This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Rabu, 27 Juli 2022

Sebelum Lakukan Beraktivitas, Agar Do'a Dimudahkan Segala Urusan dan Rezeki

Sebelum Lakukan Beraktivitas,  Agar Do'a Dimudahkan Segala Urusan dan Rezeki. Doa dimudahkan urusan dan rezeki kerap dicari bagi beberapa orang yang sedang merasakan tidak ada perubahan yang membaik dalam kondisi hidupnya. Hal ini perlu dimaklumi bahwa memang semua urusan hidup di dunia ini tidaklah mudah.

Setiap orang tentu memiliki persoalan yang berbeda-beda di setiap orangnya. Baik soal rezeki maupun hal lainnya. Ada kalanya kita merasa sudah berusaha semaksimal mungkin, namun belum ada kemudahan yang hadir setelah usaha itu.

Perlu diketahui di dalam Islam Allah SWT berfirman bahwa akan berjanji kalau setiap makhluk-Nya telah dijamin rezekinya. Berkenaan dengan hal tersebut, tak jarang umat Islam berpikir apakah ada yang salah di dalam hidupnya. Begitu juga dengan masalah urusannya, tak jarang beberapa umat Islam merasa urusannya masih sangat sulit untuk diatasi.

Dari kesulitan tersebut, mungkin saja ada beberapa hal yang menyebabkan kamu kesulitan dalam mendapatkannya. Misalnya saja, kurangnya untuk mendekatkan atau melibatkan Allah SWT dalam semua langkahmu.

Hal inilah yang banyak dilupakan, segala urusan berlimpahnya rezeki dan pekerjaan dialah Allah yang menggenggam. Maka dari itu sebagai manusia kita hanya bisa berdoa dimudahkan segala urusan pekerjaan, berdoa meminta rezeki yang berlimpah.

Berikut rangkuman beberapa doa untuk dimudahkan segala urusan dan rezeki yang bisa dilakukan sebelum beraktivitas:

Doa agar Segala Urusan Dapat Dimudahkan

Setiap orang pasti ingin segala urusannya bisa dimudahkan, dilapangkan dan dilancarkan. Mereka juga pasti ingin hidupnya senantiasa nyaman, tenang serta damai tanpa halangan atau rintangan. Ketika menghadapi sesuatu yang sekiranya sulit, pastinya kita akan meminta pertolongan serta kemudahan dari Sang Pencipta.

Mengenai meminta kemudahan dalam segala urusan, dalam Al-Quran surat Thaha dikisahkan tentang Nabi Musa AS yang berhadapan dengan raja kejam dan keji yakni Raja Firaun. Untuk menghadapi raja tersebut dan segala kesusahan yang dihadapi karena si raja, Nabi Musa memanjatkan doa agar dimudahkan segala urusanbaiknya menghadapi Firaun.

"Rabbisyrahlî shâdrî wayassyirlî amrI wahlul uqdatam mil-lisânî yafqahû qaulî."

Artinya: Ya Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku." (QS. Thaha, 25-28).

Dalam doa ini memiliki 3 makna atau 3 permintaan yakni yang pertama meminta dilapangkan dada karena segala kesusahan agar senantiasa sabar dan pasrah pada takdir Allah. Kedua meminta dilenyapkan atau dihilangkan berbagai kesulitan dalam hidup. Ketiga adalah meminta dilancarkan segala urusan dengan diberi kemampuan bertutur kata yang baik hingga mudah dipahami oleh orang lain.

Dalam Islam, mengurusi urusan di dunia ini juga dinilai sebagai ibadah. Sebab, manusia telah menjalankan ikhtiar demi mendapatkan pemasukan yang halal seperti dijanjikan Allah SWT.

Sehingga, patut kiranya kita mau melakukan suatu urusan atau bekerja dengan penuh keyakinan akan ketetapan Allah soal rezeki. Selain itu, perlu pula kita meniatkan kerja demi meraih keridhaan Allah SWT.

Berikut lafal doa yang bisa dibaca sebelum berangkat kerja. Lafal ini tercantum dalam kitab Ad Du'a karya Imam At Thabrani.

Allahumma innii as'aluka min fadhlika wa athaa'ika rizkan thayyiban mubaarakan. Allahumma innaka amarta bid du'aa'i wa qadhaita alayya nafsaka bil istijaabah wa anta laa tukhlifu wa'daka wa laa tukadzzibu ahdaka. Allahumma ma ahbabta min khairin fa habbibhu ilaina wa yassirhu lanaa wa maa karahta min syaiin fa karihhu ilaina, wa jannibnaahu wa laa tunzi' annal islaam ba'da iz a'thaitanaa.

Artinya, "Ya Allah, sesungguhnya aku meminta dari keutamaanMu dan pemberianMu, rizki yang baik lagi berkah. Ya Allah sesungguhnya Engkau memerintahkan untuk berdoa dan memutuskan atasku pengabulan doa, dan Engkau Zat Yang tidak melanggar janji dan tidak mendustainya. Ya Allah, tidak ada kebaikan yang Engkau sukai, kecuali Engkau jadikan kami mencintai kebaikan tersebut dan mudahkan kami mendapatkannya. Dan tidak ada sesuatu yang Engkau benci kecuali Engkau jadikan kami benci terhadap sesuatu tersebut dan jauhkanlah kami darinya. Dan janganlah Engkau cabut dari kami keislaman kami setelah Engkau berikan."

Doa Dimudahkan Rezeki

Rezeki bukan hanya soal harta dan kemuliaan, namun juga mengenai kemudahan yang dirasakan setiap hari. Misalnya saja, kesehatan, merasakan kenyang setelah makan, kasih sayang dari keluarga dan orang yang dicintai, atau bisa juga dengan mendapatkan senyuman dari teman. Tak banyak yang menyadari jika itu semua merupakan rezeki yang bisa dirasakan.

Banyak orang yang mengira bahwa rezeki sudah ditentukan dalam porsi masing-masing. Namun kenyataannya rezeki haruslah dijemput dengan usaha.

Untuk itu, umat Islam dianjurkan untuk memohon petunjuk atas segala urusan yang dihadapi. Begitu juga saat kita sedang kesulitan untuk mendapatkan rezeki dan pekerjaan. Berikut ini ada beberapa doa dimudahkan rezeki dan pekerjaan yang bisa kita lafalkan.

Doa Pertama

Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

Artinya:“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Doa Kedua

Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.

Artinya:“Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

Doa Ketiga

Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii.

Artinya:“Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk padaku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku.”

Doa Keempat

Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii wa athil hayaatii ‘ala tho’atik wa ahsin ‘amalii wagh-fir lii.

”Artinya:“Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku


Manusia tak pernah luput dari dosa. Secara disengaja maupun tidak, setiap hari manusia pasti berbuat dosa, mulai dari dosa kepada sesama manusia, dosa kepada hewan hingga dosa kepada Tuhannya.

Maka dari itu Rasulullah SAW mengajak umat Muslim untuk selalu memohon ampunan kepada Allah SWT. Cara memohon ampun bisa dilakukan dengan memperbanyak membaca kalimat istighfar, membaca doa, sampai menjalankan sholat taubat.

Dosa-dosa yang kecil pun sebenarnya tak boleh disepelekan. Sebab dosa yang kecil jika dilakukan berkali-kali maka akan menjadi besar.

Membaca doa mohon ampun merupakan upaya untuk memohon ampunan dari Allah atas dosa yang kita lakukan.

Tentang doa mohon ampun kepada Allah SWT atas segala khilaf dan perbuatan dosa.

1. Doa Mohon Ampun Atas Segala Kekhilafan

Setiap manusia pasti sering khilaf. Khilaf yang terjadi tidak hanya berdampak pada diri sendiri, namun juga kepada orang lain maupun amal ibadah kita.

Bahkan khilaf yang kita lakukan bisa saja mengurangi catatan pahala. Ini karena khilaf tersebut telah melanggar batas-batas syariat. Tentu, ganjaran dari khilaf tersebut adalah dosa.

Dengan begitu, umat Islam dianjurkan membaca doa mohon ampun atas segala kekhilafan yang telah dilakukan. Berikut bacaan doa mohon ampun yang bisa kamu baca:

Allahummaghfir li khathi'ati wa jahli, wa israfi fi amri, wa ma anta a'lamu bihi minni. Allahummaghfir li jiddi wa hazli, wa khatha’i wa ‘amdi. Wa kullu dzalika ‘indi. Allahummaghfir li ma qadamtu wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a‘lantu, wa ma anta a'lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru, wa anta ‘ala kulli syai’in qadirun.

Artinya:

" Ya Tuhanku, ampunilah kekeliruan dan kebodohanku, kelewatan batasku dalam sebuah hal, dan dosaku yang mana Kau lebih tahu dariku. Tuhanku, ampunilah dosaku dalam serius dan gurauanku, kekeliruan dan kesengajaanku. Apa pun itu semua berasal dariku. Tuhanku, ampunilah dosaku yang terdahulu dan terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan kunyatakan, dan dosa yang mana Kau lebih tahu dariku. Kau Maha Terdahulu. Kau Maha Terkemudian. Kau Maha Kuasa ata segala sesuatu.”

2. Doa Mohon Ampun Atas Dosa yang Terulang

Tak jarang di antara kita melakukan kesalahan atau dosa secara berulang-ulang. Sebenarnya manusia cenderung merasa tidak nyaman ketika melakukan kesalahan secara berulang. Sehingga sebagian dari kita berusaha menghindarinya.

Akan tetapi seringkali kita mengulang dosa yang sama. Padahal kita sudah berusaha untuk tidak mengulanginya. Namun ada daya, semua telah terjadi dan memunculkan penyesalan.

