This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Jumat, 05 Agustus 2022

Pengaruhnya Dosa Dalam Kehidupan

Dosa menurut sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Al- hakim adalah:

الاثم ما حاك في صدرك وكرهت ان يطلع عليه الناس ( رواه الحاكيم)

Artinya: 

Dosa  adalah sesuatu yang terasa gatal didada anda, dan anda sendiri  tidak  senang kalau ada orang lain yang melihatnya. ( H.R Al-Hakim )

Akibat Buruk Dosa terhadap hidup seseorang

Menurut Ibnu Qayyim dalam kitabnya Al-Da’wa bahwa banyak akibat buruk yang ditimbulkan oleh dosa yang terdapat pada diri seseorang.

Diantara akibat buruk tersebut adalah :

Menutup kecerdasan, hati nurani menjadi tidak berfungsi, tertutup dan jauh dari hidayah Allah.

Hadits yang diriwayatkan  oleh Abu Hurairah beliau bersabda :

عن ابي هريرة قال قال رسول الله صلي الله عليه وسلم ان المؤمن اذا اذنب كانت نكتة سوداء في قلبه فان تاب ونزع واستغفر صقل قلبه فان زاد زادت حتي تعلو قلبه وذاك الران الذي ذكرالله في القراءن كلا بل ران علي قلوبهم ماكانوا يكسبون

Artinya: 

Dari Abu Hurairah r.a berkata rasulullah bersabda : sesungguh orang beriman  apabila melakukan suatu dosa, akan terlahir bintik hitam didalam hatinya. Jika dia bertaubat, melepaskan diri dari dosa dan mohon ampun maka besihlah  hatinya Jika bertambah dosanya maka bertambah banyak titik noda hitam hingga menutup hatinya. Itulah daki sebagai mana yang disebutkan Allah dalam Al-Qur’an “ sekali-kali tidak demikian  apa saja dosa yang mereka lakukan akan menutup hati mereka.

Syekh Hasan Al-Bisri juga mengatakan

وقال الحسن البصر وهو الذنب علي الذنب حتي يعمي القاب فيموت

Imam Hasan Al-Bisri berkata : Itulah dosa diatas dosa sehingga membutakan hati dan mematikannya

Mendatangkan ketakutan dan kegelisahan .

Syekh Al-Jaur jani berkata

ثلاثة اشياء من عقد التوحيد  الخوف والرجاء والمحبة فزيادة الخوف من كثرة الذنوب

Artinya :

Tiga hal bagian dari pengikat tauhid; takut, berharap dan cinta kepada allah. Bertambahnya takut disebabkan banyaknya dosa.

Menjadi penghalang datangnya rezeki.

Rasulullah bersabda :

ان الرجل ليحرم الرزق بالذنب يصيبه ( رواه احمد )

Artinya :

Sesungguhnya rezeki seseorang itu terhalang oleh dosa yang menimpanya. (H.R. Ahmad )

Mempercepat datangnya azab Allah Swt

Sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh ibnu majah beliau berkata:

Dari ibnu Umar r.a berkata rasulullah menghadap kepada kami dan berkata; hai kaum muhajirin  lima jika kamu dicobai  dengannya – aku berlindungan kepada Allah kamu tidak mendapatinya:

Jika kejahatan dilakukan dengan terang-terangan dalam satu kaum, maka kaum itu akan ditimpakan secara merata penyakit dan kelaparan yang belum pernah terjadi pada generasi sebelumnya.

Jika orang-orang telah melakukan kecurangan dalam takaran dan timbangan dengan terang-terangan maka allah akan menipakan paceklik, inflasi ( segala kebutuhan mahal ) dan zalimnya seorang penguasa.

Jika orang-orang kaya tidak mau mengeluarkan zakatnya, maka Allah akan menahan hujan dari langit.

Jika orang-orang telah melanggar janji Allah dan Rasulnya, maka Allah akan memberikan kekuasaan kepada musuh untuk menguasai mereka dan musuh itu akan mengurus kekayaan alam yang ada didalam negerinya.

Jika pemimpin tidak lagi mau berhukum dengan kitab Allah dan hanya memilih-milih yang menguntungkan dirinya, maka Allah akan menimpakan bencana diantara mereka.

Langkah-langkah  mengapus dosa 

Istighfar

Mohon ampun kepada Allah terhadap dosa yang dilakukan  baik disengaja maupun tidak:

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمً

Artinya,

an Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan Menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Q.S an-Nisa’ ayat 110)

Taubatan Nashuuha

Menyesali segala dosa yang pernah dilakukan dan tidak berniat lagi   untuk mengulanginya;

Seperti pirman Allah Dalam Surat At-Tahrim Ayat 8

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb Kami, sempurnakanlah bagi Kami cahaya Kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Surat Hud Ayat  3

وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ

Artinya :

Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat. ( Q.S. Huud Ayat 3 )

Bertaqwa

Allah sangat memerintahkan kita untuk takut ( tunduk) kepada-Nya seperti pirmannya dalam Surat Albaqarah Ayat 40

يَابَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ

Artinya;

Hai Bani Israil[41], ingatlah akan nikmat-Ku yang telah aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku[42], niscaya aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).

