This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Kamis, 21 Juli 2022

Kenali Perbedaannya Antara Cemas & Gangguan Kecemasan

Kenali Perbedaannya Antara Cemas & Gangguan Kecemasan, Setiap orang pasti pernah merasa cemas. Sebagai contoh, jika Anda berada dalam kondisi tidak bisa pulang ke rumah karena hari sudah malam, tidak ada kendaraan umum yang masih beroperasi, dan hujan turun dengan lebatnya. Anda mungkin merasa cemas akan bertemu dengan orang jahat atau harus menunggu hingga pagi baru bisa pulang. Namun, apakah merasa cemas adalah pertanda bahwa Anda mengalami gangguan kecemasan? Nah, artikel ini akan membahas beda cemas dan gangguan kecemasan. 

Apa yang dimaksud cemas dan gangguan kecemasan?

Anda mungkin berpikir bahwa rasa cemas menandakan bahwa Anda mengalami gangguan kecemasan. Padahal, meski saling berkaitan, kedua kondisi tersebut tidaklah sama. Rasa cemas sifatnya sementara, sebagai respons terhadap suatu kondisi yang menyebabkan stres. Kondisi ini masih tergolong wajar karena Anda tidak mengalaminya secara terus-menerus.

Ini artinya, pada satu titik di mana Anda sudah tidak merasa stres, rasa cemas itu pun hilang. Biasanya, setelah berhasil melewati situasi pemicu stres atau berhasil menghadapinya, rasa cemas itu pun hilang dengan sendirinya.

Sebenarnya, sesekali merasa cemas bukanlah hal yang buruk. Bahkan, cemas dapat memicu Anda untuk mengambil tindakan supaya terbebas dari situasi yang tidak menyenangkan tersebut.

Sebagai contoh, jika stres karena hendak menghadapi ujian, Anda akan mempersiapkan diri agar bisa mengerjakan ujian tersebut dengan baik. Selain itu, Anda juga menjadi lebih waspada jika sedang dalam bahaya.

Akan tetapi, cemas beda dengan gangguan kecemasan. Menurut Mayo Clinic, jika mengalami salah satu gangguan mental ini, Anda akan merasakan rasa cemas hampir setiap waktu. Selain itu, perasaan cemas yang muncul juga sangat intens.

Bahkan, alih-alih mencoba menghadapi situasi tertentu, orang yang mengalami gangguan kecemasan lebih memilih untuk menghindari sepenuhnya hal yang dapat menyebabkan rasa cemas tersebut.

Alhasil, aktivitas sehari-harinya akan terganggu karena tidak bisa menghadapi banyak hal. Kondisi ini sering kali tidak bisa dihadapi sendiri. Oleh sebab itu, orang yang mengalami gangguan kecemasan biasanya harus mendapatkan penanganan medis tertentu.

Beda antara cemas dan gangguan kecemasan

Berikut ini adalah beberapa pembeda antara cemas dan gangguan kecemasan yang perlu Anda tahu, yaitu:

1. Pemicu

Kondisi-kondisi tertentu memang dapat menimbulkan rasa cemas. Contohnya, ujian semester, interview pekerjaan, bertengkar dengan teman, atau deadline pekerjaan yang sudah dekat dapat membuat Anda cemas.

Namun, ini adalah rasa cemas yang wajar terjadi. Artinya, sebagian besar orang lain yang mengalami kondisi serupa mungkin juga merasakan hal yang sama.

Sementara itu, pemicu rasa cemas pada penderita gangguan kecemasan biasanya dari hal-hal sederhana yang terjadi sehari-hari. Artinya, sebagian besar orang tidak merasa cemas saat menghadapi situasi tersebut.

Contohnya, pergi ke toko membeli barang, atau bertemu dengan teman di pusat perbelanjaan. Bahkan, sering kali orang yang mengalami kondisi ini tidak memahami apa pemicu yang menyebabkan gangguan kecemasannya kambuh.

2. Intensitas dan frekuensi

Umumnya, orang merasa cemas tepat beberapa saat sebelum menjalani ujian. Akan tetapi, penderita gangguan kecemasan bisa jadi sudah merasa cemas berminggu-minggu sebelum hari ujian.

Bahkan, tepat sebelum menjalani ujian, muncul berbagai gejala gangguan kecemasan intens yang berpotensi membuatnya tidak mampu mengikuti ujian tersebut. Jika sudah demikian, rasa cemas yang ia alami bisa bertahan hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Oleh sebab itu, bisa dikatakan bahwa rasa cemas yang muncul saat Anda mengalami gangguan kecemasan memiliki frekuensi dan intensitas yang tinggi. Untuk mengatasinya, Anda tentu perlu memeriksakan kondisi tersebut ke psikolog atau dokter.

3. Gejala-gejala fisik dan psikologis

Saat merasa cemas, Anda mungkin hanya sekedar panik dan hanya bisa fokus terhadap pemicu rasa cemas tersebut. Namun, hal ini berbeda saat Anda mengalami gangguan kecemasan.

Selain rasa cemas, Anda juga akan mengalami berbagai gejala lainnya, seperti serangan panik, berkeringat, gemetar, jantung berdetak kencang, sakit kepala, mual, tidak bisa bernapas, hingga tidak bisa berbicara sama sekali.

Bukan sekedar itu saja, ada pula gejala psikologis yang mungkin muncul, seperti tidak bisa berkonsentrasi, dan tidak berpikir dengan baik.

4. Gangguan aktivitas sehari-hari

Beda cemas dan gangguan kecemasan juga dapat Anda perhatikan dari aktivitas sehari-hari. Jika merasa cemas, Anda masih bisa berkegiatan seperti biasa. Apalagi jika pemicu rasa cemas sudah berhasil Anda lalui. Namun, hal ini belum tentu berlaku dengan penderita gangguan kecemasan. Mengingat rasa cemas cukup sering dan intens muncul, orang yang mengalami kondisi ini sering kali memilih untuk menghindari pemicu stres.


Referensi sebagai berikut ini ;









Kenali dan Atasi Rasa Takut serta Kecemasan pada Si Kecil

Semua orang, anak-anak maupun orang dewasa, pasti pernah mengalami kecemasan atau rasa takut. Merasa cemas dalam sebuah situasi adalah kondisi yang sangat tidak menyenangkan. Namun, pada anak-anak, merasa cemas adalah sesuatu yang wajar. Rasa cemas dibutuhkan agar mereka dapat belajar mengatasi beragam situasi di dalam hidup. Cemas atau takut adalah hal alami yang berfungsi sebagai mekanisme pertahanan diri. Beberapa anak bisa mengatasinya dengan baik, namun ada sebagian pula yang tidak.

Kecemasan sering disebut sebagai “ketakutan tanpa sebab yang jelas”. Perasaan itu biasanya muncul walau ketika tidak ada ancaman langsung terhadap dirinya, namun yang bersangkutan merasa ancaman itu nyata. Kecemasan membuat seseorang ingin segera lari dari situasi yang sedang ia hadapi. Jantung berdegup kencang, muncul keringat dingin, dan perut terasa berkecamuk. Tapi, tak selamanya kecemasan berdampak negatif. Manfaat rasa cemas antara lain membantu kita tetap waspada dan fokus. Memiliki rasa takut atau cemas terhadap suatu hal dapat membantu Si Kecil untuk tetap pada jalurnya, misalnya Si Kecil yang takut dengan api tentu secara alami akan menghindari bermain dengan korek api.

Menurut situs childanxiety.net, 90% anak usia 2 hingga 14 tahun mempunyai setidaknya satu ketakutan terhadap hal tertentu. Bayi hingga balita usia 2 tahun umumnya memiliki ketakutan terhadap suara keras, orang asing, dan terpisah dari orangtua. Anak usia prasekolah (3 hingga 6 tahun) terutama takut kepada monster, hantu, kegelapan, dan halilintar. Sementara itu, anak usia sekolah (7 hingga 16 tahun) memiliki ketakutan terhadap hal yang lebih realistis, seperti kecelakaan, penyakit, performa di sekolah, kematian, dan bencana alam.

Rasa takut dapat disebabkan oleh berbagai hal, bahkan yang sepele sekalipun. Beberapa hal yang dapat membangkitkan rasa takut pada anak di antaranya pengalaman traumatik seperti dikejar anjing atau tenggelam di kolam renang.

