Dengan pendek ini Allah meminta kita memohon perlindungan kepadanya. Apakah sihir itu? Sihir adalah suatu tipuan yang luar biasa dalam pandangan orang yang melihatnya. Orang yang melihatnya tidak mengetahuinya. Manusia merupakan makhluk yang sangat lemah. Orang banyak yang merasa takut dan melindungi dirinya dengan senjata. Padahal dengan senjata itu manusia tidak akan bisa terhindar dari kejahatan.
Allahlah yang Maha Berkehendak dan Maha Melindungi. Allahlah yang akan melindungi kita dari segala sesuatu yang menakutkan, baik yang tersembunyi maupun yang terlihat dengan mata. Hanya Allah yang dapat menjauhkan kita dari rasa takut, khawatir, sedih, atau ragu-ragu.
Memang banyak manusia yang memiliki sifat iri dan dengki di dalam hatinya. Hati dan tingkah laku mereka telah dikuasai setan, mereka melakukan kejahatan kepada orang lain melalui sihir. Karena itu banyak orang yang dianiaya dan ditindas oleh orang lain.
"Ada juga orang yang menggunakan sihir dan guna-guna untuk menghancurkan orang lain dengan bantuan dukun atau tukang sihir. Na'udzubillah, kejam sekali itu orang itu," kata Yasir dan Nurkholis dalam bukunya.
Maka dengan surat inilah (An-Naas dan Al-Falaq) Allah meminta kita memohon perlindungan kepadanya. Allah akan memberikan kelapangan hati, kesenangan dan ketenangan. Hanya Allah yang mengetahui kejahatan di hati orang yang dengki.
"Sebelum kejahatan itu menimpa kita, mintalah Allah melindungi kita dengan membaca surat ini sesering mungkin," katanya.
Kekuatan Do'a Berlindung dari Kejahatan Sihir dan Dengki, Malam adalah waktu kejahatan terjadi, terutama untuk kejahatan sihir. Ini karena banyak manusia tengah dalam keadaan terlena dalam lelah setelah beraktivitas sepanjang hari..Kejahatan dapat menimpa seseorang kapan saja. Meski keimanan seseorang begitu kuat, bukan berarti dia tidak akan tertimpa kejahatan.
Kejahatan pun dapat datang dalam bentuk terang benderang maupun tersembunyi. Contohnya adalah pemukulan hingga ilmu hitam.
Dan malam adalah waktu kejahatan terjadi, terutama untuk kejahatan sihir. Ini karena banyak manusia tengah dalam keadaan terlena dalam lelah setelah beraktivitas sepanjang hari.
Untuk menghindari kejahatan tersebut, ada baiknya membaca Surat Al Falaq ayat 1-5. Surat tersebut berisi doa permohonan perlindungan kepada Allah dari segala kejahatan makhluk-Nya.
Qul a'uudzubi robbil falaq, min syarri maa kholaq, wa min syarri qhoosikin idzaa waqob, wa min syarrin naffaasaati fil 'uqod, wa min syarri haasidin idzaa hasad."
Artinya:
" Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai waktu subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembuskan pada buhul-buhul, dan dari kejatahan orang yang dengki apabila dia dengki."
Hukumnya bagi Perusak Rumah Tangga Orang Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “dan siapa yang merusak (hubungan) seorang wanita dari suaminya, maka ia bukanlah dari (golongan) kami”(Hadits shahîh diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Bazzar, Ibn Hibban, Al-Nasa-a dalam al-Kubra dan Al-Baihaqi).
Belakangan ini film dan sinetron mengenai perselingkuhan, serta orang ketiga yang menjadi wanita atau pria perusak rumah tangga orang lain seolah sudah menjadi hal yang biasa saja, padahal ancaman hukumannya sungguh-sungguh amat berat dalam ajaran Islam.
Imam Ibnul Qoyyim Rahimahullah mengatakan tentang hukum merusak hubungan wanita dengan suaminya: “Perbuatan ini termasuk salah satu dosa besar, Sebab, jika syari’at melarang meminang pinangan saudaranya, maka bagaimana halnya dengan orang yang merusak isterinya, serta berusaha memisahkan di antara keduanya sehingga dia bisa berhubungan dengannya.
Perbuatan dosa ini tidak kurang dari perbuatan keji (zina), walaupun tidak melebihinya, dan hak lain tidak gugur dengan taubat dari kekejian. Karena taubat, meskipun telah menggugurkan hak Allah, namun hak hamba masih tetap ada.
Menzalimi seseorang (suami) dengan merusak isterinya dan kejahatan terhadap ranjangnya, hal itu lebih besar dibandingkan merampas hartanya secara zalim. Bahkan,tidak ada (hukuman) yang setara disisinya kecuali (dengan) mengalirkan darahnya.” (al-manawi dalam Faaidhul Qadiir)
Dalam Ensiklopedi Fiqh disebutkan, maksud merusak hubungan tersebut yakni menjadi sebab perceraian antara wanita dan suaminya, baik secara langsung mempengaruhi agar bercerai, ataupun cara lain yang tak langsung menyebabkan perceraian.
Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda, “Bukan bagian dari kami, orang yang melakukan tahbib terhadap seorang wanita, sehingga dia melawan suaminya.” (HR. Abu Dawud).
Dosa tahbib yakni mempengaruhi wanita agar hatinya berpaling dari sang suami. Jadi tak hanya perebut laki orang, dosa dan hukuman yang sama juga berlaku bagi perebut wanita atau istri orang.
Bahkan Rasulullah berlepas diri dari para “penggoda” pasangan orang lain ini dengan menyebut mereka bukan bagian dari umat beliau shallallahu ‘alaihi wasallah. Naudzubillah, jika Rasulullah saja enggan, apalagi Allah Ta’ala.
Dosa Pelakor dan Perzinahan
Sejatinya, pelakor membuat seorang suami berselingkuh dari istrinya. Perselingkuhan ini tentu saja berupa hubungan yang tak didasari pernikahan. Alhasil, semua yang dilakukan pelakor dengan suami khianat adalah perzinahan. Padahal zina sudah merupakan dosa besar dengan ancaman api neraka yang menyala.
Perlu digaris bawahi bahwa zina bukanlah terbatas makna berhubungan intim antara wanita dan pria tanpa ikatan pernikahan. Termasuk dalam zina yakni menikmati dan memandangi wajah non mahram, berpegangan tangan, berduaan, bahkan termasuk pula mengobrol dan chat mesra. Semua itu masuk dalam kategori zina. Hal ini sebagaimana hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya Allah menetapkan bagian zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari. Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluanlah yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Padahal Allah secara jelas memperingatkan dalam kitab-Nya tentang larangan berzina. Bahkan mendekatinya pun tidak diizinkan syariat. “Dan janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32).
Azab bagi seorang yang berzina pun sangatlah mengerikan. Inilah akhir dari pelakor dan suami khianat yang jelas-jelas melakukan perzinahan. Dikisahkan Rasulullah tentang mimpi beliau yang menggambarkan hukuman Allah pada manusia bejat.
“Sampailah pada sebuah bangunan layaknya tungku pembakaran. Tiba-tiba aku mendengar suara gaduh dan teriakan. Kemudian aku menengoknya, lalu kudapati di dalamnya laki-laki dan perempuan yang telanjang. Tiba-tiba mereka didatangi nyala api dari bawah mereka. Mereka pun berteriak. Aku bertanya pada Malaikat Jibril dan Mika’il, “Siapa mereka?” Keduanya menjawab, “Laki-laki dan perempuan yang ada di dalam tungku pembakaran merupakan para pezina.” (HR. Al Bukhari).
Agar Terhindar dari Pelakor
Tak bisa dipungkiri bahwa di luar sana banyak sekali kesempatan para suami untuk melakukan perselingkuhan. Tak bisa dipelak lagi bahwa banyak godaan syaitan yang menjerumuskan wanita menjadi pelakor tanpa etika apalagi merasa bersalah. Beralasan atas nama cinta, para pelakor dan suami khianat membenarkan hubungan mereka.
Sebuah cinta hawa nafsu tersebut membuat rumah tangga bak diterpa hujan badai yang mengerikan. Tentu tak ada seorang istri yang menginginkan hal itu menimpa rumah tangganya. Berikut kiat yang bisa dilakukan para istri agar rumah tangga tetap utuh dan suami tak terjerat para wanita pelakor.