Qur’an Surat Ali Imran Ayat 175

إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Artinya ;

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam.   (Q.S, Ali Imran Ayat 102 )

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَاأُولِي الْأَلْبَابِ

Artinya;

Berbekallah, dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal.( al-Baqarah: 197 )

Dosa sangat membahayakan diri kita didunia ini untuk menuju kampung akhirat yang kekal abadi. Maka dari itu lindungilah diri dari segala perbuatan yang tidak diridhai oleh Allah agar diri kita disayangi dan dicintai oleh yang maha kuasa. Agar dosa-dasa yang pernah dilakukan di ampuni oleh Allah lakukanlah trik-trik yang telah kita kemukakan diatas.

Referensi : Pengaruhnya Dosa Dalam Kehidupan 




















Sakit Jadi Cara Allah Swt Menghapuskan Dosa Umatnya

Sakit Jadi Cara Allah Swt Menghapuskan Dosa Umatnya. Di antara nikmat orang yang tengah jatuh sakit adalah penyakit menjadi salah satu penawar yang paling kuat dan ampuh atas dosa-dosa yang dilakukannya. Nyaris tak ada yang bisa menghapus dosa yang lebih dahsyat dari cobaan dan penderitaan yang menimpa manusia.

Allah berkata: "Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatanmu sendiri dan Allah banyak memaafkan" (Q.S Asy-Syura 42: 30).

Penyakit dan malapetaka yang terjadi, misalnya kematian orang yang dicintai, kehilangan kerabat, kejatuhan ekonomi atau keuangan, kesusahan, kesulitan fisik, demam, segala jenis rasa sakit dan penderitaan. Suatu ketika Nabi Muhammad SAW mengunjungi orang sakit yang menderita demam. 

"Saya punya kabar baik untukmu. Karena sesungguhnya Tuhanku telah memberitahuku demam adalah hukuman yang iatimpakan kepada orang-orang mukmin agar mereka tidak harus dihukum di neraka," katanya.

Sakit adalah hukuman yang ditimpakan Allah SWT agar orang yang sakit selamat dari hukuman di babak kehidupan berikutnya. Jadi, sebenarnya sakit adalah berkah tersembunyi.

Kemudian, suatu ketika Nabi Muhammad mengunjungi seorang sahabat wanita Ummu Sa'ib. Dia juga menderita demam. Ia gelisah. 

Ketika Nabi Muhammad SAW bertanya apa masalahnya. Kemudian perempuan itu berkata, "Saya demam parah, semoga Allah mengutuknya!"

Kemudian Nabi Muhammad SAW bersabda, "Jangan mengutuk demam karena karena sesungguhnya itu seperti tungku yang menghilangkan kotoran dalam besi" (HR Muslim).

Artinya, ketika Anda memasukkan besi dalam tungku, itu penuh dengan kotoran. Kemudian ketika mengeluarkannya menjadi 100 persen murni. 

Nabi Muhammad SAW membandingkan demam dengan tungku dan jadi perbandingan yang sangat baik karena keduanya terbakar. Itu akan membersihkan dosa orang yang sakit seperti pohon di musim gugur. Saat menggoyang pohonnya, daunnya akan rontok atau turun. Demikian juga penyakit akan menghapus dosa-dosa orang yang sakit.

Segala sesuatu yang terjadi pada orang mukmin adalah untuk kebaikannya.

Setiap bencana adalah untuk kebaikan 

Ini adalah sesuatu yang berlaku untuk setiap bencana dan kemalangan. Nabi Muhammad SAW berkata: "Bahkan jika duri menusuk salah satu dari Anda, itu akan menghapus sebagian dosa Anda" (HR Al Bukhari dan Muslim).

Betapa menakjubkan karena segala sesuatu yang terjadi pada orang mukmin adalah untuk kebaikannya. Jika sesuatu yang baik terjadi dan dia bahagia, dia bersyukur kepada Allah SWT dan itu baik untuknya. 

Jika sesuatu yang buruk terjadi, maka dia bersabar dan Allah membalasnya atas kesabaran itu (HR Al-Bukhari dan Muslim). Orang beriman akan selalu menjadi pemenang, dia tak pernah kalah. 

Apa pun musibah yang menimpa seorang mukmin, dia akan selalu berada di atas angin setelah menang karena dia memiliki Allah di sisinya. Ketika Anda memiliki Allah SWT di sisi, Anda tidak peduli dengan apa yang terjadi di dunia.

Tentu umat Islam tidak ingin mengalami sakit dan tidak mengharapkan bencana. Tetapi, setiap umat yang jatuh sakit akan menghadapi malapetaka. 

Ketika itu terjadi, maka bangkit hadapi tantangan itu. Perbarui iman kepada Allah SWT, merendahkan diri, dan menyerahkan diri kepada-Nya. Dan melalui semua ini, kaum Muslim yang sakit mensyukuri nikmat yang diberikan meski tengah jatuh sakit dan ditimpa musibah. 