Doa Agar Haid Cepat Keluar dan Artinya yang Penting Diketahui

Dalam kondisi demikian, cara yang bisa ditempuh hanya bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Salah satunya dengan membaca doa mohon ampun berikut ini:

Allahumma inni astaghfiruka mimma tubtu ilaika minhu summa udtu fih wa astaghfiruka mimma ja’altahu ala nafsi summa la uffi bihi laka wa astaghfiruka mima za’amta anni aradtu bihi wajhaka fakhalata qalbi minhu ma qad amiltu.

Artinya:

" Ya Tuhan, aku memohon ampun kepadamu dari apa-apa yang telah aku sesali lalu aku mengulanginya, dan aku memohon ampun atas apa yang telah Engkau tetapkan namun aku tak melakukannnya, dan aku memohon ampun atas dugaanku terhadap-Mu yang membuat hatiku resah."

3. Doa Mohon Ampun dari Tindakan Berlebihan

Umat Muslim dianjurkan untuk tidak melakukan segala sesuatu secara berlebihan. Bahkan dalam hal ibadah dan perbuatan baik sekalipun. Sebab segala hal yang berlebihan tentu tidak baik. Karena kita bisa menghilangkan manfaat akibat perilaku berlebihan tersebut.

Perlikau berlebih akan mendatangkan banyak kerugian, tetapi seringkali kita tidak sadar melakukannya. Jika sudah terlanjur, lebih baik segera memohon ampunan kepada Allah. Caranya dengan membaca doa mohon ampun di bawah ini:

Rabbanaghfir lana dzunuubana wa israfana fii amrina wa tsabbit aqdamana wansurna 'alal qaumil kafirin.

Artinya:

" Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."

4. Doa Mohon Ampun karena Lalai

Tanpa disadari, kita kerap melakukan perbuatan yang melanggar syariat agama Islam. Kesalahan yang tidak disadari tersebut bisa menyebabkan dosa. Akan tetapi, Allah akan menghapus dosa-dosa tersebut apabila manusia mau bertaubat dan memohon ampun kepada-Nya.

Berikut bacaan doa mohon ampun karena lali yang diambil dari Surat Al Baqarah ayat 286:

Rabbana la tuakhidzna innasina au akhthoqna, rabbana wa la takhmil 'alaina ishran kama khamaltahu alal ladzina min qoblina, rabbana wa la tukhammilna ma la thoqota lana bihi, wa'fu anna, waghfirlana, warkhamna anta maulana fanshurna 'alal qoumil kafirin.

Artinya:

" Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."

Doa Mohon Ampun Selanjutnya

5. Rabbana zalamna anfusana wa-inlam taghfirlana watarhamna lanakuunanna minal khasirin.

Artinya:

“ Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”

6. Subhanallahi wa bihamdihi, astgahfirullah, wa atuubu ilaihi.

Artinya:

“ Puji bagi Allah, dan aku mulai dengan memuji-Nya. Aku mohon ampun dari Allah dan aku berpaling kepada-Nya dalam pertaubatan.”

7. Allahumma inni as-aluka fi’lal khairaati wa tarkal munkarati wa hubbal masaakiini, wa antaghfiralii wa tarhamnii.

Artinya:

“ Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk memberiku ketaatan pada perbuatan baik, meninggalkan perbuatan jahat, melakukan kasih sayang kepada untuk orang miskin, dan aku mohon agar Engkau mengampuni aku, dan kasihanilah aku.”

8. Allahummaghfirlii maa qadamtu wa maa akhortu wa maa asrortu wa maa a’lamtu wa maa anta a’lau bihi minni, antal muqaddimu wa antal muakhiru wa anta ‘ala kulli syai-in qadir.

Artinya:

“ Ya Allah, ampunilah aku atas dosa-dosa yang aku lakukan di masa lalu dan yang mungkin aku lakukan di masa depan, dosa-dosa yang aku lakukan secara pribadi atau di depan umum dan semua dosa yang Engkau lebih ketahui daripada aku. Engkau satu-satunya yang membaca ke depan dan penangguhan hukuman sesuai keinginan Engkau dan memang Engkaulah yang mampu mengatasi semua hal.”

9. Rabbanaghfirlana wa li-ikhwaninalladziina sabaquuna bil-iiman, walaa taj’al fii quluubina ghillal-lilladzinna aamanu, rabbana innaka raufur Rahim.

Artinya:

“ Ya Tuhan kami, berilah ampunan kepada kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu daripada kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

Demikian itulah beberapa doa mohon ampun yang dapat kamu panjatkan saat bertaubat. Doa mohon ampun di atas baik dibaca setiap hari, terutama setelah sholat fardhu. Semoga dengan membaca doa mohon ampun secara ikhlas dan tulus, dosa-dosa kita benar-benar diampuni oleh Allah SWT. Amin.

Referensi sebagai Berikut ini ;










9 Doa Mohon Ampun Kepada Allah Swt atas Segala Khilaf dan Perbuatan Dosa

9 Doa Mohon Ampun kepada Allah Swt atas Segala Khilaf dan Perbuatan Dosa. Manusia tak pernah luput dari dosa. Secara disengaja maupun tidak, setiap hari manusia pasti berbuat dosa, mulai dari dosa kepada sesama manusia, dosa kepada hewan hingga dosa kepada Tuhannya. Maka dari itu Rasulullah SAW mengajak umat Muslim untuk selalu memohon ampunan kepada Allah SWT. Cara memohon ampun bisa dilakukan dengan memperbanyak membaca kalimat istighfar, membaca doa, sampai menjalankan sholat taubat.

Dosa-dosa yang kecil pun sebenarnya tak boleh disepelekan. Sebab dosa yang kecil jika dilakukan berkali-kali maka akan menjadi besar.

Membaca doa mohon ampun merupakan upaya untuk memohon ampunan dari Allah atas dosa yang kita lakukan.

Tentang doa mohon ampun kepada Allah SWT atas segala khilaf dan perbuatan dosa.

1. Doa Mohon Ampun Atas Segala Kekhilafan

Setiap manusia pasti sering khilaf. Khilaf yang terjadi tidak hanya berdampak pada diri sendiri, namun juga kepada orang lain maupun amal ibadah kita.

Bahkan khilaf yang kita lakukan bisa saja mengurangi catatan pahala. Ini karena khilaf tersebut telah melanggar batas-batas syariat. Tentu, ganjaran dari khilaf tersebut adalah dosa.

Dengan begitu, umat Islam dianjurkan membaca doa mohon ampun atas segala kekhilafan yang telah dilakukan. Berikut bacaan doa mohon ampun yang bisa kamu baca:

Allahummaghfir li khathi'ati wa jahli, wa israfi fi amri, wa ma anta a'lamu bihi minni. Allahummaghfir li jiddi wa hazli, wa khatha’i wa ‘amdi. Wa kullu dzalika ‘indi. Allahummaghfir li ma qadamtu wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a‘lantu, wa ma anta a'lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru, wa anta ‘ala kulli syai’in qadirun.

Artinya:

" Ya Tuhanku, ampunilah kekeliruan dan kebodohanku, kelewatan batasku dalam sebuah hal, dan dosaku yang mana Kau lebih tahu dariku. Tuhanku, ampunilah dosaku dalam serius dan gurauanku, kekeliruan dan kesengajaanku. Apa pun itu semua berasal dariku. Tuhanku, ampunilah dosaku yang terdahulu dan terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan kunyatakan, dan dosa yang mana Kau lebih tahu dariku. Kau Maha Terdahulu. Kau Maha Terkemudian. Kau Maha Kuasa ata segala sesuatu.”

2. Doa Mohon Ampun Atas Dosa yang Terulang

Tak jarang di antara kita melakukan kesalahan atau dosa secara berulang-ulang. Sebenarnya manusia cenderung merasa tidak nyaman ketika melakukan kesalahan secara berulang. Sehingga sebagian dari kita berusaha menghindarinya.

Akan tetapi seringkali kita mengulang dosa yang sama. Padahal kita sudah berusaha untuk tidak mengulanginya. Namun ada daya, semua telah terjadi dan memunculkan penyesalan.

Doa Agar Haid Cepat Keluar dan Artinya yang Penting Diketahui

Dalam kondisi demikian, cara yang bisa ditempuh hanya bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Salah satunya dengan membaca doa mohon ampun berikut ini:

Allahumma inni astaghfiruka mimma tubtu ilaika minhu summa udtu fih wa astaghfiruka mimma ja’altahu ala nafsi summa la uffi bihi laka wa astaghfiruka mima za’amta anni aradtu bihi wajhaka fakhalata qalbi minhu ma qad amiltu.

Artinya:

" Ya Tuhan, aku memohon ampun kepadamu dari apa-apa yang telah aku sesali lalu aku mengulanginya, dan aku memohon ampun atas apa yang telah Engkau tetapkan namun aku tak melakukannnya, dan aku memohon ampun atas dugaanku terhadap-Mu yang membuat hatiku resah."

3. Doa Mohon Ampun dari Tindakan Berlebihan

Umat Muslim dianjurkan untuk tidak melakukan segala sesuatu secara berlebihan. Bahkan dalam hal ibadah dan perbuatan baik sekalipun. Sebab segala hal yang berlebihan tentu tidak baik. Karena kita bisa menghilangkan manfaat akibat perilaku berlebihan tersebut.

Perlikau berlebih akan mendatangkan banyak kerugian, tetapi seringkali kita tidak sadar melakukannya. Jika sudah terlanjur, lebih baik segera memohon ampunan kepada Allah. Caranya dengan membaca doa mohon ampun di bawah ini:

Rabbanaghfir lana dzunuubana wa israfana fii amrina wa tsabbit aqdamana wansurna 'alal qaumil kafirin.

Artinya:

" Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."

4. Doa Mohon Ampun karena Lalai

Tanpa disadari, kita kerap melakukan perbuatan yang melanggar syariat agama Islam. Kesalahan yang tidak disadari tersebut bisa menyebabkan dosa. Akan tetapi, Allah akan menghapus dosa-dosa tersebut apabila manusia mau bertaubat dan memohon ampun kepada-Nya.

