This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Jumat, 22 Juli 2022

10 Dosa Suami Kepada Istri yang Bisa Menjatuhkannya ke Neraka

Ikatan suami istri merupakan ikatan yang suci. Mereka diwajibkan untuk saling menjaga, bukan hanya menjaga dari urusan dunia, melainkan juga akhirat. "Maka, hanya suami yang bertanggung jawab sajalah yang bersedia melakukan introspeksi dengan melihat 10 dosa yang paling sering dilakukan oleh suami terhadap istri." Ikatan suami istri merupakan ikatan yang suci. Mereka diwajibkan untuk saling menjaga, bukan hanya menjaga dari urusan dunia, melainkan juga akhirat. 

Jika sang istri punya kewajiban, maka suami pun harus memenuhi kewajibannya kepada istri. Banyak hal yang luput dari pandangan pasangan, karena merasa jika sudah menafkahi keluarga, kewajibannya telah terpenuhi. Padahal ada kewajiban lain yang penting tapi seringkali diabaikan.

Maka, hanya suami yang bertanggung jawab sajalah yang bersedia melakukan introspeksi dengan melihat 10 dosa yang paling sering dilakukan oleh suami terhadap istri. dosa yang banyak dilakukan para suami karena mengabaikan kewajibannya kepada sang istri:

1. Tidak mengajar ilmu agama pada istri

Suami yang ahli dalam pekerjaannya, memberikan uang belanja, dan memenuhi berbagai kebutuhan istri mungkin banyak. Namun berapa banyak pasangan yang mengajar ilmu agama pada istri dan anak-anaknya?

Padahal, hal itu sudah menjadi kewajiban suami. Yakni wajib untuk menjauhkan diri dan keluarga yang dipimpinnya dari pedihnya azab kubur dan siksa api neraka.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan melakukan apa yang diperintakan,” (QS. At-Tahrim: 6).

2. Tidak cemburu dengan istri

Cemburu yang pada kadarnya bisa menjadi tanda cinta. Sehingga jika pasangan tidak pernah merasa cemburu dengan istri bisa dipertanyakan rasa cintanya. Apalagi jika istri jalan-jalan ke luar rumah, ke sana-ke mari dengan lelaki lain, tapi pasangan tidak merasa cemburu.

Ini adalah salah satu kesalahan besar yang dilakukan oleh suami.

“Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat yaitu seseorang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai lelaki dan ad-Dayyuts,” (HR An-Nasa'i 'hasan' oleh syeikh Albani, lihat ash-Shahihah: 674).

Dan ad-Dayyuts (dayus) adalah lelaki yang tidak memiliki kecemburuan terhadap keluarga atau istrinya.

3. Tidak memberi nafkah pada istri

Sudah banyak contoh para suami yang tidak memberikan nafkah sama sekali kepada istrinya. Hal ini merupakan dosa besar bagi seorang suami.

Sebab memberikan nafkah adalah tanggung jawab utama bagi seorang suami. Bayangkan saja jika seorang wanita yang telah rela meninggalkan kedua orang tuanya untuk hidup mengabdi pada suami, bahkan rela mengandung anak dan melahirkannya untuk si suami, namun diabaikan dan tak diperhatikan.

Hal ini sebagaimana hadist Rasulullah yang berbunyi:

”Rasulullah bersabda, seseorang cukup dipandang berdosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya,” (HR.Abu Dawud no.1442 CD, Muslim, Ahmad, dan Thabarani).

4. Membiarkan istri menafkahi suami dan memimpin suami

Ada suami yang hidup dengan ditanggung isterinya yang bekerja siang-malam. Padahal si suami tidak punya alasan atau udzur syar’i yang membolehkannya untuk tidak bekerja.

Hal ini sama saja dengan tidak menunaikan kewajibannya kepada istri. Selain itu, suami diberikan kedudukan oleh Allah sebagai pemimpin keluarga, sebagaimana firman Allah yang berbunyi:

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Hal ini karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. An-Nisa’ [4]: 34)

5. Membenci istri

Istri adalah partner hidup seorang suami. Dengannya suami akan mengarungi perjalanan hidup yang panjang. Jika suami membenci istrinya, bukan tak mungkin mereka akan menghadapi kegagalan.

Karena teman hidupnya tak lagi mendapatkan kepercayaan. Sehingga akan merusaak hubungan itu sendiri.

Rasulullah telah mengingatkan kepada suami untuk tak membenci istrinya, apalagi jika istri adalah seorang yang beriman, sebagaimana bunyi hadis berikut:

“Janganlah seorang suami yang beriman membenci istrinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhai akhlak lain darinya,” (H.R. Muslim).

6. Enggan membantu istri melakukan pekerjaan rumah

Tidak sedikit suami yang enggan membantu pekerjaan di rumah, karena merasa sudah lelah bekerja. Selain itu, biasanya mereka berpandangan bahwa istri-lah yang menanggung beban pekerjaan rumah.

Padahal Rasulullah memberi teladan dengan giat membantu istrinya dalam persoalan rumah sekalipun.

“Beliau (Rasulullah) membantu pekerjaan istrinya dan jika datang waktu salat, maka beliau pun keluar untuk salat,” (H.R. Bukhari).

7. Menyebarkan aib istri terutama tentang hubungan jimak

Terkadang dalam berjimak, suami ada ketidakpuasan atau tidak cocok dengan istri. Ataupun bisa juga suami membeberkan tentang kondisi sang istri saat berhubungan kepada orang lain. Maka jika mengalami dan menemui hal itu, jangan sekali-kali membicarakannya dengan orang lain.

“Sesungguhnya di antara orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seseorang yang menggauli istrinya dan istrinya menggaulinya kemudian dia menyebarkan rahasia-rahsia istrinya,” (H.R. Muslim).

8. Berpoligami tanpa mengindahkan aturan dan ketentuan syariat

Syarat penting bagi suami jika ingin melakukan poligami adalah bersikap adil terhadap setiap istrinya. Bahkan Allah SWT memperingatkan kepada suami, jika memang takut tak bisa berlaku adil maka cukup nikahi seorang saja.

“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinlah) seorang saja,” (Q.S An-Nisa: 3).

9. Ringan tangan kepada istri

Ringan tangan yang dimaksud adalah mudah memukul dan menyakiti fisik istri. Jika ada perselisihan seringkali menyelesaikannya dengan kekerasan. Hal ini sangat dibenci oleh Allah SWT.

“Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek-jelekkannya…” (H.R. Ibnu Majah disahihkan oleh Syeikh Albani).

10. Bersikap baik pada orang lain, tapi bersikap buruk pada istri

Jika dengan istri gampang mengeluarkan kata-kata kasar dan memukul. Sedangkan kepada orang lain sangat menghargai, berucap dengan kata-kata lembut dan perhatian.

Hal itu bertentangan dengan hadis berikut ini:

“Mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik–baik kalian adalah yang paling baik tehadap istri-istrinya,” (H.R. at-Tirmidzi, disahihkan oleh Syeikh Albani)

Referensi sebagai berikut ini :







Tujuh Tanda Suami Durhaka Pada Istri


Tujuh Tanda Suami Durhaka Pada Istri, dalam keluarga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan baik dari istri maupun suami. Suami tidak jarang melakukan tindakan yang menyimpang dari ketentuan Allah SWT dan melanggar hak-hak istrinya.Dengan demikian, para suami harus mengetahui ciri-ciri perbuatan durhaka terhadap istri, yaitu:

1. Menjadikan istri sebagai pemimpin rumah tangga

Dari Abu Bakrah, ia berkata, "Rasulullah saw bersabda: tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita," (HR.Ahmad no.19612 Bukhari,Tirmidzi, dan Nasai). Rasulullah menyampaikan bahwa suatu kaum (termasuk di dalamnya suami) tidak akan pernah memperoleh kejayaan atau keberuntungan bila menjadikan seorang wanita (termasuk istri) seorang pemimpin. Bentuk ketidakberuntungan ini adalah hilangnya wibawa suami sehingga memberi peluang untuk istri berlaku sesukanya dalam mengatur rumah tangga tanpa mempedulikan pendapat suami. Menyuruh istri mencari nafkah dan mengatur urusan rumah tangga termasuk menjadikan istri sebagai pemimpin. Suami yang berbuat demikian berarti melanggar ketentuan yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya.

2. Menelantarkan belanja istri

Dari Abdullah bin Amr, ia berkata, "Rasululluah bersabda: seseorang cukup dipandang berdosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya," (HR.Abu Dawud no.1442, Muslim, Ahmad, dan Thabarani).

Dari"Asyah ra,bahwa Hindun binti Utbah pernah berkata: Wahai Rasulullah,sesungguhnya Abu Sufyan adalah orang yang kikir dan tidak mau memberikan kepadaku belanja yang cukup untuk aku dan anakku,sehingga terpaksa aku mengambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya." beliau besabda: Ambillah sekadar cukup untuk dirimu dan anakmu dengan wajar," (HR.Bukhari no.4945 , Muslim, Nasai, Abu dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan Darimi).

Suami yang menelantarkan belanja istri dan anaknya berarti telah melakukan dosa. Suami hendaknya menyadari bahwa selama ia menelantarkan belanja istri, selama itulah ia berdosa kepada istrinya. Oleh karena itu, ia wajib meminta maaf kepada istrinya dan selanjutnya bertaubat kepada Allah.

3. Tidak memberi tempat tinggal yang aman

"Tempatkanlah mereka (para istri) di tempat kalian bertempat tinggal menurut kemampuan kalian dan janganlah menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Jika mereka (istri yang di thalaq) itu sedang hamil, berikanlah kepada mereka nafkahnya sampai mereka melahirkan," (QS.Ath-Thalaaq (65):6).

Allah menjelaskan untuk para suami yang menceraikan istrinya diwajibkan untuk tetap memberikan tempat tinggal untuknya selama masa iddah dan tidak boleh mengurangi belanja istrinya atau mengusirnya dari rumah karena ingin menyusahkan hatinya atau memaksanya mengembalikan harta yang pernah diberikan kepadanya atau tujuan lain. Jika mantan istrinya yang masih dalam masa iddah saja harus mendapatkan hak nafkah dan tempat tinggal yang baik, maka lebih utama dan lebih wajib lagi bagi istri sahnya untuk mendapatkan perlakuan yang lebih baik dari pada itu.