Referensi : Sakit Jadi Cara Allah Swt Menghapuskan Dosa Umatnya























Musibah Datang Boleh Jadi Karena Dosa

Ketika musibah dan bencana datang menghampiri kita, kadang yang dijadikan kambing hitam adalah alam, artinya alam itu murka. Ketika sakit datang, yang disalahkan pula konsumsi makanan, kurang olaharga dan seterusnya. Ketika kita terzholimi oleh atasan atau majikan karena belum telat gaji bulanan, kadang yang jadi biang kesalahan adalah majikan atau bos yang dijuluki pelit atau bakhil. Walau memang sebab-sebab tadi bisa jadi benar sebagai penyebab, namun jarang ada yang merenungkan bahwa karena dosa atau maksiat yang kita perbuat, akhirnya Allah mendatangkan musibah, menurunkan penyakit atau ada yang menzholimi kita. Coba kita renungkan ayat yang akan dibahas berikut ini.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Wahai sekalian manusia, ketahuilah bahwa musibah yang menimpa kalian tidak lain adalah disebabkan karena dosa yang kalian dahulu perbuat. Dan Allah memaafkan kesalahan-kesalahan kalian tersebut. Dia bukan hanya tidak menyiksa kalian, namun Allah langsung memaafkan dosa yang kalian perbuat.” Karena memang Allah akan menyiksa seorang hamba karena dosa yang ia perbuat. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَى ظَهْرِهَا مِنْ دَابَّةٍ

“Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melata pun” (QS. Fathir: 45).

Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah, mereka mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ وَلاَ نَصَبٍ وَلاَ سَقَمٍ وَلاَ حَزَنٍ حَتَّى الْهَمِّ يُهَمُّهُ إِلاَّ كُفِّرَ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِهِ

“Tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah berupa rasa sakit (yang tidak kunjung sembuh), rasa capek, rasa sakit, rasa sedih, dan kekhawatiran yang menerpa melainkan dosa-dosanya akan diampuni” (HR. Muslim no. 2573).

Dari Mu’awiyah, ia berkata bahwa ia mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَا مِنْ شَىْءٍ يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ فِى جَسَدِهِ يُؤْذِيهِ إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ عَنْهُ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِه

“Tidaklah suatu musibah menimpa jasad seorang mukmin dan itu menyakitinya melainkan akan menghapuskan dosa-dosanya” (HR. Ahmad 4: 98. Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata bahwa sanadnya shahih sesuai syarat Muslim).

Bisa jadi pula musibah itu datang menghampiri kita karena dosa orang tua. Abul Bilad berkata pada ‘Ala’ bin Badr mengenai ayat,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri”, dan sejak kecil aku sudah buta, bagaimana pendapatmu? ‘Ala’ berkata,

فبذنوب والديك

“Itu boleh jadi karena sebab orang tuamu”.

Seseorang bisa jadi mudah lupa terhadap ayat Qur’an yang telah ia hafal karena sebab dosa yang ia perbuat. Adh Dhohak berkata,

ما نعلم أحدا حفظ القرآن ثم نسيه إلا بذنب

“Kami tidaklah mengetahui seseorang yang menghafal Qur’an kemudia ia lupa melaikan karena dosa”. Lantas Adh Dhohak membacakan surat Asy Syura yang kita bahas saat ini. Lalu ia berkata,

وأي مصيبة أعظم من نسيان القرآن.

“Musibah mana lagi yang lebih besar dari melupakan Al Qur’an?”

Jadi boleh jadi bukan karena kesibukan kita, jadi biang kesalahan hafalan Qur’an itu hilang. Boleh jadi karena tidak menjaga pandangan, terus menerus dalam maksiat serta meremehkan dosa, itulah sebab Allah memalingkan Al Qur’an dari kita.

Demikian faedah yang kami peroleh dari tafsir Ibnu Katsir. Moga Allah melepaskan berbagai musibah yang menimpa kita. Ayat ini adalah sebagai renungan bagi kita untuk selalu mengintrospeksi diri sebelum menyalahkan orang lain ketika kita terzholimi. Boleh jadi musibah itu  datang karena dosa syirik, tidak ikhlas dalam amalan, amalan bid’ah, dosa besar atau meremehkan maksiat yang kita perbuat hari demi hari.

Referensi : Musibah Datang Boleh Jadi Karena Dosa


























Ternyata Penyakit Bisa Datang Dari Sikap Buruk, Segera Istigfar

A. Penyakit Jantung (heart) & Usus Kecil (small intestine):

Sifat Negatif:

Penyakit jantung bisa di akibatkan faktor psikologis kita, misalnya membenci sesuatu lalu tidak ikhlas atas keadaan yang menimpanya. Selain itu sikap yang kejam dan tidak sabar juga ternyata dapat mendorong kita dihinggapi penyakit jantung.

Gejala :

Kenapa bisa terjadi? Karena hal ini disebabkan oleh tekanan darah tinggi dan tekanan pada dada akibat sikap kita yang tergesa-gesa, dengki dan benci itu. 

B. Penyakit Liver (hati), Mata & Kandung Kemih (gail bladder) :

Sifat Negatif:

Penyebab penyakit ini akibat mudah marah, mudah frustasi, gampang cemburu dan iri hati.

Gejala :

Secara fisik akan menimbulkan berlebihnya produksi kolesterol dalam tubuh, lalu produksi pada empedu menjadi tidak seimbang lalu mengganggu pencernaan dalam tubuh, darah dalam liver menjadi stagnant dan berakibat menurunnya fungsi kerja liver atau hati untuk mendetoksifikasi racun dalam tubuh.

C. Penyakit Ginjal (Kidney), Telinga & Kandung Kemih (gail bladder):

Sifat Negatif:

Rasa Takut & Cemas

Gejala :

Hilangnya energi keberanian dan kekuatan serta rasa cemas berlebih dalam tubuh ternyata membuat tubuh menjadi acidic (mengandung asam) dan adanya tekanan di sekitar perut.