Berikut bacaan doa mohon ampun karena lali yang diambil dari Surat Al Baqarah ayat 286:

Rabbana la tuakhidzna innasina au akhthoqna, rabbana wa la takhmil 'alaina ishran kama khamaltahu alal ladzina min qoblina, rabbana wa la tukhammilna ma la thoqota lana bihi, wa'fu anna, waghfirlana, warkhamna anta maulana fanshurna 'alal qoumil kafirin.

Artinya:

" Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."

Doa Mohon Ampun Selanjutnya

5. Rabbana zalamna anfusana wa-inlam taghfirlana watarhamna lanakuunanna minal khasirin.

Artinya:

“ Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”

6. Subhanallahi wa bihamdihi, astgahfirullah, wa atuubu ilaihi.

Artinya:

“ Puji bagi Allah, dan aku mulai dengan memuji-Nya. Aku mohon ampun dari Allah dan aku berpaling kepada-Nya dalam pertaubatan.”

7. Allahumma inni as-aluka fi’lal khairaati wa tarkal munkarati wa hubbal masaakiini, wa antaghfiralii wa tarhamnii.

Artinya:

“ Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk memberiku ketaatan pada perbuatan baik, meninggalkan perbuatan jahat, melakukan kasih sayang kepada untuk orang miskin, dan aku mohon agar Engkau mengampuni aku, dan kasihanilah aku.”

8. Allahummaghfirlii maa qadamtu wa maa akhortu wa maa asrortu wa maa a’lamtu wa maa anta a’lau bihi minni, antal muqaddimu wa antal muakhiru wa anta ‘ala kulli syai-in qadir.

Artinya:

“ Ya Allah, ampunilah aku atas dosa-dosa yang aku lakukan di masa lalu dan yang mungkin aku lakukan di masa depan, dosa-dosa yang aku lakukan secara pribadi atau di depan umum dan semua dosa yang Engkau lebih ketahui daripada aku. Engkau satu-satunya yang membaca ke depan dan penangguhan hukuman sesuai keinginan Engkau dan memang Engkaulah yang mampu mengatasi semua hal.”

9. Rabbanaghfirlana wa li-ikhwaninalladziina sabaquuna bil-iiman, walaa taj’al fii quluubina ghillal-lilladzinna aamanu, rabbana innaka raufur Rahim.

Artinya:

“ Ya Tuhan kami, berilah ampunan kepada kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu daripada kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

Demikian itulah beberapa doa mohon ampun yang dapat kamu panjatkan saat bertaubat. Doa mohon ampun di atas baik dibaca setiap hari, terutama setelah sholat fardhu. Semoga dengan membaca doa mohon ampun secara ikhlas dan tulus, dosa-dosa kita benar-benar diampuni oleh Allah SWT. Amin.

Referensi sebagai Berikut ini ;












6 Amalan Doa Saat Dilanda Kesulitan Hidup Sesuai Tuntunan Hadist

6 Amalan Doa Saat Dilanda Kesulitan Hidup Sesuai Tuntunan Hadist. 6 Amalan Doa Saat Dilanda Kesulitan Hidup Sesuai Tuntunan Hadist.

Manusia pasti pernah menghadapi atau mengalami kesulitan dalam hidup. Tanpa kesulitan, manusia tidak akan dewasa dalam menyikapi hidupnya. Kesulitan hidup yang dialami manusia bisa jadi merupakan bentuk ujian dari Allah untuk mengukur kadar keimanan dan ketakwaan seorang hamba-Nya.

Mereka yang bertawakkal di tengah kesulitan yang dihadapi itulah yang berhak menyandang orang beriman. Allah SWT berfirman

 لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَاۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa):"Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (QS. Al Baqarah: 286) 

Mufasir Ibnu Katsir menjelaskan makna ayat tersebut yakni Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dengan kata lain, seseorang tidak dibebani melainkan sebatas kesanggupannya. Hal ini merupakan salah satu dari lemah-lembut Allah Swt. kepada makhluk-Nya dan kasih sayang-Nya kepada mereka, serta kebaikan-Nya kepada mereka. Lantas doa apa yang dipanjatkan Muslim jika dilanda kesulitan hidup. Berikut enam doa jika ditimpa kesulitan dikutip iNews.id, dari hujjahnu: 

1. Rasulullah membaca doa ini di saat keadaan yang sangat berat:

 « لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ » 

Laa ilaaha illaallahul 'adhimul haliimu, laa ilaaha illaallahu rabbul 'asryil 'adhiimi, laa ilaaha illaallahu rabbuus samawaati wa rabbul ardhi wa rabbul 'aarsyil 'adhiimi. 

Artinya: Tiada Tuhan selain Allah yang maha agung dan sangat penyantun. “Tiada Tuhan selain Allah, Tuha yang memiliki ‘arsy yang besar. Tiada tuhan selain Allah, Tuhan yang menciptakan langit, bumi dan ‘arsy yang mulia.” (HR Bukhari 7/154, dan Muslim 4/2092) 

2. Doa bagi orang yang mendapatkan kesulitan 

« اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو ، فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ » 

Allahumma rahmataka arjuu fala takilnii ilaa nafsii tharfata 'aynin, ashlih lii sya'nii kullahu, laa ilaaha illaa anta. “Ya Allah, saya hanya mengharap rahmat-Mu, maka jangan Engkau lepas saya dalam sekejap pun. Perbaikilah segala tingkah laku saya, tiada Tuhan selain Engkau.” (HR Abu Dawud 4/324, dan Ahmad 5/42) 

3. 

« اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ ، أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي ، وَنُورَ صَدْرِي ، وَجِلَاءَ حُزْنِي ، وَذَهَابَ هَمِّي » 

Allahumma inni 'abdika wabnu 'abdika wabnu ammatika, naa shiyatii biyadika, maadhin fii hukmuka 'adlun. Fii qadhaauka as aluka bikullismin huwa laka, sammaita bihi nafsika, aw 'allamtahu ahada min khalqika aw anzaltahuu fii kitaabika, aq istatsarta bihi fii 'ilmil ghoibi 'indaka, intaj'alal qur'aan rabiia qlabii, wanuuro shadrii, wajalaa'a khuznii wadzahaaba hammii. 

“Ya Allah, saya adalah hamba-Mu dan anak dari pasangan hamba-Mu. Diri saya dalam kuasa-Mu. Sejak dahulu hukum dan takdir-Mu berlaku bagi saya. Saya meminta kepada-Mu dengan setiap nama yang Engkau sebutkan sendiri untuk-Mu, atau nama yang Engkau ajarkan kepada salah satu makhluk-Mu, atau nama yang Engkau turunkan dalam kitab suci-Mu, atau nama yang Engkau pilih dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, untuk menjadikan Al Quran sebagai pelipur hati saya, penerang jiwa saya, penerang kesedihan saya, dan pelenyap keresahan saya.” (HR Ahmad 1/391, dan Al Hakim 1/509). 

4. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ ، بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ »

Allahumma inni as aluka bianna lakalhamdu, laa ilaaha illa antalmnaanu, badii'us samawaati wal ardhi, yaa dzal jalaali wal ikraami yaa hayyu ya qayyumu. 

“Ya Allah, saya meminta kepada-Mu, Engkau yang memiliki segala pujian, tiada Tuhan selain Engkau yang esa tanpa sekutu, maha pemberi anugerah, yang menciptakan langit dan bumi, yang maha agung dan mulia, yang maha hidup dan mengurus segala sesuatu.” 

Rasulullah Saw bersabda: Dia telah berdoa dengan nama Allah yang agung, yang jika diminta dengan nama tersebut Allah akan mengabulkan. (HR Abu Dawud 2/80, Ibnu Majah 2/1268, Nasa’i 3/52, dan Turmudzi 5/550) 

5. « اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْأَحَدُ الصَّمَدُ ، الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ » 

Allahumma Inni asaluka innu asyhadu annaka anta allahu, laa ilaaha illa antalahadush shomadu alladzii lam yalid walam yuulad walam yakun lahuu kufuwan ahadun. “Ya Allah, saya meminta kepada-Mu, saya bersaksi tiada Tuhan selain Engkau, yang maha esa, tempat bergantung segala sesuatu, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, yang tidak ada sekutu bagi-Nya.” Rasulullah Saw bersabda: Dia telah berdoa dengan nama Allah, yang jika diminta dengan nama tersebut Allah akan mengabulkan. (HR Abu Dawud 2/79, Ibnu Majah 2/1267, Turmudzi 5/515, dan Ahmad 5/360) 

6. « اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ يَا أَللَّهُ بِأَنَّكَ الْوَاحِدُ الْأَحَدُ الصَّمَدُ ، الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ، أَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ »

Allahumma Inni asaluka yaa Allahu biannakal wahidulahadush shomadu, alladzii lam yalid walam yuulad walam yakunlahuu kufuwan ahadun, an taghfirlii dzunuubii innaka antal ghafuurur rakhiimu.

“Ya Allah, saya meminta kepada-Mu, ya Allah yang maha esa, tempat bergantung segala sesuatu, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, untuk mengampuni dosa-dosa saya, sesungguhnya Engkau maha pemberi ampunan dan maha penyayang.” (HR Nasa’i 3/52 dan Ahmad 4/338).

Sebagai manusia tentu kita pernah mengalami masa-masa berat dalam menjalani hidup, termasuk kesulitan ekonomi. Pada keadaan tersebut umat muslim dianjurkan untuk berdoa dan memohon pertolongan pada Allah SWT. Ada sederet doa ketika menghadapi kesulitan ekonomi yang bisa diamalkan.

Selain berdoa kamu juga harus berusaha untuk menangani kesulitan yang dihadapi. Setelah berdoa dan berusaha secara optimal, kamu juga perlu berikhtiar menyerahkan semuanya pada Sang Pencipta, karena Allah-lah zat yang Maha membolak-balikkan hati.

