This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Sabtu, 25 Juni 2022

Cara Keluar dari Hidup Susah dan Sengsara

Susah, sengsara, menyerah, putus asa dan merasa buntu. Itu adalah beberapa hal yang dapat membuat kita merasa susah dan sengsara dalam kenyataan hidup yang tidak membahagiakan. Apakah pembaca pernah merasakan hal yang sama sebelumnya?  Kira-kira, kenapa hidup kita susah?  Jangan khawatir, kita semua mungkin pernah berada pada titik kehidupan di mana kita telah mencapai dinding atau perempatan, dan tidak tahu bagaimana untuk maju, dan tidak mungkin untuk dapat mundur kembali, susah dan sengsara.


Pada titik ini, kita sama sekali tidak tahu apa langkah selanjutnya. Mengubah jalur karier secara total? Atau tetap bertahan? Tidak yakin apakah harus melanjutkan pekerjaan penuh waktu atau menjadi orang tua yang tinggal di rumah untuk mencurahkan waktu sepenuhnya untuk anak-anak? Dan segelintir pertanyaan-pertanyaan lainnya yang menghantui diri kita.  

Namun, pernahkah kita berpikir tentang makna hidup susah dan sengsara? Hidup susah dan sengsara memiliki arti yang luas. Bagi sebagian orang, kehidupan yang susah dan sengsara terjadi ketika kita tidak bisa memenuhi kebutuhan primer seperti, sandang, pangan dan papan. Sedangkan, sebagian orang menganggap bahwa hidup susah dan sengsara terjadi ketika kita tidak memiliki paket internet, merasa kepanasan, tidak bisa makan enak, dan lain sebagainya.  

Sejauh Mana Kita Merasa Susah dan Sengsara? Saat merasa susah dan sengsara, setiap orang memiliki tingkatannya masing-masing. Beberapa orang merasa susah dan sengsara hanya dalam satu hari, sementara yang lain bisa merasa susah dan sengsara selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Bahkan seiring berjalannya waktu, perasaan terjebak ini dapat semakin meningkat ketika tidak ada yang bisa dilakukan atau tidak ada yang berubah sama sekali. 

Dan pada akhirnya, beberapa orang akhirnya menetap, atau hanya pasrah pada nasib mereka. Tanpa sadar, tanpa menyadarinya, mereka akhirnya mendorong impian dan tujuan mereka semakin jauh. Bagi yang lain, perasaan susah dan sengsara menjadi begitu tak tertahankan sehingga mereka harus melakukan perubahan. Mereka harus keluar dari situasi tersebut, dan karenanya mereka membuat keputusan yang mengubah hidup itu dengan harapan akhirnya merasa bebas dan tidak susah lagi.

Jadi bagaimana mungkin kita akhirnya terjebak kesusahan dan kesengsaraan dalam kehidupan? Jika rekan-rekan mengalami hal ini, coba luangkan waktu untuk bertanya kepada diri sendiri “apakah yang kita pikirkan sekarang ini adalah penyebab dari perasaan susah dan sengsara yang sedang terjadi?” 

Kenapa Kita Merasa Susah dan Sengsara?Ada banyak alasan mengapa kita akhirnya merasa susah dan sengsara dalam kehidupan. Terkadang, itu karena kita terlalu takut mengambil risiko atau membuat kesalahan. Pada akhirnya, kita sering memilih jalan yang “aman” yang tentunya bebas dari risiko. Faktanya, memilih jalan yang aman bukan berarti terbebas dari kemandekan. Inilah mengapa dikatakan oleh banyak orang bahwa kehidupan ini selalu akan dipenuhi tantangan. Saat kita berusaha menghindari rintangan dari satu jalan, maka rintangan di jalan lain akan menemukan kita. Dalam kata lain, menghindari suatu rintangan bukanlah opsi yang tepat untuk dapat terus maju.  

Berikut adalah beberapa faktor penyebab merasa susah dan sengsara:

1. Tidak Ada Tujuan yang Jelas, Saat kita tidak tahu apa yang benar-benar kita inginkan di dalam hidup. Hal ini terjadi karena kita tidak memiliki tujuan atau impian nyata untuk diusahakan. 

Dalam hidup, akan selalu ada saat dimana kita merasa ada sesuatu yang hilang, dan merasa buntu. Jika orang-orang yang memiliki mimpi-mimpi besar dan tujuan hidup saja dapat berhadapan dengan kemandekan (jalan ditempat), apalagi mereka yang tidak memilikinya sama sekali? Jadi, coba cari tahu apa tujuan hidup rekan-rekan pembaca.

2. Tidak Mendapatkan Dukungan dari Orang Lain, Selain itu, kita juga bisa merasa mandek dan susah karena kita tidak mendapatkan dukungan atau bantuan yang cukup dari orang-orang di sekitar kita. Pada kasus yang sering terjadi, kita hanya mengandalkan diri sendiri untuk menyelesaikan masalah. Sebagai makhluk sosial, kita membutuhkan perspektif baru, saran dan dukungan dari orang lain. Misalnya, apakah mereka bersedia menjadi mentor, penasihat dan pelatih untuk kita? 

Pengaruh adalah sumber inspirasi dan motivasi yang baik. Jika kita mengelilingi diri dengan rekan-rekan atau mentor yang telah berhasil dalam mencapai tujuan dan impian dalam kehidupan mereka, maka kemungkinan besar kita juga akan mendapatkan dampak positif.

3. Mengejar Tujuan yang Salah, Bisa jadi kita merasa susah dan sengsara karena telah memberi diri kita tujuan yang salah. Apalagi di dunia yang dipenuhi dengan kecanggihan teknologi seperti saat ini, banyaknya media sosial membuat kita tergoda untuk membandingkan hidup yang kita miliki dengan kehidupan orang lain.  

Sebagai contoh, Teman SMA kita baru saja pergi ke Jepang untuk perjalanan bisnis selama satu minggu, sahabat kita baru saja bertunangan, sedangkan kita masih lajang sampai sekarang, dan beberapa perbandingan lainnya yang terkadang tidak masuk akal. Membandingkan adalah salah satu hal terburuk yang bisa dilakukan siapapun, karena seringkali mengarah pada perasaan tidak bahagia dan ketidakpuasan yang ekstrem. 

Akhirnya, kita mulai mempertanyakan hidup kita sendiri, “kenapa ya dia kok mudah mendapatkan promosi?” “kenapa ya hubungan percintaan dia kok begitu lancar?” dan pertanyaan-pertanyaan lainnya terkait mengapa kehidupan kita berbeda dengan orang lain. 

Nah, inilah bagaimana “perasaan susah, sengsara, terjebak, buntu atau mandek” muncul menghantui setiap orang yang melakukannya.  Kita merasa tidak dapat meraih apa yang orang lain dapatkan.  

Walaupun dengan membandingkan diri kita dengan orang lain terkadang menjadi motivasi yang baik untuk mendorong kita bekerja lebih keras, namun itu juga bisa menjadi pendemotivasi besar ketika tujuan yang kita miliki dibandingkan dengan pencapaian orang lain.

Bagaimana Berhenti dari Kebuntuan? Langkah pertama untuk keluar dari perasaan susah, sengsara, mandek atau buntu adalah mengetahui faktor apa saja yang membuat kita merasa susah dan sengsara? Apakah selama ini kita mengejar tujuan yang salah? apakah keluarga tidak mendukung tujuan hidup yang dimiliki, sehingga kita harus mencari pendukung lainnya? Coba identifikasikan hal tersebut. 

Setelah mengetahui alasan kemandekan kita, langkah kedua adalah jangan lupa untuk menerima posisi kita sekarang. Maksudnya bagaimana? Sadari bahwa pencapaian yang kita miliki, akan berbeda dengan pencapaian orang lain. Tidak ada yang lebih dan tidak ada yang kurang. Apa yang kita miliki mungkin saja sebuah impian bagi orang lain, begitu juga sebaliknya.  

Langkah ketiga, jika kita merasa mandek karena tujuan yang salah, maka yang dapat dilakukan adalah menetapkan beberapa tujuan yang realistis dan dapat dicapai. Baik itu dalam kehidupan karier atau kehidupan pribadi kita, pastikan tujuan yang dipikirkan benar-benar bermakna bagi kehidupan kita. Secara tidak langsung, ini juga membantu kita memaksimalkan potensi diri dan meminimalkan perasaan terjebak, serta frustasi.

Langkah keempat, jika pembaca masih merasa susah dan sengsara, dan takut dalam mengambil langkah atau risiko, maka kami sarankan rekan pembaca untuk terus maju dan memberanikan diri untuk mengambil risiko. Ingat, seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa tidak ada jalan yang “aman”, setiap jalan memiliki rintangannya masing-masing. 

Langkah kelima, jangan malu atau takut untuk meminta dukungan dari orang-orang di sekitar kita. Banyak orang yang merasa susah dan sengsara karena mereka tidak bercerita atau meminta bantuan kepada orang lain, sehingga orang lain pun tidak tahu bahwa orang tersebut memerlukan bantuan dari kita.  

Nah, itu dia beberapa faktor mengapa kita merasa susah dan sengsara, serta langkah-langkah apa saja yang harus kita ambil untuk keluar dari kebuntuan yang sering datang ke dalam kehidupan kita. Saya harap setelah membaca artikel ini, tidak ada lagi pembaca yang menyerah dan pasrah begitu saja karena merasa susah dan sengsara dengan kehidupannya. Harus selalu diingat ya, mulai sekarang kita harus berhenti membandingkan hidup kita dengan orang lain, fokus mencapai tujuan hidup, berani mengambil risiko dan tidak mudah menyerah dengan kesusahan dan kesengsaraan hidup






Jumat, 24 Juni 2022

Kenapa Allah Swt Memberi Cobaan yang Berat kepada HambaNya

Ujian, masalah, ataupun cobaan merupakan sesuatu yang sudah pasti akan terjadi dalam kehidupan manusia. Segala cobaan yang datang ke dalam hidup manusia ini tentunya memiliki alasan dan tujuannya sendiri. Salah satu alasan terbesar yang membuat manusia diberi cobaan yang berat adalah karena Allah Swt ingin mengukur atau menguji sudah sebesar dan sejauh mana tingkat keimanan seorang hamba-Nya. Saat ia ditimpa cobaan yang berat, apakah ia akan menjadi lebih dekat dan lebih tawakal pada Allah Swt, atau justru sebaliknya. Pada hakikatnya, ujian dan cobaan merupakan cerminan kasih sayang dan keadilan dari Allah Swt untuk para hamba-Nya yang beriman. 



Allah Swt tidak rela menimpakan azab yang pedih di akhirat kelak, sehingga Ia menggantinya dengan menimpakan berbagai cobaan di dunia yang juga berfungsi sebagai penggugur segala dosa-dosa. Jadi semakin Allah Swt cinta kepada hambanya, maka cobaan yang diberikan padanya juga semakin berat, karena ujian tersebut akan semakin menaikkan derajat dan kemuliaan seorang hamba di hadapan Allah Swt. 

Perluas Kesabaran dan Hadapilah Cobaanya Bersabar merupakan sebuah kunci yang bisa memberikanmu kekuatan untuk menghadapi segala cobaan dan masalah yang datang ke dalam hidupmu. Melatih kesabaran memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi kalau kamu bisa menjalaninya dengan tabah, maka kamu bisa lebih tangguh dalam menghadapi segala cobaan. Untuk bisa menghadapi cobaan, kamu memang tidak boleh terburu-buru dan harus ada persiapan yang matang, agar semuanya dapat terselesaikan dengan baik dan bijak di kemudian hari. 