4. Tidak melunasi mahar

Dari Maimun Al-Kurady, dari bapaknya, ia berkata: "saya mendengar nabi saw.(bersabda): siapa saja laki laki yang menikahi seorang perempuan dengan mahar sedikit atau banyak, tetapi dalam hatinya bermaksud tidak akan menunaikan apa yang menjadi hak perempuan itu,berarti ia telah mengacuhkannya. Bila ia mati sebelum menunaikan hak perempuan itu, kelak pada hari kiamat ia akan bertemu dengan Allah sebagai orang yang fasiq," (HR.Thabarani, Al-Mu;jamul, Ausath II/237/1851).

Menurut hadis ini seorang suami yang telah menetapkan mahar untuk istrinya, tetapi kemudian tidak membayarkan mahar yang dijanjikan kepada istrinya, berarti menipu atau mengicuh istrinya. Jika ia tidak memiliki mahar maka ia boleh mengutang kepada istrinya.

Dalam QS.Al-Baqarah (2):237 menerangkan bahwa, "jika kalian menceraikan istri istri kalian sebelum kalian bercampur dengan mereka, padahal kalian sudah menentukan maharnya, bayarlah separuh dari mahar yang telah kalian tentukan itu, kecuali jika istri-istri kalian itu telah memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah. Pemberian maaf kalian itu adalah lebih dekat kepada taqwa. Janganlah kalian melupakan kebaikan antara sesama kalian. Sesungguhnya Allah maha melihat apa yang kalian kerjakan."

5. Menarik mahar tanpa Keridaan istri

"Jika kalian (para suami) ingin mengganti istri dengan istri yang lain, sedang kalian telah memberikan kepada salah seorang di antara mereka itu mahar yang banyak, janganlah kalian mengambilnya kembali sedikit pun. Apakah kalian kalian akan mengambilnya kembali dengan cara-cara yang licik dan dosa yang nyata? Bagaimana kalian akan mengambilnya kembali,sedangkan kalian satu dengan lainnya sudah saling bercampur (sebagai suami istri) dan mereka ( istri istri kalian) telah membuat perjanjian yang kokoh dengan kalian," (QS.An-Nisaa(4):20-21).

Ayat tersebut melarang suami yang meminta atau menarik kembali mahar yang telah diberikan kepada istrinya, baik sebagian maupun seluruhnya. Tujuan islam menetapkan mahar dalam perkawinan adalah untuk menghormati kedudukan istri yang pada zaman sebelum Islam tidak mendapatkan hak untuk memiliki dan menguasai harta kekayaan apapun, baik dari orang tuanya maupun suaminya.

6. Melanggar persyaratan istri

"Hai orang orang yang beriman, penuhilah janji-janji kalian.," (QS.Al-Maaidah (5):1).

Allah memerintahkan orang orang yang beriman untuk memenuhi janji yang dibuatnya dengan orang orang yang terlibat dengan perjanjian. Dalam hal ini, suami istri harus memenuhi perjanjian yang telah dibuatnya, bahkan perjanjian seperti itu paling patut dipenuhi dengan sebaik-baiknya.

7. Menuduh istri berzina

"Dan orang orang yang menuduh istri mereka berzina, padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka kesaksian satu orang dari mereka adalah bersumpah empat kali dengan nama Allah bahwa sesungguhnya dia adalah termasuk orang orang yang benar(dalam tuduhannya) (7) dan kelima kalinya(ia mengucapkan) bahwa laknat Allah akan menimpa dirinya jika ternyata ia tergolong orang orang yang berdusta," (QS.An-Nuur (24):6-7).

Ayat tersebut memberi ketentuan untuk melindungi istri dari tuduhan suami. Karena tuduhan itu dapat merusak kehormatan dan harga diri istri. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengaturan ketat agar suami tidak sembarangan menuduh istrinya berzina tanpa bukti yang dipertanggungjawabkan.

Adapun tindakan tindakan tercela suami terhadap istri lainnya seperti;

  • 1. Memukul (tanpa peringatan terlebih dahulu)
  • 2. Menyenangkan hati istri dengan melanggar agama
  • 3. Mengajak istri berbuat dosa
  • 4. Memadu istri dengan saudari atau bibinya
  • 5. Berat sebelah dalam menggilir istri
  • 6. Menceraikan istri saleh
  • 7. Mengusir istri dari rumah

32 Dosa Suami pada Istri


Perlu sekali para suami mengetahui perbuatan-perbuatan yang dikategorikan sebagai tindakan durhaka terhadap istri. Tanpa kita sadari dalam kehidupan keluarga tidak jarang para suami melakukan tindakan yang menyimpang dari ketentuan Allah SWT, dan telah melanggar hak–hak pasangannya.

  • 1. Lalai berbakti kepada orangtua setelah menikah
  • 2. Kurang serius dalam mengharmonisasikan antara istri dan orangtua
  • 3. Ragu dan buruk sangka kepada istri
  • 4. Kurang memiliki sikap cemburu terhadap istri
  • 5. Meremehkan kedudukan istri
  • 6. Melepaskan kendali kepemimpinan dan menyerahkannya kepada istri
  • 7. Memakan harta istri secara batil
  • 8. Kurang semangat dalam mengajari istri ajaran-ajaran agamanya
  • 9. Bersikap pelit terhadap istri
  • 10. Datang secara tiba-tiba setelah lama pergi
  • 11. Banyak mencela dan mengkritik istri
  • 12. Kurang berterima kasih dan memotivasi istri
  • 13. Banyak bersengketa dengan istri
  • 14. Lama memutus hubungan dan meninggalkan istri tanpa sebab yang jelas
  • 15. Sering berada di luar rumah dan jarang bercengkrama dengan keluarga
  • 16. Interaksi yang buruk dengan istri.
  • 17. Tidak menganggap penting berdandan untuk istri
  • 18. Kurang perhatian terhadap doa yang dituntun ketika menggauli istri
  • 19. Kurang memperhatikan Etika, Hikmah dan Hukum hubungan badan
  • 20. Menyebarkan rahasia ranjang
  • 21. Tidak mengetahui kondisi biologis perempuan
  • 22. Menggauli istri ketika haid
  • 23. Menggauli istri pada duburnya
  • 24. Memukul istri tanpa alasan
  • 25. Kesalahan tujuan poligami
  • 26. Tidak bersikap adil antara beberapa istri
  • 27. Terburu-buru dalam urusan talak
  • 28. Tidak mau mentalak, padahal sudah tidak mungkin ada perbaikan dan kecocokan
  • 29. Mencela istri setelah berpisah dengannya
  • 30. Menelantarkan anak-anak setelah mentalak istri
  • 31. Kurang setia terhadap istri
  • 32. Kurang puas dan selalu melirik perempuan lain
Segera bertaubat wahai para suami/ayah/bapak/orang tua/kepala rumah tangga sebelum semuanya menjadi terlambat untuk diperbaiki sebaai kepala rumah tangga, semoga Allah Swt mengampuni wahai para ayah/kepala rumah tangga.







Tanda Suami Durhaka pada Istri & Anak

Tanda Suami Durhaka pada Istri & Anak, Tugas suami hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, Menjaga kondisi rumah tangga bukan perkara mudah. Tanggung jawab ini tidak hanya dibebankan pada istri, namun suami memiliki porsi lebih besar. Sayangnya, ada suami yang tidak menyadari hal ini. Sampai-sampai mereka melakukan perbuatan yang sudah termasuk durhaka, bukan para orang tua melainkan istri dan anak-anaknya. Para istri, kenali tanda-tanda ini. Jika tanda-tanda ini pada suamimu, maka dia sudah termasuk durhaka.

Pertama, banyak ayah yang berpikir membesarkan dan mendidik anak merupakan investasi. Nantinya, mereka anak membantu orang tua di masa depan. Pemikiran ini jelas salah. Mendidik anak merupakan kewajiban orang tua, termasuk ayah. Jika anak dianggap investasi, biaya yang dikeluarkan untuk membesarkan dan mendidiknya tidaklah sedikit. Malah, seorang ayah justru akan merugi jika menghitung biaya yang sudah dikeluarkan. Tetapi jika ayah berpikir membesarkan dan mendidik anak adalah kewajiban, maka tidak pernah ada kerugian. Semua bisa didapat, asal dengan keikhlasan untuk mendidiknya. 

Kedua, pemikiran bahwa suami adalah pemimpin begitu akad nikah selesai dilaksanakan. Sebagai pemimpin, suami berpikir memiliki tugas untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Jika sudah terpenuhi, maka suami bebas di luar rumah. Sementara tugas mengurus dan mendidik anak diserahkan sepenuhnya pada istri. Padahal, suami juga wajib memperlakukan istri dengan penuh penghargaan. Dan terlarang bagi suami untuk menyakiti istrinya.

Wahai suami kamu tak bisa mengelak kalau dikatakan durhaka pada anak dan istrimu jika 2 hal ini diketahuinya. Jangan sampai kamu termasuk suami yang durhaka, Membangun serta menjaga kerukunan rumah tangga memang sulit. Tak banyak para suami yang bisa melakukannya. Sampai mereka akhirnya melakukan hal yang dapat tergolong sebagai bentuk kedurhakaan. Tapi tenang bagi kamu para istri, suamimu yang durhaka bisa dilihat dari 2 hal ini sebagaimana dikutip kompasiana.com

1. Kesalahan Ayah Pada Anaknya, 

Hampir semua Ayah, memiliki pemikiran. Bahwa, membesarkan dan mendidik anaknya sebagai investasi masa depan. Bukan sebagai kewajiban yang memang harus dia kerjakan. Sehingga, ketika orang tua tidak mampu lagi bekerja. Diharapkan, anak akan membantu orang tuanya. Pemikiran demikian, jelas salah. Dimana salahnya? Mari kita hitung secara matematis.

