This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Senin, 25 Juli 2022

Siapa Saja Yang Belum Tahu Tata Cara Meminta Ampun Kepada Allah Swt, Coba Baca Panduan Ini

Siapa Saja Yang Belum Tahu Tata Cara Meminta Ampun Kepada Allah Swt, Coba Baca Panduan Ini. Imam Al-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW membaca lafal istighfar terakhir ini sebanyak 100 kali dalam sekali duduk.

Sebagai manusia terkadang kita merasa sadar bahwa kita mempunyai banyak kesalahan. Ketika perasaan ini datang, kadangkala kita kebingungan tentang bagaimana cara menebus kesalahan tersebut. Islam mengajarkan bahwa ketika kita menghadapi perasaan semacam ini, kita hendaknya segera memohon ampun kepada Allah SWT.

Memohon ampun kepada Allah disebut istighfar. Istighfar diambil dari kata ghafara-yaghfiru-ghufran yang berarti mengampuni. Ketika diubah menjadi istaghfara ia berubah arti menjadi meminta ampun. Al-Quran mengajarkan agar kita meminta ampunan kepada Allah SWT.

Dalam beberap bagian Al-Quran, Allah SWT menyuruh kita untuk meminta ampun kepadanya. Bahkan, Allah SWT menjanjikan bagi orang yang mau meminta ampun kepada-Nya berbagai macam kenikmatan.

Allah SWT berfirman, “Dan minta ampunlah kepada Tuhan kalian, kemudian bertaubatlah kepada-Nya, maka dia akan memberi kalian kenikmatan yang baik sampai waktu yang ditentukan, dan Dia akan memberi kemuliaan kepada setiap pemilik kemuliaan. Jika kalian berpaling, sungguh, aku khawatir kalian akan tertimpa azab yang besar.” (QS Hud: 3)

Allah SWT berfirman, “Wahai kaumku, mintalah ampun kepada Tuhan kalian, kemudian bertaubatlah kepadanya. Maka Dia akan menurunkan air hujan kepada kalian dengan derasnya dan menambah kekuatan kalian. Dan Jangan berpaling sebagai orang yang berbuat jahat.” (QS Hud: 52)

Allah SWT berfirman, “Minta ampunlah kepada Tuhan kalian, karena sungguh, Dia adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” (QS Nuh: 10)

Rasulullah SAW juga diperintahkan untuk memohon ampunan sekalipun beliau adalah manusia yang terjaga dari dosa. Allah SWT berfirman, “Sucikan dengan memuji Tuhanmu, dan mintalah ampunan-Nya. Sungguh, Dia adalah Yang Maha Menerima Taubat.” (QS Al-Nashr: 3).

Berdasarkan keterangan ini, meminta ampun kepada Allah merupakan perkara yang dianjurkan dalam Islam. Karenanya, hendaknya kita senantiasa memperbanyak memohon ampun kepada Allah. Sedangkan cara memohon ampun cukup mudah. Kita dapat mengungkapkannya dengan bahasa kita sendiri. Boleh juga menggunakan redaksi yang terdapat dalam Al Quran, hadis maupun lafal yang biasa digunakan oleh ulama.

Bacaan Untuk Memohon Ampun Kepada Allah

Di antara lafal istighfar yang berasal dari hadis Nabi adalah sebagai berikut:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullahal ‘Azhim Alladzi La Ilaha Illa Huwal Hayyul Qayyum Wa Atubu Ilaihi

Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan yang tiada tuhan yang hak disembah kecuali Dia, Yang Maha Hidup Lagi Mengurusi, saya bertaubat kepada Nya. (HR Tirmidzi)

Dalam keterangan lain, Rasulullah SAW beristighfar menggunakan redaksi berikut,

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الغَفُورُ

Rabbighfir li wa tub ‘alayya innakat tawwabul ghafur

Ya Tuhanku, ampuni aku dan terima taubatku. Sugguh, engkau adalah Tuhan Penerima Taubat dan Pemberi ampun (HR. Tirmidzi)

Imam Al-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW membaca lafal istighfar terakhir ini sebanyak 100 kali dalam sekali duduk.

Demikianlah tata cara memohon ampun kepada Allah. Ada baiknya sebelum memohon ampun kepada Allah, kita melakukan shalat sunnah taubat terlebih dahulu. Tidak lupa, sebelum melaksanakan shalat sunnah taubat, kita mandi taubat dan bewudu secara sempurna. Hal ini agar kita benar-benar khusyuk ketika memohon ampun kepada Allah. Semoga bermanfaat.

Bagi umat Muslim, mengucapkan astagfirullah tentu bukanlah hal yang asing lagi. Sebagai salah satu ucapan dalam bahasa Arab, mengucapakan astagfirullah dapat menguatkan hati dan mendekatkan hati kepada Allah SWT. Akan tetapi masih banyak yang belum mengetahui arti astagfirullah sebagai permohonan ampunan kepada Allah SWT.

Arti Astagfirullah

Astagfirulllah atau dikenal sebagai istighfar merupakan salah satu kalimat istimewa dalam agama Islam. Sebagaimana yang dikutip dari buku Al-Wafi: Syarah Hadits Arba'in Imam an-Nawawi. stighfar merupakan perkataan yang besar. Ia merupakan asas keselamatan seorang hamba bahwa dia tidak akan perna terlepas dari dosa, baik disengaja maupun tidak disengaja.

Sebagai mana Allah berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 199 yang artinya,

Kemudian bertolaklah kamu dari tempat orang banyak bertolak (Arafah) dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Dilansir dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), terdapat 3 arti dari ucapan astagfirullah, yakni. Semoga Allah mengempuni aku, Seruan untuk menyatakan rasa heran bercampur sedih, Seruan untuk menyatakan rasa pasrah (penyerahan diri) kepada Allah SWT supaya diberi ampunan. Ucapan astagfirullah memiliki arti “aku mohon ampun kepada Allah”.

Keutamaan Mengucapkan Astagfirullah

Sebagai salah satu kalimat istimewa, astagfirullah memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

1. Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Mengucapkan astagfirullah merupakan salah satu cara memohon ampunan kepada Allah SWT. Semakin sering seorang hamba meminta ampunan, maka ia akan semakin dekat dengan Allah. pasalnya Allah SWT sangat menyukai hamba yang selalu memohon ampun.

2. Ketika Lemah akan Dikuatkan

Manusia adalah mahluk yang lemah, sebab manusia selalu berbuat dosa, tempat salah, mempunyai nafsu yang membawa kepada jurang kesesatan. Ketika masalah datang menghampiri, manusia akan merasa lemah. Seperti saat berbagai masalah dan ujian terasa berat, maka dianjurkan memperbanyak meminta ampunan kepada Allah dan memperbanyak mengucapkan astagfirullah. Dengan meminta ampunan kepada Allah, maka hati manusia akan dikuatkan yang kemudian dinaikkan derajatnya di hadapan Allah SWT.

Hal ini merupakan janji Allah yang ternukil dalam Surat Hud ayat 52 yang artinya,

“Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”

3.  Dilancarkan Rezeki

Manfaat lain dari mengucapkan astagfirullah adalah dilancarkan rezekinya oleh Allah SWT. Hidup akan menjadi mudah jika seorang hamba sering mengucapkan astagfirullah. Sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa pun yang selalu dalam keadaan bertobat, maka Allah akan memberikan sukacita kesedihan, dan kelapangan kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak terduga.” (HR. Ibnu Majah)

Kewajiban beristighfar itu makin kuat bagi orang yang sedang jatuh dalam kemaksiatan dan dosa. Karena siapa yang bisa menghindarkan dirinya sama sekali dari perbuatan dosa? Di sini istighfar berfungsi sebagai perangkat untuk menghilangkan kekurangannya, dan yang dapat mencucinya dari kotoran dosa.

Allah SWT menyebut sifat-sifat kaum muttaqin dalam al Quran sebagai orang yang:

"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa selain dari pada Allah? - Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui" (QS. Ali Imran: 135).

Dan firman Allah SWT:

"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. an-Nisa: 110.).

Allah SWT memuji nabi-nabi-Nya dalam Al Qur'an dengan tindakan mereka yang melakukan istighfar itu. Mereka adalah manusia yang paling bersegera dalam melakukan istighfar dan yang paling senang melakukannya.

Dalam kisah Adam, nenek moyang manusia, beliau beristighfar ketika beliau dibujuk oleh syaitan hingga beliau dan istrinya memakan pohon yang dilarang itu. Maka beliau segera meminta istighfar dan kembali kepada-Nya:

"Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." [QS. al A'raf: 23.].