Jangan Terlalu Overthinking Saat menghadapi sebuah masalah atau cobaan yang berat, berbagai pemikiran buruk pasti akan selalu muncul dalam otakmu. Hal ini sebenarnya wajar terjadi karena kamu terlalu khawatir akan terjadi dampak buruk yang nantinya bisa membuat hidupmu semakin rumit. cobalah untuk tidak terlalu memikirkan hal semacam ini. Fokuslah pada penyelesaian masalahnya dari pada hanya overthinking dan memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi.  Dengan begitu, kamu akan lebih serius dalam menghadapi masalah tanpa diganggung oleh persepsi-persepsi negatif yang ada di dalam kepala. 
Jalani Kehidupan dengan Apa Adanya Manusia harus berusaha untuk menjalani hidup dengan apa adanya, baru kemudian ia bisa menghadapi segala tantangan yang ada dalam kehidupannya. Menjalani hidup dengan apa adanya juga bisa membantumu untuk hidup lebih nyaman, sehingga kamu bisa berpikir lebih jernih dalam menghadapi segala ujian dan cobaan yang datang menghampiri. 

Cobalah untuk Bersyukur Banyak manusia yang lebih mudah untuk menghitung masalah dibandingkan dengan berkah yang ia dapatkan. Padahal, kamu bisa mencoba untuk mengubah perspektif dengan bersyukur dan berusaha menerima segala sesuatu yang sudah ditakdirkan untukmu. Dengan cara ini, kamu bisa menguatkan diri sendiri sehingga kamu bisa lebih sehat baik dari segi fisik maupun mental. Tidak Masalah Jika Sesekali Ingin Mengeluh 

Saat pikiranmu sudah terasa berat, kamu juga perlu menyadari dan memahami perasaanmu sendiri. Sebagai manusia, kamu tetap diperbolehkan untuk mengeluh jika kamu merasa sudah tidak kuat lagi menghadapi semua cobaan. Cara ini bisa membuatmu menjadi lega, dan nantinya bisa kembali bangkit dengan perasaan dan pemikiran yang lebih cemerlang dibandingkan sebelumnya. Itulah beberapa cara terbaik yang bisa dilakukan manusia saat harus menghadapi ujian maupun cobaan dari Allah Swt.Untuk membuatmu menjadi manusia yang semakin bersyukur dan memahami bagaimana besarnya rasa cinta Allah Swt kepada para hambaNya, 

Selama hidup di dunia, kita tidak akan pernah bisa lepas dari yang namanya ujian, cobaan, ataupun masalah yang membuat kita sedih dan takut saat mengalaminya. Kesulitan ekonomi, sakit parah, putus hubungan, berpisah dengan orang yang kita cintai, dan berbagai cobaan lainnya, seringkali membuat kita mengeluh, putus asa, dan bertanya-tanya mengapa Allah SWT memberikan begitu banyak cobaan dalam hidup kita. Padahal, ujian dan cobaan hidup ini ada untuk dihadapi, bukan untuk ditakuti maupun diratapi. Sebagai manusia, kita harus tetap tegar dan ikhlas dalam menjalaninya. Untuk membuatmu tetap berada di jalan keikhlasan, berikut adalah penjelasan mengenai alasan kenapa Allah SWT memberikan cobaan yang berat kepada hambanya.

Sesungguhnya kami milik Allah, dan kepada-Nyalah kami kembali

Pada surat Al-Baqarah ayat 155-156, Allah Swt berfirman yang artinya sebagai berikut ini : “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).” 

Ayat ini menyadarkan kita bahwa apa yang kita dan segala yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah. Jika itu memang titipan, maka tidak perlu ada rasa bersedih saat titipan itu diambil. Semua masalah yang kita hadapi adalah sebuah ujian untuk melihat apakah kita sabar menghadapinya atau tidak. Jika kita sabar, maka kita termasuk orang-orang yang beruntung.



Hidup adalah bentangan masalah (bertubi-tubi) dan cara mengatasinya

Hidup manusia tidak akan pernah lepas dari masalah dan ujian. Karena dari sanalah kualitas seorang manusia bisa terlihat. Perbedaannya, ia bisa mengatasi masalah dengan baik, justru semakin terbenam bersama masalah tersebut. Besar kecilnya masalah tak lepas dari kondisi pikiran Anda. Terkadang tanpa disadari sebuah masalah kecil bisa menjadi besar karena pikiran Anda mengkondisikan seperti itu. Karena itu, ketika masalah sedang menghampiri pastikan pikiran Anda tidak terbawa arus yang ada dalam masalah tersebut. Ingat juga, tak ada masalah yang tanpa solusi. Anda hanya butuh pikiran yang jernih untuk mengetahui cara menghadapi masalah yang datang bertubi-tubi dan membelit hidup Kita.



Berserah Diri, Anda tidak akan pernah bisa menghadapi dan mengatasi masalah dalam kondisi pikiran dan hati yang gundah gulana. Untuk itu, kondisikan pikiran dan hati Anda untuk lebih tenang. Ketenangan bisa membuka pikiran Anda untuk menghadapi masalah secara lebih positif. Salah satu cara mendapatkan ketenangan batin adalah dengan berserah diri kepada Allah Swt. Jangan pernah berusaha memikul masalah sendirian. Karena kekuatan manusia pasti ada batasnya.
Berserah diri bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Berserah diri adalah sebuah upaya untuk bisa menemukan solusi dari masalah yang dihadapi. Kepada siapa lagi kita akan meminta pertolongan selain kepada Allah Swt yang Maha Besar.

Temukan Akar Permasalahan, Kita juga tidak bisa menemukan cara paling tepat dalam mengatasi masalah hidup jika belum menemukan akar permasalahannya. Ketahui dan pahami dengan jelas apa masalah yang melingkupi hidup kita. Dengan demikian kitaakan punya arah yang jelas dan tepat dalam menemukan solusinya. Dengan mengetahui akar permasalan secara jelas, kita bisa mengetahui dengan benar bahwa upaya yang dilakukan sudah berjalan di trek yang benar. Jangan sampai kita berjibaku mencari solusi, ternyata tidak ada sangkut paut dengan masalah yang tengah dihadapi. 

Coba telisik lebih dalam dan sedikit menoleh ke belakang, bagaimana awal mula masalah tersebut bisa muncul. Bisa jadi masalah muncul dari hal-hal yang tak pernah Anda pikirkan sebelumnya. Hal-hal yang selama ini Anda pikir baik-baik saja, ternyata justru menjadi pemicu masalah.

Tidak Membesar-besarkan Masalah, Sesuatu hal yang harus kita camkan saat mencari cara mengatasi masalah adalah tidak membesarkan masalah yang ada. Jangan ada “bumbu penyedap” dalam masalah yang dijalani. Karena hal itu justru akan membuat masalah menjadi tidak sedap alias lebih buruk. Mereka yang sering membesar-besarkan masalah adalah yang sering menderita oleh pikiran sendiri. Maka itu, pastikan pikiran Anda tetap terkontrol dan tidak membuat hidup Anda menjadi lebih buruk. Namun, bukan berarti Anda harus mengecilkan masalah. 

Berikan porsi yang sesuai pada masalah tersebut. Jangan dilebihkan, jangan pula dikurangi. Sehingga Anda bisa menemukan cara yang paling tepat dan bijak untuk mengatasi masalah tersebut. Pendeknya, jangan mempersulit diri dengan membesarkan masalah dari kondisi sebenarnya.

Lihat dari Sudut Pandang yang Lain, Boleh jadi ketika masalah menghampiri, Kita hanya terpaku dengan pandangan dan cara berpikir kita sendiri. Ada baiknya, Anda coba keluar dari sudut yang kita gunakan dan cari sudut pandang lain. Cara ini akan membuka pikiran kita bahwa masalah tersebut tidaklah seberat yang kita  pikir. Misalnya, saat kita bertengkar dengan pasangan, pasti ada banyak ego yang muncul. Saat itu, masing-masing pihak bersikukuh dengan sudut pandang mereka. Itulah yang membuat pertengkaran kerap sulit mencapai perdamaian. Karena itu, ketika hati dan pikiran sudah lebih tenang, cobalah melihat dari sudut pandang orang lain. Kita pasti akan menemukan sesuatu yang berbeda. Sesuatu inilah yang harus Anda pahami sehingga bisa sama-sama menemukan solusi yang paling pas.

Berpikir Positif, Kita tidak akan bisa menemukan cara mengatasi masalah ketika pikiran Kita masih dipenuhi hal-hal negatif. Saat prasangka buruk memenuhi pikiran dan hati, maka Kita hanya akan menemukan jalan yang gelap. Bukan jalan terang yang bisa membimbing Kita mendapatkan solusi dari masalah yang dihadapi. Berpikir positif menjadi salah satu jalan yang harus Kita lalui jika ingin bisa mengatasi masalah. Dengan kondisi ini, pikiran Kita akan jauh lebih terbuka. Termasuk mau menerima masukan dari pihak lain terhadap masalah yang Kita hadapi.

Dengan berpikir positif Kita pun terbantu dalam mengurangi beban akibat masalah tersebut. Saat beban sudah terasa lebih ringan, pikiran Kita pun otomatis lebih jernih dan mampu melihat jalan yang harus ditempuh dalam mendapatkan solusi.

Berdoa dengan Keyakinan Penuh, Berdoa juga merupakan salah satu cara yang kerap dilakukan untuk mengatasi masalah hidup. Dengan berdoa kepada Allah Swt, maka Kita secara langsung menyerahkan masalah yang Kita hadapi kepada Yang Maha Kuasa yaitu Allah Swt.
Berdoalah dengan keyakinan penuh, meskipun Kita tidak pernah tahu kapan doa Kita akan dikabulkan. Karena hanya Allah Swt yang tahu apa yang terbaik untuk kita. Boleh jadi, sesuatu yang kita anggap baik ternyata buruk di mata Allah Swt. Karena itu, mintalah untuk selalu diberi petunjuk bahwa jalan yang ditempuh memang yang terbaik untuk Kita dan lingkungan di sekitar Kita.

Evaluasi Diri/Koreksi Diri, Apa pun masalah yang menimpa Kita, sebaiknya tetap selalu mawas diri. Lihat lebih dalam, apakah masalah yang terjadi lebih banyak muncul karena kesalahan Kita sendiri atau bukan. Mengevaluasi diri atas kesalahan yang pernah dilakukan menjadi upaya yang tidak boleh Kita lewatkan saat menemui masalah.

Melakukan introspeksi diri juga akan menjauhkan Kita dari kemungkinan menyalahkan orang lain atas masalah yang melkita. Tindakan ini jauh lebih sportif dan mulia dibanding melempar kesalahan kepada orang lain.

Bertaubat kepada Allah Swt dari segala kesalahan, maka kita akan dibantu untuk menemukan solusi dari masalah tersebut.



Kisah Tobat Pembunuh 100 Orang yang masuk surga

Kisah Tobat Pembunuh 100 Orang yang masuk surga, Rasulullah Shallalahu Alaihi Wassalam pernah berkisah. Dahulu kala, ada seorang penjahat dari bani israil yang sudah membunuh 99 orang. Suatu hari, sang pembunuh kelas kakap itu ingin bertobat. Didatangilah seorang ulama. "Saya telah membunuh 99 manusia, kalau saya bertobat sudikah kiranya Allah menerima tobat saya," tanya pria tersebut.



