This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Rabu, 03 Agustus 2022

Kezaliman Terhadap Diri Sendiri dalam Al-Qur’an

Kezaliman Terhadap Diri Sendiri dalam Al-Qur’an. Ada beberapa bentuk kezaliman terhadap diri sendiri yang digambarkan oleh al-Qur’an. Fenomena zalim terhadap diri sendiri tersebut begitu khas dengan frasa ظلم dan نفس. Melalui pelacakan dengan menggunakan kedua frasa ini, penulis menemukan beberapa contoh kasus yang dapat dikategorikan sebagai tindakan merugikan/ zalim terhadap diri sendiri. Kemudian melakukan filter dengan mengambil secara spesifik beberapa kasus yang mengandung ekspresi penyesalan berupa doa di dalamnya.

Q.S. al-A’raf (7): 23

Fenomena pertama ditemukan pada Q.S. al-A’raf (7): 23:

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

“Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

Ayat ini mengisahkan doa yang dipanjatkan oleh Adam As. dan Hawa sebagai pernyataan penyesalan yang telah mereka perbuat. Dalam Jami’ al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an karya Tabari, dikisahkan bahwa penyesalan ini terjadi akibat ketidaktaatan mereka terhadap perintah Tuhan untuk tidak mendekati salah satu pohon terlarang di surga. Hal ini diakibatkan oleh keduanya yang tak mampu menahan godaan Iblis yang menjerumuskan mereka.

Maka dalam kasus Adam as. dan Hawa ini, yang menjadi bentuk kezaliman terhadap diri sendiri ialah berupa ketidakmampuan melawan hawa nafsu yang berujung pada tindakan ketidaktaatan kepada Allah. Namun dalam kehidupan saat ini representasi kasus sebagaimana pada tipologi pertama ini, tidak mungkin dijumpai. Oleh sebab itu, filosofi terjadinya kejadian ini yang menjadi tolak ukurnya yaitu ketidaktaatan yang disebabkan oleh ketidakmampuan mengendalikan hawa nafsu. Jadi bentuk kasus yang terjadi mungkin berbeda namun secara filosofis memiliki pola sebab-akibat yang sama.

Poin menarik dalam mengkaji ayat ini ialah bahwa doa ini merupakan doa yang diajarkan langsung oleh Allah kepada Adam As. sebagai apresiasi atas penyesalannya atas perbuatan yang telah dilakukan. Maka jika merasa telah melakukan tindakan zalim terhadap diri sendiri, ayat ini dapat dijadikan sebagai wasilah dalam bertobat.

Q.S. al-Naml: 44

قِيْلَ لَهَا ادْخُلِى الصَّرْحَۚ فَلَمَّا رَاَتْهُ حَسِبَتْهُ لُجَّةً وَّكَشَفَتْ عَنْ سَاقَيْهَاۗ قَالَ اِنَّهٗ صَرْحٌ مُّمَرَّدٌ مِّنْ قَوَارِيْرَ ەۗ قَالَتْ رَبِّ اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ وَاَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمٰنَ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ

Dikatakan kepadanya (Balqis), “Masuklah ke dalam istana.” Maka ketika dia (Balqis) melihat (lantai istana) itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya (penutup) kedua betisnya. Dia (Sulaiman) berkata, “Sesungguhnya ini hanyalah lantai istana yang dilapisi kaca.” Dia (Balqis) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh, aku telah berbuat zalim terhadap diriku. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam.”

Pada kasus kedua ini ada kisah menarik yang perlu diketahui. Ratu Balqis yang terkenal sebagai pemegang tahta tertinggi di kerajaan Saba’ berniat diislamkan oleh Sulaiman As. Beberapa cara dilakukan oleh Sulaiman dalam upaya mewujudkan niatannya tersebut. Sebab Saba’ adalah negeri yang makmur namun masih menyembah matahari dan merasa cukup angkuh akan kemegahan kerajaannya.

Dalam Tafsir Kemenag dijelaskan bahwa ayat ini kemudian menjadi saksi bahwa salah satu upaya Sulaiman As. berhasil meluluhkan Ratu Balqis. Upaya yang dilakukan oleh Sulaiman As. kala itu ialah mendirikan sebuah istana yang megah dan tak tertandingi keindahannya tatkala ia mengetahui bahwa Balqis akan mengunjungi negerinya. Maka saat sesampainya Balqis ke istana Sulaiman As. ia begitu terpukau dengan interior yang nampak di depan matanya, terutama pada lantai yang terlihat seperti sungai namun sebenarnya berupa kristal tembus pandang.

Melihat kemegahan yang tak tertandingi itu, Balqis pun mengakui bahwa istananya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan oleh istana Sulaiman As. Ia pun luluh dan keangkuhannya pun sirna, lalu ia pun mau menerima penjelasan Sulaiman As. mengenai ajaran tauhid yang benar dan menyatakan bahwa dirinya akan tunduk kepada Allah berkat Sulaiman As.  Dalam Tafsir Kemenag juga dijelaskan bahwa alasannya selama ini menolak ialah kekhawatirannya akan dikucilkan oleh masyarakat kerajaannya (Q.S. al-Naml: 43).

Maka dari uraian penafsiran tersebut didapati bahwa bentuk kezaliman terhadap diri sendiri yang dirasakan oleh Balqis ialah berupa keangkuhannya yang berimbas pada ketidakinginannya untuk mendengarkan ajaran yang benar. Hal itulah yang membuatnya sangat susah keluar dari kekafiran, setelah akhirnya berhasil disadarkan oleh Sulaiman As.

Q.S. al-Qashash: 16

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَغَفَرَ لَهٗ ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Dia (Musa) berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku.” Maka Dia (Allah) mengampuninya. Sungguh, Allah, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Ayat menceritakan tragedi pembunuhan yang dilakukan Nabi Musa As. terhadap seorang Qibti. Tragedi itu terjadi tatkala Musa ingin menolong kawannya dari pem-bully-an seorang Qibti yang merupakan salah satu utusan Fir’aun. Musa pun memukulnya hingga tewas dan kemudian ia pun begitu menyesali perbuatannya sehingga ia pun memanjatkan doa sebagai bentuk pertaubatannya.

Dalam Tafsir al-Munir karya Wahbah Zuhaili dituliskan bahwa Musa As. juga mengutarakan bahwa suatu kezaliman yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain hakikatnya merupakan bentuk kezaliman pada diri sendiri. Maka doa ini juga seakan memberikan pesan bahwa tindakan kezaliman apapun kepada orang lain haruslah dijauhi sebab apabila dilakukan maka sejatinya tindakan itu juga merusak diri sendiri.

Dari ketiga kasus dalam al-Qur’an yang telah diuraikan di atas didapati bahwa ada tiga tipologi bentuk kezaliman terhadap diri sendiri. Ketiga tipologi tersebut ialah 1) ketidaktaatan terhadap perintah Tuhan akibat tidak mampu mengendalikan hawa nafsu; 2) kekafiran yang disebabkan oleh keangkuhan dalam menerima kebenaran; 3) menzalimi orang lain.

Ketiga tipologi tersebut memperlihat bahwa Islam merupakan ajaran yang seimbang. Islam tidak menginginkan umatnya menzalimi dirinya sendiri baik dengan merusak hubungannya dengan Tuhan maupun dengan sesama manusia. Sebab keduanya merupakan elemen terpenting yang harus dijaga dalam menjalani kehidupan

Referensi sbb ini ; Kezaliman Terhadap Diri Sendiri dalam Al-Qur’an















Berbuat Zalim pada Diri Sendiri, Merupakan Dosa Besar

Berbuat Zalim pada Diri Sendiri, Merupakan Dosa Besar. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan (berbuat) dosa? Awam mengartikannya sebagai perbuatan melanggar atau melawan semua yang dilarang oleh Allah atau tidak mengerjakan apa yang diwajibkan olehNya. Bagi orang beriman, definisi ini tidak salah.

Namun Allah memberi definisi lain. Dosa dalam Al-Quran dikatakan sebagai perbuatan menzalilimi diri sendiri.

Ada banyak ayat dalam Al-Quran yang menyebut bahwa Allah tidak menzalimi manusia tetapi manusialah yang telah menzalimi dirinya sendiri. Bahkan beberapa nabi seperti Nabi Musa, Yunus, dan lainnya memohon ampun kepada Tuhan karena telah "menzalimi dirinya".

Adil adalah salah satu nilai tertinggi dalam Islam. Lawan dan segala sesuatu yang bertentangan dengan keadilan disebut kezaliman. Adil adalah menempatkan segala seauatu di tempatnya yang pas. Mengambil atau tidak memberi hak orang atau makhluk lain adalah tidak adil atau zalim. Islam menentang segala bentuk kezaliman.

Lalu apa yang dimaksud dengan menzalimi diri sendiri?

Kita salah mengartikan kata haram dengan dosa. Arti haram sebenarnya adalah larangan. Diharamkan artinya dilarang. Haram juga bisa dirartikan suci atau mulia seperti haramain Ka'bah di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Diharamkan artinya dilarang mengotori kesucian atau merendahkan kemuliaan.

