This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Kamis, 21 Juli 2022

Cara Mengatasi Rasa Takut yang Berlebihan, Buat Pikiran jadi Positif

Setiap orang pasti pernah merasakan takut, entah karena kejadian alam, kegelapan, kehilangan seseorang, atau ketika bertemu orang asing. Ini adalah reaksi normal dan perasaan yang umum dialami manusia.

Rasa takut adalah salah satu emosi manusia yang alami, kuat, dan primitif. Perasaan ini melibatkan respons biokimia universal serta respons emosional individu yang tinggi. Ketakutan memperingatkan kita akan adanya bahaya atau ancaman bahaya, entah itu bahaya fisik mau pun psikologis.

Terkadang rasa takut berasal dari ancaman nyata, tetapi juga bisa berasal dari bahaya yang terbayang di kepala. Ketakutan juga bisa menjadi gejala dari beberapa kondisi kesehatan mental termasuk gangguan panik, gangguan kecemasan sosial, fobia, dan gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Penyebab munculnya rasa takut sangat kompleks dan bervariasi pada masing-masing individu. Beberapa orang mungkin akan ketakutan akibat dari pengalaman atau trauma, sementara orang lain akan takut pada sesuatu yang lain. Rasa takut juga dapat terjadi karena menimbulkan gejala fisik, seperti takut ketinggian karena membuat Anda merasa pusing dan sakit perut.

Meskipun rasa takut adalah sesuatu yang normal dimiliki setiap orang, bukanlah hal baik jika kita terus menerus merasa takut. Kita perlu mengetahui bagaimana cara mengatasi rasa takut tersebut. Oleh sebab itu, kami telah merangkum beberapa cara mengatasi rasa takut dari laman reallifecounseling.us, yang dapat membantu Anda lepas dari ketakutan.

Pelajari Lebih Lanjut Ketakutan Anda

Cara mengatasi rasa takut yang pertama adalah dengan mempelajari lebih lanjut apa yang membuat Anda takut. Anda tidak bisa terus menerus menyimpan rasa takut yang tetap tersembunyi di alam bawah sadar Anda.

Anda harus menghadapinya. Ketika Anda mengarahkan wajah ke arah seseorang, Anda akan melihat orang itu dan mempelajari seperti apa dia dan bagaimana dia bertindak.

Ketika Anda berbalik ke arah ketakutan Anda, Anda memperhatikan hal-hal tentang ketakutan Anda yang tidak Anda ketahui sebelumnya. Kesadaran ini membantu Anda mengatasinya.

Untuk membantu diri Anda menghadapi ketakutan dan kecemasan, cobalah membuat jurnal selama dua atau tiga minggu. Catat pola apa pun yang Anda perhatikan.

Apa yang cenderung Anda lakukan ketika rasa takut muncul? Catat apa pun yang tampaknya penting. Mentransfer pola dan gejala ketakutan Anda ke dalam tulisan dapat membantu mengenalinya.

Yang terpenting, mempelajari semua tentang ketakutan akan memberi Anda gambaran tentang cara melawannya.

Gunakan Imajinasi dengan Cara yang Positif

Cara mengatasi rasa takut yang kedua adalah dengan menggunakan imajinasi dengan cara positif. Imajinasi adalah hal yang luar biasa. Ini memberi Anda kekuatan, kreativitas, dan kemampuan untuk berpikir di luar kotak.

Sayangnya, imajinasi yang aktif bisa menjadi berbahaya ketika membuat Anda berpikir tentang hal-hal negatif. Imajinasi Anda dapat memperbesar ketakutan Anda, membuat situasi tampak jauh lebih buruk daripada yang sebenarnya.

Alih-alih membiarkan imajinasi membawa Anda ke koridor ketakutan yang gelap, gunakan itu untuk mengatasi rasa takut.

Bagaimana cara melakukannya? Pilih waktu-waktu tenang ketika Anda sedang santai dan tidak merasa takut atau cemas. Tutup mata Anda dan bayangkan diri Anda dalam situasi yang biasanya menimbulkan rasa takut.

Misalnya, jika Anda takut tersesat di sebuah bangunan ramai, bayangkan diri Anda berada di bandara yang sibuk. Sekarang, bayangkan diri Anda menangani situasi tersebut dengan damai

Anda bisa mencari meja informasi atau tanda yang akan membantu Anda mendapatkan kembali arah yang benar. Anda membayangkan diri Anda mencapai tempat parkir yang benar, membuka kunci pintu mobil, dan mengemudi pulang dengan selamat tanpa insiden buruk.

Kedamaian yang Anda alami dalam skenario yang Anda bayangkan sebenarnya dapat membantu Anda melewati rasa takut yang sebenarnya dengan lebih damai.

Gunakan Otak dengan Cara yang Berbeda

Cara mengatasi rasa takut yang ketiga yaitu dengan menggunakan otak kita dengan cara berbeda dari biasanya. Ketakutan dan kecemasan muncul dari bagian tertentu dari otak Anda, dan mereka membiarkan emosi mengatasi pemikiran rasional.

Ketika Anda merasakan gejala ketakutan muncul, cobalah untuk menggunakan bagian lain dari otak Anda. Pikirkan tentang angka, misalnya.

Seorang perawat di klinik mungkin meminta pasien untuk menilai rasa sakitnya pada skala 1-10. Gunakan skala ini untuk mengukur tingkat kecemasan Anda. Seberapa cemas Anda ketika 1 Anda merasa tenang dan 10 untuk gejala terburuk Anda.

Berhenti dan analisis. Apakah Anda menilai ketakutan Anda pada tingkat 7? Jika iya, Anda dapat berusaha menurunkannya sedikit demi sedikit, menjadi 4 atau 3. Coba gunakan langkah berikutnya untuk menurunkan tingkat ketakutan Anda.

Fokus pada Pernapasan

Cara mengatasi rasa takut yang keempat yakni dengan bernapas. Bernapas lebih penting dari yang Anda pikirkan. Biasanya, kecemasan dimulai dengan napas pendek.

Napas pendek menyebabkan sejumlah reaksi negatif dalam tubuh yang dengan cepat menjadi serangan kecemasan. Kunci untuk mengatasi kondisi cemas yang cepat adalah dengan mengontrol pernapasan Anda.

Untungnya, pernapasan dalam tidak begitu rumit. Setelah Anda menyadari bahwa Anda merasa takut, berhenti dan fokus pada pernapasan Anda.

Tarik napas, lalu hembuskan perlahan. Pastikan napas yang keluar lebih panjang dari napas yang Anda hirup. Ini bukan hanya trik psikologis, karena pernapasan dalam memaksa tubuh Anda untuk menenangkan diri secara fisik.

Berlatih Mindfulness

Cara mengatasi rasa takut yang kelima yaitu dengan berlatih mindfulness. Mindfulness adalah aktivitas berpikir pasif yang memungkinkan Anda menjadi lebih sadar akan ketakutan Anda. Seperti yang Anda pelajari di cara mengatasi rasa takut yang pertama, kesadaran membantu Anda mengatasi ketakutan dan kecemasan Anda.

Berlatihlah mindfulness ketika rasa takut dan cemas Anda tidak terlalu parah. Ketika Anda mengenali rasa takut Anda yang muncul, duduklah dan pikirkan apa yang terjadi pada Anda.

Ini seperti membuat jurnal mental. Amati gejala yang muncul. Jangan lakukan apa pun tentang itu. Duduk saja dan pantau diri Anda saat momen berlanjut.

Menjadi pasif akan meningkatkan kesadaran diri Anda, dan itu mencegah Anda melakukan hal-hal yang biasa Anda lakukan ketika Anda merasa takut. Ini juga akan membantu Anda keluar dari kebiasaan.

Gunakan Alam sebagai Terapis

Cara mengatasi rasa takut yang terakhir adalah dengan memanfaatkan alam. Berbicara dengan terapis adalah cara terbaik untuk mengatasi ketakutan dan kecemasan Anda. Namun, Anda tidak bisa selalu berada di kantor terapis. Cobalah berjalan-jalan di luar.

Keindahan alam yang ditemukan di taman, halaman belakang, atau di mana pun yang tampak alami dan asri akan membantu mengurangi gejala ketakutan dan kecemasan. Alam menenangkan seseorang, mengurangi tingkat stres dan mengubah suasana hati dari cemas menjadi santai.

