This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Senin, 25 Juli 2022

Kata-kata Mutiara Islami tentang Dosa, Peringatan untuk Menjauhi Perbuatan Tercela

Kata-kata Mutiara Islami tentang Dosa, Peringatan untuk Menjauhi Perbuatan Tercela. Sedangkan Rasulullah pernah mengatakan bahwa 'dosa adalah segala sesuatu yang membuat hatimu bimbang dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya'. Kita telah memahami bahwa dosa adalah suatu perbuatan yang harus dijauhi karena dapat merugikan diri sendiri maupun orang di sekitar kita. Kamu perlu mengingat bahwa Allah SWT lebih menyukai umat-Nya yang berbuat baik, meski hanya sekecil biji jagung daripada berbuat dosa yang dilarang oleh agama.

1. "Ketahuilah bahwa ketika orang lain merasa tertarik denganmu, sesungguhnya mereka hanya tertarik dengan keindahan yang masih Allah tutupi dari dosa-dosamu."

2. "Menjauhi dosa itu lebih ringan daripada menahan sakitnya rasa penyesalan."

3. "Dosa itu perlu dibakar, entah itu dengan sakitnya rasa penyesalan di dunia ini ataukah dengan api neraka di akhirat kelak. "

4. "Setan tidak menang ketika kamu berbuat dosa, tapi setan meraih kemenangan ketika kamu berpikir bahwa Allah tidak akan mengampunimu."

5. "Perbuatan dosa yang membuatmu sedih dan menyesal lebih disukai oleh Allah daripada amalan baik yang membuatmu menyombongkan diri."

6. "Kulihat dosa-dosaku seakan begitu besar. Tapi, saat kusandingkan dengan ampunan-Mu, ternyata ampunan-Mu jauh lebih besar."

7. "Jangan memandang kecilnya sebuah dosa, tapi lihatlah keagungan yang kamu durhakai."

8. "Dosa-dosa kecil akan memakan iman kita seperti semut memakan kue. Kamu tidak akan menyadari dampaknya untuk jangka waktu yang lama, pada saat kamu mulai menyadarinya, ternyata semuanya sudah terlambat."

9. "Jauhilah perbuatan dosa karena itu menghancurkan hati. Lakukanlah perbuatan baik karena itu mengundang ketenangan."

10. "Dosa itu menghancurkan hati, sebagaimana racun menghancurkan tubuh."

11. "Orang-orang di sekitarmu dan teman-temanmu akan membawa pengaruh pada karaktermu. Maka jangan bergaul dengan mereka yang akan menuntunmu kepada perbuatan dosa karena itu akan membentuk dirimu."

12. "Malulah ketika kamu berbuat dosa di depan umum. Tapi, jangan malu untuk menunjukkan keimananmu."

13. "Kebajikan adalah akhlak yang baik, sedangkan dosa adalah apa saja yang membuat jiwamu ragu dan kamu tidak suka memperlihatkannya pada orang lain."

14. "Sangat normal jika kita penuh dosa dan penuh dengan kekurangan. Yang menjadi masalah adalah saat kita berhenti menyesali dosa-dosa yang kita lakukan dan tidak bertobat kepada Allah."

15. "Jangan pernah berpikir buruk tentang saudara sesama muslim, laki-laki maupun perempuan. Tak peduli dosa apa yang mereka lakukan. Bencilah dengan perbuatan dosanya, bukan dengan orangnya. Berikan nasihat dan berdoalah untuk mereka."

16. "Dosa-dosamu sendiri seharusnya sudah cukup untuk mengalihkan perhatianmu dari menilai kesalahan orang lain."

17. "Ketika setan gagal menggodamu untuk berbuat dosa, dia akan membuatmu membuang-buang waktumu. Waktu adalah aset paling berharga yang kamu miliki, tapi waktu juga yang paling mudah disia-siakan."

18. "Satu di antara dosa terburuk adalah seseorang yang menganggap remeh dosanya."

19. "Untuk bisa mendapatkan bunga paling indah, kamu harus berhati-hati menghindari duri. Begitu juga untuk sampai ke surga, kamu juga harus berhati-hati menghindari dosa."

20. "Jika suatu malam kamu melihat seseorang berbuat dosa, keesokan harinya jangan memandangnya sebagai orang yang berdosa, mungkin saja pada malam harinya dia telah bertobat sementara kamu tidak mengetahuinya."

21. "Dosa yang telah menjadi kebiasaan harus sangat ditakuti karena dosa yang dilakukan terus-menerus tanpa tobat akan menjadi sifat seseorang."

22. "Dosa-dosamu boleh jadi sebesar kapal, tapi jangan pernah lupa bahwa rahmat Allah lebih besar daripada lautan."

23. "Sesungguhnya seorang mukmin itu memandang dosa-dosanya seakan-akan ia sedang duduk di bawah gunung dan ia khawatir gunung tersebut akan jatuh menimpanya. Sementara seorang pendosa memandang dosa-dosanya seperti seekor lalat yang lewat di depan hidung, lalu ia mengusir lalat tersebut begitu saja."

24. "Kebanyakan dosa yang kalian lakukan itu disebabkan karena lidah."

25. "Sangat ditekankan untuk senantiasa mengingat Allah karena pada umumnya dosa itu dilakukan saat Allah dilupakan. "

26. "Dan sungguh, kaum muslimin menelan kekalahan pada Perang Uhud karena satu maksiat, sementara kita sekarang ingin menang tapi maksiat kita banyak. "

27. "Ketika kamu berbuat berdosa, itu adalah pertanda kelemahan. Tapi, ketika kamu mendorong orang lain untuk berbuat dosa, berarti telah terjadi banyak kerusakan, terutama pada spiritualitasmu."

28. "Kamu begitu banyak berbuat dosa dan Allah masih tetap baik kepadamu. Bayangkan jika kamu baik, rahmat dan kebaikan seperti apa yang akan Allah berikan kepadamu. "

29. "Jangan meremehkan dosa kecil karena kebakaran yang dahsyat bahkan bisa disebabkan oleh percikan api terkecil. "

30. "Dosa secara perlahan-lahan mencekik hati dan meninggalkan dosa akan membawa kehidupan ke dalam hati."

Referensi Sebagai berikut ini ;


















Luasnya Ampunan Allah SWT

Luasnya Ampunan Allah SWT, Dalam kehidupan ini kita selaku manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Entah sudah berapa banyak kita melakukan perbuatan dosa. Jika dihitung dan dicatat perbuatan dosa kita setiap hari dalam sebulan mungkin kita akan mendapatkan catatan  dosa kita setebal kamus. Atau mungkin berjilid-jilid banyaknya. Bayangkanlah! Berapa banyak dosa yang kita perbuat selama hidup kita? Lalu bagaimana kita akan menemui Sang Pencipta dengan berlumur dosa?

Memang sudah menjadi fitrah manusia untuk berbuat kesalahan.  Hal ini telah disabdakan oleh nabi Muhammad SAW, “Setiap anak Adam pasti berbuat dosa, dan sebaik-baik pembuat dosa adalah mereka yang bertaubat”. (HR.Tirmidzi). Seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, walaupun manusia berbuat dosa. Tidak lantas menjadikan manusia merugi begitu saja. Bagi mereka yang mau bertaubat itulah yang terbaik untuk mereka.

Bahkan dalam hadis lain disebutkan jika seluruh umat manusia tidak ada yang berbuat dosa. Maka Allah SWT menggantinya dengan umat yang berbuat dosa, kemudian mereka memohon ampunan dan Allah SWT mengampuninya. "Kalau kalian tidak berbuat dosa niscaya Allah SWT akan mengganti kalian dengan kaum yang lain pembuat dosa, tetapi mereka beristighfar dan Allah SWT mengampuni mereka".( HR.Muslim). Hal ini mempertegas akan fitrah manusia dalam berbuat dosa.

Ketahuilah! Murka Allah SWT itu sangat dasyat. Siksaan Allah sangat pedih. Akan tetapi kasih sayang-Nya meliputi alam semesta. Ampunan Allah SWT  sangat teramat luas bagi hambanya yang mau bertaubat. Selama dosa itu bukan menyekutukan Allah SWT maka Allah akan mengampuni dosa itu sebasar apapun dosa itu.

Anas bin Malik berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesunggunya Allah berfirman, Wahai anak Adam, apabila engkau memohon dan mengharapkan pertolongan-Ku maka Aku akan mengampunim dan Aku tidak menganggap bahawa ia suatu beban. Wahai anak Adam, sekalipun dosa kamu seperti awan meliputi langit kemudian kamu memohon ampunan-Ku, niscaya aku akan mengampuninya. Wahai anak Adam, jika kamu menemuiku dengan kesalahan sebesar bumi, kemudian kamu menemuiku tidak dalam keadaan syirik kepada-Ku dengan seuatu apapun. Niscaya aku akan datang kepadamu dengan pengampunan dosa sebesar bumi itu. (HR Tirmidzi)

Tidak sedikit ayat-ayat dalam Alquran yang menyebutkan bahwa Allah SWT Maha Penerima taubat diiringi dengan sifatnya yang Maha Penyayang. Di antaranya dalam surat An Nur ayat 24, surat At Thaqobun ayat 14 dan surat Az Zumar ayat 53. Ini menunjukan betapa besarnya kecintaan Allah SWT terhadap manusia terlebih terhadap hamba-Nya yang bertaubat. Yang menyesali kesalahnnya dan memohon ampunan kepada-Nya.

Oleh karena itu sudah seharusnya kita tidak boleh berputus asa. Ampunan dan rahmat Allah SWT sangatlah teramat besar. Bahkan Allah SWT telah memaklumi akan sifat kita selaku manusia yang suka berlebih-lebihan. Allah SWT berfirman, “Katakanlah: Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar [39] : 53).