Sedang dosa dalam Al-Quran disebut dengan berbagai istilah. Dhanb (dhunub), khati'ah, ithm, jurm (mujrim), junah, dan haraj. Dalam salah satu ayat, ithm disebut sebagai lawan naf'a (manfaat) seperti ayat tentang minuman keras yang disebut keburukannya (ithm) lebih besar dari manfaatnya. Artinya ithm sejajar dengan keburukan atau mudharat. Lawan dari manfaat.

Banyak hal yang diharamkan dalam Islam seperti minuman keras, zina, berjudi, makan daging babi atau bangkai, dan lain-lain. Sebahagian kita tahu atau bisa memperkirakan sebab dari larangan dan sisanya merupakan misteri Tuhan. Yang pasti kita percaya bahwa semua larangan itu buruk bagi kita bila dilanggar.

Manusia memerlukan makanan jasmani dan masukan rohani untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Makanan jasmani yang tidak sehat akan merusak tubuh kita dan menimbulkan penyakit. Begitu pula masukan kejiwaan yang salah bagai memasukkan racun ke rohani kita.

Itulah barangkali yang dimaksud dengan menzalimi diri ketika berbuat dosa. Yakni tidak adil dan zalim kepada diri sendiri dengan melanggar hak diri untuk mendapat isi yang baik. Diharamkan artinya kita dilarang untuk melukai diri sendiri.

Begitu pula ketika kita menipu atau mencuri atau mengambil hak orang lain maka sebenarnya kita juga sedang menzalimi atau mencederai diri kita sendiri karena bagaimanapun dan sejahat apapun kita, hati kita tetap mengatakan bahwa perbuatan kita adalah perbuatan yang tidak benar.

Berdosa kepada Tuhan adalah perbuatan mengotori kesucianNya dan merendahkan kemuliaanNya. Inipun menzalimi diri sendiri karena membebani diri kita dengan beban berat, menaruh diri kita diatas Tuhan oleh sebab keangkuhan kita.

Dalam salah satu hadis diriwayatkan bahwa Nabi SAW pernah ditanya apa sebenarnya yang dimaksud dengan dosa. Beliau menjawab bahwa dosa adalah perbuatan yang ditutup-tutupi dan kita segan atau malu bila diketahui orang lain.

Bila hadis itu benar dan sahih maka dosa artinya perbuatan yang melanggar norma masyarakat. Sebagian ulama mengatakan bahwa dosa dalam Islam adalah segala sesuatu perbuatan yang bertentangan dengan hati nurani kita.

Pendefinisian dosa yang demikian itu bukan tanpa masalah karena hati nurani kita seringkali mengikuti norma-norma masyarakat yang berlaku. Sedang norma masyarakat bisa berubah atas dasar kesepakatan bersama. Di Amerika minuman keras pernah dihalalkan kemudian dilarang dengan undang-undang dan kemudian dihalalkan dengan mencabut undang-undang itu.

Apa yang diharamkan oleh agama belum tentu diikuti oleh larangan dalam hukum dan undang-undang negara. Bukan saja di negeri-negeri yang penduduknya minoritas muslim bahkan di negara yang mayoritas penduduknya muslim bisa terjadi perbedaan antara apa yang dibolehkan dan dilarang oleh agama dengan hukum nasional yang berlaku.

Dalam kasus seperti ini maka khususnya muslim yang tinggal di negara yang penduduknya mayoritas muslim harus tetap menghormati hukum dan undang-undang yang berlaku sambil berupaya agar apa yang dianggap baik atau buruk oleh agama yang kita yakini tercermin di dalam hukum negeri melalui upaya-upaya yang tidak melanggar aturan main.

Dengan demikian maka menghindarkan diri dari dosa adalah menjauhi hal-hal yang merugikan kejiwaan kita dan merugikan orang lain, dan dimulai dengan patuh kepada hukum yang berlaku di negeri di mana kita tinggal, diikuti dengan patuh kepada larangan agama meski bila hukum yang berlaku membolehkannya.

Referensi : Berbuat Zalim pada Diri Sendiri, Merupakan Dosa Besar






















Barangkali Kita Termasuk Munafik (Koreksi Diri Sendiri/hisablah Diri Sendiri)

Barangkali Kita Termasuk Munafik (Koreksi Diri Sendiri/hisablah Diri Sendiri). Barangkali Kita Termasuk Munafik. Munafik adalah orang yang memiliki sifat nifak (kemunafikan). Kemunafikan sendiri ada dua macam yaitu nifak i’tiqodi dan nifak ‘amali.

Kemunafikan dalam I’tiqod

Nifak i’tiqodi maksudnya adalah bentuk nifak dalam hati, di mana seseorang menampakkan keislaman namun menyembunyikan kekafiran.

Sedangkan nifak ‘amali adalah bentuk nifak pada jawarih (anggota badan).

Nifak bentuk pertama nifak i’tiqodi- mengeluarkan seseorang dari Islam dan kemunafikan seperti ini akan membuat seseorang berada pada dasar neraka di bawah orang kafir, Yahudi dan Nashrani.

Sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin, yang menunjukkan bahayanya orang munafik. Dalam awal-awal surat Al Baqarah, disebutkan tiga golongan manusia. Orang beriman disebutkan dalam empat ayat, orang kafir disebutkan dalam dua ayat, sedangkan orang munafik disebutkan dalam 13 ayat.

Contoh nifak i’tiqodi:

  1. Mendustakan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  2. Mendustakan sebagian ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  3. Benci pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  4. Benci pada sebagian ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  5. Senang melihat agama Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam direndahkan.
  6. Tidak senang jika agama Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapatkan kemenangan.

Adakah sifat-sifat seperti itu di zaman modern saat ini yang ditampakkan oleh orang yang mengaku muslim?

Ada, tentu ada.

Coba perhatikan sifat-sifat tersebut pada orang yang berpahaman liberal atau berada dalam Jaringan Islam Liberal. Wal ‘iyadzu billah, kita berlindung pada Allah dari kejelekan dan kesesatan mereka.

Kemunafikan dalam Sifat Lahiriyah

Sedangkan nifak yang kedua adalah nifak ‘amali atau nifak ashgor (nifak kecil atau ringan) yang tidak mengeluarkan seseorang dari Islam. Karena bentuk nifak atau kemunafikan ini nampak dalam sifat lahiriyah dan tidak nampak pada batinnya. Seperti misalnya seseorang yang menampakkan dirinya shalih ketika berada di khalayak ramai. Namun ketika tidak berada di keramaian, ia jauh berbeda.

Oleh karena itu Al Hasan Al Bashri mengatakan,

مِنَ النِّفَاقِ اِخْتِلاَفُ القَلْبِ وَاللِّسَانِ ، وَاخْتِلاَفُ السِّرِّ وَالعَلاَنِيَّةِ ، وَاخْتِلاَفُ الدُّخُوْلِ وَالخُرُوْجِ

“Di antara tanda kemunafikan adalah berbeda antara hati dan lisan, berbeda antara sesuatu yang tersembunyi dan sesuatu yang nampak, berbeda antara yang masuk dan yang keluar.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 490)

Intinya sebagaimana kata Ibnu Rajab, kemunafikan ringan adalah adanya perbedaan antara yang nampak dan yang tersembunyi.

Kemunafikan Ringan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مِنْ عَلاَمَاتِ الْمُنَافِقِ ثَلاَثَةٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ

“Di antara tanda munafik ada tiga: jika berbicara, dusta; jika berjanji, tidak menepati; jika diberi amanat, ia khianat.” (HR. Muslim no. 59)

Dalam riwayat lain disebutkan,

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ وَإِنْ صَامَ وَصَلَّى وَزَعَمَ أَنَّهُ مُسْلِمٌ

“Tanda munafik itu ada tiga, walaupun orang tersebut puasa dan mengerjakan shalat, lalu ia mengklaim dirinya muslim.” (HR. Muslim no. 59)

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا ، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ

“Ada empat tanda, jika seseorang memiliki empat tanda ini, maka ia disebut munafik tulen. Jika ia memiliki salah satu tandanya, maka dalam dirinya ada tanda kemunafikan sampai ia meninggalkan perilaku tersebut, yaitu: (1) jika diberi amanat, khianat; (2) jika berbicara, dusta; (3) jika membuat perjanjian, tidak dipenuhi; (4) jika berselisih, dia akan berbuat zalim.” (HR. Muslim no. 58)

Kalau dirinci, tanda kemunafikan ringan tersebut ada lima:

Tanda Pertama: “Jika berbicara, dusta”.

Di antara hadits yang menunjukkan dicelanya perbuatan dusta adalah hadits ‘Abdullah bin Mas’ud. Ibnu Mas’ud menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

“Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Bukhari no. 6094 dan Muslim no. 2607)

Asalnya berbohong itu terlarang dikecualikan dalam tiga hal. Ketika itu berbohong jadi rukhsoh atau keringanan karena ada maslahat yang besar. Ada hadits yang menyebutkan hal ini,

أَنَّ أُمَّهُ أُمَّ كُلْثُومٍ بِنْتَ عُقْبَةَ بْنِ أَبِى مُعَيْطٍ وَكَانَتْ مِنَ الْمُهَاجِرَاتِ الأُوَلِ اللاَّتِى بَايَعْنَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَهُوَ يَقُولُ « لَيْسَ الْكَذَّابُ الَّذِى يُصْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ وَيَقُولُ خَيْرًا وَيَنْمِى خَيْرًا ». قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَلَمْ أَسْمَعْ يُرَخَّصُ فِى شَىْءٍ مِمَّا يَقُولُ النَّاسُ كَذِبٌ إِلاَّ فِى ثَلاَثٍ الْحَرْبُ وَالإِصْلاَحُ بَيْنَ النَّاسِ وَحَدِيثُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ وَحَدِيثُ الْمَرْأَةِ زَوْجَهَا.