Selain itu, aktivitas fisik di luar ruangan mengharuskan kita untuk menggunakan otak kita secara berbeda, yang dapat menyebabkan peralihan dari pikiran takut irasional ke pemikiran yang lebih jernih yang dapat membantu mengatasi rasa takut.

setiap manusia memiliki rasa takutnya sendiri dan jalan paling cepat adalah menghindarinya. Ketakutan adalah situasi yang membuatmu paranoid, yang berpotensi meningkat secara signifikan dan tidak dapat dikendalikan.

Jika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengganggu kualitas hidupmu, ketakutan tersebut bisa berkembang menjadi fobia.

Ketakutan adalah emosi yang dipicu dengan ancaman bahaya, baik nyata atau imajiner. Dalam jumlah sedang, ini membantumu mengatasi potensi bahaya,

"Namun, jika frekuensi atau intensitas ketakutan tersebut berdampak melumpuhkan, maka perlu dikelola secara efektif,” imbuhnya.

Ia menambahkan, rasa takut juga bisa diklasifikasikan sebagai fobia jika seseorang menghindari objek atau situasi sepenuhnya dan ketakutan yang parah.

Akan tetapi, menghindari rasa takut hanya menyebabkan kecemasan dan ketidaknyamanan bagi diri sendiri.

Dr. Chandni membagikan lima cara efektif untuk mengatasi rasa takut berlebihan

1. Menghadapi rasa takut

Kamu tidak bisa menghindari apa yang kamu takuti, salah satu jalan adalah menghadapinya secara langsung.

Akui rasa takutmu, taklukkan mereka satu per satu, dan beri afirmasi positif pada diri sendiri untuk tidak berpikir berlebihan tentang objek atau situasi itu.

2. Mengontrol pikiran tak terkendali

Sering kali ketakutan berasal dari pikiran berlebihan yang lepas kendali dalam dari dalam dirimu dan mendorong hasil negatif. Jadi, kembangkan pikiran dan kebiasaan positif yang akan memberdayakanmu untuk mencapai kepercayaan diri yang lebih baik.

3. Personifikasi rasa takut

Personifikasi rasa takut membantu memisahkan pikiran sendiri dari pikiran yang diciptakan oleh rasa takut. Cobalah memberikan nama pada objek atau situasi menakutkan untuk membuatnya lebih ringan. Ini membantu dalam memprosesnya dengan lebih baik.

4. Praktikkan brain dumping

Brain dumping adalah keterampilan mengelola stres dengan membuat jurnal dan mencatat semua pikiran dan ketakutamu. Ini membantu dalam menuangkan pikiran dan menghilangkan pemikiran yang berlebihan guna menghadapi pikiran yang menakutkan.

5. Konsultasi ke ahlinya

Menghadapi ketakutan sendirian hanya akan menambah kecemasan dan ketidaknyamanan dalam beraktivitas. Jika ketakutanmu semakin intens dan sulit dikendalikan, jangan ragu untuk mencari dukungan ke psikolog, psikoterapis, atau psikiater.

Mereka akan membantumu untuk menemukan cara tepat untukmu terkait bagaimana memroses rasa takut dengan lebih baik.


Referensi Sebagai Berikut ini ;


















Psikoterapis Bagikan 5 Cara Efektif Mengatasi Rasa Takut Berlebihan

Psikoterapis Bagikan 5 Cara Efektif Mengatasi Rasa Takut Berlebihan,  setiap manusia memiliki rasa takutnya sendiri dan jalan paling cepat adalah menghindarinya. Ketakutan adalah situasi yang membuatmu paranoid, yang berpotensi meningkat secara signifikan dan tidak dapat dikendalikan.

Jika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengganggu kualitas hidupmu, ketakutan tersebut bisa berkembang menjadi fobia.

Ketakutan adalah emosi yang dipicu dengan ancaman bahaya, baik nyata atau imajiner. Dalam jumlah sedang, ini membantumu mengatasi potensi bahaya,

"Namun, jika frekuensi atau intensitas ketakutan tersebut berdampak melumpuhkan, maka perlu dikelola secara efektif,” imbuhnya.

Ia menambahkan, rasa takut juga bisa diklasifikasikan sebagai fobia jika seseorang menghindari objek atau situasi sepenuhnya dan ketakutan yang parah.

Akan tetapi, menghindari rasa takut hanya menyebabkan kecemasan dan ketidaknyamanan bagi diri sendiri.

Dr. Chandni membagikan lima cara efektif untuk mengatasi rasa takut berlebihan

1. Menghadapi rasa takut

Kamu tidak bisa menghindari apa yang kamu takuti, salah satu jalan adalah menghadapinya secara langsung.

Akui rasa takutmu, taklukkan mereka satu per satu, dan beri afirmasi positif pada diri sendiri untuk tidak berpikir berlebihan tentang objek atau situasi itu.

2. Mengontrol pikiran tak terkendali

Sering kali ketakutan berasal dari pikiran berlebihan yang lepas kendali dalam dari dalam dirimu dan mendorong hasil negatif. Jadi, kembangkan pikiran dan kebiasaan positif yang akan memberdayakanmu untuk mencapai kepercayaan diri yang lebih baik.

3. Personifikasi rasa takut

Personifikasi rasa takut membantu memisahkan pikiran sendiri dari pikiran yang diciptakan oleh rasa takut.

Cobalah memberikan nama pada objek atau situasi menakutkan untuk membuatnya lebih ringan. Ini membantu dalam memprosesnya dengan lebih baik.

4. Praktikkan brain dumping

Brain dumping adalah keterampilan mengelola stres dengan membuat jurnal dan mencatat semua pikiran dan ketakutamu.

Ini membantu dalam menuangkan pikiran dan menghilangkan pemikiran yang berlebihan guna menghadapi pikiran yang menakutkan.

5. Konsultasi ke ahlinya

Menghadapi ketakutan sendirian hanya akan menambah kecemasan dan ketidaknyamanan dalam beraktivitas.

Jika ketakutanmu semakin intens dan sulit dikendalikan, jangan ragu untuk mencari dukungan ke psikolog, psikoterapis, atau psikiater.

Mereka akan membantumu untuk menemukan cara tepat untukmu terkait bagaimana memroses rasa takut dengan lebih baik.

Referensi sebagai berikut ini ;











Mengenali Gangguan Cemas dan Cara Menanganinya

Banyak orang pasti pernah merasa cemas atau gugup dalam hidupnya, misalnya ketika menghadapi masalah di tempat kerja, sebelum mengikuti ujian, sebelum wawancara kerja, atau ketika harus mengambil keputusan penting. Rasa cemas yang timbul adalah normal karena hal tersebut merupakan respons yang dialami saat seseorang mengalami stres.

Namun, patut diwaspadai ketika seseorang mengalami perasaan cemas yang biasanya ditandai dengan gugup, khawatir, takut, atau gelisah berlebihan tanpa sebab yang jelas atau adanya ketidaksesuaian antara keseriusan penyebab dengan besarnya kecemasan yang terjadi. Dalam banyak kasus, cemas berlebihan dapat mengakibatkan kerja organ tubuh seperti lambung, paru, dan jantung menjadi tidak normal. Sering kali penderita dengan kecemasan yang tinggi merasa seolah-olah akan meninggal karena dada sesak atau perut sakit, atau jantung yang berdebar lebih cepat dari biasanya yang bisa menyebabkan lemas. Namun kenyataannya, hasil laboratorium atau pemeriksaan penunjang menyatakan semua organ berfungsi baik.

Kondisi ini dikenal dengan serangan panik. Bagaimana gangguan cemas seperti ini dapat terjadi? Gangguan cemas terjadi ketika coping mechanism seseorang sudah tidak mampu menangani rasa cemas, sehingga terdapat kesalahan di dalam otak yang membuat seseorang mengira terdapat bahaya atau ancaman, meskipun sebetulnya tidak ada.

Coping mechanism merupakan berbagai usaha atau langkah yang dilakukan oleh seseorang untuk mengatasi masalah yang menyebabkan stres pada dirinya. Juga termasuk di dalamnya adalah upaya menyelesaikan masalah secara langsung, beradaptasi dengan perubahan, serta respons pertahanan terhadap situasi yang mengancam atau melebihi batas kemampuan individu secara kognitif maupun perilaku untuk melindungi diri dari masalah yang dihadapi.