Nabi Nuh a.s, pemimpin para rasul itu meminta istighfar bagi dirinya, kedua orang ketuanya, dan bagi semua orang yang berhak atasnya, juga bagi kaum mu' minin dan mu'minat:

"Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan." (QS. Nuh: 28).

Dan Nabi Ibrahim a.s. berdo'a:

"Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu'min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)." (QS. Ibrahim: 41).

"Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat adn hanya kepada Engkaulah kami kembali, " Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami Ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." [QS. al Mumtahanah: 4-5.].

Nabi Musa a.s. yang secara tidak sengaja membunuh seorang manusia, sebelum beliau mendapatkan kerasulannya, segera meminta ampunan kepada Rabbnya atas kesalahannya itu.

"Musa mendo'a: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. al Qashash: 16.).

Pada kesempatan lain, beliau berdoa:

"Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya." (QS. al A'raaf: 155).

Allah SWT berfirman dalam kisah Nabi Daud a.s:

"Dan Daud mengetahui bahwa kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat" [QS. Shaad: 24].

Dalam kisah Nabi Sulaiman a.s. Allah SWT berfirman:

"Ia berkata: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku." (QS. Shaad: 35).

Dan Nabi Muhammad Saw juga diperintahkan untuk bertaubat dalam banyak ayat, seperti dalam firman Allah SWT dalam al Qur'an Makki ini:

"Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi." (QS. Ghaafir: 55).

Dalam al Qur'an Madani Allah SWT memerintahkan beliau untuk beristighfar kepada-Nya, dalam firman Allah SWT:

"Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. an-Nisa: 106).

Juga Allah SWT memerintahkan beliau untuk beristighfar bagi dirinya dan kaum mu'minin dan mu'minat. Yaitu dalam firman Allah SWT:

"Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu'min, laki-laki dan perempuan." (QS. Muhammad: 19).

Dan firman Allah SWT:

"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat." (QS. an-Nashr: 1-3).

Ini adalah bagian dari surah yang diturunkan belakangan. Atau ia diturunkan pada penghujung kehidupan Rasulullah Saw, dan setelah turunnya firman Allah SWT dalam surah al Fath:

"Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu." (QS. al Fath: 2).

Dan ini diturunkan pada tahun keenam hijriah setelah terjadinya perdamaian Hudaibiah yang terkenal itu, yang dinamakan Allah SWT sebagai kemenangan yang nyata.

Namun demikian, Allah SWT tetap memerintahkan beliau untuk beristighfar. Dan Rasulullah Saw adalah manusia yang paling banyak beristighfar kepada Rabbnya. Sahabat beliau pernah menghitung, dalam satu majlis, Rasulullah Saw lebih dari tujuh puluh kali mengucapkan: " Wahai Rabb-ku ampunilah daku dan berilah Aku taubat".

An-Nasaai meriwayatkan dari Ibnnu Umar bahwa ia mendengar Rasulullah Saw mengucapkan: "Aku memohon ampunan kepada Allah Yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Hidup kekal dan terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Aku memohon taubat kepadaNya" dalam satu majlis ,sebelum bangkit darinya, sebanyak seratus kali. Dalam satu riwayat: "kami menghitung Rasulullah Saw dalam satu majlis mengucapkan: 'Wahai Rabb-ku ampunilah daku dan berilah daku taubat, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi taubat dan Maha Pengampun' sebanyak seratus kali." (Fathul Bari: 11/101, 102).

Dalam sahih Muslim dari hadits al Aghar al Muzni diriwayatkan:

"Pernah ada kelalaian untuk berdzikir dalam hatiku, dan aku beristigfar kepada Allah SWT setiap hari sebanyak seratus kali untuk kelalaian itu ".

Dalam sahih Bukhari dari hadits Abi Hurairah r.a.:

"Demi Allah, aku beristighfar dan meminta taubat kepada Allah SWT dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali".

Ulama menafsirkan "al ghain" yang berada dalam hati Rasulullah Saw itu adalah: suatu masa Rasulullah Saw tidak melakukan dzikir yang terus dilakukan beliau. Dan jika Rasulullah Saw melupakannya karena suatu hal, maka beliau menganggap itu sebagai dosa, dan beliau ber istighfar kepada Allah SWT dari kelalaian itu.

Ada yang berpendapat: itu adalah sesuatu yang terjadi dalam hati, seperti keinginan hati yang biasa terjadi dalam diri manusia.

Ada yang berpendapat: para nabi adalah orang yang amat berusaha keras untuk melakukan ketaatan kepada Allah SWT. Karena mereka mengtehui hak-Nya atas mereka sehingga mereka terus bersyukur kepada Allah SWT, dan mengakui bahwa mereka selalu kurang sempurna dalam menjalankan apa yang diperintahkan Allah SWT kepada mereka.

Al Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin berkata: adalah Rasulullah Saw selalu meningkat derajat beliau. Dan setiap kali beliau menaiki suatu derajat maka beliau akan melihat derajat yang sebelumnya, dan beliau akan ber istighfar atas derajat yang lebih rendah itu. [Fathul Bari: 11/ 102, 102].

Al Muhasiby berkata: malaikat dan para nabi adalah orang yang lebih takut kepada Allah SWT dibandingkan orang yang lebih rendah derajatnya dari mereka. Dan takut mereka adalah sebuah takut penghormatan dan pemuliaan. Mereka beristighfar dari kekurang sempurnaan dalam menjalankan apa yang seharusnya, bukan karena dosa yang dilakukan.

Qadhi 'Iyadh berkata: sabda beliau: "Wahai Rabb-ku ampunilah dosaku dan ampunilah atas apa yang aku telah dahulukan dan apa yang aku telah tunda dapat dinilai sebagai sebuah ungkapan dari ketawadhu'an, ketundukan, sikap merendahkan diri, dan sebagai kesyukuran kepada Rabbnya, karena beliau tahu bahwa Allah SWT telah mengampuninya. (Fathul Bari: 11/ 198).

Terdapat hadits sahih dari Rasulullah Saw tentang bentuk redaksional istighfar beliau yang tidak pernah digunakan oleh seorang nabi atau Rasulupun sebelum beliau, yaitu:

"Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, tingkah berlebihan dalam perkaraku, serta apa yang Engkau lebih tahu dariku. Ya Allah ampunilah keseriusan dan sikap humorku, ketidak sengajaan dan kesengajaanku, dan seluruh perbuatan seperti itu yang ada padaku. Ya Allah, ampunilah apa yang aku dahulukan dan apa yang aku akhirkan, serta apa yang sembunyikan dan apa yang aku beritahukan, dan Engkau adalah Yang memajukan dan Engkau pula Yang memundurkan, dan Engkau adalah Maha kuasa atas segala sesuatu." (Hadits diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abi Musa. Fathul Bari 11/ 196, 197).

Dan Rasulullah Saw bersabda: sayyidul istighfar adalah engkau mengucapkan:

"Ya Allah, Engkau Rabbku, tidak ada tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu dan aku akan terus berada dalam jalan dan janji-Mu selama aku mampun. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang telah aku perbuat, dan aku mengakui nikmat yang Engkau berikan kepadaku, dan aku akui pula dosa yang telah aku perbuat, maka ampunilah daku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain daripada Engkau." (Hadits diriwayatkan oleh Bukhari dalam Kitab Ad Da'awat dari Syidad bin Aus dengan nomor: (6306)).

Syeikh Ibnu Abi Hamzah berkata: dalam hadits ini terkumpulkan keelokan makna dan keindahan lafazh, sehingga memang ia berhak disebut sebagai sayyidul istighfar. Di dalamnya terdapat pengakuan bagi Allah SWT atas ke-Tuhanan-Nya, bagi diri-Nya semata, dan penyembahan kepada-Nya. Juga pengakuan bahwa Dia adalah Sang Pencipta, pengakuan akan perjanjian yang telah diambilnya dari Allah SWT, pengharapan akan janji yang telah diberikan oleh Allah SWT, perlindungan dari kejahatan yang dilakukan oleh hamba atas diirnya sendiri, penisbahan nikmat kepadaNya, sementara menisbahkan dosa kepada dirinya sendiri, juga keinginannya untuk meminta ampunan, serta pengakuannya bahwa tidak ada seorangpun yang dapat memberikan pengampunan itu selain Allah SWT. Seluruh sisi itu menunjukkan penyatuan antara sisi syari'ah dengan hakikat.. Karena kewajiban-kewajiban syari'ah terwujudkan dengan adanya pertolongan dan bantuan Allah SWT. Inilah apa yang dikatakan sebagai hakikat. (Fathul Bari: 11/100).