Ummu Kultsum binti ‘Uqbah bin ‘Abi Mu’aythin, ia di antara para wanita yang berhijrah pertama kali yang telah membaiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia mengabarkan bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak disebut pembohong jika bertujuan untuk mendamaikan dia antara pihak yang berselisih di mana ia berkata yang baik atau mengatakan yang baik (demi mendamaikan pihak yang berselisih, -pen).”

Ibnu Syihab berkata, “Aku tidaklah mendengar sesuatu yang diberi keringanan untuk berdusta di dalamnya kecuali pada tiga perkara, “Peperangan, mendamaikan yang berselisih, dan perkataan suami pada istri atau istri pada suami (dengan tujuan untuk membawa kebaikan rumah tangga).” (HR. Bukhari no. 2692 dan Muslim no. 2605, lafazh Muslim).

Tanda Kedua: “Jika berjanji, tidak menepati”.

Ibnu Rajab menyebutkan bahwa mengingkari janji itu ada dua macam :

a- Berjanji dan sejak awal sudah berniat untuk tidak menepatinya. Ini merupakan pengingkaran janji yang paling jahat.

b- Berjanji, pada awalnya berniat untuk menepati janji tersebut, lalu di tengah jalan berbalik, lalu mengingkarinya tanpa adanya alasan yang benar.

Adapun jika dia berniat untuk memenuhi janji tersebut, tetapi karena alasan tertentu atau ada hal lainnya yang dapat dibenarkan, maka dia tidak termasuk dalam sifat tercela ini.

Ada perkataan dari ‘Ali, namun dalam sanad perkataan ini ada perawi yang majhul,

العِدَةُ دَينٌ ، ويلٌ لمن وعد ثم أخلف

“Janji adalah utang. Celakalah orang yang berjanji namun tidak menepati.” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 483)

Contoh sederhananya, kalau janji pada anak kecil (seorang bocah) tetap harus ditepati. Az Zuhri mengatakan dari Abu Hurairah, ia berkata,

من قال لِصبيٍّ : تَعَالَ هاك تمراً ، ثم لا يُعطيه شيئاً فهي كذبة

“Siapa yang mengatakan pada seorang bocah: “Mari sini, ini kurma untukmu”. Kemudian ia tidak memberinya, maka ia telah berdusta.” Namun riwayat ini, sanadnya terputus karena Az Zuhriy tidak mendengar dari Abu Hurairah. (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 485)

Tanda Ketiga: “Jika diberi amanat, khianat”.

Allah Ta’ala berfirman,

يَأَيّهَا الّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَخُونُواْ اللّهَ وَالرّسُولَ وَتَخُونُوَاْ أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan juga janganlah kalian mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepada kalian, sedang kalian mengetahui” (QS. Al Anfal : 27).

Jika seseorang dipercaya untuk memegang suatu amanah, maka dia wajib untuk menjaga amanah tersebut sebaik mungkin, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

إِنّ اللّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤدّواْ الأمَانَاتِ إِلَىَ أَهْلِهَا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya” (QS. An-Nisaa’: 58).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَدِّ الأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكَ وَلاَ تَخُنْ مَنْ خَانَكَ

“Tunaikanlah amanat pada orang yang memberikan amanat padamu dan janganlah mengkhianati orang yang mengkhianatimu” (HR. Abu Daud no. 3535, Tirmidzi no. 1264 dann Ahmad 3: 414. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if. Hadits ini shahih menurut Syaikh Al Albani lihat Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 423).

Tanda Keempat: “Jika berselisih, dia akan berbuat zalim”.

Yang dimaksud dengan al-fujuur di sini adalah keluar dari kebenaran secara sengaja, sehingga dia menjadikan yang benar menjadi keliru dan yang keliru menjadi benar. Ini yang membawanya kepada dusta.

Dalam hadits disebutkan,

إِنَّ أَبْغَضَ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الْأَلَدُّ الْخَصِمُ

“Sesungguhnya orang yang paling dibenci oleh Allah adalah penantang yang paling keras”. (HR. Bukhari no. 2457 dan Muslim no. 2668)

Jik seseorang mempunyai kemampuan bersilat lidah pada saat berdebat -baik perselisihan itu berkenaan dengan masalah agama atau masalah dunia- untuk mempertahankan kebatilan, dia menyuarakan kepada orang-orang bahwa kebatilan itu sebagai suatu yang benar, serta menyamarkan yang benar dan menampilkannya sebagai suatu kebathilan, seperti itu merupakan keharaman yang paling buruk serta kemunafikan yang paling busuk.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنَ الْبَيَانِ لَسِحْرًا

“Sesungguhnya di antara penjelasan (al-bayan) itu adalah sihir (yang membawa daya tarik)”. (HR. Bukhari no. 5767)

Tanda Kelima: “Jika membuat perjanjian, tidak dipenuhi”.

Allah ta’ala telah memerintahkan supaya menepati janji, sebagaimana yang difirmankan Allah Ta’ala,

وَأَوْفُواْ بِعَهْدِ اللّهِ إِذَا عَاهَدتّمْ وَلاَ تَنقُضُواْ الأيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلاً

“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu)….” (QS. An Nahl: 91).

Dari Ibnu ‘Umar radliyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُقَالُ هَذِهِ غَدْرَةُ فُلَانٍ

“Bagi setiap pengkhianat memliki bendera pada hari Kiamat kelak. Lalu dikatakan kepadanya: “Inilah pengkhianat si Fulan”. (HR. Bukhari no. 3187 dan Muslim no. 1735)

Tanda Munafik: Beda Lahiriyah dan Batin

Itulah tanda munafik, beda antara yang lahir dan batin. Oleh karenanya sebagian ulama salaf mengatakan,

خُشُوْعُ النِّفَاقِ أَنْ تَرَى الجَسَدَ خَاشِعاً ، وَالقَلْبُ لَيْسَ بِخَاشِعٍ

“Khusyu’nya orang munafik, jasad terlihat khusyu’. Namun hati tak ada kekhusyu’an.” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 490)

Umar pernah berkhutbah di atas mimbar, lantas ia mengatakan,

إنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ المنَافقُ العَلِيْمُ ، قَالُوْا : كَيْفَ يَكُوْنُ المنَافِقُ عَلِيماً ؟ قَالَ : يَتَكَلَّمُ بِالْحِكْمَةِ ، وَيَعْمَلُ باِلجَوْر ، أَوْ قَالَ : المنْكَرِ

“Yang aku khawatirkan pada kalian adalah orang berilmu yang munafik. Para sahabat lantas bertanya: “Bagaimana bisa ada orang berilmu yang munafik?” Umar menjawab, “Ia berkata perkataan hikmah, namun sayangnya ia melakukan kemungkaran.” (Idem)

Hudzaifah ditanya mengenai apa itu munafik, ia menjawab,

الَّذِي يَصِفُ الإِيْمَانَ وَلاَ يَعْمَلُ بِهِ

“Ia menyifati diri beriman namun tak ada amalan.” (Idem)

Dari sini, para ulama menyebutkan bahwa pria yang mengaku muslim namun tidak pernah terlihat shalat berjama’ah di masjid, dinyatakan sebagai munafik.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,

وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إِلاَّ مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ وَلَقَدْ كَانَ الرَّجُلُ يُؤْتَى بِهِ يُهَادَى بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ حَتَّى يُقَامَ فِى الصَّفِّ

“Aku telah melihat bahwa orang yang meninggalkan shalat jama’ah hanyalah orang munafik, di mana ia adalah munafik tulen. Karena bahayanya meninggalkan shalat jama’ah sedemikian adanya, ada seseorang sampai didatangkan dengan berpegangan pada dua orang sampai ia bisa masuk dalam shaf.” (HR. Muslim no. 654).

Bahkan tetangga masjid yang tak pernah terlihat di masjid, juga disebut munafik. Ibrahim An Nakha’i rahimahullah mengatakan,

كَفَى عَلَماً عَلَى النِّفَاقِ أَنْ يَكُوْنَ الرَّجُلُ جَارَ المسْجِد ، لاَ يُرَى فِيْهِ

“Cukup disebut seseorang memiliki tanda munafik jika ia adalah tetangga masjid namun tak pernah terlihat di masjid” (Fathul Bari karya Ibnu Rajab 5: 458 dan Ma’alimus Sunan 1: 160. Lihat Minhatul ‘Allam, 3: 365).