Betapa mudahnya mendapat ampunan Allah SWT. Masihkan kita mengingkari kasih sayang Allah SWT ? Hanya orang-orang merugi yang tidak bersegera kepada ampunan Allah SWT yang sangat teramat luas. Sesungguhnya Allah SWT tidak pernah menyalahi akan janji-Nya (Q.S Ali Imran [3] : 9). 

Referensi sebagai berikut ini ;










Cara Cepat Menghapus Dosa Besar : Kata Nabi By Pass Secara Cepatnya (Ustadz Adi Hidayat)


Cara Cepat Menghapus Dosa Besar : Kata Nabi By Pass Secara Cepatnya (Ustadz Adi Hidayat). Ustadz Adi Hidayat Menjelaskan sebuah cara agar seseorang dapat menghapus dosa besarnya secara cepat. Setiap perbuatan salah yang dilakukan manusia akan menjadikan dosanya bertambah. Terlebih jika dilakukan adalah perbuatan dosa besar seperti durhaka pada orang tua, berzina, dan syirik kepada Allah SWT. Dosa ini akan menjadi penghalang bagi manusia untuk masuk ke surga dan sebaliknya ia akan disiksa di neraka.

Untuk menghapuskan dosanya ia perlu bertaubat dengan taubatan nasuha atau taubat yang bersungguh-sungguh dengan tidak mengulangi perbuatannya. Majlis Ilmu Ustadz Adi Hidayat menyampaikan bahwa ada sebuah cara agar dosa cepat diampuni oleh Allah SWT. "Pertama kata Allah kalau rahmat diturunkan, dinaungkan pada kumpulan-kumpulan seseorang maka yang pertama adalah ampunan dari semua dosa-dosa yang telah dikerjakan," kata Ustadz Adi Hidayat

Majlis Ilmu Ustadz Adi Hidayat menyampaikan bahwa ada sebuah cara agar dosa cepat diampuni oleh Allah SWT. "Pertama kata Allah kalau rahmat diturunkan, dinaungkan pada kumpulan-kumpulan seseorang maka yang pertama adalah ampunan dari semua dosa-dosa yang telah dikerjakan," kata Ustadz Adi Hidayat. 'Katakan pada mereka yang dosanya banyak berlimpah; Jangan putus asa, kalau kau minta rahmat kepada Allah. Aku berikan rahmatku, Aku ampuni semua dosa-dosanya.' "Dulu Nabi Adam nyicipin buah khuldi dikit aja. Nyicipin, salah, keluar dari surga. Antum ngaku banyak dosa pengen ke surga pengen masuk," kata Ustadz Adi Hidayat.

"Bagaimana cara kita mendapat ampunan dari Allah supaya semua dosa-dosa tadi dihapuskan. Kata nabi by pass secara cepatnya?" lanjutnya. "Dengan rahmat Allah SWT," jawab Ustad Adi Hidayat. Namun, rahmat Allah ini tidak sembarang diberikan dan diturunkan. Akan tetapi bisa didapat dengan cara tertentu. "Dan di antara rahmat Allah itu diturunkan di majlis-masjil ilmu," jelas Ustadz Adi Hidayat. "Karena itu para ulama dulu kalau ada orang banyak berbuat maksiat, banyak berbuat dosa, maka yang pertama diarahkan kepada mereka datangi Syeh fulan! Datangi alim ulama fulan! Datangi majlis ilmu fulan!" kata dia. "Minta bimbingan kepada mereka untuk bertaubat," lanjutnya. Dalam hadis diriwayatkan ada seorang melakukan dosa pembunuhan 100 orang, gemar mabuk, dan mencuri serta zina.

Satu kali dia ingin taubat, lalu datang kepada seorang syekh dan bertanya, bisakah seorang seperti dirinya taubat? Syekh tersebut mengatakan bahwa Allah akan menerima semua hamba yang ingin bertaubat kepada-Nya. Syekh itu kemudian menyarakannya datang ke masjid, ke majlis, atau datangi guru untuk minta bimbingan bertaubat. Ketika orang ini berangkat kepada majlis yang disebutkan, ternyata di tengah jalan belum sampai ke tujuan di pertengahan ia meninggal. "Saat wafat itulah malaikat kemudian turun, tapi terkejut mendapat perintah dari Allah SWT," kata Ustadz Adi Hidayat.

"(Allah berkata) Saya ampuni dosanya, Saya jamin surganya. Saya telah siapkan surga untuknya maka bawa dia siapkan dengan kenikmata-kenikmatan kubur yang telah disiapkan," "Kata para ulama, ternyata orang ini saat ingin menuju majlis ilmu mendapatkan rahmat Allah SWT, dibimbing di jalan-Nya, setiap langkahnya istigfar," jelas Ustadz Adi Hidayat. "Baru berangkat ke majlis ilmu rahmat Allah turun kepadanya. Di temgah jalan dia istigfar. Istigfar mengampuni dosa-dosanya. Langkahnya punya pahala datang ke majlis ilmu," lanjutnya. Demikian itulah rahmat Allah yang dapat diturunkan di majlis ilmu dapat menghapus dosa besar seseorang dengan cepat.

Referensi Sebagai berikut ini ;




15 Amalan Penghapus Dosa Besar Menurut Islam

15 Amalan Penghapus Dosa Besar Menurut Islam. Sebagai manusia, pasti kita tidak akan luput dari kesalahan dan dosa. Setiap hari pasti ada saja kekhilafan yang kita lakukan yang menimbulkan bertambahnya dosa-dosa kita. Hal ini membuat dosa kita setiap hari pasti semakin banyak, jika kita tidak melakukan apa-apa untuk menghapusnya. Bahkan, mungkin di antara banyaknya dosa yang kita lakukan ada di antaranya yang termasuk dosa besar, dimana dosa besar ini tentu lebih sulit untuk menghapusnya.

Menyadari hal ini, kita harus berusaha untuk terus berbuat baik dan menjalankan perintah Allah sekaligus menjauhi larangannya, serta senantiasa berusaha menghapus dosa-dosa kita yang telah lalu, baik dosa besar dan dosa kecil. Berikut ini akan dibahas 17 amalan penghapus dosa besar yang bisa kita lakukan sebagai bentuk usaha kita menjadi manusia yang terbaik amalannya.

Selalu bertaubat

Meski kita tahu bahwa kita sering khilaf berbuat salah dan dosa, jangan sampai kita merasa putus asa dan berdiam diri dari memohon ampunan kepada Allah. Dalam firman Allah di surat Az Zumar ayat 53, “Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Berhenti melakukan perbuatan dosa besar

Setelah bertobat, tentu kita harus saat itu juga berjanji dan bersungguh-sungguh berhenti melakukan perbuatan yang mengakibatkan dosa besar. Dengan cara ini kita berusaha meminimalisir bertambahnya dosa-dosa besar dalam hitungan amal kita.

Dalam al Quran surat an Nisa ayat 145-146, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. Kecuali orang-orang yang taubah dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka, mereka itu adalah bersama-sama orang-orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar”.

Istighfar

Dalam hadis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Muslim, “Jika seorang hamba berbuat dosa, lalu ia berkata: Wahai Rabbku, aku betul-betul telah berbuat dosa, ampunilah aku. Rabbnya menjawab, “Hamba-Ku telah mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang Maha Mengampuni dosa dan menhukumi setiap dosa. Aku telah mengampuni hamba-Ku.” Kemudian ia berbuat dosa lainnya, lantas ia pun mengatakan pada Rabbnya, “Wahai Rabbku, aku betul-betul telah berbuat dosa lainnya, ampunilah aku.” Rabbnya menjawab, “Hamba-Ku telah mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang Maha Mengampuni dosa dan menhukumi setiap dosa. Aku telah mengampuni hamba-Ku. Lakukanlah sesukamu (maksudnya: selama engkau berbuat dosa lalu bertaubat, maka Allah akan mengampunimu, pen).” Kemudian ia pun melakukan dosa lain yang ketiga atau keempat”. (Baca juga: Zikir Harian Nabi Muhammad SAW)

Dari hadis di atas, maka hendaknya kita selalu memohon ampun kepada Allah dan menyadari bahwa apa yang kita lakukan adalah hal yang berdosa. Meski begitu, kita harus berusaha untuk menjaga diri untuk tidak lagi mengulangi dosa yang sama.

Berbuat amal kebaikan

Dengan kita berbuat amal kebaikan, tentu kita akan menambah hitungan pahala sebagai bekal kita di akhirat kelak. Selain itu, ternyata amal kebaikan juga bisa menjadi pelebur dosa-dosa kita yang telah lalu. Hal ini tertuang dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala, “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada baagian permulaaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk” (QS. Huud : 114)

Do’a orang beriman satu sama lain, seperti pada sholat jenazah

Dari ‘Aisyah dan Anas bin Malik, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang mayit dishalati oleh sekelompok kaum muslimin yang jumlahnya hingga 100 orang, maka mereka semua akan memberikan syafa’at pada mayit tersebut” (HR. Muslim no. 947 dan An Nasai no. 1991).

Selain itu, pada hadis lainnya, “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia lalu ia dishalati (dengan shalat jenazah) oleh 40 orang di mana mereka tidak berbuat syirik kepada Allah dengan sesuatu apa pun melainkan orang yang dishalati tadi akan mendapatkan syafa’at dari mereka”.