Sebagian anak bisa merasa takut hanya dengan melihat ekspresi orang lain yang sedang ketakutan terhadap hal tertentu. Imajinasi anak yang berkembang “liar” pun dapat berkontribusi terhadap rasa takut ini.  Namun demikian, ada pula anak yang merasa takut tanpa penyebab yang jelas sekalipun.

Biasanya rasa takut pada anak akan hilang dengan sendirinya pada usia tertentu. Namun jika rasa takut tersebut terus menetap, bahkan mengganggu aktivitas kesehariannya termasuk tidur, hal tersebut sudah berubah menjadi fobia.

Fobia adalah rasa takut berlebihan terhadap objek atau situasi tertentu akibat suatu trauma atau peristiwa yang sangat membekas pada benak anak-anak. Ketakutan berlebihan ini tidak jarang dapat menyebabkan depresi, kecemasan, serta kepanikan yang parah. Fobia dapat muncul karena ketidaktahuan dan imajinasi berlebihan, terlalu banyak menyerap informasi yang tidak mampu dicerna dengan baik, ataupun melihat reaksi orang lain terhadap suatu hal.

Berdasarkan jenis ketakutannya, fobia dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

Fobia spesifik, yang merupakan ketakutan berlebihan terhadap objek tertentu, seperti binatang, tempat tertutup, ketinggian, dan lain-lain.

  • Fobia sosial, yang muncul bila anak berada di tempat ramai, atau takut menjadi pusat perhatian.
  • Fobia kompleks, yang merupakan gabungan dari fobia spesifik dan sosial secara bersamaan.

Apabila fobia dibiarkan berlarut-larut maka Si Kecil berisiko mengalami gangguan perkembangan mental, oleh karena itu fobia harus segera ditangani. Ayah dan Bunda dapat membawanya ke psikolog atau psikiater anak untuk penanganan lebih lanjut.

Ayah dan Bunda dapat membantu Si Kecil mengatasi rasa takutnya sehingga rasa tersebut tidak berevolusi menjadi reaksi fobia. Lakukan kiat-kiat berikut ini:

Kenalkan pada hal yang membuatnya takut

Rasa takut bisa terjadi karena Si Kecil belum mengenal objek yang ia takuti. Oleh karena itu, kenalkanlah ia pada hal yang membuatnya takut. Misalnya, jika ia takut kucing, berikan informasi yang lengkap dan menarik seputar hewan tersebut, disertai dengan gambar-gambar lucu dari televisi atau buku cerita.

Hadapkan Si Kecil pada ketakutannya

Si Kecil tidak akan bisa mengatasi ketakutannya apabila ia tidak mencoba untuk menghadapinya. Pastikan ia tidak menghindari sumber ketakutannya. Misalnya, Si Kecil takut menjadi pusat perhatian. Ayah dan Bunda bisa melatihnya untuk lebih sering bersosialisasi (memasukkannya ke kursus atau lebih sering mengajaknya bermain dengan teman-teman (playdate) dan lainnya). Menghindari sumber ketakutan hanya akan menjadi solusi sementara, namun cara tersebut tidak akan membantu Si Kecil mengatasi ketakutannya dengan efektif.

Jangan menertawakan Si Kecil

Penyebab rasa takut muncul berbeda untuk tiap orang. Mungkin Ayah dan Bunda menganggap penyebab ketakutan Si Kecil adalah sesuatu yang lucu. Namun, rasa takutnya adalah hal yang serius bagi Si Kecil. Tunjukkan padanya bahwa Ayah dan Bunda bersimpati sekaligus siap membantunya. Ia perlu tahu bahwa Bunda dan Ayah selalu berada di sisinya untuk memberikan dukungan yang ia butuhkan.

Kunci untuk mengatasi rasa takut dan cemas adalah dengan menghadapinya, bukan menghindarinya. Pastikan Ayah dan Bunda menyampaikan pada Si Kecil bahwa tidak ada yang harus ia takuti, ia dalam keadaan aman, dan semuanya akan baik-baik saja. Rasa nyaman lama kelamaan akan meningkatkan pertahanan mentalnya dan ia pun akan bisa mengalahkan ketakutannya.

Pernahkah Anda meninggalkan anak hanya beberapa saat ke dapur atau kamar mandi, tapi anak sudah menangis kencang? Hal ini sebenarnya sangat wajar terjadi, khususnya pada bayi atau balita. Namun, pada tingkatan yang sudah parah, kondisi ini dikenal sebagai separation anxiety disorder. Simak penjelasan mengenai kondisi tersebut di bawah ini.

Apa yang dimaksud dengan separation anxiety disorder?

Separation anxiety disorder (SAD) adalah salah satu gangguan kecemasan yang umumnya terjadi pada anak-anak. Sebenarnya, wajar jika anak merasa sedih saat harus berpisah dengan orangtua, khususnya saat masih bayi atau balita.

Namun, seiring berjalannya waktu, sebagian besar anak sudah mulai terbiasa jika harus berpisah dengan orangtua dan bisa menyesuaikan diri dengan kondisi. Biasanya, kondisi ini sudah tidak lagi terjadi saat anak memasuki usia tiga tahun.

Oleh sebab itu, jika sudah berusia tiga tahun atau lebih dan anak masih merasa sedih hingga menangis meraung-raung setiap kali harus berpisah dengan orangtua, mungkin ia mengalami separation anxiety disorder.

Jenis gangguan kecemasan yang satu ini ditandai dengan anak yang cemas, gelisah, hingga merasa sedih dan menangis jika harus berpisah dengan orangtuanya. Bahkan, kondisi ini bisa mengganggu aktivitasnya di sekolah dan berbagai aktivitas sehari-hari lainnya. Anak juga berpotensi mengalami serangan panik akibat SAD.

Meski sering kali terjadi pada anak-anak, bukan berarti remaja dan orang dewasa tidak bisa mengalaminya. Maka itu, segera periksakan kondisi kesehatan ke dokter jika mengalami beberapa gejala dari separation anxiety disorder.

Gejala separation anxiety disorder yang sering muncul

Saat mengalami SAD, anak biasanya merasakan kecemasan yang berlebihan jika harus berpisah dengan orangtua atau pengasuh yang sangat dekat dengannya. Meski kondisi ini mungkin tergolong wajar pada bayi dan balita, bukan berarti kondisi ini harus dibiarkan begitu saja.

Oleh karena itu, ada beberapa gejala SAD pada anak yang mungkin perlu Anda perhatikan agar bisa lebih waspada, seperti:

  • Tidak bisa berpisah dengan orangtua dan selalu menangis jika ditinggal pergi.
  • Takut dan khawatir akan ada hal buruk yang akan terjadi pada anggota keluarganya jika berpisah.
  • Selain menangis, anak mungkin akan marah dan tantrum setiap berpisah dengan orangtua.
  • Selalu ingin tahu ke mana orangtuanya akan pergi, dan selalu menelpon dan mengirim pesan singkat setiap berpisah.
  • Ikut ke mana pun salah satu orangtuanya pergi, meski sama-sama berada di dalam rumah.
  • Sering mengalami mimpi buruk yang berkaitan dengan hal buruk yang terjadi pada keluarga.
  • Muncul gejala fisik seperti sakit perut, sakit kepala, hingga pusing.
  • Sering bolos sekolah dan tidak mau diajak bermain dengan teman.

Apa penyebab dari separation anxiety disorder?

Ada beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab terjadinya separation anxiety disorder pada anak seperti berikut:

1. Perubahan pada lingkungan di sekitarnya

Saat Anda membawa anak pindah ke rumah yang baru atau memindahkannya ke sekolah lain yang baru, anak mungkin merasa tidak familiar dengan suasana dan lingkungannya. Hal ini bisa memicu timbulnya SAD.

2. Stres akibat kondisi tertentu

Pada kondisi-kondisi tertentu, anak juga bisa merasa stres dan tertekan. Sebagai contoh, saat anak harus mengikuti Anda sekeluarga pindah keluar kota sehingga ia harus pindah sekolah.

Selain itu, perceraian orangtua atau anggota keluarga terdekat yang meninggal dunia juga bisa menyebabkan stres pada anak, sehingga memicu terjadinya separation anxiety disorder.

3. Orangtua yang terlalu protektif

Sebagai orangtua, Anda tentu ingin melindungi dan mengawasi anak 24 jam dalam sehari. Namun, sikap overprotektif seperti ini bisa memengaruhi rasa cemas dan takut berlebihan yang dirasakannya. Ya, saat terlalu khawatir berlebihan padanya, anak juga bisa merasakan hal yang sama saat harus berpisah dengan Anda.