Beberapa gejala cemas yang mungkin dirasakan seseorang di antaranya gejala psikologi, yaitu berupa:

  • 1. Rasa khawatir atau takut berlebihan, bahkan panik
  • 2. Tegang, perasaan tidak nyaman, merasa selalu dalam bahaya
  • 3. Merasa gelisah atau tidak dapat duduk tenang
  • 4. Bicara berlebihan dan cepat
  • 5. Sulit konsentrasi
  • 6. Takut hilang kendali, takut mati, atau takut menjadi gila
  • 7. Susah tidur
  • 8. Rasa ingin pingsan atau tercekik

Gejala kecemasan pada seseorang juga dapat bermanifestasi pada beberapa gejala fisik, antara lain:

  • 1. Tekanan darah dan denyut jantung meningkat
  • 2. Tegang otot di kepala atau leher
  • 3. Sakit kepala, pusing, atau kepala terasa ringan
  • 4. Mual atau rasa tidak enak di lambung
  • 5. Diare atau konstipasi (sembelit)
  • 6. Berkeringat dingin
  • 7. Mulut kering
  • 8. Nyeri perut atau dada
  • 9. Sesak di tenggorokan dan kesulitan bernapas
  • 10. Napas pendek atau cepat
  • 11. Gemetar, merasa lemah, lemas, atau lelah
  • 12. Rasa baal atau mati rasa dan rasa kesemutan

Apakah ada cara untuk mencegah terjadinya gangguan kecemasan? Kecemasan, seperti banyak kondisi kesehatan mental lainnya, bisa lebih sulit diobati jika dibiarkan berlarut-larut. Maka itu, tak ada salahnya kita mencari bantuan lebih awal jika sudah merasakan cemas yang berlebihan. Jika dibiarkan berlarut-larut, gangguan cemas bisa memicu komplikasi serius yang akan berpengaruh pada kondisi fisik, misalnya masalah pencernaan atau usus (seperti sindrom iritasi usus besar atau tukak saluran cerna), sakit kepala dan migrain, gangguan tidur, gangguan kesehatan jantung, serta penyakit kronis lain. Selain itu, terdapat beberapa upaya pencegahan yang juga dapat dilakukan, seperti:

Menulis jurnal berupa catatan pribadi untuk membantu mengidentifikasi pemicu stres, bagaimana perkembangan dalam merespons dan menghadapinya, apakah mengalami kegagalan atau keberhasilan. Dengan cara ini, kita bisa menemukan langkah tepat untuk melakukan pengelolaan stres.

Mencari dukungan, yaitu dengan menceritakan apa yang dirasakan kepada orang yang tepat untuk meringankan kecemasan. Lakukan relaksasi dengan aktivitas santai seperti meditasi, relaksasi otot, duduk di alam, atau mendengarkan musik yang menenangkan. Membuat prioritas dalam pengelolaan aktivitas serta waktu dan energi dengan cermat untuk mengurangi kecemasan.

Lakukan pengalihan pikiran dengan aktivitas yang konstruktif dan menyenangkan, seperti melakukan olahraga untuk meredakan stres atau kecemasan.

Tanamkan dalam pikiran bahwa kecemasan yang timbul terkait pikiran atas sesuatu yang belum tentu terjadi. Hal tersebut mungkin saja tidak terjadi atau memang selama ini tidak ada yang terjadi. Ingatkan diri Anda bahwa Anda tidak sedang dalam keadaan bahaya.

Hindari konsumsi zat berbahaya seperti alkohol dan narkoba karena dapat memperburuk kecemasan. Demikian juga dengan asupan nikotin dan kafein berlebihan. Mengonsumsi secara berlebihan dapat membuat kecanduan dan sulit berhenti. Jika sulit untuk menghentikan kebiasaan tersebut, segera temui dokter untuk mencari solusi terbaik.

Lantas, apakah seseorang juga perlu datang ke dokter apabila mengalami gangguan cemas?  Ada beberapa kondisi yang perlu Anda pertimbangkan untuk segera ke dokter, antara lain: Merasa sangat khawatir sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari.

Mecemasan, ketakutan, atau kekhawatiran yang dirasakan membuat diri tertekan dan sulit untuk dikendalikan. Merasa tertekan hingga menggunakan alkohol atau obat-obatan untuk mengatasinya atau memiliki masalah kesehatan mental lain selain gangguan kecemasan.

Kecemasan yang dirasakan disebabkan oleh masalah kesehatan mental lain.

Berpikir untuk bunuh diri.

Jika Anda merasa memerlukan bantuan untuk mengatasi gangguan cemas, segera temui dokter. Dokter akan menentukan, apakah gangguan cemas yang muncul terkait dengan kondisi kesehatan fisik yang mendasarinya. Kemudian, dokter akan memberi rencana perawatan yang tepat untuk membantu mengurangi gangguan cemas Anda, termasuk merujuk pada spesialis kedokteran jiwa untuk membantu mendiagnosis gangguan cemas yang Anda alami.

Referensi sebagai berikut ini ;











Ketakutan Berlebihan (Tenangkan Diri dan Ketahui Cara Mengatasinya)

Ketakutan Berlebihan "Tenangkan Diri dan Ketahui Cara Mengatasinya"  Ketakutan berlebihan selalu diasosiasikan dengan fobia. Namun, sebenarnya pada waktu tertentu, Anda mungkin menyadari bahwa Anda juga mengalami ketakutan berlebihan terhadap pemikiran tertentu yang melintas di benak. Penanganan terhadap kecemasan atau ketakutan berlebihan tidak hanya dibutuhkan oleh orang-orang yang mengalami gangguan kecemasan, tetapi Anda juga dapat menuai manfaat dari menangani rasa cemas dan ketakutan yang dialami.

Simak beberapa cara menghilangkan rasa takut yang Anda alami di artikel ini. 10 cara mengatasi ketakutan berlebihan

Ketakutan berlebihan terkadang bisa merayapi saat Anda sedang panik dan dilanda stres. Namun, jangan biarkan ketakutan berlebihan melanda, terapkan langkah-langkah di bawah ini untuk mengatasi ketakutan berlebihan:

1. Tenangkan diri

Langkah pertama dalam mengatasi ketakutan berlebihan yang dirasakan adalah dengan mengambil waktu istirahat sejenak. Tenangkan pikiran Anda, karena dengan kondisi penuh ketakutan, Anda akan sulit untuk berpikir. Jangan lawan rasa takut yang dialami, tetapi cobalah untuk mengatasinya dengan bernapas secara perlahan dan mendalam. Anda dapat menaruh tangan Anda pada perut atau dada Anda.

2. Identifikasi, penerimaan, dan evaluasi

Langkah berikutnya dalam mengatasi ketakutan berlebihan adalah dengan mengidentifikasi apa yang membuat Anda takut. Mengetahui apa yang Anda takutkan dapat membantu untuk mengganti pemikiran-pemikiran yang membuat ketakutan berlebihan.

Ketahui bagaimana pola pikir Anda dan sadari saat pola pikir tersebut muncul dan menimbulkan ketakutan berlebihan. Anda juga perlu menerima dan tidak memblokir pemikiran-pemikiran yang muncul sembari menyadari bahwa tidak semua yang Anda pikirkan adalah benar.

Setelahnya, cobalah evaluasi pemikiran yang muncul dan tanyakan atau tantang pemikiran yang muncul untuk dapat membantu meluruskan pemikiran berlebihan yang dipikirkan.

3. Pergantian pola pikir

Beberapa pemikiran tertentu dapat menimbulkan ketakutan berlebih yang dipicu dari rasa kehilangan kendali akan kehidupan yang dijalani.

Kalimat yang menggunakan kata ‘harus’ atau ‘tidak bisa’ akan lebih baik diganti dengan kata ‘memilih’ dan ‘tidak memilih’.

Pergantian pemilihan kata dalam pemikiran Anda dapat mengingatkan Anda bahwa Anda memiliki pilihan dan memegang kendali atas hidup yang dijalani.

Contohnya, Anda dapat mengganti kalimat “Saya tidak bisa menghadiri ulang tahun teman saya karena saya harus pergi bekerja” dengan kalimat “Saya memilih untuk tidak menghadiri ulang tahun teman saya dan memilih untuk pergi bekerja.”

Selain itu kata ‘harus’ dapat menimbulkan stres karena seakan-akan Anda harus melakukan segala sesuatunya dengan cara tertentu.

Selalu pertanyakan kalimat ‘harus’ yang muncul karena akan lebih baik jika Anda melakukan sesuatu karena keinginan, bukan karena keharusan.

4. Jangan menghindar

Jangan menghindari apa yang membuat Anda takut berlebihan dan hadapilah hal yang menimbulkan ketakutan berlebihan tersebut.