Ulama Takut Tertimpa Kemunafikan

Lihat cerita Hanzhalah dan Abu Bakr berikut ini,

عَنْ حَنْظَلَةَ الأُسَيِّدِىِّ قَالَ – وَكَانَ مِنْ كُتَّابِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ – لَقِيَنِى أَبُو بَكْرٍ فَقَالَ كَيْفَ أَنْتَ يَا حَنْظَلَةُ قَالَ قُلْتُ نَافَقَ حَنْظَلَةُ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ مَا تَقُولُ قَالَ قُلْتُ نَكُونُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُذَكِّرُنَا بِالنَّارِ وَالْجَنَّةِ حَتَّى كَأَنَّا رَأْىَ عَيْنٍ فَإِذَا خَرَجْنَا مِنْ عِنْدِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَافَسْنَا الأَزْوَاجَ وَالأَوْلاَدَ وَالضَّيْعَاتِ فَنَسِينَا كَثِيرًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ فَوَاللَّهِ إِنَّا لَنَلْقَى مِثْلَ هَذَا. فَانْطَلَقْتُ أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ حَتَّى دَخَلْنَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قُلْتُ نَافَقَ حَنْظَلَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « وَمَا ذَاكَ ». قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ نَكُونُ عِنْدَكَ تُذَكِّرُنَا بِالنَّارِ وَالْجَنَّةِ حَتَّى كَأَنَّا رَأْىَ عَيْنٍ فَإِذَا خَرَجْنَا مِنْ عِنْدِكَ عَافَسْنَا الأَزْوَاجَ وَالأَوْلاَدَ وَالضَّيْعَاتِ نَسِينَا كَثِيرًا. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ إِنْ لَوْ تَدُومُونَ عَلَى مَا تَكُونُونَ عِنْدِى وَفِى الذِّكْرِ لَصَافَحَتْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ عَلَى فُرُشِكُمْ وَفِى طُرُقِكُمْ وَلَكِنْ يَا حَنْظَلَةُ سَاعَةً وَسَاعَةً ». ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

Dari Hanzholah Al Usayyidiy -beliau adalah di antara juru tulis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam-, ia berkata, “Abu Bakr pernah menemuiku, lalu ia berkata padaku, “Bagaimana keadaanmu wahai Hanzhalah?” Aku menjawab, “Hanzhalah kini telah jadi munafik.” Abu Bakr berkata, “Subhanallah, apa yang engkau katakan?” Aku menjawab, “Kami jika berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami teringat neraka dan surga sampai-sampai kami seperti melihatnya di hadapan kami. Namun ketika kami keluar dari majelis Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kami bergaul dengan istri dan anak-anak kami, sibuk dengan berbagai urusan, kami pun jadi banyak lupa.” Abu Bakr pun menjawab, “Kami pun begitu.”

Kemudian aku dan Abu Bakr pergi menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah, jika kami berada di sisimu, kami akan selalu teringat pada neraka dan surga sampai-sampai seolah-olah surga dan neraka itu benar-benar nyata di depan kami. Namun jika kami meninggalkan majelismu, maka kami tersibukkan dengan istri, anak dan pekerjaan kami, sehingga kami pun banyak lupa.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda, “Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya kalian mau kontinu dalam beramal sebagaimana keadaan kalian ketika berada di sisiku dan kalian terus mengingat-ingatnya, maka niscaya para malaikat akan menjabat tangan kalian di tempat tidurmu dan di jalan. Namun Hanzhalah, lakukanlah sesaat demi sesaat.” Beliau mengulanginya sampai tiga kali. (HR. Muslim no. 2750).

Mereka masih khawatir diri mereka munafik, padahal keduanya adalah sahabat yang mulia, bagaimana lagi dengan kita-kita.

Demikianlah sifat para sahabat, mereka takut tertimpa kemunafikan.

وقال ابنُ أبي مُلَيْكَة : أَدْرَكْتُ ثَلاَثِيْنَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبيِّ – صلى الله عليه وسلم – كُلُّهُمْ يَخَافُ النِّفَاقَ عَلَى نَفْسِهِ .

“Ibnu Abi Mulaikah pernah berkata: Aku telah mendapati 30 orang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, semuanya khawatir pada dirinya tertimpa kemunafikan.” (HR. Bukhari no. 36)

Ada perkataan dari Imam Ahmad,

وسُئِلَ الإمامُ أحمد : مَا تَقُوْلُ فِيْمَنْ لاَ يَخَافُ عَلَى نَفْسِهِ النِّفَاق ؟ فقال : وَمَنْ يَأمَنُ عَلَى نَفْسِهِ النِّفَاقَ ؟

Imam Ahmad pernah ditanya, “Apa yang kau katakana pada orang yang tidak khawatir pada dirinya kemunafikan?” Beliau menjawab, “Apa ada yang merasa aman dari sifat kemunafikan?”

Al Hasan Al Bashri sampai menyebut orang yang Nampak padanya sifat kemunafikan dari sisi amal (bukan i’tiqod atau keyakinan), maka ia disebut munafik. Sebagaimana ada perkataan Hudzaifah dalam hal itu. Seperti ada perkataan Asy Sya’bi semisal itu pula,

مَنْ كَذَبَ ، فَهُوَ مُنَافِقٌ

“Siapa yang berdusta, maka ia adalah munafik.” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 493)

Al Hasan Al Bashri berkata,

مَا خَافَهُ إِلاَّ مُؤْمِنٌ ، وَلاَ أَمَنَهُ إلِاَّ مُنَافِقٌ

“Orang yang khawatir terjatuh pada kemunafikan, itulah orang mukmin. Yang selalu merasa aman dari kemunafikan, itulah senyatanya munafik.”(Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 491)

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah. Semoga Allah menyelamatkan kita dari kemunafikan.

Referensi : Barangkali Kita Termasuk Munafik























Penyesalan Cinta dan Dosa Masa Lalu (Selalu Di Akhir/Belakang)

Ilustrasi : Penyesalan Cinta dan Dosa Masa Lalu (Selalu Di Akhir/Belakang)

Rasa penyesalan akan muncul saat kita terlambat menyadari jika ternyata kita salah menentukan suatu pilihan, salah dalam melangkah, salah karena telah menyakiti perasaan orang lain, salah dalam mengambil suatu keputusan dan lain sebagainya. Tak baik jika kamu terus meratapi kesalahan yang telah kamu lakukan tanpa melakukan suatu apapun.

Yang harus kamu lakukan adalah mengungkapkan rasa penyesalan tersebut agar hatimu menjadi lega. Lalu bagaimanakah cara mengungkapkan rasa penyesalan?

Di bawah ini akan disajikan beberapa kutipan kata kata penyesalan yang mungkin dapat membantu kamu mengungkapkan perasaanmu.

Kata Kata Penyesalan Terdalam

1. Tombol CTRL-Z

Seandainya saja hidup mempunyai tombol CTRL-Z, maka aku ingin kembali ke titik sebelumnya.

Mungkin kita pernah memilih pilihan yang salah dalam hidup kita. Terkadang, kita pun berpikir apa yang akan terjadi seandainya saja kita tidak memilih pilihan tersebut dan memilih pilihan yang satunya lagi. Seperti kutipan kata kata penyesalan di atas yang menggambarkan seandainya saja hidup ini memiliki tombol undo layaknya sebuah komputer.

Kamu dapat kembali ke keadaan sebelumnya dan mengubah pilihanmu. Kemungkinan hidupmu akan lebih baik dari apa yang kamu jalani saat ini.

2. Kesalahan Besar

Kesalahan terbesarku adalah aku terlalu mempercayaimu.

Dalam hidup ini, memiliki orang kepercayaan adalah anugerah yang wajib untuk kita syukuri, karena memang sangat sulit mendapatkan orang yang dapat kita percayai dengan sungguh-sungguh. Namun apa jadinya jika orang yang benar-benar kita percayai justru mengecewakan kita?

Banyak orang yang berkata jika pengkhianatan tidak datang dari musuhmu melainkan dari orang kamu percayai. Hal tersebut tentu akan menimbulkan rasa penyesalan mengapa kita terlalu percaya pada orang tersebut.

3. Seandainya Saja

Seandainya saja merupakan dua kata yang paling menyedihkan di dunia. – Mercedes Lackey

Dalam kehidupan yang kita jalani, kita pastinya pernah mendapatkan suatu kesempatan. Namun, jika kesempatan yang ada justru kita sia-siakan tentunya akan menimbulkan rasa penyesalan yang sangat dalam.

Seandainya saja aku mengambil kesempatan itu, mungkin hidupku akan jauh lebih baik. Mungkin kata kata penyesalan itu yang akan muncul dalam pikirkanmu saat menyia-nyiakan suatu kesempatan.

jadikan semuanya sebagai pelajaran karena kita tak akan dapat memutar waktu kembali ke masa lalu. Untuk itu, berhentilah mengandai-andai karena hal tersebut tidak akan membawa kebaikan buatmu.

4. Beranilah

Penyesalan itu selamanya, sedangkan ketakutan hanyalah sementara.

Sebenarnya, Tuhan memberikan banyak kesempatan buat kita untuk mengubah hidup kita menjadi lebih baik. Namun terkadang rasa takut membuat kita tidak mau mengambil kesempatan itu. Mungkin kita merasa takut jika kita tidak mampu untuk melakukannya, takut jika dianggap remeh oleh orang lain, takut untuk mengambil risiko yang ada, dan lain sebagainya.