D. Sakit Perut, Limpa (spleen) & Pankreas:

Sifat Negatif:

Gelisah dan tidak percaya orang lain yang berlebih

Gejala :

Hal ini menimbulkan gangguan pencernaan, kesulitan dalam buang kotoran dalam pencernaan.

E. Paru-paru (lungs), Kulit & Usus Besar (large intestine):

Sifat Negatif:

Sedih dan depresi

Gejala :

Ada masalah pada pernapasan dan meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh serta dapat menimbulkan sembelit.

So, sejak saat ini mulai belajar qanaah, banyaklah istigfar. Kenapa Istigfar? Karena istigfar itu ada beberapa kelebihan, diantaranya

1. MENGGEMBIRAKAN ALLAH

Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).

2. DICINTAI ALLAH

Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222). Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.”(HR.Ibnu Majah).

3. DOSA-DOSANYA DIAMPUNI

Rasulullah bersabda, “Allah telah berkata,’Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).”(HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).

Imam Qatadah berkata,”Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar.” (Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410).

4. SELAMAT DARI API NERAKA

Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku masuk neraka’. Rasulullah bersabda,’Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).

5. MENDAPAT BALASAN SURGA

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”(QS.Ali’Imran: 135-136).

6. MENGECEWAKAN SYETAN

Sesungguhnya syetan telah berkata,”Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.”(HR.Ahmad dan al-Hakim).

7. MEMBUAT SYETAN PUTUS ASA

Ali bin Abi thalib pernah didatangi oleh seseorang,”Saya telah melakukan dosa’.'Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’,kata Ali. Orang itu menjawab,’Saya telah bertaubat, tapi setelah itu saya berdosa lagi’. Ali berkata, ‘Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’. Orang itu bertanya lagi,’Sampai kapan?’ Ali menjawab,’Sampai syetan berputus asa dan merasa rugi.”(Kitab Tanbihul Ghafilin: 73).

8. MEREDAM ADZAB

Allah berfirman,”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.al-Anfal: 33).

9. MENGUSIR KESEDIHAN

Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

10.MELAPANGKAN KESEMPITAN

Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

11. MELANCARKAN RIZKI

Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rizkinya karena dosa yang dilakukannya.”(HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).

12. MEMBERSIHKAN HATI

Rasulullah bersabda,”Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya.”(HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).

13. MENGANGKAT DERAJATNYA DISURGA

Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Hamba itu berkata,’Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?’ Allah berkata,’Karena istighfar anakmu untukmu’.”(HR.Ahmad dengan sanad hasan).

14. MENGIKUTI SUNNAH RASULULLAH

Abu Hurairah berkata,”Saya telah mendengar Rasulullah bersabda,’Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali’.”(HR.Bukhari).

15. MENJADI SEBAIK-BAIK ORANG YANG BERSALAH

Rasulullah bersabda,”Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat.”(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).

16. BERSIFAT SEBAGAI HAMBA ALLAH YANG SEJATI

Allah berfirman,”Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur.”(QS.Ali’Imran: 15-17).

17. TERHINDAR DARI STEMPEL KEZHALIMAN

Allah berfirman,”…Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.”(QS.al-Hujurat: 11).

18. MUDAH MENDAPATKAN ANAK

Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).

19. MUDAH MENDAPATKAN AIR HUJAN

Ibnu Shabih berkata,”Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata,’Perbanyaklah istighfar’.(Kitab Fathul Bari: 11/98).

20. BERTAMBAH KEKUATANNYA

Allah berfirman,”Dan (dia berkata):”Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”(QS.Hud: 52).

21. BERTAMBAH KESEJAHTERAANNYA

Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”(QS.Nuh: 10-12).

22. MENJADI ORANG YANG BERUNTUNG

Allah berfirman,”Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(QS.an-Nur: 31).

Aisyah berkata,”Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.”(HR.Bukhari).

23. KEBURUKANNYA DIGANTI DENGAN KEBAIKAN

Allah berfirman,”Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.al-Furqan: 70).

“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”(QS.Hud: 114).

24. BERCITRA SEBAGAI ORANG MUKMIN

Rasulullah bersabda,”Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin.”(HR.Ahmad).

25. BERKEPRIBADIAN SEBAGAI ORANG BIJAK

Seorang ulama berkata,”Tanda orang yang arif (bijak) itu ada enam. Apabila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga. Apabila menyebut dirinya, ia merasa hina. Apabila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya. Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. Apabila disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Dan apabila mengingat dosanya, ia segera beristighfar.” (Kitab Tanbihul Ghafilin: 67).

Referensi : Ternyata Penyakit Bisa Datang Dari Sikap Buruk, Segera Istigfar



















Datangnya Penyakit Berasal Dari Diri Sendiri

Datangnya Penyakit Berasal Dari Diri Sendiri. Kesehatan itu mahal harganya. Apabila tubuh kita ini sehat maka kehidupan kita disadari atau tidak insyaallah senantiasa merasa tenang, senang, lapang dan beraktifitas dengan maksimal. Akan tetapi sebaliknya bila tubuh kita tidak sehat dapat dipastikan kegiatan akan terhambat, tidak bersemangat, mudah sekali emosi atau tersinggung sehingga hari-hari akan kita lalui dengan suram.