Bagaimana cara mengatasi separation anxiety disorder?

Jangan khawatir, karena ternyata ini masih bisa diatasi, baik dengan bantuan dokter atau ahli terapi, maupun dengan bantuan Anda sebagai orangtua. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi separation anxiety disorder:

1. Mendengarkan dan membicarakan rasa takut yang dialami anak

Sebagai orangtua, Anda perlu menjadi pendengar yang baik untuk anak. Sebaiknya, hindari untuk meremehkan perasaan takutnya, dan alih-alih menghargai perasaan tersebut. Dengan begitu, anak akan merasa dihargai dan didengarkan. Hal tersebut bisa membantu memberikan dukungan emosional untuk sang anak.

Selain itu, cobalah untuk mengajak anak berdiskusi mengenai perasaan takut yang mereka miliki. Jadilah orangtua dengan perasaan empati terhadap anak sehingga anak tidak merasa sendiri dalam kondisi yang tidak menyenangkan baginya.

2. Mengantisipasi masalah yang muncul saat terpaksa berpisah dengan anak

Setelah beberapa kali menghadapi anak saat mengalami separation anxiety disorder, cobalah untuk mengantisipasi permasalahan yang mungkin muncul.

Sebagai contoh, saat hendak mengantarkan anak ke sekolah yang baru. Di antara Anda dan pasangan, dengan siapa anak merasa lebih mudah untuk mengalami perpisahan? Jika anak lebih susah berpisah dengan Anda, mintalah pasangan untuk mengantarkannya ke sekolah.

Selain itu, menurut HelpGuide, anak akan lebih tenang jika orangtua yang hendak berpisah dengannya juga tenang. Maka itu, hindari menangis atau terlihat sedih dan khawatir saat harus berpisah dengan anak.

3. Melakukan terapi psikologi (psikoterapi)

Kondisi ini bisa diatasi dengan menjalani terapi psikologi. Terkadang, terapi ini juga didampingi dengan penggunaan obat-obatan antidepresan seperti selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs). Tujuan dari terapi ini adalah mengurangi gejala yang muncul saat anak mengalami SAD.

Salah satu jenis psikoterapi yang bisa dipilih adalah terapi kognitif dan perilaku (cognitive behavioral therapy). Saat menjalani terapi ini, anak bisa belajar bagaimana menghadapi dan mengelola rasa takut tentang perpisahan atau ketidakpastian.

Tak hanya itu, orangtua yang mendampingi dalam proses terapi juga bisa belajar bagaimana memberikan dukungan emosional pada anak secara efektif, sekaligus mendorong anak agar bisa lebih mandiri sesuai dengan usianya.


Referensi sebagai berikut ini ;









Cemas Saat Berpisah yang Sering Dialami Anak (Separation Anxiety Disorder)

Pernahkah Anda meninggalkan anak hanya beberapa saat ke dapur atau kamar mandi, tapi anak sudah menangis kencang? Hal ini sebenarnya sangat wajar terjadi, khususnya pada bayi atau balita. Namun, pada tingkatan yang sudah parah, kondisi ini dikenal sebagai separation anxiety disorder. Simak penjelasan mengenai kondisi tersebut di bawah ini.

Separation anxiety disorder (SAD) adalah salah satu gangguan kecemasan yang umumnya terjadi pada anak-anak. Sebenarnya, wajar jika anak merasa sedih saat harus berpisah dengan orangtua, khususnya saat masih bayi atau balita.

Namun, seiring berjalannya waktu, sebagian besar anak sudah mulai terbiasa jika harus berpisah dengan orangtua dan bisa menyesuaikan diri dengan kondisi. Biasanya, kondisi ini sudah tidak lagi terjadi saat anak memasuki usia tiga tahun.

Oleh sebab itu, jika sudah berusia tiga tahun atau lebih dan anak masih merasa sedih hingga menangis meraung-raung setiap kali harus berpisah dengan orangtua, mungkin ia mengalami separation anxiety disorder.

Jenis gangguan kecemasan yang satu ini ditandai dengan anak yang cemas, gelisah, hingga merasa sedih dan menangis jika harus berpisah dengan orangtuanya. Bahkan, kondisi ini bisa mengganggu aktivitasnya di sekolah dan berbagai aktivitas sehari-hari lainnya. Anak juga berpotensi mengalami serangan panik akibat SAD.

Meski sering kali terjadi pada anak-anak, bukan berarti remaja dan orang dewasa tidak bisa mengalaminya. Maka itu, segera periksakan kondisi kesehatan ke dokter jika mengalami beberapa gejala dari separation anxiety disorder.

Gejala separation anxiety disorder yang sering muncul

Saat mengalami SAD, anak biasanya merasakan kecemasan yang berlebihan jika harus berpisah dengan orangtua atau pengasuh yang sangat dekat dengannya. Meski kondisi ini mungkin tergolong wajar pada bayi dan balita, bukan berarti kondisi ini harus dibiarkan begitu saja.

Oleh karena itu, ada beberapa gejala SAD pada anak yang mungkin perlu Anda perhatikan agar bisa lebih waspada, seperti:

  1. Tidak bisa berpisah dengan orangtua dan selalu menangis jika ditinggal pergi.
  2. Takut dan khawatir akan ada hal buruk yang akan terjadi pada anggota keluarganya jika berpisah.
  3. Selain menangis, anak mungkin akan marah dan tantrum setiap berpisah dengan orangtua.
  4. Selalu ingin tahu ke mana orangtuanya akan pergi, dan selalu menelpon dan mengirim pesan singkat setiap berpisah.
  5. Ikut ke mana pun salah satu orangtuanya pergi, meski sama-sama berada di dalam rumah.
  6. Sering mengalami mimpi buruk yang berkaitan dengan hal buruk yang terjadi pada keluarga.
  7. Muncul gejala fisik seperti sakit perut, sakit kepala, hingga pusing.
  8. Sering bolos sekolah dan tidak mau diajak bermain dengan teman.

Apa penyebab dari separation anxiety disorder?

Ada beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab terjadinya separation anxiety disorder pada anak seperti berikut:

1. Perubahan pada lingkungan di sekitarnya

Saat Anda membawa anak pindah ke rumah yang baru atau memindahkannya ke sekolah lain yang baru, anak mungkin merasa tidak familiar dengan suasana dan lingkungannya. Hal ini bisa memicu timbulnya SAD.

2. Stres akibat kondisi tertentu

Pada kondisi-kondisi tertentu, anak juga bisa merasa stres dan tertekan. Sebagai contoh, saat anak harus mengikuti Anda sekeluarga pindah keluar kota sehingga ia harus pindah sekolah. Selain itu, perceraian orangtua atau anggota keluarga terdekat yang meninggal dunia juga bisa menyebabkan stres pada anak, sehingga memicu terjadinya separation anxiety disorder.

3. Orangtua yang terlalu protektif

Sebagai orangtua, Anda tentu ingin melindungi dan mengawasi anak 24 jam dalam sehari. Namun, sikap overprotektif seperti ini bisa memengaruhi rasa cemas dan takut berlebihan yang dirasakannya. Ya, saat terlalu khawatir berlebihan padanya, anak juga bisa merasakan hal yang sama saat harus berpisah dengan Anda.

Bagaimana cara mengatasi separation anxiety disorder? Jangan khawatir, karena ternyata ini masih bisa diatasi, baik dengan bantuan dokter atau ahli terapi, maupun dengan bantuan Anda sebagai orangtua. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi separation anxiety disorder:

1. Mendengarkan dan membicarakan rasa takut yang dialami anak

Sebagai orangtua, Anda perlu menjadi pendengar yang baik untuk anak. Sebaiknya, hindari untuk meremehkan perasaan takutnya, dan alih-alih menghargai perasaan tersebut. Dengan begitu, anak akan merasa dihargai dan didengarkan. Hal tersebut bisa membantu memberikan dukungan emosional untuk sang anak.

Selain itu, cobalah untuk mengajak anak berdiskusi mengenai perasaan takut yang mereka miliki. Jadilah orangtua dengan perasaan empati terhadap anak sehingga anak tidak merasa sendiri dalam kondisi yang tidak menyenangkan baginya.

2. Mengantisipasi masalah yang muncul saat terpaksa berpisah dengan anak

Setelah beberapa kali menghadapi anak saat mengalami separation anxiety disorder, cobalah untuk mengantisipasi permasalahan yang mungkin muncul.