Mengalami langsung apa yang ditakuti dapat membantu Anda untuk dapat merespons dan beradaptasi serta mencari cara untuk menangani situasi yang membuat ketakutan berlebih.

Selain itu, Anda juga dapat menyadari bahwa terkadang situasinya tidak semenakutkan itu.

5. Bersyukur

Menulis jurnal yang berisi mengenai hal-hal yang Anda syukuri tiap harinya dapat membantu Anda untuk fokus dengan hal-hal positif dalam hidup Anda serta membantu Anda untuk menyadari berkat yang didapatkan dalam satu hari tersebut.

6. Berbicara dengan orang sekitar

Berbagi cerita tidak hanya membuat Anda menjadi lega tetapi juga dapat mengurangi ketakutan berlebihan yang dirasakan.

Anda dapat membicarakan apa yang memicu ketakutan berlebihan yang dirasakan kepada orang-orang terdekat.

7. Menyegarkan pikiran

Sangat sulit untuk berpikir jernih saat Anda sedang diselimuti rasa takut berlebihan dan kecemasan. Maka dari itu, cobalah distraksi pikiran Anda dengan menyegarkan pikiran.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyegarkan pikiran, salah satunya keluar rumah dan jalan santai di sekitaran rumah Anda. Tidak perlu lama-lama, cobalah berjalan santai selama 15 menit.

8. Visualisasikan tempat yang membahagiakan

Saat rasa takut sudah mendominasi pikiran Anda, tutuplah mata dan visualisasikan tempat membahagiakan di dalam pikiran Anda.

Cobalah bayangkan diri Anda sedang berjalan di pinggir pantai atau masa-masa menyenangkan semasa kecil. Dengan begitu, pikiran Anda akan merasa tenang sehingga rasa takut dapat dikurangi.

9. Menghadiahkan diri sendiri

Cara mengatasi ketakutan yang berlebihan selanjutnya adalah menghadiahkan diri sendiri di saat Anda sudah berhasil mengalahkan rasa takut di dalam diri Anda.

Dengan menghadiahkan diri sendiri, hal ini dipercaya dapat berdampak baik dan memberikan Anda semangat untuk bisa mengalahkan rasa takut yang lainnya.

10. Menuliskan penyebab rasa takut

Ketakutan berlebihan dapat dikalahkan jika Anda mau menuliskan berbagai penyebab rasa takut tersebut ke dalam sebuah jurnal.

Mengapa ketakutan berlebihan bisa muncul?

Umumnya ketakutan berlebihan dipicu oleh pemikiran-pemikiran irasional atau sebuah pemikiran yang sulit untuk diubah dan tidak sesuai dengan kenyataan terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar.

Pemikiran-pemikiran irasional tersebut memicu rasa cemas yang dapat membuat seseorang khawatir bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi, melebih-lebihkan suatu keadaan seakan-akan dunia akan segera menghilang, dan sebagainya.

Pemikiran-pemikiran ini cenderung tidak masuk akal dan terkadang tidak mungkin terjadi. Terkadang pemikiran-pemikiran ini tidak disadari oleh Anda dan hanya membuat Anda semakin cemas sampai merasakan ketakutan berlebihan.

Oleh karenanya, tips di atas menekankan Anda untuk mencari tahu terlebih dahulu pemikiran-pemikiran irasional yang menjadi penyebab ketakutan berlebihan Anda. Setelahnya barulah Anda bisa mengevaluasi dan mengganti pola pikir pemicu ketakutan berlebihan.

Kapan saya membutuhkan bantuan profesional? Jika Anda merasa bahwa ketakutan berlebihan yang dirasakan tidak dapat ditangani oleh diri Anda dan mengganggu hubungan dengan orang lain atau kehidupan sehari-hari, berkonsultasilah dengan psikolog, psikiater, atau terapis.

Referensi Sebagai berikut ini ;









Kecemasan Berlebihan, Kenali Gejala dan Cara Efektif Mengatasinya

Merasa cemas ketika sedang menghadapi situasi yang menegangkan adalah hal yang normal. Namun, jika Anda merasakan kecemasan berlebihan tanpa sebab yang jelas, mungkin saja Anda mengalami gangguan kecemasan. Kenali apa saja gejala gangguan kecemasan agar bisa segera ditangani.

Rasa cemas yang normal biasanya akan mereda sendiri ketika faktor pemicu kecemasannya hilang. Misalnya, seseorang yang merasa cemas saat menghadapi ujian akan merasa tenang kembali setelah ujiannya selesai.

Kecemasan Berlebihan, Kenali Gejala dan Cara Efektif Mengatasinya - Alodokter

Namun, berbeda dengan rasa cemas yang normal, orang yang mengalami kecemasan berlebihan biasanya akan terus merasa cemas tanpa sebab yang jelas. Munculnya rasa cemas berlebihan ini sering kali disebabkan oleh gangguan kecemasan.

Apabila tidak mendapatkan penanganan, penderita gangguan kecemasan yang merasakan kecemasan berlebihan bisa mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, menurunnya performa kerja atau prestasi belajar di sekolah, dan kesulitan untuk berinteraksi dengan orang lain.

Tipe-Tipe Gangguan Kecemasan dan Gejalanya

Rasa cemas berlebihan bisa disebabkan oleh beberapa jenis gangguan kecemasan, di antaranya:

1. Gangguan kecemasan umum

Generalized anxiety disorder (GAD) atau gangguan kecemasan umum ditandai dengan perasaan cemas, khawatir, atau takut berlebihan, yang berlangsung setidaknya selama 6 bulan. Orang dengan gangguan kecemasan umum dapat merasa cemas kapan saja, bahkan tanpa ada faktor pemicu stres yang jelas. Selain rasa cemas berlebihan, orang yang menderita gangguan kecemasan umum dapat merasakan gejala lain, seperti:

  • Susah tidur
  • Sulit berkonsentrasi
  • Khawatir berlebihan terhadap hal-hal kecil
  • Dada berdebar-debar
  • Keringat dingin
  • Mudah lelah
  • Mengalami gangguan pencernaan

2. Gangguan panik

Gangguan panik atau serangan panik adalah gangguan cemas yang ditandai dengan munculnya kecemasan berlebihan atau rasa takut yang sangat intens secara tiba-tiba. Serangan panik ini biasanya terjadi dalam beberapa menit.

Ketika serangan panik muncul, penderita kecemasan berlebihan ini akan merasa tidak berdaya, tidak dapat berpikir dengan tenang, dan merasakan gejala fisik tertentu, seperti nyeri dada, berdebar-debar, sesak napas, pusing, sakit perut, atau merasa seperti akan pingsan.

3. Fobia

Fobia merupakan ketakutan berlebihan terhadap objek atau situasi tertentu, misalnya darah, laba-laba, ketinggian, atau ruangan sempit. Rasa takut yang dialami bahkan bisa sampai membuat penderitanya menghindari objek atau situasi tersebut.

Selain takut saat berhadapan langsung dengan hal yang memicu fobianya, orang yang mengalami fobia juga bisa merasa cemas walau hanya memikirkan tentang hal tersebut.

4. Gangguan kecemasan sosial

Gangguan yang sering juga disebut sebagai fobia sosial ini ditandai oleh rasa cemas yang berlebihan terhadap kondisi sosial sehari-hari, seperti berbicara di depan orang banyak atau menyapa orang lain.

Penderita gangguan kecemasan sosial atau social anxiety disorder ini akan menghindari interaksi sosial karena merasa takut dipermalukan, ditolak, atau dinilai rendah oleh orang lain.

5. Gangguan stres pascatrauma

Post-traumatic stress disorder (PTSD) atau gangguan stres pascatrauma merupakan gangguan kecemasan yang terjadi ketika seseorang mengalami peristiwa atau kejadian yang menyebabkan trauma psikologis berat, seperti kecelakaan, kekerasan seksual, atau bencana alam.

Penderita PTSD biasanya akan merasakan kecemasan berlebihan dan sering mengingat peristiwa yang dialami, mengalami mimpi buruk yang menyebabkan gangguan tidur, serta muncul rasa takut yang terus-menerus. Gejala ini bisa muncul dalam waktu 3 bulan atau bertahun-tahun setelah kejadian traumatis itu terjadi.

6. Gangguan obsesif kompulsif

Gangguan kecemasan yang juga disebut obsessive-compulsive disorder (OCD) ini membuat penderitanya harus melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang, misalnya harus mencuci tangan sebanyak 3 kali. Jika hal tersebut tidak dilakukan, ia akan merasa tangannya tetap kotor dan dapat membahayakan dirinya.