Seperti yang kita ketahui, khususnya bagi orang yang beragama muslim sering mendengar bahwa Al-Qur'an adalah penyembuh segala penyakit†dan “Allah Tidak akan merubah nasib suatu kaum apabila kaum itu tidak mau merubahnya.

Berbagai cara digali, dikelola dan diklaim berasal dari Al-Qur'an untuk mengupayakan kesembuhan penyakit. Mulai dari membaca satu atau beberapa ayat hingga sekian puluh, ratus bahkan ribuan kali; menuliskan ayat diatas selembar kertas lalu dibakar, abunya dimasukkan kedalam air dan diminum; hingga doa-doa khusus yang dibaca agar penyakit bisa berpindah ketubuh hewan.

Belum lagi yang berikhtiar harus ke -maaf- dukun, melakukan ritual-ritual khusus mohon kesembuhan, pergi kedokter mulai dari dokter umum hingga yang sudah bergelar professor, meminum obat2an hingga operasi sampai keluar negeri dengan biaya yang selangit. Pertanyaannya adalah apakah semua itu benar? Apakah semua itu pasti berhasil?

Wallahualam bishawab.....pada kenyataannya banyak yang berakhir di ritual-ritual sesat atau berakhir di meja operasi, naudzubillahimindzalik.

Semua adalah ikhtiar, semua adalah usaha agar kita menjadi sembuh dan sehat asal tidak bertentangan dengan ajaran agama insyaallah hal itu sah-sah saja. Tapi sebenarnya tahukah kita bahwa segala penyakit itu datangnya dari diri kita sendiri? Bukan berasal dari virus, kuman bakteri, nyamuk, mutasi sel, dan sebagainya. Memang di saat kita sakit ketika diteliti ada yang namanya virus, kuman, bakteri yang merajalela didalam tubuh kita tapi itu bukanlah sebab itu hanya akibat !!

Ya!. semua yang diklaim sebagai sebab sakit sebetulnya adalah akibat dari perbuatan kita sendiri, tingkah laku kita sehari-hari yang kurang terpuji dihadapan Allah SWT. Dimana perilaku yang kurang terpuji tersebut (baca: akhlak yang kurang baik) menjadikan malaikat Atid terus mencatat dan mencatat serta melaporkannya di hadapan Allah SWT, dimana sudah berjalan bertahun-tahun bahkan mungkin juga sudah berbelas bahkan berpuluh tahun sehingga akhirnya Allah menurunkan suatu musibah berupa penyakit sebagai pengingat kita umat-Nya agar segera kembali kejalan-Nya.

Hal ini mungkin luput dari perhatian kita semua, tapi hal itu sudah terdapat dalam ayat-ayat Al-Qur'an yang sudah berabad-abad lalu tercipta dan sudah dijamin keabsahan, dan kebenarannya serta tak terbantahkan hingga akhir jaman bahkan Allah SWT sendiri yang menjamin.

Coba kita renungkan ayat-ayat berikut, mari kita baca satu-persatu dengan pelan, teliti dan arif.

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahanmu. Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah. QS: As-Syuura 42 :30-31

Nah!. Sudah jelas disini bahwa apapun musibah itu yang menimpa diri kita adalah awalnya karena perbuatan kita sendiri, karena kesalahan-kesalahan kita sendiri, karena dosa-dosa kita sendiri, oleh karenananya kita wajib mengucapkan astaghfirullah!.

Apakah memang benar seperti itu hanya karena dosa dan kesalahan kita saja dan bukan seperti apa yang sudah kita yakini selama ini bahwa penyakit datangnya dari virus, kuman bakteri, pemanasan global, lapizan ozon dan sederet alasan ilmiah lain???? Jawabannya adalah benar!!!

Mengapa terlihat sederhana sekali?? Mengapa hanya karena dosa dan kesalahan kita lalu tiba-tiba kita bisa menderita suatu penyakit bahkan hingga yang parah sekalipun??

Sebenarnya tidak sesederhana itu, pada ayat diatas Allah sudah menerangkan bahwa dosa dan kesalahan kita banyak sekali diampuni olehNya, karena kita sendiripun tidak akan sadar bahkan mungkin tidak bisa menghitung dosa kita setiap harinya. Dosa dan kesalahan itu kita kerjakan terus menerus dari hari kehari, bulan ke bulan bahkan hingga berpuluh tahun barulah Allah akan menurunkan suatu musibah dalam hal ini penyakit semata-mata hanya sebagai hukuman, sebagai peringatan, sebagai sentilan, sebagai jeweran bagi kita agar segera sadar bahwa kita memang banyak salah dan dosa agar kita segera mau kembali ke jalan Allah (..dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah).

Sudah jelas disini disebutkan kata-kata "pelindung dan penolong", berarti kalau kita mau selamat dari musibah, kalau kita mau sembuh dari penyakit, maka kita harus kembali kepada pelindung dan penolong kita yaitu Allah SWT.