Jika, biaya makan berserta lauk pauknya sekali makan Rp.15.000,- maka, sehari untuk biaya makannya 45 ribu. Pakaian plus biaya cucinya Rp. 5.000,- maka total biaya seorang anak, 50 ribu/hari. Sebulan 1,5 juta, Satu tahun 18 juta. Jika di asumsikan, anak akan mandiri, tanpa biaya dari orang tua, hingga berusia 24 tahun. Maka, untuk kebutuhan makan dan pakaian saja 432 juta.

Jika umur 6 tahun masuk SD, maka untuk biaya pendidikan, uang pendaftaran 5 juta, biaya pendidikan 500 ribu/bulan, ongkos setiap pp sekolah-rumah, 20 ribu/hari. Jajan 20 ribu/hari.

Biaya buku dll 500 ribu/bln. Maka, biaya pendidikan selama SD-SMA sebesar 348 juta.Jika biaya kuliah, hingga selesai S1 sekitar 200 juta. Maka, total jendral, biaya seorang anak, hingga menyelesaikan S1 sekitar 980 juta. Jika asumsi 1 gram emas Rp.500.000.-. Biaya seorang anak hingga S1, setara dengan 1,96 Kg emas.

Jika seorang Ayah, menikah pada usia 26 tahun, maka pada usia 50 tahun, sang Ayah baru menghentikan kegiatan investasi. Jika lama usia seorang Ayah tujuh puluh tahun.

Maka sang Ayah. Mestinya, memetik hasil dari investasi yang dia keluarkan sebanyak 980 juta di bagi 20, yakni sebesar 49 juta pertahun atau 4 juta perbulan. Sungguh sebuah nominal nilai yang sangat kecil jika dibanding investasi yang dia tanamkan sebesar 980 juta.

Kesimpulannya, jika anak dianggap sebagai investasi. Jelas sang Ayah mengalami kerugian. Belum lagi, jika sang anak tak mampu atau lupa memberikan nilai yang mestinya dia berikan pada sang Ayah dengan nominal selayaknya sebesar investasi yang diterimanya.

Berbeda halnya, jika saja seorang Ayah beranggapan bahwa membesarkan dan mengasuh anak sebagai kewajiban. Maka, sang Ayah akan bekerja dengan “Nothing to lose”.

Ikhlas dan tidak berharap balas jasa. Itulah kata kuncinya. Ikhlas dan tak berharap balas jasa. Akibatnya, seorang Ayah akan mempersiapkan diri untuk anak dan dirinya sendiri.

Artinya, Ayah akan berusaha mencari nafkah demia anaknya tanpa melupakan persiapan masa depan untuk dirinya sendiri. Sebab, akan datang masa, ketika anak telah dewasa dan meninggalkan orang tua. Ketika itu, orang tua, tetap berkecukupan secara materi. Karena, jauh hari sebelumnya telah mempersiapkan diri.

Lalu, bagaimana dengan sejumlah nominal yang telah diberikan pada sang anak? Bukankah semua itu harus ada perhitungannya? Karena sifatnya ikhlas dan tidak berharap balas jasa.

Maka, seorang Ayah akan percaya, bahwa apa-apa yang telah dia berikan pada anaknya, sesungguhnya bukanlah rezeki milik sang Ayah. Melainkan, memang rezeki sang anak yang diberikan Allah melalui perantaraan tangan sang Ayah. Sebagaimana firman Allah;

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا

”Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (QS. al-Israa’: 31)

2. Kesalahan Suami Pada Istrinya

Banyak Suami beranggapan, ketika akad nikah sudah dilaksanakan, maka posisinya adalah pemimpin dalam rumah tangga. Ketika itu, Suami hanya berpikir, bagaimana cara memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Sehingga, ketika kebutuhan rumah tangga sudah terpenuhi. Maka, selesailah tugasnya. Suami bebas melakukan apa saja di luar rumah.

Mulai pulang larut malam tanpa alasan yang jelas, tidak membimbing anak-anak dalam proses belajar mereka, tidak menyediakan cukup waktu untuk anak dan istri. Bahkan, kondisi ekstreemnya, nikah lagi tanpa sepengetahuan istri.

Padahal sesungguhnya, selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, Suami masih memiliki kewajiban untuk memperlakukan istri dengan sepenuh penghargaan dan kelembutan.

"Seorang pemimpin dalam rumah tangga, bukan hanya memenuhi kebutuhan apa yang mereka pimpin. Tetapi, memastikan bahwa segala proses yang berlangsung dalam area yang dipimpin berjalan sesuai dengan kebijakan yang dibuat sang pemimpin, tanpa ada pihak yang merasa di rugikan atau ditinggalkan."

"Seorang Suami harus ingat, ketika mereka menikahi seorang wanita. Sesungguhnya, dia telah mengambil alih tanggung jawab seorang Ayah dari wanita yang dinikahinya. Artinya, bagaimana sang Ayah berusaha untuk membahagiakan anaknya seumur hidup sang Ayah, demikian pula yang harus dilakukan seorang Suami. Bagaimana seorang Ayah berusaha agar anak wanitanya tak tersakiti dan tersia-sia dalam kondisi apapun, itu pula yang harus dilakukan oleh seorang Suami pada istrinya."

Sehingga, ketika seorang Suami akan menyakiti atau menyia-nyiakan istrinya, seharusnya sang Suami bertanya, apakah hal demikian, mungkin dilakukan oleh Ayah dari wanita yang dinikahinya itu? Jika jawabannya tidak mungkin, maka jangan lakukan itu.

Menjamin kebahagiaan seumur hidup terhadap wanita yang dinikahi, akan melahirkan pola pikir bagaimana menjamin kepastian terpenuhinya kebutuhan Jasmani dan rohani dari wanita yang dinikahi Suami. Suami hendaknya memastikan kebahagian yang dia usahakan ketika muda dulu, tetap dapat dia saksikan hingga akhir hayatnya.

Pengingkaran terhadap kewajiban seorang Ayah pada anaknya, pengingkaran kewajiban seorang Suami terhadap istrinya, akan berakhir pada pengingkaran kehadiran seorang Ayah dan Suami terhadap anak dan dan istrinya.


Referensi sebagai berikut ini ;









Suami Durhaka Kepada Istri

Didalam isi kandungan Al-Qur’an Surat An- Nisa’ ayat 34 disebutkan, bahwasannya kaum lelaki (suami) adalah pemimpin bagi kaum wanita (istrinya). Seorang suami dituntut untuk bisa mendidik, melindungi, serta selalu menegakkan kebenaran dalam kehidupan rumah tangganya. Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya “Yang terbaik dari kalian adalah yang terbaik akhlaknya atau perlakuannya terhadap istrinya.” (HR. Tirmidzi)

Akan tetapi tak jarang kita dengar dan saksikan hadirnya seorang suami yang mendurhakai istrinya. Daripada melindungi, mereka justru memilih tindakan atau perbuatan yang dalam islam digolongkan ke dalam perbuatan dzalim terhadap istri. Perbuatan-perbuatan tersebut di antaranya :

1. Menelantarkan untuk memberikan nafkah pada istri

Ciri-ciri suami durhaka terhadap suami yang pertama terdapat dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Muslim, Ahmad, dan Ath- Thabrani, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda yang artinya: “Seseorang cukup dipandang berdosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya.”

Hadist tersebut menggambarkan betapa berdosanya seorang suami yang melalaikan kewajibannya terhadap istri dan anaknya.

2. Melimpahkan tanggungjawab suami kepada istri

Suami adalah pemimpin bagi istri dan anak-anaknya. Ia berkewajiban untuk memberikan nafkah lahir dan batin bagi keluarganya. Lalu bagaimana jika suami melimpahkan kewajiban seperti mencari nafkah dan mengatur segala urusan rumah tangga kepada sang istri.  Hal ini tentu saja bertentangan dengan syariat islam, dan keluarga tersebut digolongkan menjadi keluarga yang tidak beruntung. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya “Tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita.“ (HR.Ahmad, Bukhari, Tirmidzi, dan Nasa’i).

Jika tanggung jawab menjadi pemimpin diambil alih oleh istri, maka tentu saja kewibawaan suami akan hilang, dan hal itu bisa menjerumuskan istri pada perbuatan durhaka pada suami.

3. Tidak memberikan tempat tinggal yang layak kepada istri

Jika seorang suami memutuskan untuk menceraikan istrinya, maka ia berkewajiban untuk memberikan tempat tinggal yang aman dan layak kepada istri yang hendak diceraikan selama masa iddah. Kewajiban lain yang tidak boleh dilupakan suami adalah bahwa ia harus tetap memberikan nafkah kepada istri yang hendak ia cerai sebagaimana biasanya.

Hal ini sebagaimana Firman Allah SWT berikut : “Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, Maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, Kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu Maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan Maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.” (QS Ath- Thalaaq: 6)

4. Tidak mau melunasi mahar

Seorang suami yang ketika menikah memberikan mahar, akan tetapi mahar tersebut belum terlunasi dan bahkan suami tidak berniat untuk melunasinya, maka itu berarti suami telah menipu istrinya dan ia akan mempertanggungjawabkannya di akhirat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya:

“Siapa saja laki laki yang menikahi seorang perempuan dengan mahar sedikit atau banyak, tetapi dalam hatinya bermaksud tidak akan menunaikan apa yang menjadi hak perempuan itu, berarti ia telah mengacuhkannya. Bila ia mati sebelum menunaikan hak perempuan itu, kelak pada hari kiamat ia akan bertemu dengan Allah sebagai orang yang fasiq.” (HR.Thabarani)

5. Mengambil kembali mahar yang telah diberikan kepada istri tanpa adanya keridhoan dari sang istri

Islam memandang mahar suatu perkawinan dengan tujuan untuk menghormati kedudukan istri serta untuk pertanda  atau lambang kekuasaan seorang wanita atas laki-laki yang menikahinya. Seorang pria yang apabila ia berniat menceraikan istrinya lalu meminta atau mengambil kembali mahar yang telah diberikannya kepada sang istri tanpa adanya keridhoan dari istri, maka itu adalah perbuatan yang tercela, dan Allah SWT sangat tidak menyukai perbuatan tersebut.