Sebagai contoh, saat hendak mengantarkan anak ke sekolah yang baru. Di antara Anda dan pasangan, dengan siapa anak merasa lebih mudah untuk mengalami perpisahan? Jika anak lebih susah berpisah dengan Anda, mintalah pasangan untuk mengantarkannya ke sekolah.

Selain itu, menurut HelpGuide, anak akan lebih tenang jika orangtua yang hendak berpisah dengannya juga tenang. Maka itu, hindari menangis atau terlihat sedih dan khawatir saat harus berpisah dengan anak.

3. Melakukan terapi psikologi (psikoterapi)

Kondisi ini bisa diatasi dengan menjalani terapi psikologi. Terkadang, terapi ini juga didampingi dengan penggunaan obat-obatan antidepresan seperti selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs). Tujuan dari terapi ini adalah mengurangi gejala yang muncul saat anak mengalami SAD.

Salah satu jenis psikoterapi yang bisa dipilih adalah terapi kognitif dan perilaku (cognitive behavioral therapy). Saat menjalani terapi ini, anak bisa belajar bagaimana menghadapi dan mengelola rasa takut tentang perpisahan atau ketidakpastian.

Tak hanya itu, orangtua yang mendampingi dalam proses terapi juga bisa belajar bagaimana memberikan dukungan emosional pada anak secara efektif, sekaligus mendorong anak agar bisa lebih mandiri sesuai dengan usianya.

Referensi sebagai berikut ini ;















Postnatal Anxiety (Ketakutan Berlebih Ibu Baru Saat Merawat Bayi)

Euforia menjadi seorang ibu tentunya kerap dirasakan oleh para perempuan yang baru melahirkan. Antusiasme mengurus si kecil membuat Anda sering bertanya-tanya yang menjurus pada apa yang disebut dengan postnatal anxiety. Penjelasan tentang postnatal anxiety, ostnatal anxiety atau juga dikenal dengan nama postpartum anxiety merupakan sebuah keadaan ketika seorang ibu memiliki kekhawatiran yang berlebihan tentang keadaan bayinya. 

Biasanya hal ini terjadi pada kelahiran anak pertama, masa-masa di mana ibu belum memiliki pengalaman dalam mengurus bayi. Postnatal anxiety sendiri terdiri dibagi menjadi beberapa jenis yang berbeda, termasuk postnatal generalized anxiety disorder, postnatal obsessive compulsive disorder, dan postnatal health anxiety. Pada postnatal generalized anxiety disorder, seorang ibu memiliki kecemasan tingkat tinggi yang konstan tentang segala hal menyangkut si kecil, mulai dari kesehatan bayi, pemberian makan, hingga kemampuannya sendiri sebagai orang tua.

Sedangkan postnatal obsessive compulsive disorder adalah kondisi di mana seorang ibu seringkali memikirkan kemungkinan bahaya yang akan menimpa bayinya. Lain lagi dengan postnatal health anxiety yang berarti seorang ibu cenderung memikirkan bahkan meragukan kesehatan bayinya sendiri.

Seringnya, hal ini dipicu dari rasa takut tidak bisa mengurus si kecil dengan baik. Terlebih lagi, proses kehamilan sampai melahirkan yang tentunya juga menyebabkan perubahan besar pada tubuh wanita dari segi fisik maupun naik turunnya hormon yang dapat berdampak pada suasana hati.

Mengurus anak pun mau tak mau akan membuat Anda lebih sering terjaga di tengah malam. Jam tidur yang tidak menentu berpengaruh terhadap tingkat stres. Ujungnya, semua faktor tersebut memicu rasa cemas yang lebih besar dari biasanya.

Ditambah pandangan dari orang-orang di sekitar yang menganggap bahwa masa-masa setelah baru melahirkan seharusnya menjadi momen yang bahagia, tak jarang ibu pun ikut tertekan dan merasa bersalah jika mereka tidak dapat melaluinya dengan baik.

cemas sebelum melahirkan caesar

Meski hampir semua orang tua kerap merasa cemas dan khawatir apakah mereka sudah cukup baik dalam merawat si kecil, berhati-hatilah jika Anda sudah menunjukkan beberapa gejala seperti berikut ini: Rasa khawatir yang muncul terus menerus dan tidak menghilang seiring waktu

  1. Perasaan cemas bahwa hal-hal yang Anda takuti akan terjadi
  2. Perubahan waktu tidur dan nafsu makan yang tidak biasa
  3. Sulit berkonsentrasi

Anda juga mungkin akan mengalami gejala fisik meliputi:

  1. Kelelahan
  2. Jantung berdetak kencang
  3. Sesak nafas
  4. Keringat dingin
  5. Mual
  6. Pusing
  7. Tubuh bergetar

Pada beberapa kasus, ibu bisa saja mengalami serangan panik dan rasa ketakutan akan kematian bayinya. Jika terjadi, bagaimana cara mengatasinya? Jenis gangguan kecemasan,  Tidak seperti baby blues yang cenderung terjadi dalam waktu singkat, postnatal anxiety bisa saja menimpa Anda selama berbulan-bulan. Ketika tidak segera ditangani, hal ini bisa saja berdampak pada masalah mental lainnya seperti gangguan kecemasan atau obsessive-compulsive disorder (OCD).

Jika rasa cemas yang muncul sudah mulai mengganggu jam tidur dan menyita pikiran Anda, segera konsultasikan kekhawatiran Anda pada dokter. Pastikan juga Anda melakukan pemeriksaan setelah melahirkan sekitar enam minggu pertama. Pada kesempatan tersebut, sampaikan apa saja yang membuat Anda tak tenang. Jadwalkan pertemuan lanjutan jika Anda mulai memiliki gejala yang lebih parah. Dokter nantinya akan memberi rujukan pada psikiater atau spesialis kesehatan mental agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Biasanya, Anda akan melalui terapi khusus seperti cognitive behavioral therapy yang akan membantu mengubah pola pikir Anda pada masalah yang dihadapi. Bila perlu, Anda mungkin juga akan diberikan obat-obatan.

meditasi untuk gangguan kecemasan, Aktivitas tertentu pun dapat membantu mengurangi kecemasan yang Anda rasakan. Latihan teknik relaksasi seperti meditasi atau berolahraga akan mengalihkan pikiran Anda dan membuat Anda merasa lebih kuat.

Telah dibuktikan pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Georgia bahwa latihan aerobik dapat mengurangi intensitas datangnya gangguan kecemasan sebanyak 40% sampai 60 persen. Selain itu, menerapkan mindfulness juga akan membantu Anda mengendalikan stres yang diakibatkan dari rasa cemas. Mindfulness merupakan sebuah tindakan di mana Anda fokus pada sesuatu yang sedang dikerjakan tanpa memikirkan hasil ke depannya. Lakukan usaha ini perlahan bersama dengan meditasi, diharapkan Anda akan merasa lebih tenang dan tak lagi terlalu banyak memikirkan hal-hal buruk yang akan terjadi.

Adalah kecemasan dan ketakutan berlebih, terutama takut pada hal - hal masa depan yang belum tentu terjadi. Dan hal ini sangat mengganggu sekali, terutama untuk aktifitas sehari hari. Bahkan, tidak hanya orang dewasa atau orang tua saja yang kena anxiety, tetapi anak – anak pun bisa terkena anxiety.

Beberapa ciri – cirinya seseorang yang kena anxiety sbb :

  • Selalu cemas berlebihan, sehingga sesuatu yang seharusnya tidak dicemaskan, secara terus menerus justru dicemaskan.
  • Fikirannya selalu takut akan kejadian buruk masa depan, yang belum tentu terjadi.
  • Insomnia, atau susah tidur karena gelisah.
  • Badan suka lemas
  • Suka mempertanyakan kondisi buruk kepada diri sendiri, sehingga dianalisa sendiri, dan dijawab sendiri.
  • Asam lambung suka meningkat tidak stabil.
  • Terjadi GERD
  • Takut bepergian sendiri.
  • Suka mengeluh

Hipnoterapi juga mampu membantu menyembuhkan keluhan psikis, mental, dan emosi lainnya, seperti : 

  • 1. Trauma
  • 2. Phobia
  • 3. Anxiety / Cemas, takut, gelisah, khawatir Berlebih
  • 4. Insomnia
  • 5. Depresi
  • 6. Swing mood / perasaan yang sering berubah ubah
  • 7. Minder
  • 8. Cek cok rumah tangga
  • 9. Disorientasi seksual
  • 10. Mogok sekolah
  • 11. Emosional tinggi / suka marah
  • 12. Psikosomatik
  • 13. Perilaku buruk
  • 14. Stres

Referensi sebagai berikut ini ;



















Jangan Biarkan Cemas Berlebihan (Anxiety) Anda Bisa Memicu Penyakit Yang Membahayakan Kesehatan Mental Anda

Jangan Biarkan Cemas Berlebihan (Anxiety) Anda Bisa Memicu Penyakit Yang Membahayakan Kesehatan Mental Anda. “Luangkan Waktu Anda Selama 2-3 Menit Untuk membaca Website Ini Agar Keluhan Anda Teratasi”. Apakah GERD Bisa Menyebabkan Cemas Berlebihan (Anxiety)?