1. Menikahlah dengan seorang yang saleh
Suami yang takut akan larangan Allah tentu tak akan melakukan dosa perselingkuhan apalagi perzinahan. Seorang yang beriman dan bertakwa akan tergoda dengan pelakor dan akan selalu menjaga keutuhan rumah tangga. Jika sudah terlanjur menikah dengan suami yang jauh dari agama, maka dekatkanlah ia pada Allah, praktekkan sunah Rasulullah, rajinlah bermajelis, giatkan beribadah, dan membaca Al Qur’an.
2. Bertemanlah dengan orang-orang saleh
Tak akan ada seorang wanita salehah yang menjadi pelakor dan merusak rumah tangga orang. Karena itu sangat penting pergaulan dan persahabatan suami istri dalam keseharian. Jika teman suami merupakan para pria gemar hangout glamor dan para wanita dengan make up tebal plus rok mini, jangan harapkan keselamatan rumah tangga akan damai selamanya.
3. Perbaiki romantisme pasutri
Bisa jadi, suami pindah ke lain hati karena mendapati istrinya yang tak menurut, suka melawan, tak berhias diri, tak menghormati suami, tak bersyukur atas pemberian suami, serta berperilaku dan berpenampilan buruk lain yang menyebabkan lunturnya keharmonisan dalam rumah tangga. Kebosanan dan gangguan syaitan selalu ada dalam rumah tangga manapun. Karena itu sangat penting menjaga keharmonisan suami istri demi rumah tangga yang utuh dan suami tak melirik wanita lain termasuk para pelakor.
4. Perbaiki ibadah
Masuknya pelakor dalam rumah tangga bisa pula karena cobaan yang harus dihadapi sang istri karena dosa yang pernah dilakukannya. Mohon ampunlah atas semua dosa, perbaikilah ibadah, perbanyak zikir dan membaca Al Qur’an, berdo’alah pada Allah, jauhi larangan-Nya dan taati segala perintahnya. Sesungguhnya Allah lah yang membolak-balikkan hati setiap hamba-Nya.
Hukum cinta menurut Islam dan juga merebut suami orang dengan tujuan merusak rumah tangga supaya bisa menikah dengan orang tersebut adalah haram hukumnya. Hal ini berdasarkan dari hadits Abu Hurairah radiiyallahu. Beliau mengatakan jika, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda “Barang siapa menipu dan merusak (hubungan) seorang hamba dari tuannya, maka ia bukanlah bagian dari kami. Dan barang siapa merusak (hubungan) seorang wanita dari suaminya, maka ia bukanlah bagian dari kami”.
Dengan hadits diatas, Imam Abdurrahman Al Juzzairi kembali memberi penegasan jika agama Islam memberi larangan untuk berbuat hal yang merusak hubungan suami istri dan menjadi dosa yang tak terampuni di mata Allah. Akan tetapi, para ulama memiliki perbedaan pendapat pada saat menyikapi seseorang yang merusak hubungan diantara suami dan istri.
Ulama Kalangan Madzhab Maliki
Ulama dari kalangan madzhab Maliki menyatakan jika sesungguhnya orang yang sudah merusak istri orang lain supaya bisa menikahi wanita tersebut sesudah dicerai, haram hukumnya untuk orang tersebut menikahi wanita itu sampai kapanpun.
Ulama Madzhab Chanafi dan Syafi’i
Ulama dari kalangan madzhab Chanafi dan syafi’i berpendapat jika seseorang yang sudah merusak istri dari suaminya, maka boleh dinikahi sesudah dicerai namun masuk ke dalam golongan orang fasiq dan paling ma’siat dan lebih buruk dosanya menurut Allah di hari kiamat.
Hadits Merebut Suami Orang Untuk Dinikahi
Berikut ini penjelasan berdasarkan sunnah Rasul terkait bagaimana hukumnya seorang wanita yang merebut suami orang, antara lain:
Hadits Muttafaq a’laih
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak halal bagi seorang wanita meminta (kepada suaminya) agar sang suami mencerai wanita lain (yang menjadi istrinya) dengan maksud agar sang wanita ini memonopli ‘piringnya’, sesungguhnya hak dia adalah apa yang telah ditetapkan untuknya sesuai dengan kedudukan wanita dalam Islam”.
Hadits Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa menipu dan merusak (hubungan) seorang hamba dari tuannya, maka ia bukanlah bagian dari kami. Dan barang siapa merusak (hubungan) seorang wanita dari suaminya, maka ia bukanlah bagian dari kami.
Bentuk Gangguan Merusak Hubungan Suami Istri
Ada banyak cara atau bentuk seseorang dalam merusak atau merebut suami atau istri orang lain diantaranya adalah:
Berdoa dan Memohon Pada Allah
Seseorang yang memanjatkan doa agar keinginan tercapai dan memohon pada Allah supaya hubungan seorang wanita atau suami pada pasangannya bisa rusak dan terjadi perceraian diantara keduanya.
Bersikap Baik
Bersikap dengan baik, memiliki tutur kata yang manis dan juga melakukan berbagai macam cara secara lahiriah namun memiliki maksud untuk merusak hubungan suami dengan istrinya atau sebaliknya.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya sebagian dari sebuah penjelasan atau tutur kata itu adalah benar-benar sihir”. (H.R. Bukhârî dalam al-Adab al-Mufrad, Abû Dâwud dan Ibn Mâjah. Syekh Albânî menilai hadîts ini sebagai hadîts hasan [silsilah al-ahâdîts al-shahîhah, hadîts no. 1731]).
Mempengaruhi dan Memprovokasi
Cara berikutnya adalah memberikan bisikan, perkataan yang bersifat memicu atau menggoda dan juga provokasi pada seorang suami supaya berpisah dengan pasangannya dengan janji akan menikah dengannya atau orang lain. Perbuatan yang demikian merupakan perbuatan tukang sihir dan perbuatan syetan dan bukan ciri wanita yang baik untuk dinikahi menurut Islam. [Q.S. Al-Baqarah: 102]
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Iblis menempatkan singgasananya di atas air, lalu menyebar anak buahnya ke berbagai penjuru, yang paling dekat dengan sang Iblis adalah yang kemampuan fitnahnya paling hebat di antara mereka, salah seorang dari anak buah itu datang kepadanya dan melapor bahwa dirinya telah berbuat begini dan begitu, maka sang Iblis berkata: ‘kamu belum berbuat sesuatu’, lalu seorang anak buah lainnya datang dan melapor bahwa dia telah berbuat begini dan begitu sehingga mampu memisahkan antara seorang suami dari istrinya, maka sang Iblis menjadikan sang anak buah ini sebagai orang yang dekat dengannya, dan Iblis berkata: ‘tindakanmu sangat bagus sekali’, lalu mendekapnya”. [H.R. Muslim [5032].
Meminta atau Menekan
Meminta ataupun menekan dengan tanpa henti dan secara terus terang supaya wanita atau pria cerai dengan pasangannya tanpa disertai alasan yang dibenarkan syariat hingga menyebabkan salah satu dari pasangan meminta talak. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak halal bagi seorang wanita meminta (kepada suaminya) agar sang suami mencerai wanita lain (yang menjadi istrinya) dengan maksud agar sang wanita ini memonopli ‘piringnya’, sesungguhnya hak dia adalah apa yang telah ditetapkan untuknya”. (Hadîts muttafaq ‘alaih).
Beberapa bentuk gangguan diatas sangatlah tercela dan masuk kedalam dosa yang besar apabila dilakukan pada seorang wanita atau suami yang sudah menjadi milik orang lain. Hal ini akan semakin tercela lagi saat dilakukan seseorang yang sebenarnya telah mendapatkan amanah atau kepercayaan untuk mengurus pasangan orang lain dimana pasangannya sedang pergi, sakit dan lainnya.
Rasulullah SAW bersabda, “Keharaman wanita (istri yang ditinggal pergi oleh) orang-orang yang berjihad bagi orang-orang yang tidak pergi berjihad (yang mengurus keluarga mujahid) adalah seperti keharaman ibu-ibu mereka, dan tidak ada seorang lelaki pun dari orang-orang yang tidak pergi berjihad yang mengurus keluarga orang-orang yang pergi berjihad, lalu berkhianat kepada orang-orang yang pergi berjihad, kecuali sang pengkhianat ini akan dihentikan (dan tidak diizinkan menuju surga) pada hari kiamat, sehingga yang dikhianati mengambil kebaikan yang berkhianat sesuka dan semaunya”. (H.R. Muslim [3515).