6. Menuduh istri berzina tanpa adanya bukti yang kuat

Hal ini sebagaimana Firman Allah SWT berikut : “Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar. Dan (sumpah) yang kelima: bahwa la`nat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta.” (QS. An- Nuur ayat 6-7)

6.Menganiaya serta merendahkan martabat istri

Rasulullah SAW melarang para suami untuk menyakiti serta menjelek-jelekkan, atau bahkan membanding-bandingkan istri dengan wanita lain dengan menggunakan kata-kata dan ucapan yang bertujuan untuk merendahkan martabat sang istri baik di hadapannya sendiri atau di hadapan orang lain.

Sebagaimana sabda Beliau SAW dalam sebuah hadist,

”Saya pernah datang kepada Rasulullah SAW, ’saya lalu bertanya: ’Ya Rosulullah, apa saja yang engkau perintahkan (untuk kami perbuat) terhadap istri-istri kami? ’Beliau bersabda: ‘janganlah kalian memukul dan janganlah kalian menjelek-jelekan mereka.” (HR. Abu Dawud)

7. Memeras dan mengajak istri untuk berbuat dosa

Ini salah satu hal yang tidak dibenarkan dalam islam. Seorang suami haruslah selalu berusaha menjadi pemimpin yang baik untuk istri dan anak-anaknya, seperti mengajari dan mengajak mereka untuk shalat, mengaji, atau melakukan hal-hal yang dapat memberikan motivasi bagi istri dan anak untuk beramal ibadah. Seorang suami yang memeras istri dan memaksanya untuk berbuat dosa, maka di akhirat kelak ia akan dimintai pertanggungjawaban dari Allah SWT atas apa yang pernah ia lakukan tersebut.

8. Selalu mencurigai dan berusaha mencari-cari kesalahan istri

Selalu curiga terhadap apa-apa yang diperbuat oleh istri adalah sifat kurang baik yang harus dihindari oleh para suami. Ketika seorang suami curiga kepada istrinya, maka ia akan selalu berusaha mencari-cari kesalahan istrinya tersebut. Hal itu akhirnya bisa menimbulkan pertengkaran di antara keduanya.

9. Menceraikan istri tanpa adanya alasan yang dibenarkan syar’i

Seorang suami yang sudah bosan dengan istri karena berbagai alasan seperti memiliki wanita idaman lain, bisa saja selalu berusaha mencari-cari jalan agar ia segera dapat bercerai dari istrinya. Misalnya saja dengan menuduh istri tanpa adanya bukti yang jelas.

Referensi Sebagai berikut ini ;






Sebab-Sebab Terjadinya Perceraian Pasangan Suami Istri

Pernikahan dalam Islam itu adalah ikatan yang kuat untuk menyatukan suami-istri. Dalam berkeluarga, mereka akan hidup tenang (sakinah) dan pandangan pun terjaga. Islam pun telah memotivasi untuk menjaga hubungan tersebut, memerintahkan untuk menjaganya, dan terus terpelihara sejak akad nikah. Sehingga suami diperintahkan untuk berbuat baik pada istrinya dengan cara yang patut (cara yang makruf). Allah Ta’ala berfirman,

وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا

“Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.” (QS. An-Nisaa’: 21). Konsekuensi dari ayat ini, pernikahan hendaklah berusaha untuk dipertahankan dan dijaga.

Dan perlu dipahami bahwa memisah ikatan akad nikah (dengan perceraian), hukumnya asalnya terlarang. Perceraian bisa dilakukan jika memang punya alasan tidak bisa melanjutkan lagi kehidupan berumah tangga dan tidak mungkin lagi cara perdamaian bentuk apa pun ditempuh. Karena asalnya merusak hubungan suami-istri itu terlarang. Dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ خَبَّبَ اِمْرَأَةً عَلَى زَْجِهَا أَوْ عَبْدًا عَلَى سَيِّدِهِ

“Bukan termasuk golongan kami orang yang membujuk seorang perempuan untuk memusuhi suaminya atau membujuk seorang budak untuk memusuhi tuannya.” (HR. Abu Daud).

Juga terlarang meminta cerai tanpa ada sebab yang syari seperti disebutkan dalam hadits Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلاَقًا فِى غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّة

“Wanita mana saja yang meminta talak (cerai) tanpa ada alasan yang jelas, maka haram baginya mencium bau surga.” (HR. Abu Daud).

Angka perceraian pada masyarakat muslim saat ini mengalami peningkatan luar biasa. Dan kita mesti mengetahui sebab-sebabnya untuk bisa mencegahnya.

Sebab-sebab terjadinya perceraian

  1. Pertama: Jeleknya dalam memilih pasangan tanpa mengetahui dengan jelas agama dan akhlaknya. Kejelekan tersebut barulah terbongkar saat sudah menikah. 
  2. Kedua: Kurang memerhatikan agama dan hak Allah terutama dalam memerhatikan ibadah shalat. Termasuk dalam hal ini adalah kurang menjaga hal-hal yang dapat membentengi diri dari berbagai gangguan seperti dzikir kepada Allah, membaca Al-Qur’an, sampai dibiarkannya suami-istri terjerumus dalam dosa dan maksiat hingga dijadikan rutinitas. Ini juga jadi sebab terjadinya perceraian antara suami-istri.
  3. Ketiga: Jadi pecandu obat-obatan terlarang (narkoba) dan jadi pemabuk berat akhirnya dia berperilaku yang jelek pada pasangan ketika bergaul.
  4. Keempat: Kurangnya tanggung jawab antara suami-istri seperti suami yang meninggalkan tanggung jawab dalam rumah, ia hanya mau sibuk kumpul-kumpul dengan teman, sibuk begadang, seringnya traveling tanpa ada hajat, hingga melalaikan hak-hak keluarganya.
  5. Kelima: Sebagian pasangan suami-istri sibuk terus dengan gawainya, kurang dalam memerhatikan hak pasangan, anak, dan keluarganya.
  6. Keenam: Sibuk dengan MEDSOS sampai kecanduan, juga sibuk menelusuri berbagai situs web yang berisi kemungkaran. Berbagai medsos dan situs web tersebut bahkan punya dampak jelek pada akidah, perilaku, dan akhlak.
  7. Ketujuh: Tidak harmonis hidup berumah tangga, tidak memerhatikan hak satu sama lain, hingga tidak bisa saling memahami dan bersepakat.
  8. Kedelapan: Saling berburuk sangka satu sama lain dan cemburu berlebihan.
  9. Kesembilan: Banyak tuntutan yang mesti dipenuhi salah satu pasangan.
  10. Kesepuluh: Istri merasa tinggi dari suami.
  11. Kesebelas: Tidak tenang dan terusnya bertengkar.
  12. Kedua belas: Suami tidak memahami keadaan istri, seperti banyak menyinggung istrinya dengan kalimat yang kurang menyenangkan bakda hamil.
  13. Ketiga belas: Ikut campurnya keluarga suami atau istri hingga memperkeruh penyelesaian masalah.
  14. Keempat belas: Kebiasaan menonton sinetron di mana yang digambarkan di dalamnya seakan-akan rumah tangga itu akan berbahagia terus, dan ada juga digambarkan rumah tangga yang rusak terus.
  15. Kelima belas: Ada juga karena sebab memakai pil pencegah kehamilan sehingga terjadi gangguan psikis.
  16. Keenam belas: Harapan istri untuk hidup mewah dan memandang terus orang di atasnya.

Jalan keluar : Setelah mengetahui sebab-sebab ini, perlu dipahami bahwa masalah dalam rumah tangga sebenarnya hal yang biasa dan memang ada. Keluarga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang suci yang dikepalai oleh seorang nabi juga sering ada masalah. Di antara istri-istri nabi saja ada sifat saling cemburu. Itu semua wajar, tinggal bagaimana kita bisa mengatur dan menyelesaikan masalah tadi.

Solusi : yang paling ampuh untuk mengatasi masalah perceraian ini adalah mesti adanya tarbiyah pada keluarga-keluarga kaum muslimin. Juga harus ada solusi untuk mendamaikan perselisihan yang ada dalam keluarga kaum muslimin, mendamaikan yang berselisih termasuk bentuk ibadah yang luar biasa. Intisari nasihat Syaikh Faishal Al-Ghazawi dengan menambahkan nasihat agar kita bisa mendamaikan konflik yang terjadi dalam rumah tangga.

Allah Ta’ala berfirman,

۞ لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS. An-Nisaa’: 114)

Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّيَامِ وَالصَّلاَةِ وَالصَّدَقَةِ قَالُوْا بَلَى قَالَ إِصْلاَحُ ذَاتِ الْبَيْنِ وَفَسَادُ ذَاتِ الْبَيْنِ الْحَالِقَةُ

“Maukah kukabarkan kepada kalian perkara yang lebih afdal dibandingkan derajat puasa, shalat, dan sedekah?” Para sahabat menjawab, “Tentu saja.” Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Perbaikilah (hubungan) di antara sesama kalian. Dan rusaknya hubungan adalah pencukur (perusak agama).” (HR. Abu Daud).

Semoga Allah beri taufik dan hidayah, dan keluarga kita dikaruniai sakinah mawaddah wa rahmah.

Referensi sebagai berikut ini ;






Doa Menyelamatkan Rumah Tangga dari Perceraian


Doa Menyelamatkan Rumah Tangga dari Perceraian, Menjadi hal yang lumrah jika kehidupan rumah tangga kerap diwarnai dengan permasalahan atau pertengkaran. Pasalnya, kehidupan pernikahan tidak hanya menyatukan dua orang yang saling mencintai saja, tetapi juga dua kepala dengan pola pikir berbeda. Namun, pertikaian yang terjadi tidak boleh dibiarkan begitu saja. Sebab, hal tersebut bisa menjadi salah satu faktor terjadinya perceraian apabila konflik tidak diselesaikan dengan baik. Demi menghindarinya, sejumlah doa di bawah ini bisa diamalkan agar pasangan suami istri bisa menyelamatkan rumah tangganya dari perceraian. Ini juga bisa menjadi doa agar kehidupan pernikahan bisa berjalan harmonis, serta dijauhkan dari konflik yang bisa berujung talak. Perceraian memang diperbolehkan dalam agama Islam, namun Allah SWT sangat membenci hal tersebut.