Jika kamu sedang berada pada keadaan yang seperti ini maka alangkah baiknya jika kamu memikirkan baik-baik dan menelaah lebih dalam kutipan kata kata penyesalan di atas. Lebih baik mencoba walaupun gagal daripada menyesal karena takut untuk melangkah. Dan yang harus kamu ingat, penyesalan selalu datang di akhir.

5. Perbaiki Penyesalan dengan Tindakan

Tanpa adanya tindakan, rasa penyesalan akan bertambah semakin dalam.

Wajar jika kita merasa menyesal akan suatu hal, namun jika kamu tetap meratapinya terus-menerus itulah yang tidak wajar. Manusia adalah tempatnya salah jadi wajar saja jika kita melakukan sebuah kesalahan. Menyesali secara terus menerus namun tidak ada usaha untuk mengubahnya tentu akan membuat kamu lebih menyesal di kemudian hari.

Lakukan sebuah tindakan yang lebih baik agar tidak mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.

Kata Kata Penyesalan Buat Teman

Sahabat adalah orang yang sangat dekat dengan kita. Tempat kita untuk berbagi cerita, berbagi suka maupun duka serta bercanda ria bersama. Terkadang, dalam hubungan persahabatan ada kalanya kita mengalami pertengkaran.

Mungkin, ada kalanya pertengkaran atau perselisihan tersebut terjadi karena kesalahanmu.

bagaimanakah kata kata penyesalan yang dapat kamu sampaikan kepada sahabatmu?

Maafkanlah aku kawan. Aku tak pernah bermaksud menyakiti perasaanmu. Hari-hariku terasa sepi tanpa canda tawamu lagi.

Aku hanya bisa minta maaf. Kamu adalah sahabat terbaikku dan aku sangat menyesal telah melukai perasaanmu.

Persahabatan adalah vitamin untuk jiwa yang penuh harapan dan obat untuk hati yang terluka. Jika kamu marah padaku maka obat dan vitaminku hilang teman. Jadi, aku merasa lemas. Maafkanlah aku sahabatku.

Kini aku sadar jika kamu adalah sahabat terbaikku, setelah aku kehilanganmu.

Hanya kamulah yang dapat mengerti perasaanku teman. Maafkanlah segala kesalahanku.

Sahabat tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian, benar bukan? Maafkanlah aku teman. Aku sungguh menyesal.

Aku hanyalah sahabat yang penuh dengan kekurangan dan kekhilafan yang sering tidak aku sadari. Maafkanlah aku sahabatku.

Kata Kata Penyesalan Cinta

  1. Semoga aku, kamu, dia, kalian dan mereka akan disegerakan bahagia atas pilihan yang telah dipilih tanpa rasa penyesalan sedikitpun.
  2. Penyesalan singkat saja, selanjutnya kamu harus bangun, cari cinta yang tak akan membuatmu menyesal.
  3. Jangan pernah menyia-nyiakan orang yang kamu sayangi, karena penyesalan selalu datang di akhir. Dan mungkin saat itu kamu sudah terlambat untuk memperbaiki.
  4. Tidak sama sekali ada penyesalan padamu, semoga kamu makin sukses di sana, kelak jangan pernah cari aku untuk ucapkan terima kasih.
  5. Akan ada masanya, dimana orang yang sering menyia-nyiakan akan dapat penyesalan serta air mata di pelupuk mata.
  6. Ketika penyesalan berawal dari kesalahan, akan ada masanya dimana kebenaran yang akan membunuh penyesalan dengan perlahan.
  7. Hidupmu adalah pemanfaatan kekuatan, bukan penyesalan kelemahan.
  8. Adapun yang Allah rencanakan selama kamu yang menjadi alasan, akan aku lalui tanpa penyesalan.
  9. Penyesalan bukan hal yang harus kamu ingat selalu, tapi hal yang harus bisa menjadi pelajaran.
  10. Berjalan lurus ke depan, karena di depan ada harapan, tapi jangan berjalan mundur, karena di belakang ada penyesalan.
  11. Jaga orang-orang yang kamu sayang sebelum kamu benar-benar kehilangan mereka. Karena penyesalan tidak akan bisa membawa mereka kembali.
  12. Penyesalan dan duka tidak akan bisa mengubah keadaan jadi melangkahlah maju untuk meraih kebahagiaan.
  13. Jaga orang-orang yang kamu sayangi, sebelum kamu menyesal jika kehilangannya. Sebab penyesalan tidak bisa membawa sesuatu yang telah hilang.
  14. Kadang kamu harus merasa kehilangan dulu, jika kamu ingin tahu bagaimana rasanya sebuah penyesalan
  15. Jika kamu mencintai seseorang, jangan pernah malu untuk menyatakannya. Karena rasa malu itu akan menjadi sesuatu yang lebih baik daripada engkau menyesal seumur hidup.
  16. Jika hanya karena amarah kamu berhenti mencinta, kamu hanya akan mendapat penyesalan dan kesendirian.
  17. Ketika kamu menyesal, tanpa sadar kamu hanya akan mendatangkan penyesalan-penyesalan lainnya dalam pikiran.
  18. Terkadang, tak peduli bagaimana seseorang menyakitimu, kamu tetap mencintainya tanpa penyesalan.
  19. Kesalahan terbesar itu pada saat kamu menemukan orang yang sayang sama kamu tapi kamu sia-siakan dia. Tinggal tunggu waktu penyesalannya aja.
  20. Jangan pernah khianati dia yang tulus mencintaimu, karena yang nantinya akan kamu dapatkan hanyalah penyesalan yang amat menyakitkan.
  21. Suka dan tidak diantara kita, aku dan kamu ditakdirkan bertemu entah itu penyesalan atau kebetulan.
  22. Aku hanya dapat mengerti dan memahami arti dari kata cinta, karena saat ini aku tidak dapat bersama dengan orang yang aku cintai, karena dia telah dimiliki oleh orang yang dia sayangi.

Kata Kata Penyesalan Buat Mantan

  1. Ada kalanya luka yang kau sematkan membuat penyesalanku terselamatkan, pada barisan doa doaku, bahagia untukmu kusempatkan.
  2. Apa kabar kamu, kamu mantan terbaik aku, terimalah ini aku lagi mengenangmu untuk penyesalanku.
  3. Penyesalanku adalah menyianyiakan perasaanmu yang begitu tulus untukku.
  4. Karena penyesalanku bukan yang terakhir, semua membisi dengan akhir yang berbeda.
  5. Kita sering melihat sesuatu itu lebih berharga, saat kita mengetahui ia sudah hilang dan dimiliki oleh orang lain.
  6. Aku bisa bersembunyi dari kesalahanku, tapi tidak dari penyesalanku. Dan mungkin aku dapat bermain dengan dramaku tetapi tidak dengan karmaku.
  7. Sejumlah tetes air matamu, berkali-kali lipat penyesalanku.
  8. Seandainya aku terlahir kembali, akan ku perbaiki kesalahan dan penyesalanku di masa-masa itu.
  9. Ku tak pernah ingin pernah membuatmu menangis, karena setitik air matamu adalah sejuta penyesalanku.
  10. Penyesalanku adalah pernah hadir ke dalam kehidupanmu dan menghancurkan perasaanmu.
  11. Menangisi penyesalanku, aku tau ini mungkin karma, ya aku terima karma ini, memang kenyataannya waktu nggak akan bisa kembali lagi.
  12. Salah satu penyesalanku, ketika aku kehilangan sketsa mimpimu yang lupa ku taruh entah dimana, hingga menjadikan aku linglung.
  13. Senyummu adalah tangisku, perhatianmu adalah senyumku dan kekecewaanmu adalah penyesalanku.
  14. Penyesalanku bukan disaat berpisah tapi disaat kamu menangis.
  15. Diantara deretan panjang penyesalanku, melepasmu pergi adalah salah satunya.
  16. Semoga penantian saya selama ini tidak berakhir pada penyesalan yang panjang, meski pada akhirnya saya harus belajar mengikhlaskan.
  17. Pada akhirnya kita benar-benar terasing, kamu pergi dengan kekesalanmu, aku berbalik dengan segala penyesalanku.
  18. Terlalu banyak penyesalanku terhadapmu, masih banyak yang ingin ku katakan padamu, banyak tempat yang ingin ku kunjungi bersamamu.
  19. Asal kau tahu, ada satu hal yang ia tak mesti terucap, tapi asal kau tau, ia begitu terasa kuat. Sore itu, aku dengan segala penyesalanku.

Kata Kata Menyesal Mengenalmu

1. Memberimu Cinta

Kesalahan terbesar yang mungkin aku lakukan adalah memberimu cinta. Hingga kini aku pun tak tahu, kau bawa pergi kemana cinta yang telah aku berikan.

Banyak hal yang terkadang membuat kita merasa menyesal dan kecewa. Salah satunya yaitu saat kita memutuskan untuk mencintai seseorang. Mungkin kamu telah mencurahkan segala perhatian dan kasih sayangmu kepadanya namun ternyata dia malah pergi dan meninggalkanmu. Memang terasa sakit dan pastinya kamu akan merasa menyesal mengapa dulu kamu memberinya cinta.