Hukum Merusak Rumah Tangga Orang Lain
Selain beberapa penjelasan diatas, terdapat hukum Al-quran tentang apabila seorang wanita merebut dan merusak rumah tangga orang lain, diantaranya:
Hukum Ukhrawi
Para ulama sepakat jika hukum merusak bahagia dalam Islam atau mengganggu dan juga merusak hubungan rumah tangga orang lain adalah haram hukumnya sampai dia menikah pun tidak sah. Dan bagi siapapun yang melakukannya akan mendapatkan dosa dan diancam siksa di neraka serta akan mendapat siksa neraka bagi wanita. Selain itu, Imam Al Haitsami juga mengkategorikan perbuatan dosa ini menjadi dosa yang besar.
Dalam kitabnya yakni Al Zawajir ‘an Iqtiraf al Kabair, beliau menyebutkan jika dosa besar yang ke-257 dan 258 adalah merusak seorang wanita agar terpisah dari suaminya dan merusak seorang suami agar terpisah dari istrinya.
Hadits Nabi Muhammad juga menjadi alasannya, menafikan pelaku perbuatan merusak ini dari bagian umat beliau, dan ini terhitung sebagai ancaman berat. Juga para ulama’ sebelumnya, secara sharîh (jelas) mengkategorikannya sebagai dosa besar dalam Islam. (lihat Al-Zawâjir juz 2, hal. 577).
Hukum Duniawi
Ada dua hukum yang berkaitan dalam hal ini yakni: Apabila seorang lelaki perusak hubungan wanita dengan suaminya dan wanita tersebut meminta cerai pada suaminya dan sang suami mengabulkan atau sebaliknya, maka apakah pernikahannya adalah sah?. Dalam hal ini, jumhur ulama berpendapat jika pernikahan lelaki perusak dengan wanita korban tindakan hal tersebut adalah sah karena wanita tersebut tidak secara eksplisit dihitung sebagai muharramat atau wanita yang diharamkan baginya. Akan tetapi, pendapat berbeda dikemukakan ulama Malikiyyah dimana pernikahan tersebut harusnya dibatalkan baik sebelum terjadi pernikahan atau sudah terjadi sebab belum memenuhi syarat pernikahan dalam Islam.
Hal kedua adalah apabila seseorang melakukan perbuatan terlarang ini, apakah akan mendapatkan hukuman di dunia?. Maka para ulama berpendapat jika perbuatan terlarang ini dilakukan maka hakim memiliki wewenang untuk menjatuhkan ta’zir atau hukuman yang ketentuannya sudah diterapkan hakim atau penguasa dengan syarat tidak lebih dari 40 cambukan. Selain itu ada juga yang berpendapat jika hukumannya adalah kurungan penjara sampai bertaubat atau meninggal dan sebagian lagi berpendapat hanya diberi cambukan keras saja dan diumumkan perbuatannya supaya orang lain bisa waspada dari orang tersebut dan supaya orang lain bisa mengambil ibrah.
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Surah Ar Rum ayat 41)
“Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (As Sajadah ayat 21)
“Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatu pun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak [pula] mendahulukannya”. [An Nahl ayat 61]
Ketiga surah diatas merupakan pengingat untuk semua orang supaya bisa bertanggung jawab dan juga memikul akibat dari semua perbuatan dan termasuk merebut istri / suami orang lain dan menjauhi hukum karma dalam Islam.
Demikian penjelasan terkait bagaimana hukum merebut suami orang yang sudah berumah tangga dengan wanita lain. Semoga artikel ini memberikan penjelasan dan memiliki manfaat bagi kita sesama umat muslim lainnya.
Ciri Rumah Tangga Terkena Sihir Pemisah, Hidup berumah tangga memang begitu banyak cobaannya. Baik masalah yang terjadi dari dalam maupun dari luar. Masalah yang berasal dari dalam misalnya cekcok pasangan, beda pendapat, kurang menerima sifat pasangan, dll. Sedangkan masalah dari luar biasanya lebih berat seperti perselingkuhan sampai kiriman sihir pemisah.
Sihir pemisah biasanya dikirim oleh orang yang iri dengki atau dendam dan ingin menghancurkan rumah tangga anda. Sihir pemisah ini dikirim secara gaib dan bertujuan agar terjadi perceraian. Bagi sebagian pasangan yang mengalami hal ini terkadang susah untuk membedakan antara pertengaran wajar dengan pertengkaran karena efek sihir ini.
Berikut ini adalah ciri rumah tangga terkena sihir pemisah.
Pertama, tanda-tanda kesakitan secara fisik. Kepala terasa sakit/berat, berkunang kunang, dada terasa sesak, perut sering mual, pundak terasa berat, dan sebagainya.
Kedua, merasa tidak betah di dalam rumah sehingga kerap pergi dari rumah dalam jangka waktu pendek atau bahkan minggat.
Ketiga, Ciri Ciri Rumah Tangga Terkena Sihir Pemisah adalah setiap hari bermimpi buruk. Selain itu, dia bisa melihat penampakan di dalam rumahnya atau bahkan diikuti oleh sosok gaib itu.
Keempat, kerap mencurigai pasangan atau timbul prasangka buruk tanpa ada bukti apapun.
Kelima, sulit mendapatkan keturunan meskipun sudah melakukan hubungan suami-istri.
Ke Enam, saat melihat suami atau istrinya seakan wajahnya nampak sangat aneh, memunculkan rasa benci terhadap pasangannya.
Ketujuh, merasa tidak percaya diri, malas bekerja, dan hanya ingin tidur sehingga muncul masalah finansial di dalam rumah tangganya. Faktor tersebut pun juga dapat memicu terjadinya pertengkaran.
Kedelapan, lebih tertarik kepada orang lain karena merasa bahwa pasangan hidupnya sudah tidak menarik lagi. Oleh karena itu, terjadilah perselingkuhan. Kalau dia terkena sihir ini berupa pelet, maka dia akan lari atau pergi kepada orang yang menyihir kirimannya.
Demikian beberapa ciri rumah tangga terkena sihir pemisah. Semoga bertaubat kepada Allah Swt semoga rumah tangga bahagia, Aamin.
Bagaimana menolong korban sihir? Wahid bin Abdussalam Bali (1995) mengutip sebuah hadis yang disahihkan al-Albani, sebagaimana dirawikan dari ‘Aisyah. Bahwa ketika Rasulullah SAW mendapati seorang wanita sedang mengobati ‘Aisyah dan me-ruqyah-nya.
Kemudian, Rasulullah SAW bersabda, “Obatilah dengan kitabullah.” Dengan demikian, simpul Wahid, Alquran dapat menjadi penawar bukan hanya terhadap serangan sihir atau kerasukan setan, melainkan juga penyakit-penyakit tubuh
Satu contoh bentuk serangan jahat adalah sihir pemisah. Dengan itu, umpamanya, pasangan suami-istri dapat berubah mendadak. Dari yang saling mencintai menjadi saling membenci. Nauzubillah.
Dalam Alquran surat al-Baqarah ayat 102 dijabarkan, salah satu efek sihir adalah cerainya antara seorang suami dan istrinya. Namun, lanjut Wahid, sihir pemisah tidak hanya menarget pasangan suami-istri. Bisa juga antara anak dan ibu atau ayah kandungnya, saudara sekandung, serta hubungan persahabatan.
Ada tanda-tanda sihir pemisah bekerja. Di antaranya, muncul perubahan mendadak. Dari keadaan saling menyukai, menjadi saling tidak suka. Kemudian, timbulnya saling meragukan satu sama lain. Kondisi tadi berlanjut pada hilangnya rasa saling pengertian dan suka membesar-besarkan persoalan yang sangat sepele.
Dalam kasus suami-istri, masing-masing melihat pasangannya dalam gambaran yang jelek, meskipun pasangannya itu berparas rupawan. Menurut Wahid, gambaran buruk itu adalah kiat setan untuk mengelabui. Efeknya, sang suami menjadi benci melihat istrinya. Setali tiga uang, istri melihat suaminya bak sosok yang mengerikan.