Ikhtiar berarti usaha seseorang untuk memperoleh apa yang dikehendakinya. Daya upaya ini berhubungan dengan usaha manusia dalam menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Ayat dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang hal ini adalah surat Ar Ra'd, ayat 11 yang artinya sebagai berikut:

"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia," (Ar-Ra'd ayat 11).

Doa Ketika Menghadapi Kesulitan Ekonomi

Kesulitan ekonomi merupakan bentuk ujian hidup yang bisa dirasakan dan dialami oleh siapa saja. Namun, perlu diingat bahwa Allah SWT tak akan memberi cobaan melebihi batas kemampuan hambanya.

Karena itulah ada baiknya seorang hamba membaca doa ketika menghadapi kesulitan ekonomi diiringi dengan usaha lainnya.  Berikut ini doa agar diberi kelancaran dalam menjalani hidup.

Alloohumma inni as-aluka min fadhlika wa’athoo-ika rizqon thoyyiban mubaarokan.

Artinya: Ya Allah, dengan karunia dan anugerah-Mu, aku meminta rezeki yang baik lagi diberkahi.

Bismillahi 'ala nafsi wa mali wa dini, allahumma raddhini bi qada'ika, wabarik li fi ma quddira li hatta la uhibba ta'jila ma akhkharta wa la ta'khira ma 'ajjalta.

Artinya: Dengan menyebut nama Allah atas diriku, hartaku dan agamaku. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang menerima ketetapanMu dan berkahilah aku atas rezeki yang Engkau tentukan, sehingga aku tak tergesa meminta sesuatu Engkau akhirkan atau mengakhirkan sesuatu yang Engkau hendak percepat."

Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii wa athil hayaatii ‘ala tho’atik wa ahsin ‘amalii wagh-fir lii.

Artinya: “Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.”

Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa.

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan Engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.” (HR. Ibnu Hibban dalam Sahihnya 3: 255)

Itulah doa ketika menghadapi kesulitan ekonomi yang dapat kamu panjatkan secara rutin. Kamu bisa berdoa pada waktu-waktu mustajab, misalnya, di antara azan dan iqamat, di saat hujan turun, dan di waktu sepertiga malam.

Referensi sebagai Berikut ini ;









Do'a Ketika Menghadapi Kesulitan Ekonomi

Do'a Ketika Menghadapi Kesulitan Ekonomi. Sebagai manusia tentu kita pernah mengalami masa-masa berat dalam menjalani hidup, termasuk kesulitan ekonomi. Pada keadaan tersebut umat muslim dianjurkan untuk berdoa dan memohon pertolongan pada Allah SWT. Ada sederet doa ketika menghadapi kesulitan ekonomi yang bisa diamalkan. Selain berdoa kamu juga harus berusaha untuk menangani kesulitan yang dihadapi. Setelah berdoa dan berusaha secara optimal, kamu juga perlu berikhtiar menyerahkan semuanya pada Sang Pencipta, karena Allah-lah zat yang Maha membolak-balikkan hati.

Ikhtiar berarti usaha seseorang untuk memperoleh apa yang dikehendakinya. Daya upaya ini berhubungan dengan usaha manusia dalam menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Ayat dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang hal ini adalah surat Ar Ra'd, ayat 11 yang artinya sebagai berikut:

"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia," (Ar-Ra'd ayat 11).

Doa Ketika Menghadapi Kesulitan Ekonomi

Kesulitan ekonomi merupakan bentuk ujian hidup yang bisa dirasakan dan dialami oleh siapa saja. Namun, perlu diingat bahwa Allah SWT tak akan memberi cobaan melebihi batas kemampuan hambanya.

Karena itulah ada baiknya seorang hamba membaca doa ketika menghadapi kesulitan ekonomi diiringi dengan usaha lainnya.  Berikut ini doa agar diberi kelancaran dalam menjalani hidup.

Alloohumma inni as-aluka min fadhlika wa’athoo-ika rizqon thoyyiban mubaarokan.

Artinya: Ya Allah, dengan karunia dan anugerah-Mu, aku meminta rezeki yang baik lagi diberkahi.

Bismillahi 'ala nafsi wa mali wa dini, allahumma raddhini bi qada'ika, wabarik li fi ma quddira li hatta la uhibba ta'jila ma akhkharta wa la ta'khira ma 'ajjalta.

Artinya: Dengan menyebut nama Allah atas diriku, hartaku dan agamaku. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang menerima ketetapanMu dan berkahilah aku atas rezeki yang Engkau tentukan, sehingga aku tak tergesa meminta sesuatu Engkau akhirkan atau mengakhirkan sesuatu yang Engkau hendak percepat."

Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii wa athil hayaatii ‘ala tho’atik wa ahsin ‘amalii wagh-fir lii.

Artinya: “Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.”

Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa.

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan Engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.” (HR. Ibnu Hibban dalam Sahihnya 3: 255)

Itulah doa ketika menghadapi kesulitan ekonomi yang dapat kamu panjatkan secara rutin. Kamu bisa berdoa pada waktu-waktu mustajab, misalnya, di antara azan dan iqamat, di saat hujan turun, dan di waktu sepertiga malam.

Setiap orang pasti diuji dalam hidup, salah satunya adalah kesulitan. Berikut tiga doa yang Rasulullah ajarkan ketika menghadapi kesulitan.

Doa-doa tersebut sebagaimana dinukilkan dari berbagai riwayat yang terdapat dalah Shahih, karangan Imam Bukhari:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو عِنْدَ الْكَرْبِ يَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Dari Ibnu Abbas RA dia berkata, "Nabi SAW biasa berdoa ketika dalam kesulitan, beliau mengucapkan:  

Pertama:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Lailaha illallahul adhimul halimu la ilaha illallahu rabbussamawati wal ardhi wa rabbul arsyil adhimi. 

(Tiada Ilah selain Allah Yang Mahaagung dan Mahapenyantun. Tiada ilah selain Allah, Tuhan langit dan bumi serta Tuhan arasy yang mulia.)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ عِنْدَ الْكَرْبِ  لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW biasa berdoa ketika dalam kesulitan, beliau mengucapkan: 

Kedua:

 لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

Lailaha illallahul adhimul halimu la ilaha illallahu rabbul arsyil adhimi la ilaha illallahu rabbussamawati wal rabul ardhi wa rabbul arsyil karimi.

"(Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha-Agung dan Mahapenyantun. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Penguasa arasy yang agung. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan langit dan bumi serta Tuhan arasy yang mulia)." 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW selalu meminta perlindungan dari cobaan yang memayahkan, kesengsaraan yang menderitakan, takdir yang buruk, dan cacian musuh. Dari riwayat tersebut, doa yang bisa diucapakan adalah sebagai berikut:

Ketiga: 

اللهم إني أعوذبك مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

Allahumma inni audzubika min jahdil bala’i wa darkis syaqai wa suil qadhai wa syamatatil a’dai. 

“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari cobaan yang memayahkan, kesengsaraan yang menderitakan, takdir yang buruk, dan cacian musuh.” 

Referensi sebagai Berikut ini ;










Do'a yang Bisa Panjatkan Saat Hadapi Kesulitan & Masalah

Do'a yang Bisa Panjatkan Saat Hadapi Kesulitan & Masalah. Setiap orang pasti diuji dalam hidup, salah satunya adalah kesulitan. Berikut tiga doa yang Rasulullah ajarkan ketika menghadapi kesulitan.

Doa-doa tersebut sebagaimana dinukilkan dari berbagai riwayat yang terdapat dalah Shahih, karangan Imam Bukhari:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو عِنْدَ الْكَرْبِ يَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Dari Ibnu Abbas RA dia berkata, "Nabi SAW biasa berdoa ketika dalam kesulitan, beliau mengucapkan:  

Pertama:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Lailaha illallahul adhimul halimu la ilaha illallahu rabbussamawati wal ardhi wa rabbul arsyil adhimi. 

(Tiada Ilah selain Allah Yang Mahaagung dan Mahapenyantun. Tiada ilah selain Allah, Tuhan langit dan bumi serta Tuhan arasy yang mulia.)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ عِنْدَ الْكَرْبِ  لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW biasa berdoa ketika dalam kesulitan, beliau mengucapkan: 

Kedua:

 لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

Lailaha illallahul adhimul halimu la ilaha illallahu rabbul arsyil adhimi la ilaha illallahu rabbussamawati wal rabul ardhi wa rabbul arsyil karimi.

"(Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha-Agung dan Mahapenyantun. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Penguasa arasy yang agung. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan langit dan bumi serta Tuhan arasy yang mulia)." 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW selalu meminta perlindungan dari cobaan yang memayahkan, kesengsaraan yang menderitakan, takdir yang buruk, dan cacian musuh. Dari riwayat tersebut, doa yang bisa diucapakan adalah sebagai berikut:

Ketiga: 

اللهم إني أعوذبك مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

Allahumma inni audzubika min jahdil bala’i wa darkis syaqai wa suil qadhai wa syamatatil a’dai. 

“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari cobaan yang memayahkan, kesengsaraan yang menderitakan, takdir yang buruk, dan cacian musuh.” 

Referensi sebagai Berikut ini ;








Amalan untuk mengatasi kesulitan hidup (Alm. Syeh Ali Jaber)

Amalan untuk mengatasi kesulitan hidup ada dua, yakni solat dua rakaat sebelum tidur dan memperbanyak istigfar. Semua manusia pasti pernah menemui kesulitan dan persoalan dalam hidupnya. Allah SWT juga berfirman dalam surah Al-Anbiya': كُلُّ نَفۡسٍ ذَآٮِٕقَةُ الۡمَوۡتِ‌ؕ وَنَبۡلُوۡكُمۡ بِالشَّرِّ وَالۡخَيۡرِ فِتۡنَةً‌  ؕ وَاِلَيۡنَا تُرۡجَعُوۡنَ

Kullu nafsin zaaa'iqatul mawt; wa nabluukum bishsharri walkhairi fitnatanw wa ilainaa turja'uun 

Artinya: "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami." (QS al-Anbiya’: 35).