Referensi sebagai berikut ini ; 











Astagfirullah sebagai Permohonan Ampunan Allah Swt

Astagfirullah sebagai Permohonan Ampunan Allah Swt. Bagi umat Muslim, mengucapkan astagfirullah tentu bukanlah hal yang asing lagi. Sebagai salah satu ucapan dalam bahasa Arab, mengucapakan astagfirullah dapat menguatkan hati dan mendekatkan hati kepada Allah SWT. Akan tetapi masih banyak yang belum mengetahui arti astagfirullah sebagai permohonan ampunan kepada Allah SWT.

Arti Astagfirullah

Astagfirulllah atau dikenal sebagai istighfar merupakan salah satu kalimat istimewa dalam agama Islam. Sebagaimana yang dikutip dari buku Al-Wafi: Syarah Hadits Arba'in Imam an-Nawawi karya Dr. Musthafa Dieb Al-Bugha dan Syeikh Muhyiddin Mistu (2017: 457), istighfar merupakan perkataan yang besar. Ia merupakan asas keselamatan seorang hamba bahwa dia tidak akan perna terlepas dari dosa, baik disengaja maupun tidak disengaja.

Sebagai mana Allah berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 199 yang artinya, Kemudian bertolaklah kamu dari tempat orang banyak bertolak (Arafah) dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

Dilansir dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), terdapat 3 arti dari ucapan astagfirullah, yakni. Semoga Allah mengempuni aku, Seruan untuk menyatakan rasa heran bercampur sedih, Seruan untuk menyatakan rasa pasrah (penyerahan diri) kepada Allah SWT supaya diberi ampunan. Ucapan astagfirullah memiliki arti “aku mohon ampun kepada Allah”.

Keutamaan Mengucapkan Astagfirullah

Sebagai salah satu kalimat istimewa, astagfirullah memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

1. Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Mengucapkan astagfirullah merupakan salah satu cara memohon ampunan kepada Allah SWT. Semakin sering seorang hamba meminta ampunan, maka ia akan semakin dekat dengan Allah. pasalnya Allah SWT sangat menyukai hamba yang selalu memohon ampun.

2. Ketika Lemah akan Dikuatkan

Manusia adalah mahluk yang lemah, sebab manusia selalu berbuat dosa, tempat salah, mempunyai nafsu yang membawa kepada jurang kesesatan. Ketika masalah datang menghampiri, manusia akan merasa lemah. Seperti saat berbagai masalah dan ujian terasa berat, maka dianjurkan memperbanyak meminta ampunan kepada Allah dan memperbanyak mengucapkan astagfirullah. Dengan meminta ampunan kepada Allah, maka hati manusia akan dikuatkan yang kemudian dinaikkan derajatnya di hadapan Allah SWT. Hal ini merupakan janji Allah yang ternukil dalam Surat Hud ayat 52 yang artinya,

“Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”

3.  Dilancarkan Rezeki

Manfaat lain dari mengucapkan astagfirullah adalah dilancarkan rezekinya oleh Allah SWT. Hidup akan menjadi mudah jika seorang hamba sering mengucapkan astagfirullah. Sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa pun yang selalu dalam keadaan bertobat, maka Allah akan memberikan suka cita kesedihan, dan kelapangan kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak terduga.” (HR. Ibnu Majah)

Demikian penjelasan tentang arti astagfirullah sebagai ucapan memohon ampunan kepada Allah SWT. Semoga kita menjadi seorang hamba yang pandai memohon ampunan Allah SWT

Referensi sebagai berikut ini ; 












Selain Kemudahan Rezeki, Inilah Keistimewaan Istighfar (Alm. Syekh Ali Jaber)

Setiap kita dianjurkan untuk istighfar dengan senantiasa memohon ampun kepada Allah SWT. Adapun kelebihan orang yang rajin istighfar ini, Syekh Ali Jaber mengatakan orang ini akan diberikan kemudahan rezeki oleh Allah SWT. Selain itu, ternyata ada keistimewaan lain bagi orang yang rajin mengamalkan istighfar ini.

"Istighfar merupakan salah satu kunci mendatangkan rezeki. Sebaik-baiknya Istighfar itu sepanjang waktu pada pagi, siang, sore dan malam," ujar Syekh Ali Jaber.

"Naik motor, jalan kaki, naik bis mau kemana-mana. Tidak keberatan membasahi lidah kita dengan Istighfar," lanjutnya.

Ada seorang sahabat Rasulullah SAW bertanya, "Wahai Rasulullah, berikanlah kepadaku amalan yang menjaminkanku masuk surga."

Rasulullah SAW bersabda, "Basahi lidahmu dengan dzikir kepada Allah SWT." Kunci rezeki adalah Istighfar. Allah SWT menjaminkan di dalam surah Nuh.

"Maka aku berkata (kepada mereka), mohon ampunan kepada tuhanmu, sungguh dia maha pengampun." (QS. Nuh ayat 10)

Inilah manfaat dari Istighfar yang terdapat pada ayat selanjutnya , "Maka dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu. Dan dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakannya kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu." (QS. Nuh ayat 11-12).

Syekh Ali Jaber mengatakan bahwa dengan istighfar terjamin keturunan, dengan istighfar diberi kemudahan rezeki, dengan istighfar kelancaran usaha." "Dengan istighfar banyak kemudahan dan kemuliaan yang kita dapat," jelasnya.

Referensi sebagai berikut ini ; 









Selain Menghapus Dosa, Inilah Beberapa Keistimewaan Istighfar Kepada Allah Swt

Selain Menghapus Dosa, Inilah Beberapa Keistimewaan Istighfar Kepada Allah Swt. Sebagai manusia, tentu saja kita tidak luput dari khilaf dan dosa. Dan salah satu cara untuk membersihkan dosa tersebut adalah dengan melafadzkan istighfar. Bukan hanya sekedar istighfar di lisan saja, tapi juga istighfar dengan hati yang tulus. Dengan melakukan hal tersebut, maka akan lebih mudah bagi kita untuk mendapatkan keistimewaan istighfar.

#1 Dicintai oleh Allah SWT

Setiap manusia tentu saja pernah melakukan kesalahan. Namun, pengampunan Allah adalah yang terbaik. Orang yang beristighfar dan mengharap pengampunan Allah bukan hanya akan diampuni oleh Allah. Tapi juga disebut sebagai kekasih Allah.

#2 Diampuni Dosanya oleh Allah

Setiap manusia pernah melakukan dosa. Namun, segelap apapun dosa seseorang, tidak ada yang lebih pengampun selain Allah yang Maha Pengampun. Karena itu, saat seseorang beristighfar dan bertekad untuk melakukan taubat, saat itu juga Allah mengampuni dosanya dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri.

#3 Mendapatkan Surga Sebagai Balasan

Salah satu sifat manusia adalah bersikap dzolim. Bahkan terhadap dirinya sendiri. Namun, jika orang tersebut mengingat Allah dan memohon ampun, maka Allah akan memaafkannya. Selain itu, Allah juga akan memberi balasan surga atas taubat yang dilakukan oleh orang tersebut.

#4 Mengecewakan Syaithan

Tidak ada yang lebih mengecewakan setan kecuali seorang hamba yang bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Karena hal tersebut tidak sesuai dengan keinginan setan yang berusaha agar setiap manusia tersesat dan membangkang dari Allah.

#5 Dilancarkan Rezekinya

Orang yang beristighfar dan berharap ampunan Allah adalah orang yang akan dicintai oleh Allah. Ketika Allah sudah mencintai hamba-Nya, maka segala kesulitan akan dibantu oleh Allah Yang Maha Kuasa. Dan segala kesedihan juga akan diangkat karena Allah adalah Maha Membolak-Balikkan Hati.

#6 Bertambah Sejahtera

Seseorang yang beristighfar dengan sungguh – sungguh dan mengharap ampunan Allah pasti akan mendapatkan hal tersebut. Lebih dari itu, Allah juga akan memberikan banyak nikmat dan kesejahteraan padanya. Sebagaimana yang tertulis dalam QS. Nuh.

Maka aku katakan kepada mereka : Mohon ampunlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan deras, dan membanyakkan harta dan anak – anakmu, dan mengadakan untukmu kebun – kebuh dan mengadakan untukmu sungai – sungai. (QS. Nuh: 10 – 12)

#7 Menjadi Orang yang Beruntung

Menyadari kesalahan dan dosa yang dilakukan kemudian beristighfar dan bertaubat bukanlah hal yang mudah. Karena itu, hanya orang – orang yang beruntung saja yang bisa menyadari hal ini dan berani untuk beristighfar. Selain itu, Allah juga mengatakan bahwa orang yang bertaubat adalah orang yang beruntung dalam QS. An-Nur.