Kedamaian rumah tangga dapat sirna karena apa saja yang dilakukan pasangan menjadi sumber kebencian yang tak beralasan. Mengenai fenomena itu, Ibnu Katsir berkata, “Penyebab perpisahan antara suami dengan istrinya karena sihir adalah hal yang digambarkan kepada si suami atau si istri dengan penggambaran bentuk yang buruk.”
Bagaimana sihir pemisah ini bermula? Wahid menjelaskan, awalnya orang yang tidak senang pasangan suami-istri itu mendatangi tukang sihir. Setelah memberi tahu nama si suami atau istri yang dimaksud (biasanya beserta nama ibu kandung), maka penyihir itu meminta benda yang pernah melekat pada tubuh sang target.
Benda itu bisa berupa helaian rambut, pakaian, dan sebagainya. Jika barang-barang demikian tidak ada, maka dapat digantikan dengan air. Penyihir kemudian meminta rekannya itu agar menuangkan air tadi untuk dijampi-jampi. Lalu, air itu dituang di sepanjang jalan yang biasa dilalui si target.
Bisa pula dituangkan pada makanan atau minuman yang biasa dikonsumsi si target. Untuk melepas pengaruh sihir pemisah itu, Muslim disarankan agar menemui ustaz atau ulama segera.
Bagaimanapun, seorang Muslim dapat mencegah diri dan keluarganya dari upaya-upaya sihir. Secara umum, kita dapat meningkatkan penerapan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Bukan hanya soal ibadah pribadi, melainkan juga tata perilaku atau interaksi sosial yang lebih Islami. Selain itu, seorang Muslim dapat merutinkan zikir dan mengaji Alquran. Misalnya, dengan sering-sering membaca Ayat Kursi, surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas di akhir shalat lima waktu. Tidak lupa pula, rutin membaca doa untuk memohon perlindungan Allah agar diri terjaga dari marabahaya dan niat jahat orang lain.
Sihir ini dilakukan untuk memisahkan pasangan suami isteri dengan sebab tertentu yang berkaitan dengan masalah peribadi, dengki, balas dendam, khianat dan sebagainya. Perpisahakan suami dan isteri merupakan tumpuan iblis dan syaitan. Di dalam Surah Al-Baqarah ayat 102, Allah s.w.t mengatakan ilmu sihir yang bisa menceraikan antara seorang suami dengan isterinya. Ini membuktikan bahawa sihir jenis ini berlaku dari zaman dahulu dan bukanlah sesuatu yang baru. Tanda – tanda seseorang terkena sihir pembenci pasangan :
Timbul rasa benci berlebihan tanpa sebab yang jelas, yang berlaku pada salah seorang daripada pasangan, atau kedua-duanyai.
Terjadi perdebatan,bantah - bantahan, pertengkaran antara pasangan tanpa sebab, atau sebab-sebab yang kecil dan tidak beralasan, juga di kalangan anak-anak menyebabkan suasana keluarga sentiasa tegang dan kucar-kacir.
Timbul rasa was-was syaitan dalam hati yang menyebabkan isteri takut mendekati suami. Seakan -akan suami hendak menanayai isteri atau sebaliknya.
Timbul rasa cemburu yang berlebihan menyebabkan isteri terasa marah tidak jelas kerana dia menduga suami menduakannya, padahal suami tidak berbuat demikian. Keadaan seperti ini bisa menyebabkan isteri melarikan diri, enggan duduk berdampingan ataupun tidur bersama.
Rasa resah gelisah, sakit kepala dan buntu selama pasangan berada di sampingnya, dan merasa lega saat pasangan keluar dari rumah atau berada jauh dari pasangan.
Terjadi perubahan rupa pada pandangan mata. Isteri mungkin melihat suami dengan rupa yang menakutkan atau sentiasa marah dan bengis, atau suami melihat isteri dari pandangan yang bodoh. Apa yang dilakukan oleh pasangan selalu salah.
Timbul desakan dalam jiwa suami untuk menceraikan isteri tanpa sebab yang jelas. Dalam hatinya timbul bisikan-bisikan untuk melafazkan cerai, padahal tidak ada hasrat berbuat demikian. Isteri pula kadang-kadang meminta cerai terus menerus sambil memaki suami, kondisi demikian dalam keadaan tidak dapat mengawal diri.
Cara pengobatan
Jin – Jin atau sihir mesti dikeluarkan dulu dengan cara syar’i, saran saya cari seorang ustadz yang ahli dalam bidang Ruqyah
Membaca ayat-ayat Al-Quran yang khusus serta mohon doa kepada Allah s.w.t untuk sembuh dari penyakit ini.
Minum air mineral yang sudah di ruqyah berdoa kepada Allah s.w.t. untuk memohon sembuh dari penyakit yang dihadapi.
Beberapa Ayat Alqur’an yang disusun para ulama untuk mengobati sihir ini adalah sebagai berikut :
QS : Asy-Asyu'araa' ayat 95 hingga 118, baca 3 kali setelah sholat Magrib atau Isyak dan mohon doa kepada Allah s.w.t.
QS : Fussilat ayat 25 hingga 38, baca 3 kali setelah sholat Subuh atau waktu pagi dan mohon doa kepada Allah s.w.t.
QS : Muhammad ayat 21 hingga 32, baca 3 kali setelah sholat Subuh atau waktu pagi dan mohon doa kepada Allah s.w.t.
QS : Ar-ra'd ayat 30 hingga 34, baca 3 kali setelah sholat Magrib atau Isyak dan mohon doa kepada Allah s.w.t.
Sebagai pasangan suami istri sudah selayaknya anda membangun rumah tangga yang baik. Namun jika ada orang yang tidak suka dengan hubungan ataupun ada orang tidak suka dengan anda dalam hal lain, bisa jadi orang itu melakukan segala hal apapun. Termasuk melakukan sihir. Nah, dalam hubungan istri rentan sekali terkena sihir atau guna-guna. Hal itu biasa dilakukan oleh orang yang tidak suka dengan anda. Salah satu godaan sihir atau guna-guna dalam hubungan suami istri itu adalah sihir perceraian
Apa itu sihir perceraian.
Sihir perceraian ini bisa membuat anda dan pasangan anda bermasalah, sering cekcok, dan mengakibatkan salah satunya meminta perceraian. Jadi anda harus mengetahui tentang sihir perceraian itu. Berikut ini adalah ciri-ciri jika pasangan suami istri terkena sihir perceraian. anda terkena gangguan sihir disebut dengan sihir perpisahan atau sihir perceraian.
Apa itu sihir perceraian. Sihir perceraian adalah sihir yang dibuat oleh tukang sihir untuk mencerai beraikan hubungan suami dengan istri. Sehingga kemudian mereka bercerai. Apa ciri-cirinya, kalau tidur selalu mimpi mimpi yang menakutkan, seperti mimpi jatuh dari ketinggian. Lalu, mimpi di kuburan. Kemudian mimpi dikejar-kejar ular. Mimpi dikejar-kejar anjing hitam.
Kemudian secara fisik, anda selalu sakit kepala, wajah anda menjadi rusak, seperti banyak jerawatan selalu sesak di dada. Dan sering kali sakit di perut, sakit di rahim bagi seorang wanita dan berat di pundak belakang. Jika ini anda alami, maka itu menunjukkan bahwa rumah tangga Anda terkena gangguan sihir. Dan inilah yang membuat hubungan rumah tangga itu menjadi cekcok, urusan kecil jadi besar, masalah kecil jadi besar, istri selalu minta cerai suami tidak berkasih sayang. Semoga bermanfaat. Namun semua itu untuk menangkis hal-hal yang tidak diinginkan, maka anda tetap mendekatkan diri pada yang kuasa.
Jodoh adalah rahasia Allah, dan manusia pada dasarnya tidak bisa menebak kapan datangnya jodoh untuk dirinya, seperti juga kapan maut menjemputnya. Menurut hadits riwayat al-Bukhari, dikutip dari nu.or.id, secara umum, syariat telah memberi tuntunan dalam memilih pasangan. Adapun kiriteria pasangan ideal adalah hartawan, rupawan, keturunan mulia, dan kuat agamanya.
Ketika seseorang kesulitan mencari pasangan yang memiliki keempat kriteria tersebut, maka setidaknya ia memiliki kriteria yang terakhir. Niscaya ia beruntung. Ini tentu berlaku untuk umum. Karena, siapa pun pasti ingin beruntung dan mendambakan pasangan ideal.