Ujian hidup berupa keburukan dan kebaikan untuk meningkatkan derajat di sisi Allah Swt. Yang paling penting untuk diketahui setiap orang adalah, bahwasanya sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. 

Terdapat dua amalan mudah yang bisa dilakukan untuk mengatasi kesulitan hidup dan mewujudkan hajat. Pertama, lakukan salat dua rakaat sebelum tidur, salat ini bisa dihitung sebagai salat hajat atau salat sunah lainnya. "Jika sudah mengerjakan salat dua rakaat, lanjutkan dengan salat witir, karena itu lebih bagus. Lalu berbaring tidur dengan membaca doa sambil membayangkan hajat yang diinginkan," kata Ali Jaber. 

Doa Mengatasi Kesulitan Hidup Doa yang dibaca untuk mengatasi kesulitan hidup, yakni Hasbiyallaahu wa ni'mal wakiil sebanyak tiga kali, kemudian yakinlah bahwa Allah akan mengatasi masalah Anda, karena semakin tinggi keyakinan maka akan semakin cepat pula selesai masalah dan hajat yang diinginkan. Amalan kedua yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan hidup adalah tidak pernah berhenti beristigfar di setiap waktu pagi, siang, sore, dan malam. Allah SWT berfirman

: فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا ١٠ يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا ١١ وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَٰلٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّٰتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَٰرًا ﴿١٢ 

Artinya: "Maka aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu. Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu." (QS. Nuh: 10-12).

Istigfar sangatlah dahsyat, dengan memperbanyak istigfar, maka atas ijin Allah, Allah akan menghadirkan hajat atau keinginan kita. Istigfar yang bisa dibaca adalah: Astaghfirullah hal adzim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaih Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung yang tiada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepada-Nya” atau bisa dibaca dengan sederhana: Astaghfirullah Al Adzim Artinya: "Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung" Apalagi jika istigfar dimulai dengan sayyidul istigfar. Berikut ini doa sayyidul istighfar:

 اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ 

Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘ûdzu bika min syarri mâ shana‘tu. Abû’u laka bini‘matika ‘alayya. Wa abû’u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta. 

Artinya: “Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau,” (HR. Bukhari no. 6306). 

Dua amalan mengatasi kesulitan hidup ini bisa dikerjakan oleh siapa pun, tapi dengan syarat mengamalkannya sesuai dengan apa yang sudah disampaikan di atas. "Alhamdulillah banyak orang yang sudah berhasil, bahkan dengan waktu yang sangat cepat," kata Syeh Ali Jaber.

Setiap orang punya kisah dan perjuangannya sendiri untuk menjadi lebih baik. Meski kadang harus terluka dan melewati ujian yang berat, tak pernah ada kata terlambat untuk selalu memperbaiki diri. Kamu menggapai tanganku. Jemari kita bertaut. Kamu menatap mataku dengan polos. 

Nak, meski kamu belum bisa bicara, hati kita sudah terpaut, lebih erat dari tali bersimpul mati. Pagi itu, kita berjemur, kamu dengan lahap menyesap ASI. Matahari menghangatkan tubuh kita, agar kamu tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas, agar aku menjadi ibu yang tangguh. Senyum kita selebar dunia. Ah, adegan itu terekam jelas di kepala. Lebih tepatnya, angan-angan itu cukup membuat mata berkaca-kaca.

Memang manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Namun manusia yang terbaik bukanlah manusia yang tidak pernah melakukan dosa sama sekali, akan tetapi manusia yang terbaik adalah manusia yang ketika dia berbuat kesalahan dia langsung bertaubat kepada Alloh dengan sebenar-benar taubat. Bukan sekedar tobat sesaat yang diiringi niat hati untuk mengulang dosa kembali. Lalu bagaimanakah agar taubat seorang hamba itu diterima?

Syarat Taubat Diterima

Agar taubat seseorang itu diterima, maka dia harus memenuhi tiga hal yaitu:

(1) Menyesal, 

(2) Berhenti dari dosa, dan 

(3) Bertekad untuk tidak mengulanginya.

Taubat tidaklah ada tanpa didahului oleh penyesalan terhadap dosa yang dikerjakan. Barang siapa yang tidak menyesal maka menunjukkan bahwa ia senang dengan perbuatan tersebut dan menjadi indikasi bahwa ia akan terus menerus melakukannya. Akankah kita percaya bahwa seseorang itu bertaubat sementara dia dengan ridho masih terus melakukan perbuatan dosa tersebut? Hendaklah ia membangun tekad yang kuat di atas keikhlasan, kesungguhan niat serta tidak main-main. Bahkan ada sebagian ulama yang menambahkan syarat yang keempat, yaitu tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut. sehingga kapan saja seseorang mengulangi perbuatan dosanya, jelaslah bahwa taubatnya tidak benar. Akan tetapi sebagian besar para ulama tidak mensyaratkan hal ini.

Tunaikan Hak Anak Adam yang Terzholimi

Jika dosa tersebut berkaitan dengan hak anak Adam, maka ada satu hal lagi yang harus ia lakukan, yakni dia harus meminta maaf kepada saudaranya yang bersangkutan, seperti minta diikhlaskan, mengembalikan atau mengganti suatu barang yang telah dia rusakkan atau curi dan sebagainya.

Namun apabila dosa tersebut berkaitan dengan ghibah (menggunjing), qodzaf (menuduh telah berzina) atau yang semisalnya, yang apabila saudara kita tadi belum mengetahuinya (bahwa dia telah dighibah atau dituduh), maka cukuplah bagi orang telah melakukannya tersebut untuk bertaubat kepada Alloh, mengungkapkan kebaikan-kebaikan saudaranya tadi serta senantiasa mendoakan kebaikan dan memintakan ampun untuk mereka. Sebab dikhawatirkan apabila orang tersebut diharuskan untuk berterus terang kepada saudaranya yang telah ia ghibah atau tuduh justru dapat menimbulkan peselisihan dan perpecahan diantara keduanya.

Nikmat Dibukanya Pintu Taubat

Apabila Alloh menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, maka Alloh bukakan pintu taubat baginya. Sehingga ia benar-benar menyesali kesalahannya, merasa hina dan rendah serta sangat membutuhkan ampunan Alloh. Dan keburukan yang pernah ia lakukan itu merupakan sebab dari rahmat Alloh baginya. Sampai-sampai setan akan berkata, “Duhai, seandainya aku dahulu membiarkannya. Andai dulu aku tidak menjerumuskannya kedalam dosa sampai ia bertaubat dan mendapatkan rahmat Alloh.” Diriwayatkan bahwa seorang salaf berkata, “Sesungguhnya seorang hamba bisa jadi berbuat suatu dosa, tetapi dosa tersebut menyebabkannya masuk surga.” Orang-orang bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Dia menjawab, “Dia berbuat suatu dosa, lalu dosa itu senantiasa terpampang di hadapannya. Dia khawatir, takut, menangis, menyesal dan merasa malu kepada Robbnya, menundukkan kepala di hadapan-Nya dengan hati yang khusyu’. Maka dosa tersebut menjadi sebab kebahagiaan dan keberuntungan orang itu, sehingga dosa tersebut lebih bermanfaat baginya daripada ketaatan yang banyak.”

Referensi sebagai Berikut ini ;










Syarat Agar Taubat Hamba Diterima Oleh Allah Swt

Setiap orang punya kisah dan perjuangannya sendiri untuk menjadi lebih baik. Meski kadang harus terluka dan melewati ujian yang berat, tak pernah ada kata terlambat untuk selalu memperbaiki diri. Kamu menggapai tanganku. Jemari kita bertaut. Kamu menatap mataku dengan polos. Nak, meski kamu belum bisa bicara, hati kita sudah terpaut, lebih erat dari tali bersimpul mati. Pagi itu, kita berjemur, kamu dengan lahap menyesap ASI. Matahari menghangatkan tubuh kita, agar kamu tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas, agar aku menjadi ibu yang tangguh. Senyum kita selebar dunia. Ah, adegan itu terekam jelas di kepala. Lebih tepatnya, angan-angan itu cukup membuat mata berkaca-kaca.

Memang manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Namun manusia yang terbaik bukanlah manusia yang tidak pernah melakukan dosa sama sekali, akan tetapi manusia yang terbaik adalah manusia yang ketika dia berbuat kesalahan dia langsung bertaubat kepada Alloh dengan sebenar-benar taubat. Bukan sekedar tobat sesaat yang diiringi niat hati untuk mengulang dosa kembali. Lalu bagaimanakah agar taubat seorang hamba itu diterima?

Syarat Taubat Diterima

Agar taubat seseorang itu diterima, maka dia harus memenuhi tiga hal yaitu:

  • (1) Menyesal, 
  • (2) Berhenti dari dosa, dan 
  • (3) Bertekad untuk tidak mengulanginya.

Taubat tidaklah ada tanpa didahului oleh penyesalan terhadap dosa yang dikerjakan. Barang siapa yang tidak menyesal maka menunjukkan bahwa ia senang dengan perbuatan tersebut dan menjadi indikasi bahwa ia akan terus menerus melakukannya. Akankah kita percaya bahwa seseorang itu bertaubat sementara dia dengan ridho masih terus melakukan perbuatan dosa tersebut? Hendaklah ia membangun tekad yang kuat di atas keikhlasan, kesungguhan niat serta tidak main-main. Bahkan ada sebagian ulama yang menambahkan syarat yang keempat, yaitu tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut. sehingga kapan saja seseorang mengulangi perbuatan dosanya, jelaslah bahwa taubatnya tidak benar. Akan tetapi sebagian besar para ulama tidak mensyaratkan hal ini.