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah SWT, hai orang – orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nur: 31)

Itulah beberapa keistimewaan istighfar yang perlu Anda tahu. Dengan mengetahui berbagai keistimewaan tersebut, semoga semakin mudah bagi kita untuk beristighfar secara rutin.

Manfaat istighfar sangat besar untuk seorang muslim. Bahkan Nabi Muhammad SAW melakukannya berkali-kali. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Rasulullah SAW beristighfar sebanyak seratus kali dalam sehari. Sementara, di hadis lainnya dikatakan bahwa Rasulullah beristighfar sebanyak 70 kali dalam sehari.

Istighfar atau kalimat astaghfirullah al-azim merupakan kalimat yang biasanya diucapkan sebagai permohonan ampun kepada Allah SWT. Astaghfirullah al azim memiliki makna “saya mohon ampun kepada Allah SWT yang Maha Besar.”

Manfaat istighfar bisa kamu dapatkan dengan melantunkannya selama berzikir setiap harinya. Selain bermakna memohon ampun, istighfar juga berarti sebagai permintaan maaf dengan setulus hati kepada Allah SWT.

Berzikir dengan membaca kalimat istighfar sangat dianjurkan dilakukan setiap hari. Apalagi bacaan istighfar bermakna untuk memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang diperbuat selama ini. Berikut beberapa manfaat istighfar yang perlu dipahami umat Islam:

Dosa-dosa diampuni

Untuk membersihkan dosa-dosa setiap muslim, maka manusia memohon ampun kepada Allah SWT. Salah satu caranya adalah dengan senantiasa melakukan istighfar. Manfaat istighfar ini biasanya memang dilakukan oleh umat Islam untuk memohon ampun kepada Allah. 

Utusan Allah SWT berkata, “Allah, Yang Mahabesar, telah berkata: “'Wahai putra Adam, aku memaafkanmu selama kamu berdoa kepada-Ku dan berharap untuk pengampunan-Ku, dosa apa pun yang telah kamu lakukan. Wahai putra Adam, aku tidak peduli jika dosamu mencapai puncak langit, maka kamu memohon pengampunanku, aku akan memaafkanmu." (Tirmidzi)

Jadi, ingatlah untuk dengan tulus beristighfar dan jika Allah menghendaki, maka kamu akan bebas dari dosa.

Membuka pintu rezeki

Manfaat istighfar tidak hanya meminta ampun, namun juga bisa membukakan pintu rezeki bagi si pembacanya. Hal itu dijelaskan Allah SWT dalam firmannya di Surat Nuh ayat 10-12, yang artinya:

"Maka Aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha-Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepadamu hujan lebat, dan membanyakkan harta, anak-anak, dan mengadakan untukmu kebun-kebun, serta mengadakan untukmu sungai-sungai.'' (QS Nuh : 10-12).

Min haitsu laa yagtasib, rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Itulah janji Allah  swt yang sangat menentramkan hati bagi para hamba-Nya yang gemar beristighfar. Memang bagi akal pikiran manusia, hal tersebut hampir mustahil. Namun bagi Allah SWT, akal manusia sangatlah terbatas sedangkan kehendak Allah SWT tiada batas.

Sebab terkabulkannya doa

Manfaat isitghfar juga membuat terkabulnya sebuah doa. Nabi Muhammad SAW berkata kepada kaumnya sebagaimana yang Allah jelaskan dalam firman-Nya,

“Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada sembahan (yang hak) bagi kalian, kecuali Dia. Dia telah menciptakan kalian dari bumi (tanah) dan menjadikan kalian sebagai pemakmur (bumi) itu maka beristighfarlah kepada-Nya, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Rabb-ku amatlah dekat lagi mengabulkan (doa hamba-Nya).” (Hud: 61)

Manfaat Istighfar

Memberikan jalan keluar dari setiap kesedihan

Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan bahwa manfaat istigfar dapat memberikan jalan keluar dari setiap kesedihan. Tidak hanya itu, manfaat istighfar juga dapat melapangkan setiap kesempitan yang dialami seorang muslim. 

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir).

Mendapatkan kenikmatan yang terus menerus

Seperti disebutkan oleh Allah SWT dalam surat Hud ayat 3, manfaat istighfar dan meminta ampun kepada Allah SWT dapat membuat kamu mendapatkan kenikmatan. Dalam ayat tersebut Allah berfirman:

"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat." (QS. Hud: 3)

Kejahatan diganti dengan kebajikan

Saat seorang hamba bertaubat dan beristighfar, maka jarak antara Allah SWT dengan hamba-Nya akan semakin dekat. Selain itu, bagi hamba yang selalu membersihkan jiwanya dari noda dosa, ia akan senantiasa diberikan kelapangan dan kemudahan dalam hidup. Bahkan manfaat istighfar juga dapat membuat kejahatan yang selama ini kamu perbuat diganti Allah SWT dengan kebajikan.

Allah berfirman,"Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka akan diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al Furqan: 70)

Menghindarkan hamba dari siksa allah dan musibah

Manfaat istighfar juga dapat menghindari seorang muslim dari siksal Allah dan musibah. Allah SWT berfirman,

“Dan Allah tidak akan menyiksa mereka sedang mereka dalam keadaan beristighfar.” [Al-Anfal: 33]

Allah SWT berfirman pula menjelaskan sebab terselamatkannya Nabi Yunus AS,

“Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk sebagai orang-orang yang banyak bertasbih, niscaya ia akan tetap tinggal di dalam perut ikan itu sampai hari kebangkitan.” [Ash-Shaffat: 143-144]

Pada ayat lain, juga menjelaskan bentuk tasbih Nabi Yunus  yang merupakan salah satu makna istighfar, yaitu dalam firman-Nya,

“Tiada sembahan (yang hak), kecuali Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya saya termasuk ke dalam golongan orang-orang zhalim.” [Al-Anbiya`: 87]

Berbahagia di Hari Kiamat

Manfaat isitghfar juga menjadikan kamu akan berbahagia di hari kiamat. Telah shahih bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang ingin bahagia dengan catatan amalnya (pada hari kiamat), hendaklah ia beristighfar kepada Allah.”

Telah shahih pula bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sangat beruntunglah orang yang menemukan bahwa pada catatan amalnya terdapat banyak istighfar.”

Bacaan Istighfar dan Artinya

Ilustrasi Islami, muslim, berdoa

Perbesar

Ilustrasi Islami, muslim, berdoa. (Photo by Masjid Pogung Dalangan on Unsplash)

Berikut bacaan istighfar yang bisa kamu lantunkan setiap hari:

Istigfar Pendek

Astaghfirullah

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”

Istigfar Nabi Sebelum Wafat

Subhanallahi wabihamdih, astaghfirullaha wa atuubu ilaih

Artinya: “Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.”

Istigfar Penghapus Dosa Besar

Astaghfirullah, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Istigfar Nabi Adam, Robbana dholamna anfusana, wa illam taghfir lana wa tarhamna, lanakuunanna minal khasirin. Artinya: "Wahai Pemelihara kami, sesungguhnya kami telah berbuat zhalim terhadap diri-diri kami. Jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, sungguh kami termasuk golongan orang-orang yang rugi."

Referensi sebagai berikut ini ; 










Manfaat Istighfar Setiap Hari bagi Seorang Muslim, Keutamaannya Luar Biasa

Manfaat Istighfar Setiap Hari bagi Seorang Muslim, Keutamaannya Luar Biasa. Manfaat istighfar sangat besar untuk seorang muslim. Bahkan Nabi Muhammad SAW melakukannya berkali-kali. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Rasulullah SAW beristighfar sebanyak seratus kali dalam sehari. Sementara, di hadis lainnya dikatakan bahwa Rasulullah beristighfar sebanyak 70 kali dalam sehari.

Istighfar atau kalimat astaghfirullah al-azim merupakan kalimat yang biasanya diucapkan sebagai permohonan ampun kepada Allah SWT. Astaghfirullah al azim memiliki makna “saya mohon ampun kepada Allah SWT yang Maha Besar.”

Manfaat istighfar bisa kamu dapatkan dengan melantunkannya selama berzikir setiap harinya. Selain bermakna memohon ampun, istighfar juga berarti sebagai permintaan maaf dengan setulus hati kepada Allah SWT.