Penyebab Munculnya Kecemasan Berlebihan dan Cara Mengatasinya

Penyebab munculnya rasa cemas berlebihan akibat gangguan kecemasan hingga kini belum diketahui dengan pasti. Namun, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang lebih berisiko terkena gangguan cemas, yaitu:

Faktor genetik

Stres berat yang berkepanjangan, misalnya akibat tekanan batin, masalah keluarga, atau kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi

Riwayat trauma psikologis di masa kecil

Berbeda dengan rasa cemas yang normal dan dapat mereda sendiri, kecemasan berlebihan akibat gangguan cemas tidak akan hilang tanpa penanganan dari psikolog atau psikiater.

Untuk membantu menenangkan dan meredakan kecemasan berlebihan yang Anda rasakan, psikolog atau psikiater dapat memberikan penanganan berupa:

Psikoterapi

Saat menjalani psikoterapi, Anda dapat menceritakan dan meluapkan apa yang dirasakan. Selain itu, psikolog atau psikiater akan memberi saran tentang cara memahami dan mengatasi kecemasan berlebihan. Anda juga akan dibimbing untuk mengurangi stres, misalnya dengan relaksasi atau meditasi.

Teknik psikoterapi yang dijalani ada bermacam-macam, tergantung apa penyebab kecemasan berlebihan yang Anda rasakan. Namun, teknik psikoterapi yang umum dilakukan adalah terapi perilaku kognitif.

Pemberian obat-obatan

Pemberian obat-obatan hanya bertujuan untuk meredakan gejala kecemasan dan harus dilakukan oleh psikiater. Obat yang biasanya diresepkan oleh psikater untuk meredakan gangguan cemas adalah obat-obatan penenang dan antidepresan.

Kiat Sehat Mengendalikan Kecemasan Berlebihan

Guna mengendalikan atau mengatasi kecemasan berlebihan, penanganan medis oleh psikolog atau psikiater juga harus disertai dengan langkah-langkah berikut ini:

Hindari mengonsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, atau minuman berenergi karena dapat memperburuk gejala gangguan kecemasan.

Lakukan olahraga secara teratur, seperti joging, senam aerobik, dan bersepeda untuk membantu mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati.

Istirahat yang cukup selama 7–9 jam setiap malam.

Coba untuk curhat atau bercerita kepada orang terdekat mengenai perasaan Anda dan masalah yang Anda hadapi.

Hindari mengonsumsi minuman beralkohol, obat-obatan terlarang, dan merokok karena bisa memperparah gangguan kecemasan yang dialami.

Kecemasan berlebihan tidak bisa hilang begitu saja tanpa adanya penanganan medis. Oleh karena itu, Anda perlu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater jika rasa cemas yang dialami sudah mengganggu aktivitas sehari-hari atau kehidupan sosial Anda, terlebih jika disertai dengan menyakiti diri bahkan pikiran untuk bunuh diri.


Referensi Sebagai berikut ini ;









Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Pandemi COVID-19 menyebabkan banyak orang dianjurkan agar hanya beraktivitas di rumah. Setelah beberapa bulan, pelonggaran aturan mulai diberlakukan sehingga aktivitas di luar rumah sudah boleh dilakukan dengan syarat praktik protokol kesehatan yang baik. Sejumlah daerah pun mulai bertransisi ke masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Mengingat belum ada vaksin untuk penyakit COVID-19, sangat wajar jika timbul rasa khawatir ketika harus keluar rumah. Oleh sebab itu, simak cara menghadapi kecemasan di saat adaptasi kebiasaan baru alias new normal.

Sikap menghadapi new normal

Menghadapi masa new normal (adaptasi kebiasaan baru), beberapa orang mengambil sikap santai dan ada pula yang merasa cemas. Sebagian orang yang menghadapinya dengan santai terkadang mengabaikan protokol kesehatan, seperti jarang mencuci tangan atau tidak menggunakan masker saat di tempat umum. Padahal pandemi ini belum usai, sehingga kita harus tetap waspada dan menjalankan protokol kesehatan yang disarankan.

Merasa cemas merupakan hal yang wajar, apalagi menghadapi sesuatu yang tidak dikenal. Perasaan takut atau khawatir dapat mengganggu kesehatan jika dibiarkan begitu saja. Namun, rasa khawatir dapat diusir dengan solusi untuk hal yang dihadapi. Maka dari itu, berikut adalah beberapa solusi supaya tubuh dan pikiran siap dan tenang dalam menghadapi situasi new normal (adaptasi kebiasaan baru).

Jaga kesehatan mental

Istirahat santai, Pikiran yang kacau atau semrawut dapat mengganggu kesehatan fisik. Dalam menghadapi ketidakpastian seputar COVID-19, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan usaha menjaga kesehatan fisik. Contohnya, stres dapat menimbulkan sakit kepala. Sementara itu, cemas membuat seseorang mudah merasakan kelelahan. Simak beberapa cara berikut yang mampu menjaga ketenangan pikiran dalam menghadapi kecemasan di new normal (adaptasi kebiasaan baru):

Berdamai dengan ketidakpastian: Membuka pikiran untuk menerima bahwa tidak segala hal bisa dikendalikan bukan berarti meremehkan pandemi ini. Tetap mengambil inisiatif menerapkan protokol kesehatan yang disarankan, baik di rumah dan saat harus keluar rumah.

Bijak memahami informasi: Lindungi diri dan sesama dengan mencari tahu informasi yang benar dari sumber terpercaya, seperti otoritas kesehatan setempat.

  1. Jaga keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan.
  2. Luangkan waktu untuk bersantai.
  3. Berkomunikasi dengan orang-orang terkasih.
  4. Praktik protokol kesehatan yang baik

Menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan berfungsi untuk melindungi diri dan sesama serta membantu menghadapi kecemasan di saat new normal (adaptasi kebiasaan baru). Sejumlah cara melindungi diri dari penularan penyakit COVID-19 adalah sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Jangan lupa membersihkan tangan sebelum makan, menyiapkan makanan, setelah keluar dari toilet, atau menyentuh permukaan, seperti gagang pintu di luar rumah. Pakai pembersih tangan atau hand sanitizer dengan kandungan alkohol sedikitnya 60% jika tidak ada tempat cuci tangan. Hindari menyentuh area wajah tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Kemudian, jika berada di luar rumah, jaga jarak dengan orang lain setidaknya 2 meter. Untuk di dalam rumah, rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) adalah hindari berdekatan dengan penghuni rumah yang sedang sakit.

Apabila memungkinkan, tetap jaga jarak 2 meter dari penghuni rumah lainnya atau yang sedang sakit. Ketika harus ke luar rumah untuk keperluan apa pun, pakai masker untuk mencegah penyebaran melalui percikan pernapasan (droplet).

Lantas, bagaimana jika Anda termasuk salah satu orang yang harus tetap ke kantor di tengah pandemi? Salah satu cara menghadapi kecemasan di new normal (adaptasi kebiasaan baru) adalah dengan tetap lakukan praktik protokol kesehatan di atas.

Jangan lupa untuk menutupi wajah jika ingin batuk atau bersin. Buang tisu kotor ke tempat sampah, lalu membersihkan dan menggunakan disinfektan pada permukaan peralatan dan area kantor juga efektif meminimalisasi risiko penyebaran virus ini. Untuk perusahaan, protokol kesehatan yang sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah:

  1. Permukaan dan barang-barang di kantor harus dibersihkan dengan disinfektan secara rutin
  2. Menyediakan pembersih tangan di area kantor
  3. Membuat poster anjuran cuci tangan
  4. Mengizinkan karyawan untuk beristirahat di rumah saat sakit
  5. Gaya hidup sehat agar sistem imun tetap kuat
  6. manfaat vitamin c

Mengutip studi berjudul Nutritional and Physical Activity Interventions to Improve Immunity, pola makan bergizi dan seimbang serta aktivitas fisik yang cukup berperan penting untuk kesehatan sistem kekebalan tubuh, seperti ketahanan terhadap infeksi. Oleh karena itu, jangan lupa untuk makan makanan bernutrisi sekaligus olahraga supaya tubuh tetap sehat dan membantu Anda menghadapi kecemasan di new normal (adaptasi kebiasaan baru).