"Dosamu sangat besar. Betapa banyak jiwa yang kau hilangkan hak hidupnya. Tidak. Allah Swt tidak akan menerima tobatmu," kata Ulama tersebut. Sang penjahat terkejut dengan ucapan ulama tersebut. Ia langsung menghunuskan pedangnya. Ia bunuh ulama tersebut. Genaplah 100 korban pembunuhan pria tersebut. 

Keesokan harinya ia kembali bertanya kepada seorang ulama. "Saya ingin bertobat, saya telah menghilangkan 100 nyawa, menurut Anda mungkinkan Allah menerima tobat saya," kata dia.

"Selagi nyawa belum sampai di tenggorokan, pintu tobat masih terbuka. Tetapi ada syarat yang kamu harus penuhi. Kamu haris pindah ke desa sebelah. Desamu pusat kriminalitas. Kalau tetap di sana, kamu akan kesulitan menjaga diri. Sedangkan desa sebelah adalah pusat kesalehan. Kalau tinggal di sana banyak perbuatan baik yang akan menarikmu ikut," kata ulama tersebut.

keterangan, orang terdahulu sembunuh, merampok, zalim, jika bertobat Alah SWT mengampuni orang tersebut, apalagi kita tidak pernah membunuh, tobatlah wahai hamba Allah seberapun dosamu Insyallah Allah Swt menerima tobat kita, Amin. 

referensi dari youtube sbb :






Ampunan Allah Swt lebih besar dari bumi & langit

Nabi Muhammad SAW bersabda “Setiap anak Adam bersalah, dan sebaik baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat” (HR Tirmidzi). Dari hadits Riwayat al-Tirmidzi tersebut sangat jelas bahwa hampir semua manusia memiliki kesalahan. Yang membedakan adalah besar kecil kesalahan yang dilakukan dan seberapa sering dia melakukan kesalahan itu.



Manusia yang ma’shum atau terjaga dari perbuatan dosa adalah para Rasul dan Nabi, termasuk baginda Nabi Muhammad SAW sebagaimana dijelaskan dalam Alquran dan hadits. Beliau insan kamil yang dijaga oleh Allah Swt sebelum dan sesudah diciptakan.

Dalam kisah para rasul dan nabi ada beberapa rasul atau nabi yang menurut kebanyakan orang difahami sebagai sebuah kesalahan. Seperti kisah nabi Adam AS memakan buah khuldi yang dilarang sehingga diturunkan ke bumi.

Nabi Yunus yang putus asa menceburkan diri ke laut hingga ditelan ikan. Kita tidak boleh mengatakan itu sebuah kesalahan karena itu sudah digariskan oleh Allah SWT dengan tujuan Tasyri’ (pembelajaran syariat Agama).

Apapun bentuk kesalahan yang kita lakukan dan sebesar apapun kesalahanya kita harus bertaubat dengan taubat yang murni karena mencari ridha Allah SWT (taubat al-nasuha) sebagaimana perintah Allah Swt dalam Alquran.

“Wahai orang-orang yang beriman, Bertobatlah kepada Allah Swt dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, ” (QS At Tahrim 28:4).

Untuk itu kita tidak boleh berkecil hati, selagi kita masih beriman kepada Allah Swt dan RasulNya, sebesar apapun dosa yang kita lakukan kalau kita mau bertaubat dengan taubat yang sesungguhnya maka Allah Swt akan mengampuni semua dosa kita. Nabi bersabda "Orang yang bertaubat dari perbuatan dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa sama sekali" (HR. Ibnu Majah).

Banyak sekali kisah para pendosa kelas berat yang kemudian bertaubat dan diterima taubatnya oleh Allah SWT. Diantaranya ada kisah orang yang telah membunuh seratus orang, kisah seorang pelacur, kisah penguasa yang dzalim kemudian mereka menyesal dan bertaubat yang akhirnya semua dosanya diampuni dan taubatnya diterima oleh Allah SWT. Kisah tersebut tidak kami tulis disini karena terlalu panjang.

Tentu tidak semua taubat diterima oleh Allah SWT karena taubat itu sifatnya permohonan jadi diterima atau tidaknya merupakan hak prerogatif Allah SWT. Disini akan kami sampaikan delapan hal penting yang perlu diperhatikan agar taubat diterima oleh Allah SWT. Hal tersebut merupakan ciri dari Taubat al-Nasuha atau taubat yang murni karena Allah SWT.

  1. Menyesal atas dosa yang telah dilakukan. Dengan penyesalan ini orang akan jera untuk mengulangi perbuatan dosa dan mendorong untuk memperbaiki diri dengan melakukan perbuatan baik.
  2. Menjalankan semua perintah kewajiban. Semua kewajiban mulai shalat, puasa, zakat dan yang lain mulai dijalankan sebagai bentuk keseriusan untuk memperbaiki diri.
  3. Mengembalikan hasil kejahatan. Semua harta benda dari hasil kejahatan harus dikembalikan kepada pemiliknya karena itu adalah Haq Adamy yang dosanya tidak bisa diampuni oleh Allah sebelum pemilik benda tersebut menerima kembali haknya atau mengihlaskanya.
  4. Meminta halal atau meminta maaf kepada musuh. Harus meminta maaf kepada orang yang pernah menjadi musuh atau rival karena ini juga masuk dalam katagori Haq Adamy yang harus diselesaikan di dunia. Kewajibanya adalah meminta maaf, persoalan dia mau memaafkan atau tidak itu dikembalikan kepada Allah SWT.
  5. Memiliki niat kuat untuk tidak mengulangi. Artinya tidak ada lagi keinginan untuk kembali melakukan perbuatan dosa yang pernah dilakukan. Atau tidak melakukan hal hal yang bisa menjerumuskan kembali kedalam dosa.
  6. Mendidik diri agar selalu taat kepada Allah. Kalau dulu selalu melakukan pebuatan dosa maka kebiasaan itu diganti dengan ketaatan kepada Allah SWT.
  7. Siap merasakan pahit getirnya taat kepada Allah sebagaimana dulu pernah merasakan gelimang manisnya perbuatan maksiat. Di awal memang berat menjalankan taat kepada Allah akan tetapi kalau sudah biasa akan menemukan manisnya.
  8. Memperbaiki makan dan minum. Di sini bukan berarti makan dan minum yang bergizi akan tetapi makanan dan minuman yang dikonsumsi adalah makanan dan minuman yang benar benar halal bukan syubhat apalagi haram.
Melepaskan diri dari kebiasaan buruk dan kembali ke jalan yang diridhai oleh Allah Swt tidak harus secara langsung/frontal akan tetapi bisa dilakukan secara bertahap karena itu memang berat. Sebesar dan sebanyak apapun dosa yang kita lakukan kalau memang kita benar benar bertaubat maka semuanya akan dihapus oleh Allah Swt karena Dia Maha Pengampun. Sebaliknya sebanyak apapun amal ibadah kalau tidak mendapatkan rahmat Allah Swt tidak akan diterima.

“Hai Anak Adam, selama kalian berdoa dan berharap kepada-Ku, niscaya Aku akan memberikan ampunan kepada kalian atas semua dosa yang kalian lakukan tanpa Kupedulikan. Hai Anak Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai ketinggian langit, kemudian kalian memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni semua dosa yang telah kalian lakukan tanpa Kupedulikan. Hai Anak Adam, seandainya kalian datang kepada-Ku dengan membawa dosa-dosa sepenuh bumi, kemudian kalian datang kepada-Ku tanpa mempersekutukan Aku dengan sesuatu pun, niscaya Aku akan datang dengan membawa ampunan sepenuh bumi.” (H.R. At-Tirmidzi)





Dosa sebesar bumi terhapus

Diantara keutamaan orang yang mati dan bersih dari syirik adaah jika ia membawa dosa yang begitu banyak, maka itu bisa terhapus atau diampuni karena ketauhidan yang ia miliki. Jadi, syaratnya adalah asalkan ia bersih dari syirik. Dalam hadits qudsi dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya sbb ini : 

“Wahai anak Adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi kemudian engkau tidak berbuat syirik pada-Ku dengan sesuatu apa pun, maka Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi itu pula.” (HR. Tirmidzi no. 3540).


Walau seseorang mendatangi Allah dengan dosa sepenuh bumi dan ia memenuhi syarat -walau terasa berat- yaitu berjumpa Allah dalam keadaan bersih dari dosa syirik, maka ia akan meraih ampunan. Syarat yang dimaksud adalah bersih dari syirik yang banyak atau pun yang sedikit, begitu pula selamat dari syirik yang kecil maupun yang besar.

Seseorang tidak bisa selamat dari syirik tersebut melainkan dengan keselamatan dari yang Allah berikan, yaitu menghadap Allah dalam keadaan hati yang bersih (selamat). Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

“(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (QS. Asy Syu’araa’: 88-89).

Syaikh Sulaiman bin ‘Abdullah bin Muhammad At Tamimi berkata, “Hadits di atas  menunjukkan pahala yang besar dari tauhid, juga menunjukkan luasnya karunia Allah. Karena dalam hadits dijanjikan bahwa siapa di antara hamba yang mendatangi Allah dengan dosa sepenuh bumi dan ia mati di atas tauhid, maka ia akan mendapatkan ampunan terhadap dosa sepenuh itu pula.” (Taisir Al ‘Azizil Hamid, 1: 248).

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, “Mentauhidkan Allah (tidak berbuat syirik, -pen) adalah sebab utama mendapatkan ampunan. Siapa yang tidak mentauhidkan Allah (terjerumus dalam kesyirikan dan tidak bertaubat sampai mati, -pen), maka ia akan luput dari ampunan Allah.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 416)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata, “Syirik itu ada dua macam, yaitu syirik besar dan syirik kecil. Siapa yang bersih dari kedua syirik tersebut, maka ia pasti masuk surga. Siapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik besar, maka ia pasti masuk neraka. Barangsiapa yang mati dalam keadaan bersih dari syirik besar, namun masih memiliki syirik kecil dan punya kebaikan lainnya yang mengalahkan dosa-dosanya, maka ia masuk surga. 

Karena kebaikan bisa saja mengalahkan syirik kecil yang sedikit. Sedangkan jika ia bebas dari syirik besar akan tetapi ia masih memiliki syirik kecil yang banyak sehingga kejelekannya mengalahkan timbangan kebaikan, maka ia masuk neraka. Intinya, syirik itu membuat hamba itu disiksa, baik itu syirik besar maupun syirik kecil. Namun jika syiriknya adalah syirik kecil dan jumlahnya sedikit dan keikhlasan dia bisa mengalahkan dosa syirik kecil tersebut, maka ia tidak disiksa.” (Dinukil dari Taisirul ‘Azizil Hamid, 1: 247)

Semoga Bermanfat dan saling mengingatkan dalam kebaikan, dan semoga dosa-dosa kita di ampuni Allah Swt dan memasukkan kita dalam janah, amin.