1. Doa agar segera mendapat momongan

Salah satu penyebab perceraian dapat terjadi adalah karena belum dikaruniai anak atau momongan. Agar keinginan mempunyai anak cepat terkabul, Mama bisa coba mengamalkan doa dari surah Al-Anbiya ayat 89.

Berikut doa untuk memperoleh keturunan:

ۚوَزَكَرِيَّآ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ

Wazakariyyaa idznadaa robbahuu robbi laa tadzarni faaroda wa anta khoirul waarisiin.

Artinya:

"Ya Tuhanku, jangan lah engkau membiarkan aku hidup seorang diri, dan engkau lah pewaris yang paling baik."

2. Doa agar dimudahkan dalam rezeki

Permasalah lainnya yang dapat memicu keretakan dalam rumah tangga ialah masalah ekonomi. Untuk menghindari hal tersebut, Mama bisa coba mengamalkan doa yang tertuang dalam surah Al-Mai’dah ayat 114 agar rezeki kita dan pasangan dapat diperlancar.

Berikut doa agar dimudahkan dalam segala rezeki:

قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللهم رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

Allahumma robbanaa anzil alaina maaidatamminassamaaa'i takuunu lana iidalli'aqolina wa'akhirina wa'ayatamminka wa'urzukna wa'anta khoirurroziqin.

Artinya: "Ya Tuhan kami, turunkan lah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu orang-orang yang bersama kami, dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau. Beri lah kami, dan Engkau lah pemberi rezeki yang paling utama."

3. Doa agar urusan dipermudah

Urusan yang dipermudah dalam segala aspek tentu menjadi keinginan bagi semua pasangan suami istri. Makna yang terdapat dalam surah Al-Kahfi ayat 10 bisa menjadi pedoman untuk diamalkan:

Berikut doa agar urusan selalu dipermudah:

رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Robbanaa aatinaa min ladunka rohmatan wa hayyi lanaa min amrinaa rosyadaa.

Artinya: "Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)."

4. Doa melembutkan hati pasangan

Pasangan suami istri yang memiliki hati lembut dan penuh kasih sayang akan menciptakan kehidupan rumah tangga harmonis. Hal ini tercantum dalam surah Taha ayat 2-5 dan bisa diamalkan sebagai doa. 

Berikut doa melembutkan hati pasangan:

 مَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْاٰنَ لِتَشْقٰٓى ۙ اِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰى ۙ تَنْزِيْلًا مِّمَّنْ خَلَقَ الْاَرْضَ وَالسَّمٰوٰتِ الْعُلٰى ۗ اَلرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوٰى

Maa anzalnaa alaikal qur'aana litastqoo. Illa nadzkiratalliman yakhsyaa. Tanziilammimman kholakol 'ardho wassamaawaatil 'uula. Arrohmaanu 'alaa ul 'arsyi 'ustawaa.

Artinya: "Tiada Kami (Allah) turunkan kepadamu Alquran ini supaya engkau celaka! Melainkan untuk menjadi peringatan bagi orang yang takut. (Alquran) yang diturunkan daripada Tuhan, yang menciptakan bumi dan beberapa langit yang tinggi. Tuhan yang pengasih, di atas singgasana Dia bersemaya. Dia mempunyai apa yang ada di langit, dan di bumi, serta di antara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah."

5. Doa meningkatkan ketakwaan anggota keluarga

Doa lainnya untuk menyelamatkan rumah tangga dari perceraian juga terdapat dalam surah Al-Furqan ayat 74. Pasangan yang memanjatkan doa ini diharapkan bisa meningkatkan ketaqwaan para anggota keluarga.

Berikut doa meningkatkan ketakwaan anggota keluarga:

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

Robbanna hab lanaa min azwaajinaa wadzurriyyaatinaa qurrota a'yun, waajalnaa lilmuttaqiina imaama.

Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkan lah kepada kami, istri-istri kami, dan keturunan kami sebagai kebahagiaan hati (kami) dan jadikan lah kami imam bagi orang-orang (anggota keluarga) yang bertaqwa."

6. Doa meningkatkan kasih sayang antar pasangan

Kasih sayang yang terus tumbuh dalam kehidupan suami istri dapat membuat rumah tangga berlangsung langgeng dan harmonis. Doa dari surah Taha ayat 39 bisa diamalkan untuk meningkatkan kasih sayang.

Berikut doa meningkatkan kasih sayang antar pasangan:

وَاَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّيْ ەۚ وَلِتُصْنَعَ عَلٰى عَيْنِيْ ۘ

Wa'alqaitu alaika mahabbatamminnii walitushna'a alaa ainii.

Artinya: "Dan Aku telah tanamkan dari kemurahan-Ku perasaan kasih sayang orang terhadapmu, dan supaya engkau dibela dan dipelihara dengan pengawasan-Ku."

7. Doa dijauhkan dari pihak ketiga pemicu perceraian

Godaan pihak ketiga menjadi permasalahan lain yang kerap dialami pasangan suami istri. Kehadiran mereka dapat menjadi pemicu besar terjadinya perceraian. Keharmonisan rumah tangga harus tetap dijaga agar niat buruk pihak lain bisa dihindari.

Amalkan surat Al-Qasas ayat 84 agar rumah tangga tetap berjalan harmonis.

مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ خَيْرٌ مِّنْهَاۚ وَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى الَّذِيْنَ عَمِلُوا السَّيِّاٰتِ اِلَّا مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Man'jaa'a bil hasanati falahuu khoirumminha wa man'jaa'a bissay'aatii fala yuj'zaallaziina 'amilussayi'aati illa maa kaanu ya'malun.

Artinya: "Barang siapa yang datang membawa amal baik (pada hari akhirat) maka baginya balasan yang lebih baik daripadanya. Dan barang siapa yang datang membawa amal jahat, maka mereka yang melakukan kejahatan tidak dibalas melainkan dengan apa yang mereka kerjakan."

8. Doa membuat hubungan suami istri semakin dekat dan terhindar dari perceraian

Terdapat doa yang bertujuan untuk membuat hubungan suami istri selalu sehat, dekat, dan nyambung lahir batin. Doa ini bisa diamalkan terlebih jika pasutri menghadapi berbagai masalah, cobaan, dan godaan dalam rumah tangga. 

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا ، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ ، وَنَجِّنَا مِنْ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعْمَتِكَ ، مُثْنِينَ بِهَا ، قَابِلِيهَا ، وَأَتِمَّهَا عَلَيْنَا

Allohumma allif baina qulubina wa ashlih zata bainina wahdina subulas salami wa najjina minadz dzulumati ilan nuri wa jannibnal fawahisya ma dzahara minha wama bathana wa barik lana fi asma’ina wa abshorina wa qulubina wa azwajina wa zurriyatina wa tub ‘alaina innaka antat tawwabur rohim waj’alna syakirina li ni’matika mutsnina biha qobiliha wa atimmaha ‘alaina.

Artinya: ”Ya Allah, pertautkanlah di antara hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, tunjukkan kami jalan kedamaian, selamatkan kami dari kegelapan menuju kepada terang, jauhkan kami dari semua keburukan, yang tampak maupun yang tidak tampak. Berkahilah kami dalam pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, istri dan keturunan kami. Terimalah taubat kami, Engkau yang maha penerima taubat dan maha penyayang. Jadikan kami orang-orang yang bersyukur pada nikmat-Mu, pemuji nikmat-Mu, penerima nikmat-Mu, dan sempurnakanlah nikmat-Mu kepada kami.”

Jadi itulah sejumlah doa menyelamatkan rumah tangga dari perceraian. Doa ini bisa mengamalkannya setelah salat, atau lebih bagus lagi setelah berjamaah dipimpin suami dengan istri yang mengamini. Semoga doa-doa ini bisa menyelamatkan rumah tangga dari perceraian, Aaamin.

Referensi sebagai berikut ini ;





Menyikapi Pasangan yang Ingin Bercerai


Kondisi pernikahan memang tidak bisa selalu berjalan mulus sesuai apa yang kita inginkan. Akan ada masalah dan lika-liku yang perlu dihadapi. Akan tetapi, tidak semua pasangan bisa melewatinya, lho, Bela. Beberapa pasangan banyak yang memutuskan untuk berpisah ketika dirasa tidak mampu melewati ujian dan masalah ini.  Lalu, bagaimana jika kamu dihadapkan dengan permintaan bercerai dari pasangan? Sedangkan kamu berada dalam posisi tidak mengingkan hal itu sama sekali? 

Mungkin hal yang pertama kali kamu rasakan adalah perasaan bingung. Yup! Berpisah dalam pernikahan jelas jauh berbeda dengan perpisahan saat pacaran. Ada begitu banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika pasangan suami istri memutuskan untuk bercerai. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini Popbela uraikan cara menyikapi pasangan yang ingin bercerai.

Hal-hal yang sebaiknya tidak kamu lakukan ketika pasangan ingin bercerai.

Keputusan setiap orang untuk bercerai pasti atas dasar dan pertimbangan yang berbeda-beda. Akan tetapi, satu hal yang pasti. Orang yang memutuskan untuk bercerai biasanya berada dalam kondisi emosi dan pikiran yang tidak stabil. Untuk itu, jika pasanganmu meminta cerai, usahakan untuk menghindari hal-hal berikut ini, ya, Bela.