Dari dua hadis di atas, kita harus memahami bahwa ampunan bagi orang mukmin yang bertakwa tidak hanya berlaku untuk dosa-dosa kecil yang dia lakukan. Melainkan, dosa-dosa besarnya pun juga akan diampuni oleh Allah. Dari hadis itu juga kita bisa mengetahui bahwa doa bisa menjadi sebab datangnya ampunan bagi orang yang meninggal.

Amalan kebaikan untuk orang yang meninggal

Amalan baik yang diniatkan dilakukan untuk seseorang yang sudah meninggal juga bisa menjadi sebab datangnya ampunan untuk orang yang sudah meninggal tersebut. Contohnya adalah sedekah, memerdekakan budak, serta naik haji untuk orang yang sudah meninggal.

Dalam hadis shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim, Nabi Muhammad shallallahi ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki utang puasa, maka ahli warisnya yang nanti mempuasakan dirinya”.

Memohon Syafaat Nabi Muhammad shallallahu ‘ alaihi wa sallam

Dalam hadis mutawatir (yaitu hadis dengan jalur riwayat yang banyak), terdapat sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang syafa’at, “Syafa’atku untuk pelaku dosa besar dari umatku”. Selain itu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Separuh dari umatku akan dipilih untuk masuk surga atau akan diberi syafa’at. Maka aku pun memilih agar umatku diberi syafa’at kareana itu tentu lebih umum dan lebih banyak. Apakah syafa’at itu hanya untuk orang bertakwa? Tidak. Syafa’at itu untuk mereka yang terjerumus dalam dosa (besar)”.

Sabar dalam menghadapi musibah dunia

Musibah yang kita alami di dunia bisa menjadi sebab dari terhapusnya dosa-dosa kita, termasuk dosa besar. Musibah itu bisa berupa sakit, kehilangan seseorang, hingga cobaan lain yang mungkin terasa berat untuk kita tanggung. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim, “Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada pikiran), sedih (karena sesuatu yang hilang), kesusahan hati atau sesuatu yang menyakiti sampai pun duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya”. Oleh karena itu, hendaklah kita bersabar saat ditimpa musibah di dunia, karena hal itu bisa menjadi penghapus dosa-dosa yang pernah kita lakukan. (Baca juga: Keutamaan Sabar Dalam Islam)

Perbanyak Sedekah

Sedekah adalah menyisihkan sebagian dari rezeki yang kita terima untuk diberikan kepada orang lain yang membutuhkan dengan tujuan meringankan kesusahannya. Tidak hanya itu, sedekah juga bisa berupa pembelanjaan harta kita untuk kepentingan dakwah dan syiar agama Islam. Hal ini tidak wajib, namun sangat besar pahalanya di sisi Allah.

Dalam hadis riwayat Tirmidzi, disebutkan “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api”. Tidak hanya di dalam hadis, di al Quran juga terdapat ayat yang berisi tentang keutamaan bersedekah, yaitu dalam surat al Hadid ayat 18 yang berbunyi, “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dlipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak”.

Menjaga wudhu

Wudhu dan menjaga wudhu merupakan salah satu amalan penghapus dosa, termasuk dosa besar. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, maka dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni. Sedangkan sholatnya, jalannya menuju masjid adalah amalan tambahan” (HR. Muslim dan Nasa’i). (Baca juga: Keutamaan Menjaga Wudhu)

Sholat

Sholat merupakan ibadah yang menjadi tiang agama kita. Sebagai seorang muslim kita memiliki kewajiban untuk menunaikan sholat 5 waktu setiap harinya. Ternyata, sholat juga merupakan penebus dosa seorang manusia. Bisa diumpamakan bagi seorang muslim yang melakukan sholat 5 waktu sehari semalam adalah seperti seseorang yang di depannya mengalir sungai dan ia mandi sebanyak lima kali sehari. Artinya, tidak ada kotoran yang tersisa padanya. “Begitulah perumpamaan sholat 5 waktu. Dengan sholat itu Allah akan melebur kesalahan-kesalahan (hamba-Nya),” sabda Nabi Muhammad shallallahi ‘alaihi wa sallam dalam riwayat Bukhari dan Muslim. (Baca juga: Keutamaan Sholat Berjama’ah)

Puasa

Puasa, selain bisa mecegah kita dari melakukan perbuatan-perbuatan dosa, juga bisa menjadi amalan yang membuat dosa-dosa kita diampuni. Dalam hadis riwayat Bukhari Muslim, Nabi Muhammad shallallahi ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan ikhlas (mencari pahala karena Allah) maka diampunilah dosanya yang sudah lewat”.

Tentu, alangkah lebih baiknya jika kita juga mengamalkan puasa-puasa sunah yang dianjurkan, seperti puasa ayyamul bidh, yaitu puasa sebanyak 3 hari setiap pertengahan bulan hijriah. Dalam Mu’jam al-Kabir-nya Thabrani meriwayatkan, dari Maimunah binti Sa’ad bahwa Rasulullah saw bersabda, “Dari setiap bulan tiga hari, siapa saja yang mampu melaksanakannya, maka (pahala) setiap harinya bisa melebur sepuluh kali kesalahan dan dia bersih dari dosa seperti air membersihkan pakaian”.

Ikhlas dalam beramal

Terdapat sebuah kisah dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, tentang seorang wanita pezina yang diampuni dosanya karena dia membantu seekor anjing yang kehausan untuk minum dari sepatunya. Dalam riwayat itu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tatkala ada seekor anjing yang hampir mati karena kehausan berputar-putar mengelilingi sebuah sumur yang berisi air, tiba-tiba anjing tersebut dilihat oleh seorang wanita pezina dari kaum bani Israil, maka wanita tersebut melepaskan khufnya (sepatunya untuk turun ke sumur dan mengisi air ke sepatu tersebut-pen) lalu memberi minum kepada si anjing tersebut. Maka Allah pun mengampuni wanita tersebut karena amalannya itu”. (Baca juga: Cara Membuat Hati Ikhlas)

Dalam kisah itu tercermin bahwa wanita pezina tersebut berbuat baik dengan ikhlas tanpa mengharap balasan ataupun ucapan terima kasih dari anjing yang ditolongnya. Maka keikhlasan ini pun bisa menjadi penghapus dosa besar yang telah dia lakukan.

Selalu menjaga tauhid

Artinya, kita selalu meniatkan diri untuk beribadah dan melakukan semua amal baik hanya karena Allah semata. Sama halnya dengan menjauhi perbuatan buruk hanya karena takut akan murka Allah. Dengan menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan kita, akan terhapus juga dosa-dosa yang pernah kita lakukan, termasuk dosa besar. (Baca juga: Ilmu Tauhid Islam)

Sebagai contohnya ada pada kisah Umar bin Khatab radhiallahu anhu. Belia adalah tokoh yang sebelum masuk Islam merupakan penentang ajaran Islam yang paling keras dan terkenal. Bahkan, beliau pernah mengubur putrinya hidup-hidup. Namun, setelah beliau masuk Islam, bertaubat dan menjunjung tauhid, terhapuslah segala dosanya. Bahkan, beliau termasuk orang yang mulia di sisi Allah, sesudah Abu Bakar radhiallahu anhu.

Membaca lafadz ringan namun berat di timbangan amal

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa membaca: Subhanallahi Wabihamdihi (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali dalam sehari, maka dosanya akan dihapus, meskipun sebanyak buih lautan”. Maka, banyak-banyaklah membaca lafadz dzikir satu ini, di saat apapun dan dimana pun, kecuali di tempat seperti kamar mandi, toilet atau tempat najis lainnya.

Referensi Sebagai Berikut ini ;







Amalan dalam Islam yang dapat menghapus dosa

Amalan dalam Islam yang dapat menghapus dosa. Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, pasti memiliki dosa yang diperbuat secara sengaja ataupun tanpa disengaja. Dosa merupakan suatu pelanggaran manusia atas perintah dan peraturan dari Allah.

Dosa dapat menyebabkan seseorang dimasukkan ke dalam neraka. Bahkan dosa kecil juga bisa menjadi penghalang terkabulnya suatu doa serta dapat menghalangi seorang umat untuk masuk surga.

Ketika seseorang penuh dengan dosa, biasanya hati juga akan tidak tenang. Bayang-bayang akan siksa api neraka, cukup membuat manusia takut dan jera. Untuk itu ketika seseorang melakukan dosa, hendaknya segera memohon ampun atau bertaubat pada Allah. Dan tentu saja berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

Nah, dosa terbagi menjadi dua jenis yaitu dosa besar dan dosa kecil. Dirangkum brilio.net dari berbagai sumber pada Sabtu (6/6), berikut dalil-dalil dari Alquran dan As Sunnah yang menunjukkan bahwa dosa terbagi menjadi dosa besar (al-kab'air) dan dosa kecil (ash-shagha'ir).

Sebagaimana dalam firman Allah dalam Alquran surat Asy Syura ayat 37

Wallaziina yajtanibuna kabaa'iral-ismi wal-fawaahisya wa izaa maa gadibu hum yagfirun

Artinya:

"Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf."

Selain itu, Allah juga berfirman dalam Alquran surat An-Nisa ayat 31

In tajtanibu kabaa'ira maa tun-hauna 'an-hu nukaffir 'angkum sayyi'aatikum wa nudkhilkum mudkhalang kariimaa

Artinya:

"Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)."

Dalam ayat-ayat tersebut, kita diperintahkan untuk menjauhi dosa. Menjauhi dosa-dosa besar seperti perbuatan menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orangtua, membunuh seseorang yang tidak dibenarkan dan perkara-perkara lainnya, niscaya Allah akan menghapuskan dosa-dosa yang lebih rendah darinya berupa dosa-dosa kecil, dan Allah akan memasukkan umatnya ke tempat yang mulia, yaitu surga.