Berzikir dengan membaca kalimat istighfar sangat dianjurkan dilakukan setiap hari. Apalagi bacaan istighfar bermakna untuk memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang diperbuat selama ini. Berikut beberapa manfaat istighfar yang perlu dipahami umat Islam:

Dosa-dosa diampuni

Untuk membersihkan dosa-dosa setiap muslim, maka manusia memohon ampun kepada Allah SWT. Salah satu caranya adalah dengan senantiasa melakukan istighfar. Manfaat istighfar ini biasanya memang dilakukan oleh umat Islam untuk memohon ampun kepada Allah. 

Utusan Allah SWT berkata, “Allah, Yang Mahabesar, telah berkata:

“'Wahai putra Adam, aku memaafkanmu selama kamu berdoa kepada-Ku dan berharap untuk pengampunan-Ku, dosa apa pun yang telah kamu lakukan. Wahai putra Adam, aku tidak peduli jika dosamu mencapai puncak langit, maka kamu memohon pengampunanku, aku akan memaafkanmu." (Tirmidzi)

Jadi, ingatlah untuk dengan tulus beristighfar dan jika Allah menghendaki, maka kamu akan bebas dari dosa.

Membuka pintu rezeki

Manfaat istighfar tidak hanya meminta ampun, namun juga bisa membukakan pintu rezeki bagi si pembacanya. Hal itu dijelaskan Allah SWT dalam firmannya di Surat Nuh ayat 10-12, yang artinya:

"Maka Aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha-Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepadamu hujan lebat, dan membanyakkan harta, anak-anak, dan mengadakan untukmu kebun-kebun, serta mengadakan untukmu sungai-sungai.'' (QS Nuh : 10-12).

Min haitsu laa yagtasib, rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Itulah janji Allah  swt yang sangat menentramkan hati bagi para hamba-Nya yang gemar beristighfar. Memang bagi akal pikiran manusia, hal tersebut hampir mustahil. Namun bagi Allah SWT, akal manusia sangatlah terbatas sedangkan kehendak Allah SWT tiada batas.

Sebab terkabulkannya doa

Manfaat isitghfar juga membuat terkabulnya sebuah doa. Nabi Muhammad SAW berkata kepada kaumnya sebagaimana yang Allah jelaskan dalam firman-Nya,

“Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada sembahan (yang hak) bagi kalian, kecuali Dia. Dia telah menciptakan kalian dari bumi (tanah) dan menjadikan kalian sebagai pemakmur (bumi) itu maka beristighfarlah kepada-Nya, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Rabb-ku amatlah dekat lagi mengabulkan (doa hamba-Nya).” (Hud: 61)

Manfaat Istighfar

Memberikan jalan keluar dari setiap kesedihan

Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan bahwa manfaat istigfar dapat memberikan jalan keluar dari setiap kesedihan. Tidak hanya itu, manfaat istighfar juga dapat melapangkan setiap kesempitan yang dialami seorang muslim. 

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir).

Mendapatkan kenikmatan yang terus menerus

Seperti disebutkan oleh Allah SWT dalam surat Hud ayat 3, manfaat istighfar dan meminta ampun kepada Allah SWT dapat membuat kamu mendapatkan kenikmatan. Dalam ayat tersebut Allah berfirman:

"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat." (QS. Hud: 3)

Kejahatan diganti dengan kebajikan

Saat seorang hamba bertaubat dan beristighfar, maka jarak antara Allah SWT dengan hamba-Nya akan semakin dekat. Selain itu, bagi hamba yang selalu membersihkan jiwanya dari noda dosa, ia akan senantiasa diberikan kelapangan dan kemudahan dalam hidup. Bahkan manfaat istighfar juga dapat membuat kejahatan yang selama ini kamu perbuat diganti Allah SWT dengan kebajikan.

Allah berfirman,"Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka akan diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al Furqan: 70)

Menghindarkan hamba dari siksa allah Swt dan musibah

Manfaat istighfar juga dapat menghindari seorang muslim dari siksal Allah dan musibah. Allah SWT berfirman, “Dan Allah tidak akan menyiksa mereka sedang mereka dalam keadaan beristighfar.” (Al-Anfal: 33). Allah SWT berfirman pula menjelaskan sebab terselamatkannya Nabi Yunus AS, “Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk sebagai orang-orang yang banyak bertasbih, niscaya ia akan tetap tinggal di dalam perut ikan itu sampai hari kebangkitan.” (Ash-Shaffat: 143-144)

Pada ayat lain, juga menjelaskan bentuk tasbih Nabi Yunus  yang merupakan salah satu makna istighfar, yaitu dalam firman-Nya,

“Tiada sembahan (yang hak), kecuali Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya saya termasuk ke dalam golongan orang-orang zhalim.” (Al-Anbiya`: 87)

Berbahagia di Hari Kiamat

Manfaat isitghfar juga menjadikan kamu akan berbahagia di hari kiamat. Telah shahih bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang ingin bahagia dengan catatan amalnya (pada hari kiamat), hendaklah ia beristighfar kepada Allah.” Telah shahih pula bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sangat beruntunglah orang yang menemukan bahwa pada catatan amalnya terdapat banyak istighfar.” Berikut bacaan istighfar yang bisa kamu lantunkan setiap hari:

Istigfar Pendek, Astaghfirullah, Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.” Istigfar Nabi Sebelum Wafat, Subhanallahi wabihamdih, astaghfirullaha wa atuubu ilaih. Artinya: “Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.”

Istigfar Penghapus Dosa Besar. Astaghfirullah, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih. Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Istigfar Nabi Adam

Robbana dholamna anfusana, wa illam taghfir lana wa tarhamna, lanakuunanna minal khasirin

Artinya: "Wahai Pemelihara kami, sesungguhnya kami telah berbuat zhalim terhadap diri-diri kami. Jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, sungguh kami termasuk golongan orang-orang yang rugi."


Referensi sebagai berikut ini ; 













Keistimewaan Istighfar dalam Kehidupan Kita


Keistimewaan Istighfar dalam Kehidupan Kita. Keistimewaan Istighfar dalam Kehidupan Kita, merupakan salah satu kalimat dzikir yang diajarkan dalam Agama Islam. Ada banyak sekali keistimewaan Istighfar dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya bias menjadi obat hati. Manusia merupakan makhluk Allah yang tidak luput dari kesalahan dan khilaf. Oleh karena itu, Allah SWT memerintahkan kepada setiap hambanya untuk selalu memohon ampunan dan bertaubat. Salah satunya dengan selalu mengucap dzikir istighfar yaitu “Astaghfirullahhaladziim”.

Istigfar merupakan bacaan yang sering disebutkan dalam berdzikir mengingat Allah SWT. Menucapkan kalimat Istighfar adalah memohon ampunan seorang hamba kepada Rabbnya atas dosa yang telah ia lakukan.

Allah SWT telah menyebutkan dalam Alqur’an mengenai istighfar:

“Dan tidak sesuatupun yang mengahalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan dari memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hokum (Allah yang telah berlalu pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata.” (QS. Al-Kahf: 55)

Seorang hamba yang tidak pernah meminta ampunan kepada Allah SWT maka ia termasuk kedalam golongan orang-orang yang sombong dan ingkar kepada Allah SWT. dan tidak akan Allah berikan keistimewaan Istighfar kepadanya.

Untuk itu, istighfar merupakan kalimat dzikir dan amalan kesungguhan untuk memohon ampun kepada Allah SWT dari hati yang paling dalam.

Berikut ada lima keistimewaan Istigfar dalam kehidupan sehari-hari yang perlu diketahui:

1Keistimewaan Istighfar: Selalu Mengingat Allah SWT

Dengan selalu beristighfar, seorang hamba akan senantiasa mengingat Allah SWT. Karena banyak sekali orang yang kadang kala khilaf dan lalai akan perintah dan larangan Tuhanya. oleh karena itu Allah memberikan banyak keistimewaan Istighfar.

Berdzikir akan menghantarkan seorang hamba pemahaman bahwa Allah SWT adalah maha pengampun dan dengan ampunan-Nya ia akan selamat di dunia dan akhirat.

Karena manusia tanpa adanya ampunan dari Allah SWT bisa menghantarkan ia pada kesesatan dan jurang kesengsaraan terutama di kehidupan akhirat kelak.

Keistimewaan Istigfar tentunya akan Allah berikan kepada hambanya yang taat dan muslim yang beriman.

Sedangkan orang-orang yang selalu melakukan perbuatan musyrik dan tidak taat pada perintah-Nya tentu tidak akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT karena manusia tersebut selalu sombong dan tidak menganggap Allah sebagai tuhannya.

Hal ini di jelaskan dalam firman-Nya:

“Tiadalah sepatutnya bagi nabi dan orang-orang yang berimanan memintakan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabatnya, sudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.”