Buat kamu yang sedang mengalami situasi seperti ini, kamu dapat menggunakan kutipan kata kata penyesalan di atas untuk menggambarkan perasaan yang saat ini sedang kamu rasakan. Memang terkadang kita memilih orang yang tidak tepat untuk kita cintai.

2. Mengenalmu Adalah Kesalahanku

Mengenalmu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku, hingga cintamu pernah singgah dalam hatiku.

Kamu bisa saja jatuh cinta dengan mudah kepada siapa pun namun kamu juga harus siap untuk merasakan sakit hati. Ternyata mengobati rasa sakit hati tidaklah mudah. Terkadang muncul suatu penyesalan mengapa dulu kamu bertemu dengannya, kenapa dulu kamu sempat mengenalnya hingga jatuh hati padanya. Mungkin kamu akan merasakan kecewa, menyesal hingga marah dalam hatimu.

Pernah merasakan hal semacam itu? Jika ya, kata kata penyesalan di atas dapat kamu sampaikan untuk mewakili perasaan yang kamu rasakan.

3. Tidak Tahu Akan Berujung Luka

Menyesal rasanya dulu aku pernah mencintaimu jika aku tahu akan seperti ini jadinya. Seindah apapun masa-masa yang telah kita lewati bersama, kini tinggallah sebuah kenangan yang harus segera dihapuskan.

Punyakah kamu seorang mantan yang sangat sulit untuk dilupakan? Bayangannya dengan segala kenangan indah bersamanya masih saja terus terngiang di benakmu? Saat hubunganmu berakhir tentunya kamu merasa sangat menyesal pernah mencintainya. Kadang muncul sebuah pengandaian, seandainya saja aku tidak pernah mencintainya.

Buat apa kamu terus memikirkan mantanmu? Karena seindah apapun momen yang pernah kamu lewati bersamanya ujung-ujungnya akan menjadi sebuah kenangan yang harus kamu lupakan. Melangkahlah ke depan karena masih ada kebahagiaan yang akan menantimu di depan.

4. Bolehkah Mengubah Nasib?

Dapat berjumpa denganmu adalah nasib, namun takdir yang ingin ku hindari adalah tidak bisa bersamamu. – Lestari Dwi Jayanti

Manusia memiliki banyak impian dalam hidupnya namun tidak semua impian dapat kamu wujudkan. Seperti halnya saat kita bermimpi ingin terus bersama dengan orang yang kita cintai. Bertemu dengan seseorang yang kita cintai merupakan jalan nasib yang Tuhan gariskan pada kehidupan kita. Namun, juga tak selamanya orang tersebut dapat terus bersama kita.

Ada pertemuan, pasti ada perpisahan, benar bukan? Saat Tuhan menakdirkan kita bertemu dengan seseorang maka akan ada juga takdir dimana kita akan berpisah dengan orang tersebut. Buat kamu yang ingin terus bersama dengan orang yang kamu sayangi dan tidak ingin menyesal karena berpisah dengannya, kata kata penyesalan di atas dapat kamu gunakan untuk mengungkapkan perasaanmu.

5. Bagian dari Skenario Kehidupan

Kenapa Allah mempertemukan kita? Tentulah karena ini merupakan skenario yang telah Allah tulis untuk kita. – Agus Joko Prasetyo

Jika kamu ditinggalkan oleh orang yang kamu sayangi, kamu tidak boleh terus-terusan menyesalinya. Segala sesuatu yang ada di dunia ini telah digariskan oleh Tuhan Yang Maha Esa, baik itu pertemuan maupun perpisahan. Allah memiliki rencana yang indah bagi para hamba-Nya termasuk perpisahan. Bagaimana bisa? Dengan perpisahan, kamu akan belajar menjadi seseorang yang lebih baik lagi.

Perpisahan menandakan jika orang tersebut tidak baik bagi kamu. Allah akan memberikan ganti yang lebih baik dari sebelumnya. Bangkitlah dan jangan merasa putus asa karena perpisahan.

Kata Kata Penyesalan Dosa Kepada Allah

1. Tersesat

Saat kita tersesat dari jalan Tuhan, Tuhan merindukan kita untuk kembali ke jalan-Nya. – Charles Stanley

Menurut kutipan yang ditulis oleh Charles Stanley, kita dapat mengetahui jika sebenarnya Tuhan sangat menyayangi kita. Sebagai manusia tentunya kita tidak akan pernah lepas dari dosa. Terkadang tanpa kita sadari kita telah berjalan cukup jauh dari jalan Tuhan. Hal tersebut akan membuat kita merasa menyesal atas dosa-dosa yang telah kita lakukan.

Dalam keadaan kita yang bergelimang dosa dan tersesat dari jalan Tuhan, Tuhan sesungguhnya sangat merindukan kita untuk kembali ke jalan-Nya. Untuk itu, segeralah bertaubat saat kamu melakukan perbuatan dosa dan menyimpang dari jalan Tuhan. Dengan begitu, Tuhan akan menuntun kita kembali ke jalan yang benar.

2. Setan Selalu Menyesatkan

Sungguh suatu yang menggembirakan ketika setan mengatakan jika dia mendapatkanku maka dia akan selalu menjagaku. Namun, aku dapat kembali pada Tuhan pada saat itu. Dan aku percaya jika Tuhan akan mengampuniku jika aku mengakui dosa-dosaku. – Alan Redpath

Setan memang makhluk yang bertugas untuk menyesatkan umat manusia. Saat kita mengikuti hawa nafsu setan maka akan timbul rasa penyesalan yang sangat dalam.

Beradsarkan kutipan kata kata penyesalan di atas, Alan Redpath mengungkapkan jika ia pernah terpikat pada bujuk rayu setan. Namun, akhirnya dia dapat kembali ke jalan Tuhan dan mengakui segala dosa-dosanya dan bertaubat.

3. Lahir adalah Dosa

Dosa dilahirkan adalah satu-satunya dosa. – Samuel Beckett

Saat membaca kutipan kata kata penyesalan di atas mungkin akan terasa sangat menyesakkan. Banyaknya dosa yang kita lakukan mungkin akan membuat kita berpikir layaknya Samuel Beckett.

Pada dasarnya kematian maupun kelahiran adalah takdir Tuhan yang tak dapat kita hindari. Untuk itu, selalu bersyukur dan berjalan pada jalan Tuhan adalah cara terbaik untuk menghindari penyesalan

4. Menyesal Setelah Ajal

Berdasarkan Al-Quran Surah An-Nisa’ ayat 18 dijelaskan bahwa Allah tidak menerima taubat dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan hingga datang ajal kepada salah seorang dari mereka barulah ia mengatakan jika dirinya bertaubat. Dan juga tidak diterima taubat yang berasal dari orang-orang yang mati dalam keadaan kafir. Untuk orang-orang tersebut telah disediakan siksa yang sangat pedih.

Banyak orang yang melakukan dosa dan tidak merasa menyesal sekalipun kecuali saat ajalnya telah dekat. Hal tersebut sesuai dengan Surah An-Nisa’ ayat 18 dalam kitab suci Al-Quran. Bagi orang yang meninggal dalam keadaan kafir dan belum sempat bertaubat kepada Allah maka Allah akan menyiapkan siksa yang sangat pedih bagi mereka. Pada dasarnya Allah Maha Pengampun dan akan mengampuni segala kesalahan para hambaNya.

segeralah bertaubat jika melakukan sebuah kesalahan karena taubat yang mendekati ajal tidak akan diterima oleh Allah. Bagi umat muslim, kutipan ini dapat dijadikan sebagai bahan renungan sekaligus untuk instropeksi diri.

5. Jadi Gila

Kau akan jadi gila jika kelalaianmu terhadap dosa-dosa kecil membuatnya menjadi besar. – Sebastian Barry

Terkadang kita sering mengabaikan dan menyepelekan dosa-dosa kecil yang kita lakukan. Hingga akhirnya dosa-dosa kecil tersebut akan menumpuk sebesar gunung hingga menjadi dosa yang sangat besar.

Saat kamu menyadari seberapa besar dosamu, mungkin kamu akan menjadi gila karenanya. Untuk itu, hindarilah perbuatan dosa walaupun itu hanya merupakan dosa kecil.

Segeralah bertaubat jika kamu melakukan perbuatan dosa. Jangan terlalu menganggap remeh dosa kecil yang kamu lakukan karena setiap kesalahan dan dosa yang kamu lakukan pasti akan mendapatkan balasannya.