Sebesar Apapun (sebesar bumi dan langit) Dosa Seorang Hamba, Ampunan dan Rahmat Allah Lebih Besar

Tidak ada yang bisa menghalangi Anda untuk bertaubat. Siapapun orangnya, sebesar apapun dosanya, dia berhak mendapatkan ampunan Allah Swt dan kasih sayang-Nya, selama dia bersedia untuk bertaubat. Bahkan Allah Swt sendiri telah menawarkan kepada seluruh hamba-Nya, terutama mereka yang telah hanyut dalam berbagai macam dosa dan maksiat, agar mereka tidak berputus asa untuk mengharapkan rahmat Allah Swt. Sebesar Apapun (sebesar bumi dan langit) Dosa Seorang Hamba, Ampunan dan Rahmat Allah Swt jauh lebih besar.


Allah Swt berfirman dalam surah Az Zumar ayat 53 yang artinya sebagai berikut ini : Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar: 53).

Namun untuk bisa mendapatkan rahmat dan ampunan Allah Swt, syarat mutlak yang harus dipenuhi adalah bertaubat nasuha. Karena itu, dalam lanjutan ayat, Allah Swt menegaskan dalam surah Az-Zumar ayat 53 yang artinya sebagi berikut ini : 
Bertaubatlah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). (QS. az-Zumar: 54)

Menyesali Maksiat, Inti taubat adalah menyesali perbuatan maksiat yang pernah dilakukan, meninggalkannya dan bertekad untuk tidak mengulangi. Semuanya dilakukan secara ikhlas karena Allah Swt, bukan karena tendensi dunia.

Rasulullah SAW memperingatkan bahaya memakan harta yang haram

Rasulullah Muhammad SAW memperingatkan bahaya memakan harta yang haram. Seorang manusia yang hidup di zaman ini, dituntut untuk mengumpulkan, dan menumpuk harta sebanyak-banyaknya agar bisa hidup layak, serta tenang menghadapi masa depan diri, anak dan cucu. Pada saat itu orang-orang tidak peduli lagi dari mana harta dia dapatkan, dan itu sangat berhaya dalam kehidupan, apalagi kita sudah berkeluarga, otomatis keluarga kita diberi makan dari harta haram tersebut. Rasulullah Muhammad SAW bersamda yang artinya sebagai berikut ini : 


"Akan datang suatu masa pada umat manusia, mereka tidak lagi peduli dengan cara untuk mendapatkan harta, apakah melalui cara yang halal ataukah dengan cara yang haram." (HR Al-Bukhari).
1. Sebagian manusia tidak pernah peduli akan kaidah Allah Swt dalam mencapai tujuan mencari harta, kelompok ini dianjurkan untuk memeriksa kembali akidah mereka/introspeksi diri, di mana mereka telah menjadikan dirham/harta mereka sebagai tuhannya, dan tidak mengindahkan perintah Allah SWT dan Rosulnya. 
Rasulullah SAW mendoakan kehancuran untuk kelompok ini dengan sabdanya (artinya):"Celakalah hamba dinar (harta), celakalah hamba dirham (uang), celakalah hamba pakaian (HR Al-bukhari).

Rasulullah SAW merupakan seorang yang dikabulkan doanya. Apabila dia mendoakan kehancuran untuk para pemuja harta, niscaya kebinasaan akan menimpa mereka.

Mereka bukan lagi hamba Allah Swt yang patuh, dan tunduk dengan perintahNya, karena tautan hati mereka terhadap harta menyamai, bahkan melebihi hubungan mereka terhadap Allah Swt. Apabila berbenturan antara keuntungan niaga dengan syariat Allah Swt niscaya perintah Allah Swt dikesampingkannya.   

Mereka tidak meyakini rezekinya berasal dari Allah Swt, mereka mengira bahwa pencapaian-pencapaian dunia mereka murni keahliannya dirinya berniaga, mereka berujar seperti ucapan Qarun (artinya):

Karun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku." (QS Al Qashash: 78).

Padahal Allah Swt telah berfirman dalam surah Al Ankabut ayat 17 sbb ini : 

 "Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu, maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukur kepada-Nya." (QS Al Ankabut: 17).

2. Sebagian lagi, orang-orang yang masih memiliki dhamir (hati) yang peka, akan tetapi karena mereka sedari kecil tidak pernah mengerti, dan mempelajari ketentuan Allah tentang muamalat, kelompok ini mau tidak mau akan melanggar syariat Allah saat mengumpulkan harta karena ketidaktahuannya.

Mereka adalah yang dimaksud Ali bin Abi Thalib: "Barangsiapa yang berdagang namun belum memahami ilmu agama, maka dia pasti akan terjerumus dalam riba, kemudian dia akan terjerumus ke dalamnya dan terus menerus terjerumus", sebagaimana dinukilkan Abu Layts, dalam Tanbih Al Ghafilin.  

Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua, jika merasa hal tersebut di tas segeralah bertobat kepada Allah Swt, semoga toubat kita diterima oleh Allah Swt. Allah'humma Amin.



Menghilangkan Rasa Sedih yang Berkepanjangan

Setiap manusia, pasti pernah mengalami yang namanya kesedihan. Ada yang bisa mengatasinya dengan mudah, ada juga yang sampai berlarut-larut dan berujung pada hal yang tidak baik. Semua itu tergantung bagaimana kita menyikapi masalah tersebut. Inilah bagaimana cara menghilangkan rasa sedih berkepanjangan. Kalau Kamu sedang dalam keadaan sedih, karena ditinggal sesorang atau karena masalah apapun, mungkin beberapa tips cara menghilangkan rasa sedih berkepanjangan berikut dapat membantu Kamu, atau setidaknya dapat mengurangi beban Kamu.

Jangan Tanggung Beban Sendiri, Kamu akan merasa lebih lega kalau masalah dihadapi bersama-sama. Salah satu caranya adalah dengan bercerita dengan sahabat ataupun orang terdekat Kamu. Dengan mengeluarkan uneg-uneg yang membuat Kamu sedih saja sebenarnya itu sudah sedikit mengobati dan membuat Kamu lebih lega. Percayalah, sahabat atau orang terdekat akan selalu ada saat Kamu dalam keadaan sedih atau senang. Kalau mereka menghilang saat Kamu butuhkan, itu tandanya mereka bukan sahabat sejati Kamu.


Cari Kesibukan, Kesibukan akan membuat Kamu lupa dengan kesedihan yang sedang Kamu alami. Kesibukan itu juga bisa mengalihkan pikiran Kamu dengan sesuatu yang lebih produktif. Apa saja bisa Kamu lakukan agar membuatmu tetap sibuk, seperti contohnya beberes rumah, atau mencari pekerjaan produktif lainnya.

Olahraga, Selain membuat tubuh sehat, ternyata berolahraga memiliki sejumlah manfaat lain yang mengejutkan. Salah satunya dapat menghilangkan kesedihan. Sedih yang berkelanjutan, dapat memicu efek negatif lain yang sangat merugikan, seperti depresi. Nah, dengan berolahraga, Kamu dapat menekan tingkat depresi ini. Selain itu, hormon-hormon yang membuat Kamu bahagia serta bersemangat, akan bangkit jika Kamu berolahraga secara rutin.

Pada prinsipnya, dengan berolahraga Kamu akan menimbulkan efek counter dari kesedihan yang sedang Kamu alami, yaitu membuat Kamu lebih bahagia.

Refreshing, Untuk menyegarkan otak Kamu yang sedang kusut, tak ada salahnya untuk sejenak mencari tempat yang bisa jadi cara menghilangkan rasa sedih berkepanjangan. Misalnya, ke pantai, gunung, atau kemana pun yang bisa merefresh otak Kamu. Sekembalinya Kamu dari liburan tersebut, maka otak Kamu akan lebih fresh dan bisa berpikir lebih jernih tentang kesedihan yang sedang Kamu hadapi. Bagi yang hobi travelling, tak ada salahnya untuk bepergian ke tempat yang Kamu idamkan sejak lama.

Menangis, Cara menghilangkan rasa sedih berkepanjangan selanjutnya adalah dengan menangis. Rasa sedih itu sangat identik dengan menangis, tidak hanya wanita, dan prin pun kalau merasakan kesedihan yang mendalam bisa menangis juga. 

Ada penelitian yang menyimpulkan bahwa menangis dapat membuat tubuh rileks dengan cara melepaskan hormon endorfin. Hormon endorfin adalah zat kimia yang dapat memberi efek tenang pada tubuh. Selain itu, menangis juga bisa mengaktifkan saraf parasimpatik yang fungsinya dapat memulihkan tubuh yang diakibatkan oleh stres dan trauma. jadi, salah satu cara menghilangkan kesedihan yang cukup mujarab adalah dengan menangis. Tapi jangan juga terlalu sering menangis, cukup saat awal kejadian saja.

Menghindari Pemicu Kesedihan, Sebenarnya tidak baik melarikan diri dari kenyataan, tapi kalau ditimbang ternyata dengan menghindar akan membuatmu lebih baik, maka lakukan saja untuk sementara. Karena, pada dasarnya masalah atau kemalangan yang sedang menimpa itu mesti dihadapi dengan kekuatan mental. Namun untuk situasi saat ini, ada baiknya kalau Kamu menghindar dulu dari pemicu kesedihanmu. Tujuannya untuk memulihkan hatimu dari rasa sedih.

Jika semakin Kamu bersinggungan dengan pemicu kesedihan, kemungkinan Kamu bakal terus terpuruk dan susah terobati. jadi, dengan menghindar, bisa jadi salah satu cara bijak untuk menghilangkan kesedihan Kamu. Biarkan waktu menyelesaikan tugasnya untuk mengobati kesedihanmu.

Mendengarkan Musik, Salah satu cara ampuh untuk mengatasi kesedihan lainnya adalah dengan mendengarkan musik. Musik, bisa mengubah mood seseorang. Contoh lagu atau musik yang bagus Kamu dengarkan saat sedang sedih adalah jenis musik instrumental dan suara-suara alam. Airstream atau musik alam, dengan begitu perasaan Kamu akan lebih tenang. Kalau yang suka meditasi, tak ada salahnya juga mendengarkan musik-musik meditatif.

Bisa juga dengan mendengarkan musik-musik bernada mayor yang bersemangat. Itu akan membuat Kamu lebih berenergi dan mood akan bangkit kembali. 

Tersenyum, Memang sangat berat jika harus tersenyum saat keadaan sedang tak memungkinkan. Namun faktanya, ternyata senyum bisa membuat Kamu merasa lebih baik. Dengan tersenyum, Kamu akan membuat otot-otot yang ada di sekitar mata dan mulut menjadi aktif. Alhasil, itu memberi efek yang baik untuk merubah suasana hati Kamu. Jika Kamu sudah terbiasa selalu tersenyum, maka jangankan saat keadaan normal, saat sulit saja Kamu bisa senyum!

Fokus Pada Kebaikan, Lawan rasa sedihmu dengan fokus pada sesuatu yang baik! Dengan mengalihkan energimu, maka perasaanmu yang buruk di masa sebelumnya akan berputar 180 derajat menjadi kekuatan yang postif. Fokus pada hal-hal yang baik juga akan melupakan apa yang sedang terjadi, karena Kamu tengah sibuk dengan sesuatu yang baru. Coba Kita ingat-ingat hal positif apa yang selama ini sudah kita tinggal. Dalam keadaan sekarang, Kita bisa menjalankan kegiatan positif tersebut. Lakukan saja yang menurut kita paling mudah.