  1. Menempelinya terus menerus. Cara yang cukup sering ditemui ketika seseorang dihadapkan dengan pilihan perpisahan adalah dengan memohon-mohon, meminta maaf, atau mungkin berargumentasi mempertahankan apa yang dianggapnya benar. Namun, sayangnya cara ini seringkali gagal. Alih-alih menarik orang yang ingin pergi kembali, perilaku kemelekatan justru bisa mendorong pasangan pergi lebih cepat, lho, Bela. Hal ini karena orang-orang yang memohon atau merengek terlihat sangat tidak menarik.
  2. Menjadi lemah. Sebagian besar pasangan biasanya akan melakukan apa pun untuk mempertahankan rumah tangganya. Untuk itu, tak jarang banyak yang mengabaikan atau menolerir perilaku yang sebenarnya tidak pantas. Biasanya, mereka mengalah karena berpikir bahwa jika tidak, pasangan akan menjadi marah dan keadaan akan menjadi lebih buruk. Pada kenyataannya, pasangan yang diliputi rasa marah dan kecewa sering kali menggunakan emosinya untuk memanipulasi dengan menggunakan ancaman. Ketika menghadapi ancaman, amukan, dan manipulasi, sering kali seseorang menyerah.
  3. Mencoba mengontrolnya. Jika kamu mencoba menjaga pernikahan tetap bersama dengan menuntut, mendominasi, atau mendikte pasangan, maka kemungkinan besar akan gagal, lho, Bela. Hal ini karena, tidak ada siapa pun yang mau dikendalikan, terutama jika pasanganmu dalam kondisi pikiran yang tidak jernih. Selain itu, jika alasan utama pasanganmu ingin bercerai karena kamu menunjukkan perilaku yang mengontrol, ini adalah tanda untukmu berubah. Berhenti sekarang dan tunjukkan bahwa kamu akan memperlakukan dia dengan rasa hormat dan kesetaraan. Berhenti memaksakan pendapatmu
  4. Melacak atau mengikutinya. Ketika kamu mencoba menerka-nerka apa yang menyebabkan pasanganmu ingin bercerai, lalu curiga kepadanya dan memutuskan untuk mengikuti ke mana pun ia pergi, maka siap-siap, ya, Bela, ini bisa menjadi bumerang untuk dirimu sendiri. Ketika argumenmu tidak terbukti dan ia mengetahuinya, maka kemungkinan untuk kembali sangat kecil.
  5. Membeberkan masalah bersama pasangan kepada teman dan keluarga dengan tujuan mendapat dukungan. Ketika kamu dihadapkan dengan kemungkinan perpisahan ini, ada baiknya kamu tidak membeberkan masalahmu dengan pasangan kepada orang lain. Lebih baik selesaikan terlebih dahulu masalahnya dan buat semuanya menjadi jelas. Kalaupun butuh bantuan pihak lain, sebaiknya lakukan dengan pihak profesional.
  6. Melampiaskan emosi ke suatu yang negatif justru akan memperburuk keadaan. Permintaan untuk berpisah mungkin membuat siapa pun kaget dan pikiran menjadi kacau. Akan tetapi, jangan jadikan ini sebagai alasan untuk melampiaskan emosimu, ya, Bela. Melampiaskan emosi jelas tidak akan menyelesaikan masalah apa pun. Terlebih jika dilampiaskan ke sesuatu yang negatif.
  7. Terlalu fokus pada mencoba membaca pasanganmu. Setelah bertanya apakah pasanganmu 100% yakin dengan keputusannya atau tidak, cobalah untuk tidak terlalu fokus pada 'membaca'nya. Mencoba membaca perilaku atau pikiran pasangan merupakan hal yang umum, sehingga kamu tahu di mana kamu berdiri. Akan tetapi, hal ini bisa membuatmu gila karena satu-satunya hal yang kamu tahu adalah apa yang kamu pikirkan.
  8. Mengatakan "Aku mencintaimu". Pasanganmu sedang berada dalam mood yang tidak baik untuk mendengarnya, dan itu akan dianggap manipulatif atau "memaksa"nya.
  9. Mencoba membuatnya membaca buku nikah, melihat foto pernikahan kalian, dll. Mungkin kamu akan berpikir jika mengingatkannya pada hal-hal indah bisa mengubah apa yang menjadi keputusannya. Namun, lagi-lagi pasanganmu sedang berada dalam mood yang tidak baik. Jadi, kecil kemungkinan hal tersebut bisa mengubah keputusannya.
  10. Terus menerus menunjukkan semua hal baik dalam pernikahan atau tentang dirimu. Menunjukkan semua hal ini justru bisa semakin membuat pasangan ingin pergi. Ini semakin menunjukkan bahwa kamu tidak paham apa yang menjadi pokok permasalahan dan membuatnya berpikir bahwa kamu terlalu egois.

Sebaliknya, ini yang perlu kamu lakukan ketika pasangan ingin bercerai

Selain menghindari hal-hal yang dapat memperburuk keadaan. Kamu juga bisa melakukan hal-hal yang bisa menyelamatkan pernikahanmu, dengan melakukan hal-hal di bawah ini. Ini bisa jadi langkah yang tepat untuk kamu yang sedang bingung bagaimana cara menyikapi pasangan yang ingin bercerai.

  1. Berusaha hormati keinginan pasangan. Kamu mungkin merasa bahwa keputusannya ini gegabah. Akan tetapi, coba untuk hormatinya terlebih dahulu, Hindari sikap langsung menentang, karena hal ini bisa membuat egonya semakin meninggi. Baru setelah kamu merasa emosinya sudah stabil, kamu bisa mengajak diskusinya kembali.
  2. Berikan pasanganmu waktu untuk sendiri dan berpikir jernih. Saat memutuskan untuk bercerai jangan terburu-buru untuk mengikuti apa yang ia mau dan apa yang kamu mau. Coba beri waktu bagi pasangan dan dirimu sendiri untuk berpikir matang-matang keinginan tersebut.
  3. Tetap tenang dan kontrol emosimu. Reaksi gegabah tidak akan banyak mengubah opini pasanganmu. Hal terbaik yang dapat kamu lakukan adalah tetap tenang dan tidak mendorong pasanganmu bertindak lebih jauh.
  4. Biarkan pasanganmu tahu, di mana kamu berdiri. Ada baiknya, kamu perlu menyampaikan apa yang menjadi keinginanmu, nyatakan bahwa kamu tidak ingin bercerai dan ingin tetap bersama.
  5. Hindari topik yang akan memancing perdebatan dengan pasangan. Saat berada dalam situasi perasaan yang tidak baik, alangkah lebih baik hindari topik-topik yang membuat situasi semakin runyam, ya, Bela.
  6. Buktikan kamu telah berubah. Daripada kamu hanya berfokus pada kesalahan pasangan, cobalah untuk akui kelemahanmu sendiri.
  7. Cobalah untuk tidak mudah ditebak. Jika seorang pasangan sedang mencari alasan untuk meninggalkan pernikahan, cara yang biasa dilakukan sebagian banyak orang adalah dengan menjadikan pasangannya menjadi "orang jahat". Ini dilakukan karena biasanya, keputusan ini dibuat saat pasangan dalam kondisi emosi.
  8. Coba lakukan evaluasi terhadap diri sendiri. Setelah kamu memastikan keputusan pasangan dan mengetahui apa yang menjadi penyebabnya. Cobalah untuk mengevaluasi dirimu sendiri. Jangan terus menerus yakin bahwa kamu benar dan pasanganmu salah, 
  9. Jauhkan anak-anak dari diskusi kamu dan pasangan, lalu beri mereka penjelasan. Semua masalah pernikahan antara ayah dan ibu memang seharusnya dijauhkan dari anak-anak. Namun, bukan berarti hal ini harus kamu tutup-tutupi. Kamu hanya perlu memberinya sedikit penjelasan dan pengertian.
  10. Konsultasikan dengan pihak ketiga yang bisa dipercaya, seperti ke profesional. Ketika kedua pasangan sedang berada dalam kondisi pikiran yang tidak jernih, memang sangat diperlukan pandangan yang netral. Untuk itu, kamu perlu berkonsultasi dengan pihak ketiga yang tidak akan memihak pada siapa pun, Coba konsultasikan kepada profesional, psikolog misalnya.

Itu dia beberapa cara menyikapi pasangan yang ingin bercerai. Mengingat keputusan untuk bercerai bukanlah perkara yang sepele, maka sangat diperlukan pertimbangan yang matang. Jangan sampai keputusan yang diambil adalah keputusan yang gegabah dan terlalu terburu-buru.


Referensi sebagi berikut ini ;





Kenali dan Tangkal Gangguan Jin Serta Sihir Penyebab Perceraian (Ustadz Muhammad Faizar)

Kenali dan Tangkal Gangguan Jin Serta Sihir Penyebab Perceraian (Ustadz Muhammad Faizar). Pakar Ruqyah Ustadz Muhammad Faizar menjelaskan diantara penyebab perceraian yang sulit dijelaskan adalah sihir dan kecintaan bangsa jin. Ustadz Muhammad Faizar mengajak kita mengenali supaya bisa menangkal Sihir Tafriq (Sihir Pemisah) dan Massul Isyq (Gangguan kecintaan bangsa jin) yang menyebabkan perceraian. Dengan mengenali sihir dan gangguan jin penyebab perceraian, Ustadz Muhammad Faizar berharap kita dapat menangkalnya dan menjaga keharmonisan keluarga.

فيتعلمون منهما ما يفرقون به بين المرء و زوجه و ما هم بضارين به من أحد إلا بإذن الله...

"Maka mereka mempelajari dari mereka berdua (Harut & Marut) apa2 yang memisahkan antara seseorang dengan pasangannya, dan mereka tidak mencelakakan seorang pun kecuali dengan izin Allah." (QS.Al-Baqoroh: 102)

bnu Katsir mengatakan bahwa sebab terjadinya perceraian antara suami dan istri (akibat sihir) adalah karena hal-hal yang dibayangkan secara khayal (halusinasi yang dibuat-buat bangsa jin) oleh suami atau istri terhadap pasangannya.

Contoh, selalu melihat sifat buruk pada pasangannya apabila mereka berdua saling memandang, atau perilakunya yang seakan-akan itu adalah kejelekan yang benar2 menghinakan (padahal perilakunya biasa2 saja), atau hal-hal lainya yang mengakibatkan terjadinya perceraian.

