, tidak ada penuntun yang menemaninya, rumahnya juga jauh. Di Madinah juga banyak hewan buas dan banyak pepohonan yang menghalangi jalan menuju masjid. Namun, lihatlah walaupun dengan berbagai udzur ini karena pria buta ini mendengar adzan, dia tetap wajib jama’ah di masjid.

Bagaimanakah kondisi kita yang lebih sehat dan berkemampuan? Tentu lebih wajib lagi untuk berjama’ah di masjid. Itulah dalil kuat yang menunjukkan wajibnya shalat jama’ah di masjid. Jika seseorang meninggalkan shalat jama’ah dan shalat sendirian, dia berarti telah berdosa karena meninggalkan shalat jama’ah, namun shalat sendirian yang dia lakukan tetap sah. Sedangkan bagi wanita berdasarkan kesepakatan kaum muslimin tidak wajib bagi mereka jama’ah di masjid bahkan lebih utama bagi wanita untuk mengerjakan shalat lima waktu di rumahnya.

Memperbanyak Puasa Sunnah

Selain kita melakukan puasa wajib di bulan Ramadhan,  hendaklah kita menyempurnakannya pula dengan melakukan amalan puasa sunnah. Di antara keutamaannya adalah disebutkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut,

أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ الصَّوْمُ جُنَّةٌ

“Maukah kutunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan?; Puasa adalah perisai, …” (HR. Tirmidzi no. 2616. Syaikh Al Albani mengatakan dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abu Daud bahwa hadits ini shohih)

Puasa dalam hadits ini merupakan perisai bagi seorang muslim baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, puasa adalah perisai dari perbuatan-perbuatan maksiat, sedangkan di akhirat nanti adalah perisai dari api neraka. Keutaman lain dari puasa sunah terdapat dalam hadits Qudsi berikut.

وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ

“Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya.” (HR. Bukhari no. 2506)

Itulah di antara keutamaan seseorang melakukan amalan sunnah. Dia akan mendapatkan kecintaan Allah, lalu Allah akan memberi petunjuk pada pendengaran, penglihatan, tangan dan kakinya. Allah juga akan memberikan orang seperti ini keutamaan dengan mustajabnya do’a. (Faedah dari Fathul Qowil Matin, Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al Abad, www.islamspirit.com)

Banyak puasa sunnah yang dapat dilakukan oleh seorang muslim setelah Ramadhan. Di bulan Syawal, kita dapat menunaikan puasa enam hari Syawal. Juga setiap bulan Hijriyah kita dapat berpuasa tiga hari dan lebih utama jika dilakukan pada ayyamul bid yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15. Kita juga dapat melakukan puasa Senin-Kamis, puasa Arofah (pada tanggal 9 Dzulhijah), puasa Asyura (pada tanggal 10 Muharram), dan banyak berpuasa di bulan Sya’ban sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan jika ada yang punya kemampuan boleh juga melakukan puasa Daud yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak. Semoga Allah memudahkan kita melakukan amalan puasa sunnah ini.

Berpuasa Enam Hari di Bulan Syawal

Hendaklah di bulan Syawal ini, setiap muslim berusaha untuk menunaikan amalan yang satu ini yaitu berpuasa enam hari di bulan Syawal. Puasa ini mempunyai keutamaan yang sangat istimewa. Hal ini dapat dilihat dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Abu Ayyub Al Anshoriy, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164)

Pada hadits ini terdapat dalil tegas tentang dianjurkannya puasa enam hari di bulan Syawal dan pendapat inilah yang dipilih oleh madzhab Syafi’i, Ahmad dan Abu Daud serta yang sependapat dengan mereka. (Lihat Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/56)

Bagaimana cara melakukan puasa ini? An Nawawi dalam Syarh Muslim, 8/56 mengatakan, “Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa paling afdhol (utama) melakukan puasa syawal secara berturut-turut (sehari) setelah shalat ‘Idul Fithri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan.”

Apa faedah melakukan puasa enam hari di bulan Syawal?

Ibnu Rojab rahimahullah menyebutkan beberapa faedah di antaranya:

Berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan akan menyempurnakan ganjaran berpuasa setahun penuh.

Puasa Syawal dan puasa Sya’ban seperti halnya shalat rawatib qobliyah dan ba’diyah. Amalan sunnah seperti ini akan menyempurnakan kekurangan dan cacat yang ada dalam amalan wajib. Setiap orang pasti memiliki kekurangan dalam amalan wajib. Amalan sunnah inilah yang nanti akan menyempurnakannya.