Mendekatan Diri pada Tuhan, Tiada cara yang lebih ampuh untuk menghilangkan kesedihan dibandingkan dengan mendekatkan diri pada Tuhan. Kita bisa berdoa dan memohon agar masalah yang membuat kita sedih segera teratasi. Atau beribadah sesuai agama dan kepercayaan kita masing-masing. Dijamin, setelah Kamu makin dekat dengan Allah, rasa sedihmu akan segera hilang dan kita  akan selalu berpikir positif dalam segala hal. Sekarang kita sudah tahu bagaimana cara menghilangkan rasa sedih berkepanjangan. Jadi, jangan terlalu larut dalam kesedihan, masih banyak hal yang membuat Kamu bahagia diluar sana.

Semoga kita tidak terjebak dalam kesedihan yang berlarut-larut, iklaskan semua apa yang sudah terjadi. jalani yang sekarang sudah ada syukuri apa yang ada sekarang, kehidupan masih berlanjut, bumi masih berputar dalam rotasinya masing-masing. kadang malam kadang siang, kadang terang kadang gelap, kadang senang kadang sedih. Serahkan semua kepada Allah Swt. Semoga bermanfat, amin.

3 Ciri-Ciri Orang yang Menyesal Menurut Imam Ghazali

Dalam Terminologi agama, upaya untuk membersihkan diri dari dosa-dosa, dinamakan taubat. Pada intinya taubat mengandung makna meninggalkan dosa-dosa, baik kecil (al-Shaghair) apalagi besar (al-kabair) disertai penyesalan yang mendalam. Secara sufistik, taubat dipandang sebagai pangkal tolak (tangga pertama) dalam perjalanan menuju Allah SWT (al-tawbah ashl kulli maqam). Tanpa taubat, manusia tidak bisa mendapatkan akses menuju ke jalan Allah Swt. 
Menurut Ghazali, taubat melibatkan tiga aspek sekaligus, yaitu aspek pengetahuan manusia (kognisi), aspek sikap mental (afeksi), dan aspek perbuatan (behavioral). 



Aspek pengetahuan dalam arti kesadaran manusia tentang bahaya dan akibat-akibat buruk dari perbuatan dosa, akan memengaruhi sikap, dan selanjutnya memengaruhi prilaku dan perbuatannya. 

Bagi Ghazali, taubat yang baik adalah taubat yang memenuhi tiga kriteria. Pertama, meninggalkan dosa-dosa (al-iqla' an al-dzunub). Kedua, berjanji tidak mengulangi (al-azm an la ya'uda). 

Ketiga, menyesali diri atas dosa-dosa yang diperbuat dan atas hilangnya kesempatan dan peluang baik secara sia-sia (al-nadam`ala ma fata).

Kriteria yang ketiga di atas, yaitu penyesalan, dipandang Ghazali sebagai kunci sukses taubat. Hal ini, karena tanpa penyesalan yang mendalam, sukar dibayangkan seseorang akan benar-benar bertaubat. 

Itu sebabnya, Nabi SAW memandang bahwa penyesalan itu identik dengan taubat itu sendiri, sebagaimana sabda beliau, ''al-Nadamu taubatun, penyesalan adalah taubat itu sendiri.''

Orang yang benar-benar menyesal, menurut Ghazali, ditandai tiga hal. Pertama, hatinya lentur dan sensitif serta tidak membeku dan membatu seperti batu cadas (riqqat al-qalb). Kedua, air matanya mudah meleleh tanpa sadar (ghazarat al-dumu').

Ketiga, ia kapok dan benci pada dosa-dosa yang dahulu pernah dinikmatinya. Orang yang bertaubat dengan tingkat penyesalan seperti di atas layak mendapat pengampunan dari Allah SWT.

Inilah sesungguhnya makna firman Allah Swt dalam surah Ali Imran surah ke 3 ayat 135 - 136 sebagai berikut ini : ''Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah Swt, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Allah Swt mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedangkan mereka kekal di dalamnya,  dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.'' (QS Ali Imran 3 : 135-136).

Semoga penyesalan/taubat kita diterima oleh Allah Swt, Amin

Kamis, 23 Juni 2022

hidup sengsara rejeki susah usaha seret rezeki disebabkan

Setidaknya ada empat penghambat datangnya rizki yaitu : Apa saja penyebab rezeki seret, Kita simak apa saja penyebab rezeki kamu makin hari makin seret.



  1. Jarang bersedekah. ilustrasi sedekah (pexels.com/timur weber) 
  2. Penyakit hati, pikiran kotor, dan sering berkata kasar.
  3. Malas dan suka membuang waktu. 
  4. Susah memberikan senyuman. 
  5. Berselisih dan memutuskan tali silaturahmi.
Mengapa beberapa orang dari kita merasa kok sulit sekali mendapat rezeki. Bahkan, rezeki saya rasanya seret banget. Usaha ini itu, tidak juga membuahkan hasil. Pokoknya serba sulit. Jika hal itu terjadi, maka kita perlu introspeksi diri. Jangan-jangan ada hal-hal yang membuat rezeki kita ditahan oleh Allah hingga sampai akhir hayat pun kita hidup berkesusahan. Sesungguhnya pada diri setiap manusia, telah ditetapkan bagi mereka rezekinya sejak roh ditiupkan pertama kali ke dalam kandungan ibu. Bermacam-macam tingkatan rezeki setiap manusia. Namun demikian, bukan berarti tidak bisa berubah karena walau bagaimanapun itu adalah hak prerogatif Allah SWT. 

1. Berbuat maksiat dalam mencari nafkah

Jaman sekarang jujur itu susah, orang yang ngga jujur aja kadang masih susah dapet duit. Akhirnya demi mencari uang melimpah. Sikut sana sikut sini, kalau perlu pakai dukun atau sewa orang untuk melakukan hal yang tidak-tidak. Ini terang-terangan membuat rezeki kita ditahan oleh Allah. Andaikata kita merasa dapat banyak duit itu semua tidak berkah.

2. Hilangnya rasa tawakal kepada Allah

Kadangkala ketika rezeki kita mulai mengalir, ada rasa bangga dalam diri. Seolah-olah kita merasa bahwa ini semua adalah hasil dari kerja keras dan semangat pantang menyerah yang ada dalam diri kita. Kita merasa super hebat dan luar biasa.

Ketika itu terjadi, maka bersiaplah karena itu adalah titik balik dari tanjakan kesuksesan kita. Dan itulah titik balik dimana kita bukannya naik malah terus meluncur ke bawah.

3. Terlalu banyak dosa

Terlalu banyak dosa akan membuat hati kita tertutup debu. Memupuskan setiap doa yang dipanjatkan ke langit. Bahkan ada seorang Syekh terkenal yang mengatakan bahwa penutup dari pintu rezeki adalah dosa yang terlampau banyak. Sedangkan pembukanya adalah taubat. Jadi kalau Anda merasa rezeki seret, cobalah bercermin dosa apa saja yang sudah Anda perbuat selama ini.

Allah itu adil. Siapa yang berusaha maka pasti akan diberikan hasil. Ada hukum tanam benih tuai hasil. Selama kita usaha, ada hasil dibalik semua itu. Kalau kita tekun pasti berhasil. Tapi kalau tidak berhasil, dosa apa coba yang ada dalam diri kita. Jadi segeralah bertaubat.

4. Dalam bekerja sering melupakan Allah

Ciri-ciri paling mudah ditemui adalah meremehkan Shalat. Ketika kita benar-benar sibuk dan tiba waktunya shalat, kita cenderung menunda-nunda. Lebih penting kerjaan daripada shalat. Bahkan yang kebangetan, sampai ngga shalat gara-gara kerjaan. Itu artinya, kita sudah melupakan Allah yang selalu mengamati dan mengetahui setiap tindakan kita. Kalau Anda lupa padanya, Dia pun dengan mudah melupakan Anda.

Semoga kita semua dijauhkan dari empat penghambat aliran rezeki sehingga dimudahkan dapat berkumpul bersama keluarga di Jannah. Amin.

Bekerja menjadi salah satu cara untuk mendapatkan rezeki berupa penghasilan. Rezeki manusia dalam jaminan Allah Swt. 
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” (QS Huud ayat 6)   

Ada 10 hal dalam pandangan Islam soal mengapa rezeki seorang Muslim terhambat. Seorang Muslim perlu mengetahui hal ini agar tidak terjerumus pada perbuatan yang menghambat rezekinya. 

Pertama, karena menganggap rezeki itu sudah diatur sehingga memilih untuk tidak bekerja secara sungguh-sungguh. 

Kedua, karena perbuatan maksiat dan yang diharamkan dalam Islam. Ini adalah salah satu faktor utama mengapa rezeki seorang hamba seret. 

Ketiga, karena kufur nikmat atau tidak bersyukur dan mencerca nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt kepada dirinya. Keempat, karena pelit dan tidak senang mengeluarkan uang di jalan Allah Swt.

Kelima, melakukan tindakan yang dikutuk Allah Swt seperti syirik yakni menyekutukan Allah Swt Termasuk juga dalam hal ini adalah meyakini sesuatu mendatangkan manfaat dan semacamnya.

Keenam, tidak membayar zakat. Ketujuh, lupa dengan nikmat yang telah Allah berikan, dan justru menyandarkan suatu nikmat kepada selain Allah Swt

Kedelapan, meninggalkan tugas dan kewajiban sebagai seorang hamba kepada Allah Swt, karena terlalu sibuk bekerja untuk mendapatkan keberlimpahan harta. Kalaupun mendapat harta yang berlimpah karena kerja kerasnya di dunia, harta tersebut menjadi tidak berkah karena kewajibannya kepada Allah Swt ditinggalkan dan terlalu sibuk dengan dunia.

Kesembilan, memakan uang haram. Uang haram ini jelas tidak berkah meski secara fisik memiliki harta yang berlimpah. Ingatlah bahwa seorang Muslim harus menjemput rezeki dengan cara halal dan thayyib, serta berdasarkan ketentuan Alquran dan sunnah.

Jangan sampai seorang Muslim bekerja menjemput rezeki dengan mengabaikan ketentuan syariat Islam dan lebih mengutamakan aturan dunia.  

Keberkahan

Sebaik-baik rezeki adalah yang mengandung nilai keberkahan. Maka, jangan hanya mengejar banyaknya rezeki, tetapi kejar berkahnya rezeki.

Bukan banyaknya rezeki yang membuat cukup. Kecukupan berkait soal keberkahan. Ketika rezeki berkah, banyak atau sedikit menjadi lapang. Tetapi, ketika berkah hilang, banyak atau sedikit bisa berujung pada kesempitan hidup. Rasulullah SAW bersabda artinya: 

"Ya Allah, jadikanlah aku merasa cukup dengan apa yang Engkau rezekikan, berikanlah berkah di dalamnya." (HR Al Hakim). 