Selain itu, jangan lupa untuk istirahat yang cukup dan mengonsumsi suplemen, seperti vitamin C yang berpotensi menguatkan sistem imun tubuh. Vitamin C juga bermanfaat untuk membantu melawan infeksi di dalam tubuh. Pilih suplemen vitamin C yang tidak bersifat asam agar aman untuk lambung dan memiliki daya serap oleh tubuh (bioavailabilitas) yang tinggi.

Daya serap yang tinggi membantu vitamin C bertahan lama di dalam tubuh sehingga membantu daya tahan tubuh dalam menjalani hari. Sebelum mengonsumsi suplemen, ada baiknya untuk konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.


Referensi sebagai berikut ini ;

















Langkah-langkah Efektif Menghilangkan Rasa Cemas Berlebihan

Cemas adalah suatu bentuk emosi yang ditandai dengan perasaan tidak nyaman, rasa takut, atau gelisah. Bentuk emosi ini wajar terjadi dan merupakan respons normal terhadap stres. Umumnya, perasaan cemas akan berlalu setelah kondisi yang memicunya hilang. Namun, perasaan cemas berlebih bisa membuat Anda sulit berkonsentrasi dan menjalankan aktivitas. Anda bisa menerapkan berbagai cara di bawah ini untuk membantu mengatasi kecemasan. Cara mengatasi kecemasan.

Cemas pada dasarnya adalah emosi yang wajar dirasakan manusia. Cemas tak selalu memberikan dampak yang buruk, ada kalanya perasaan ini malah mendorong Anda untuk segera menyelesaikan masalah.

Anda sebaiknya tidak membiarkan kecemasan terlalu lama. Untuk mengatasi kecemasan, cobalah lakukan cara berikut ini.

1. Ambil napas panjang

Hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi rasa cemas adalah dengan mengambil napas panjang. Cara sederhana ini dapat membantu tubuh Anda mengaktifkan respons relaksasi tubuh, sehingga stres dan kecemasan yang Anda rasakan dapat berkurang.Anda hanya perlu menarik nafas panjang melalui hidung, kemudian menahannya selama beberapa detik. Lalu, hembuskan napas melalui mulut secara perlahan. Latihan pernapasan ini juga bisa Anda praktikkan setiap hari untuk membantu melepaskan pikiran yang mengganggu.

2. Berpikir positif

Satu hal yang bisa membuat rasa cemas Anda memburuk adalah pikiran negatif tentang sesuatu yang akan terjadi. Anda mungkin membayangkan skenario terburuk saat menghadapi masalah, padahal belum tentu hal tersebut akan terjadi.

Bila Anda mulai merasakannya, coba pikirkan kembali. Misalnya, apakah masalah ini sudah pernah terjadi sebelumnya, apakah skenario yang terbentuk dalam pikiran Anda mungkin terjadi, dan apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasinya.

Sebagai contoh, saat Anda merasa cemas menghadapi ujian sekolah, Anda bisa menjadikan perasaan tersebut untuk memotivasi Anda belajar dan mendapatkan nilai yang baik.

3. Lampiaskan cemas dengan olahraga

Olahraga dapat meningkatkan mood atau suasana hati, sehingga cara ini pun diyakini mampu mengurangi perasaan cemas. Pasalnya, olahraga bisa menurunkan hormon stres, seperti kortisol.

Selain itu, aktivitas fisik ini juga membantu melepaskan endorfin, yaitu hormon yang dapat meningkatkan suasana hati dan perasaan senang.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, Anda perlu berolahraga secara rutin dan teratur. Anda bisa memilih olahraga yang ringan, seperti berenang, jalan kaki, yoga, atau sekadar beraktivitas keluar rumah untuk mendapat paparan sinar matahari.

4. Bicara dengan orang lain

Saat cemas melanda, banyak orang yang cenderung menjauh dari orang lain. Terkadang, Anda akan merasa bahwa tidak ada satu orang pun yang dapat menolong Anda dari masalah yang sedang dihadapi.

Padahal, tidak ada salahnya bagi Anda untuk coba mengungkapkan apa yang Anda cemasi pada orang terpercaya. Siapa tahu, mereka punya solusi yang terbaik untuk masalah Anda atau membantu memberikan rasa tenang.

5. Lakukan hal yang Anda senangi

Selain mengurangi rasa sedih, melakukan hobi atau aktivitas yang Anda sukai juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi kecemasan. Cara menyenangkan ini bisa membantu tubuh Anda melepaskan hormon oksitosin, yang merupakan pereda stres dan kecemasan alami.

Pilihlah aktivitas yang Anda sukai, tetapi tetap menyehatkan, seperti nonton film, mendengarkan musik, jalan-jalan, bernyanyi, dan sebagainya. Anda bisa melakukan aktivitas tersebut secara sendirian atau bersama dengan orang terdekat Anda. Bagaimana bila kecemasan sudah berlebihan?

tes keputihan

Kecemasan yang terus-terusan terjadi juga bisa memberikan pengaruh pada kondisi Anda. Terutama bila perasaan ini masih Anda alami walau situasi yang memicu stres sudah terlewat.

Perasaan cemas bisa membuat seseorang mengalami sakit fisik. Tak jarang kondisi ini menjadi penyebab penyebab insomnia atau susah tidur, ketegangan otot, sakit kepala, hingga masalah pada pencernaan.

Tak hanya itu, cemas yang berlebihan juga bisa menjadi gejala gangguan mental, seperti gangguan kecemasan (anxiety disorder) atau depresi.

Bila hal ini terjadi, coba untuk ketahui dahulu hal-hal apa yang dapat memicu reaksi kecemasan yang Anda rasakan. Pemicu stres dan cemas bisa datang dari pekerjaan, masalah keluarga, sekolah, atau hubungan Anda dengan orang lain.

Tulislah hal-hal ini dalam jurnal Anda setiap kali rasa cemas datang, lalu ingat kembali pola kemunculannya. Setelah itu, pelajari situasi dan buatlah strategi yang akan Anda lakukan untuk mengatasinya.

Jika cara tersebut tak berhasil dan rasa cemas terus menyerang hingga mengganggu aktivitas Anda sehari-hari, carilah pertolongan pada psikolog atau psikiater.

Sesi konseling dengan psikolog memberikan Anda kesempatan untuk menceritakan apa yang Anda rasakan dan bagaimana pengaruh kecemasan ini terhadap kondisi mental dan fisik Anda.

Selain itu, metode terapi yang juga bisa dilakukan adalah terapi CBT (cognitive behavioral therapy). Terapi CBT berfokus untuk mengajari Anda bagaimana cara menghadapi hal-hal yang Anda cemaskan secara langsung. Terapi ini perlahan akan membantu Anda kembali ke aktivitas yang sempat dihindari karena kecemasan tersebut.

Bergantung dengan hasil diagnosis, psikiater bisa memberikan obat-obatan yang membantu mengatasi gejala kecemasan. Pastikan Anda meminum obat secara teratur sesuai dengan ajuran dari dokter.

Tak hanya mendapatkan perawatan dari psikolog, lakukan juga kebiasaan lainnya yang bisa membantu kondisi Anda seperti olahraga rutin, makan makanan yang sehat, dan berhenti merokok atau mengonsumsi alkohol.

Tetaplah menjalin hubungan dengan lingkungan sekitar. Dukungan dari orang-orang terdekat bisa membantu Anda melalui masa-masa sulit karena kecemasan yang Anda alami.

Referensi sebagai berikut ini ;










Efektif Mengusir Rasa Takut yang Berlebihan

Cara Efektif Mengusir Rasa Takut yang Berlebihan. Merasa takut merupakan hal yang wajar, mulai dari takut mengalami kehilangan seseorang yang dicintai atau sekadar menonton film horor. Ketakutan adalah bagian dari naluri alami manusia untuk bertahan hidup, tapi jika berlebihan bisa juga berdampak negatif. Meski demikian, ada berbagai cara untuk menghilangkan rasa takut yang berlebihan. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Rasa takut dapat terjadi dalam dua tahap yaitu reaksi biokimia dan respon emosional. Saat kita merasa takut, tubuh akan secara otomatis melepaskan hormon stres adrenalin dalam jumlah banyak. Ini adalah reaksi biokimia, yang kemudian menyebabkan beberapa reaksi fisik seperti berkeringat deras dan jantung berdebar kencang.

Reaksi biokimia tersebut terjadi di segala situasi yang memicu rasa takut. Mulai dari dari hal yang nyata, misalnya rasa takut atau cemas menghadapi operasi besar, hingga yang dipicu oleh kondisi emosional, misalnya takut berbicara depan publik atau demam panggung. Pada akhirnya, rasa takut ini akan memicu respons emosional, seperti rasa cemas atau keinginan untuk menghindar.