Membiasakan berpuasa setelah puasa Ramadhan adalah tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Allah Ta’ala jika menerima amalan hamba, maka Dia akan memberi taufik pada amalan sholih selanjutnya. Sebagaimana sebagian salaf mengatakan, “Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan selanjutnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula orang yang melaksanakan kebaikan lalu dilanjutkan dengan melakukan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”

Karena Allah telah memberi taufik dan menolong kita untuk melaksanakan puasa Ramadhan serta berjanji mengampuni dosa kita yang telah lalu,  maka hendaklah kita mensyukuri hal ini dengan melaksanakan puasa setelah Ramadhan. Sebagaimana para salaf dahulu, setelah malam harinya melaksanakan shalat malam, di siang harinya mereka berpuasa sebagai rasa syukur pada Allah atas taufik yang diberikan. (Disarikan dari Latho’if Al Ma’arif, 244, Asy Syamilah)

Sungguh sangat beruntung sekali jika kita dapat melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal. Ini sungguh keutamaan yang luar biasa, saudaraku. Marilah kita melaksanakan puasa tersebut demi mengharapkan rahmat dan ampunan Allah.

Penjelasan penting yang harus diperhatikan: Lebih baik bagi seseorang yang masih memiliki qodho’ (tanggungan) puasa Ramadhan untuk menunaikannya daripada melakukan puasa Syawal. Karena tentu saja perkara yang wajib haruslah lebih diutamakan daripada perkara yang sunnah. Alasan lainnya adalah karena dalam hadits di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Barangsiapa berpuasa ramadhan”. Jadi apabila puasa ramadhannya belum sempurna karena masih ada tanggungan puasa, maka tanggungan tersebut harus ditunaikan terlebih dahulu agar mendapatkan pahala semisal puasa setahun penuh.

Apabila seseorang menunaikan puasa syawal terlebih dahulu dan masih ada tanggungan puasa, maka puasanya dianggap puasa sunnah muthlaq (puasa sunnah biasa) dan tidak mendapatkan ganjaran puasa syawal karena kita kembali ke perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tadi, “Barangsiapa berpuasa ramadhan.” (Lihat Syarhul Mumthi’, 3/89, 100).

Referensi : Sangatlah Merugi Mereka yang Meninggalkan Sholat










2 Hal Penyebab Malas Beribadah Solat

2 Hal Penyebab Malas Beribadah. Sudah tahukah apa yang menyebabkan diri malas ibadah? Malas untuk tilawah Quran, malas untuk shalat tahajud, dll. Setidaknya ada dua hal yang sangat berdampak besar bagi dirimu sehingga membuat malas beribadah.

1. Maksiat

Dosa maksiat yang dilakukan oleh diri kita akan membuat tubuh ini berat melaksanakan ibadah, pikiran dan hati pun akan gelisah dan tidak menemukan kenikmatan ketika beribadah, jadi sekalipun melakukan ibadah, inginnya cepat-cepat  selesai.

Mari kita cek maksiat yang bisa dilakukan oleh anggota tubuh kita, mata berpotensi melakukan maksiat dengan melihat sesuatu yang diharamkan, misalnya melihat aurat wanita yang terbuka, apakah kita suka melakukan hal tersebut? Menikmati aurat orang lain yang tersingkap. Maka hentikan perbuatan ini jika mau diri rajin beribadah.

Selanjutnya, telinga kita, berpotensi maksiat dengan cara mendengar hal-hal yang tak diperkenankan oleh Allah. Misalnya mendengar ghibah, kata-kata makian, perkataan dusta, mungkin sering banget ya kita melakukan hal ini. Pantas saja sulit meneteskan air mata ketika mendengar lantunan ayat quran.

Lalu mulut kita, sering bermaksiat membicarakan keburukan orang lain, berkata jorok/ vulgar, menyakiti perasaan orang lain, bagaimanakah kita rajin beribadah ketika setiap anggota tubuh kita banyak melakukan maksiat dan lisan kita jarang beristighfar.

Kalau dibiasakan terus-menerus melakukan maksiat, akibatnya kita akan merasa sangat berat melakukan kebaikan, ibadah wajib maupun sunah.

2 Makanan haram

“Dan Kami nampakkan Jahannam pada bari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas. Yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku, dan adalah mereka tidak sanggup mendengar,” (QS. 18: 100-101)

Makanan haram juga bisa menjadi penyumbat organ tubuh kita dalam melakukan ketaatan pada Allah. Ingat bahwa makanan yang kita konsumsi akan didistribusikan sari-sarinya melalui peredaran darah ke seluruh tubuh, ketika makanan haram sampai ke telinga, maka telinga kita ogah mendengar lantunan ayat, ketika sampai ke mata, mata kita sulit menolak memandang hal yang haram dipandang.  Mari minimalisir maksiat dan senantiasa mengecek status halal makanan yang kita konsumsi. Semoga Allah mengaruniakan kecintaan akan beribadah kepadaNya.