Menyadari hal tersebut, sebagai umat muslim harus berusaha untuk terus berbuat baik dan menjalankan perintah Allah sekaligus menjauhi larangannya, serta senantiasa berusaha menghapus dosa-dosa yang telah dilakukan, baik dosa besar dan dosa kecil.

Amalan-amalan penghapus dosa

Sebagai umat muslim yang baik, hendaknya menyesali dosa-dosa yang pernah diperbuat selama hidup. Memohon ampun kepada Allah setiap hari, karena sadar atau tidak sadar seseorang pasti akan melakukan suatu dosa. Berikut ini amalan-amalan dalam Islam yang dapat menghapus dosa:

1. Bertaubat dan senantiasa memohon ampun

Dalam firman Allah di surat Az Zumar ayat 53 yang berbunyi:

Qul yaa 'ibaadiyallaziina asrafu 'alaa anfusihim laa taqnatu mir rahmatillaah, innallaaha yagfiruz-zunuba jamii'aa, innahu huwal-gafurur-rahiim

Artinya:

"Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Meski seorang hamba tahu bahwa sering khilaf berbuat salah dan dosa, jangan sampai merasa putus asa dan berdiam diri dari memohon ampunan kepada Allah. Bertaubat sebelum waktunya terlambat.

Untuk bertobat, seseorang dapat melaksanakan sholat taubat yang merupakan sholat sunnah untuk memohon ampunan Allah, dari segala dosa. Sholat taubat sering juga disebut dengan istilah sholat istighfar atau sholat minta ampun. Sholat ini sebaiknya dilaksanakan secara sendiri. Yakni dilakukan dua rakaat dengan sekali salam.

2. Berhenti melakukan dosa

Orang yang sudah melaksanakan sholat taubat nasuha, maka semestinya tidak mungkin lagi berbuat dosa atau maksiat. Setelah bertobat seseorang harus berjanji dan bersungguh-sungguh berhenti melakukan perbuatan yang mengakibatkan dosa besar.

Jangan sampai tetap menjalankan dosa ketika sudah bertaubat, karna hal tersebut biasa dilakukan oleh orang-orang yang munafik. Seperti firman Allah dalam Alquran surat An Nisa ayat 145-146.

Innal-munaafiqiina fid darkil asfali minan naar, wa lan tajida lahum nasiiraa

Artinya:

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka."

Illallaziina taabu wa aslahu wa'tasamu billahi wa akhlasu diinahum lillaahi fa ulaa'ika ma'al mu'miniin, wa saufa yu'tillaahul-mu'miniina ajran 'aziimaa

Artinya:

"Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar."

3. Membaca istighfar

Dalam hadis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Muslim, "Jika seorang hamba berbuat dosa, lalu ia berkata: Wahai Rabbku, aku betul-betul telah berbuat dosa, ampunilah aku. Rabbnya menjawab, “Hamba-Ku telah mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang Maha Mengampuni dosa dan menhukumi setiap dosa. Aku telah mengampuni hamba-Ku." Kemudian ia berbuat dosa lainnya, lantas ia pun mengatakan pada Rabbnya, "Wahai Rabbku, aku betul-betul telah berbuat dosa lainnya, ampunilah aku."

Rabbnya menjawab, "Hamba-Ku telah mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang Maha Mengampuni dosa dan menhukumi setiap dosa. Aku telah mengampuni hamba-Ku. Lakukanlah sesukamu (maksudnya: selama engkau berbuat dosa lalu bertaubat, maka Allah akan mengampunimu, pen)." Kemudian ia pun melakukan dosa lain yang ketiga atau keempat."

Dari hadis di atas, maka hendaknya sebagai umat muslim yang baik selalu memohon ampun kepada Allah dan menyadari bahwa apa yang lakukan adalah hal yang berdosa. Meski begitu, seorang hamba harus berusaha untuk menjaga diri untuk tidak lagi mengulangi dosa yang sama.

4. Berbuat kebaikan

Amalan keempat yang dapat dilakukan adalah dengan selalu berbuat kebaikan yang mengandung amal kebajikan. Dari berbuat kebaikan tersebut, seseorang dapat dengan mudah mendapatkan pahala. Sehingga amal-amal tersebut dapat menjadi pelebur dosa.

5. Berpuasa

Dengan berpuasa selain dapat mecegah seseorang dari melakukan perbuatan-perbuatan dosa, juga dapat menjadi amalan yang membuat dosa-dosa diampuni. Dalam hadis riwayat Bukhari Muslim, Nabi Muhammad shallallahi ‘alaihi wa sallam bersabda, "Sesiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan ikhlas (mencari pahala karena Allah) maka diampunilah dosanya yang sudah lewat." Puasa yang dimaksud tak hanya puasa di bulan Ramadhan saja namun juga menjalankan puasa-puasa sunnah seperti contoh puasa Senin-Kamis.

Referensi Sebagai berikut ini ;







Do'a yang mustahil menjadi kenyataan & Kesalahan menjadikan pembelajaran

Doa merupakan suatu permohonan atau permintaan yang bersifat baik terhadap Allah SWT, seperti meminta kesehatan, keselamatan, rezki yang halal dan tabah dalam menjalani kehidupan. Allah berfirman yang artinya adalah :"Berdo'alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (dengan berdoá) akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS. Ghafir : 60).

Berdoá adalah menjalankan perinta Allah. Berarti berdoá adalah ibadah. Bahkan orang yang tak mau berdoá dicap oleh Allah sebagai orang yang sombong dan akan dimasukan neraka. Sehingga do’a adalah sebagai peredam murka Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang tidak meminta pada Allah, maka Allah akan murka padanya.” (HR. Tirmidzi no. 3373. Syaikh Al Albani mengatakan  bahwa hadits ini hasan)

Kita sering menggunakan nalar kita dalam mengukur kehidupan. Karena miskin ia tak mau berdoá agar dirinya menjadi pengusaha yang kaya. Alasannya bagaimana akan menjadi pengusaha, modal saja tidak punya. Ini kekeliruan pola pikir manusia. Seolah-olah Allah tak mampu menolongnya menjadi orang kaya.

Hal demikian juga ada pada diri Nabi Zakariya. Beliau sudah tua, isterinya juga sudah tua dan mandul. Secara nalar mereka mustahi  mempunyai anak. Maka zakariya pun tidak berdoá.

Namun ketika beliau yang merawat keponakannya Maryam yang soleh memunculkan fitrahnya untuk memiliki anak yang soleh juga untuk meneruskan dakwahnya. Pikiran yang demikian melahirkan keyakinan kalau Allah maha kuasa. Dia dapat merubah segalanya. Dalam kondisi yang sudah tua namun dalam dirinya ada keyakinan yang kuat atas kekuatan dan kasih sayang Allah yang akan mengabulkan doánya, maka dengan penuh keyakinan ia berdoa:

رَبِّ هَبْ لى‏ مِنْ لَدُنْكَ ذُرِيَّةً طَيِّبَةً اِنَّكَ سَميعُ الدُّعاء

“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”.[QS. 3 Ali Imran: 38]

Perlu kita yakini bahwa Allah tak pernah mengingkari janji. Kalau Dia berjanji akan mengabulkan doá hambanya, maka hal tersebut pasti ditepati. Ternyata benar, ketika Nabi Zakaria berdoa, maka  saat itu juga  do’ä Zakariya dikabulkan langsung oleh Allah. Allah mengkisahkan hal ini di ayat selanjutnya, ”Kemudian para malaikat memanggilnya, ketika dia berdiri melaksanakan shalat di mihrab, "Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya, yang membenarkan sebuah kalimat (firman) dari Allah, panutan, berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi di antara orang-orang saleh."(QS. 3 Ali Imran 39)

Doánya yang dikabulkan secara langsung saat itu juga membuat Nabi Zakaria kaget dan seolah tak percaya. Sebab ketika ia dan isterinya masih muda saja susah mendapatkan anak. kenapa di usia yang sudah tua akan punya anak. Apalagi isterinya adalah seorang yang mandul. Karena sudah tua kita bisa memperkirakan sudah monopous. Sehingga mustahil dan tidak masuk akal kalau mereka akan punya anak.

Karena mustahil tersebut maka Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak, sedang aku sudah sangat tua dan istriku pun mandul?" Dia (Allah) berfirman, "Demikianlah, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki." (QS. Ali Imran 40).

Ayat tersebut menjelaskan kepada kita, ternyata bagi Allah sangat mudah untuk mematahkan kemustahilan. Hal-hal yang luar biasa dapat Allah berikan kepada siapa saja. Bagi-Nya tidak ada yang sulit, ‘Allah berbuat apa yang Dia kehendaki’.

Kisah tersebut Allah sampaikan dalam Al Qurán agar menjadi pelajaran kita semua. Banyak kisah dari hal yang mustahil, namun Allah mementahkan kemustahilan. Api terasa dingin ketika Nabi Ibrahim dilempar kedalamnya. Laut dapat terbelah ketika Musa akan menyeberang. Dan mungkin banyak kisah yang kita dengar.

Maka pesan yang kita petik,  Janganlah berputus asa dengan rahmat Allah. Bercita-citalah setinggi langit. Allah akan mengabulkannya. Bangunlah keyakinan kalau Allah akan menolong. Bangunlah rasa percaya diri yang akan mendorong untuk maju dan berkembang.