“dan permintaan ampunan dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkan kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah SWT, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.” (QS. At-Taubah: 113-114)

2Keistimewaan Istighfar: Dijuhkan dari Sifat Sombong

Keistimewaan istighfar selanjutnya adala ia akan dijauhkan dari sifat sombong.

Manusia yang senantiasa beristighfar ia akan jauh dari berbuat kesombongan. Hal ini karena ia menyadari bahwa tidak ada yang patut untuk disombongkan dalam hidupnya apalagi jiga di tandingkan dengan ciptaan Rabbnya.

Maka dari itu dapat dipahami bahwa manusia sebagai makhluk Allah SWT yang lemah sangat membutuhkan ampunan dan maaf dari-Nya.

Sifat sombong merupakan salah satu hal yang paling Allah benci. Dan Allah tidak akan memaafkan hambanya yang bersifat sombong, kecuali ia mau bertaubat.

3Keistimewaan Istighfar: Hati Menjadi Tenang

Orang yang senantiasa berdzikir memohon ampunan, akan Allah berikan keistimewaan istighfar kepadanya. Salah satunya dengan mendapatkan hati yang tenang.

Dengan mengingat dan memohon ampun kepada Allah SWT tentu akan membuat hati menjadi tenang dan damai. Hal ini karena, Allah akan memberikan apapun kepada hambanya yang mau bertaubat.

4Keistimewaan Istighfar: Mendapatkan Ampunan dari Allah SWT

Keistimewaan Istighfar selanjutnya akan menghantarkan seseorang pada ampuanan Allah SWT. Karena tidak ada satupun yang bisa memberikan keselamatan dan ampunan selain Allah SWT sang pencipta seluruh alam semesta. Allah juga akan menyelamatkan hambanya baik di dunia dan di akhirat jika ia benar-benar menginginkan ampunan dari-Nya.

Seperti dalam firman Allah SWT:

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada diantara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS. Al-Anfal: 33)

5Keistimewaan Istighfar: Dibukakan Pintu Rezeki

Keistimewaan Istighfar yang terakhir yaitu, dibukakan pintu rezeki oleh Allah SWT.

Orang yang senantiasa mau mengamalkan Istigfar Allah akan membukakan pintu rezeki untuknya. Sebagaimana firmannya dalam Alquran:

“Maka aku katakana kepada mereka ‘mohon ampun (Istigfar) kepada tuhanmu, sesungguhnya dia adalah maha pengampun. Niscaya dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Begitu banyaknya keistimewan Istighfar salah satunya Allah menjanjikan kemudahan rezeki dan dibukakanya pintu rezeki tersebut kepada hamba-hambanya yang mau beristigfar


Sudah menjadi fitrah manusia menjadi tempatnya salah dan juga dosa. Oleh karena itu, sebaiknya kaum muslim mengetahui keutamaan Istighfar sebagai cara untuk mengikis dosa.

Istighfar sendiri adalah memohon maghfirah atau ampunan kepada Allah SWT. Sebab, tidak ada manusia yang bebas dari dosa kecuali Rasulullah SAW yang telah dijaga dari dosa dan kesalahan.

Istighfar berarti memohon ampunan, dan termasuk bacaan yang sering disebutkan saat berzikir atau mengingat Allah SWT. Dalam Alquran Allah SWT berfirman:

مَا مَنَعَ النَّاسَ اَنْ يُّؤْمِنُوْٓا اِذْ جَاۤءَهُمُ الْهُدٰى وَيَسْتَغْفِرُوْا رَبَّهُمْ اِلَّآ اَنْ تَأْتِيَهُمْ سُنَّةُ الْاَوَّلِيْنَ اَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ قُبُلًا

Artinya: “Dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman,ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan dari memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlalu pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata.” (QS Al-Kahfi: 55)

Saat manusia tidak pernah sekalipun memohon ampunan kepada Allah SWT, maka dia termasuk orang yang sombong dan ingkar kepada Allah SWT.

Sering kali Istighfar disebutkan saat manusia melakukan dosa. Padahal, kata Istighfar tidak hanya sebagai ucapan ketika melakukan dosa saja.

Sebab, manusia baik sadar ataupun tidak sadar sering kali berbuat dosa. Untuk itu, amalan istighfar tidak hanya dilakukan saat sudah melakukan dosa yang dirasa saja.

Menurut penelitian Jurnal Universitas Islam Indonesia, terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi Istighfar, dan ada juga efek yang dihasilkan oleh terapi.

Itu hanyalah salah satu dari manfaat yang akan dirasakan oleh orang yang sering beristighfar. Selain itu, terdapat banyak keutamaan istighfar lainnya yang bisa ditemukan dalam Alquran dan juga hadis.

Beberapa keutamaan Istighfar tersebut antara lain:

1. Mendapatkan Ampunan

Seperti artinya, Istighfar adalah meminta ampun kepada Allah SWT atas segala dosa yang telah diperbuat. Ini harus dilakukan secara sungguh-sungguh agar mendapatkan keutamaan Istighfar ini.

Dalam Alquran Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya: “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nisa: 110)

Bahkan saat seseorang sungguh-sungguh beristighfar dan bertaubat, Allah SWT akan mengampuni sebanyak apa pun dosa yang dilakukan. Seperti terdapat dalam sebuah hadis:

قَالَ اللَّهُ يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِى وَرَجَوْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِى

Artinya: “Allah berfirman: ‘Wahai anak Adam, sesungguhnya kamu memohon dan berharap kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu betapapun banyaknya (dosa) yang ada pada dirimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, sekiranya dosa-dosamu mencapai awan di langit lalu kamu memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli.” (HR. Tirmidzi)

2. Mendapatkan Rahmat

Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:

قَالَ يَاقَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

(Qāla yā qaumi lima tasta'jilụna bis-sayyi`ati qablal-ḥasanah, lau lā tastagfirụnallāha la'allakum tur-ḥamụn)

Artinya: “Dia (Shalih) berkata: ‘Hai kaumku, mengapa kalian meminta disegerakan suatu keburukan sebelum kebaikan? Mengapakah kalian tidak memohon ampun kepada Allah supaya kalian mendapatkan rahmat.” (QS An-Naml: 46)

3. Mendapatkan Keberuntungan

Orang yang banyak membaca kalimat thayyibah ini, akan mendapatkan keberuntungan terutama di akhirat. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِى صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا

Artinya: “Beruntunglah orang yang di dalam catatan amalnya terdapat istighfar yang banyak.” (HR Ibnu Majah)

4. Mendapatkan Kebahagiaan

Keutamaan Istighfar lainnya akan dirasakan nanti saat seseorang membuka catatan amalnya di Yaumul Hisab. Sebab, dirinya akan mendapatkan sebaik-baiknya kebahagiaan.

مَنْ أَحَبَّ أَنْ تَسُرَّهُ صَحِيْفَتُهُ فَلْيُكْثِرْ فِيْهَا مِنَ الْاِسْتِغْفَارِ

Artinya: “Barangsiapa yang ingin catatan amalnya menyenangkannya, maka perbanyaklah istighfar.” (HR Baihaqi)

5. Mendapatkan Keberkahan

Istighfar juga akan mendatangkan keberkahan langit, di antaranya dalam bentuk hujan. Hal ini sebagaimana dirasakan oleh Nabi Nuh AS saat mengajarkan kepada umatnya. Dalam Alquran Allah SWT berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

(Fa qultustagfirụ rabbakum innahụ kāna gaffārā. Yursilis-samā`a 'alaikum midrārā)

Artinya: “Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.” (QS Nuh: 10-11)

6. Membukakan Pintu Rezeki

Membuka pintu rezeki menjadi keutamaan Istighfar selanjutnya. Oleh karena itu, mudah saja bagi Allah SWT untuk memberikan rezeki pada orang yang gemar beristighfar. Dalam Alquran Allah WT berfirman:

وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًاۗ

(wa yumdidkum bi`amwāliw wa banīna wa yaj'al lakum jannātiw wa yaj'al lakum an-hārā)

Artinya: “Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS Nuh: 12)

7. Mendapatkan Keturunan

Dalam Surat Nuh ayat 12 di atas, keutamaan Istighfar bukan hanya akan memperbanyak harta tetapi juga membanyakkan anak-anak.

Banyak ulama yang memahami keutamaan ini sehingga mereka menganjurkan orang yang ingin memiliki anak agar banyak beristighfar.