Referensi : 2 Hal Penyebab Malas Beribadah Solat
















Kenapa Kita Malas Sholat Ini Alasannya

Ilustrasi : Kenapa Kita Malas Sholat Ini Alasannya

Kenapa Kita Malas Sholat Ini Alasannya. Sholat adalah kewajiban seorang muslim untuk menunaikannya, dalam rukun Islam, sholat masuk dalam tingkat kedua setelah syahadat, yang artinya sholat adalah hal penting untuk di kerjakan dan merupakan kewajiban bagi kaum Muslim untuk menjalankan sholat. 

Tapi kenapa banyak yang merasa sholat itu penting tapi menjalankannya teramat sulit dan penuh cobaan seperti rasa malas, mengantuk, sibuk dan lain-lain. Ternyata ada penyebab utama seseorang malas untuk sholat, berikut informasinya

  1. Bergelimang dengan perbuatan dosa dan maksiat. Penyebab utama seseorang malas dalam beribadah adalah karena orang tersebut bergelimang dengan perbuatan dosa dan maksiat. 

Terkhusus dosa kecil yang sering diremehkan dan dilupakan kebanyakan manusia. Padahal salah satu sebab lesu, malas, dan meremehkan ibadah dan ketaatan. Orang yang terus menerus hidup dalam kebiasaan seperti ini akan mendapatkan murka dari Allah SWT. Salah satu bentuk murka Allah tersebut adalah dengan dilenyapkannya manisnya iman dan Allah tidak akan mengkaruniakan kepadanya kelezatan dalam ketaatan. "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri." (QS, Asy-Syura:30) 

Oleh sebab itu, sudah seharusnya sebagai kaum muslim kita menjauhi perbuatan maksiat dan dosa-dosa kecil yang sering dianggap remeh.

  1. Tidak Pernah Paham Tentang Urgensi Ibadah.

Penyebab orang malas untuk beribadah yang kedua adalah karena mereka meluakan urgensi ibadah. Di antara bentuk kelalaian seseorang karena ia lupa bahwa ia adalah seorang makhluk yang lemah. Padahal sebenarnya hanya Allah-lah yang membuat ia menjadi kuat dan bisa mengerjakan ibadah.  

Sebagai seorang muslim, dia seharusnya mengetahui serta memahami bahwa beribadah kepada Allah menjadi inti untuk mendapatkan bantuan dan pertolongan dari Allah ta'ala.  "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaannya) kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS, Al-Ankbut:69)

  1. Melupakan Kematian. Melupakan kematian adalah salah satu penyebab seseorang malas melakukan ibadah. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak mengingat kematian agar lebih rajin dalam beribadah. "Tiap-tiap berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu." (QS. Ali Imran:185). 

Kematian menjadi salah satu obat bagi orang yang panjang angan-angan, orang yang keras hatinya dan mereka yang banyak dosa. Oleh sebab itu Rasulullah Shallallahu Alain wassalam  Bersabda "perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan"

  1. Tidak tahu besarnya pahala suatu ibadah. Penyebab lainnya seseorang malas melakukan ibadah adalah karena mereka tidak mengetahui besarnya pahala yang akan diperoleh karena suatu ibadah. Ketidaktahuan inilah yang membuat orang tersebut malas dalam beribadah. Sebaliknya, apabila ia mengetahui pahala besar di balik ibadah yang dilakukan maka ia akan semakin rajin dalam beribadah. 
  1. Berlebih-lebihan dalam hal yang mubah. Alasan terakhir seseorang malas melakukan ibadah adalah karena ia berlebih-lebihan dalam melakukan suatu mubah.  Yaitu dalam hal makanan, minuman, pakaian, dan kendaraan serta yang lainnya.   Hal yang demikian ini membuatnya malas untuk melakukan ibadah dan lebih berkeinginan untuk istirahat dan tidur. Berlebih-lebihan dalam melakukan sesuatu yang mubah seperti makanan dan minuman bisa menjadi salah satu penyebab kerasnya hati. 