Sebuah studi menunjukkan bahwa GERD dapat menjadi sumber cemas berlebihan (anxiety) dan stres karena rasa sakit dan tidak nyaman yang ditimbulkannya. Selain itu, penderita GERD yang memiliki gejala nyeri dada cenderung memiliki tingkat depresi dan kecemasan lebih tinggi.

Apakah Cemas Berlebihan (Anxiety) Berbahaya?

Efek cemas berlebihan (anxiety) bisa memicu kondisi-kondisi seperti peningkatan detak jantung, jantung berdebar, serta timbulnya rasa nyeri di dada. Selain itu, Anda juga berisiko tinggi mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi) dan penyakit jantung koroner.

Apa Gejala Cemas Berlebih (Anxiety) dan Gelisah?

Gangguan kecemasan merupakan penyakit kesehatan mental yang gejalanya berupa cemas, gugup, khawatir, dan ketakutan yang berlebihan. Kondisi ini bisa mengubah emosi dan perilaku pengidapnya. Bahkan, gejala gangguan cemas berlebihan (anxiety) bisa berkembang menjadi gejala fisik yang berisiko memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Apa Yang dirasakan Penderita Cemas Berlebihan (Anxiety)?

Selain munculnya rasa cemas berlebihan (anxiety) yang mengganggu, penderita gangguan kecemasan umum juga dapat merasa cepat lelah, tegang, mual, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, sesak, dan insomnia. Selain itu Cemas berlebihan merupakan penyebab utama Asam Lambung GERD.

Apakah Cemas Berlebihan (Anxiety) Bisa disembuhkan?

Cemas berlebihan (anxiety) bisa diatasi, namun ada baiknya jika keluhan anda diatasi dengan bahan herbal agar tidak menimbulkan efek samping. Anda hraus membaca website ini agar keluhan anda dapat teratasi.

Sebenarnya, faktor risiko cemas berlebihan (anxiety) dapat bervariasi. Berikut ini adalah beberapa faktor risiko nya secara umum:

  1. Asam Lambung Kronis (GERD)
  2. Trauma
  3. Kepribadian tertentu
  4. Riwayat genetik
  5. Gangguan Stres & Depresi
  6. Penggunaan obat obatan
  7. Mengkonsumsi alkohol berlebih.

Gejala cemas berlebihan (anxiety) cukup beragam. Hal ini dapat memengaruhi kondisi kesehatan pengidapnya, baik secara fisik maupun psikis. Berikut adalah gejala yang bisa muncul saat mengalami cemas berlebihan:

  1. Merasa cemas secara terus menerus, bahkan untuk hal yang sepele
  2. Merasa selalu tegang
  3. Merasa resah dan tidak bisa tenang
  4. Merasa takut tanpa alasan yang jelas
  5. Merasa sulit konsentrasi
  6. Detak jantung berdetak lebih cepat
  7. Keluar keringat dingin
  8. Otot di sekujur tubuh terasa tegang
  9. Menjadi mudah terkejut
  10. Napas menjadi pendek
  11. Sesak nafas dan sesak dada
  12. Nyeri dada
  13. Mengalami serangan kepanikan.

Selain mengobati gangguan pencernaan, Madu Vitagerd berkhasiat mengatasi beragam masalah kesehatan seperti sebagai berikut:
  1. Mengatasi Cemas Berlebih (Anxiety)
  2. Mengatasi Masalah Depresi
  3. Menurunkan Asam Lambung Tinggi
  4. Mengatasi Sakit Maag Kronis
  5. Mengatasi Sakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
  6. Mengatasi Radang Tenggorokan
  7. Mengatasi Masalah Bau Mulut & Nafas Bau
  8. Mengatasi Mulut Terasa Asam & Pahit
  9. Mengatasi Suara Serak
  10. Mengatasi Sakit Perut, Kembung & Perih
  11. Mengatasi Mual Muntah
  12. Mengatasi Radang & Tukak Lambung
  13. Mengatasi Dada Panas (Heartburn)
  14. Mengatasi Nyeri Ulu Hati
  15. Mengatasi Sesak Nafas & Dada
  16. Mengatasi Sakit Kepala, Migrain ataupun Vertigo
  17. Mengatasi susah tidur (Insomnia)
  18. Membantu Menjaga Kesehatan Pencernaan
  19. Menambah Nafsu Makan
  20. Menjaga Daya Tahan Imun Tubuh.
Referensi sebagai berikut ini ;















16 Cara Mengatasi Stres dan Rasa Cemas Berlebih

Cara Mengatasi Stres dan Rasa Cemas Berlebih, Stres dan kecemasan adalah pengalaman umum bagi kebanyakan orang. Perasaan stres dan cemas memiliki kesamaan dalam menguras energi, bahkan sampai membuat penderitanya kehilangan semangat untuk menjalani hidup. Mulai dari mengganggu pola tidur, menurunkan nafsu makan, menimbulkan sakit kepala, sampai membuat daya tahan tubuh lama-lama menurun. Efek negatifnya, penderita akan lebih mudah jatuh sakit.

Memang tidak mudah untuk menghilangkan rasa cemas, apalagi stres yang hampir setiap hari orang rasakan. Namun, kamu tetap harus mencari cara untuk mengatasi perasaan negatif tersebut agar tidak semakin menjadi dan mengganggu aktivitas atau bahkan kesehatanmu.

Ada banyak cara mudah untuk membantu mengatasi rasa stres dan cemas, mulailah dengan meminta bantuan dan dukungan dari orang sekitar. Selain itu, mengubah pola hidup juga cara ampuh mengatasi rasa stres dan cemas berlebih.

1. Olahraga

Olahraga adalah salah satu hal terpenting yang dapat kamu lakukan untuk melawan stres. Dengan rutin berolahraga, maka akan menurunkan hormon stres pada tubuh dalam jangka panjang, meningkatkan kualitas tidur, dan akan lebih merasa percaya diri. Tidak perlu melakukan olahraga yang berat, cobalah luangkan waktu untuk melakukan olahraga ringan yang bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun seperti berjalan, berlari, atau yoga.

Olahraga teratur dapat membantu menurunkan stres dan kecemasan dengan melepaskan endorfin dan meningkatkan kualitas tidur dan citra diri yang ada dalam tubuhmu.

2. Konsumsi suplemen jika dibutuhkan

Jika diperlukan, kamu juga bisa mengonsumsi beberapa jenis suplemen yang baik untuk meningkatkan pengurangan stres dan kecemasan, diantara suplemen tersebut adalah lemon balm, asam lemak omega-3, teh hijau, valerian, dan kava-kava.

Suplemen-suplemen tertentu memang dapat mengurangi rasa stres dan cemas berlebih, namun beberapa suplemen tersebut dapat memiliki efek samping jika dikonsumsi terlalu sering. 

Oleh sebab itu, sebelum memutuskan mengonsumsi suplemen pengurang rasa stres dan cemas, sebaiknya kau konsultasikan dengan dokter yang lebih ahli.

3. Lilin aromaterapi

Menggunakan minyak esensial atau menyalakan lilin aromaterapi juga bisa membantu mengatasi stres dan kecemasan yang kamu rasakan.Saat ini sudah banyak dijual berbagai jenis aromaterapi yang bisa kamu gunakan. Beberapa aroma yang paling direkomendasikan untuk memberikan efek tenang adalah Lavender, Mawar, Vetiver, Bergamot, Chamomile roma, Neroli, Kemenyan, Kayu cendana, Ylang ylang, Jeruk atau bunga jeruk, dan Kerenyam.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aromaterapi dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur. Aromaterapi dapat membantu menurunkan kecemasan dan stres. 