Kesusahan Ini Allah Berikan Untuk Menghapus Dosa Manusia

5 Kesusahan Ini Allah SWT Berikan Untuk Menghapus Dosa Manusia, leh sebab itu kita harus bersabar dalam menghadapinya.Lalu apa sajakah 5 kesusahan tersebut : Setiap manusia tentunya mendambakan kehidupan yang menyenangkan, penuh ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan. Tidak ada satu orang manusia pun yang ingin merasakan kesusahan di dalam hidupnya. Akan tetapi tidak selamanya hal-hal yang menyenangkan akan terus terjadi dalam kehidupan manusia. Sebab ada kalanya manusia harus merasakan hal-hal yang tidak menyenangkan dalam hidupnya sebagai pembelajaran. Bahkan diantara hal-hal yang tidak menyenangkan tersebut, ada 5 kesusahan yang sengaja diberikan Allah SWT untuk menghapuskan dosa-dosa manusia. Dalam sebuah riwayat hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, " Tidaklah menimpa seorang muslim kelelahan, sakit, kekhawatiran, gangguan, kesedihan dan duka, sampai pun duri yang mengenai dirinya, kecuali Allah SWT akan menghapus dengannya dosa-dosanya." (Muttafaqun Alaih)


Sehingga dari hadis riwayat ini bisa kita ketahui bahwa 5 kesusahan yang diberikan Allah SWT untuk menghapus dosa-dosa manusia di masa lampau adalah;

  1. Kelelahan
  2. Sakit
  3. Kekhawatiran
  4. Gangguan-gangguan
  5. Kesedihan

Taubat Nabi Adam Menyesali Perbuatannya

Karena berbuat zalim, Nabi Adam AS sampai terusir dari surga dan terpisah dari Siti Hawa selama tiga ratus tahun. Selama itu, Nabi Adam selalu berdoa mengakui kesalahan dan mohon ampun kepada Allah SWT. Berbuat Zalim merupakan perbuatan yang sangat merugikan, tidak hanya bagi diri sendiri melainkan juga orang lain. Lantaran kerugian yang ditimbulkan, perbuatan ini masuk dalam golongan perbuatan yang harus dihindari dalam Islam. Tetapi, banyak manusia yang ternyata tidak sadar mereka telah berbuat zalim. Kebanyakan dari mereka merasa apa yang mereka perbuat telah benar, padahal telah menimbulkan kerugian bagi orang lain.


Doa tersebut termaktub dalam Alquran Surat Al A'raf ayat 23, yang berbunyi latinya sebagai berikut ini : "Rabbanaa zholamnaa anfusanaa wa illam tagfirlanaa watarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin."

Artinya:

" Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

Mengenali Rasa Sedih

Rasa sedih biasanya muncul ketika kita sedang menghadapi situasi kehilangan atau kegagalan. Rasa sedih sering kali diasosiasikan sebagai emosi negatif. Padahal, kesedihan bisa bikin kita lebih menghargai hal-hal kecil di sekitar kita.

Selain itu, rasa sedih  juga bisa memberikan kita waktu untuk merenungi apa yang telah terjadi sebelum menemukan perspektif baru untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Setiap orang memiliki jangka waktu yang berbeda-beda dalam merasakan emosi sedih ini, tergantung dengan penyebab dan cara mereka mengatasinya. Meskipun bagi beberapa orang membutuhkan waktu lama untuk memprosesnya, namun jangan sampai Perseners berlarut-larut dalam kesedihan ya. Ketika kesedihan dibiarkan atau dipendam terus-menerus, maka ini dapat berpotensi memicu depresi.


Dalam emosi sedih, perasaan lain yang mungkin kita rasakan adalah :

  1. Kesepian
  2. Tidak berdaya / putus asa
  3. Kecewa
  4. Tersakiti
  5. Berduka
  6. Malu
  7. Menyesal
  8. Menderita
  9. Merasa bersalah
  10. Merasa diabaikan

Cara Bangkit dari Kesedihan : Buat Perseners yang mungkin selama ini kesulitan untuk mengidentifikasi emosi apa yang sebenarnya sedang dirasakan, boleh banget untuk mulai lebih sering mengamati apa yang kamu rasakan dan pikirkan. Kemudian, coba cek di emotion wheel. Dengan mengetahui sumber emosi, kamu dapat menemukan cara yang lebih efektif untuk bangkit.

Dalam konteks kesedihan yang sedang kita bahas saat ini, ada baiknya kita tahu cara bangkit dari kesedihan yang efektif dan tidak merugikan. Karena ternyata ada beberapa cara yang mungkin kita lakukan untuk mengatasi rasa sedih malah dapat merugikan diri.

Misalnya, ketika kita memilih untuk mengabaikan perasaan sedih dan memaksakan diri untuk selalu bahagia. Dalam keadaan seperti itu, kita malah menjadi terjebak toxic positivity dan kemungkinan besar rasa sedih akan meledak di lain waktu.

  1. Menangis, Jangan lawan perasaan sedih yang muncul pada dirimu. Biarkan dirimu merespon perasaan itu. Mungkin dengan menyendiri atau menangis. Izinkan dirimu untuk merasakan dan memproses apa yang terjadi. Sering kali yang terjadi adalah kamu menuntut terlalu keras pada diri sehingga tidak mengizinkan diri merasakan emosi sedih apalagi menangis. Ketika kamu hanya memendam perasaanmu, akan ada beberapa dampak yang timbul. Seperti, hubungan dengan orang terdekat yang merenggang, insomnia, memicu penyakit-penyakit fisik, hingga depresi. Memendam perasaan juga memungkinkan emosi akan ‘meledak’ dengan tidak terkontrol dan malah memperburuk keadaan.
  2. Cobalah untuk keluar dari ruanganmu saat ini sambil mencoba melakukan teknik grounding. Teknik grounding sendiri berfungsi untuk mengembalikan fokusmu pada present moment sehingga kamu tidak tenggelam dalam pikiran sedihmu saja.
  3. melakkan hal yang disenangi : Coba lakukan hal-hal yang kamu senangi dan dapat membuatmu lebih tenang, seperti mendengarkan musik, mandi air hangat, bermain bersama hewan peliharaan atau minum kopi. Selain itu, jangan lupakan basic self-care-mu, ya. Meskipun kamu sedang merasa sedih, kamu tetap perlu memastikan untuk merawat dan menjaga tubuhmu.
  4. Beri waktu pada diri sendiri untuk memproses kejadian yang membuatmu mengalami perasaan sedih. Kamu dapat melakukannya sambil mengatur napas menggunakan breathing technique 4-7-8. 4 hitungan menarik napas, 7 hitungan menahan napas dan 8 hitungan menghembuskan napas. Dengan menggunakan teknik pernapasan ini, kamu dapat menjadi lebih relaks dan tenang untuk memproses perasaan sedih. Bahkan, bisa membantumu mengatur pernapasan kembali setelah menangis. Saat melakukan meditasi, kamu dapat menjadikannya momen untukmu merefleksikan kembali apa yang terjadi dan mempersiapkan diri untuk bangkit kembali.
  5. memberi Dukungan : Sering kali ketika merasa sedih, kita akan memaksakan diri untuk mengabaikannya dengan mengatakan “ah gini aja masa nangis” atau memaksakan diri untuk hanya melihat sisi positif dengan mengatakan “sudahlah, nggak usah dipikirin, masih banyak yang lebih parah dari kamu”. Bahkan, ketika ada orang lain yang sedih, kita akan buru-buru mengatakan “jangan sedih” atau “jangan nangis”. Mungkin maksud kita memang baik, ingin menghibur mereka yang sedang bersedih. Namun, mengatakan hal-hal tersebut bukanlah hal yang tepat untuk dikatakan saat seseorang sedang merasa sedih. Hal itu malah akan membuat mereka terjebak dalam toxic positivity yang merugikan.
  6. Bercerita kepada orang lain : Sebelum rasa sedih yang kamu rasakan semakin berlarut-larut, coba untuk menceritakan pada orang lain yang kamu percaya. Bercerita dapat membuatmu merasa lebih lega lho, Perseners. Kamu bisa bercerita pada anggota keluargamu, teman, pasangan atau bercerita pada mentor-mentor di satu persen melalui link berikut ini.

Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati. Setiap orang pasti pernah merasa sedih. Namun, seberapa sering dan seberapa intens kesedihan yang Anda rasa? Jika terus berlanjut dan berlebihan, hal ini tak boleh Anda sepelekan sebab bisa jadi yang Anda alami adalah gejala depresi. Apa bedanya. Yuk, cari tahu dalam ulasan berikut.



Manfaat air mata saat berduka. Sedih adalah emosi naluriah yang dapat dirasakan setiap orang. Kesedihan bisa menghampiri Anda sesekali atau bahkan hampir setiap hari, tergantung pada apa yang sedang terjadi dalam hidup Anda.

Secara umum, kesedihan muncul ketika ada sesuatu hal tidak berjalan sebagaimana mestinya, sesuai rencana, atau sesuai keinginan. Alhasil, membuat Anda merasa tidak berdaya dan putus asa. Konflik, kegagalan, kematian, dan kehilangan adalah beberapa hal yang paling sering membuat manusia sedih.

Di sisi lain, melihat, menyaksikan, atau mendengar orang lain yang sedang sedih juga dapat membuat Anda merasakan emosi yang sama. Terlebih jika Anda memiliki rasa empati yang tinggi. Anda cenderung akan lebih peka terhadap perasaan dan pikiran orang lain.

Misalnya ketika Anda melihat ada seseorang yang tertimpa musibah, Anda akan benar-benar merasakan nelangsa tersebut dan memikirkan bagaimana ketika Andalah yang berada pada situasi tersebut. Rasa empati yang Anda miliki membuat Anda bisa sangat memahami kesedihan yang dialami oleh orang lain.

Cara jitu mengusir rasa sedih adalah, Merasa sedih itu wajar, tapi tidak baik juga jika dibiarkan sampai berlarut-larut. Berikut adalah beberapa cara yang sehat untuk mengusir kesedihan agar tidak telanjur sampai menggerogoti jiwa Anda.