1. Memisahkan seseorang dengan ibunya, ayahnya, saudaranya, temannya dan tetangganya.

2. Memisahkan dua orang yang menjalin akad dalam hubungan jual beli, pernikahan, dll.

3. Memisahkan atau menceraikan antara suami dan istri, dan inilah yang paling bahaya.

Tanda sihir tafriq:

  1. Terjadi perubahan yang drastis, yang semula mencintai kemudian membenci dan munculnya keraguan serta kecurigaan diantara kedua pasangan.
  2. Membesarnya sebab2 perselisihan meskipun hanya pada hal2 yang sepele
  3. Berubahnya perangai suami di mata istrinya, dan berubahnya perangai istri dimata suaminya, sehingga seorang suami selalu melihat istrinya dalam wajah dan rupa yang jelek dan demikian pula sebaliknya.
  4. Orang yang terkena sihir menjadi tidak suka terhadap setiap perbuatan yang dilakukan oleh orang lain, demikian juga tempat dimana dia duduk disitu.
  5. Sangat sulit terjadinya rangsangan diantara keduanya krn sebab kebencian antara mereka berdua.

Ibnu Taimiyah berkata dalam An-Nubuwat hal.399: ''Jin terkadang jatuh cinta kpada manusia sebagaimana manusia jatuh cinta pada manusia lainnya, dan sbagaimana seorang lelaki mencintai wanita, dan wanita mencintai pria. Maka ia merasa cemburu padanya dan ia mendukung kecemburuannya itu dengan segala sesuatu yang bisa ia lakukan.

Dan jika yang ia cintai bersama dengan laki2 atau wanita yang lain, maka terkadang ia menghukumnya dengan membunuhnya atau dengan cara yang lainnya. Dan semua ini nyata pernah terjadi, maka wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk selalu berusaha menekuni dzikir syar'i yang telah diajarkan Rasulullah SAW kepada kita, terkhusus yang terkait dengan dzikir masuk kamar mandi dan dzikir ketika berhubungan badan.

Karena bertelanjang tanpa dzikir kepada Allah Merupakan sebab jatuh cintanya jin kepada manusia.

Dzikir masuk kamar mandi:

اللهم إنى أعوذ بك من الخبث و الخيائث

Allaahumma innii a'udzubika minal khubutsi wal khobaa'its

Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari jin laki2 maupun jin perempuan

Doa ketika berhubungan seks:

بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".

Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.

Cara ruqyah atau meruqyah mandiri sihir tafriq :

Sebelum meruqyah, kondisikan tempat dari hal-hal yang dilarang dalam islam, tenangkan pasien yang akan diruqyah, berwudhu dan menutup aurat.

Bacalah ayat ruqyah ini dekat di telinganya dengan tartil:

1. Al Fatihah

2. Al Baqarah : 1-5, 102 (bacalah berulang), 163-164, 255, 285-286.

3. Ali Imron : 18-19.

4. Al 'Araf : 54-56, 117-122 (bacalah berulang dan perbanyak lagi di ayat yang ke 120).

5. Yunus : 81-82 (ulang ulangi bacaan khususnya "innallaha sayubthiluh"

6. Thaha : 69 (ulangi beberapa kali)

7. Al Mukminun : 115-118.

8. Ash Shaaffaat : 1-10.

9. Al ahqaaf : 29-32.

10. Ar Rahman : 33-36.

11. Al Hasyr : 21-24.

12. Al Jin : 1-9.

13. Al Ihklash.

14. Al Falaq

15. An Naas

Untuk meruqyah Massul 'Isyq adalah dengan ruqyah standar seperti biasanya, dan minumkan pula habbatussauda. Seseorang yang menyihir biasanya mengambil nama orang yang akan disihirnya dan nama ibunya, demikian juga dia mengambil benda benda yang menempel pada tubuhnya atau sesuatu yang dipakainya seperti rambut, baju, sapu tangan, dan lainnya.

Dengan syarat bukan baju baru dan belum dicuci serta ada bau badan orang yang akan disihir.

Apabila dengan cara ini tidak berhasil, maka dia akan menggunakan cara lain yaitu dengan meniupkan sihirnya kedalam air kemudian dia berupaya agar orang yang akan disihirnya itu melangkah diatas air tersebut atau agar air yang sudah ditiup dengan sihirnya itu diletakan dalam makanan dan minumanya.

Terkadang ia juga menuliskan mantra di sebuah kertas yang dilarutkan di dalam air lalu dicampur pula dengan darah haid untuk diminumkan ke orang yang akan disihir atau untuk dicampurkan pada makanannya.

Kadang juga disiramkan di sekitar rumah si korban, ada pula yang menggantungkan azimatnya di atas pohon agar tertiup angin, dan ada juga yang ditaruh di sayap burung agar orang yang disihir pergi meninggalkan suami/ istrinya ke tempat burung itu terbang. (Biasanya yang dipake adalah burung merpati putih)

Selain sihir, kadang perceraian yang tidak masuk akal dapat disebabkan oleh ulah bangsa jin yang jatuh cinta terhadap seseorang, sehingga mereka cemburu dan berusaha untuk memisahkan korban dari suami/istrinya.

Contoh gangguan jin (isyq) adalah:

  1. Sering mimpi basah (maaf,bersetubuh) tanpa sebab, contoh mimpi ada sebabnya seperti mimpi karena baligh, mimpi karena sering melamunkan hubungan badan dengan seseorang, mimpi karena melihat sesuatu yang merangsang, mimpi karena kepenuhan sehingga perlu ada yang dibuang. sedang mimpi karena gangguan biasanya mimpinya berlangsung lama, dan di dalam mimpi itu melakukan seperti dalam kenyataan, jika selesai mimpi terasa lemas, letih dan capek.
  2. Merasakan ada bayangan seseorang yang berbaring atau tidur di sampingnya, biasanya saat akan tidur.
  3. Merasakan bayangan yang sama di samping tempat tidurnya
  4. Enggan untuk menikah
  5. Tidak tertarik sama lawan jenis
  6. Jika menikah merasa tidak nyaman pada saat-saat bermesraan
  7. Tidak ada keinginan untuk berhubungan dengan pasangannya secara alami tanpa terpaksa, biasanya melakukan karena didorong kewajiban saja
  8. Setelah berhubungan dengan pasangannya (suami/istri) merasa sedih, sempit dadanya, tidak bergairah
  9. Lebih suka memuaskan nafsu syahwatnya dengan masturbasi.
Referensi sebagai berikut ini ;






Tanda-tanda Terkena Sihir atau Guna-guna dan Cara Pengobatannya

Tanda-tanda Terkena Sihir atau Guna-guna dan Cara Pengobatannya. Sihir adalah satu perbuatan hasad dengki seseorang dengan bantuan setan dimana seseorang tersebut meminta bantuan kepada dukun ataupun meminta bantuan langsung pada setan untuk melaksanakan hajat buruk mereka.

Sihir dan guna-guna termasuk dalam kejahatan besar dalam Islam, bahkan Allah murka terhadap pelakunya.

Sihir bisa mempengaruhi badan, hati atau akal orang yang disihir secara gaib dengan melibatkan makhluk halus, dan dilakukan di luar hukum alam bagi mencapai tujuan tertentu, contohnya menyakiti atau mempengaruhi seseorang.

Diantara jenis-jenis sihir:

  1. Sihir Rumah tangga / Perceraian
  2. Sihir Pengasih / Guna-guna
  3. Sihir Tipuan Pandangan / Silap Mata
  4. Sihir Gila
  5. Sihir Santau (sihir racun yang sangat berbahaya yamg dibuat dari berbagai ramuan)
  6. Sihir Kelesuan Badan
  7. Sihir Penyakit Anggota Badan
  8. Sihir Penghalang Pernikahan.

Tanda-tanda Terkena Sihir dan Guna-guna

  1. Sakit kepala atau anggota badan tertentu selepas waktu ashar keatas.
  2. Badan terasa berat dan malas.
  3. Sulit mendapat jodoh.
  4. Sakit ketika takziyah atau ziarah orang meninggal.
  5. Susah tidur malam.
  6. Sakit pinggang tanpa sebab.
  7. Sakit dada bila waktu asar keatas.
  8. Sering Bermimpi bayi atau menyusui bayi.
  9. Ada terasa benda bergerak dibawah kulit.
  10. Suami isteri kerap bertengkar walau perkara kecil.
  11. Sayang melampau-lampau pada orang yang baru dikenali.
  12. Malas beribadah.
  13. Gelisah dan panas di tengkuk bila dengar Al-Quran.
  14. Suka melakukan tabiat buruk.
  15. Kerap sendawa bila mendengar Al-Quran.
  16. Sering keguguran.
  17. Mengantuk bila dengar Al-Quran.
  18. Sering bermimpi seram yang menakutkan.
  19. Darah haid turun lebih 15 hari.
  20. Batuk yang berpanjangan.
  21. Selalu ditindih ketika tidur.
  22. Nafsu seks yang berlebihan.
  23. Selalu melihat bayangan kelibat di rumah.
  24. Terasa diri selalu diperhatikan.
  25. Kerap mendengar sesuatu bisikan.
  26. Sakit pikiran atau gila.

Cara Pengobatan Sihir dan Guna-guna

Dalam dalam konsep Islam, tiap-tiap yang bermasalah ada penyelesaiannya. Tiap-tiap penyakit ada penawarnya. Islam telah membuat beberapa solusi untuk mengatasi penyakit karena sihir dan guna-guna.

Di antara metode yang pernah dipraktikkan untuk mengobati sihir dan guna-guna adalah seperti berikut.

1. Mandi Dengan Air yang Telah Dicampur Daun Bidara

Persiapan: Siapkan 7 daun bidara yang masih hijau, dan seember air yang cukup untuk mandi.

Caranya:

Haluskan daun bidara dengan ditumbuk, dan campurkan ke dalam air yang telah disiapkan.