Referensi : Kenapa Kita Malas Sholat Ini Alasannya








Lima Penyebab Malas Melakukan Ibadah Solat

Ilustrasi : Lima Penyebab Malas Melakukan Ibadah Solat

Lima Penyebab Malas Melakukan Ibadah Solat. Manusia ditakdirkan untuk beribadah kepada Allah SWT. Selain akan mendapatkan pahala, melaksanakan ibadah atas dari mengharap keridhaan Allah menjadi salah satu jalan untuk meraih surga-Nya saat di akhirat kelak.  Oleh karena itu, banyak kaum muslim yang berlomba-lomba dalam melaksanakan ibadah agar mendapatkan perlindungan dari panasnya api neraka. Namun, tidak dapat dipungkiri masih banyak saja manusia yang engan melakukan ibadah epada Allah SWT karena adanya perasaan malas.  Perasaan malas dalam beribadah terssebut bisa ditimbulkan karena diri sendiri ataupun orang lain. Ternyata ada lima penyebab utama seseorang malas melakukan ibadah. Apa saja? Berikut informasi selengkapnya:

  1. Bergelimang dengan perbuatan dosa dan maksiat. Penyebab utama seseorang malas dalam beribadah adalah karena orang tersebut bergelimang dengan perbuatan dosa dan maksiat. Terkhusus dosa kecil yang sering diremehkan dan dilupakan kebanyakan manusia. Padahal salah satu sebab lesu, malas, dan meremehkan ibadah dan ketaatan. Orang yang terus menerus hidup dalam kebiasaan seperti inibakan mendapatkan murka dari Allah SWT. Salah satu bentuk murka Allah tersebut adalah dengan dilenyapkannya manisnya iman dan Allah tidak akan mengkaruniakan kepadanya kelezatan dalam ketaatan. Inilah murka Allah yang akan menimpa orang yang bergelimang perbuatan dosa dan maksiaat. Selanjutnya orang tersebut tidak mampu untuk mengerjakan ketaatan dan ibadah, padahal sebenarnya semua itu menjadi jalan untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Allah SWT berfirman : "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri." (QS, Asy-Syura:30) Oleh sebab itu, sudah seharusnya sebagai kaum muslim kita menjauhi perbuatan maksiat dan dosa-dosa kecil sering dianggap remeh.
  2. Tidak Pernah Paham Tentang Urgensi Ibadah. Penyebab orang malas untuk beribadah yang kedua adalah karena mereka meluakan urgensi ibadah. Di antara bentuk kelalaian seseorang karena ia lupa bahwa ia adalah seorang makhluk yang lemah. Padahal sebenarnya hanya Allah-lah yang membuat ia menjadi kuat dan bisa mengerjakan ibadah.  Sebagai seorang muslim, dia seharusnya mengetahui serta memahami bahwa beribadah kepada Allah menjadi inti untuk mendapatkan bantuan dan pertolongan dari Allah SWT. Allah Ta’ala berfirman yang artinya : "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaannya) kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS, Al-Ankbut:69)
  3. Melupakan Kematian. Melupakan kematian adalah salah satu penyebab seseorang malas melakukan ibadah. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak mengingat kematian agar lebih rajin dalam beribadah. Allah berfirman : "Tiap-tiap berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu." (QS. Ali Imran:185). Kematian menjadi salah satu obat bagi orang yang panjang angan-angan, orang yang keras hatinya dan mereka yang banyak dosa. Oleh sebab itu Rasulullah SAW. Bersabda "perbanyaklah mengingan penghancur kenikmatan"
  4. Tidak tahu besarnya pahala suatu ibadah. Penyebab lainnya seseorang malas melakukan ibadah adalah karena mereka tidak mengetahui besarnya pahala yang akan diperoleh karena suatu ibadah. Ketidaktahuan inilah yang membuat orang tersebut malas dalam beribadah. Sebaliknya, apabila ia mengetahui pahala besar di balik ibadah yang dilakukan maka ia akan semakin rajin dalam beribadah.
  5. Berlebih-lebihan dalam hal yang mubah. Alasan terakhir seseorang malas melakukan ibadah adalah karena ia berlebih-lebihan dalam melakukan suatu mubah. Yaitu dalam hal makanan, minuman, pakaian, dan kendaraan serta yang lainnya. Hal yang demikian ini membuatnya malas untuk melakukan ibadah dan lebih berkeinginanuntuk istirahat dan tidur. Berlebih-lebihan dalam melakukan sesuatu yang mubah seperti makanan dan minuman bisa menjadi salah satu penyebab kerasnya hati. Dengan hati yang keras tersebut membuat manusia menjadi tidak ingat kepada sang penciptanya. Ibnu Al Qoyyim Rohimahullah berkata "banyak mengkonsumsi makana n adalah sebuah penyakit yang akan menimbulkan keburukan, banyak makan dapat menjerumuskan anggota badan untuk melakukan maksiat, dan berat untuk melakukan ketatan. Maka cermatilah keburukan ini"

Demikianlah informasi mengenai lima penyebab orang malas beribadah. Sebagai kaum muslim sudah sepantasnya kita meninggalkan lima faktor di atas agar Allah SWT senantiasa melindungi dan memberikan keberkahan untuk kehidupan kita dalam beribadah.

Referensi : Lima Penyebab Malas Melakukan Ibadah Solat