Namun kita jangan takabur seperti Firáun. Dia tak mau bersandar kepada Allah, apalagi berdoá kepada-Nya. Maka ketika orang melihat kekuasaan Firáun di atas segalanya, dan seolah mustahil dapat runtuh, ternyata bagi Allah mudah. Cukup dengan menenggelamkan Firáun kemustahilan dari keruntuhan tersebut berakhir


Dua orang sahabat lama sedang berjumpa. Mereka terlihat seru membicarakan pengalaman masing-masing selama ini. Rupanya secara kebetulan mereka sama-sama memiliki atasan yang sangat baik di tempat kerjanya. Maka mulailah kedua sahabat ini saling membandingkan bos mereka sendiri.

"Pimpinan perusahaan tempatku bekerja sangat dermawan sekali. Ia selalu melebihkan bayaran gaji kita-kita ini!"

"Wah, atasanku juga begitu! Ia orangnya ringan tangan banget. Kalau tahu ada karyawan yang sedang dalam masalah, ia pasti langsung membantu!" Sahabatnya segera menimpali.

"Pemimpinku juga orang yang sangat sopan. Ia berbicara ramah kepada siapa saja meskipun karyawan yang posisinya paling rendah di perusahaan!"

"Tidak jauh beda dengan atasanku. Ia terkenal santun. Tidak pernah bicara kasar apalagi menyakiti hati orang lain!" Sahabatnya tidak mau kalah.

"Satu sifat bos yang paling aku kagumi, ia selalu memaafkan kesalahan karyawannya. Sebesar apapun kelalaian yang dilakukan karyawan, ia tetap bijaksana untuk memaafkan!"

Kali ini sang sahabat tidak segera menjawab. Tampaknya ia berusaha mengingat momen-momen ketika ada karyawan berbuat salah di kantor, apa yang dilakukan atasannya itu.

"Kenapa kamu diam aja? Apa sikap bos kamu kurang baik kalau ada bawahan bikin salah?"

"Bukan gitu. Justru aku gak pernah lihat gimana reaksi bos saat melihat kesalahan anak buahnya. Sebab semua karyawan di kantor tertib semua. Mereka disiplinnya bagus!"

"Berarti masih belum kelihatan nih gimana kebaikan bos kamu secara keseluruhan. Betul gak?"

Tidak salah lagi, tanpa ada bawahan yang berbuat salah justru menjadi tanda tanya bagi kita semua, bagaimana sikap seorang atasan menghadapi kesalahan.

Cerita ini sekaligus memberi pelajaran bagi kita mengapa Allah mencintai orang-orang yang berbuat dosa dari kalangan hamba-hambaNya. Yaitu agar hamba tersebut bertaubat kepada Allah, sehingga ia akan mendapati sifat Allah Yang Maha Memaafkan lagi Maha Mengampuni.

Cerita ini sekaligus memberi harapan bagi kita yang berlumuran dosa ini, bahwa selalu ada harapan bagi kita untuk membawa dosa-dosa ini ke pintu istigfar, karena Allah Maha Menerima Taubat.

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ

“Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, seandainya kalian tidak pernah berbuat dosa, niscaya Allah akan tetap mendatangkan suatu kaum, yang kemudian kaum tersebut berbuat dosa, lantas mereka meminta ampun kepada Allah, dan Allah akan mengampuni mereka.”

(Hadist Riwayat Muslim)

Demikianlah, kehidupan ini selalu ada hikmah dibalik peristiwa keseharian kita.Tidak ada manusia yang sempurna karena kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT.Dan setiap manusia tidak luput dari berbuat salah dan khilaf. karenanya setiap kesalahan yang terlanjur diperbuat, hendaknya menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk dapat memperbaiki dan berlaku lebih baik lagi.

Referensi sebagai berikut ini ;










Keutamaan Istighfar dan Manfaat Membacanya Setiap Hari Bagi Umat Muslim

Istighfar atau Astaghfirullah (أستغفر الله‎ dalam bahasa Arab) merupakan kalimat istimewa di dalam ajaran Islam. Arti Istighfar Membaca kalimat istighfar secara harfiah dilakukan dengan mengulang-ulang perkataan dalam bahasa Arab astaghfirullah, yang artinya "Saya memohon ampunan kepada Allah".

hakikat seorang manusia adalah sosok tak berdaya dan tak mampu, hina, apalagi gerak-gerik hamba tanpa penyertaan Allah, berarti adalah ucapan, tindakan yang salah dan penuh kealpaan. “Hamba yang beristighfar berarti mengakui tajallinya Allah dalam Asma’ Keagungan-Nya. Karena Pengampunan Allah itu manifestasi dari Kemahaagungan-Nya,” ujar Kiai Luqman. Ia mengatakan, orang yang tidak pernah beristighfar tidak pernah mampu memasuki maqam fana’ apalagi tahap al-Baqa’. Yaitu Penyaksian Keabadian Ilahi dalam Keagungan-Nya. Mengenai keutamaan membaca istighfar, seperti termaktub dalam hadist riwayat berikut ini: طوبى لمن وجد في صحيفته استغفارا كث Thuuba liman wajada fii shaifatihii istighfaron kastiiron 

Artinya: “Berbahagialah bagi orang yang mendapati dalam catatan amalnya penuh dengan istighfar” (HR. Al Baihaqi, Imam Ahmad dalm Az Zuhd dan Dishahihkan Syaikh Al Albany. Shahih Al Jami’ no. hadits 3930). 

Istighfar dalam filosofi Islam seperti terdapat dalam Ensiklopedia Tasawuf Imam Al-Ghazali halaman 204, yang bermakna seseorang yang selalu memohon ampunan atas kesalahan dan terus berusaha untuk menaati perintah Tuhan dan tidak melanggarnya. 

Keutamaan Istighfar Karena istimewanya bacaan istighfar, berikut ini keutamaan istigfar dan manfaat membaca istigfar setiap hari: 

1. Menghapuskan dosa Manfaat membaca istighfar dapat menghapuskan dosa dan mencegah terjadinya azab karena pertaubatan seorang hamba-Nya. 

Seperti firman Allah SWT:

 وَ مَا کَانَ اللّٰہُ مُعَذِّبَهمۡ وَهمۡ یَسۡتَغۡفِرُوۡنَ 

Wamaa kaanallaahu mu'adzdzibahum wahum yastaghfiruun. 

Artinya: Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun. (Al Anfal:33) 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :

 فَأَخْبَرَ سُبْحَانَهُ أَنَّهُ لَا يُعـَذِّبُ مُسْتَغـْفِرًا؛ لِأَنَّ الِاسْتِغـْفَارَ يَمْحـُو الـذَّنْبَ الَّـذِي هـُوَ سَبَبُ الْـعَذَابِ، فَيَنْدَفِـعُ الْـعَذَابُ 

"Allah Ta'ala mengabarkan, bahwa Allah Ta'ala tidak akan mengazab orang yang beristighfar (memohon ampun dari dosa). Karena istighfar itu akan menghapus dosa yang dosa itu sendiri merupakan penyebab datangnya adzab, sehingga adzab itupun sirna dengan cepat." 

2. Mendapat kebaikan di dunia Dengan mengucapkan kalimat astaghfirullah dengan niat yang tulus dan ihklas bisa mendapatkan ganjaran berupa kebaikan di dunia. 

Seperti firman Allah SWT:

 وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ 

Wa anistagfirụ rabbakum ṡumma tụbū ilaihi yumatti'kum matā'an ḥasanan ilā ajalim musamman wa yu`ti kulla żī faḍlin faḍlah, wa in tawallau fa innī akhāfu 'alaikum 'ażāba yauming kabīr. 

Artinya: “Dan minta ampunlah kepada Robb kalian, dan bertaubatlah. Niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai kepada waktu yang sudah ditentukan, dan Dia akan memberikan kepada hambanya yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.”(Hud: 3) 

3. Menurunkan hujan yang membawa berkah Sesuai dengan isi kandungan surah Qaaf ayat 9 yang menyatakan bahwa hujan merupakan berkah yang diturunkan Allah. Seorang muslim yang senantiasa mengucap Istighfar akan diberikan keberkahan berupa hujan. 

Firman Allah SWT:

 وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ 

Wa yaa qawmis taghfiruu Rabbakum summa tuubuuu ilaihi yursilis samaa'a 'alaikum midraaranw wa yazidkum quwwatan ilaa quwwatikum wa laa tatawallaw mujrimiin. 

Artinya: “Dan (dia berkata): ‘Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Lalu bertaubat lah kepada-Nya, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang deras untukmu. Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa” (Hud: 52) 

4. Mengabulkan doa Berdoa merupakan kegiatan seorang muslim untuk memohon sesuatu kepada sang pencipta. Seorang muslim tentu menginginkan doanya terkabul. Salah satu keutamaan istighfar yaitu mengabulkan doa-doa. Allah SWT berfirman:

 وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ

Wa ilaa Samuuda akhaahum Saalihaa; qoola yaa qawmi' budul laaha maa lakum min ilaahim ghairuhuu Huwa ansha akum minal ardi wasta' marakum fiihaa fastaghfiruuhu summa tuubuuu ilaih; inna Rabbii Qariibum Mujiib.

“Shaleh berkata : ‘Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari tanah dan menjadikan kamu pemakmurnya. Karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat rahmat-Nya, dan maha mengabulkan doa-doa hamba-Nya.” (Hud: 61) 

5. Melimpahnya rezeki Keutamaan istighfar selanjutnya yaitu melimpahnya rezeki. Di zaman sekarang ini tentu uang sangatlah berarti. Namun jangan terlalu mengandalkan uang, karena uang bisa menjebak Anda. Salah satu ujian seorang muslim yaitu kekayaan. Bisa jadi karena kekayaan tersebut seorang muslim jadi buta karena harta. Memohonlah kepada Allah agar diiberikan rezeki yang berkah. Salah satunya dengan mengucap istighfar. Firman Allah SWT:

 ‎ فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا * يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا * وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا Faqultus taghfiruu Rabakam innahuu kaana Ghaffaaraa; Yursilis samaaa'a 'alaikum midraaraa; Wa yumdidkum bi am waalinw wa baniina wa yaj'al lakum Jannaatinw wa yaj'al lakum anhaaraa. 