4. Kurangi asupan kafein

Kafein adalah stimulan yang ditemukan dalam kopi, teh, cokelat, dan minuman berenergi. Mengonsumsi kafein dengan dosis yang terlalu tinggi dapat meningkatkan kecemasan.

Setiap orang memiliki sensitivitas yang bervariasi dalam mengonsumsi kafein. Jika kamu merasa kafein membuat kamu lebih mudah gelisah atau cemas, lebih baik kamu menguranginya agar lebih rileks.

Meskipun banyak penelitian menunjukkan bahwa kopi bisa sehat dalam jumlah sedang, namun itu kembali lagi kepada toleransi tubuh menerimanya. Sebab jumlah kafein yang tinggi dapat meningkatkan stres dan kecemasan.

5. Menulis

Cara mudah lainnya untuk mengatasi stres adalah dengan menulis.Kamu bisa mencatat apa yang telah kamu syukuri selama menjalani kehidupan. Rasa syukur dapat membantu mengatasi stres dan kecemasan dengan memfokuskan pikiran pada apa yang positif dalam hidup.

Membuat jurnal dapat membantu menghilangkan stres dan kecemasan, terutama jika kamu berfokus pada hal positif.

6. Mengunyah permen karet

Nah, untuk cara satu ini tentu sangat mudah kamu gunakan. Mengunyah permen karet ternyata dirasa super mudah dan cepat dalam mengatasi rasa stres.Menurut beberapa penelitian, mengunyah permen karet bisa membantu kamu lebih rileks. Ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi rasa stres.

Salah satu penjelasan yang mungkin adalah bahwa mengunyah permen karet menyebabkan gelombang otak yang mirip dengan orang yang santai. Dengan mengunyah permen karet bisa meningkatkan aliran darah ke otak.

7. Menghabiskan waktu bersama orang terdekat

Dukungan sosial dari teman dan keluarga menjadi satu cara mudah yang dapat membantu kamu melewati masa-masa penuh tekanan.Satu studi menemukan bahwa untuk perempuan khususnya, menghabiskan waktu bersama teman dan anak-anak membantu melepaskan oksitosin, pereda stres alami. Efek ini disebut "tend and befriend," dan merupakan kebalikan dari respon fight-or-flight.

Memiliki ikatan sosial yang kuat dapat membantu kamu melewati masa-masa stres dan menurunkan risiko kecemasan berlebih dalam hidup.

8. Tertawa

Dalam keadaan stres dan cemas, tentu tertawa bisa menjadi hal paling susah dilakukan. 

Oleh karena itu, kamu perlu berada di lingkungan sosial yang bisa menebarkan energi positif yang bisa membuatmu dengan mudah tertawa. Dengan tertawa bisa meredakan ketegangan dengan mengendurkan otot lho. Untuk jangka panjangnya, tertawa juga bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan dan suasana hati.

Temukan humor dalam kehidupan sehari-hari, habiskan waktu bersama teman-teman lucu atau dengan mudah kamu bisa menonton acara komedi untuk membantu menghilangkan stres.

9. Belajar untuk mengatakan tidak"

Cara ini perlu kamu terapkan dalam hidup dengan mengendalikan bagian dirimu yang bisa mengubah atau menyebabkan rasa stres atau cemas itu datang.

Salah satu cara untuk melakukan ini mungkin dengan mengatakan "tidak" lebih sering.

Cobalah untuk tidak mengambil sesuatu lebih dari yang bisa kamu tangani. Mengatakan tidak adalah salah satu cara untuk mengendalikan stres yang kamu rasakan, karena menyulap banyak tanggung jawab dapat membuat kamu merasa kewalahan dan akhirnya berakhir stres.

10. Belajar menunda sesuatu

Cara mudah lainnya untuk mengatasi stres dan rasa cemas, kamu harus bisa memprioritaskan diri dan berhenti untuk menunda sesuatu.

Penundaan dapat membuat kamu bertindak reaktif, dan berakhir mengerjakannya secara bergegas untuk mengejar ketinggalan. Ini dapat menyebabkan stres, yang secara negatif memengaruhi kesehatan dan kualitas tidur.

Biasakan membuat to-do list yang diurutkan berdasarkan prioritas dan selesaikan berdasarkan waktu yang telah kamu tetapkan. Hal ini bisa membantu menangkal stres yang terkait dengan penundaan.

11. Mengikuti kelas yoga

Yoga telah menjadi metode yang populer untuk menghilangkan stres dan berolahraga di antara semua kelompok umur. Yoga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran tubuh dan napas.

Secara keseluruhan, penelitian telah menemukan bahwa yoga dapat meningkatkan suasana hati dan bahkan mungkin seefektif obat antidepresan dalam mengobati rasa stres dan cemas.

Secara umum, manfaat yoga bisa membantu menurunkan kadar hormon stres dan tekanan darah.

12. Mindfulness

Latihan mindfulness dapat membantu menurunkan gejala kecemasan dan depresi. Dengan melatih diri melakukan mindfulness bisa memberikan efek yang merangsang kecemasan dari pemikiran negatif.

Ada beberapa metode untuk meningkatkan kesadaran, termasuk terapi kognitif berbasis kesadaran, pengurangan stres berbasis kesadaran, yoga dan meditasi.

Sebuah studi baru-baru ini pada mahasiswa menyatakan bahwa perhatian dapat membantu meningkatkan harga diri, yang pada gilirannya mengurangi gejala kecemasan dan depresi.

13. Cuddling

"Having a good time with your love one is the best way to relieve your stress and anxiety."

Mungkin kita sering membaca istilah seperti itu, sebab cuddling time dengan berciuman, berpelukan, bahkan bercinta dirasa cukup ampuh dalam membantu mengatasi rasa stres.

Sentuhan positif dari pelukan, pelukan, ciuman, dan seks dapat membantu menurunkan stres dengan melepaskan oksitosin dan menurunkan tekanan darah.

14. Mendengarkan musik

Mendengarkan musik dapat memiliki efek yang sangat rileks pada tubuh.Musik intrumental meruoakan salah satu yang bisa memicu respon relaksasi dengan membantu menurunkan tekanan darah dan detak jantung serta hormon stres.

Beberapa jenis musik klasik, Celtic, Native American dan India dapat sangat menenangkan. Namun, dengan mendengarkan musik kesukaanmu juga efektif mengurangi stres dan cemas berlebih.

Suara alam juga dirasa bisa sangat menenangkan bagi penderita stres dan cemas berlebih. Itulah sebabnya mengapa suara alam sering dimasukkan ke dalam musik relaksasi dan meditasi.

15. Mengatur napas dalam

Ketika mengalami stres, hormon stres yang dilepaskan bisa mengalami gejala fisik seperti detak jantung yang lebih cepat, pernapasan lebih cepat, dan pembuluh darah menyempit.

Tujuan dari bernafas dalam adalah untuk memfokuskan kesadaranmua pada saat napas, membuatnya lebih lambat dan lebih dalam. Saat kamu bernapas dalam-dalam melalui hidung, paru-parumu mengembang sepenuhnya dan perut akan naik.

Ini membantu memperlambat detak jantung Anda, memungkinkan kamu merasa lebih rileks.

16. Habiskan waktu hewan peliharaan

Selain menghabiskan waktu dengan orang terdekat seperti teman dan keluarga, menghabiskan waktu bersama hewan peliharaan adalah cara santai dan menyenangkan lainnya untuk mengurangi stres.

Berinteraksi dengan hewan peliharaan dapat membantu melepaskan oksitosin, zat kimia otak yang mempromosikan suasana hati yang positif.

Memiliki hewan peliharaan juga dapat membantu menghilangkan stres dengan memberikan tujuan dan menjadi kamu tetap aktif sehingga membantu mengurangi rasa cemas berlebih.

Nah, itulah 16 cara mudah untuk mengatasi rasa stres dan cemas berlebih dalam hidupmu. Meskipun terasa berat, kamu tetap harus mencari cara yang membuatmu nyaman agar rasa stres dan cemas itu bisa sedikit berkurang.


Referensi sebagai berikut ini ;




















Perbedaan Rasa Cemas (Anxiety) dan Takut Berlebih "Dampak Bagi Kesehatan dan Cara Mengatasinya"

Pernah gak, sih, kamu merasa khawatir akan kehidupanmu di masa depan akan menjadi seperti apa? Tak jarang ketika memikirkan hal ini, kamu seketika merasa cemas ditemani pikiran overthinking yang kadang melanda saat kamu hendak ingin beristirahat di malam hari, sehingga akhirnya kamu kurang istirahat lalu menjadi tidak produktif di keesokan hari, pernah?