  1. Akui kalau Anda sedang bersedih, kenapa saya masih jomblo, kebanyakan dari kita sering memasang senyum palsu dan pura-pura tegar agar tidak terlihat cengeng di depan orang lain. Tidak sedikit pula yang terang-terangan menyangkal mereka sedang sedih karena tidak mau menjadi beban dan dikasihani orang lain. Padahal, penyangkalan justru akan berbalik merugikan bagi kesehatan fisik dan mental Anda. Bayangkan semua kesedihan yang dipendam lama-lama menumpuk jadi satu seperti “bom waktu” yang bisa kapan saja meledak. Tak hanya menghancurkan diri sendiri, tapi pada akhirnya juga menghancurkan orang lain di sekitar Anda. Nah sebab itu, akuilah kalau Anda memang sedang bersedih. Ingat bahwa kesedihan adalah reaksi normal setiap manusia. Jadi, tidak ada yang salah jika Anda merasakan emosi ini. Bila perlu luapkanlah kesedihan Anda dengan menangis. Menangis membantu Anda merasa lebih lega.
  2. Renungkan apa yang membuat Anda bersedih,  mengatasi rasa sedih, Setelah kondisi Anda agak membaik, renungkan kembali kesedihan yang Anda rasakan. Tanyakan pada diri sendiri, apa sih yang sebenarnya membuat Anda merasa sedih? Apa emosi tersebut muncul terkait kehilangan atau peristiwa yang yang tidak bahagia. Merenungkan dan memahami emosi yang Anda rasakan dapat membantu Anda melawan rasa kesedihan. Namun, jangan sampai malah jadi menghakimi diri Anda sendiri. Ingatlah bahwa kesedihan adalah bagian dari kehidupan dan selalu ada hikmah di setiap situasi yang Anda alami.
  3. Beri waktu, Depresi karena patah hati, Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang dapat pulih dari kesedihan mereka sendiri seiring berjalannya waktu. Lamanya waktu yang dibutuhkan jelas berbeda-beda pada setiap orang. Mungkin Anda memerlukan waktu seharian, seminggu, atau berbulan-bulan untuk bisa menerima kehilangan, kegagalan, rasa putus asa, dan lain sebagainya. Jadi, nikmati proses “penyembuhan” Anda.
  4. Dekatkan diri dengan Tuhan, Bila Anda termasuk orang yang religius, Anda bisa melakukan kegiatan spiritual seperti berdoa, meditasi, atau pergi ke tempat ibadah untuk mencari kedamaian diri. Mendekatkan diri dengan Tuhan juga menjadi cara efektif untuk menenangkan hati Anda yang sedang kelabu. Ingatlah selalu bahwa Tuhan sangat mencintai Anda lebih daripada segala hal yang ada di bumi ini.
  5. Curhat ke orang yang dipercaya, sedang bersedih, Jangan biarkan Anda terus-terusan terperangkap dalam kesedihan. Tidak ada salahnya untuk beralih ke orang yang Anda percaya untuk mengurangi beban di hati sekaligus mencari pencerahan atas masalah tersebut. Anda bisa berbagi keluh kesah kehidupan dengan orangtua, pasangan, atau sahabat terdekat.Orang-orang yang peduli dengan Anda akan berusaha sekuat tenaga untuk menghibur dan mengalihkan pikiran Anda dari kesedihan yang Anda alami. Jadi, jangan ragu untuk meminta bantuan ke orang-orang terdekat Anda.
  6. Jauhi hal-hal yang memicu sedih, pantangan yang harus dihindari setelah putus cinta, Apabila Anda sadar ada beberapa benda atau tempat yang berpotensi membuat Anda sedih, sebaiknya hindari hal tersebut. Tidak mudah memang. Namun, Anda harus berusaha semaksimal mungkin agar Anda tidak berhadapan dengan hal-hal yang membuat Anda bersedih. Apabila Anda terus dihantui dengan berbagai hal yang memancing kesedihan, Anda tentu tidak akan pernah merasa lega. Kuncinya satu; alihkan perhatian dan pikiran Anda pada hal lain. Sibukkan diri, sehingga Anda tidak memiliki kesempatan untuk memikirkan hal-hal yang membuat Anda bersedih.
  7. Coba kegiatan baru, keuntungan jadi jomblo, Sedih boleh, tapi jangan lupa untuk tetap menyenangkan diri Anda sendiri. Cobalah untuk menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan yang Anda sukai atau yang tidak bisa Anda lakukan sebelumnya. Ambil juga kesempatan ini untuk mencoba sesuatu yang baru yang bisa membuat Anda melupakan rasa sedih. Contohnya, Anda bisa pergi jalan-jalan ke destinasi liburan yang belum pernah Anda kunjungi. Dengan begitu Anda bisa menyegarkan kembali perasaan dan pikiran yang selama ini carut-marut.
  8. Hindari menyakiti diri sendiri, manfaat yoga, Setiap orang memang punya caranya masing-masing untuk menghalau rasa sedih yang mereka alami. Apa pun itu, lakukanlah hal-hal yang membuat Anda merasa senang dan nyaman. Namun, hindari menyibukkan diri Anda dengan mengonsumsi alkohol, makan makanan yang tidak sehat, dan merokok terus-terusan. Berbagai hal tersebut tidak akan menyembuhkan kesedihan Anda. Sebaliknya, mereka hanya memberikan kesenangan sementara dan membuat situasi Anda semakin memburuk. Ketimbang melakukan hal-hal yang membuat keadaan semakin buruk, sebaiknya terapkan pola hidup sehat agar tubuh dan pikiran Anda bisa berangsur membaik. Ya, pikiran dan tubuh saling berkaitan satu sama lain. Ketika Anda berada dalam kondisi fisik yang baik, maka Anda juga akan merasa lebih baik secara emosional. Nah, untuk meningkatkan kesehatan Anda secara menyeluruh, pastikan kalau Anda cukup tidur, makan makanan yang bernutrisi tinggi, serta rajin berolahraga.
  9. Mulai menulis jurnal, manfaat menulis, Selain curhat ke orang-orang yang Anda percayai, Anda juga dapat mencurahkan semua isi hati Anda pada sebuah tulisan. Anda bisa membuat sebuah jurnal atau catatan mengenai hal positif apa saja yang berhasil Anda lakukan dan terima setiap hari. Bagi beberapa orang, menulis bisa menjadi terapi untuk mengolah emosi. Anda juga bisa membaca kembali tulisan Anda untuk memahami lebih baik tentang kesedihan yang Anda rasakan. Siapa tahu, kegalauan yang Anda rasakan bisa dikomersilkan. Misalnya, dijadikan inspirasi untuk membuat lirik lagu sendu atau puisi sedih.
  10. Banyak bersyukur, agar hidup bahagia. Suatu hari nanti akan ada masanya Anda melihat masa lalu. Bukan untuk meratapinya tapi justru untuk memahami bahwa semua yang Anda alami merupakan bagian dalam alur pengalaman hidup Anda. Bersyukurlah bahwa Anda pernah berada di masa sesedih hari lalu, karena dengan begitu, Anda jadi tahu artinya sebuah rasa syukur. Selain itu, memahami kesedihan juga membuat kebahagiaan menjadi jauh lebih manis. Bukankah lebih baik merasakan sesuatu daripada tidak merasakan apa-apa sama sekali. 
  11. Tonton film sedih, mata bengkak habis menangis, Selain yang sudah disebutkan di atas, ada cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi rasa sedih; menonton film sedih! Selama ini Anda mungkin mengira kalau nonton film sedih justru bikin Anda semakin sedih. Bahkan mungkin teringat memori buruk yang dulu membuat Anda sedih.Namun kenyataannya, menonton film sedih justru bisa membantu Anda lebih cepat move on. Ketika Anda menonton film yang memancing emosi, ternyata selama waktu itu otak kita akan melepaskan hormon oksitosin. Oksitosin sendiri sering disebut sebagai hormon cinta. Selain itu, hormon ini juga berperan penting untuk menciptakan keinginan bersosialisasi dengan orang lain, serta mendorong Anda untuk lebih berempati dan menyayangi.

Kepekaan tersebut lambat laun akan menyadarkan Anda bahwa Anda tidak sendirian di dunia ini. Anda juga dapat menyadari bahwa Anda bukanlah satu-satunya manusia yang merasa nelangsa di dunia. Ada banyak orang di luar sana yang mungkin mengalami musibah lebih parah dari yang Anda alami.

Ahli psikologi klinis, Jessica Magidson juga mengatakan hal yang serupa. Dr. Magidson mengatakan bahwa sering menonton film sedih bisa membuat kita merasa lebih bahagia. Alasannya, film tersebut mendorong kita untuk bercermin pada diri sendiri sehingga dapat merasa bersyukur atas apa yang kita miliki dalam hidup.

Tak berhenti di situ. Film sedih juga mengajari kita untuk belajar dari kesalahan orang lain. Silvia Knobloch-Westerwick, Ph.D. sekaligus penulis kontributor di PsychCentral, mengatakan manusia cenderung bercermin pada tragedi yang terjadi pada orang lain untuk menilai kembali kehidupan mereka.Dengan melihat derita orang lain, seseorang jadi belajar artinya bersyukur atas anugerah yang sudah mereka dapatkan selama ini.

Sedih beda dengan depresi, pola pikir tidak bahagia sedih depresi stres pusing, Kesedihan adalah reaksi alami terhadap situasi yang tidak mengenakkan atau yang menyebabkan sakit. Meski begitu, rasa nelangsa yang disebabkan oleh kesedihan umumnya dapat mereda seiring waktu. Setelah Anda berhasil move on dari rintangan tersebut, kesedihan akan segera terganti dengan rasa lega dan bahagia pada akhirnya.

Beda dengan depresi yang merupakan penyakit mental jangka panjang. Depresi dapat memengaruhi cara Anda merasa, berpikir, dan berperilaku sehingga menyebabkan Anda terus menerus merasa sedih. Bahkan bisa terus berlangsung selama berminggu-minggu, atau lebih dari enam bulan berturut-turut.

Seseorang yang mengalami depresi juga mengalami perubahan pada selera makan, tidur, hingga kesulitan untuk berkonsentrasi atau mengambil keputusan. Tak hanya itu, orang dengan kondisi ini juga cenderung menutup diri dan menghindari bersosialisasi dengan keluarga, pasangan, dan kerabat dekatnya.

Ia juga menjadi hilang minat pada hal-hal yang dulu sangat disukainya. Depresi membuat seseorang selalu dihantui dengan perasaan bersalah, tidak berdaya, dan putus asa. Dalam tahap yang parah, depresi juga bisa membuat penderitanya memiliki keinginan untuk melukai diri sendiri atau bahkan bunuh diri. Atasi rasa sedih dengan konsultasi ke psikolog. konseling psikologi. Sudah mencoba berbagai cara tapi rasa sedih tak juga kunjung hilang? Jangan ragu konsultasi ke dokter atau psikolog terdekat.

Kebanyakan orang menganggap bahwa orang yang pergi ke psikolog adalah orang yang “gila”. Padahal, tidak begitu. Siapa saja boleh melakukan konsultasi ke psikolog demi menjaga kesehatan mentalnya.

Perlu dipahami bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan badan Anda. Jadi, tak perlu didiagnosis depresi atau punya gangguan jiwa dulu baru pergi ke psikolog.

Lantas, kenapa harus ke psikolog,  Ada beragam alasan kenapa Anda sebaiknya berkonsultasi ke psikolog.

Pertama, sudah terlatih dan berpengalaman untuk benar-benar mendengarkan kliennya. Melalui serangkaian pendidikan dan pelatihan, psikolog memiliki kemampuan untuk mengulik akar permasalahan berdasarkan cerita Anda. Tak hanya itu, psikolog juga berperan untuk membantu Anda dalam menghadapi masalah.

Kedua, psikolog juga merupakan sosok yang netral. Seberat apa pun masalah yang Anda hadapi, mereka tidak akan menghakimi Anda. Ya, psikolog tak punya keinginan pribadi supaya Anda melakukan hal-hal yang tidak sejalan dengan nilai-nilai yang Anda anut.

Ketiga, psikolog menjamin kerahasiaan masalah Anda. Psikolog adalah seorang yang profesional, sehingga mereka akan menjaga rahasia Anda dengan baik. Jadi, jangan takut untuk jujur dan menceritakan apa yang Anda rasakan.

Janganlah bersedih wahai anakku

Kehidupan ini tak selamanya indah. Senang dan duka datang silih berganti. Hal ini semakin memantapkan hati untuk menilai kehidupan dunia ini adalah semu. Kebahagiaannya semu. Kesedihannya semu.



Ada kehidupan selanjutnya di hadapan kita. Itulah negeri akhirat. Abadi dan hakiki. Di sanalah tempat istirahat dan bersenang-senang yang hakiki, yakni di surga-Nya yang penuh limpahan rahmad dan kenikmatan. Atau kesengsaraan hakiki, di nereka yang panas membara. Tempat kembali orang-orang durhaka kepada Sang Pencipta.

Teringat olehku perkataan yang tersimpan dalam kalbu. Di mana seorang pernah menasehatkan, “Ketahulilah yang selamat hanyalah sedikit. Sesungguhnya tipuan dunia akan hilang. Semua kenikmatan selain surga akan sirna. Dan semua kesusahan selain neraka adalah keselamatan.”