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia adalah Maha pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Nuh: 10-12) 

6. Dimudahkan segala urusan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya : “Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan melapangkan kesusahannya, mengeluarkannya dari kesempitan dan memberinya rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka.” (Hadis Riwayat Muslim).

Bagi kaum muslim, ada kata-kata khusus yang menggambarkan perasaanya. Seperti kata syukur “Alhamdulillah” yang bisa menyatakan bahwa sedang menerima sebuah rejeki. Kata “Subhanallah” ketika melihat hal-hal atau mendengar hal-hal yang buruk, dan kata “Masya Allah” yang diucapkan ketika melihat sesuatu yang menakjubkan.

Selain kata-kata tersebut, ada juga kata istighfar yang sering diucapkan oleh seorang muslim dalam keadaan tertentu. Nah Grameds, apakah kamu sudah tahu hal-hal mengenai kata istighfar? Artikel ini akan membahas mengenai kata-kata istighfar.

Bacaan dan Arti Istighfar

Arti kata istighfar sendiri dalam KBBI adalah sebuah permohonan ampun kepada Allah. Kata istighfar adalah kata yang sering digunakan oleh kaum muslim.

Kata ini sering kali digunakan ketika melakukan sebuah kesalahan atau hanya sekadar refleks spontan terhadap sesuatu. Namun tidak hanya itu, kata istighfar juga bisa selalu diucapkan kaum muslim sebagai bagian dari doa atau dzikir.

Kata istighfar disebutkan melalui kalimat “Astaghfirullah” atau “Astaghfirullahaladzim”. Meskipun hampir sama dalam pengucapan, tetapi kedua kalimat tersebut memiliki arti yang berbeda.

Perbedaan dari kedua kalimat tersebut adalah adanya kata “al adzim” pada kalimat kedua. Kata “al adzim” adalah kata yang menunjukan na’at atau sifat dari Allah yang memiliki arti Maha Agung.

Jika diartikan secara keseluruhan, kalimat “Astagfirullah” memiliki arti “Aku memohon ampun kepada Allah”.

Sedangkan kalimat “Astaghfirullahaladzim” memiliki arti tambahan yaitu “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung”.

Manfaat dan Keutamaan Membaca Istighfar

Meskipun hanya kalimat pendek, tetapi makna dari istighfar sangat dalam. Manfaat dan keutamaannya juga tidak diragukan lagi banyaknya. Berikut adalah manfaat dan keutamaan membaca istighfar:

1. Membantu Melancarkan Rezeki

Manfaat dan keutamaan istighfar salah satunya adalah membuka pintu rezeki. Ketika kita bertaubat sambal beristighfar, maka pintu rezeki akan terbuka dengan lebar.

Hal ini juga ada di dalam surah Nuh ayat 10 sampai 12, yang memiliki arti :

“Maka Aku berkata (kepada mereka) “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu”.”

2. Menggugurkan Dosa Ketika Sedang Bertaubat

Memperbanyak istighfar ketika sedang bertaubat akan membantu untuk menggugurkan dosa-dosa yang sebelumnya kita miliki.

Hal ini sesuai dengan perkataan Rasulullah dalam sebuah hadits. Rasulullah SAW bersabda “Allah telah berkata wahai hamba-hambaKu setiap kalian pasti berdosa kecuali yang aku jaga, maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian aku ampuni dan barangsiapa yang meyakini bahwa aku punya kemampuan untuk mengampuni dosa-dosanya, maka akan mengampuni dosa-dosanya, maka aku akan mengampuninya dan aku tidak peduli (seberapa banyak dosanya),” (HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).

3. Memudahkan Segala Urusan

Keutamaan serta manfaat istighfar adalah memudahkan dalam menjalankan suatu urusan. Rasulullah Saw pernah bersabda dalam sebuah hadist, berbunyi “Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas).

4. Membantu Menghilangkan Kemalasan

Salah satu cara yang bisa dilakukan ketika rasa malas sedang menghampiri adalah dengan beristighfar, dengan membaca istighfar maka rasa semangat akan muncul lagi. Seperti yang pernah dijelaskan oleh Rasulullah, bahwa beliau membaca kalimat istighfar ketika sedang malas.

Hal itu tertulis dalam hadist no 2702 yang diriwayatkan oleh Muslim. Rasulullah bersabda “Ketika hatiku malas, aku beristighfar pada Allah dalam sehari sebanyak 100 kali”.

5. Selamat dari Api Neraka

Selamat dari api neraka merupakan hal yang sangat diinginkan bagi setiap umat muslim. Manusia yang dikatakan sebagai makhluk hidup yang paling mulia di dunia nyatanya tidak sepenuhnya suci dari dosa.

Maka dari itu istighfar sebagaimana pengertiannya diatas merupakan salah satu ucapan yang dapat menyelamatkan manusia dari api neraka, dikarenakan istighfar adalah ucapan yang biasa digunakan ketika seseorang melakukan kesalahan ataupun dosa.

6. Mendapat Balasan Berupa Surga

Ketika seseorang banyak mengucap istighfar, maka mereka dapat dikatakan sebagai orang-orang yang ingat kepada Allah SWT ataupun orang-orang yang selalu memohon ampunan dari Allah SWT. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa merekalah orang-orang yang mengingat akan kesalahannya dan surgalah balasan yang diberikan oleh Allah SWT

7. Dijauhkan Dari Setan

Sifat buruk merupakan cerminan dari iblis dengan sifat setannya atau sifat yang tercela. Dengan mengucapkan istighfar, maka akan terjauh dari godaan-godaan setan yang mengarah kepada hal-hal yang tidak dibenarkan. Karena dengan banyak mengucapkan istighfar berarti seseorang ingat akan Tuhannya, yaitu Allah SWT

8. Menenangkan Hati

Sudah menjadi sifat manusia bahwa ketenangan adalah hal yang sangat dibutuhkan. Apabila melakukan kesalahan, pada umumnya manusia akan merasakan ketidak tenangan dalam hati dan jiwanya. Oleh karena itu, dengan membaca istighfar maka jiwa dan raga seakan terbebas dari kesalahan yang menciptakan ketenangan dalam hati

9. Membantu Mengatasi Kesedihan

Mengucapkan istighfar menurut sebagian orang tidak hanya diucapkan pada saat membuat kesalahan saja. Beberapa orang berpendapat bahwa mengucap istigfar akan membuat hati dan jiwa menjadi tenang dalam menghadapi semua hal yang terjadi, termasuk kesedihan

10. Membantu Membersihkan Hati

Seperti dijelaskan diatas, bahwa dengan mengucapkan istighfar maka seseorang berarti tidak lupa akan Tuhannya dan seseorang sadar akan kesalahan atau kelalaian yang dibuatnya. Apabila mengucap istighfar dapat menenangkan hati, maka istighfar juga dapat membersihkan hati dari hal-hal yang buruk yang datang dari luar maupun dari dalam jiwa

11. Mengikuti Perilaku Rasulullah

Berdasarkan salah satu hadist Rasulullah SAW bahwa mengucap istigfar akan membawa ketenangan dan Allah SWT akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan serta memberikan rezeki tanpa diduga. Sunnah diartikan sebagai cerminan perilaku Rasulullah SAW, maka dari itu seperti yang dikatakan oleh Rasulullah SAW bahwa mengucapkan istighfar akan membawa banyak manfaat.

Hikmah Membaca Istighfar

1. Bisa Membantu Mengabulkan Doa

Ketika sering membaca istighfar, maka Allah akan gembira karena umatnya mengingat-Nya. Hal tersebut bisa membantu kamu untuk mendapatkan apa yang sedang didoakan.

2. Hidup Menjadi LebihTentram

Sebagai manusia biasa tentu kita tidak luput dari sebuah kesalahan. Pasti ada kesalahan yang dilakukan meskipun tidak disadari. Untuk kesalahan-kesalahan yang disadari, terkadang hal itu membuat pikiran kita terganggu. Memikirkan kesalahan-kesalahan yang sudah diperbuat akan membuat hati terasa tidak nyaman, membuat gelisah bahkan tidak hidup dengan tentram.

Oleh karena itu, hal tersebut bisa diatasi dengan membaca istighfar sebanyak-banyaknya. Merenungi kesalahan sambal membaca istighfar akan membuat hati menjadi lebih tenang. Selain itu juga tetap dilakukan evaluasi diri sehingga hari-hari selanjutnya tidak melakukan kesalahan yang salah. Maka hidup akan menjadi lebih tentram.

3. Dekat dengan Allah

Ketika kita taat melakukan ibadah wajib dan menjalankan ibadah sunnah, maka secara tidak sadar kita menjadi dekat dengan Allah. Allah bersama hambanya yang taat beribadah. Istighfar juga salah satu cara untuk beribadah kepada Allah. Melalui bacaan-bacaan istighfar, kita bisa senantiasa dekat dengan Allah.

Itulah beberapa hal mengenai istighfar. Membaca Istighfar memiliki banyak sekali manfaat, maka dari itu bagi Grameds yang menganut agama muslim bisa menyempatkan untuk membaca istighfar setiap hari.

Sesungguhnya Allah Mahaadil kepada setiap hamba-Nya dengan memberikan sehat dan sakit secara bergiliran. Ketika sehat, manusia bisa beraktivitas dan beribadah kepada Allah dengan baik. Namun, saat sakit itu datang menimpa diri sebagai bukti kita tidak sempurna, aktivitas dan ibadah pun agak terganggu.