Tunaikan Hak Anak Adam yang Terzholimi

Jika dosa tersebut berkaitan dengan hak anak Adam, maka ada satu hal lagi yang harus ia lakukan, yakni dia harus meminta maaf kepada saudaranya yang bersangkutan, seperti minta diikhlaskan, mengembalikan atau mengganti suatu barang yang telah dia rusakkan atau curi dan sebagainya.

Namun apabila dosa tersebut berkaitan dengan ghibah (menggunjing), qodzaf (menuduh telah berzina) atau yang semisalnya, yang apabila saudara kita tadi belum mengetahuinya (bahwa dia telah dighibah atau dituduh), maka cukuplah bagi orang telah melakukannya tersebut untuk bertaubat kepada Alloh, mengungkapkan kebaikan-kebaikan saudaranya tadi serta senantiasa mendoakan kebaikan dan memintakan ampun untuk mereka. Sebab dikhawatirkan apabila orang tersebut diharuskan untuk berterus terang kepada saudaranya yang telah ia ghibah atau tuduh justru dapat menimbulkan peselisihan dan perpecahan diantara keduanya.

Nikmat Dibukanya Pintu Taubat

Apabila Alloh menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, maka Alloh bukakan pintu taubat baginya. Sehingga ia benar-benar menyesali kesalahannya, merasa hina dan rendah serta sangat membutuhkan ampunan Alloh. Dan keburukan yang pernah ia lakukan itu merupakan sebab dari rahmat Alloh baginya. Sampai-sampai setan akan berkata, “Duhai, seandainya aku dahulu membiarkannya. Andai dulu aku tidak menjerumuskannya kedalam dosa sampai ia bertaubat dan mendapatkan rahmat Alloh.” Diriwayatkan bahwa seorang salaf berkata, “Sesungguhnya seorang hamba bisa jadi berbuat suatu dosa, tetapi dosa tersebut menyebabkannya masuk surga.” Orang-orang bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Dia menjawab, “Dia berbuat suatu dosa, lalu dosa itu senantiasa terpampang di hadapannya. Dia khawatir, takut, menangis, menyesal dan merasa malu kepada Robbnya, menundukkan kepala di hadapan-Nya dengan hati yang khusyu’. Maka dosa tersebut menjadi sebab kebahagiaan dan keberuntungan orang itu, sehingga dosa tersebut lebih bermanfaat baginya daripada ketaatan yang banyak.”

Referensi sebagai Berikut ini ;












Mengobati Gelisahnya Hati Belum Dikaruniai Anak

Mengobati Gelisahnya Hati Belum Dikaruniai Anak. Setiap orang punya kisah dan perjuangannya sendiri untuk menjadi lebih baik. Meski kadang harus terluka dan melewati ujian yang berat, tak pernah ada kata terlambat untuk selalu memperbaiki diri. Kamu menggapai tanganku. Jemari kita bertaut. Kamu menatap mataku dengan polos. Nak, meski kamu belum bisa bicara, hati kita sudah terpaut, lebih erat dari tali bersimpul mati. Pagi itu, kita berjemur, kamu dengan lahap menyesap ASI. Matahari menghangatkan tubuh kita, agar kamu tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas, agar aku menjadi ibu yang tangguh. Senyum kita selebar dunia. Ah, adegan itu terekam jelas di kepala. Lebih tepatnya, angan-angan itu cukup membuat mata berkaca-kaca.


Hidup memang tak selalu sesuai dengan apa yang diinginkan. Jika semua impianku terwujud begitu saja, di mana letak syukur yang harus dipanjatkan sebanyak-banyaknya kepada Sang Pencipta? Satu tahun enam bulan terasa cepat untuk bergulat dengan realita, tapi terasa lama  untuk berdamai dengan andai. Selama itu pula, aku sudah jatuh dan terbangun, harapanku patah berulang kali, bahkan hatiku terasa babak belur. Pertanyaan, “Why me?” masih selalu membayangiku. Namun, aku juga yakin, Allah Swt. memiliki alasan dan lebih berhak menyatakan, “Why not?”

Absennya buah hati di usia pernikahan yang hampir menginjak dua tahun membuatku becermin. Barangkali, masih banyak dosa-dosaku yang belum bisa ditebus. Perasaan sedih dan kecewa berkali-kali hadir ketika keluar dari ruangan dokter. Program hamil yang dijalani masih belum membuahkan keturunan. Apa aku sibuk mencari dokter terbaik, sedangkan Yang Maha Kuasa justru menungguku untuk “berkonsultasi”? Kegagalan program hamil yang kujalani menjadi titik balik untuk berusaha menjadi lebih baik.

Awalnya, aku selalu menghindari acara-acara untuk menghindari pertanyaan, “Sudah hamil?” Aku juga selalu mencari-cari artikel di internet tentang keberhasilan program hamil dengan kondisi perempuan PCOS (Polycystic Ovarium Syndrom). Semuanya aku lakukan semata-mata untuk menenangkan hati yang gelisah. Aku berusaha menghibur diri dan meyakinkan hati bahwa kehamilan bisa terjadi pada siapa saja. Syarat secara medis bisa ini itu, tetapi syarat paling mutlak hanya satu, jika Allah Swt. mengizinkan. Itu saja.

Kegelisahan bersumber dari hati yang berantakan. Aku mulai menatanya kembali dengan memeriksa sajadah, barangkali hanya tergelar lima kali sehari. Seingatku, dalam seminggu, Alquran yang teronggok di sudut lemari hanya dibuka beberapa kali. Waktuku banyak digunakan untuk urusan duniawi, mengeluh, menangis, dan mengasihani diri sendiri. Akhirnya aku sadar, ujian ini harus dihadapi dengan sabar, diselesaikan dengan tegar. Ujian yang lama-lama kuanggap sebagai tantangan ini, harus ditaklukkan.

Aku mulai berhijrah dari hal-hal yang terlihat sederhana. Berhijrah dari makanan yang tidak dibutuhkan tubuh ke makanan yang lebih bergizi, juga berhijrah dari malas berolahraga menjadi lebih rajin berolahraga. Dalam benak, kutanamkan tekad bahwa keduanya dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Ilahi. Aku mulai meminta maaf pada orang-orang yang tersakiti dengan modal ingatan. Selebihnya, mungkin masih banyak tingkah laku dan ucapan yang menyakiti hati orang lain.

Dalam doaku, semoga mereka membukakan pintu maaf. Dalam doaku, aku meminta ampun atas kesombongan dalam diri yang mungkin tak disadari, aku meminta ampun atas segala dosa. Dalam doaku, semoga semesta membentangkan jalan bagi aku dan suami untuk bertemu dengan buah hati.

Setiap hari, aku selalu berusaha menambah kualitas dan kuantitas interaksi dengan Sang Pencipta. Semua yang terjadi dalam hidupku adalah kehendak-Nya, maka aku memohon petunjuk dan jalan keluar kepada-Nya. Aku selalu mengulang doa yang sama tapi kegelisahanku malah menjadi-jadi. Hingga akhirnya, aku memahami bahwa segala usaha dan doa bermuara di lautan bernama keridaan.

Ridha menerima segala ketentuan-Nya adalah caraku menaklukkan tantangan ini secara perlahan. Sebelah mataku terbuka, hamparan nikmat yang telah diberikan justru luput untuk disyukuri. Aku terlalu sibuk mengejar impian serupa ketidaktahuan akan takdir. Aku terlalu repot mengukur cepat dan lambat, padahal Dia selalu memiliki perhitungan waktu yang tepat. Tugasku hanya berkeinginan, berusaha sekuat tenaga, mendekatkan diri pada-Nya, bersyukur, dan menerima takdir dengan lapang dada.


Merasa hidup berantakan akibat kehilangan arah dan tujuan, memang dapat membuatmu kerap menjadi merana. Suasana hati gak tenang, motivasi dan semangat berkurang, serta mengalami berbagai macam situasi yang gak menyenangkan. Menjalani hidup tanpa arah dan tujuan yang jelas, memang sangat membingungkan.

Terjebak dalam keseharian yang kurang produktif dan kebiasaan yang negatif, bisa menjadi aktivitas yang kamu jalani setiap hari. Melangkah menuju masa depan pun rasanya tak mampu, bahkan segala hal yang dilakukan juga terasa sia-sia. Bagi kamu yang sedang dalam kondisi seperti ini, berikut beberapa tips yang bisa membantumu menemukan petunjuk untuk menjalani kehidupan secara lebih jelas dan terarah.

1. Kenali apa yang menjadi penyebabnya 

Mengalami kondisi berantakan dalam hidup akibat diri yang mulai kehilangan arah dan tujuan, langkah pertama yang perlu kamu lakukan yaitu, mengenali apa yang menjadi penyebabnya. Cari tahu terlebih dulu, sumber dari permasalahan yang kamu hadapi. Bertanya kepada diri sendiri tentang apa yang membuatmu hilang kendali, hingga menyebabkan gak tahu lagi harus ke mana.

Sebelumnya, agar lebih mudah dalam mengenali sumber permasalahannya, kamu perlu menyadari dan mengakui bahwa kondisimu saat ini, memang sedang gak karuan. Tak masalah merasa sedang gak baik-baik saja, setiap manusia memang wajar jika suatu saat mengalami hal ini. Gak perlu berpura-pura kuat, jika kenyataannya hati dan pikiranmu sedang kurang sehat.

Mengalami kondisi berantakan dalam hidup akibat diri yang mulai kehilangan arah dan tujuan, langkah pertama yang perlu kamu lakukan yaitu, mengenali apa yang menjadi penyebabnya. Cari tahu terlebih dulu, sumber dari permasalahan yang kamu hadapi. Bertanya kepada diri sendiri tentang apa yang membuatmu hilang kendali, hingga menyebabkan gak tahu lagi harus ke mana.