Atau, ketika hendak melalui hari yang sangat penting seperti ujian akhir semester, sidang skripsi, interview kerja, dan lainnya kamu menjadi sangat takut akan kegagalan, mengecewakan, dan pikiran buruk lainnya akibat rasa takut melanda, pernah? Apakah rasa cemas dan takut ini merupakan satu kesatuan kalimat yang memiliki kandungan arti yang sama? Atau, justru berbeda?

Tak jarang masih banyak orang yang aku temui belum paham betul makna dari rasa cemas atau rasa takut di dalam dirinya sendiri sehingga mereka kesulitan untuk menghadapinya, apakah kamu demikian? Nah, di artikel kali ini aku akan membahas tentang cara membedakan rasa cemas dan takut di kehidupan sehari-hari serta bagaimana cara terbaik untuk menghadapinya agar hidupmu gak menjadi semakin ambyar kedepannya. Sebelum lanjut membaca, jangan lupa untuk share artikel ini ke semua teman-temanmu supaya mereka juga mendapatkan insight yang sama sepertimu

Apa Itu Rasa Cemas dan Takut?

Rasa cemas dan rasa takut ternyata memiliki keterkaitan yang sangat dekat tetapi mereka mempunyai arti yang berbeda, lho! Sama seperti hubunganmu dengannya yang sudah dekat namun hanya dianggap sahabat, yhaa~ ayo ngaku~ Berikut ini aku ingin menjelaskan apa itu rasa cemas dan juga takut

1. Rasa cemas

Rasa cemas atau dalam bahasa inggris berarti anxiety berasal dari bahasa latin anxius yang memiliki arti penyempitan atau pencekikan. Kecemasan sendiri menurut Schwartz (2000) merupakan keadaan emosional negatif yang ditandai dengan adanya firasat dan somatik ketegangan seperti sulit bernapas, hati berdetak kencang, dan berkeringat. Hal ini didukung dengan pernyataan Yusuf (2009) yang menyatakan anxiety (kecemasan) merupakan ketidakberdayaan neurotik, rasa tidak aman, dan kekurangmampuan dalam menghadapi tuntutan realitas atau tekanan hidup sehari-hari.

Kalau menurutku pribadi, kecemasan merupakan kekhawatiran terhadap ancaman pada masa yang akan datang, ancaman disini berarti sesuatu yang belum terjadi seperti cemas akan masa depan, dimana hal-hal yang membuatmu takut juga dapat memicu rasa cemas muncul. Contoh lainnya adalah fobia dimana menurut penelitian yang pernah aku baca, memiliki definisi yaitu gangguan kecemasan.

Kamu akan merasa takut pada sesuatu hal yang bisa terjadi akibat otakmu mengasosiasikan hal tersebut dengan pengalaman buruk yang pernah kamu alami sebelumnya. Hal ini membuat otakmu berada dalam kondisi panik padahal tidak ada ancaman nyata yang sedang terjadi.

2. Rasa takut

Rasa takut sendiri menurutku adalah bentuk emosi yang timbul untuk merespon ancaman nyata yang terjadi. Contoh yang menggambarkan rasa takut adalah ketika kamu takut dengan ular berbisa dan saat hendak ingin ke dapur untuk memasak kamu bertemu dengan ular tersebut maka secara otomatis kamu akan merasa takut karena bisa jadi hidupmu dalam bahaya. Otakmu akan merespon gerak tubuhmu untuk mengusir ular tersebut atau malah lari menyelamatkan diri, respon ini sering diistilahkan dengan nama fight or flight.

“Jadi, secara sederhananya rasa cemas timbul akibat kekhawatiran yang mungkin saja bisa terjadi sedangkan rasa takut sendiri bagian dari respon alamiah yang dimiliki manusia ketika sesuatu hal yang kita takutkan terjadi sebagai bentuk mekanisme perlindungan diri.”

Dampak Rasa Cemas dan Takut Berlebihan

Rasa cemas dan takut sendiri tidak selamanya berarti negatif, lho. Fakta membuktikan bahwa rasa takut dapat berguna di dalam hidup karena rasa takut ini bisa membuatmu bertahan hidup. Rasa takut adalah sinyal atau tanda ketika kamu berada dalam sebuah bahaya, mereka akan hadir di dalam pikiranmu untuk membuatmu bisa menyelamatkan diri dari bahaya tersebut. Tetapi ketika rasa cemas dan takut ini terlalu berlebihan berada di dalam pikiranmu, ini justru akan membahayakan hidupmu. Maka, kenalilah dampak buruk akibat memiliki rasa cemas dan takut berlebihan yang dikutip dari healthline.

1. Mengganggu sistem pencernaan

Kecemasan dapat membuat adrenalin dalam tubuh meningkat sehingga dapat melemaskan otot terlebih otot yang bekerja untuk mencerna makanan karena berkurangnya aliran darah dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan dan mengganggu sistem pencernaan.

2. Mengganggu pola buang air kecil

Rasa cemas dan stress yang berlebih dapat membuat produksi urin semakin bertambah yang secara tidak langsung dapat mengganggu pola buang air kecil dalam tubuh. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang mengalami kecemasan karena fobia.

3. Mengganggu respon sistem kardiovaskular

Rasa takut dan cemas dapat membuat percepatan detak jantung yang menyebabkan perubahan sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit akibat peningkatan aliran darah. Orang yang sering mengalami kecemasan dan takut berlebih beresiko besar terkena penyakit serangan jantung.

4. Mengganggu pola pernapasan

Orang yang cemas memungkinkannya mengalami pernapasan yang semakin cepat. Hal ini dapat membuat paru-paru bekerja lebih keras daripada biasanya

5. Menurunkan imunitas tubuh

Orang yang cemas dapat membuat hormon kortisol dalam dirinya melakukan pencegahan pelepasan zat yang menyebabkan peradangan dan mematikan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi dari luar tubuh.

Cara Mengatasi Rasa Cemas dan Takut Berlebihan

1. Sadari dan terima

Ketika kamu merasa takut ataupun cemas, hal yang paling penting untuk kamu lakukan adalah dengan menyadari dan menerima rasa tersebut dalam dirimu. Menyadari dan menerima ini adalah hal yang terpenting karena kamu bisa melakukan refleksi diri, refleksi diri sendiri dapat dilakukan dengan bertanya pada diri sendiri, kenapa bisa merasa cemas atau apa yang membuatmu cemas. Hal ini biasanya sering dilupakan saat kita merasa cemas, takut ataupun overthinking, padahal reaksi ini perlu kita kuasai untuk bisa memilah-milih emosi yang perlu dan tidak perlu kita terima berlebihan dalam diri.

2. Cerita ke orang lain

Menceritakan masalah kita kepada orang lain dapat setidaknya meringankan beban yang kita miliki. Menceritakan masalah kepada orang lain menurutku pribadi adalah salah satu cara untuk mendapatkan sudut pandang baru dari orang tersebut, hal ini sangat berguna untuk mencapai sebuah solusi pemecahan masalah kita sendiri. Maka dari itu, kenapa Satu Persen memiliki layanan online konseling dan mentoring yang banyak mendapatkan rekomendasi dari orang yang sudah menggunakannya.

3. Evaluasi diri

Melakukan sebuah evaluasi diri dengan menanyakan kepada diri sendiri apa yang menjadi tujuanmu kedepannya, karena masih banyak orang termasuk aku juga pernah mengalaminya dimana rasa cemas dan takut muncul karena tidak adanya arah dan tujuan di masa depan. Fakta dari data yang dimiliki Satu Persen sendiri, masih banyak orang yang tujuan jangka panjangnya tidak sesuai dengan apa yang ia jalani saat ini. Maka memiliki tujuan hidup di awal, penting untuk menentukan hidupmu kedepannya.

4. Mengenali diri sendiri

Lebih memahami kemudian mengenali diri sendiri membuat kamu bisa mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada pada diri kamu sehingga cepat atau lambat kamu akan paham akan karakteristik dirimu. Hal ini bertujuan agar memudahkan langkahmu kedepannya untuk bisa mengetahui dan mengembangkan apa yang sebenarnya menjadi passion kamu, karena tak sedikit orang yang belum mengenali dirinya seperti apa sehingga membuatnya sulit untuk bisa berkembang kedepannya. Proses yang terpenting dalam mengenal diri sendiri adalah kamu harus jujur dan menerima akan semua fakta tentang dirimu, baik atau buruknya.