  1. Baca ayat-ayat berikut di dekat air (di luar kamar mandi):\
  2. Baca ta’awudz: a-‘uudzu billahi minas syaithanir rajiim
  3. Ayat kursi (QS. Al-Baqarah: 255)
  4. QS. Al-A’raf, dari ayat 117 sampai 122
  5. QS. Yunus, dari ayat 79 sampai 82
  6. QS. Taha, dari ayat 65 sampai 70
  7. Surat Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Minumkan air tersebut di atas 3 kali (bisa gunakan gelas kecil) Gunakan sisanya untuk mandi. Cara seperti ini bisa dilakukan beberapa kali, sampai pengaruh sihirnya hilang. (Metode ini disebutkan oleh Dr. Said bin Ali bin Wahf al-Qohthani dalam buku beliau Ad-Dua wa Yalihi Al-Ilaj bi Ar-Ruqa, Hal. 35).

2. Membaca Beberapa Ayat Al-Qur’an Kemudian Ditiupkan

Caranya:

Baca surat Al-Fatihah, ayat kursi, dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Ulangi sebanyak 3 kali atau lebih. Baca ayat-ayat di atas, sampil ditiupkan dan diusapkan ke bagian tubuh yang sakit. Baca doa-doa ketika menjenguk orang sakit.

Pencegahan dari Sihir 

Melaksanakan setiap kewajiban-kewajiban yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan, dan menjauhi setiap yang dilarang, serta bertaubat dari setiap perbuatan dosa dan kejelekan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhu:

يَا غُلاَمُ ! إنِي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ ، احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ…

“Wahai anak, sesungguhnya aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat. Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu…” (HR. Tirmidzi)

Tidak membiarkan anak-anak berkeliaran saat akan terbenamnya matahari. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Jika malam telah masuk -jika kalian berada di sore hari-, maka tahanlah anak-anak kalian. Sesungguhnya setan berkeliaran pada waktu itu. tatkala malam telah datang sejenak, maka lepaskanlah mereka“. (HR. Bukhari Muslim)

Membersihkan rumah dari salib, patung-patung, binatang yang diawetkan dan gambar-gambar yang bernyawa serta anjing. Diriwayatkan dalam sebuah hadits, bahwa Malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat hal-hal di atas. Demikian juga dibersihkan dari piranti-piranti yang melalaikan, gitar, piano, seruling dan musik.

Memperbanyak membaca Al Qur`an dan manjadikannya sebagai dzikir harian. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Janganlah menjadikan rumah-rumah kalian layaknya kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat Al Baqarah” (HR. Muslim)

Membentengi diri dengan doa-doa dan ta’awudz serta dzikir-dzikir yang disyariatkan, seperti dzikir pagi dan sore, dzikir-dzikir setelah shalat fardhu, dzikir sebelum dan sesudah bangun tidur, do’a ketika masuk dan keluar rumah, do’a ketika naik kendaraan, do’a ketika masuk dan keluar masjid, do’a ketika masuk dan keluar kamar mandi, do’a ketika melihat orang yang mandapat musibah, serta dzikir-dzikir lainnya..

Ibnul Qayyim berkata,”Sesungguhnya sihir para penyihir itu akan bekerja secara sempurna bila mengenai hati yang lemah, jiwa-jiwa yang penuh dengan syahwat yang senanantiasa bergantung kepada hal-hal rendahan. Oleh sebab itu, umumnya sihir banyak mengenai para wanita, anak-anak, orang-orang bodoh, orang-orang pedalaman, dan orang-orang yang lemah dalam berpegang teguh kepada agama, sikap tawakkal dan tauhid, serta orang-orang yang tidak memiliki bagian sama sekali dari dzikir-dzikir Ilahi, doa-doa, dan ta’awwudzaat nabawiyah.” (Zaadul Ma’ad 4/116)

Memakan tujuh butir kurma ‘ajwah setiap pagi hari. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ يَضُرَّهُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ

“Barangsiapa yang makan tujuh butir kurma ‘ajwah pada setiap pagi, maka racun dan sihir tidak akan mampu membahayakannya pada hari itu” (HR. Bukhari dan Muslim)

Setelah membaca ini jangan lupa sebarkan pada yang lain melalui sosial media seperti facebook dll untuk mempersempit propaganda dukun dan tipu daya setan yang terkutuk.

Hanya pada Allah lah tempat kita berlindung dari segala bentuk marabahaya dan kedzaliman. 


Referensi sebagai berikut ini ;









Kenali Jenis-Jenis Sihir dalam Agama Islam

Sihir adalah sistem konseptual yang merupakan kemampuan manusia untuk mengendalikan alam (termasuk kejadian, objek, orang dan fenomena fisik) melalui mistik, paranormal, atau supranatural. Dalam banyak kebudayaan, sihir berada di bawah tekanan dari, dan dalam kompetisi dengan ilmu pengetahuan dan agama.

1. Sihir Pemisah.

Yang dimaksud dengan sihir pemisah adalah sihir yang ditujukan untuk memisahkan pasangan suami istri yang saling mencintai. Juga termasuk ke dalam sihir ini adalah sihir yang ditujukan untuk membuat permusuhan dan kebencian di antara dua orang sahabat atau kerabat dekat. Jenis sihir ini telah disebutkan dalam al-Qur’an.

Alloh berfirman swt:

﴿ فَيَتَعَلمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ)

“Maka mereka mempelajari dari keduanya sihir yang dengannya mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya.” (QS. al-Baqoroh 2: 102)

Pekerjaan menceraikan antara pasangan suami istri adalah pekerjaan yang paling dicintai dan dikagumi oleh iblis, raja para setan.

2. Sihir Mahabbah (Penarik Cinta/Pelet).

Tentang ini Rosululloh saw pernah bersabda:

( إِن الرقَى وَالتمَائِمَ وَالتوَلَةَ شِرْكٌ )

“Sesungguhnya jampi-jampi, jimat-jimat dan tiwalah (pelet) adalah kesyirikan.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan al-Hakim; dishahihkan oleh al-Albani)

3. Sihir Takhyil (Mengelabui Pandangan), Sirep atau Aji Halimunan.

Tentang sihir jenis ini pernah dialami oleh Nabi Musa dan Harun ketika menghadapi para tukang sihir Fir’aun. Para tukang sihir itu menggunakan sihir jenis ini untuk menakut-nakuti kedua Nabi yang mulia itu. Sebagaimana Alloh berfirman di QS. al-A’rof 7: 115-118.

4. Sihir Pembuat Gila.

Sihir ini berpengaruh membuat seseorang menjadi seperti gila atau kurang waras. Di antara pengaruhnya adalah seorang bepergian tanpa tujuan, linglung dan sangat pelupa. Terkadang dia berbicara nyerocos (tidak beraturan), terkadang matanya menatap kosong dan tanpa makna. Terkadang tidak bisa langgeng dalam mengerjakan sesuatu, terkadang seseorang tidak tahu kemana dia harus pergi dan terkadang tidur di tempat-tempat terpencil.

5. Sihir Pembuat Kelesuan.

Sihir jenis ini bisa berpengaruh membuat seseorang yang tadinya normal dan energik menjadi suka menyendiri dan tertutup, terkadang pusing terus menerus tanpa sebab yang jelas dan terkadang diam dan tampak lesu.

6. Sihir Suara Panggilan.

Sihir jenis ini di antara pengaruhnya adalah membuat seseorang melihat mimpi-mimpi yang menyeramkan atau panggilan-panggilan yang menakutkan

7. Sihir Pembawa Penyakit.

  • Ada banyak macam penyakit yang bisa ditimbulkan oleh sihir jenis ini. Di antaranya adalah:
  • Sakit terus-menerus pada salah satu anggota tubuh.
  • Urat-urat menjadi kejang.
  • Lumpuh pada salah satu anggota tubuh (mati rasa atau mati sebelah).
  • Lumpuh total (mati suri).
  • Tidak berfungsinya salah satu indera.
  • Dan gejala-gejala lainnya.

Satu hal yang harus diketahui, bahwa sihir ini tidak akan menimbulkan pengaruh kecuali dengan takdir Alloh . Jadi, jangan disangka bahwa sihir bisa menyebabkan seseorang sakit terlepas dari takdir Alloh . Dan para tukang sihir tidak mampu menimbulkan mudharat atau bencana kecuali dengan izin Alloh semata.

8. Sihir Pendarahan.

Sihir jenis ini hanya terjadi pada kaum wanita saja. Dalam sihir ini, tukang sihir menyuruh kepada jin untuk merasuk ke dalam tubuh seorang wanita yang disihirnya seraya memberikan tugas untuk mengeluarkan darah. Kemudian jin itu masuk ke dalam tubuh wanita dan berjalan melalui urat-uratnya dalam aliran darah.

Rosululloh bersabda:

( إِنمَا هِيَ رَكْضَةٌ مِنَ الشيْطَانِ )

“Sesungguhnya istihadhah itu adalah hentakan dari setan.” (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Bukhori)

9. Sihir Penghalang Pernikahan.

Sihir ini terjadi karena seorang yang dengki lagi penuh tipu daya datang kepada seorang tukang sihir yang jahat lalu meminta supaya dibuatkan sihir untuk anak perempuan si fulan.

Setelah itu ada dua kemungkinan yang akan dilakukan oleh setan:

Masuk ke dalam tubuh wanita itu lalu membuatnya merasa tidak cinta dan tidak suka kepada setiap lelaki yang datang melamarnya, atau

Setan melancarkan sihir dengan cara mengelabui pandangan laki-laki yang melihat wanita itu sehingga setiap laki-laki yang datang melamar wanita tersebut akan melihat bahwa wanita itu jelek rupanya dan tidak menarik penampilannya.

10. Sihir Untuk Melepas Sihir (Nusyrah).

Sihir jenis ini dilakukan oleh tukang sihir atas permintaan keluarga atau kerabat orang yang terkena sihir. Setelah itu tukang sihir akan meminta kepada setannya untuk mengusir atau menghadapi setan lain yang meng-ganggu orang yang sakit tadi.


Referensi sebagai bberikut ini ;