Kata Kata Mutiara Penyesalan

  1. Jika penyesalan adalah pengalaman maka terkandung hikmah yang sangat besar di dalamnya.
  2. Sebenarnya dibalik kata maaf, ada sebuah janji untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
  3. Bodohnya aku meninggalkanmu, demi kepalsuan yang baru aku sadari di akhir.
  4. Seandainya saja hidup memiliki tombol undo.
  5. Jangan pernah menoleh ke belakang jika hanya membuatmu menyesal. Dan jangan pula melangkah ke depan jika masih dibayangi rasa ketakutan.
  6. Penyesalan tak akan dapat mengubah masa lalu, begitu juga kekhawatiran yang tak dapat menentukan masa depan.
  7. Cara Tuhan membesarkan dan menghebatkan diri kita adalah dengan menaruh penyesalan di belakang.
  8. Penyesalan terhadap hal-hal yang tidak sempat kita lakukan akan sulit dilupakan.
  9. Dibalik orang yang sukses pasti ada mantan yang menyesal.
  10. Jangan menoleh ke masa lalu dengan penyesalan. Jangan menatap masa depan dengan penuh kekhawatiran. Namun, lihatlah sekelilingmu dengan penuh kesadaran.
  11. Lebih baik mensyukuri apa yang kita miliki daripada menyesali apa yang tidak kita miliki.
  12. Menuruti emosi dan hawa nafsu hanya akan merugikan, dan penyesalan adalah hadiah yang pasti akan diterima.
  13. Kapan kita menyesal? Ketika mengabaikan kesempatan yang datangnya hanya sekali.
  14. Penyesalan itu datangnya selalu di akhir agar kita memiliki waktu yang lebih untuk belajar.

Kata Kata Penyesalan Paling Menyentuh

Untuk pertama kalinya aku merasa menyesal, di antara kasihan terhadap diriku sendiri dan membenci diriku sendiri.

Tetaplah berada di sampingku dan tataplah mataku agar kau tahu betapa menyesalnya aku.

Meninggalkanmu adalah keputusan terbodoh dalam hidupku.

Terlambat hatiku menyadari jika kamu sangatlah berarti.

Andai dapat kuputar waktu, ku ingin kembali bersamamu.

Aku masih mencintaimu, namun aku tetap tak bisa mengatakannya. Seharusnya aku tak pernah membiarkanmu pergi jauh dari sisiku.

Kata Kata Penyesalan Masa Lalu

  1. Aku lebih memilih disakiti dengan kesetiaan, daripada bahagia tapi dengan kebohongan.
  2. Memperbaiki kesalahan di masa lalu adalah cara terbaik untuk memulai melangkah untuk menatap masa depan.
  3. Hidup ini ibarat sepeda, kamu harus terus menggayuh agar tetap seimbang.
  4. Masa lalu memang banyak menyimpan kebahagiaan, tapi itu bukan alasan untuk tidak mencari kebahagian baru di masa depan.
  5. Cinta sejati adalah ketika kamu bisa menerima masa lalunya dan bersedia menjadi masa depannya.
  6. Manusia tidak akan bisa terlepas dari masa lalunya, karena terkadang dari sebagian hidupnya adalah masa lalu.
  7. Kita harus belajar dari masa lalu, sebab dari situlah tuhan memberikan contekan untuk ujian di masa depan.
  8. Kita tidak perlu menyesali apa yang telah terjadi, kita hanya perlu mempelajarinya sehingga kita tau mana yang harus kita kerjakan dan mana yang harus kita tinggalkan.
  9. Tuhan tidak mengharuskan kita untuk untuk sukses, Tuhan hanya menyuruh kita untuk terus mencoba sampai sukses.

Itulah sekilas uraian mengenai kata kata penyesalan yang mungkin dapat mewakili perasaanmu.

Boleh-boleh saja kamu merasa menyesal dan itu wajar, namun terlalu larut dalam penyesalan bukanlah sesuatu yang baik. Syukurilah apa yang ada dan lakukan yang terbaik untuk hidupmu

Referensi : Penyesalan Cinta dan Dosa Masa Lalu (Selalu Di Akhir/Belakang)
















Tentang Sabar, Jadikan Nasihat Ini Sebagai Benteng Keimanan (Ali bin Abi Thalib )

Ali bin Abi Thalib merupakan sahabat Rasullah sekaligus keponakan dan menantu beliau. Ali mempunyai pribadi luhur karena dari kecil sudah tinggal satu atap dengan Rasulullah. Selain mempunyai pribadi luhur, Ali juga mempunyai kecerdasan luar biasa dan iman yang kuat, termasuk sikap sabar yang dimilikinya. Sabar merupakan sikap seseorang untuk tahan / bertahan terhadap sesuatu. Sabar juga dapat diartikan dengan tetap tenang, tidak tergesa-gesa, dan tidak tersulut hawa nafsu. Sabar mempunyai banyak keutamaan. Allah sendiri berfirman bahwa sabar dan salat merupakan penolong. Allah pun menyatakan bahwa dia menyertai dan selalu bersama orang-orang yang bersabar (QS. Al Baqarah : 153).

Ali yang terkenal cerdas tersebut menyinggung sikap sabar dan makna di baliknya melalui tulisan dan perkataannya.

1. “Bagi setiap bencana pasti ada batas yang berakhir padanya, sedangkan obatnya adalah sabar terhadapnya.” –Ali bin Abi Thalib

2. “Buanglah darimu segala kesusahan yang menimpamu dengan kesabaran yang teguh dan keyakinan yang baik.” –Ali bin Abi Thalib

3. “Kemarahan dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.” –Ali bin Abi Thalib

4. “Kesabaran itu ada dua macam: sabar atas sesuatu yang tidak kau ingin dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini.” –Ali bin Abi Thalib

5. “Kesabaran yang teguh akan memadamkan api nafsu.” –Ali bin Abi Thalib

6. “Kesudahan sabar adalah positif dan menyenangkan.” –Ali bin Abi Thalib

7. “Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang, maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.” –Ali bin Abi Thalib

8. “Menanggung beban adalah kuburan aib.” –Ali bin Abi Thalib

9. “Menanggung kesombongan kehormatan lebih berat daripada menanggung kesombongan kekayaan, dan kehinaan kefakiran menghalangi seseorang dari kesabaran, sebagaimana kebanggaan kekayaan mencegah seseorang dari berbuat adil.” –Ali bin Abi Thalib 

10. “Orang yang bersabar pasti akan meraih keberuntungan, meskipun itu diperoleh setelah waktu yang lama.” –Ali bin Abi Thalib

11. “Sabar adalah benteng dari kefakiran.” –Ali bin Abi Thalib 

12. “Sabar adalah keberanian.” –Ali bin Abi Thalib

13. “Sabar adalah kendaraan yang tidak akan menjatuhkan pengendaranya.” –Ali bin Abi Thalib

14. “Sabar adalah kunci kesenangan.” –Ali bin Abi Thalib

15. “Sabar itu ada dua, yaitu: sabar terhadap apa yang engkau benci, dan sabar terhadap apa yang engkau sukai.” –Ali bin Abi Thalib

16. “Sabar termasuk salah satu sebab kemenangan.” –Ali bin Abi Thalib

17. “Seandainya kesabaran berbantuk seorang laki-laki, pasti dia adalah seorang laki-laki yang saleh.” –Ali bin Abi Thalib 

18. “Sesungguhnya di antara perbendaharaan kebajikan adalah sabar terhadap segala musibah dan menyembunyikan musibah itu.” –Ali bin Abi Thalib 

19. “Sifat pemarah adalah musuh utama akal.” –Ali bin Abi Thalib

20. “Sisihkan gelombang-gelombang kerisauan dengan kekuatan sabar dan keyakinan.” –Ali bin Abi Thalib

21. “Telanlah amarahmu sebab kau tidak pernah menemukan minuman yang dapat meninggalkan rasa lebih manis dan lebih lezat daripada itu.” –Ali bin Abi Thalib*** 

Demikian quote Ali bin Abi Thalib tentang sabar. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu bersabar. Aamiin

Referensi : Tentang Sabar, Jadikan Nasihat Ini Sebagai Benteng Keimanan (Ali bin Abi Thalib ).














Azab Anak Durhaka kepada Ibunya Menurut Islam

Durhaka berarti ingkar terhadap perintah (Tuhan, orang tua, dan sebagainya). Sehingga bisa disimpulkan anak durhaka kepada ibunya berarti ia ingkar dan membangkang terhadap sang Ibu maupun terhadap perintah Tuhan dalam bagaimana seharusnya bersikap kepada orang tua.

Sedangkan azab menurut KBBI adalah siksa Tuhan yang diganjarkan kepada manusia yang melanggar larangan agama.

Gagasan azab atau hukuman muncul ketika seorang anak durhaka kepada ibunya. Sebab dalam Islam, Allah memerintahkan berbuat baik (ihsan) kepada kedua orang tua. Hal ini sesuai dengan ayat Al-Qur’an sebagai berikut:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (QS. al-Isra’: 23).

Memahami birr al-walidain, berbuat baik kepada orang tua

Bersikap baik kepada orang tua dikenal dengan konsep birr al-walidain. Secara bahasa, birr artinya berlapang dalam berbuat kebaikan (khair). Birr al-walidain artinya adalah berlapang dalam kebaikan (ihsan) kepada orang tua. Sedangkan walidain berarti kedua orang tua, yaitu ayah (walid) dan ibu (walidah) (al-Ashfihani, 1412 H) seperti yang dilansir dari Buletin Psikologi UGM (2017).