8. Ditambah Kekuatan

Dalam Alquran Allah SWT berfirman:

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ

(Wa yā qaumistagfirụ rabbakum ṡumma tụbū ilaihi yursilis-samā`a 'alaikum midrāraw wa yazidkum quwwatan ilā quwwatikum wa lā tatawallau mujrimīn)

Artinya: “Dan (dia berkata): ‘Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa,” (QS Hud: 52)

Banyak bacaan istighfar yang yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Beliau bahkan beristighfar minimal 70 kali dalam sehari semalam, padahal dosa-dosa beliau telah dijamin diampuni oleh Allah SWT.

Setelah mengetahui keutamaan Istighfar, inilah beberapa bacaannya yang dapat dibaca setiap saat.

9. Istighfar Singkat

Sebagaimana tercantum dalam Shahih Muslim, Rasulullah SAW biasa membaca istighfar ini tiga kali setelah selesai salat.

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

(Astaghfirullah)

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”

Ada juga yang lebih panjang sedikit tapi tetap tergolong singkat.

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ

(Astaghfirullahal ‘adhiim)

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung.”

10. Istighfar Penghapus Dosa

Bacaan istighfar ini lebih panjang dengan keutamaan yang luar biasa. Yakni dapat menghapus dosa meskipun sebanyak buih di lautan. Bacaannya ialah:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

(Astaghfirullah alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuumu wa atuubu ilaih)

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah. Yang tidak ada ilah kecuali Dia yang Maha Hidup lagi terus menerus mengurus makhluknya. Dan aku bertobat kepada-Nya.”

Dalam riwayat Tirmidzi, ada tambahan al adhiim, sehingga menjadi:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

(Astaghfirullahal ‘adhiim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuumu wa atuubu ilaih)

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung. Yang tidak ada ilah kecuali Dia yang Maha Hidup lagi terus menerus Mengurus makhluknya. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”

11. Bacaan Istighfar saat Fathu Makkah

Dalam riwayat Imam Muslim, Aisyah RA menyebutkan bahwa bacaan istighfar ini sering dibaca oleh Rasulullah SAW, salah satunya pada saat Fathu Makkah.

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

(Subhaanallahi wabihamdih astaghfirullah wa atuubu ilaih)

Artinya: “Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya, aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.”

12. Sayyidul Istighfar

Ini adalah bacaan Istighfar yang sangat istimewa. Meski lafadznya lebih panjang daripada bacaan lainnya, tetapi sangat ringan jika dibandingkan keutamannya yang luar biasa.

Rasulullah bersabda bawa siapapun yang membacanya di siang hari dengan yakin kemudian meninggal di hari itu, maka ia termasuk penghuni surga.

Dan siapa yang membacanya di malam hari dengan yakin kemudian ia meningga di malam itu, maka ia juga termasuk penghuni surga. Bacaan sayyidul Istighfar tersebut yakni:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّى ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ، خَلَقْتَنِى وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَىَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِى ، اغْفِرْ لِى ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

Artinya: “Ya Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau Yang telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha semampuku untuk selalu berada dalam pemeliharaan dan janji-Mu.

Kuberlindung kepada-Mu dari akibat buruk perbuatanku. Hamba mengakui nikmat-Mu atas diriku dan aku juga mengakui betapa besarnya kesalahanku. Maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.”

Melihat besarnya keutamaan Istighfar, diharapkan umat muslim untuk dapat melakukan dan dimasukkan sebagai amalan harian untuk menggugurkan dosa.

Sebagai umat muslim, setiap kita melakukan kesalahan kalimat yang seharusnya keluar adalah kalimat istighfar. Istighfar juga biasa kita ucapkan ketika selesai mengerjakan ibadah sholat. Bacaan istighfar, yaitu “Ataghfirullah”, memiliki arti “Aku memohon ampun kepada Allah.” Kalimat ini senantiasa kita ucapkan agar kita selalu berhati-hati dalam setiap tindakan yang kita kerjakan.

Allah SWT berfirman dalam surat Al Anfal ayat 33,

“Dan Allah SWT tidak akan mengazab mereka selagi mereka memohon ampunan-Nya.” Bacaan ini memang hanya berupa kalimat pendek. Namun, bacaan istighfar memiliki makna yang lebih dari sekedar memohon ampun kepada Allah SWT. Istighfar memiliki keutamaan yang jauh lebih luas. Jangan mengucapkan istighfar hanya dalam keadaan tertentu. Namun, bacalah istighfar setiap waktu untuk tetap mendekatkan diri ini kepada Allah SWT.

Berikut, kami lansir dari berbagai sumber, makna istighfar yang bisa menjadi amalan baik bagi umat Islam.

Memohon Ampun

Makna istighfar yang pertama adalah sebagai saran memohon ampun kepada Allah SWT.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Dan orang-orang yang, apabila berbuat keji atau menganiaya diri sendiri, mengingat Allah lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Siapa lagi yang dapat mengampuni dosa, kecuali Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (Q.S Ali Imran : 135)

Dimudahkan Urusannya

Makna istighfar yang kedua adalah untuk memudahkan kita dalam menghadapi setiap urusan.  Dalam sebuah hadist, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Ahmad dan Ibnu Abbas).

Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda,

“Kenalilah Allah saat kamu senang, niscaya Dia akan mengenalimu saat kamu sedang susah,” (HR. Ahmad).

Istighfar bisa menjadi cara kita meminta jalan keluar setelah memohon ampun kepada Allah SWT. Namun, keutamaan itu diberikan kepada orang-orang yang senantiasa selalu ingat kepada Allah dengan terbiasa mengucapkan kalimat istgihfar ini.

Membuka Pintu Rezeki

Makna istighfar yang ketiga adalah dapat melancarkan rezeki kita.

Allah berfirman,

"Maka aku katakan kepada mereka 'mohon ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (Q.S Nuh : 10-12).

Ayat ini juga dihubungkan dengan kisah yang masyhur tentang Hasan Al Bashri. Di mana setiap seseorang mengadu tentang kondisinya, Hasan Al Bashri selalu memberikan solusi dengan menyuruh orang tersebut beristighfar. Ketika ditanya oleh seorang sahabatnya, mengapa beliau memberikan nasehat yang sama untuk permasalahan yang berbeda-beda. Kemudian Hasan Al Bashri menyebut ayat dari surat Nuh tersebut.

Membersihkan Hati

Bacaan Doa Pembuka Acara Lengkap Arab Latin, Lafalkan di Berbagai Kesempatan

Makna istighfar yang keempat adalah sebagai pembersih hati setelah melakukan dosa. Ketika seseorang melakukan dosa, noda hitam akan tertitik pada hatinay. Dan jika orang tersebut beristighfar, noda itu akan terhapus dan hatinya kembali bersih. Rasulullah bersabda,

“Jika seseorang melakukan sebuah dosa, dititiklah satu titik hitam pada hatinya. Jika dia bertaubat, berhenti (melakukan dosa), lalu beristighfar, hatinya akan kembali bersih. Jika dia mengulangi dosanya, ditambahkanlah titik hitam sampai menutupi hatinya, dan jika hatinya sudah tertutup, itulah ar-rain ‘penutup hati’ yang Allah ‘Azza wa Jalla sebutkan dalam Al-Qur`an, ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya sesuatu yang selalu mereka usahakan itu menjadi ar-rain terhadap hati-hati mereka.’.” (HR. Tirmidzi)

Dikabulkan Doanya

Makna istghfar yang kelima adalah dapat mengabulkan doa bagi yang mengamalkannya.

Sebagaimana yang Allah jelaskan dalam salah satu ayat-Nya,

“… Shaleh berkata: Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada sembahan (yang hak) bagi kalian, kecuali Dia. Dia telah menciptakan kalian dari bumi (tanah) dan menjadikan kalian sebagai pemakmur (bumi) itu maka beristighfarlah kepada-Nya, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Rabb-ku amatlah dekat lagi mengabulkan (doa hamba-Nya).” (Q.S Hud : 61)

Referensi sebagai berikut ini ; 










Keistimewaan dan Keutamaan Niat Istighfar Kepada Allah Swt

Sudah menjadi fitrah manusia menjadi tempatnya salah dan juga dosa. Oleh karena itu, sebaiknya kaum muslim mengetahui keutamaan Istighfar sebagai cara untuk mengikis dosa.

Istighfar sendiri adalah memohon maghfirah atau ampunan kepada Allah SWT. Sebab, tidak ada manusia yang bebas dari dosa kecuali Rasulullah SAW yang telah dijaga dari dosa dan kesalahan.