Di sisi lain, ketakutan yang dipicu oleh kondisi emosional cenderung lebih bersifat subjektif dan tidak selalu realistis. Sebagai contoh, takut untuk bersosialisasi dengan orang banyak seperti yang ditunjukkan pada orang-orang yang memiliki fobia sosial.

Hal ini dapat disebabkan oleh kecemasan berlebihan akan suatu hal atau kondisi tertentu sehingga muncul keinginan untuk menghindar bagaimanapun caranya. Kondisi emosional ini juga dapat memicu reaksi biokimia tubuh yang sama sekaligus menyebabkan gangguan kecemasan yang dapat bertahan dalam waktu yang lama.

Maka itu, saat rasa takut yang Anda miliki sudah terasa berlebihan, lebih baik cari cara yang tepat untuk menghilangkan atau mengatasinya.

Bagaimana cara mengatasi ketakutan berlebihan?

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketakutan berlebihan dan kecemasan yang ditimbulkannya dalam kehidupan sehari-hari:

1. Hadapi rasa takut

Sebenarnya, salah satu cara menghilangkan rasa takut yang paling sederhana adalah dengan menghadapi rasa takut itu sendiri. Mungkin hal ini terdengar sangat sulit dilakukan, tapi bukan berarti Anda tidak bisa melakukannya, kan?

Terus-menerus menghindari hal yang membuat Anda merasa takut justru akan menghambat berbagai hal yang harus atau ingin dilakukan. Bisa jadi, sebelum mulai mencoba melakukan sesuatu, Anda sudah mundur terlebih dahulu karena dihantui oleh rasa takut.

Maka itu, cara yang paling efektif untuk menghilangkan rasa takut adalah menghadapinya. Awalnya mungkin terasa sulit, tapi lama-kelamaan, Anda akan lebih terbiasa hingga rasa takut itu hilang dengan sendirinya.

2. Tenangkan diri

Saat merasa takut, Anda mungkin akan merasakan berbagai gejala fisik yang menimbulkan rasa tak nyaman. Padahal, gejala-gejala tersebut justru membuat suasana dan kondisi menjadi semakin parah. Oleh sebab itu, untuk bisa menaklukkan rasa takut, Anda harus dalam kondisi yang santai dan bebas dari stres. Cara untuk menghilangkan rasa takut adalah menenangkan diri secara fisik dan mental terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan dengan menarik napas dalam, minum air putih, atau mencoba mengalihkan diri dari rasa takut tersebut dengan berjalan kaki sejenak sambil mendengarkan musik ceria.

3. Kenali pemicu kecemasan dan rasa takut Anda

Menurut Mental Health Foundation, salah satu cara mengatasi atau menghilangkan rasa takut yang berlebihan adalah mengenali terlebih dulu pemicunya. Jika memungkinkan, cobalah untuk menulis jurnal setiap kali Anda merasa takut berlebihan.

Dari catatan jurnal tersebut, Anda akan bisa memahami apa yang sedang terjadi sebenarnya dan kapan saja rasa takut tersebut muncul. Anda juga boleh menuliskan target-target sederhana untuk membantu menghadapi rasa takut ini jika muncul lagi di kemudian hari.

Hal ini bisa menjadi cara mengatasi atau menghilangkan ketakutan yang efektif dan patut dicoba.

4. Berpikir lebih positif

Saat memiliki rasa takut yang berlebihan, cenderung membuat Anda lebih pesimis jika dihadapkan oleh berbagai hal. Ada saja pikiran negatif yang menghantui, bahkan sebelum Anda memberikan kesempatan diri untuk mencoba hal tersebut.

Pikiran-pikiran negatif yang berlebihan juga dapat menghambat diri Anda untuk bisa berkembang karena dari pikiran-pikiran tersebutlah rasa takut terbentuk. Oleh sebab itu, mulailah memenuhi pikiran Anda dengan hal-hal yang positif.

Meyakini semua akan baik-baik saja dan mengubah kecemasan menjadi hal positif ketika Anda melewati hal yang ditakutkan adalah cara yang bisa dicoba untuk menghilangkan rasa takut. Hal ini dapat membuat Anda lebih kebal terhadap tekanan yang muncul ketika sedang ketakutan.

5. Bayangkan hal terburuk yang dapat terjadi

Cobalah untuk memikirkan kemungkinan paling buruk yang mungkin terjadi. Sebagai contoh, kemungkinan terburuk yang bisa terjadi jika melakukan hal yang Anda takuti tersebut, misalnya, mengalami serangan panik atau serangan jantung.

Kemudian, posisikan Anda mengalami serangan jantung. Jika hal tersebut terasa sangat tidak mungkin terjadi, mungkin hal tersebut hanya muncul dalam pikiran Anda saja. Tak hanya itu, saat memperkirakan hal terburuk yang mungkin terjadi, Anda akan lebih siap menghadapi penyebab rasa takut tersebut.

6. Terima kenyataan

Menerima kenyataaan akan jauh lebih mudah membuat Anda merasa tenang dan lebih siap menghadapi ketakutan. Oleh karena itu penting untuk mengingat kejadian buruk terjadi secara wajar dan mengetahui tidak semua hal di dunia ini dapat Anda kendalikan.

7. Hindari melampiaskannya pada alkohol, obat-obatan, atau rokok

Cobalah untuk selalu meminimalkan penggunaan rokok, alkohol dan obat-obatan terlarang, jika Anda merasa perlu menjauhkan diri dari kecemasan. Sebagai gantinya cobalah cara yang lebih sehat seperti mencukupkan waktu istirahat dan tidur malam untuk mengurangi rasa tertekan saat ingin menghilangkan rasa takut.


Referensi Sebagai berikut ini ;












GERD Anxiety Disorder adalah Gangguan Kecemasan

GERD Anxiety Disorder adalah Gangguan Kecemasan. Asam lambung menjadi salah satu penyakit yang kerap dialami oleh seseorang. Penyakit yang sering disebut sebagai astroesophageal reflux disease (GERD) ini biasanya ditandai dengan gejala sakit dada atau nyeri ulu hati, sulit menelan, hingga perut terasa tidak nyaman. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kelebihan berat badan dan sedang hamil. Penyakit asam lambung terjadi karena naiknya asam lambung menuju esofagus atau kerongkongan. Kondisi ini terjadi pada saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan lambung. Umumnya, seseorang yang menderita penyakit ini akan mengalami rasa nyeri pada ulu hati.

Ketika asam lambung naik, dapat membuat seseorang merasa cemas. Kecemasan akibat naiknya asam lambung tersebut, yang kemudian disebut sebagai GERD anxiety disorder. Kondisi ini dapat membuat seseorang menjadi lebih sensitif terhadap rasa sakit. Lantas, apa sebenarnya yang disebut dengan GERD anxiety disorder dan bagaimana cara mengatasinya?

Mengenal GERD Anxiety Disorder

GERD anxiety disorder adalah kondisi rasa cemas yang hadir bersamaan dengan timbulnya GERD. Kecemasan yang hadir pada diri seseorang dianggap akan lebih sensitif gejala-gejala GERD, terlebih bagi orang yang memiliki riwayat sakit GERD. Gastroesphaegal reflux disease (GERD) merupakan kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan, saluran yang menghubungkan mulut dengan perut. Kondisi ini terjadi karena katup di ujung kerongkongan tidak menutup dengan benar ketika makanan tiba di lambung. Sehingga asam mengalir naik melalui kerongkongan.

GERD dan anxiety saling berkaitan layaknya siklus. Sebab, tekanan psikologis yang sedang dialami seseorang dapat memengaruhi motilitas esofagus. Di mana kondisi ini mengacu pada pergerakan kerongkongan untuk memindahkan makanan dari mulut ke perut,

Ketika asam lambung naik, akan muncul gejala seperti perut nyeri atau sendawa yang terasa asam. Rasa nyeri tersebut bisa semakin memburuk saat seseorang merasa cemas dan akan lebih sensitif terhadap rasa sakit.