Hal ini juga akan diperjelas lagi oleh Allah SWT melalui firmanNya yang lain yang berbunyi: Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. QS: An-Nissa 4 :111

Semoga ini bisa menjadi bahan renungan buat kita semua dan kami khususnya dan bisa bermanfaat bagi diri kita pribadi dan orang lain (bila kita mau menyampaikannya), juga bagi keluarga kita. Semoga dengan sekelumit bahasan ini bisa membantu kita semua agar bersegera kembali, bersegera meminta ampunan dan perlindungan Allah SWT. Dan jika ada kebenaran yang tertuang di artikel ini semata-mata itu hanyalah karena Rahmat Allah SWT dan jika ada kesalahan yang tertuang semata-mata dikarenakan kekhilafan saya sebagai manusia yang penuh salah dan dosa.

Referensi : Datangnya Penyakit Berasal Dari Diri Sendiri

















Cara Allah Menghapus Dosa Hamba-Nya Melalui Penyakit

Berkat mereka yang jatuh sakit adalah penawar dari perbuatan dosa yang telah dilakukan. Hampir tidak ada yang bisa menebus dosa dari penderitaan yang kita alami.

Allah berfirman dalam surat Asy-Syura ayat 30 yang berbunyi :

 وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍۗ

Wa mā aṣābakum mim muṣībatin fa bimā kasabat aidīkum wa ya'fụ 'ang kaṡīr.

Artinya: Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).

Setiap orang pasti mendapat musibah atau malapetaka. Seperti kematian orang yang dicintai, kehilangan kerabat, terguncangnya ekonomi finansial, kesusahan fisik, demam, semua jenis rasa sakit, dan penderitaan.

Penyakit sebagai berkah tersembunyi

Suatu saat Nabi Muhammad SAW mengunjungi orang sakit yang menderita demam, dia berkata: “Saya punya kabar baik untuk anda. Karena sesungguhnya Tuhanku telah mengatakan kepadaku demam adalah hukumanku yang aku berikan kepada orang-orang yang beriman agar mereka tidak perlu dihukum di neraka.”

Ini adalah hukuman yang Allah berikan agar anda selamat dari hukuman kehidupan selanjutnya. Berarti menderita suatu penyakit merupakan berkah terselubung.

Suatu ketika Nabi Muhammad SAW mengunjungi seorang teman wanita, Umm Sa'ib. Dia juga menderita demam dan bolak-balik, Rasulullah bertanya ada apa. Lalu dia menjawab, “Saya demam tinggi. Semoga Allah mengutuknya.” Kemudian Rasulullah bersabda, “Jangan mengutuk demam, karena sesungguhnya itu mengampuni dosa seperti tungku membersihkan kotoran pada besi,”(HR Muslim).

Saat anda memasukkan besi ke dalam tungku, itu dipenuhi dengan kotoran. Namun, ketika anda mengeluarkannya, akan menjadi 100 persen murni. Jadi, Rasulullah membandingkan demam dengan tungku yang merupakan perbandingan sangat baik karena keduanya terbakar.

Dalam hadits lain disebutkan, itu akan menyingkirkan dosa-dosamu seperti pohon di musim gugur. Saat anda menggoyangkan semuanya, daunnya akan jatuh. Begitu juga penyakit akan menyingkirkan dosa-dosamu.

Setiap bencana adalah untuk kebaikan anda

Ini adalah sesuatu berlaku untuk setiap bencana dan kemalangan. Rasulullah SAW bersabda, “Bahkan jika duri menusuk salah satu dari anda, itu akan menebus sebagian dari dosa anda,” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Hadist lainnya yang terkenal Rasulullah berkata, “Luar biasa urusan orang beriman, karena segala sesuatu yang terjadi padanya terjadi untuk kebaikannya. Jika sesuatu yang baik terjadi dan dia bahagia, dia bersyukur kepada Allah, dan itu baik untuknya. Dan jika sesuatu yang buruk terjadi, maka dia bersabar, dan Allah membalasnya atas kesabaran itu,” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

orang beriman selalu menjadi pemenang, dia tidak pernah menjadi pecundang. Tidak peduli bencana apa yang menimpanya, dia akan selalu berada di atas angin dan menang karena dia memiliki Allah di sisinya. Dan ketika anda memiliki Allah di pihakmu, anda tidak peduli apa yang terjadi pada umat manusia lainnya.

Kita tidak ingin sakit, kami tidak menginginkan bencana, tetapi setiap dari kita akan jatuh sakit dan akan menghadapi malapetaka. Ketika itu terjadi, maka kita bangkit dan menghadapinya. Seraya dengan memperbaharui iman kita kepada Allah, merendahkan diri, serta menyerahkan diri kepada-Nya. Melalui semua ini, kita menghargai berkah bahkan saat jatuh sakit dan mengalami musibah.

Referensi : Cara Allah Menghapus Dosa Hamba-Nya Melalui Penyakit
















Sakit Karena Dosa

Dalam pemahaman keagamaan Timur Dekat kuno, penderitaan, kemiskinan, juga sakit penyakit seringkali dianggap sebagai bagian dari hukuman para dewa akibat kesalahan yang diperbuat oleh manusia tersebut. Meski tidak selalu demikian, namun pemazmur juga mengakui bahwa Tuhan dapat menyatakan hukuman-Nya lewat sakit penyakit.

Daud nampaknya sedang mengalami sakit fisik yang cukup menyiksa. Ada yang menafsirkan bahwa ia menderita sakit kusta, karena dikatakan tubuhnya penuh luka, berbau busuk dan bernanah (6), tapi ada pula yang menduga ia menderita sejenis penyakit kelamin karena bagian pinggangnya meradang dan sekujur tubuh kesakitan (8). Meski tak diketahui secara pasti Daud mengalami sakit apa, namun tampaknya ini bukan sakit biasa.