Meski demikian, bagi orang beriman, sehat ataupun sakit tidak menjadi halangan untuk tetap dekat dengan Allah. Ketika sehat, ia semakin bersyukur kepada Allah. Begitu juga ketika sakit tiba, syukur itu tetap tidak berubah. 

Sakit adalah bentuk lain dari cinta Allah kepada hamba- Nya. Karena dengan sakit itulah kita ternyata makin ingat kepada Allah, makin sadar bahwa diri kita benar-benar tidak berdaya tanpa pertolongan-Nya.

Itulah hikmah sakit yang memang harus segera disadari dan dinikmati karena segala takdir Allah adalah kebaikan yang akan mengantarkan kita kepada kesalehan diri. Namun, sakit akan menjadi sebab timbulnya dosa apabila disikapi dengan buruk sangka kepada Sang Khalik yang memberi sakit.

Sesungguhnya, jangankan kita sebagai manusia biasa, Rasulullah yang mulia saja pernah merasakan sakit. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh sahabat Ibn Mas'ud suatu ketika dirinya pernah masuk ke rumah Rasulullah yang ketika itu kebetulan beliau sedang sakit.

Kemudian, Ibn Mas'ud pun memegang tubuh Rasulullah yang mulia itu seraya ia berkata, Sungguh tubuhmu panas sekali. Rasulullah yang terbaring sakit pun menjawab, 'Memang, aku menderita panas dua kali lipat (yang diderita) orang-orang seperti engkau'. (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Bersabar diri, segera mengingat Allah, ikhtiar/berobat, dan menyadari, manusia benar-benar lemah tanpa pertolongan-Nya adalah di antara sikap yang harus dilakukan manakala diri kita sakit. Mengeluh atau berburuk sangka kepada Allah hanyalah perbuatan yang akan menambah derita. Semua ini memang sangat berat, tetapi bukan berarti tidak bisa dipraktikkan.

Di samping itu, kita juga harus bergembira dengan sakitnya diri kita tidak berdaya. Apa sebab? Karena ternyata sakit adalah satu di antara cara Allah menghapus dosa-dosa kita yang terkadang kita sering tidak menyadarinya. Bahkan, kita malah menggerutu kepada Sang Khalik tanpa alasan.

Rasulullah pernah bersabda dalam hadis, Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotorankotoran besi (HR Muslim).

Kita sejatinya menambah rasa syukur kepada Allah karena ternyata takdir pilihan-Nya tidak ada yang sia-sia untuk manusia. Sakit pun menjadi kabar gembira untuk kita karena artinya dosa yang mengotori jiwa akan perlahan hilang sebagaimana hadis Rasulullah di atas.

Satu hikmah sakit saja kita dapat merenunginya dengan baik, rasanya sakit itu tidak akan jadi bahan keluh kesah. Kita memahami sehat itu mahal harganya dan menjaga kesehatan adalah salah bentuk ikhtiar yang diwajibkan.

Namun, ketika sakit itu datang, sebagai orang beriman, harus diterima dengan sabar dan tidak berhenti ikhtiar meminta diganti dengan kesembuhan oleh Yang Maha Menyembuhkan, Allah Yang Agung. 

Referensi sebagai berikut ini ; 











Istighfar: Manfaat, Keutamaan dan Hikmahnya

Istighfar: Manfaat, Keutamaan dan Hikmahnya. Bagi kaum muslim, ada kata-kata khusus yang menggambarkan perasaanya. Seperti kata syukur “Alhamdulillah” yang bisa menyatakan bahwa sedang menerima sebuah rejeki. Kata “Subhanallah” ketika melihat hal-hal atau mendengar hal-hal yang buruk, dan kata “Masya Allah” yang diucapkan ketika melihat sesuatu yang menakjubkan.

Selain kata-kata tersebut, ada juga kata istighfar yang sering diucapkan oleh seorang muslim dalam keadaan tertentu. Nah Grameds, apakah kamu sudah tahu hal-hal mengenai kata istighfar? Artikel ini akan membahas mengenai kata-kata istighfar.

Bacaan dan Arti Istighfar

Arti kata istighfar sendiri dalam KBBI adalah sebuah permohonan ampun kepada Allah. Kata istighfar adalah kata yang sering digunakan oleh kaum muslim.

Kata ini sering kali digunakan ketika melakukan sebuah kesalahan atau hanya sekadar refleks spontan terhadap sesuatu. Namun tidak hanya itu, kata istighfar juga bisa selalu diucapkan kaum muslim sebagai bagian dari doa atau dzikir.

Kata istighfar disebutkan melalui kalimat “Astaghfirullah” atau “Astaghfirullahaladzim”. Meskipun hampir sama dalam pengucapan, tetapi kedua kalimat tersebut memiliki arti yang berbeda. Perbedaan dari kedua kalimat tersebut adalah adanya kata “al adzim” pada kalimat kedua. Kata “al adzim” adalah kata yang menunjukan na’at atau sifat dari Allah yang memiliki arti Maha Agung. Jika diartikan secara keseluruhan, kalimat “Astagfirullah” memiliki arti “Aku memohon ampun kepada Allah”.

Sedangkan kalimat “Astaghfirullahaladzim” memiliki arti tambahan yaitu “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung”.

Manfaat dan Keutamaan Membaca Istighfar

Meskipun hanya kalimat pendek, tetapi makna dari istighfar sangat dalam. Manfaat dan keutamaannya juga tidak diragukan lagi banyaknya. Berikut adalah manfaat dan keutamaan membaca istighfar:

1. Membantu Melancarkan Rezeki

Manfaat dan keutamaan istighfar salah satunya adalah membuka pintu rezeki. Ketika kita bertaubat sambal beristighfar, maka pintu rezeki akan terbuka dengan lebar.

Hal ini juga ada di dalam surah Nuh ayat 10 sampai 12, yang memiliki arti :

“Maka Aku berkata (kepada mereka) “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu”.”

2. Menggugurkan Dosa Ketika Sedang Bertaubat

Memperbanyak istighfar ketika sedang bertaubat akan membantu untuk menggugurkan dosa-dosa yang sebelumnya kita miliki.

Hal ini sesuai dengan perkataan Rasulullah dalam sebuah hadits. Rasulullah SAW bersabda “Allah telah berkata wahai hamba-hambaKu setiap kalian pasti berdosa kecuali yang aku jaga, maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian aku ampuni dan barangsiapa yang meyakini bahwa aku punya kemampuan untuk mengampuni dosa-dosanya, maka akan mengampuni dosa-dosanya, maka aku akan mengampuninya dan aku tidak peduli (seberapa banyak dosanya),” (HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).

3. Memudahkan Segala Urusan

Keutamaan serta manfaat istighfar adalah memudahkan dalam menjalankan suatu urusan. Rasulullah Saw pernah bersabda dalam sebuah hadist, berbunyi “Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas).

4. Membantu Menghilangkan Kemalasan

Salah satu cara yang bisa dilakukan ketika rasa malas sedang menghampiri adalah dengan beristighfar, dengan membaca istighfar maka rasa semangat akan muncul lagi. Seperti yang pernah dijelaskan oleh Rasulullah, bahwa beliau membaca kalimat istighfar ketika sedang malas.

Hal itu tertulis dalam hadist no 2702 yang diriwayatkan oleh Muslim. Rasulullah bersabda “Ketika hatiku malas, aku beristighfar pada Allah dalam sehari sebanyak 100 kali”.

5. Selamat dari Api Neraka

Selamat dari api neraka merupakan hal yang sangat diinginkan bagi setiap umat muslim. Manusia yang dikatakan sebagai makhluk hidup yang paling mulia di dunia nyatanya tidak sepenuhnya suci dari dosa.

Maka dari itu istighfar sebagaimana pengertiannya diatas merupakan salah satu ucapan yang dapat menyelamatkan manusia dari api neraka, dikarenakan istighfar adalah ucapan yang biasa digunakan ketika seseorang melakukan kesalahan ataupun dosa.

6. Mendapat Balasan Berupa Surga

Ketika seseorang banyak mengucap istighfar, maka mereka dapat dikatakan sebagai orang-orang yang ingat kepada Allah SWT ataupun orang-orang yang selalu memohon ampunan dari Allah SWT. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa merekalah orang-orang yang mengingat akan kesalahannya dan surgalah balasan yang diberikan oleh Allah SWT

7. Dijauhkan Dari Setan

Sifat buruk merupakan cerminan dari iblis dengan sifat setannya atau sifat yang tercela. Dengan mengucapkan istighfar, maka akan terjauh dari godaan-godaan setan yang mengarah kepada hal-hal yang tidak dibenarkan. Karena dengan banyak mengucapkan istighfar berarti seseorang ingat akan Tuhannya, yaitu Allah SWT

8. Menenangkan Hati

Sudah menjadi sifat manusia bahwa ketenangan adalah hal yang sangat dibutuhkan. Apabila melakukan kesalahan, pada umumnya manusia akan merasakan ketidak tenangan dalam hati dan jiwanya. Oleh karena itu, dengan membaca istighfar maka jiwa dan raga seakan terbebas dari kesalahan yang menciptakan ketenangan dalam hati

9. Membantu Mengatasi Kesedihan

Mengucapkan istighfar menurut sebagian orang tidak hanya diucapkan pada saat membuat kesalahan saja. Beberapa orang berpendapat bahwa mengucap istigfar akan membuat hati dan jiwa menjadi tenang dalam menghadapi semua hal yang terjadi, termasuk kesedihan

10. Membantu Membersihkan Hati

Seperti dijelaskan diatas, bahwa dengan mengucapkan istighfar maka seseorang berarti tidak lupa akan Tuhannya dan seseorang sadar akan kesalahan atau kelalaian yang dibuatnya. Apabila mengucap istighfar dapat menenangkan hati, maka istighfar juga dapat membersihkan hati dari hal-hal yang buruk yang datang dari luar maupun dari dalam jiwa

11. Mengikuti Perilaku Rasulullah

Berdasarkan salah satu hadist Rasulullah SAW bahwa mengucap istigfar akan membawa ketenangan dan Allah SWT akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan serta memberikan rezeki tanpa diduga. Sunnah diartikan sebagai cerminan perilaku Rasulullah SAW, maka dari itu seperti yang dikatakan oleh Rasulullah SAW bahwa mengucapkan istighfar akan membawa banyak manfaat.