Gejala GERD Anxiety Disorder

Penderita yang mengalami GERD anxiety disorder akan mengalami gejala yang berbeda-beda. Namun, ada beberapa gejala umum yang biasa dialami penderita, seperti sensasi rasa nyeri atau seperti ada benjolan di kerongkongan. Selain itu, ada beberapa GERD anxiety disorder lainnya, di antaranya:

• Nyeri di dada

• Kesulitan menelan makanan

• Keluarnya sedikit cairan atau makanan ketika bersendawa

• Merasa gelisah dan gugup

• Kesulitan mengendalikan pikiran

• Detak jantung meningkat

• Sesak napas


Penyebab GERD Anxiety Disorder

GERD anxiety disorder adalah asam lambung yang naik akibat seseorang merasa cemas. Sederhananya, masalah psikologi seperti cemas dan stres adalah faktor risiko penyebab GERD. Selain itu, ada beberapa beberapa kondisi tertentu yang bisa meningkatkan seseorang mengalami GERD, di antaranya:

• Pengosongan perut yang tertunda

• Hernia hiatus.

• Kehamilan.

• Berat badan berlebih.

Seseorang yang memiliki gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan makan terlalu cepat, berbaring setelah makan, atau mengonsumsi makanan berlemak dapat memperburuk refluks lambung. Selain itu, kondisi cemas dan stres juga bisa memperburuk refluks asam.

Cara Mengatasi GERD Anxiety Disorder

Cara mengatasi GERD anxiety disorder mungkin memerlukan kombinasi obat untuk mengatasi kedua kondisi tersebut. Terkadang ada penderita yang lebih membutuhkan obat penekan asam lambung, ada pula yang berfokus terhadap masalah kecemasan.

Obat asam lambung sendiri bisa berupa obat-obatan dari apotek, seperti antasida, penghambat reseptor H-2, atau proton pump inhibitors. Beberapa obat tersebut dipercaya efektif untuk menyembuhkan kerongkongan yang meradang akibat asam lambung.

Sementara itu, untuk mengatasi anxiety atau kecemasan, umumnya obat yang diberikan adalah obat anti-cemas golongan benzodiazepin. Obat ini dapat meredakan kecemasan dan memberikan efek yang lebih cepat bila dibandingkan dengan obat antidepresan. Selain itu, ada beberapa cara alami yang dapat dilakukan, di antaranya:

• Olahraga secara teratur.

• Menghindari obat-obatan terlarang, alkohol, dan merokok.

• Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.

• Mengurangi konsumsi kopi, cokelat, dan teh.

• Melakukan meditasi.

• Fokus dan sadar terhadap pikiran sendiri.G

• Mengendalikan rasa cemas dengan langkah-langkah relaksasi.


Referensi sebagai beikut ini ;













Nyeri Ulu Hati Tidak Selalu Tanda Sakit Maag

Nyeri Pada Ulu Hati, yang terletak di bagian tengah tepat di atas perut, ternyata tidak selalu disebabkan oleh maag. Menurut dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KEH, menjelaskan bahwa nyeri di ulu hati bisa berasal dari organ lainnya di daerah perut. "Nyeri perut di ulu hati tidak selalu berasal dari lambung atau maag, bisa berasal dari pankreas, kandung empedu, liver, atau usus dua belas jari," terang dr Ari, dilansir laman Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Ia juga menjelaskan bahwa nyeri di ulu hati bisa berhubungan dengan serangan jantung, seperti serangan jantung bagian bawah (infark miokrad inferior).

1. Tukak lambung

Ini adalah luka terbuka pada lapisan dinding lambung atau sebagian usus kecil, yang terjadi ketika zat asam dalam saluran pencernaan merusak permukaan dalam lambung atau usus kecil.Zat asam ini dapat membuat luka tersebut sangat menyakitkan atau mungkin berdarah.Tukak lambung bisa ditandai dengan muntah darah, darah pada tinja, mual, berkurangnya nafsu makan, penurunan berat badan.

2. Pankreatitis

Pankreatitis terjadi saat pankreas meradang. Rasa sakitnya akut dan bisa terasa hingga ke punggung serta dibarengi muntah. Rasa sakitnya akan semakin parah setelah makan.Gejala lainnya adalah perubahan warna kulit di sekitar pusar atau pinggang dan perut kaku.

Pankreatitis kronis bisa menyebabkan penurunan berat badan dan tinja berbau tidak sedap serta berminyak.

3. Penyakit kantung empedu

Kantung empedu yang bermasalah dapat menyebabkan rasa sakit perut luar biasa secara konstan dan diiringi demam, mual, muntah, tubuh gemetar, tinja berubah warna, serta nyeri dada.

Penyakit empedu yang perlu diwaspadai adalah radang dan infeksi empedu, batu empedu, dan kanker empedu. Sebenarnya ada banyak lagi penyebab dari nyeri ulu hati. Apabila Anda mengalami gejala di atas atau lainnya lebih baik segera konsultasikan ke dokter agar dapat ditangani lebih dini.


Referensi sebagai berikut ini ;






Penyebab Ulu Hati Terasa Sakit

Pernahkah kamu merasakan sakit di bagian tengah antara dada dan perut? Dalam istilah medis, area itu disebut ulu hati atau epigastrum. Nyeri di bagian ulu hati ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah sebagai gejala dari penyakit-penyakit berikut ini:

1. Gastritis

Gastritis adalah radang yang terjadi pada lambung. Penyakit ini juga banyak dikenal dengan sebutan sakit maag. Orang yang menderita gastritis biasanya akan mengalami berbagai gejala. Salah satunya adalah sakit di bagian ulu hati. Hal ini dikarenakan peradangan yang terjadi pada lapisan lambung berkontak dengan asam lambung, sehingga menyebabkan rasa nyeri di bagian ulu hati yang biasanya disertai rasa mual.

2. Reflux Asam Lambung (GERD)

Gastroesophageal Reflux (GERD) atau juga dikenal dengan nama reflux asam lambung, merupakan suatu kondisi naiknya asam lambung hingga ke kerongkongan (esofagus). Reflux asam lambung ditandai dengan beberapa gejala seperti nyeri di bagian ulu hati, yang disertai rasa mual, hingga rasa terbakar di belakang tulang dada.

3. Tukak Lambung

Penyakit ini disebabkan oleh adanya luka terbuka pada lapisan dinding lambung atau sebagian usus kecil. Luka itu terjadi ketika zat asam dalam saluran pencernaan merusak permukaan dalam lambung atau usus kecil, hingga membuat luka terbuka yang cukup menyakitkan.

Pengidap tukak lambung biasanya akan mengalami beberapa gejala seperti sakit di bagian ulu hati yang bisa terasa hingga ke area pusar, dan akan terasa sangat parah ketika perut kosong dan pada malam hari. Pada beberapa kasus, pengidap tukak lambung juga akan mengalami muntah darah, hilang nafsu makan dan penurunan berat bedan yang drastis.

4. Sindrom Iritasi Usus (Irritable Bowel Syndrome)

Penyakit lainnya yang juga memiliki gejala sakit ulu hati adalah sindrom iritasi usus, yang menyerang usus besar. Gejalanya tidak hanya sakit di bagian ulu hati, tapi juga disertai kram, perut kembung dan perubahan frekuensi buang air besar.

Kondisi ini belum bisa dipastikan penyebabnya. Biasanya dialami oleh wanita yang berusia di bawah 45 tahun, atau orang-orang yang memiliki anggota keluarga yang menderita sindrom iritasi usus, dan gangguan kesehatan mental seperti depresi dan gangguan kecemasan.

5. Penyakit Kantong Empedu

Kantong empedu merupakan kantong kecil yang letaknya berada di bawah hati. Kantong ini berfungsi untuk menyimpan cairan yang membantu tubuh mencerna lemak, yang disebut cairan empedu. Ketika kantong empedu bermasalah, seseorang dapat mengalami sakit perut yang luar biasa, terutama di bagian ulu hati, yang disertai dengan demam, mual, muntah dan nyeri dada. Beberapa penyakit kantong empedu yang perlu diwaspadai adalah batu empedu, radang dan infeksi empedu, serta kanker empedu.

6. Preeklamsia

Preeklamsia ini biasanya terjadi pada ibu hamil. Janin yang terus membesar seiring masa kehamilan akan menekan perut dan menimbulkan rasa sakit. Itulah mengapa ibu hamil sangatlah rentan mengalami sakit di bagian ulu hati.

Namun jika nyeri ulu hati berlangsung terus menerus dan disertai beberapa gejala lain seperti pembengkakan pada kaki dan tangan, sakit kepala yang parah, mual, muntah, penglihatan kabur dan penurunan frekuensi buang air kecil, ibu hamil perlu segera memeriksakan diri ke dokter. Karena kondisi ini dapat berakibat fatal bagi ibu dan janin.


Referensi sebagai berikut ini ;