Kendati sudah dibekali dengan empat kriteria di atas, tapi pada praktiknya seseorang merasa bingung dan kesulitan menjatuhkan pilihan. Terlebih jika dihadapkan pada beberapa sosok pilihan, siapakah di antara beberapa sosok itu yang layak menjadi pasangannya? Dalam hal ini, Al-Qur’an telah memberi sejumlah isyarat, siapa jodoh atau pasangan hidup seseorang. Dengan isyarat itu, seseorang akan sedikit terbantu dalam menentukan pilihannya. Beberapa isyarat bahwa jodoh Anda sudah dekat adalah sebagai berikut:
Dalam hal ini, Al-Qur’an telah memberi sejumlah isyarat, siapa jodoh atau pasangan hidup seseorang. Dengan isyarat itu, seseorang akan sedikit terbantu dalam menentukan pilihannya. Beberapa isyarat bahwa jodoh Anda sudah dekat adalah sebagai berikut:
1. Memiliki Kesamaan dan Kesepadanan
Pada dasarnya, seseorang cenderung kepada orang yang memiliki sifat dan keadaan yang sama dengannya. Demikian halnya dalam hal pasangan. Ini telah diisyaratkan dalam Al-Qur’an “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula),” (QS an-Nur 24: 26).
Kesamaan status dan kesucian dalam ayat di atas, juga merupakan isyarat terhadap aspek kesamaan lainnya, seperti kesamaan tabiat, sifat, profesi, hobi, turunan, status sosial, dan sebagainya. Tak heran jika kita kerap menjumpai orang yang berjodoh dengan teman seprofesi, teman sekantor, teman satu hobi, dan seterusnya.
Lebih menarik lagi, selain mengandung konsep kesamaan, sekufu, dan kesepadanan, ayat di atas juga mendorong siapa pun yang ingin mendapat pasangan terbaik, agar mempersiapkan diri sebagai orang terbaik bagi orang yang diinginkannya. Sebab, pada dasarnya Allah akan menjodohkan hamba-Nya dengan orang yang sepadan dengannya, sebagaimana ditegaskan dalam ayat lain, “Dia menjadikan pasangan bagi kamu dari jenis (tipe) kamu sendiri,” (QS an-Nur 24: 28).
2. Mendatangkan Ketenteraman dan Kecenderungan Hati
Dari satu atau beberapa kesamaan, biasanya terlahir rasa cocok, rasa suka, dan rasa tenteram. Demikian pula dalam hal jodoh. Maka siapa pun yang akan mencari pasangan dan menjatuhkan pilihan, maka pilihlah sosok yang membawa ketenteraman, kecocokan, kesenangan, pengertian, dan kasih sayang. Sebab itulah tanda-tanda yang diciptakan Allah dalam hatinya, sebagaimana dalam Al-Qur’an, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang,” (QS ar-Rum [30] 21). Dan orang orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa,” (QS al-Furqan 25: 74).
3. Diterima Keluarga
Pada dasarnya, pernikahan bukan saja menyatukan dua insan yang saling mencinta, tetapi juga menyatukan dua keluarga besar. Karena itu, persetujuan dari masing-masing keluarga tak boleh diabaikan. Sehingga, siapa pun yang akan melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan, maka bicarakanlah terlebih dahulu dengan keluarga terutama kedua orang tua, termasuk dengan anak-anak jika yang menikah berstatus duda atau janda dan telah mempunyai anak yang cukup dewasa.
Salah satu tujuannya untuk menghindari permasalahan di kemudian hari. Namun demikian, pilihan dan pertimbangan terakhir kembali kepada yang bersangkutan. Sebab, masukan yang terlalu banyak seringkali membuat seseorang bingung dan kesulitan untuk melangkah. Sesungguhnya, penerimaan dari keluarga dalam memilih pasangan sudah diisyaratkan dalam Al-Qur’an, “Jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, ‘Kembali (saja)lah,’ maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS asy-Syura 42: 11).
4. Dilapangkan Pintu Rezeki Isyarat berikutnya tentang jodoh seseorang adalah kelapangan rezeki. Ingatlah, ketika Allah menjodohkan hamba-Nya, maka Dia akan melapangkan rezekinya, “Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik,” (QS an-Nahl 16: 72).
Karenanya, tak heran jika kita mendapati rezeki orang yang melajang berbeda dengan rezeki orang yang sudah menikah. Begitu pun rezeki orang yang belum mempunyai anak bebeda dengan rezeki orang yang sudah mempunyai anak.
Bahkan, Allah telah berjanji akan memampukan dan memudahkan seseorang yang sudah menemukan jodohnya dan bermaksud menjaga kehormatan dirinya. Adapun caranya tentu terserah Allah. Simaklah ayat yang satu ini, “Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya,” (QS an-Nur 24: 33).
Dengan kata lain, jika pilihan yang ada di hadapan seseseorang adalah jodohnya, maka Allah Swt akan memampukannya untuk menikah dengan pilihannya itu.
أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره
"Iman adalah engkau beriman (percaya) kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, Hari Akhir, dan engkau percaya kepada takdir Allah yang baik maupun yang buruk." Dalam hadits riwayat Abdullah bin Amr bin Al 'Ash, Rasulullah Muhammad SAW bersabda:
كتب الله مقادير الخلائق قبل أن يخلق الله السماوات والأرض بخمسين ألف سنة
"Allah telah mencatat takdir setiap makhluk 50 ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi." (HR Muslim)
Berdasarkan hadits tersebut, Syekh Al Wardani memaparkan, pernikahan atau persoalan jodoh merupakan bagian dari qadar (ketetapan) yang telah tercatat di dalam Lauhul Mahfudz. Syekh Al Wardani mengatakan, apa yang telah Allah SWT tetapkan dan tuliskan dalam Lauhul Mahfudz itu adalah ghaib yang hanya diketahui Allah Swt dan Dia-lah yang menetapkan sebab-sebab yang mengarah pada akibatnya. Terkait sebab-akibat tersebut, ini seperti yang disabdakan Rasulullah Muhammad SAW Beliau Rasulullah Muhammad SAW bersabda:
من سره أن يبسط له في رزقه أو ينسأ له في أثره فليصل رحمه
"Siapa yang ingin rezekinya dimudahkan dan umurnya dipanjangkan, maka hendaknya ia menyambung tali silaturahim." (HR Bukhari dan Muslim)
Seorang Muslim hendaknya juga mengingat bahwa ketakwaan kepada Allah Swt akan memberikannya jalan keluar dan jalan atas datangnya rezeki yang tidak diduga-duga. Hal ini sebagaimaan firman Allah Swt sbb ;
"Siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.".(QS At Thalaq ayat 2-3)
Dalil lain yang menunjukkan bahwa takdir atas kehidupan setiap Muslim telah tercatat, juga terdapat pada Surah Al Mulk ayat 15. Allah ﷻ berfirman:
"Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan." (QS Al Mulk ayat 15)
Karena itu, setiap Muslim semestinya mencari jodoh dengan cara yang benar dan tidak menghalalkan segala cara atau dengan melakukan perbuatan dosa demi menemukan pasangan yang cocok. Sebab, rezeki seseorang akan terhalang jika melakukan perbuatan maksiat.
Jodoh dalam Islam, Sudah Ditetapkan atau Harus Diusahakan, Dulu, ada perdebatan dan perdebatan ini berlangsung sampai saat ini terkait dengan ketentuan dan ketetapan Allah terhadap diri manusia, yaitu paham Jabariyah dan paham Qadariyah. Kaum Jabariyah adalah kaum fatalis yang mengatakan bahwa manusia itu ibarat anak wayang di tangan para dalang. Apapun yang menimpa manusia itu sepenuhnya kehendak Allah SWT.
Sementara kaum Qadariyah mengatakan sebaliknya, bahwa manusia berkuasa atas dirinya sendiri. Tuhan sama sekali tidak ikut campur untuk terlibat dan mengintervensi apa yang ingin dilakukan oleh manusia. Perbedaan ini berlangsung begitu lama kemudian ditengahi oleh kaum Ahlusunnah wal Jamaah, melalui asy'ariyah dan maturidiyah yang mengatakan bahwa terkait dengan ketentuan dan ketetapan Allah SWT terbagi ke dalam dua istilah, yaitu Qada dan Qadar.