Perintah untuk melakukan birr al-walidain berhubungan dengan rasa syukur kepada Allah dan orang tua sesuai dengan ayat Al-Qur’an sebagai berikut:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKulah kembalimu” (QS. Luqman: 14).

Sehingga menghormati dan berbuat baik kepada orang tua merupakan perintah Allah yang harus ditaati. Namun tentu saja penting untuk melihat konteks, jika orang tua memberikan perintah atau contoh menuju kemaksiatan dan larangan Allah SWT, hendaknya sebagai anak mengingatkan.

Namun jika orang tua memberikan teladan untuk dekat dengan Allah SWT dalam berbagai bentuk namun anak membantahnya, itulah yang disebut dengan anak durhaka.

Selain itu, berbuat baik kepada kedua orang tua tidak hanya dilakukan pada saat mereka hidup, namun juga setelah meninggal.

Seorang anak dapat berbuat baik kepada kedua orang tuanya seperti memohonkan ampunan kepada mereka dan membacakan ayat Al-Qur’an untuk mereka. Menurut Al-Jauzi (1993), hal tersebut pahalanya sama dengan haji mabrur.

Terkait birrul walidain dengan tegas Nabi Saw menyatakan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr :

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin al-‘Ash ra, dari Nabi Saw bersabda: “Dosa-dosa besar adalah menyekutukan Allah, mendurhakai kedua orang tua, membunuh jiwa manusia dan sumpah palsu”. (H.R Bukhari).

Berikut azab anak durhaka kepada ibunya yang tak kunjung bertaubat:

Inilah di antara siksa yang akan diterima oleh anak yang durhaka kepada orang tuanya. Jangankan masuk surga mencium baunya saja tidak diperbolehkan. Padahal harumnya surga dapat tercium dari jarak yang sangat jauh. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

Dari Jabir ra Rasulullah Saw bersabda:

“Takutlah kamu terhadap perbuatan durhaka terhadap kedua orang tua. Sesungguhnya wanginya surga dapat dicium dari jarak perjalanan seribu tahun. Demi Allah, tidak akan mencium bau surga orang yang durhaka (kepada kedua orang tua), orang yang memutus tali persaudaraan (silaturrahim), orang tua yang berzina, dan orang yang menyeret kain sarungnya karena sombong. Sesungguhnya sifat sombong itu hanya milik Allah tuhan semesta alam”. (H.R Bukhari)

Azab anak durhakan kepada ibunya yakni tidak mendapat ampunan atas dosanya dari Allah SWT. Padahal akibatnya sangat berat jika seseorang mempunyai dosa kemudian tidak diampuni, maka itu akan menyebabkannya masuk neraka.

Anak durhaka akan mengalami hal demikian jika di masa hidupnya dia menyakiti orang tuanya dan tidak meminta maaf kepada mereka berdua. Ia tidak akan masuk surga karena dosanya kepada mereka. Rasulullah Saw bersabda:

Dari Abdullah bin ‘Amr, ia berkata:

Seorang Arab Badui datang kepada Nabi Saw lalu berkata, “Wahai Rasulullah, apakah dosa-dosa besar itu ?” Beliau menjawab: “Isyrak (menyekutukan sesuatu) dengan Allâh”, ia bertanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Kemudian durhaka kepada dua orang tua,” ia bertanya lagi, “Kemudian apa ?” Rasulullah menjawab, “Sumpah yang menjerumuskan”. Aku bertanya, “Apa sumpah yang menjerumuskan itu?”. Rasulullah Saw menjawab, “Sumpah dusta yang menjadikan dia mengambil harta seorang muslim”. (H.R Bukhari)

Tidak akan masuk surga

Disebutkan, anak yang durhaka kepada ibunya tidak akan masuk surga, sebab surge di telapak kaki ibu.

Bagaimana mungkin ia masuk surga, sementara hati kedua orang tuanya sakit karenanya. Betapa ruginya seorang anak yang tidak bisa masuk surga, padahal sarana menuju surga ada di dekatnya. Rasulullah Saw bersabda:

Artinya: Dari Abu Darda’ ra Rasulullah Saw bersabda: “Tidak masuk surga anak yang durhaka, peminum khamr (minuman keras) dan orang yang mendustakan qadar”. (H.R Ad-Darimi)

Dijauhkan dari rahmat Allah SWT

Rahmat Allah SWT mencakup seluruh alam semesta. Sungguh menjadi kemalangan luar biasa jika seorang manusia dijauhkan dari rahmat Allah SWT. Hal ini akan membuat kehidupannya penuh kecemasan.

Keadaan demikianlah yang akan menimpa anak yang durhaka kepada orang tuanya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw:

Dari Ubay bin Malik Al-Qusyairi Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya kemudian ia masuk neraka setelah itu maka Allah menjauhkannya (dari rahmat-Nya) dan mengucilkannya”. (H.R Bukhari) Jika Allah SWT telah mengucilkan dan menjauhkan seseorang dari rahmat-Nya, maka tiada tempat yang akan ditujunya selain neraka.

Disegerakan siksanya sewaktu di dunia

Siksa bagi anak yang durhaka bisa disegerakan oleh Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

Dari Abi Bakrah ra Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada dosa yang Allah SWT segerakan adzabnya kepada pelakunya di dunia ini dan dia juga akan mengadzabnya di akhirat, ketimbang berlaku zalim dan memutuskan silaturrahim”. (H.R Muslim)

Referensi : Azab Anak Durhaka kepada Ibunya Menurut Islam














Azab Makan Uanag Haram Bagi Maling Uang/harta Rakya Di Dunia (Menurut Ustadz Adi Hidayat)

Azab Makan Uanag Haram Bagi Maling Uang/harta Rakya Di Dunia (Menurut Ustadz Adi Hidaya. Tindakan maling uang rakyat atau yang disamarkan dengan kata korupsi dapat menuai azab di dunia menurut Ustadz Adi Hidayat. Para pencuri uang rakyat merupakan golongan orang hina yang pandai memutar balikkan fakta sehingga terhindar dari jerat hukum. Baik berupa keringanan hukuman bahkan dibebaskan dari kesalahannya. Namun, ia tidak dapat terhindar dari hukum Allah yang telah menciptakan isi langit dan bumi. Ustadz Adi Hidayat mengatakan bahwa korupsi, kolusi, dan mencuri termasuk pekerjaan yang menghasilkan harta haram.

“Kerja, bisnis, macam-macam, apa saja yang dilarang? Penipuan haram, korupsi haram, kolusi haram, riba haram, mencuri haram,” kata Ustadz Adi Hidayat. “Biasanya harta haram itu membentuk perilaku yang gak sama dengan harta halal,” kata dia. “Orang yang mendapatkan harta dengan cara yang halal itu perilakunya pasti beda dengan orang yang mendapatkan harta dengan cara yang bermasalah” kata dia. “Harta halal akan mudah mengantarkan Anda pada yang baik-baik,” Harta yang halal akan membuat seseorang mudah dalam beribadah dan selalu ingat dengan ibadahnya, seperti rajin ke masjid, ingat tahajud, dsb.

Segala hal yang menuntunnya pada iman yang lebih kuat, perbuatab berpahala, dan berakhir dengan balasan surga. Sedangkan, harta haram akan membawa orang ke arah sebaliknya. “Demi Allah saya katakan, kalau harta yang Anda kumpulkan belum mampu mendekatkan Anda dengan Allah berarti ada yang kurang berkah dengan pendapatan di harta Anda itu,” kata Ustadz Adi Hidayat. “Ketika ada orang makan makanan haram, itu isyarat quran-nya begini:

Masuk ke perut, diolah dalam perut, beredar dengan darah. Kalau sudah jadi daging, masuk ke telinga,” kata Ustadz Adi Hidayat. Saat masuk ke telinga itu dalam al quran dijelaskan bahwa, ‘di telinganya ada sumbatan’. “Kalau lebih jelas lagi masuk ke mata, masuk ke telinga, masuk ke hati,” kata dia. “Maka ke telinga jadi sumbatan, ke mata jadi hambatan tertutup pandangannya, ke hati ngunci,” jelasnya. “Makanya ketika mendengar adzan walaupun dia kaya secara duniawi, tapi kalimat-kalimat baik gak kedengeran oleh tinganya,” ujar pria yang akrab disapa UAH. Nikmat atas iman akan terkikis akibat makan makanan yang haram sehingga ia terus menjauh dari jalan Allah.

Akibatnya ia sulit beribadah meskipun tidak kekurangan secara materi, sehingga iman yang seharusnya membawa ke surga terus hilang. “Ngeliat orang ke masjid gak ada sentuhan ke hatinya, karena matanya terhalang, hati tertutup,” kata Ustadz Adi Hidayat. “Bukan gak lihat, Pak. Bukan tidak mendengar, Bu,” terangnya. Untuk itu Ustadz Adi Hidayat mengajak seseorang yang merasa hartanya tidak berkah untuk segera meninggalkan meski tidak mudah. Hal ini agar orang tidak terkena azab dicabutnya iman dengan ditutup matanya, disumbat telinganya, dan mati hatinya dari kebaikan-kebaikan

Referensi : Azab Makan Uanag Haram Bagi Maling Uang/harta Rakya Di Dunia (Menurut Ustadz Adi Hidayat).