Sebelumnya, agar lebih mudah dalam mengenali sumber permasalahannya, kamu perlu menyadari dan mengakui bahwa kondisimu saat ini, memang sedang gak karuan. Tak masalah merasa sedang gak baik-baik saja, setiap manusia memang wajar jika suatu saat mengalami hal ini. Gak perlu berpura-pura kuat, jika kenyataannya hati dan pikiranmu sedang kurang sehat.

2. Menentukan tujuan hidup secara lebih jelas lagi 

Merasa kacau dan hidup berantakan, serta kehilangan arah saat sedang melangkah, bisa kamu atasi dengan cara menentukan tujuan hidupmu kembali secara lebih jelas lagi. Setelah kamu menyadari dan mengakui bahwa dirimu saat ini sedang gak baik-baik saja, maka selanjutnya cari tahu kembali apa yang sebenarnya ingin kamu raih.

Tentukan tujuan hidupmu secara lebih jelas. Ketahui secara pasti apa yang sebenarnya ingin kamu dapatkan di masa depan. Pastikan juga tujuanmu adalah sesuatu yang realistis, agar kamu gak mengalami kesulitan dalam meraihnya. Ketika tujuan sudah kamu tetapkan, cobalah buat beberapa rencana untuk kamu gunakan, agar bisa mencapainya.

3. Gak perlu takut akan melakukan kesalahan di tengah jalan 

Tips selanjutnya untukmu yang sedang merasa hidupnya berantakan, tanpa arah dan tujuan yang jelas yaitu, gak perlu merasa takut akan melakukan kesalahan di tengah perjalanan hidupmu. Setiap manusia memang gak akan pernah luput dari kesalahan. Meski, sudah sangat berhati-hati, kesalahan itu akan tetap saja bisa terjadi.

Maka dari itu, agar kamu gak semakin bingung dalam melangkah, beranikan diri menghadapi kenyataan hidup ini. Jika suatu saat kamu melakukan kesalahan yang tanpa disengaja, itu bukanlah masalah besar. Belajarlah dari kesalahan tersebut, cari tahu cara memperbaikinya dan kembalilah melangkah dengan lebih yakin dan percaya diri.

4. Selesaikan tujuan jangka pendekmu terlebih dulu 

Sering terjadi, seseorang mengalami kebingungan dalam menjalani kehidupan, hingga menyebabkan dirinya hilang arah dan tujuan yaitu, karena orang tersebut terlalu fokus pada tujuan jangka panjangnya. Untuk itu, sebaiknya kamu fokuskan dirimu pada apa yang seharusnya kamu capai dalam jangka pendek terlebih dulu.

Menyelesaikan tujuan jangka pendek, dapat meningkatkan motivasi dan semangatmu. Setiap berhasil menggapai satu tujuan, kamu akan semakin termotivasi untuk menyelesaikan tujuan yang berikutnya. Selain itu, ini juga dapat mengurangi tekanan stres yang kamu rasakan. Dengan menggapai tujuan secara bertahap, kamu juga akan semakin terarahkan kembali.

5. Lakukan hal-hal yang membuatmu merasa senang dan bahagia 

Tips berikutnya untukmu yang sedang kehilangan arah dan tujuan hidup yaitu, tetaplah melakukan hal-hal yang bisa membuatmu senang dan bahagia. Kehilangan arah dan tujuan akan menurunkan tingkat kebahagiaan. Semakin kamu merasa gak bahagia, itu dapat membuatmu semakin gak tahu lagi harus ke mana dan harus berbuat apa.

Solusi untuk mengatasinya adalah tetap menjalani aktivitas yang menyenangkan dan bisa membangkitkan semangat dalam hidup yang sedang berjalan. Saat melakukan hal-hal yang kamu sukai, nantinya kamu akan menemukan sesuatu yang bisa kamu lakukan dengan hati yang gembira untuk menggapai tujuan hidup yang sudah kamu tetapkan sebelumnya. Di titik inilah kamu akan mendapatkan kembali arah yang hilang dan berhasil mencapai tujuan yang kamu impikan.

Apa pun yang terjadi di masa lalu, hingga membuatmu merasa berantakan dan hilang arah, serta tujuan hidup, biarkanlah berlalu. Ikhlaskan saja dan sekarang saatnya untuk bangkit, karena kamu kamu sudah menemukan kembali arah dan tujuan hidup yang kamu inginkan.

Terapkan kelima tips di atas, tak perlu terburu-buru. Lakukan secara bertahap dan nikmati setiap proses yang kamu jalani. Hidupmu akan kembali penuh warna dan kebahagiaan, setelah berhasil mendapatkan petunjuk dalam menjalani kehidupan.

Referensi sebagai Berikut ini ;




Dosa Kesulitan Dalam Menjalani Hidup

Ilustrasi : Dosa Kesulitan Dalam Menjalani Hidup

Pada suatu hari, dalam suatu pengajian, seorang santri bertanya pada kiyainya. Mengapa kehidupan sekarang terasa semakin sulit dan menyusahkan, di Riau, asap sebagai musibah tahunan, masyarakat sulit bernafas dan menjadi sakit-sakitan. Di musim penghujan terjadi banjir di mana-mana sehingga meluluhlantakkan tanaman masyarakat yang hampir panen. Seharusnya kemarau hanya sesekali saja, dan musim penghujan tidak sampai banjir berkepanjangan. Belum lagi ancaman gunung yang akan meletus mengeluarkan debu vulkanik yang membuat masyarakat tidak dapat bekerja dengan nyaman, bahkan mereka mengungsi. Mengapa hal itu sampai terjadi pak kiyai?.

Dengan perlahan tapi pasti, pak kiyai mulai menguraikan jawabannya yang sesuai dengan nalar dan pikiran santrinya. Dijelaskan kiyai, Nabi Adam AS dulu sewaktu di surga hidup dalam serba berkecukupan dan menyenangkan, apa saja yang dia inginkan, saat itu juga ada dihadapannya, baik berupa makan-makanan, minum-minuman, buah-buahan dan lain-lainnya bahkan karena dia terasa hidup sepi, Allah ciptakan isterinya dari tulang rusuknya sendiri, sehingga hidupnya menjadi sempurna dan bahagia, tetapi ada larangan Allah SWT kepada keduanya; yaitu jangan memakan buah kholdi. Itu saja yang dilarang, yang lain tidak ada.

Ternyata Adam dan isterinya Hawa tidak dapat mengendalikan hawa nafsu mereka berdua. Mereka memakan buah kholdi yang dilarang Allah tersebut, mereka pun berdosa, sejak itu kehidupan mereka menjadi berubah seratus persen, dari hidup yang serba berkecukupan, kini hidup serba kekurangan  dan menyulitkan. Bahkan Allah SWT mengusir mereka keluar dari surga dan tercampak ke alam dunia yang serba menyusahkan ini. Adam terpisah dari isterinya selama seratus tahun dan terpaksa mencari makan dan minum untuk mempertahankan hidup, lebih dari itu mereka hidup dalam penyesalan yang tidak berkesudahan, suatu penyesalan yang terlambat dan tidak berguna. Memang penyesalan itu datangnya sering terlambat.

Pak kiyai menyimpulkan ceritanya; jadi Nak, dari kisah nenek moyang kita Adam AS tersebut dapat diambil pelajaran bahwa hidup ini menjadi susah dan menyulitkan ada dua macam; karena dosa dan karena nafsu serakah. Kini anak-anak Nabi Adam AS pun banyak yang terjebak dalam dua macam penyebab hidup menyusahkan dan menyulitkan.

Pertama, karena dosa, jadi karena dosa hidup manusia menjadi sengsara. Dosalah yang membuat hidup manusia menjadi menderita. Dosalah yang membuat kehidupan manusia menjadi tersiksa baik di dunia maupun di akhirat.

Sebelum Nabi Adam dan Hawa berbuat dosa hidup mereka berkecukupan dan menyenangkan, bahagia sejahtera tiada kesulitan hidup yang menyusahkan. Sebaliknya, tetapi setelah mereka berdua berbuat dosa, dengan melanggar larangan Allah SWT hidup mereka menjadi susah dan menyulitkan.

Juga dosa merusak hati, seperti sabda Nabi Muhammad, “ Setiap kamu berbuat dosa maka akan muncul satu titik hitam dalam hatimu, demikian seterusnya sampai hati itu menjadi menghitam”. Kalau hati sudah rusak maka akan hancurlah kehidupan manusia. Dosa juga dapat melemahkan iman manusia, kalau iman sudah lemah maka tak akan dapat lagi orang berbuat kebajikan dalam kehidupan ini. Dosa pun dapat membuat orang menjadi manusia yang gelisah, stres, murung dan gundah dalam hidup. Sekali lagi, dosa penyebabsiksa Allah datang kepada manusia.

Dengan demikian, betapa hebatnya dosa menjadi virus yang membahayakan bagi kehidupan manusia dan bahkan menjadi sumber malapetaka bagi kehidupan manusia. Dalam hal ini Allah memberi peringatan “Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa  pastilah Kami melimpahkan kepada mereka keberkatan-keberkatan dari langit dan bumi akan tetapi mereka mendustakan (menolak kedatangan Rasul, berbuat maksiat dan dosa) maka Kami siksa mereka disebabkan apa yang mereka lakukan”. (QS 7:96)

Ayat diatas menjelaskan kalaulah manusia melaksanakan  perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, melimpahlah keberkahan-keberkahan yakni berbagai macam kebajikan yang sangat banyak dari langit dan bumi artinya langit menurunkan hujan. Bumi menjadi subur menghasilkan tanam-tanaman yang melimpah ruah, masyarakat menjadi makmur, hidup sejahtera menikmati hasil tanaman mereka yang beraneka ragam, tetapi jika penuh dengan bergelimang dosa dan angkara murka maka muncullah berbagai musibah dan bencana alam, langit enggan menurunkan hujan, bumi kering kerontang tidak ada yang dapat ditanam, manusia kekurangan pangan dan kekurangan air minum. Atau sebaliknya jika langit mau menurunkan hujan, maka hujan yang diturunkan berlebihan sehingga terjadi banjir dimana-mana, kehidupan manusia menjadi sengsara dan penuh penderitaan.