Hikmah Membaca Istighfar

1. Bisa Membantu Mengabulkan Doa

Ketika sering membaca istighfar, maka Allah akan gembira karena umatnya mengingat-Nya. Hal tersebut bisa membantu kamu untuk mendapatkan apa yang sedang didoakan.

2. Hidup Menjadi LebihTentram

Sebagai manusia biasa tentu kita tidak luput dari sebuah kesalahan. Pasti ada kesalahan yang dilakukan meskipun tidak disadari. Untuk kesalahan-kesalahan yang disadari, terkadang hal itu membuat pikiran kita terganggu. Memikirkan kesalahan-kesalahan yang sudah diperbuat akan membuat hati terasa tidak nyaman, membuat gelisah bahkan tidak hidup dengan tentram.

Oleh karena itu, hal tersebut bisa diatasi dengan membaca istighfar sebanyak-banyaknya. Merenungi kesalahan sambal membaca istighfar akan membuat hati menjadi lebih tenang. Selain itu juga tetap dilakukan evaluasi diri sehingga hari-hari selanjutnya tidak melakukan kesalahan yang salah. Maka hidup akan menjadi lebih tentram.

3. Dekat dengan Allah

Ketika kita taat melakukan ibadah wajib dan menjalankan ibadah sunnah, maka secara tidak sadar kita menjadi dekat dengan Allah. Allah bersama hambanya yang taat beribadah. Istighfar juga salah satu cara untuk beribadah kepada Allah. Melalui bacaan-bacaan istighfar, kita bisa senantiasa dekat dengan Allah.

Itulah beberapa hal mengenai istighfar. Membaca Istighfar memiliki banyak sekali manfaat, maka dari itu bagi Grameds yang menganut agama muslim bisa menyempatkan untuk membaca istighfar setiap hari.

Referensi sebagai berikut ini ; 













Pengertian dan Langkah-langkah Untuk Meminta Ampunan atau Taubatan Nasuha

Pengertian dan Langkah-langkah Untuk Meminta Ampunan atau Taubatan Nasuha. Taubatan nasuha artinya adalah taubat atau memohon ampun atas segala dosa yang dilakukan secara bersungguh-sungguh, dengan kebulatan tekad, niat, dan menyempurnakannya dengan usaha memperbaiki diri. Tanpa melakukan usaha dan perbaikan diri, maka taubat yang dilakukan bukanlah taubatan nasuha. Ia hanya sekedar untuk meminta ampunan tapi usaha untuk menjauhi perbuatan dosanya tetap dilakukan.

Untuk melakukan taubatan nasuha maka terdapat langkah-langkah yang harus manusia lakukan sebagai usaha membuktikan diri kepada Allah bahwa kita memang benar-benar ingin bertaubat dan menjauhi segala perbuatan keji dan munkar kembali. Berikut BandungKita.id, rangkum beberapa tahapan atau langkah-langkah untuk melakukan taubatan nasuha, sbb ini ;

1. Evaluasi Diri

Evaluasi diri artinya manusia melakukan proses perenungan dan penghayatan dirinya, apa yang salah dan selama ini bernilai dosa di hadapan Allah. Tanpa melakukan proses perenungan dan pengahayatan akan kesalahan diri, maka manusia nantinya tidak akan menemukan apa saja kekeliruan dia selama ini. Untuk itu dibutuhkan proses evaluasi diri yang baik dan mendalam.

Evaluasi diri bukan hanya mengevaluasi atas yang kita sadari salah saja, melainkan mencari-cari apa kesalahan-kesalahan dan dosa yang kita perbuat selama ini agar tidak terjerumus ke dalam jurang yang sama atau melakukannya kembali tanpa sadar.

2. Mengakui Kesalahan

Mengakui kesalahan adalah awal langkah untuk meminta ampunan kepada Allah SWT. Mengakui kesalahan artinya adalah kita mengakui atas apa hasil evaluasi diri kita atau apa yang disampaikan orang lain kepada kita, atas perbuatan yang buruk.

Tanpa mengakui kesalahan, manusia dalam memohon ampun tidak akan benar-benar melakukannya dengan serendah-rendahnya atau dengan posisi yang benar-benar berserah diri kepada Allah SWT. Untuk itu, pengakuan kesalahan adalah langkah awal untuk melakukan taubatan Nasuha.

3. Memperbaiki Kesalahan

Memperbaiki kesalahan adalah hal yang wajib dilakukan manusia ketika sudah menyadari kesalahan atau kekeliruan dalam dirinya. Hal inilah yang membuktikan apakah ia bertaubat dengan sungguh-sungguh atau tidak.

Orang yang taubatan nasuha akan melakukan perbaikan, menjauhi kedosaan, dan bersungguh-sungguh untuk terus menjaga perbuatan baiknya. Ia akan berusaha dengan cara meningkat akhlak agar tidak masuk kepada kesesatan jalan hidup.

Orang yang hanya mengakui kesalahan dan tidak memperbaiki keadaan sejatinya dalam posisi yang tidak bersungguh-sungguh bertaubat. Allah menilai bukan hanya dari niat dan ungkapan permohonan taubat kita, namun Allah melihat amalan dan konsistensi perbuatan kita. Maka, kunci dari taubatan nasuha adalah amalan yang diperbaiki dan dilakukan secara konsisten.

4. Memohon Ampunan Allah

Meskipun sudah melakukan evaluasi dan perbaikan, manusia tidak bisa sombong mengatakan bahwa taubatnya telah diterima. Untuk itu, manusia tetap harus meminta ampunan Allah setiap saat dan di waktu-waktu berdoa atau shalat kita.

Manusia tidak pernah bisa memastikan kapan ia berdosa dan berpahala, karena perhitungan tersebut hnayalah Allah yang bisa menilainya. Untuk itu, dibutuhkan permohonan ampunan kepada Allah setiap waktu, karena kita tidak bisa terus menerus menyadari kesalahan apa yang telah kita perbuat.

Allah Maha Pengampun, maka kapanpun kita meminta ampunan, Allah selalu membukanya dengan luas.

5. Bertaubat Sebelum Ajal

Orang yang bertaubat sebelum ajal datang tidak akan bisa diterima oleh Allah karena sudah habis masa berlaku hidupnya sedangkan ia baru menyadari semuanya ketika ajal mejemput maka tidak akan ada waktu lagi pembuktian diri akan kesungguhan taubatnya.

Hal ini karena kita tidak tahu kapan kita akan menemui kematian. Sedangkan kematian yang dalam kondisi buruk adalah salah satu penyebab hati gelisah menurut Islam.

Istighfar (Arab: ٱسْتِغْفَار, Istiġfār) atau Astaghfirullah (أَسْتَغْفِرُ ٱللَّٰهَ‎ ʾastaġfiru l-lah) adalah tindakan meminta maaf atau memohon keampunan kepada Allah yang dilakukan oleh umat Islam. Hal ini merupakan perbuatan yang dianjurkan dan penting di dalam ajaran Islam. Tindakan ini secara harfiah dilakukan dengan mengulang-ulang perkataan dalam bahasa Arab astaghfirullah, yang berarti "Saya memohon ampunan kepada Allah".

Seorang Muslim menyebut perkataan ini beberapa kali, bukan saja ketika meminta ampun dari Allah sebagai doa, malah juga ketika dia sedang berbicara dengan orang lain. Apabila seorang Muslim hendak mencegah dari melakukan perbuatan yang salah, atau saat ia mau membuktikan bahwa dia tidak bersalah pada satu peristiwa dia menggunakan pernyataan ini. Setelah salat, seorang Muslim dianjurkan melafalkan perkataan ini sebanyak tiga kali.

Istighfar dalam filosofi Islam bermakna seseorang yang selalu memohon ampunan atas kesalahan dan terus berusaha untuk menaati perintah Tuhan dan tidak melanggarnya. Dalam Islam, makna Istighfar tidak terletak pada pengucapannya, tetapi pada seberapa dalam seseorang yang beristighfar memaknai dan menghayati apa yang ia ucapkan, dalam konteks yang lebih jauh lagi, agar ia terus mengingat Tuhan di saat ia tergoda untuk melakukan perbuatan dosa, dan apabila telah melakukan dosa, maka istighfar adalah titik baginya untuk bertekad tidak mengulangi perbuatannya.

Istighfar merupakan salah satu tindakan meminta maaf atau memohon ampunan kepada Allah yang dilakukan oleh umat muslim. Tindakan ini dilakukan secara berulang-ulang dalam kalimat astaghfirullah, yang artinya "saya memohon ampunan kepada Allah"

semoga Allah Swt mengampuni dosa-dosa hamba-hanya nya yaang mau selalu bertaubat kepada Allah Swt, Aamin Ya robbal Alamin. 


Referensi sebagai berikut ini ;