Qada adalah ketentuan dan ketetapan Allah SWT yang jumlahnya begitu banyak, tidak terhingga tapi belum terjadi. Jadi, kita besok itu akan seperti apa, itu Qada-nya sudah ada. Bisa A, B, C, dan seterusnya. Sementara Qadar ketentuan dan ketetapan Allah SWT yang sudah terjadi. Jadi di antara sekian banyak opsi itu yang mana yang akan terjadi, itu yang menjadi takdir kita. Ketentuan dan ketetapan Allah SWT itu ada yang bersifat Mubram atau paten, tidak bisa diubah sama sekali. Seperti siapa orang tua kita, etnis kita, jenis kelamin kita, itu tidak bisa diubah sama sekali. Sementara, ada juga yang sifatnya Muallaq atau kondisional, yang karena ikhtiar kita, upaya kita maupun doa-doa kita itu bisa berubah. Misal kesehatan kita, kita menjadi sehat atau sakit.
Maka, terkait pertanyaan jodoh. Kaum Ahlusunnah wal Jamaah meyakini bahwa, manusia itu sudah memiliki opsi yang tak terhingga. Bisa berjodoh dengan A, B, C, D dan seterusnya. Bahkan boleh jadi ada Qada yang dia tidak akan sama sekali memiliki jodohnya sampai akhir hayatnya. Kita tidak tahu Qada ini ketentuan Tuhan yang sama sekali tidak kita ketahui. Yang kita ketahui ketika Qada menjadi Qadar sudah terjadi, maka itulah takdir yang ada pada diri kita. Maka, bagi kita manusia karena tidak tahu Qada-nya, maka agar takdir kita baik, kita harus berikhtiar. Ikhtiar itu dengan upaya, usaha, dan termasuk doa dalam hal jodoh.
“Seandainya kamu dihadapkan pada dua pilihan, siapa yang lebih kamu pilih untuk menggenapi kehidupanmu? Seseorang yang kamu cintai, tapi dia tidak mencintai kamu, atau seseorang yang mencintai kamu, tapi tidak kamu cintai?” Sebuah pertanyaan yang sulit dan entah mana jawaban yang terbaik di antara keduanya. Kalau kamu, akan memilih yang mana?
Kondisi dalam hubungan percintaan barangkali tidak akan semulus kelihatannya. Tentu saja setiap orang akan selalu berharap mendapatkan pasangan yang ia cintai dan mencintai dirinya. Akan tetapi, dalam hidup tentu harus realistis. Tidak semua yang kita inginkan itu bisa terwujud. Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Allah.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah: 216)
Percayakan kepada Allah yang Maha Mengetahui, Allah Sang Pemilik Hati Manusia. Jodohmu sudah diatur oleh-Nya. Selalu berbaik sangka pada-Nya, lakukan pula hal-hal yang baik karena Allah menjanjikan orang-orang yang baik akan mendapat jodoh yang baik (pula).
“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.” (Q.S. An-Nur: 26)
Perjalanan Cinta Setiap Orang Berbeda
Ada yang memutuskan untuk menikah di usia yang muda, ada yang memutuskan menikah ketika sudah mapan dan berkecukupan. Ada yang baru saja memulai hubungan serius dengan seseorang, ada pula yang baru mengakhiri hubungannya karena merasa tidak lagi cocok. Ada yang mengabarkan bahwa sebentar lagi akan memiliki buah hati, ada pula yang memutuskan untuk bercerai dengan suami atau istri karena merasa sudah tak lagi seiring sejalan.
Kehidupan ini begitu dinamis, begitu juga dengan kisah cinta. Tentu semua berharap semua akan berakhir manis, tapi tak jarang juga yang kandas di tengah jalan. Apakah hubungan yang tidak sampai pada pelaminan adalah akhir dari segalanya?
“Jika memang berjodoh, Allah pengatur yang baik. Dia mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya. Percayalah bahwa Ia tak pernah menghambat, apalagi mempersulit hamba-Nya untuk hal yang baik.”
Beragam kisah Menemukan Soulmate Pilihan Allah yang diceritakan Faizal merupakan cerminan kehidupan kita sehari-hari. Memang, Faizal sendiri mengakui bahwa kisah-kisah di dalamnya adalah cerita nyata hasil “curhatan” teman-temannya atau pengalaman yang dialami orang-orang yang ada di dekatnya. Tidak ada yang manis saja sepanjang jalan. Ada saja yang berliku dan penuh tantangan dan halangan. Begitulah cinta yang sesungguhnya.
Ada cerita dari Bushra yang dijodohkan dengan Rafa, tetapi Bushra menolaknya. Tahun-tahun berganti, Bushra bertemu dengan pria lain seperti Arham dan Burhan. Tetapi sayangnya, jalannya ke pria tersebut tidak semulus kelihatannya. Ada saja halangan seperti Arham yang pergi tanpa pesan, juga Burhan yang lebih memilih melanjutkan S-2 daripada melanjutkan jenjang yang lebih serius dengan Bushra. Di lain pihak, Rafa yang sempat dibencinya tumbuh menjadi pria dewasa yang mapan dan bertanggung jawab, dan tentu, masih menyimpan cinta yang sama kepada Bushra sejak pertemuan pertama. Bushra yakin bahwa Rafa adalah jodohnya dan memilih Rafa untuk menggenapkan imannya.
Ada pula cerita lainnya seperti teman SMP yang bertemu kembali saat reuni, ternyata menyimpan cinta yang sama sejak masa sekolah. Ada juga cerita mengenai orang yang yang selama ini tidak pernah menunjukkan cinta yang berlebihan, tetapi selalu menyisipkan nama sang pujaan dalam doa. Alhamdulillah, seperti janji Allah, jodoh memang tidak akan tertukar.
Bacalah buku ini, mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi terutama bagi kamu yang sedang mengalami masalah hati. Barangkali, ada satu atau dua cerita yang mirip dengan keadaanmu saat ini dan kamu bisa menemukan solusinya.
Hal yang paling penting untuk selalu kamu ingat adalah cinta yang sejati tidak melebihi cintamu kepada Illahi. Jika kamu mencintai-Nya karena Allah, mudah-mudahan Allah memudahkan jalanmu kepadanya.
Kenali Tanda dan Gejala Cedera Saraf Tulang Belakang, Tulang belakang merupakan struktur yang vital dan kompleks, dimana salah satu strukturnya berfungsi untuk menjalankan jalur informasi antara alat gerak (kaki dan tangan) dan pusat intruksi (otak). Hal tersebut disampaikan oleh dr. Yudha Mathan Sakti, Sp. OT(K), (Dosen Departemen Ilmu Bedah, FK-KMK Universitas Gadjah Mada).
“Jadi, kalau kita bilang tulang belakang, itu bukan tulangnya saja tapi juga tulang dan segala struktur yang ada di sekitarnya. Segala sesuatu yang berpotensi untuk menganggu jalannya informasi antara alat gerak dan otak bisa menimbulkan gejala oleh penderita,” tutur Yudha.
Yudha memaparkan bahwa penyebab cedera tulang belakang secara umum ada lima, yaitu karena bawaan atau kongenital, infeksi, trauma (jatuh yang mengakitbatkan trauma atau cedera pada tulang belakang yang melibatkan saraf), dan suatu proses kegananasan atau metabolisme. Selain itu, bekerja dari rumah juga berkontribusi menimbulkan tekanan pada saraf tulang belakang yang lebih tinggi atau disebut dengan HNP. HNP menurut Yudha banyak dikenal dengan istilah ‘saraf terjepit’, yaitu penekanan saraf tulang belakang karena rusaknya bantalan tulang belakang.
“Work from home ini juga bisa menimbulkan cedera pada saraf tulang belakang. HNP atau saraf kejepit meningkat frekuensinya pada orang yang bekerja dalam posisi duduk, dimana kalo kita duduk beban itu tidak didistribusikan ke panggul atau lutut dan kaki. Jadi, 100% beban itu diterima tulang belakang, akhirnya bantalannya rusak dan menimbulkan saraf kejepit,” ujar Yudha.
Tulang belakang menurut Yudha terdiri dr 33 ruas dari pangkal kepala atau daerah leher hingga tulang ekor. Insiden lokasi terjadinya masalah tulang belakang banyak terjadi di daerah yang tidak terlalu stabil atau tidak ada struktur yang memegang dengan baik.