Perlu kita sadari bahwa kesenangan dunia dan kesengsaraannya adalah ujian dari Tuhan semesta alam (Allah SWT). Apakah menjadi hamba yang bersyukur saat diberi nikmat dan sabar saat diberi cobaan, ataukah sebaliknya. Karena dunia ini adalah daarul ibtilaa’ (negeri tempat ujian dan cobaan).

Allah Swt berfirman dalam surah Al Anbiya ayat 35 sebagai berikut ini yang artinya: 

“Wahai manusia, Kami akan menguji kalian dengan kesempitan dan kenikmatan, untuk menguji iman kalian. Dan hanya kepada Kamilah kalian akan kembali” (QS. Al-Anbiya: 35).

Ikrimah rahimahullah  pernah mengatakan, sebagai berikut ini yang artinya :

“Setiap insan pasti pernah merasakan suka dan duka. Oleh karena itu, jadikanlah sukamu adalah syukur dan dukamu adalah sabar.”

Senang dan duka adalah sunatullah yang pasti mewarnai kehidupan ini. Tidak ada seorang manusia pun yang terus merasa senang, dan tidak pula terus dalam duka dan Kesedihan. Semuanya merasakan senang dan duka datang silih berganti. Jangankan kita, generasi terbaik umat ini, para wali Allah, yakni para sahabat Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pun pernah dirundung kesedihan. Allah menceritakan keadaan mereka saat kekalahan yang mereka alami dalam perang uhud. 

Allah Swt berfirman dalam surah Ali Imran ayat 140 yang artinya sbb ini :

“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah ingin memberi bukti kebenaran kepada beriman (dengan orang-orang kafir) dan menjadikan sebagian diantara kalian sebagai syuhada’. Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim” (QS. Ali Imran: 140).

Allah Swt yang menciptakan kebahagiaan dan kesedihan agar manusia menyadari nikmatnya kebahagiaan, sehingga ia bersyukur dan berbagi. Dan sempitnya Kesedihan diciptakan agar ia tunduk bersimpuh di hadapan Tuhan yang maha rahmat dan mengasihi, serta tidak menyombongkan diri. Hinggalah ia mengadu harap di hadapan Allah. Merendah merengek di hadapan Allah Swt. Bersimpuh pasrah kepada Tuhan yang maha penyayang. Seperti aduannya Nabi Ya’qub saat lama berpisah dengan putra tercinta; Yusuf ‘alaihimas sasalam dalam surah Yusuf ayat 86 yang artinya sbb ini :

“Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan penderitaan dan kesedihanku” (QS. Yusuf: 86).

Ada saja hikmah dalam ketetapan Allah yang maha hakim (bijaksana) itu. “Dialah Allah yang menjadikan seorang tertawa dan menangis” (QS. An-Najm: 43).

Oleh karena itu, tidaklah tercela bila seorang merasa sedih. Itu adalah naluri. Tak ada salahnya bila memang sewajarnya. Terlebih bila sebab-sebab kesedihan itu suatu hal yang terpuji. Seperti yang dirasakan orang beriman saat melakukan dosa, di mana Nabi mengabarkan bahwa itu adalah tanda iman. hadis yang diriwatnya Tirmidzi sbb ini :

“Barangsiapa yang merasa bergembira karena amal kebaikannya dan sedih karena amal keburukannya, maka ia adalah seorang yang beriman” (HR. Tirmidzi).

Atau seorang merasa sedih saat tertinggal shalat jamaah di masjid, menyia-nyiakan waktu, tertidur di sepertiga malam terakhir hingga luput dari sholat tahajud, ini suatu hal yang terpuji. Ini tanda adanya cahaya iman dalam hatinya.

Yang tercela adalah saat seorang larut dalam sedihnya. Hingga membuat hatinya lemah, tekadnya meredup, rasa optimisnya menghilang, kesedihan yang menghancurkan harapan. Sampai membuatnya tidak mau bergerak, tidak ada ikhtiyar untuk mengubah keadaannya untuk menjadi insan yang bahagia.

Yang tercela kesedihan yang membuatnya lemah untuk meraih ridha Allah Swt, bahkan membawanya pada keputusasaan dan membenci takdir Allah. Karena seringkali setan memanfaatkan kesedihan untuk menjerumuskan manusia. Betapa banyak orang-orang yang tergelincir dari jalan Allah Swt karena larut dalam kesedihan. Oleh karenanya, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam senantiasa berlindung dari rasa sedih. Di antara doa yang sering dipanjatkan Nabi Muhammad SAW adalah, yang arti dan latinnya sebagai berikut ini :

"Allahumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazani"

“Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari gundah gulana dan rasa sedih” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tidak perlu berlama-lama memendam kesedihan dalam hatimu. Banyak yang tak menyadari, ternyata setan senang melihat seorang mukmin bersedih. Ia amat menginginkan kesedihan itu ada pada orang-orang beriman. Allah ‘azzawajalla mengabarkan dalam firmanNya,

“Sesungguhnya pembicaraan bisik-bisik itu hanyalah dorongan dari setan. Supaya menjadikan hati orang-orang beriman sedih. Padahal pembicaraan rahasia untuk menggunjing tidak akan merugikan orang-orang beriman sedikitpun, kecuali dengan kehendak Allah. Hanya kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal” (QS. Al-Mujadilah: 10).

Tahukah anda wahai pembaca sekalian. Ternyata bila kita amati, kata-kata sedih dalam Al-Qurán tidaklah datang kecuali dalam konteks larangan atau kalimat negatif (peniadaan). Sebagaimana yang dijelaskan Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam bukunya Madaarijus Saalikiin.

Dalam konteks larangan, misalnya adalah firman Allah Swt,

“Janganlah kamu lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman” (QS. Ali Imran: 139).

“Dan janganlah kamu berduka cita terhadap mereka” (QS. An-Nahl: 127). Beberapa ayat juga berbunyi senada.

Kemudian firman Allah Swt

“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita” (QS. At-Taubah: 40)

Adapun dalam konteks kalimat negatif (peniadaan) misalnya firman Allah Swt

“Mereka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (QS. Al-Baqarah: 38)

Apa rahasia dari semua ini? Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan,

Rahasianya adalah, karena kesedihan adalah keadaan yang tidak menyenangkan, tidak ada maslahat bagi hati. Suatu hal yang paling disenangi setan adalah, membuat sedih hati seorang hamba. Hingga menghentikannya dari rutinitas amalnya dan menahannya dari kebiasaan baiknya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, yang artinya :

“Sesungguhnya pembicaraan bisik-bisik itu adalah dari syaitan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita” (QS. Al-Mujadalah: 10. Madaarijus Saalikiin hal: 1285).

Islam Menginginkanmu Bahagia. Bersyukurlah anda atas nikmat Islam. Karena Islam adalah agama yang menginginkan anda untuk senantiasa bahagia. Allah Swt. Sang Pembuat Syariat ini tak ingin melihat hamba-Nya bersedih hati. Oleh karenanya, Islam diturunkan untuk membawa kebahagiaan bagi segenap makhluk, bukan untuk menyusahkan. Dalam surat Thaha Allah Swt  berfirman, dalam surah thaha ayat 2 sbb : 

“Kami tidaklah menurunkan Al Quran ini kepadamu untuk membuatmu susah” (QS. Thaha: 2). Artinya, Islam diturunkan untuk membuatmu bahagia.

Bahkan, saat seorang jauh dari Islam, saat Itulah kesedihan hakiki akan menghampirinya, dia memang pantas untuk mendapat kesedihan,

Bila kita perhatikan sebuah hadis Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, maka kita bisa memyimpulkan sebuah kesimpulan yang indah. Di mana Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda,yang artinya sbb :

“Jika kalian bertiga maka janganlah dua orang berbicara/berbisik bisik berduaan sementara yang ketiga tidak diajak, sampai kalian bercampur dengan manusia. Karena hal ini bisa membuat orang yang ketiga tadi bersedih” (HR. Bukhori no. 6290 dan Muslim no. 2184).

Sekedar berbisik bila membuat saudaranya sedih saja dilarang. Ini menunjukkan bahwa Islam begitu menjaga perasaan penganutnya dan amat menginginkan kebahagiaan dalam hati setiap insan. Bahkan Allah Swt senang melihat tanda-tanda bahagia, itu tampak dalam diri kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya Allah Swt senang melihat bekas nikmat-Nya pada seorang hamba” (HR. Tirmidzi dan An Nasai).

Maka betapa indahnya Islam, agama yang mencintai kebahagiaan pada dirimu, dan mengenyahkanmu dari duka cita, di dunia dan di akhirat. Wahai saudara ku usirlah kesedihan dari hatimu. Jangan biarkan setan memanfaatkannya. Karena setan selalu mengintai setiap gerak-gerik kita. Sebagaimana Rasulullah kabarkan, “Sesungguhnya setan mendatangi kalian dalam setiap keadaan kalian. Sampai setan ikut hadir di makanan kalian” (HR. Muslim).

Semoga kita selalu berbahagia, sehingga dijauhkan dari syetan yang terkutuk, aku berlingdung kepada Allah Swt dari godaan syetan yang terkutuk. semoga bermanfaat khususnya buat saya pribadi. amibil hikmahnya buang jeleknya. sedih dan bahagia akan tiba waktunya silih berganti. sabar dan teguh dalam pendirian wahai anaku Muhammad rayyan Al Fatih 15 februari 2016

Penyebab seseorang merasa kesepian

Penyebab seseorang merasa kesepian, Perasaan ini umumnya dikarenakan keadaan pikiran. Meskipun tak selalu buruk, kesepian bisa menyebabkan orang merasa kosong dan tidak diinginkan. Orang yang merasa kesepian sering mendambakan kontak dengan manusia, tapi keadaan pikiran membuatnya lebih sulit untuk menjalin hubungan. Saya coba bantu jelaskan, Depresi adalah suatu gangguan suasana hati dan perasaan dimana, pada orang yang mengalami depresi sering merasa sedih yang mendalam. Depresi dapat disebabkan oleh berbagai macam hal seperti :



  1. Pernah mengalami trauma akan sesuatu
  2. Menderita penyakit kronis
  3. Masalah dengan keluarga
  4. Masalah ekonomi
  5. Masalah sosial
  6. Pengaruh obat-obatan dan lain sebagianya
Pada orang yang mengalami depresi, gejala yang sering muncul berupa :

  1. Khawatir dan cemas yang berlebihan
  2. Emosi tidak stabil
  3. Mudah putus asa
  4. Mudah lelah
  5. Tidak perduli
  6. Sering menyendiri
  7. Tidak nafsu makan
  8. Sulit tidur
  9. Bahkan muncul perasaan ingin bunuh diri

Dalam mendiagnosis depresi, harus dilakukan dengan pemeriksaan oleh dokter psikiater. Dokter nantinya akan menanyakan bagaimana keluhan pertama kali muncul, melakukan beberapa pemeriksaan fisik atau bahkan pemeriksaan penunjang tambahan. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi gejala, yaitu :

  1. Melakukan kegiatan yang positif dan bermanfaat
  2. Melakukan hobi
  3. Memperbanyak hubungan sosial
  4. Menceritakan sesuatu kepada orang yang dapat dipercaya
  5. Makan makanan yang sehat dan bergizi
  6. Meditasi
  7. Hindari stress dan aktivitas berlebihan
  8. Tidur yang teratur
  9. Dan memperbanyak ibadah

Jika keluhan tersebut semakin mengganggu, sebaiknya periksakan ke dokter psikiater agar dapat dilakukan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat. Semoga membantu, dan banyak terima kasih.