5. Bertanya pada diri sendiri

Tanyakan pada diri sendiri, memang apa saja hal terburuk yang akan menimpamu di masa depan. Hal ini bertujuan agar dirimu siap menghadapi apapun rintangan dan kegagalan karena pada dasarnya kecemasan adalah ketakutan akan sesuatu hal yang belum pasti terjadi. Sehingga kamu semua bisa mengantisipasinya dengan menuliskan apa saja hal terburuk yang akan menimpa ketika kamu hendak melakukan sesuatu, maka dengan begitu rasa cemas dan takut akan bisa kamu atasi.

Segitu dulu dari aku, akhir kata aku mau menutup artikel ini dengan pernyataan dari salah satu artis idola ku Dimas Danang yang bunyinya kurang lebih seperti ini “ketakutan adalah mendo'akan sesuatu hal yang tidak kamu inginkan tapi apakah takut boleh? Boleh karena itu sistem mekanisme pertahanan diri yang manusia miliki, amigdala lah yang bekerja saat itu. Ada karena ada fungsinya, tapi jika rasa takut berlebihan menguasai maka balik lagi ke pernyataan awal, segala sesuatu hal yang berlebihan itu dapat merugikan.

Kalau kamu tertarik untuk mengetahui lebih lanjut seputar cara mengatasi rasa cemas berlebihan tonton video Satu Persen berikut video mengatasi rasa cemas dengan cara meditasi. Kalau kamu sedang merasa mengalami rasa cemas atau takut berlebihan, aku sarankan kamu mencoba layanan konseling Satu Persen. Kamu bisa berkonsultasi dengan psikolog secara one-on-one supaya psikolog bisa membantumu menemukan solusi paling tepat untuk mengatasi rasa cemas atau takutmu. Satu Persen juga menyediakan layanan tes sehat mental gratis yang bisa kamu coba jika kamu ingin mengecek kondisi kesehatan mentalmu belakangan ini.


Referensi sebagai berikut ini ;














9 Cara Mengusir Rasa Takut yang Berlebihan

9 Cara Mengusir Rasa Takut yang Berlebihan, Entah itu takut kehilangan seseorang yang dicintai atau karena nonton film horor, setiap orang pasti pernah merasa ketakutan. Rasa takut bukan berarti Anda lemah. Ketakutan adalah bagian dari naluri alami manusia untuk bertahan hidup. 

Rasa takut membantu menyadari adanya bahaya sehingga muncul keinginan untuk menjauh untuk melindungi diri dari bahaya tersebut.  Namun, tidak semua rasa takut itu sama. Ketakutan berlebihan bisa juga berdampak negatif. 

Bagaimana cara untuk mengatasi ketakutan berlebihan? Rasa takut dapat terjadi dalam dua tahap yaitu reaksi biokimia dan respon emosional. Sederhananya begini: saat kita merasa takut, atas apapun alasannya, tubuh akan secara otomatis melepaskan hormon stres adrenalin dalam jumlah yang cukup banyak. 

Ini adalah reaksi biokimia, yang kemudian menyebabkan beberapa reaksi fisik seperti berkeringat deras dan jantung berdebar kencang. Reaksi biokimia tubuh tersebut terjadi di segala situasi yang memicu rasa takut, baik dari hal yang nyata (misal, menghadapi operasi besar) atau yang hanya dipicu oleh kondisi emosional (misalnya, takut untuk berbicara depan publik). Pada akhirnya, rasa takut ini akan memicu respon emosional, seperti rasa cemas dan/atau penghindaran.

Di sisi lain, ketakutan yang dipicu oleh kondisi emosional cenderung lebih bersifat subjektif dan tidak selalu realistis. Misalnya, takut untuk bersosialisasi dengan orang banyak seperti yang ditunjukkan pada orang-orang yang memiliki fobia sosial. 

Hal ini dapat disebabkan oleh kecemasan berlebihan akan suatu hal atau kondisi tertentu sehingga muncul keinginan untuk menghindar bagaimanapun caranya. Kondisi emosional tersebut juga dapat memicu reaksi biokimia tubuh yang sama sekaligus menyebabkan gangguan kecemasan yang bahkan dapat bertahan dalam waktu yang lama.

Apapun ketakutan Anda, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketakutan berlebihan dan kecemasan yang ditimbulkannya dalam kehidupan sehari-hari: 

  1. Cari waktu untuk menenangkan diri Mengatasi ketakutan memerlukan pikiran yang santai dan terbebas dari stres. Maka, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menenangkan diri secara fisik dan mental. Hal ini dapat dilakukan dengan menarik napas dalam, minum air, atau mencari pengalihan dari rasa takut tersebut dengan berjalan kaki sejenak atau dengarkan musik ceria. 
  2. Kenali pemicu kecemasan dan rasa takut Anda Untuk bisa mengatasi ketakutan berlebihan, Anda sebelumnya harus tahu dulu apa yang jadi pemicu dan apa saja gejala yang ditunjukkan ketika merasa takut. Dengan begitu Anda akan jadi lebih mudah memfokuskan diri untuk mencari cara mencegah dan mengurangi masalahnya, daripada menghindari yang nantinya akan berbuah negatif. 
  3. 3. Bangun kepercayaan diri Mengatasi rasa takut berlebihan tak bisa dilakukan dalam sekejap mata. Tapi satu hal yang dapat mempercepatnya adalah dengan memiliki rasa kepercayaan diri yang kuat. Menghindari rasa takut hanya akan membuatnya bertambah serius. Lawan rasa takut tersebut atau melakukan hal yang sebelumnya Anda hindari akan menurunkan respon emosional terhadap ketakutan tersebut. Misalnya, jika Anda memiliki ketakutan untuk berbicara depan publik, maka luangkanlah waktu dari jauh-jauh hari untuk berlatih bicara di depan teman dekat atau anggota keluarga untuk membantu mengurangi rasa takut itu. Apapun ketakutan Anda, ketika dihadapi maka hal tersebut akan mulai berkurang. 
  4. Bayangkan hal terburuk yang dapat terjadi Memperkirakan kemungkinan terburuk dapat membantu Anda lebih realistis dalam memperkirakan kerugian apa yang mungkin dialami. Selain itu dengan menyadari hal terburuk otak akan mulai mengenali ancaman tersebut, meningkatkan kecemasan dan kemudian mendorong untuk lebih bersiap menghadapinya. 
  5. 5. Berpikir positif Ketakutan berlebihan bisa berakar dari bayangan dan pikiran negatif yang selama ini dibiarkan terus meneror diri. Meyakini semua akan baik-baik saja dan membayangkan hal-hal positif  dapat membuat Anda lebih kebal terhadap tekanan yang dialami ketika rasa takut. 
  6. Kendalikan stres Ketakutan sering datang bersama dengan stres dan hal tersebut dapat menyulitkan Anda untuk mengalami ketakutan. Hindari perasaan cemas berlebihan dengan melakukan hal-hal yang dapat mengusir stres Anda, seperti menyibukan diri dengan hal lain, berolahraga, atau melakukan relaksasi. 
  7. Hindari berusaha menjadi sempurna Menerima kenyataaan akan jauh lebih mudah membuat seseorang merasa tenang dan lebih siap menghadapi ketakuan. Oleh karena itu penting untuk mengingat kejadian buruk terjadi secara wajar dan mengetahui tidak semua hal di dunia ini dapat kita kendalikan. 
  8. Jangan ragu meminta bantuan Sama seperti emosi lainnya, mengekspresikan rasa takut juga diperlukan karena dapat membantu kitaa mengenali masalah dan mengurangi stres daripada harus memendamnya sendirian. Jika bicara dengan orang terdekat tidak dapat menolong, maka jangan ragu untuk mencari pertolongan dari professional seperti menjalani terapi bicara atau kejiwaan (psikoterapi). 
  9. Hindari melampiaskannya pada alkohol, obat-obatan, atau rokok Minimalisir penggunaan rokok, alkohol dan obat-obatan terlarang jika Anda merasa perlu menjauhkan diri dari kecemasan. Sebagai gantinya cobalah cara yang lebih sehat seperti mencukupkan waktu istirahat dan tidur malam untuk mengurangi rasa tertekan.


Referensi Sebagai berikut ini ;