Dalam kondisi fisik yang penuh derita, ia juga masih harus mengalami penolakan dari orang-orang terdekatnya (12), bahkan para musuhnya pun hendak mencelakakan dia (13). Kondisi sosial ini memperberat penderitaan yang dialami Daud. Dalam kondisi demikianlah Daud sadar dan berseru pada Tuhan. Ia tidak membela diri dihadapan Tuhan, namun justru ia berseru memohon pengampunan dari Tuhan atas kesalahannya (2-5). Ia mengerti bahwa segala penderitaan yang terjadi bukanlah tanpa sebab, karena itu dengan penuh penyesalan ia mengaku dosa pada Tuhan (19). Dan setelah Daud menghantarkan segala keluh kesahnya, ia pun memohon pertolongan pada Tuhan (22-23).

Sikap Daud ini menjadi sebuah contoh kesadaran diri sebagai umat Allah. Sering kali dalam kondisi penderitaan, sakit penyakit, bahkan masalah yang besar kita hanya datang pada Tuhan dan meminta pertolongan-Nya. Renungkan: Ingatlah jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk tidak akan Dia pandang hina (Mzm. 51: 17), justru kejujuran kita akan dosa dan pelanggaran yang Tuhan inginkan.

Referensi : Sakit Karena Dosa












Penyakit Akibat Dosa

Menderita suatu penyakit adalah sesuatu hal yang paling tidak diinginkan oleh manusia. Namun yang namanya penyakit, selalu datang menghampiri setiap orang, tidak peduli siapa dia, atau apa status atau kedudukannya di masyarakat. Singkatnya, semua golongan masyarakat: tua-muda, wanita-pria, kaya-miskin, cantik-jelek, semua pasti pernah dihampiri penyakit. Penyakit memang penuh misteri: dia datang tanpa diduga, tanpa diundang. Orang yang selalu telaten merawat kesehatannya pun, tidak dijamin akan steril dari penyakit. Jadi penyakit akan selalu hadir, meski dengan kadar dan jenis yang berbeda-beda.

Kali ini kita akan membahas topik seputar misteri sakit dan penyakit, terutama bagaimana memandang-nya dari sudut Alkitab. Hal ini sangat penting, mengingat di era yang semakin canggih ini, penyakit yang berkembang pun semakin bera-gam dan canggih pula. Di samping itu, masih ada sebagian dari orang Kristen yang terkadang melen-ceng dari Alkitab dalam meman-dang sakit dan penyakit.

Sudah seringkali diperingatkan agar para pengkhotbah jangan secara sembarangan memberita-kan soal penyakit dan kesembuhan kepada jemaat. Namun kesalahan ini masih saja terjadi berulang kali. Saat ini masih banyak orang Kristen yang berpandangan sangat picik dalam memandang sakit dan penyakit. Mereka itu percaya dan mengatakan bahwa penyakit itu adalah akibat dari dosa, sehingga dengan demikian, orang yang menderita sesuatu penyakit tidak memerlukan dokter untuk meno-long mengobati atau menyembuh-kannya. Jangan berurusan dengan dokter, cukup dengan duduk, lipat tangan dan berdoa, minta Yesus Kristus, tabib yang agung itu untuk menyembuhkan penyakit, demikian kira-kira bunyi pendapat orang yang sangat keliru itu.

Kita percaya, sakit dan penyakit yang bagaimana pun jenis/ragam dan tingkat keparahannya, pasti dapat disembuhkan oleh Kristus. Kuasa-Nya, dahulu, sekarang dan selamanya, tetap ber-langsung dan berlaku. Namun jika setiap orang Kristen menganut pandangan seperti dikemukakan di atas tadi, hal itu sama saja dengan menghina Alkitab. Dengan pandangan seperti itu, orang Kristen menjadi picik, karena menolak ilmu kedokteran, menolak kemajuan teknologi pengobatan dan penyembuhan, karena seluruh sistem kemajuan yang ada itu pun merupakan anugerah Allah. Jadi, jangan menjadi orang Kristen yang ikut-ikutan kacau, yang akhirnya membuat diri menjadi eksklusif, yang tidak bisa lagi dipahami, tidak bisa lagi dimengerti, seakan-akan ngambang sembarangan. Tuhan menyuruh kita memerintah dunia ini, mengatur dan menguasai dunia ini, bukan lari dari dunia ini.

Jangan lupa, Lukas adalah seorang tabib. Jangan lupa pula, Yesus mengatakan bahwa orang yang sakit memerlukan tabib, orang berdosa memerlukan juru selamat. Lalu bagaimana kita di jaman ini mengatakan kalau kita tidak perlu berurusan dengan dokter, dengan dalih Tuhan akan menyembuhkan kita? Pandangan seperti ini menjadi saru, bahkan merupakan suatu kesalahan yang fatal. Pendapat semacam ini menghina Alkitab karena seringkali kita tidak mau belajar serius dari firman Tuhan itu.