“Kalau kita amati saja, yang tidak dipegang dengan stabil pertama itu di leher. Kalau di daerah dada itu yang memegang ada tulang iga, jadi dia relatif stabil dan masalahnya lebih sedikit. Kedua, di daerah pinggang. Ketiga, daerah peralihan, yaitu antara leher dan tulang punggung bagian atas,”
Yudha menyampaikan bahwa tanda cedera tulang belakang antara lain nyeri anggota tubuh yang hebat, kelemahan anggota tubuh bagian atas (tangan) dan bagian bawah (kaki), nyeri disertai riwayat trauma (jatuh), nyeri disertai riwayat keganasan (tumor).
“Ketika nyerinya mengganggu dan tidak bisa berkurang dengan istirahat, harus diwaspadai dan segera memeriksakan diri ke fasilitas atau dokter ortopedi terdekat untuk dilakukan assessment bersama,” jelasnya.
Yudha memberikan tips sederhana untuk menghindari cedera tulang belakang terutama ketika pandemi seperti saat ini. Pertama adalah dengan detoksifikasi handphone. Detoksifikasi bisa dilakukan dengan tidak melihat layer handphone selama dua jam. Kedua, menggunakan standing table ketika bekerja dari rumah. Ketika duduk semua beban diterima tulang pinggang, namun menggunakan standing table membuat beban didistribusikan ke panggul dan lutut. “Ekstensor tulang belakang adalah otot. Jadi, coba latihan otot tulat belakang dengan stretching dan strengthening otot-otot tulang belakang,” tutur Yudha.
Kepala terasa berat jangan disepelekan karena bisa jadi ada berbagai macam kondisi yang bisa menyebabkannya. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab kepala terasa berat. Saat kepala terasa berat, aktivitas sehari-hari bisa terganggu. Kondisi ini membuat kepala terasa seperti diikat dengan tali yang kencang sehingga penderitanya sulit melakukan kegiatan. Jika Anda mengalami kepala terasa berat, sebaiknya konsultasikan masalah ini ke dokter agar produktivitas dapat kembali normal lagi. Mari kenali berbagai penyebab kondisi ini supaya Anda dan dokter dapat menemukan pengobatan terbaiknya.
Penyebab kepala terasa berat
Ada berbagai macam alasan kenapa kepala Anda terasa berat, dari yang ringan hingga kondisi serius yang harus ditangani. Namun, dalam kebanyakan kasus, kepala terasa berat biasanya disebabkan kondisi ringan yang tidak berbahaya. Meski begitu, tidak ada salahnya untuk Anda mengenali berbagai penyebab kepala terasa berat dan sederet gejalanya. Hal ini dilakukan guna mencari tahu apa pengobatan terbaik yang dapat diberikan oleh dokter.
1. Otot tegang
Saat otot yang ada di kepala atau leher mengalami cedera, maka rasa nyeri dan ketegangan dapat terasa. Hal ini bisa menyebabkan kepala terasa berat. Biasanya, cedera otot di kepala diakibatkan oleh kecelakaan, benturan saat berolahraga, atau mengangkat benda berat dengan postur yang salah. Kebiasaan menatap layar laptop seharian juga bisa membuat kepala Anda terasa berat.
Selain kepala terasa berat, gejala otot tegang juga meliputi pembengkakan, sulit menggerakan leher atau kepala, rasa kaku, hingga kejang otot.
2. Gangguan keseimbangan
Berbagai gejala gangguan keseimbangan tubuh juga dapat menyebabkan kepala terasa berat. Terdapat beberapa jenis gangguan keseimbangan yang bisa menyebabkan kepala terasa berat, seperti: Penyakit Meniere (penyakit yang menyerang telinga bagian dalam)
3. Sakit kepala sinus
Sakit kepala sinus dapat menyebabkan rasa nyeri dan tekanan yang bisa membuat kepala terasa berat, khususnya bagian depan. Hal ini terjadi saat saluran sinus di bagian depan wajah mengalami pembengkakan.Biasanya, pembengkakan sinus itu disebabkan oleh virus dan bakteri yang masuk di dalam saluran sinus. Hasilnya, sakit kepala akan muncul disertai kepala terasa berat.
4. Sakit kepala tegang
Kepala terasa berat bisa jadi karena otot tegang, Sakit kepala tegang atau tension headache sangat umum terjadi. Jenis sakit kepala ini menyebabkan munculnya rasa nyeri yang tumpul di kepala. Tidak hanya itu, sakit kepala tegang dapat menyebabkan otot bahu dan leher mengalami ketegangan sehingga Anda akan merasa seakan-akan kepala lebih berat dari biasanya. Umumnya, sakit kepala tegang akan terjadi 20 menit hingga 2 jam lamanya. Segeralah datang ke dokter untuk meminta bantuan.
5. Whiplash
Whiplash adalah cedera leher yang disebabkan saat kepala bergerak ke depan dan belakang secara cepat dengan tekanan yang luar biasa. Umumnya, whiplash terjadi setelah kecelakaan lalu lintas, naik wahana seperti roller coaster, terjatuh dari ketinggian, hingga benturan saat olahraga. Gejala whiplash, seperti leher sakit dan kaku, sering kali menyebabkan kepala terasa berat. Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan rasa nyeri di kepala dan leher.
6. Gegar otak
Gegar otak terjadi saat otak terbentur dengan dinding tengkorak. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai macam gejala, meliputi:
Kebingungan
Pusing
Masalah ingatan
Penglihatan buram
Sakit kepala
Mual dan muntah
Sensitif terhadap cahaya dan suara bising
Sulit menyeimbangkan tubuh.
Gejala-gejala ini dapat bertahan hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Sakit kepala yang terjadi akibat gegar otak pun bisa menyebabkan kepala terasa berat.
7. Kelelahan
Jangan pernah memaksakan diri untuk beraktivitas saat tubuh merasa lelah. Sebab, rasa lelah tak hanya diakibatkan oleh aktivitas berlebihan, tapi juga penyakit seperti anemia, penyakit jantung, multiple sclerosis, malnutrisi, hingga dehidrasi. Umumnya, rasa letih yang berlebihan akan membuat Anda sulit mengangkat kepala. Tidak heran kalau orang-orang yang lelah merasa ingin rebahan. Terlebih lagi, rasa letih yang berlebihan juga bisa membuat kepala terasa berat.
8. Gangguan kecemasan
Tidak melulu penyakit fisik, gangguan pada kesehatan mental, seperti rasa cemas berlebihan juga bisa menyebabkan kepala terasa berat. Gangguan cemas dikenal dapat memicu sakit kepala tegang, yang gejalanya berupa rasa sakit seperti kepala terikat tali kencang. Alhasil, kepala pun bisa terasa berat.
9. Migrain
Kepala terasa berat, Sakit kepala sebelah alias migrain dapat menyebabkan munculnya berbagai gejala merugikan, sebut saja rasa lelah, sensitif terhadap cahaya dan suara, leher kaku, mual, hingga muntah. Umumnya, gejala leher kaku, letih dan sakit kepala yang disebabkan migrain dapat menyebabkan kepala terasa berat.
10. Tumor otak
Tumor otak adalah penyebab kepala terasa berat yang sangat langka. Saat tumor tumbuh di otak, maka akan ada tekanan yang dirasakan oleh tulang tengkorak. Jika ini terjadi, tidak heran kalau kepala terasa berat. Selain itu, tumor otak dapat menyebabkan munculnya berbagai gejala ini:
Sakit kepala yang sering datang
Kejang
Mual dan muntah
Masalah penglihatan dan pendengaran
Otot tangan, kaki, dan wajah terasa lemah
Sulit mengingat dan berkonsentrasi.
Jika tumor otak adalah penyebabnya, kondisi ini harus ditangani oleh dokter sesegera mungkin.
Bagaimana cara mengobati kepala terasa berat, Untuk mengobati kepala terasa berat biasanya berbeda-beda tergantung penyebabnya. Untuk kepala terasa berat akibat keletihan, malnutrisi, dan dehidrasi, dokter akan merekomendasikan Anda untuk istirahat, mengonsumsi makanan sehat, serta minum air lebih teratur. Untuk meredakan sakit yang muncul, Anda bisa minum obat pereda nyeri saat kepala terasa berat, seperti paracetamol atau ibuprofen. Jika sensasi berat yang dirasakan disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu, dokter mungkin akan meresepkan beberapa obat untuk meredakan gejala kepala berat, seperti:
Obat pencegah migrain
Suplemen untuk mengatasi anemia, seperti zat besi
Antidepresan untuk gangguan kecemasan
Obat untuk mengatasi vertigo, seperti betahistine mesylate.