Pahala dapat mendatangkan keberkahan dari Ilahi, datang dari arah yang sering tidak diduga dari mana datangnya atau tidak dirasakan secara material dan tidak dapat dibatasi. Umur yang berkah berdaya guna dan bermakna untuk kebajikan, seperti umur Nabi Muhammad,  walau singkat umurnya, tapi dapat menuntaskan tugas kerasulannya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Atau rezeki yang berkah, artinya banyak manfaat yang diperoleh untuk semaksimalnya dapat dibelanjakan di jalan Allah sehingga harta tersebut memberikan berkah bagi yang punya dan keberkahan –keberkahan lainnya. Itulah balasan keberkahan bagi yang melakukan kebajikan.

Negeri yang makmur, aman sentosa, penuh kedamaian, bukan angan-angan yang tidak dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata, tetapi sudah pernah terjadi di negeri Saba’ (Yaman Selatan dulu)yang dijelaskan Allah dalam Alquran : ”Sesungguhnya bagi kaum Saba’ (ada tanda kekuatan Allah) di  tempat kediaman mereka; dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. Makanlah rezeki yang  di anugerahkan Allah kepada kamu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. Negerimu adalah negeri yang makmur dan Tuhanmu Yang Maha Pengampun. Akan tetapi mereka berpaling, Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar." (QS 34: 15-16). 

Maka karena mereka ingkar dan berbuat dosa , banjir bandang datang sehingga bendungan Ma’arif mereka jebol, tanah menjadi kering, tanam-tanaman rusak, hidup mereka jadi menderita.

Kedua, karena nafsu serakah; adalah nafsu yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah diperolehnya, seperti Nabi Adam AS dan Isterinya Hawa tidak mampu mengendalikan nafsu serakah yang ada dalam diri mereka. Akhirnya hidupnya menjadi menyusahkan dan menyulitkan. Semua isi surga telah diserahkan kepada mereka untuk dinikmati, tetapi karena dasar nafsu serakah matanya tertuju pada buah kholdi yang terlarang untu dimakan, ternyata itulah yang membuat mereka tercampak dari surga yang serba bekecukupan dan terlantar ke dunia yang serba berkekurangan dan menyulitkan.

Demikianlah saat kini sebagian keturunan Adam, sudah ada fasilitas rumah, kendaraan, minyak mobil, gaji dan tunjangan yang disediakan untuk dinikmati  setiap bulan tetapi karena nafsu serakah matanya masih tertuju kepada uang yang tidak legal, akhirnya tertangkap tangan KPK yang membuat mereka tercampak dari  jabatan yang serba menyenangkan dan terlantar ke jeruji besi yang serba kekurangan dan menyedihkan. Semoga kita mendapat perlindungan dari Allah SWT  dan mampu melawan nafsu keserakahan.

Merasa hidup berantakan akibat kehilangan arah dan tujuan, memang dapat membuatmu kerap menjadi merana. Suasana hati gak tenang, motivasi dan semangat berkurang, serta mengalami berbagai macam situasi yang gak menyenangkan. Menjalani hidup tanpa arah dan tujuan yang jelas, memang sangat membingungkan.

Terjebak dalam keseharian yang kurang produktif dan kebiasaan yang negatif, bisa menjadi aktivitas yang kamu jalani setiap hari. Melangkah menuju masa depan pun rasanya tak mampu, bahkan segala hal yang dilakukan juga terasa sia-sia. Bagi kamu yang sedang dalam kondisi seperti ini, berikut beberapa tips yang bisa membantumu menemukan petunjuk untuk menjalani kehidupan secara lebih jelas dan terarah.

1. Kenali apa yang menjadi penyebabnya 

Mengalami kondisi berantakan dalam hidup akibat diri yang mulai kehilangan arah dan tujuan, langkah pertama yang perlu kamu lakukan yaitu, mengenali apa yang menjadi penyebabnya. Cari tahu terlebih dulu, sumber dari permasalahan yang kamu hadapi. Bertanya kepada diri sendiri tentang apa yang membuatmu hilang kendali, hingga menyebabkan gak tahu lagi harus ke mana.

Sebelumnya, agar lebih mudah dalam mengenali sumber permasalahannya, kamu perlu menyadari dan mengakui bahwa kondisimu saat ini, memang sedang gak karuan. Tak masalah merasa sedang gak baik-baik saja, setiap manusia memang wajar jika suatu saat mengalami hal ini. Gak perlu berpura-pura kuat, jika kenyataannya hati dan pikiranmu sedang kurang sehat.

Mengalami kondisi berantakan dalam hidup akibat diri yang mulai kehilangan arah dan tujuan, langkah pertama yang perlu kamu lakukan yaitu, mengenali apa yang menjadi penyebabnya. Cari tahu terlebih dulu, sumber dari permasalahan yang kamu hadapi. Bertanya kepada diri sendiri tentang apa yang membuatmu hilang kendali, hingga menyebabkan gak tahu lagi harus ke mana.

Sebelumnya, agar lebih mudah dalam mengenali sumber permasalahannya, kamu perlu menyadari dan mengakui bahwa kondisimu saat ini, memang sedang gak karuan. Tak masalah merasa sedang gak baik-baik saja, setiap manusia memang wajar jika suatu saat mengalami hal ini. Gak perlu berpura-pura kuat, jika kenyataannya hati dan pikiranmu sedang kurang sehat.

2. Menentukan tujuan hidup secara lebih jelas lagi 

Merasa kacau dan hidup berantakan, serta kehilangan arah saat sedang melangkah, bisa kamu atasi dengan cara menentukan tujuan hidupmu kembali secara lebih jelas lagi. Setelah kamu menyadari dan mengakui bahwa dirimu saat ini sedang gak baik-baik saja, maka selanjutnya cari tahu kembali apa yang sebenarnya ingin kamu raih.

Tentukan tujuan hidupmu secara lebih jelas. Ketahui secara pasti apa yang sebenarnya ingin kamu dapatkan di masa depan. Pastikan juga tujuanmu adalah sesuatu yang realistis, agar kamu gak mengalami kesulitan dalam meraihnya. Ketika tujuan sudah kamu tetapkan, cobalah buat beberapa rencana untuk kamu gunakan, agar bisa mencapainya.

3. Gak perlu takut akan melakukan kesalahan di tengah jalan 

Tips selanjutnya untukmu yang sedang merasa hidupnya berantakan, tanpa arah dan tujuan yang jelas yaitu, gak perlu merasa takut akan melakukan kesalahan di tengah perjalanan hidupmu. Setiap manusia memang gak akan pernah luput dari kesalahan. Meski, sudah sangat berhati-hati, kesalahan itu akan tetap saja bisa terjadi.

Maka dari itu, agar kamu gak semakin bingung dalam melangkah, beranikan diri menghadapi kenyataan hidup ini. Jika suatu saat kamu melakukan kesalahan yang tanpa disengaja, itu bukanlah masalah besar. Belajarlah dari kesalahan tersebut, cari tahu cara memperbaikinya dan kembalilah melangkah dengan lebih yakin dan percaya diri.

4. Selesaikan tujuan jangka pendekmu terlebih dulu 

Sering terjadi, seseorang mengalami kebingungan dalam menjalani kehidupan, hingga menyebabkan dirinya hilang arah dan tujuan yaitu, karena orang tersebut terlalu fokus pada tujuan jangka panjangnya. Untuk itu, sebaiknya kamu fokuskan dirimu pada apa yang seharusnya kamu capai dalam jangka pendek terlebih dulu.

Menyelesaikan tujuan jangka pendek, dapat meningkatkan motivasi dan semangatmu. Setiap berhasil menggapai satu tujuan, kamu akan semakin termotivasi untuk menyelesaikan tujuan yang berikutnya. Selain itu, ini juga dapat mengurangi tekanan stres yang kamu rasakan. Dengan menggapai tujuan secara bertahap, kamu juga akan semakin terarahkan kembali.

5. Lakukan hal-hal yang membuatmu merasa senang dan bahagia 

Tips berikutnya untukmu yang sedang kehilangan arah dan tujuan hidup yaitu, tetaplah melakukan hal-hal yang bisa membuatmu senang dan bahagia. Kehilangan arah dan tujuan akan menurunkan tingkat kebahagiaan. Semakin kamu merasa gak bahagia, itu dapat membuatmu semakin gak tahu lagi harus ke mana dan harus berbuat apa.

Solusi untuk mengatasinya adalah tetap menjalani aktivitas yang menyenangkan dan bisa membangkitkan semangat dalam hidup yang sedang berjalan. Saat melakukan hal-hal yang kamu sukai, nantinya kamu akan menemukan sesuatu yang bisa kamu lakukan dengan hati yang gembira untuk menggapai tujuan hidup yang sudah kamu tetapkan sebelumnya. Di titik inilah kamu akan mendapatkan kembali arah yang hilang dan berhasil mencapai tujuan yang kamu impikan.

Apa pun yang terjadi di masa lalu, hingga membuatmu merasa berantakan dan hilang arah, serta tujuan hidup, biarkanlah berlalu. Ikhlaskan saja dan sekarang saatnya untuk bangkit, karena kamu kamu sudah menemukan kembali arah dan tujuan hidup yang kamu inginkan.Terapkan kelima tips di atas, tak perlu terburu-buru. Lakukan secara bertahap dan nikmati setiap proses yang kamu jalani. Hidupmu akan kembali penuh warna dan kebahagiaan, setelah berhasil mendapatkan petunjuk dalam menjalani kehidupan.

Referensi sebagai Berikut ini ;