Ada beberapa kemungkinan yang membuat seseorang sering sakit. Salah satu di antaranya karena kurang berolahraga. Seseorang yang sering sakit karena kurang berolahraga, dapat dikatakan bahwa fisiknya lemah. Jika dia banyak melakukan pergerakan, kemungkinan besar fisiknya akan semakin kuat dan tubuhnya menjadi sehat. Jadi, jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa sakit dan penyakit itu karena dosa, atau karena Tuhan punya rencana dalam diri kita. Jangan mengukur Tuhan berdasarkan pikiran dan ukuran manusia yang serba terbatas. Karena itu pelajari Alkitab baik-baik supaya jangan sampai salah konsep akibat kurang mengerti.

Alkitab mengelompokkan penyakit dalam tiga jenis yaitu: penyakit fisik, penyakit jiwa, dan penyakit karena dirasuk setan. Ketiga jenis penyakit ini, secara umum bisa dipahami dalam dunia modern dan kedokteran, walau-pun memang masih ada beberapa hal yang tidak jelas. Soal kerasukan setan misalnya, menjadi suatu masalah yang serius. Orang-orang modern yang menolak pengertian tentang keimanan, akan menga-takan bahwa sakit karena dirasuk setan itu tidak lebih dari sakit jiwa. Padahal ada perbedaan antara sakit jiwa dengan kerasukan setan.

Selain karena faktor fisik yang lemah tadi, menurut Alkitab masih ada beberapa penyebab sehingga timbul suatu penyakit. Salah satunya memang adalah penyakit yang timbul karena dosa. Di samping itu ada pula penyakit karena iblis. Ada juga orang yang menderita sesuatu penyakit akibat hukuman Tuhan, atau mendapat teguran dari Tuhan. Tidak jarang pula penyakit itu timbul untuk mendidik penderitanya. Dalam kitab Korintus diceritakan tentang Rasul Paulus yang di dalam dagingnya ada duri. Paulus sudah berdoa supaya duri itu lepas dari dirinya, namun Tuhan membiarkannya, supaya dia jangan menjadi sombong. Ada pula penyakit untuk kemuliaan Tuhan.

Penyakit itu seringkali ada untuk kebaikan. Karena itu kita harus mengerti dan memahami Alkitab. Jangan kita terjebak pada pemikiran yang sempit mengenai sakit dan penyakit, tetapi biarlah kasih Allah membuat kita betul-betul mengerti apa yang sedang Dia kerjakan dalam diri kita. Kalau sedang sakit, berdoalah dan evaluasi diri dan pikirkan baik-baik baru menyimpulkan yang tepat sehingga kita dapat memahami kehendak Allah dalam hidup kita, supaya kehidupan kita semakin indah, dan kita pun semakin memahami betapa manisnya persekutuan dengan Dia.

Referensi : Penyakit Akibat Dosa















Apakah Sakit itu Takdir Atau Karena Dosa di Dunia? (Begini Jawaban : Buya Yahya)

Bisa dikatakan jika sakit merupakan salah satu kondisi terlemah manusia. Banyak kesulitan dan kesakitan yang harus dirasakan ketika mengalami sebuah penyakit. Hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya mengenai penyebab penyakit yang sesungguhnya.  Padahal orang beriman sudah tidak punya dosa di dunia, bahkan rajin beribadah kepada Allah. Dalam salah satu pengajiannya, Buya Yahya menjawab pertanyaan dari seorang jamaah terkait topik tersebut. “Ada pun sakit, atau musibah, atau bencana yang Allah timpakan kepada seorang mukmin semua ketentuan dari Allah,” kata Buya Yahya.

Buya Yahya mengatakan bahwa tidak ada yang terjadi di alam semesta ini melainkan karena ketentuan Allah SWT. Namun bagaimana jika seseorang yang beriman dan rajin beribadah kepada Allah terkena busibah atau sakit? “Tidak ada ketentuan musibah yang Allah timpakan kepada seorang beriman kecuali ada sesuatu yang Allah kehendaki,” ujar Buya Yahya. Beliau kemudian memperjelas maksud dari pernyataannya tentang seorang yang beriman yang tertimpa musibah atau sakit.

“Allah akan mengampuni segala kesalahan kita yang pasti ada. Karena Allah sayang, ini hamba-Ku dan aku sayang tapi dia punya dosa. Aku tidak mau menyiksa nanti di akhirat, maka Aku timpakan saat ini di dunia,” sambung Buya Yahya. Artinya, orang beriman yang sakit atau kena musibah merupakan tanda kasih saya Allah kepadanya.

Allah tidak ingin menghukumnya di akhirat, maka Allah datangkan hukumannya langsung di dunia. Namun bagaimana jika ada orang beriman yang bersih dari dosa dan sakit? “Maka di sini kalau Anda sudah tidak ada dosa maka karena Allah akan mengangkat derajat Anda,” ungkap Buya Yahya.

Menurut Buya Yahya, Allah mengangkat derajat seorang hamba di sini maksudnya adalah jika hamba tersebut berada di level surga terendah, maka dengan diangkat derajatnya, dia masuk ke surga level tertinggi. “Inikan surga derajatnya tinggi, pangkatnya tinggi, cuman kalau dilihat dari amalnya levelnya surga terendah, lalu Allah menghendaki dia naik pangkat surga tertinggi,” kata Buya Yahya. Itulah jawaban Buya Yahya terkait pertanyaan apakah sakit takdir atau karena dosa di dunia.

Referensi : Apakah Sakit itu Takdir Atau Karena Dosa di Dunia? (Begini Jawaban : Buya Yahya)