Istighfar berarti memohon ampunan, dan termasuk bacaan yang sering disebutkan saat berzikir atau mengingat Allah SWT. Dalam Alquran Allah SWT berfirman:

مَا مَنَعَ النَّاسَ اَنْ يُّؤْمِنُوْٓا اِذْ جَاۤءَهُمُ الْهُدٰى وَيَسْتَغْفِرُوْا رَبَّهُمْ اِلَّآ اَنْ تَأْتِيَهُمْ سُنَّةُ الْاَوَّلِيْنَ اَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ قُبُلًا

Artinya: “Dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman,ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan dari memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlalu pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata.” (QS Al-Kahfi: 55)

Saat manusia tidak pernah sekalipun memohon ampunan kepada Allah SWT, maka dia termasuk orang yang sombong dan ingkar kepada Allah SWT.

Sering kali Istighfar disebutkan saat manusia melakukan dosa. Padahal, kata Istighfar tidak hanya sebagai ucapan ketika melakukan dosa saja.

Sebab, manusia baik sadar ataupun tidak sadar sering kali berbuat dosa. Untuk itu, amalan istighfar tidak hanya dilakukan saat sudah melakukan dosa yang dirasa saja.

Menurut penelitian Jurnal Universitas Islam Indonesia, terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi Istighfar, dan ada juga efek yang dihasilkan oleh terapi.

Itu hanyalah salah satu dari manfaat yang akan dirasakan oleh orang yang sering beristighfar. Selain itu, terdapat banyak keutamaan istighfar lainnya yang bisa ditemukan dalam Alquran dan juga hadis.

Beberapa keutamaan Istighfar tersebut antara lain:

1. Mendapatkan Ampunan

Seperti artinya, Istighfar adalah meminta ampun kepada Allah SWT atas segala dosa yang telah diperbuat. Ini harus dilakukan secara sungguh-sungguh agar mendapatkan keutamaan Istighfar ini.

Dalam Alquran Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya: “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nisa: 110)

Bahkan saat seseorang sungguh-sungguh beristighfar dan bertaubat, Allah SWT akan mengampuni sebanyak apa pun dosa yang dilakukan. Seperti terdapat dalam sebuah hadis:

قَالَ اللَّهُ يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِى وَرَجَوْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِى

Artinya: “Allah berfirman: ‘Wahai anak Adam, sesungguhnya kamu memohon dan berharap kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu betapapun banyaknya (dosa) yang ada pada dirimu dan Aku tidak peduli.

Wahai anak Adam, sekiranya dosa-dosamu mencapai awan di langit lalu kamu memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli.” (HR. Tirmidzi)

2. Mendapatkan Rahmat Allah Swt

Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:

قَالَ يَاقَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

(Qāla yā qaumi lima tasta'jilụna bis-sayyi`ati qablal-ḥasanah, lau lā tastagfirụnallāha la'allakum tur-ḥamụn)

Artinya: “Dia (Shalih) berkata: ‘Hai kaumku, mengapa kalian meminta disegerakan suatu keburukan sebelum kebaikan? Mengapakah kalian tidak memohon ampun kepada Allah supaya kalian mendapatkan rahmat.” (QS An-Naml: 46)

3. Mendapatkan Keberuntungan

Orang yang banyak membaca kalimat thayyibah ini, akan mendapatkan keberuntungan terutama di akhirat. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِى صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا

Artinya: “Beruntunglah orang yang di dalam catatan amalnya terdapat istighfar yang banyak.” (HR Ibnu Majah)

4. Mendapatkan Kebahagiaan

Keutamaan Istighfar lainnya akan dirasakan nanti saat seseorang membuka catatan amalnya di Yaumul Hisab. Sebab, dirinya akan mendapatkan sebaik-baiknya kebahagiaan.

مَنْ أَحَبَّ أَنْ تَسُرَّهُ صَحِيْفَتُهُ فَلْيُكْثِرْ فِيْهَا مِنَ الْاِسْتِغْفَارِ

Artinya: “Barangsiapa yang ingin catatan amalnya menyenangkannya, maka perbanyaklah istighfar.” (HR Baihaqi)

5. Mendapatkan Keberkahan

Istighfar juga akan mendatangkan keberkahan langit, di antaranya dalam bentuk hujan. Hal ini sebagaimana dirasakan oleh Nabi Nuh AS saat mengajarkan kepada umatnya. Dalam Alquran Allah SWT berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

(Fa qultustagfirụ rabbakum innahụ kāna gaffārā * Yursilis-samā`a 'alaikum midrārā)

Artinya: “Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.” (QS Nuh: 10-11)

6. Membukakan Pintu Rezeki

Membuka pintu rezeki menjadi keutamaan Istighfar selanjutnya. Oleh karena itu, mudah saja bagi Allah SWT untuk memberikan rezeki pada orang yang gemar beristighfar. Dalam Alquran Allah WT berfirman:

وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًاۗ

(wa yumdidkum bi`amwāliw wa banīna wa yaj'al lakum jannātiw wa yaj'al lakum an-hārā)

Artinya: “Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS Nuh: 12)

7. Mendapatkan Keturunan

Dalam Surat Nuh ayat 12 di atas, keutamaan Istighfar bukan hanya akan memperbanyak harta tetapi juga membanyakkan anak-anak.

Banyak ulama yang memahami keutamaan ini sehingga mereka menganjurkan orang yang ingin memiliki anak agar banyak beristighfar.

8. Ditambah Kekuatan

Dalam Alquran Allah SWT berfirman:

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ

(Wa yā qaumistagfirụ rabbakum ṡumma tụbū ilaihi yursilis-samā`a 'alaikum midrāraw wa yazidkum quwwatan ilā quwwatikum wa lā tatawallau mujrimīn)

Artinya: “Dan (dia berkata): ‘Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa,” (QS Hud: 52)

Banyak bacaan istighfar yang yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Beliau bahkan beristighfar minimal 70 kali dalam sehari semalam, padahal dosa-dosa beliau telah dijamin diampuni oleh Allah SWT.

Setelah mengetahui keutamaan Istighfar, inilah beberapa bacaannya yang dapat dibaca setiap saat.

9. Istighfar Singkat

Sebagaimana tercantum dalam Shahih Muslim, Rasulullah SAW biasa membaca istighfar ini tiga kali setelah selesai salat.

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

(Astaghfirullah)

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”

Ada juga yang lebih panjang sedikit tapi tetap tergolong singkat.

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ

(Astaghfirullahal ‘adhiim)

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung.”

10. Istighfar Penghapus Dosa

Bacaan istighfar ini lebih panjang dengan keutamaan yang luar biasa. Yakni dapat menghapus dosa meskipun sebanyak buih di lautan. Bacaannya ialah:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

(Astaghfirullah alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuumu wa atuubu ilaih)

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah. Yang tidak ada ilah kecuali Dia yang Maha Hidup lagi terus menerus mengurus makhluknya. Dan aku bertobat kepada-Nya.”

Dalam riwayat Tirmidzi, ada tambahan al adhiim, sehingga menjadi:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

(Astaghfirullahal ‘adhiim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuumu wa atuubu ilaih)

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung. Yang tidak ada ilah kecuali Dia yang Maha Hidup lagi terus menerus Mengurus makhluknya. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”

11. Bacaan Istighfar saat Fathu Makkah

Dalam riwayat Imam Muslim, Aisyah RA menyebutkan bahwa bacaan istighfar ini sering dibaca oleh Rasulullah SAW, salah satunya pada saat Fathu Makkah.

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

(Subhaanallahi wabihamdih astaghfirullah wa atuubu ilaih)

Artinya: “Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya, aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.”

12. Sayyidul Istighfar

Ini adalah bacaan Istighfar yang sangat istimewa. Meski lafadznya lebih panjang daripada bacaan lainnya, tetapi sangat ringan jika dibandingkan keutamannya yang luar biasa.

Rasulullah bersabda bawa siapapun yang membacanya di siang hari dengan yakin kemudian meninggal di hari itu, maka ia termasuk penghuni surga.

Dan siapa yang membacanya di malam hari dengan yakin kemudian ia meningga di malam itu, maka ia juga termasuk penghuni surga. Bacaan sayyidul Istighfar tersebut yakni:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّى ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ، خَلَقْتَنِى وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَىَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِى ، اغْفِرْ لِى ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

Artinya: “Ya Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau Yang telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha semampuku untuk selalu berada dalam pemeliharaan dan janji-Mu.

Kuberlindung kepada-Mu dari akibat buruk perbuatanku. Hamba mengakui nikmat-Mu atas diriku dan aku juga mengakui betapa besarnya kesalahanku. Maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.”

Melihat besarnya keutamaan Istighfar, diharapkan umat muslim untuk dapat melakukan dan dimasukkan sebagai amalan harian untuk menggugurkan dosa.

Referensi sebagai berikut ini ;