Untuk penyebab kepala terasa berat seperti tumor otak, dokter akan mendiskusikan jenis pengobatan terbaik untuk Anda, contohnya operasi pengangkatan tumor. Itulah pentingnya datang ke dokter dan berkonsultasi. Di rumah sakit, Anda dapat menjalani proses diagnosis yang tepat sehingga dokter akan mengetahui penyebab kepala terasa berat dengan akurat.
Kepala terasa berat tak boleh diremehkan, apalagi jika berbagai gejala di bawah ini Anda rasakan:
Sakit kepala yang tak kunjung sembuh dengan obat
Mual dan muntah
Sering pingsan
Nyeri dada
Gangguan penglihatan dan pendengaran
Sulit berbicara
Sesak napas
Demam tinggi
Leher nyeri dan kaku yang tak kunjung sembuh dalam seminggu
Kejang
Sulit berjalan
Pergerakkan mata yang abnormal
Hilangnya kesadaran
Gangguan cemas yang mengganggu aktivitas.
Berbagai gejala di atas menandakan bahwa Anda harus segera ke dokter. Jika tidak ditangani, komplikasi yang lebih berbahaya bisa terjadi.
Rutinitas keseharian terkadang Anda diserang gejala kepala terasa berat. Kondisi ini tentu membuat tak nyaman dan mengakibatkan turunnya daya konsentrasi. Sesungguhnya apa sih penyebab kepala terasa berat? Simak ulasannya berikut ini. Kepala terasa berat atau pun gangguan sakit kepala lainnya lazim dianggap sebagai pertanda bahwa tubuh sedang tak baik-baik saja. Sakit kepala ringan bisa sembuh hanya dengan beristirahat sejenak atau konsumsi segelas air putih namun tak sedikit sakit kepala yang dirasakan adalah pertanda penyakit serius lainnya. Khusus pada gangguan kepala.terasa berat dapat disebabkan oleh banyak faktor. Berikut ini adalah berbagai faktor penyebab kepala terasa berat:
1. Otot Tegang
Kepala terasa berat dapat dipicu oleh menegangnya otot-otot yang ada di kepala atau leher. Tegangnya otot-otot daoat dipicu oleh kecelakaan, benturan saat berolahraga, atau mengangkat benda berat dengan postur yang salah. Tak hanya itu kebiasaan menatap layar laptop seharian juga bisa membuat kepala Anda terasa berat.
2. Gangguan Keseimbangan
Gangguan keseimbangan tubuh berdampak pada kepala yang senantiasa terasa berat. Ada tiga jenis gangguan keseimbangan yang bisa menyebabkan kepala terasa berat yaitu penyakit meniere (penyakit yang menyerang telinga bagian dalam), vertigo posisional, dan vestibular neuritis (peradangan saraf vestibular).
3. Sakit Kepala Sinus
Penderita sakit kepala sinus akan merasakan nyeri dan tekanan yang bisa membuat kepala bagian depan terasa berat. Hal ini terjadi saat saluran sinus di bagian depan wajah mengalami pembengkakan.
4. Sakit Kepala Tegang
Sakit kepala tegang atau tension headache membuat otot bahu dan leher mengalami ketegangan sehingga Anda akan merasa seakan-akan kepala lebih berat dari biasanya. Sakit kepala jenis ini akan terjadi 20 menit hingga 2 jam lamanya. Jika merasa tak nyaman segeralah datang ke dokter agar mendapat perawatan yang tepat.
5. Whiplash
Whiplash adalah cedera leher yang disebabkan saat kepala bergerak ke depan dan belakang secara cepat dengan tekanan yang luar biasa. Gangguan ini kerap terjadi setelah kecelakaan lalu lintas, naik wahana seperti roller coaster, terjatuh dari ketinggian, atau pun benturan saat olahraga. Penderita whiplash kerap merasakan gejala leher sakit dan kaku yang menyebabkan kepala terasa berat.
6. Gegar Otak
Gegar otak terjadi saat otak terbentur dengan dinding tengkorak dan menimbulkan banyak gejala salah satunya yaitu kepala yang terasa lebih berat dari biasanya.
7. Kelelahan
Kepala akan memberikan sinyal jika tubuh sudah kelelahan. Saat kepala terasa berat bisa jadi tubuh Anda sedang lelah dan ingin rehat sejenak.
8. Gangguan Kecemasan dan Migrain
Cemas berlebih dapat memicu sakit kepala tegang dan memicu kepala terasa berat. Selain itu, kepala terasa berat juga bisa disebabkan oleh migrain. Migrain dapat menyebabkan munculnya berbagai gejala yang membuat tubuh tak nyaman. Adapun gejala yang timbul ketika migrain yaitu rasa lelah, sensitif terhadap cahaya dan suara, leher kaku dan membuat kepala terasa berat, mual, hingga muntah.
9. Tumor Otak
Saat tumor tumbuh di otak maka penderita akan merasakan tekanan di area ttulang tengkorak. Tekanan secara terus-menerus ini membuat krpala terasa berat dan bahkan diikuti sakit kepala yang kerap muncul. Demikian ulasan perihal penyebab kepala terasa berat. Jika gejala Anda berlangsung terus-menerus dan tak kunjung membaik, segera kunjungi dokter terdekat.
Dosa adalah perbuatan, perkataan, pikiran atau niat yang tidak sesuai atau melanggar ketentuan Allah SWT. Gus Baha dalam sebuah video mengungkapkan, ada dosa suami pada istri yang tanpa sadar dibenci Allah SWT. Bukan hanya selingkuh dan tidak memberi nafkah saja, ada beberapa hal lain yang jadi dosa suami terhadap istri namun kerap tidak disadari. Perlakuan itu dianggap sepele, namun berakibat buruk bagi kehidupan berumah tangga. Gus Baha menjelaskan 4 dosa suami pada istri yang dibenci oleh Allah SWT.
1. Banyak tingkah ketika sudah punya banyak harta
Dosa suami yang pertama adalah banyak tingkah ketika memiliki harta. "Sikap suami yang melewati batas itu suami awalnya seneng (pada perempuan ini), kalo udah kaya banyak harta beda. Tingkahnya semakin banyak," kata Gus Baha.
2. Tidak bisa bersikap adil ketika poligami
Telah diriwayatkan bahwa Nabi SAW pernah bersabda: "Barang siapa yang memiliki dua orang istri lalu dia lebih cenderung kepada salah seorang di antara keduanya, maka dia akan datang pada hari kiamat kelak dengan sebelah tubuhnya miring," katanya lagi. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, Imam Tirmidzi, Imam An-Nasa’I, dan Imam Ibnu Majah. Dalam hadist tersebut jelas bahwa suami harus bersikap adil pada istri pertama dan kedua. Dosa suami pada istri ini kata Gus Baha paling dibenci Allah SWT.
3. Mendiamkan Istri, hingga menggantungkan nasib istrinya
Allah sangat murka dengan suami yang menggantungkan nasib istrinya. Dosa suami pada istri ini kata Gus Baha sangat tidak menunjukan kualitas suami. "Seolah menjadikan perempuan seperti barang gantungan" kata Gus Baha.
Kehidupan berumah tangga yang dijalani oleh pasangan suami istri pastilah memiliki berbagai kendala yang dilalui. Namun, seberat apapun, tidak boleh suami mendiamkan istri hingga terluntang lantung.
4. Bersikap Tidak jelas
Dalam membangun rumah tangga tentunya tidak mudah, kemarahan dan perbedaan pendapat pasti akan selalu terjadi. Kemarahan seorang suami hingga menggantungkan nasib istrinya ini mendapat murka Allah ta'ala, karena suami tidak kunjung memberikan sikap yang jelas pada istrinya atas pernikahan yang mereka jalani tersebut. "Allah murka, kalau memang begitu lebih baik kamu melanjutkan pernikahannya (dirawat) atau sekalian diceraikan," tegas Gus Baha.
Dari pemaparan di atas seharusnya suami dapat menyadari dan menghindari dosa-dosa suami pada istri tersebut. Agar hubungan rumah tangga semakin baik dan tidak mengundang murka dari Allah SWT. Jika terlanjur berbuat dosa istri pada suami tersebut maka hendaklah bertobat kepada Allah SWT.